Anda di halaman 1dari 25

NILAI – NILAI PEMBUKAAN UUD 1945

XI MIA F

Addien Thoriq

Muhammad

1
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT hingga saat ini masih memberikan
nafas kehidupan dan anugerah akal, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini
dengan judul “Nilai-nilai dalam pembukaan UUD 1945” tepat pada waktunya. Terimakasih pula
kepada semua pihak yang telah ikut membantu hingga dapat disusunnya makalah ini.

Makalah sederhana ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata pembelajaqan
Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam makalah ini membahas nilai-nilai dalam pembukaa UUD 1945.
Akhirnya kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap makalah ini, dan penulis
berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi diri kami sendiri dan khususnya pembaca pada
umumnya.

Akhirnya, tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kekurangan. Dengan segala
kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat saya harapkan dari para
pembaca guna peningkatan kualitas makalah ini dan makalah-makalah lainnya pada waktu
mendatang.

Probolingo, 16 Oktober 2017

2
PEMBAHASAN

PENGERTIAN UUD 1945

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945
adalah hukum dasar tertulis,dan juga konstitusi pemerintahan negara Republik Indonesia saat ini.

Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen),
yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Latar belakang terbentuknya UUD 1945 bermula dari janji Jepang untuk memberikan
kemerdekaan bangsa Indonesia di kemudian hari. Janji tinggalah janji, setelah Jepang berhasil
memukul mundur tentara Belanda, malah mereka sendiri yang menindas kembali bangsa Indonesia,
bahkan lebih sadis dari sebelumnya.

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada
tanggal 29 April 1945, adalah Badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masa sidang
pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945 Ir.Sukarno
menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila. Kemudian BPUPKI
membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 8 orang untuk menyempurnakan rumusan Dasar Negara.
Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang
untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Setelah
dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-
pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan
pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan
UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29
Agustus 1945. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan
Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena
hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera. Masa Sidang

3
Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

4
KEDUDUKAN UUD 1945

UUD 1945 adalah:

Hukum dasar yang tertulis (di samping itu masih ada hukum dasar yang tidak tertulis, yaitu Konvensi)

1. Sebagai (norma) hukum :

a. UUD bersifat mengikat terhadap: Pemerintah, setiap Lembaga Negara/Masyarakat,


setiap WNRI dan penduduk di RI.

b. Berisi norma-norma: sebagai dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan
negara harus dilaksanakan dan ditaati.

2. Sebagai hukum dasar:

a. UUD merupakan sumber hukum tertulis (tertinggi) Setiap produk hukum (seperti UU,
PP, Perpres, Perda) dan setiap kebijaksanaan Pemerintah berlandaskan UUD 1945.

b. Sebagai Alat Kontrol Yaitu mengecek apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai
dengan ketentuan UUD 1945.

5
SIFAT UUD 1945

1. UUD 1945 bersifat supel (elastis),


Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa masyarakat itu terus berkembang dan dinamis.
Negara Indonesia akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perubahan zaman. Oleh
karena itu, bangsa Indonesia harus tetap menjaga supaya sistem Undang-Undang Dasar tidak
ketinggalan zaman.

2. Rigid
Mempunyai kedudukan dan derajat yang lebih tinggi dari peraturan perundang-undangan
yang lain, serta hanya dapat diubah dengan cara khusus dan istimewa.

6
FUNGSI UUD 1945

Di atas telah dibahas tentang apa yang dimaksud dengan UUD 1945. Dari pengertian
tersebut dapatlah dijabarkan bahwa UUD 1945 mengikat pemerintah, lembaga-lembaga negara,
lembaga masyarakat, dan juga mengikat setiap warga negara Indonesia dimanapun mereka berada
dan juga mengikat setiap penduduk yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia. Sebagai
hukum dasar, UUD 1945 berisi norma-norma, dan aturan-aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan
oleh semua komponen tersebut di atas.

Undang-undang Dasar bukanlah hukum biasa, melainkan hukum dasar, yaitu hukum dasar
yang tertulis. Dengan demikian setiap produk hukum seperti undang-undang, peraturan pemerintah,
peraturan presiden, ataupun bahkan setiap tindakan atau kebijakan pemerintah haruslah
berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya kesemuanya
peraturan perundang-undangan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan
ketentuan UUD 1945, dan muaranya adalah Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
negara. Dalam kedudukan yang demikian itu, UUD 1945 dalam kerangka tata urutan perundangan
atau hierarki peraturan perundangan di Indonesia menempati kedudukan yang tertinggi.

Dalam hubungan ini, UUD 1945 juga mempunyai fungsi sebagai alat kontrol, dalam
pengertian UUD 1945 mengontrol apakah norma hukum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan
norma hukum yang lebih tinggi, dan pada akhirnya apakah norma-norma hukum tersebut
bertentangan atau tidak dengan ketentuan UUD 1945. Selain itu UUD 1945 juga memiliki fungsi
sebagai pedoman atau acuan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

7
Dalam UUD 1945 juga terkandung :

1. Materi pengaturan sistem pemerintahan, termasuk pengaturan tentang kedudukan, tugas,


wewenang dan hubungan antara lembaga-lembaga Negara

2. Hubungan negara dengan warga negara baik dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya
maupun hankam.

8
KASUS MENGENAI UUD 1945

KONTROVERSI AMANDEMEN V UUD 1945

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tatanan struktur kenegaraan berisi aturan, cara, dan adat istiadat yang berlaku
Suatu Negara dianggap telah memiliki konstitusi sejak Negara itu dibentuk
Sumber utama Negara adalah konstitusi, salah satu makna konstitusi adalah UUD 1945
Di Indonesia UUD 1945 dijadikan sebagai landasan Konstitusional yang menjelaskan mengenai
tugas dan wewenang aparat pemerintah. UUD 1945 bersifat elastis sehingga sangat mungkin
terjadi amandemen UUD 1945

B. POKOK PERMASALAHAN

Dari segi substansi dan isinya, UUD 1945, memiliki keterbatasan dan kelemahan yang
tidak dapat dipakai sebagai rujukan konstitusional yang memadai. Yang menjadi masalah saat
ini adalah apakah sebuah UUD yang dulu dibuat masih sesuai dengan corak kehidupan
masyarakat saat ini? Untuk itu, disini akan sedikit dibahas mengenai amandemen UUD 1945.

9
BAB II

PEMBAHASAN

A. ARTI PENTING AMANDEMEN

Amandemen : prosedur penyempurnaan tanpa harus langsung mengubah UUD


pelengkap serta rincian dari UUD asli. Salah satu hak legislatif untuk mengusulkan perubahan
dalam suatu rancangan Undang-Undang yang dimajukan pemerintah

UUD 1945 bersifat elastic didasarkan karena masyarakat terus berkembang dan dinamis
bangsa Indonesia harus tetap menjaga supaya sistem Undang-Undang Dasar tidak ketinggalan
zaman. Maka UUD 1945 diadakan perubahan sejalan dengan kehidupan masyarakat.

B. ALASAN DAN KESEPAKATAN AMANDEMEN UUD 1945

ALASAN
• SEGI HISTORIS

Pembuatan UUD 1945 ditetapkan dalam suasana tergesa – gesa

• SEGI SUBSTANSI DAN ISI UUD 1945

UUD 1945 memiliki keterbatasan dan kelemahan

• SEGI SOSIOLOGIS

Amanat dari rakyat untuk melakukan amandemen

KESEPAKATAN

• Dilakukan antar fraksi MPR

10
• terdiri dari pembukaan dan batang tubuh mempunyai kedudukan berlainan, namun terjalin
dalam hubungan bersifat kausal organis

• kesepakatan antara fraksi MPR dalam amandemen UUD 1945, antara lain :

1. Tidak mengubah pembukaan UUD 1945

2. Tetap mempertahankan NKRI

3. Tetap mempertahankan system presidesiil

4. Bagian penjelasan UUD 1945 yang normatif, dimasukkan dalam batang tubuh

5. Perubahan addendum : satu kesatuan antara perubahan yang diubah dengan yang tidak
diubah

C. AMANDEMEN KE V UUD 1945

• amandemen ke I disahkan 19 Oktober 1999, mengenai :

1. kekuasaan pemerintah
2. kementrian Negara
3. DPR

• Amandemen ke II Disahkan 18 agustus 2000, mengenai

1. Pemerintah daerah
2. Dewan perwakilan rakyat
3. Wilayah Negara dan penduduk
4. Hak asasi manusia, pertahanan, dan keamanan
5. Bendera, bahasa, lambing Negara, lagu kebangsaan

• Amandemen ke III Disahkan 10 November 2001, mengenai :

1. Mengatur impeachment
2. Membentuk DPD

11
• Amandemen ke IV Disahkan 10 Agustus 2002
13 pasal diubah dan ditambah, 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan
Perubahan – perubahan memungkinkan ada pihak pro dan kontra terhadap amandemen UUD
1945

Usulan DPD :

DPD menginginkan perubahan pasal 22 D UUD 1945. salah satu pasalnya berbunyi ”DPD ikut
membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah,
pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan SDA dan sumber daya
ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah, serta memberikan
pertimbangan kepada DPR atas RUU anggaran pendapatan dan belanja negara dan RUU yang
berkaitan dengan pajak, pendidikan dan agama”.
Isi pasal dengan kehidupan nyata berlainan dengan praktek yang dijalankan
Hal ini dapat dilihat ketika pembahasan RUU, mungkin anggota DPD tidak dilibatkan dan
terkesan diabaikan. Padahal menurut pasal tersebut, pejabat daerah harus dilibatkan dalam
pembahasan RUU yang berkaitan dengan pelaksanaan pemerintah daerah
Sehingga dimungkinkan adanya amandemen UUD yang ke V
Tidak boleh tergesa – gesa, perlu penelitian mendalam sehingga memperbaiki tatanan
kenegaraan sebelumnya menjadi lebih baik sesuai situasi dan kondisi kehidupan bangsa
Indonesia yang bermartabat.

12
KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD 1945

Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan RI Tahun 1945


Pembukaan UUD mengandung nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa-bangsa yang
beradab diseluruh muka bumi. Kalimat di dalam Pembukaan UUD tersebut antara lain “Bahwa
sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas
dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

1. Kedudukan Pembukaan UUD 1945


Di dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 termuat unsur-unsur seperti yang
diisyaratkan bagi adanya suatu tertib hukum yaitu “kebulatan dari keseluruhan peraturan hukum”.
Adapun syarat-syarat yang dimaksudkan mencakup hal-hal berikut :
· Adanya kesatuan objek (penguasa) yang mengadakan peraturan-peraturan hukum. Hal
initerpenuhi dengan adanya suatu Pemerintah Republik Indonesia.
· Adanya kesatuan asas kerohanian yang menjadi dasar keseluruhan peraturan hukum.
Hal initerpenuhi oleh adanya dasar Filsafat Negara Pancasilac.
· Adanya kesatuan daerah dimana keseluruhan peraturan hukum itu berlaku, terpenuhi
oleh penyebutan “seluruh tumpah darah Indonesia”
· Adanya kesatuan waktu dimana keseluruhan peraturan hukum itu berlaku. Hal itu
terpenuhi oleh penyebutan “disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UUD
Negara Indonesia” yang berlangsung sejak timbulnya Negara Indonesia sampai Negara Indonesia
ada.

Pokok kaidah negera yang fundamental menurut ilmu hukm tata Negara mempunyai
beberapa unsur mutlak antara lain :
· Dari segi terjadinya, ditentukan oleh pembentuk Negara dan terjelma dalam suatu
bentuk pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak pembentuk Negara untuk menjadikan hal-hal
tertentu sebagai dasar Negara yang dibentuknya
· Dari segi isinya, memuat dasar-dasar pokok Negara yang dibentuk sebagai dasar tujuan
Negara (tujuan umum dan tujuan khusus)
Tujuan umum, tercakup dalam kalimat untuk memajukan kesejahteraan umum dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan

13
sosial. Tujuan umum ini berhubungan dengan masalah hubungan antara bangsa(hubungan luar
negri) atau politik luar negri Indonesia yang bebas aktif.
Tujuan khusus, tercakup dalam kaimat “melindungi segenap bangsa dan seluruh
tumpah darah Indonesia, mencerdaskan ehidupan bangsa serta mewujudkan suatu keadilan social
bagiseluruh rajyat Indonesia. Tujuan ini bersifat khusus dalam kerangka tujuan bersama, yaitu
menuju masyarakat adil dan makmur.

2. Ketentuan diadakannya Undang-Undang Dasar yang tersimpul dalam kalimat, “Maka


disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara
Indonesia”.

3. Bentuk Negara, adalah “Republik yang berkedaulatan Rakyat”

4. Dasar filsafat Negara (asas kerohaian) pancasila yang tercakup dalam kalimat “….dengan
berdasar kepada : Ke-Tuhanan yang Maha Esa; Kemanusian yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyaaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia”.

Dengan demikian, pembukaan UUD 1945 telah memenuhi syarat sebagai pokok kaidah
Negara yang fundamental ( fundamental norm ). Dalam hubungannya dengan pasal-pasal UUD1945
(Batang Tubuh UUD 1945).UUD memiliki sifat-sifat sebagai berikut, Karena sifatnya tertulis dan
rumusannya jelas, UUD 1945 merupakan hukum positif yangmengikat pemerintah sebagai
penyelenggara negara, dan juga mengikat setiap warga negara .

14
Hubungan Antara Pembukaan dengan Batang Tubuh

Isi pengertian yang terkandung dalam masing-masing bagian pembukaan melukiskan adanya
rangkaian peristiwa dan keadaan berkenaan dengan berdirinya Negara Indonesia melalui pernyataan
kemerdekaan kebangsaan Indonesia.

1. Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuknya Negara yang merupakan rumusan
dasar-0dasar pemikiran yang menjadi motif pendorong bagi tersusunnya kemerdekaan kebangsaan
Indonesia dalam wujud terbentuknya Negara Indonesia (Bagian pertama, kedua, dan ketiga
pembukaan UUD 1945).

2. Yang merupakan ekspresi daripada peristiwa dan keadaan setelah Negara Indonesia terwujud.
(bagian keempat pembukaan UUD 1945).
Geris pemisah antara kedua peristiwa dan kedaan tersebut dengan jelas diatndai oleh pegeritan
yang etekandung dalam istilah “Kemudian daripada itu”. Pada bagian ke ke empat pembuakaan,
sehingga dapatlah ditenttukan sifat hubungan antara masing-masing bagiuan pembukaan dengan
batang tubuh UUN 1945, yaitu:

1. Bagian pertama, kedua dan ketiga pembukaan merupakan segolongan pernyataan-[ernyataan


yang tidak mempunyai hubungan oprganisasi dengan batang tubuh UUD 1945.

2. Bagian keempat pembukaan mempunyai hubungan kausal dan organis dengan batang tubuh
UUD 1945.

3. Bahwa bentuk Republik yang berkedaulatan rakyat dan pokok dasar kerohanian Negara
Pancasila harus tertuang dalam batang tubuh UUD, oleh karena telah merupakan ketentuan
dari pembukaan.

15
Nilai TIAP ALINEA

Nilai – Nilai SETIAP ALINEA DI PEMBUKAAN UUD 1945:

1. Alinea Pertama,

Dari pembukaan UUD 1945, yang berbunyi :”Bahwa kemerdekaan itu ialah hal segala
bangsa, oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai
dengan pri kemanusiaan dan perikeadilan”

Kalimat tersebut menunjukkan keteguhan dan kuatnya motivasi bangsa Indonesia untuk
melawan penjajahan untuk merdeka, dengan demikian segala bentuk penjajahan haram
hukumnya dan segera harus dienyahkan dari muka bumi ini karena bertentangan dengan nilai-
nilai kemanusian dan keadilan.

2. Alinea Kedua,

Yang berbunyi :”Dan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada


saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakya Indonesia kedepan
pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan
makmur”.

Kalimat tersebut membuktikan adanya penghargaan atas perjuangnan bangsa Indonesia


selama ini dan menimbulkan kesadaran bahwa keadaan sekarang tidak dapat dipisahkan
dengan keadaan kemarin dan langkah sekarang akan menentukan keadaan yang akan datang.
Nilai-nilai yang tercermin dalam kalimat di atas adalah negara Indonesia yang merdeka,
bersatu, berdaulat adil dan makmur hal ini perlu diwujudkan.

3. Alinea Ketiga,

Yang berbunyi:”atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan
oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia
dengan ini menyatakan kemerdekaannya”.

Pernyataan ini bukan saja menengaskan lagi apa yang menjadi motivasi riil dan materil
bangsa Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya, tetapi juga menjadi keyakinan menjadi
spritualnya, bahwa maksud dan tujuannya menyatakan kemerdekaannya atas berkah Allah

16
Yang Maha Esa. Dengan demikian bangsa Indonesia mendambakan kehidupan yang
berkesinambungan kehidupan materiil dan spritual, keseimbangan dunia dan akhirat.

4. Alinea Keempat,

Yang berbunyi : "kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa,
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia, yang
terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan"

Dengan rumusan yang panjang dan padat ini pada aline keempat pembukaan Undang-
Undang Dasar 1945 ini punya makna bahwa

1. Negara Indonesia mempunyai fungsi sekaligus tujuan, yaitu melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,

2. Keharusan adanya Undang-Undang Dasar,

3. Adanya asas politik negara yaitu Republik yang berkedaulan rakyat,

4. Adanya asas kerohanian negara, yaitu rumusan Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusian yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.

17
POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD 1945

1. Pokok pikiran pertama


"Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
dengan berdasar atas persatuan, dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia".
Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. Dengan pengertian yang lazim, negara
penyelenggara negara dan setiap warga negara wajib mengutamakan kepentingan negara di atas
kepentingan golongan ataupun perorangan. Pokok pikiran merupakan penjabaran Sila Ketiga
Pancasila.

2. Pokok pikiran kedua


"Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."
Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai dalam pembukaan,
dan merupakan suatu kausa finalis (sebab tujuan). Ini merupakan pokok pikiran keadilan sosial yang
didasarkan pada kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk
menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran
Sila Kelima Pancasila.

3. Pokok Pikiran Ketiga


"Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan /
perwakilan."
Pokok pikiran ini dalam Pembukaan mengandung konsekuensi logis bahwa sistem negara
yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasarkan atas kedaulatan rakyat dan
berdasarkan permusyawaratan / perwakilan.
Ini adalah pokok pikiran kedaulatan rakyat yang menyatakan bahwa kedaulatan di tangan
rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pokok pikiran ini
merupakan Dasar Politik Negara. Pokok pikiran ini merupakan penjabaran Sila Keempat Pancasila.

4. Pokok pikiran keempat


"Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang
adil dan beradab."

18
Pokok pikiran keempat dalam Pembukaan ini mengandung konsekuensi logis bahwa
Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain
penyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur.
Hal ini menegaskan pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung
pengertian taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan
beradab yang mengandung pengertian menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia atau nilai
kemanusiaan yang luhur.
Pokok pikiran keempat ini merupakan Dasar Moral Negara yang pada hakekatnya
merupakan suatu penjabaran dari Sila Pertama dan Sila Kedua Pancasila.

19
KESIMPULAN

UUD 1945 sebagai landasan konstitusional telah mengalami beberapa amandemen pada
tahun 1999, 2000, 2001, 2002 dan saat ini direncanakan amandemen ke V membahas pasal 22 D
UUD 1945. Pembuatan amandemen hendaknya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi
masyarakat saat ini.

Ditinjau dari pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama, kedua, dan ketiga yang memicu
keinginan untuk merdeka dalam wujud Negara kebangsaan Indonesia dan pada alinea keempat yang
merupakan cita-cita setelah bangsa Indonesia terwujud maka pancasila merupakan inti dari
pembukaan UUD 1945.

Sila pertama dan kedua pancasila terdapat pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu
Negara berdasarkan atas Ketuhan Yang Maha Esa menurut dasar Kemanusiaan yang adil dan
beradab. Sila ketiga terdapat pada alinea pertama yaitu Negara melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar asas persatuan dengan
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila keempat terdapat pada alinea ketiga
yaitu Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan
perwakilan. Sila kelima terdapat pada alinea kedua yaitu Negara hendak mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian, jika kita mencermati hubungan antara proklamasi kemedekaan 17


Agustus 1945 dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan hubungan suatu
kesatuan bulat, serata hubungan antara pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan batang
tubuh UUD 1945 yang merupakan hubungan langsung, maka dapat di simpulkan bahwa proklamasi
kemerdekaan mempunyai hubungan yang erat, tidak dapat di pisahkan dan merupakan satu
kesatuan denagan Undang-Undang Dasar 1945.

Pembukaan UUD 1945 merupakan motivasi dan aspirasi perjuangan tekad bangsa indonesia
umtuk mencapai tujuan nasional. Pembukaan UUD 1945 juga mengandung pokok-pokok pikiran
yang merupakan sumber dari cita hukum dan cita moral yang ingin ditegakkan baik dilingkungan
nasional maupun internasional.

20
Seperti pada alinea pertama memiliki makna hak atas kemerdekaan, alinea kedua mempunyai
makna perjuangan dan cita-cita bangsa Indonesia, alinea ketiga bermakna motivasi spiritual dan
tekad bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya, Sedangkan alinea kempat bermakna fungsi
dan tujuan negara, bentuk negara Indonesia, negara yang berdaulat, dasar negara Indonesia dan
negara yang berdasarkan konstitusi dan hukum.

21
SARAN

Proses pembuatan uud 1945 harus lebih memperhatikan hal-hal dari segi teknis dan
substansinya serta lebih teliti dalam menyikapi perkembangan masyarakat Indonesia yang dinamis.
Dalam makalah ini penyusun ingin memberikan saran kepada pembaca:
1. Agar pembaca memahami makna pembukaan UUD 1945.
2.Semoga pembaca dapat lebih memahami nilai luhur yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis
senantiasa dengan lapang dada menerima bimbingan dan arahan serta saran dan kritik yang sifatnya
membangun demi perbaikan karya-karya berikutnya.

22
PENUTUP

Alhamdullilahirobbillalamin puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya kami
dapat menyelesaikan makalah ini. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terkait.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan kita semua.

Akhir kata, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan dalam
pembuatan makalah ini. Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan makalah ini yang jauh dari
kata sempurna dan kami menerima saran serta kritik yang bersifat membangun sehingga ke
depannya kami dapat membuat makalah yang lebih baik. Terima kasih.

23
DAFTAR PUSTAKA

www.geofacts.co.cc/.../undang-undang-dasar-1945-sebagai-hukum.html

brekele-bisikanhati.blogspot.com/…/persandingan-uud-1945.html

www,anakciremai.com/…/makalah-ppkn-tentang-hubungan-pancasila.html

pdfdatabase.com/search/fungsi-kedudukan-uud-1945.html

Budiyanto. 2005. Kewarganegaraan. Jakarta : Erlangga.

Lubis, M. Solly. 2000. Perkembangan Garis Politik dan Perundang-Undangan Pemerintah Daerah.
Bandung : Alumni.

Huda, Ni’matul. 2005. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta : Raja Grafindo Husada.

Tikoh, Sumbodo. 1988. Hukum Tata Negara. Bandung : Eresco.

Soehino. 1984. Hukum Tata Negara Teknik Perundang-Undangan. Yogyakarta : Liberty.

Kelan, M.S. 2008. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta : paradigma.


Tim penyusun MKD. 2011. Pancasila. Surabaya : IAIN Sunan Ampel Press.
www.anakciremai.com
aadesanjaya.blogspot.com
http://scarmakalah.blogspot.co.id/2012/02/pancasila-dan-uud-1945-serta-pokok.html
http://kumpulan-makalah-adinbuton.blogspot.co.id/2015/11/makalah-nilai-nilai-pancasila-dan.html

www.geofacts.co.cc/.../undang-undang-dasar-1945-sebagai-hukum.html

brekele-bisikanhati.blogspot.com/…/persandingan-uud-1945.html

www,anakciremai.com/…/makalah-ppkn-tentang-hubungan-pancasila.html

pdfdatabase.com/search/fungsi-kedudukan-uud-1945.html

Budiyanto. 2005. Kewarganegaraan. Jakarta : Erlangga.

24
Lubis, M. Solly. 2000. Perkembangan Garis Politik dan Perundang-Undangan Pemerintah Daerah.
Bandung : Alumni.

Huda, Ni’matul. 2005. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta : Raja Grafindo Husada.

Tikoh, Sumbodo. 1988. Hukum Tata Negara. Bandung : Eresco.

Soehino. 1984. Hukum Tata Negara Teknik Perundang-Undangan. Yogyakarta : Liberty.

http://vaniakristiani.blogspot.co.id/2013/11/makalah-pembukaan-uud-1945.html

25