Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang
berjudul “Imunisasi pada Bayi.
Dalam menyelesaikan makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.
Karena itu ucapan terima kasih saya sampaikan kepada keluarga tercinta atas
dukungannya, orang-orang terdekat atas pengertiannya, dan pihak-pihak lain yang
telah membantu saya dalam penyelesaian makalah ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, dimana
sebagai manusia biasa tidak pernah luput dari kekhilafan seperti pepatah yang
mengatakan “tiada gading yang tak retak, dan tak ada mawar yang tak berduri”, maka
saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat saya harapkan. Dan saya berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Penulis

Cianjur, 11 Desember 2017


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................................


i
KATA PENGANTAR .......................................................................................................
ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................
1
A Latar Belakang
1
B Tujuan
1
C Rumusan Masalah
2
BAB II PEMBAHASAN
A Pengertian Imunisasi
3
B Tujuan Imunisasi
4
C Pemberian Imunisasi
4
D Kontra indikasi
4
E Komplikasi
5
F Jenis Imunisasi
5
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A Kesimpulan
14
B Saran
14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................
15 ..................................................................................................................

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Selama dalam proses tumbuh kembang, anak memerlukan asupan gizi yang
kuat, penilaian nilai agama dan budaya, pembiasaan disiplin yang konsisten dan
upaya pencegahan. Salah satu upaya pencegahan penyakit, yaitu pemberian
imunisasi. Pemahaman tentang imunisasi diperlukan sebagai dasar dalam
memberikan asuhan kebidanan terutama pada anak sehat dan implikasi konsep
imunisasi pada saat merawat anak sakit, khususnya pada kasus tuberculosis ,
difteri, pertussis, tetanus, polio, campak, dan hepatitis.
Tujuan jangka pendek dari pelayanan imunisasi adalah pencegahan penyakit
secara perorangan atau kelompok, sedangkan tujuan jangka panjang adalah
eradikasi atau eliminasi suatu penyakit. Dari penyakit menular yang telah
ditemukan, sampai saat ini di Indonesia baru tujuh macam yang diupayakan
pencegahannya melalui program imunisasi yang selanjutnya kita sebut “Penyakit
Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)” Sejak dimulainya program
imunisasi di Indonesia pada tahun 1956, saat ini telah dikembangkan tujuh jenis
vaksinasi yaitu BCG, Campak, Polio, DPT, DT, TT, Hep.B.

B. Tujuan
Setelah menyelesaikan makalah dengan judul “imunisasi pada bayi”, maka tujuan
yang ingin dicapai adalah :
1. Mampu mengetahui imunisasi, jenis imunisasi, cara pemberiannya dan
komplikasi dari pemberian imunisasi.
2. Sebagai tambahan pengetahuan bagi calon Bidan professional sehingga saat
kita ada di lahan klinik kita dapat memberikan asuhan kebidanan yang sesuai
kode etik kebidanan.

C. Rumusan Masalah
Pembahasan imunisasi dapat disusun dengan format sebagai berikut :
1. Pengertian Imunisasi
2. Tujuan Imunisasi
3. Jenis-jenis Imunisasi
4. Penyakit yang dapat di vaksinasi
5. Pemberian Imunisasi Menurut WHO

BAB II
PEMBAHASAN

1
A. Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memeberikan
kekebalan (imunitas) pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit
(depkes, 2000). Pentingnya imunisasi didasarkan pada pemikiran bahwa
pencegahan penyakit merupakan upaya penting dalam pemeliharaan kesehatan
anak.
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan
memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang
sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun
yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan
memberikan kekebalan atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk
terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.
Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem
kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehingga rentan
terhadap serangan penyakit berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan
satu kali, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai
penyakit yang sangat membahayakan kesehatan dan hidup anak.
Pemberian imunisasi dimaksudkan untuk membentuk kekebalan tubuh.
Kekebalan tubuh dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Tingginya kadar anti body pada saat dilakukan imunisasi
2. Potensi antigen yang disuntikkan
3. Waktu antara pemberian imunisasi
Mengingat efektif dan tidaknya imunisasi tersebut akan bergantung dari factor
yang mempengaruhinya sehingga kekebalan tubuh dapat diharapkan pada diri
anak.

B. Tujuan Imunisasi
Tujuan dari pemberian imunisasi adalah :
1. Untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi tertentu.
2. Untuk mengurangi angka penderita suatu penyakit yang sangat
membahayakan kesehatan bahkan bisa menyebabkan cacat atau kematian
pada penderitanya.

C. Pemberian Imunisasi Menurut WHO


1. Sifat Fisik
Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman, komponen
kuman atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna
untuk merangsang kekebalan tubuh seseorang, Vaksin dibagi menurut:

2
a. Sensitivitas terhadap suhu
1) Vaksin yang Sensitive terhadap beku (freeze sensitive = FS), yaitu
DPT, DT, TT, Hepatitis B dan DPT-HB
2) Vaksin yang sensitive terhadap panas (heat sensitive = HS), yaitu :
vaksin campak, polio, dan BCG
b. Substrat pembuatannya
1) Vaksin kuman yang hidup dilemahkan seperti :
a) Virus campak dalam vaksin campak
b) Virus polio dalam sabin pada vaksin polio
c) Kuman TBC dalam vaksin BCG
d) Vaksin dari kuman yang dimatikan seperti :
e) Bakteri pertusis dalam DPT
f) Virus polio jenis salk dalam vaksin polio
g) Vaksin dari racun/toksin kuman yang dilemahkan seperti :
h) Racun kuman seperti toxoid (TT), diphtheria, toxoid dalam DPT
i) Vaksin yang terbuat dari protein khusus kuman seperti Hepatitis B

D. Kontra Indikasi
Kontraindikasi pemberiaan imunisasi. Ada beberapa kondisi yang menjadi
pertimbangan untuk tidak memberikan imunisasi pada anak:
1. Flu berat atau panas tinggi dengan penyebab yang serius
2. Perubahan pada system imun yang tidak dapat menerima vaksin virus hidup
3. Sedang dalam pemberian obat-obat yang menekan system imun, seperti
sitostatika, transfuse darah, dan immunoglobulin
4. Riwayat alergi terhadap pemberian vaksin sebelumnya seperti pertussis

Dosis
Jenis vaksin Dosis
F BCG 20/Ampul
F Polio 10/Vial
F Campak 10/Vial
F Pentabio

H. Tempat Pemberian
Cara pemberian imunisasi dasar (Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi di
Indonesia, DepKes 2000)
Vaksin Dosid Cara dan tempat pemberiaan

3
BCG 0,05 cc Intrakutan tepat di insersio muskulus deltoideus kanan
Pentabio
Polio 2 tetes Diteteskan ke mulut
Campak 0,5 cc Subkutan, biasanya lengan kiri atas

I. Komplikasi
Adapun biasanya terjadi komplikasi pada penyakit campak seperti otitis media,
konjungtivitis berat, enterititis, dan pneumonia, terlebih pada anak dengan status
gizi buruk.

C. Jenis-Jenis Imunisasi
Imunisasi dapat di bagi atas dua yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif.
1. Imunisasi Aktif
Merupakan pemberiaan zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi suatu
proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami reaksi imunologi spesifik
yang akan menghasilkan respon seluler dan humoral serta dihasilkannya sel
memori, sehingga apabila benar-benar terjadi infeksi maka tubuh secara cepat
dapat merespons. Imunisasi aktif ada dua yaitu :
a. Imunisasi aktif alamiah adalah kekebalan tubuh yang secara otomatis di
peroleh sembuh dari suatu penyakit.
b. Imunisasi aktif buatan adalah kekebalan tubuh yang di dapat dari vaksinasi
yang di berikan untuk mendapatkan perlindungan dari suatu penyakit.
Dalam imunisasi aktif terdapat empat macam kandungan dalam setiap
vaksinya antara lain:
1) Antigen merupakan bagian dari vaksin yang berfungsi sebagai zat atau
mikroba guna terjadinya semacam infeksi buatan dapat berupa poli
sakarida, toksoid atau virus dilemahkan atau bakteri dimatikan.
2) Pelarut dapat berupa air steril atau juga berupa cairan kultur jaringan.
3) Preservatif, stabilizer, dan antibiotika yang berguna untuk menghindari
tubuhnya mikroba dan sekaligus untuk srabilisasi antigen.
4) Adjuvan yang terdiri dari garam aluminium yang berfungsi untuk
meningkatkan imunogenitas antigen.
2. Imunisasi Pasif
Merupakan pemberian zat (immunoglobulin) yaitu suatu zat yang dihasilkan
melalui suatu proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia atau

4
binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga sudah masuk
dalam tubuh yang terinfeksi. Imunisasi pasif ada dua , yaitu :
a. Imunisasi pasif alamiah
Adalah antibodi yang di dapat seorang karena di turunkan oleh Ibu yang
merupakan orang tua kandung , langsung ketika berada dalam kandungan.
b. Imunisasi pasif buatan
Adalah kekebalan tubuh yang di peroleh karena suntikan serum untuk
mencegah penyakit tertentu.

D. Macam-Macam Imunisasi
Dalam pemberian imunisasi pada bayi dan anak dapat dilakukan dengan beberapa
imunisasi yang dianjurkan :
1. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin)
Vaksin bcg atau pemberian imunisasi bcg bertujuan untuk menimbulkan
kekebalan aktif terhadapa penyakit Tuberculosis (TBC) vaksin bcg
mengandung kuman bcg (Bacillus calmet-Guerin) yang masih hidup. Jenis
kuman TBC ini telah dilemahkan. Dimana Tuberculosis merupakan penyakit
rakyat yang mudah menular di Indonesia dan di Negara yang sedang
berkembang lainnya. Seorang anak menderita TBC karena terhisapnya
percikan udara yang mengandung kuman TBC, yang berasal dari orang dewasa
berpenyakit TBC. Mungkin juga bayi sudah terjangkit penyakit TBC sewaktu
lahir. Ia terinfeksi kuman TBC sewaktu masih dalam kandungan, bila ibu
mengidap penyakit TBC. Pada anak yang terinfeksi, kuman TBC dapat
menyerang berbgai alat tubuh yang diserangnya adalah peru ( paling sering ),
kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati, atau selaput otak. Salah satu
upaya dari banyak upaya pemberantasan penyakit TBC ialah imuniasi BCG.
Dengan imunisasi BCG diharapkan penyakit TBC dapat berkurang dan
kejadian TBC yang berat dapat dihindari.
Pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir,
sampai bayi berumur 12 bulan, tetapi sebaiknya pada umur 0 – 2 bulan. Hasil
yang memuaskan terlihat apabila diberikan menjelang umur 2 bulan. Imunisasi
BCG cukup diberikan 1 kali saja, pada anak yang berumur lebih dari 2 bulan,
dianjurkan untuk melakukan uji mantoux sebalum imunisasi BCG, gunanya
untuk mengetahui apakah untuk mengetahui apakah ia telah terjangkit penyait
TBC. Seandainya hasil uji mantoux positive, anak tersebut selayaknya tidak
mendapatkan imunsasi BCG

5
Tetapi bila imunisasi dilakukan secara masal, maka pemberian suntikan
BCG dilaksanakan secara langsung tanpa uji mantoux terlebih dahulu. Hal ini
dilakukan mengingat pengaruh beberapa factor, seperti segi teknis penyuntikan
BCG, keberhasilan program imunisasi, segi epidemiologis dan lain – lain.
Penyuntikan BCG tanpa dilakukan uji mantoux pada dasarnya tidaklah
membahayakan. Bila pemberian imunisasi BCG itu berhasil, setelah beberapa
minggu ditempat suntikan akan terdapat suatu benjolan. Tempat suntikan itu
kemudian berbekas. Kadang – kadang benjolan tersebut bernanah, tapi akan
menyembuh sendiri meskipun lambat. Sesuai kesepakatan maka biasanya
penyuntikanBCG dilakukan di lengan kanan atas. Karena luka suntikan
meninggalkan bekas dan mengingat segi kosmetiknya, pada bayi perempuan
dapat diminta sutikan di paha kanan atas.

a. Indikasi
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
TBC yang berat sebab terjadinya penyakit TBC yang primer atau yang
ringan dapat terjadi walaupun sudah dilakukan imunisasi BCG, pencegahan
imunisasi BCG untuk TBC yang berat seperti TBC yang selaput otak, TBC
milier (pada seluruh lapangan paru) atau TBC tulang. Imunisasi BCG ini
merupakan vaksin yang mengandung kuman TBC yang telah dilemahkan.
Frekuensi pemberiaan imunisasi BCG adalah satu kali dan waktu
pemberian imunisasi BCG pada umur 0-11 bulan, akan tetapi pada
umumnya diberikan pada bayi umur 2 atau 3 bulan, kemudiaan cara
pemberiaan imunisasi BCG melalui intra derma. Efek samping pada BCG
dapat terjadi ulkus pada daerah suntikan dan dapat terjadi limfadenitis
regional, dan reaksi panas.
b. Kontra Indikasi

6
1) Adanya penyakit kulit yang berat atau menahun seperti eksim,
furunkolis, dan sebagainya.
2) Mereka yang sedang menderita TBC.
c. Efek Samping
Imunisasi BCG meninggalkan indurasi dan kemerahan di tempat suntikan
yang berubah menjadi pustule, kemudian pecah menjadi luka. Luka tidak
perlu pengobatan akan sembuh secara spontan dan akan meninggalkan
tanda parut. Kadang-kadang terjadi pembesaran kelenjar regional di ketiak
dan atau di leher, terasa padat tetapi tidak sakit, tidak perlu di obati akan
sembuh dengan sendirinya

2. Imunisasi Pentabio
Imunisasi Pentabio adalah jenis imunisasi yang terdiri dari lima jenis
vaksin. Dalam pentabio maka vaksin berfungsi untuk mencegah penyakit
difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan haemophilus influenza tipe B. Ini
adalah salah satu vaksin produksi Indonesia yaitu oleh perusahaan Bio Farma.
Vaksin ini pernah disarankan oleh dokter ketika terjadi kelangkaan imunisasi
DPT. Beberapa orang tua memang masih ragu dengan vaksin ini, namun
ternyata vaksin ini memang sangat aman untuk anak Anda.

a. Manfaat imunisasi pentabio


1) Mencegah penyakit difteri
Penyakit difteri termasuk jenis penyakit menular yang sangat
berbahaya. Penyakit ini akan menyebabkan infeksi pada bagian
tenggorokan atau selaput lendir pada saluran pernafasan. Awal penyakit
ini memang terlihat sama seperti penyakit pilek, batuk atau flu biasa.
Bahkan beberapa anak juga menunjukkan peradangan pada amandel.

7
Penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak dirawat dengan
baik. Namun infeksi terkadang berkembang sangat cepat sehingga juga
bisa memicu kematian.
2) Mencegah penyakit pertusis
Pertusis merupakan penyakit yang bisa menyebabkan bayi atau anak-
anak mengalami batuk rejan yang sangat parah. Penyakit ini bisa
menyebabkan infeksi yang sangat parah untuk bayi dan anak-anak.
Bayi yang terkena infeksi membutuhkan perawatan yang sangat tepat.
penyakit ini juga bisa menyebabkan penularan yang lebih cepat.
Penyakit ini bisa sangat berbahaya untuk bayi ketika sudah memicu
komplikasi. Dampak komplikasi seperti penyakit gangguan pada sistem
syaraf, gangguan syaraf otak, infeksi telinga, pneumonia dan juga
dehidrasi. (baca: tanda tanda bayi dehidrasi)
3) Mencegah penyakit tetanus
Penyakit tetanus disebabkan oleh infeksi bakteri clostridium tetani.
Bakteri bisa menghasilkan racun yang berbahaya untuk tubuh. Bakteri
bisa berasal dari kotoran hewan yang kemudian bisa memicu infeksi
jika masuk ke dalam tubuh melewati luka tusukan atau luka yang
dalam. Ketika bakteri terkena oksigen maka bakteri mati sehingga tidak
mungkin terjadi. Infeksi yang sangat parah bisa menyebabkan kejang
otot, sulit bernafas, detak jantung yang sangat kuat, dan pneumonia.
(baca: – pneumonia pada bayi – imunisasi TT pada ibu hamil)
4) Mencegah penyakit hepatitis B
Penyakit hepatitis B merupakan jenis penyakit yang menyerang organ
hati dan sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B.
Infeksi hepatitis B bisa terjadi selama enam bulan pertama. Infeksi
pertama juga bisa menyebabkan gejala yang ringan dan sering tidak
terlihat serius. Namun setelah itu penyakit berkembang sangat cepat.
Hepatitis B termasuk penyakit infeksi kronis yang bisa bertahan seumur
hidup dan bisa memicu komplikasi yang sangat serius termasuk kanker
hati. Vaksin pentabio yang mengandung vaksin hepatitis B bisa
melindungi bayi dan anak-anak agar tidak terkena penyakit hepatitis B
yang berbahaya. Bisa membantu bayi dan anak-anak agar tidak terkena
penyakit hati dan kanker hati dari hepatitis B. Bisa membantu
melindungi kesehatan bayi dan anak-anak hingga dewasa bahkan tua.
5) Mencegah penyakit influenza

8
Imunisasi pentabio juga bisa membantu mencegah penyakit influenza.
Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang bisa menyebabkan
beberapa gejala seperti batuk, flu, demam, sakit kepala dan bayi
menjadi sangat rewel. Penyakit ini juga bisa menjadi sangat serius
karena bisa berkembang menjadi infeksi pneumonia. Bayi dan anak-
anak yang berumur dibawah dua tahun sangat mudah terkena penyakit
influenza sehingga pemberian vaksin memang sangat penting. (baca:
penyebab bayi rewel – Penyebab bayi menangis terus – cara
menidurkan bayi dengan cepat)

b. Penggunaan imunisasi pentabio


Imunisasi pentabio disuntikkan di dalam otot dan tidak boleh digunakan
bersama dengan jenis vaksin lain. Suntikan diberikan pada bagian paha atas
bagian luar dengan dosis obat sebesar 0.5 ml. pemberian vaksin diberikan
pada saat bayi berumur 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Kemudian pemberian
vaksin diberikan saat anak berumur 18 bulan hingga 3 tahun. Sebenarnya
ada juga aturan bahwa imunisasi pentabio tidak boleh diberikan kepada
anak yang berumur dibawah 6 bulan, namun itu bisa ditentukan oleh dokter
atau sesuai dengan program imunisasi yang sudah dirancang untuk bayi
atau anak.

c. Efek samping imunisasi pentabio


1) Peradangan pada bagian bekas suntikan.
Ini termasuk jenis efek samping yang sangat ringan sehingga Anda
tidak perlu panik. Anda bisa membantu mengatasi bengkak dan merah
pada bekas suntikan dengan mengompres dengan handuk yang sudah
direndan dalam air hangat. Ulangi selama beberapa kali sehingga
bengkak bisa hilang.
2) Demam tinggi
Selama ini salah satu keluhan dari imunisasi pentabio adalah demam
tinggi. Hal ini disebabkan karena bahan untuk membuat vaksin pertusis
sebagai bagian dari imunisasi combo ini. Meskipun demam tinggi
namun Anda bisa mencoba untuk mengompres atau memberikan
paracetamol agar demam bisa turun. Jika sudah diberikan paracetamol
dan kompres namun demam tidak turun maka segera bawa ke dokter
terdekat.((baca: cara mengatasi demam pada bayi – menjemur bayi saat
demam)

9
3) Tubuh lelah dan bayi atau anak rewel
Ketika bayi atau anak baru menerima imunisasi maka mereka bisa
menjadi sangat rewel. Kondisi ini sangat biasa karena tubuh anak atau
bayi tidak nyaman. Rasa sakit pada bekas suntikan yang bertahan
selama dua hari juga bisa menyebabkan bayi dan anak-anak menjadi
mudah menangis.

d. Tingkat keamanan imunisasi pentabio


Meskipun imunisasi pentabio termasuk jenis imunisasi combo dan sering
disarankan sebagai imunisasi pengganti DPT terutama saat terjadi
kelangkaan vaksin namun ini termasuk vaksin yang sangat aman. Efek
samping imunisasi atau kejadian ikutan pasca imunisasi sangat ringan yaitu
hanya demam tinggi selama dua hari dan bengkak pada bagian bekas
suntikan. Demam biasanya bisa disembuhkan dengan paracetamol dan
bengkak ringan bisa dikompres dengan handuk hangat. Bahkan beberapa
bayi yang sehat dan kuat hanya mengalami efek samping ringan ini.

3. Imunisasi Polio
Pemberian imunisasi polio bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh
terhadap virus polio. Vaksin volio berisi virus polio yang sudah dilemahkan.
Keberadaan virus polio yang lemah tersebut, tidak dapat menginfeksi tubuh,
namun akan merangsang tubuh membentuk tubuh antibody sebagai respons
imun untuk melawannya. Ketika antibody sudah terbentuk, maka apabila virus
polio datang menyerang dikemudian hari, maka akan langsung dibunuh dan
tidak sampai menimbulkan penyakit polio.
Terdapat dua macam vaksin polio, yaitu vaksin virus polio oral (OPV = Oral
Polio Vaccine) dan inactivated polio vaccine (IPV). Di Indonesia yang sering
digunakan adalah OPV. Vaksin polio oral mengandung virul yang sudah
dilemahkan. Vaksin polio oral diberikan dengan cara diteteskan ke mulut
sedangkan vaksin IPV diberikan dengan cara disuntikan.

10
a. Indikasi
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Kandungan
vaksin ini adalah virus yang dilemahkan. Frekuensi pemberiaan imunisasi
polio adalah empat kali. Waktu pemberiaan imunisasi polio pada umur 0-11
bulan dengan interval pemberiaan empat minggu. Cara pemberiaan
imunisasi polio melalui oral.
b. Efek Samping
Pada umumnya tidak terdapat efek samping . efek samping berupa paralysis
yang disebabkan oleh vaksin sangat jarang ( < 0,17 : 1.000.000; Bull WHO
66 :1998)
c. Kontra Indikasi
Pada individu yang menderita “immune deficiency”. Tidak ada efek yang
berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang
sakit. Namun jika ada keraguan, misalnya sedang menderita diare, maka
dosis ulangan dapat diberikan setelah sembuh.

4. Imunisasi Campak
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadin ya penyakit
campak pada anak karena penyakit ini sangat menular. Kandungan vaksin ini
adalah virus yang dilemahkan. Frekuensi pemberian imunisasi campak adalah
satu kali. Waktu pemberian imunisasi campak 9-11 bulan. Cara pemberian
imunisasi campak melalui subcutan kemudian efek sampingnya adalah dapat
terjadi ruam tempat pada suntikan dan panas.
Penyebab penyakit infeksi ini adalah virus mobile yang menular melalui
droplate, gejala awal ditunjukan dengan adanya kemerahan yang mulai timbul
pada bagian belakang telinga, dahi, dan menjalar kewajah dan anggota badan.
Selain itu, timbul gejala seperti flu dan mata seperti berair dan kemerahan

11
(konjungtifitis). Setelah 3-4 hari, kemerahan mulai hilang dan berubah
menjadi kehitaman yang akan tampak bertambah dalam 1-2 minggu dan
apabila sembuh, kulit akan tampak seperti bersisik. Imunisasi diberikan pada
anak usia 9 bulan dengan rasioanal kekebalan dari ibu terhadap penyakit
campak berangsur akan hilang sampai usia 9 bulan. Komplikasi yang harus
dicegah adalah ohtitis media, konjungtifitis berat, enteritis, dan pneumonia,
terlebih pada anak dengan status gizi buruk

a. Indikasi
Merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya
penyakit campak pada anak karena penyakit ini sangat menular.
Kandungan vaksin ini adalah virus yang dilemahkan. Frekuensi
pemberiaan imunisasi campak adalah satu kali. Waktu pemberiaan
imunisasi campak pada umur 9-11 bulan. Cara pemberiaan imunisasi
campak melalui subkutan.
b. Efek Samping
Efek sampingnya adalah dapat terjadi ruam pada tempat suntikan dan
panas selama 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah vaksin.
c. Kontra Indikasi
Individu yang menderita penyakit immune deficiency atau individu yang di
duga menderita gangguan respon imun seperti leukemia, lymphoma.

E. Penyakit-Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi


1. Tuberculosis
Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Cara penularannya
melalui droplet atau percikan air ludah, sedangkan reservoar adalah manusia,
imunisasi yang dapat mencegah penyakit ini adalah BCG.
2. Difteri

12
Penyakit ini disebabkan oleh Corynebacterium dyptheriae tipe gravis, milis,
dan intermedium, yang menular melalui percikan ludah yang tercemar. gejala
ringan berupa membran pada rongga hidung dan gejala berat apabila terjadi
obstruksi jalan napas karena mengenai laring, saluran napas bagian atas, tonsil
dan kelenjar sekitar leher membengkak. Imunisasi yang diberikan untuk
mencegah penyakit ini adalah DPT.
3. Pertusis
Penyakit ini disebabkan oleh Bordetella. Penularan melalui droplet, bahayanya
dapat menyebabkan pneumonia yang dapat menimbulkan kematian. Gejala
berupa batuk pilek, untuk mencegah penyakit ini maka kita gunakan imunisasi
DPT.
4. Tetanus
Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tetani. Gejala awal ditunjukkan
dengan bayi tidak mau menyusu. Kekebalan pada penyakit ini hanya diperoleh
dengan imunisasi atau vaksinasi lengkap, imunisasi yang diberikan tidak haya
DPT pada anak, tetapi juga TT pada calon pengantin.

F.

13
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pembasan masalah di atas dapat di simpulkan bahwa pengertian dari
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan
memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang
sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang dan dari pembahasan di atas
adalah mampu mengetahui imunisasi, jenis-jenis imunisasi, penyakit yang dapat di
vaksinasi , cara pemberiannya dan komplikasi dari pemberian imunisasi. Sebagai
tambahan pengetahuan bagi calon Bidan professional sehingga saat kita ada di
lahan klinik kita dapat memberikan asuhan kebidanan yang sesuai kode etik
kebidanan.

B. SARAN
Perlu peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang imunisasi di kalangan
paramedis sehingga pelayanan kesehatan khususnya imunisasi dapat diberikan
sesuai dengan standar asuhan pelayanan kesehatan. Perlu pemberian pendidikan
kesehatan kepada masyarakat yang sebenarnya tentang pentingnya imunisasi dan
hal-hal yang berkaitan sehingga masyarakat tidak perlu takut membawa anaknya
imunisasi.
Bagi setiap Ibu agar selalu memperhatikan kesehatan bayinya yaitu harus selalu
aktif ke posyandu atau tenaga kesehatan terdekat. Karena dengan di beri Imunisasi
dapat mencegah bayi dalam berbagai penyakit.

14
15
DAFTAR PUSTAKA

http://clubbing.kapanlagi.com/threads/111535-Efek-Samping-Imunisasi

A. Aziz Alimul Hidayat, Asuhan Neonatus Bayi dan Balita.Cetakan 1.Jakarta : Buku
Kedokteran EGC 2009. Hal 98-101

http://ekadamadama.blogspot.com/2013/01/makalah-imunisasi-pada-bayi.html

16