Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini telah
mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Salah satu dari perkembangan
teknologi tersebut terdapat dalam dunia kesehatan, seperti yang dapat kita
temukan pada beberapa alat kesehatan, yaitu ECG (Electrocardiogram), MRI
(Magnetic Resonance Imaging), USG (Ultrasonografi), dan CT Scan
(Computerized Tomography Scan). Pada skripsi ini, akan dirancang sebuah
alat sederhana untuk membuat rekayasa balik dari sebuah ECG/ EKG
(Elektrokardiogram).
EKG merupakan suatu alat elektronika biomedis yang berfungsi untuk
merekam reaksi jantung. Hasil rekam jantung tersebut kemudian dianalisa
oleh dokter untuk mengetahui kondisi dan masalah pada jantung pasien.
Selain itu, salah satu cara yang digunakan dokter untuk mendiagnosis
penyakit jantung adalah dengan mendengarkan suara jantung dengan
stetoskop. Teknik ini dikenal dengan teknik auskultasi. Suara jantung yang
dihasilkan pada beberapa kasus penyakit jantung menunjukkan adanya pola
tertentu yang bisa dikenali. Pola suara ini dapat diambil sebagai bahan untuk
menentukan diagnosis.

Pada daerah tertentu, masih banyak Puskesmas atau klinik yang


tidak memiliki alat rekam jantung dan tidak ada dokter ahli spesialis
jantung. Tempat tersebut pada umumnya mengandalkan dokter umum
untuk mendiagnosis masalah/ penyakit seseorang, sedangkan detak
jantung dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi suatu penyakit
dalam tubuh manusia. Pada daerah yang tidak terjangkau alat medis
canggih, diperlukan kemampuan dokter umum untuk mendeteksi
ketidaknormalan detak jantung seseorang secara manual melalui denyut

1
jantung, sehingga kepekaan dokter/tenaga medis dalam membaca grafik
EKG dan mendengarkan ritme maupun suara detak jantung perlu
ditingkatkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan sebuah
penelitian untuk melakukan rekayasa balik sinyal EKG. Sebuah simulator
EKG akan membaca sebuah sampel rekaman sinyal EKG dan sinyal EKG
tersebut akan diwujudkan dalam bentuk grafik. Kemudian, grafik yang
ada dikonversikan menjadi sebuah suara yang memudahkan seseorang
untuk mendengarkan ritme dari sebuah detak jantung. Alat ini diharapkan
dapat memudahkan tenaga medis dalam memahami sinyal EKG dan
diagnosis penyakit berdasarkan suara detak jantung.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan EKG ?
2. Apa saja fungsi dari EKG ?
3. Apa saja jenis – jenis EGK ?
4. Bagaimana prosedur pemeriksaan EKG ?
5. Apa saja masalah-masalah jantung yang didiagnosis dengan EKG ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian EKG.
2. Untuk mengetahui fungsi EKG.
3. Untuk mengetahui jenis – jenis EKG.
4. Untuk memahami prosedur dari EKG.
5. Untuk mengetahui masalah jantung yang diagnosa dengan EKG.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Elektrokardiogram (EKG) atau electrocardiogram (ECG) adalah tes
medis untuk mendeteksi kelainan jantung dengan mengukur aktivitas listrik
yang dihasilkan oleh jantung, sebagaimana jantung berkontraksi. EKG dapat
membantu mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan seperti aritmia jantung,
pembesaran jantung, peradangan jantung (perikarditis atau miokarditis),
dan penyakit jantung koroner.
Mesin yang mencatat EKG disebut dengan elektrokardiograf.
Elektrokardiograf akan mencatat aktivitas listrik otot jantung dan
menampilkan data ini pada layar visual atau pada kertas print. Data ini
kemudian ditafsirkan oleh dokter yang ahli.
Hasil EKG yang normal dari jantung memiliki karakteristik yang khas.
Irama jantung yang tidak teratur atau kerusakan pada otot jantung dapat
berdampak pada aktivitas listrik jantung sehingga mengubah bentuk EKG.
Seorang dokter mungkin akan merekomendasikan tes EKG pada pasien yang
mungkin berisiko mengalami penyakit jantung karena adanya riwayat
keluarga penyakit jantung, atau karena kebiasaan merokok, obesitas, diabetes,
kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi.
B. Fungsi EKG
1. Mengetahui denyut dan irama jantung yang bisa mengindikasikan
adanya kelainan jantung.
2. Mengetahui posisi jantung dalam rongga dada. Posisi normal jantung
seseorang berada di area dada kiri, dipeluk oleh paru-paru sebelah kiri.
3. Mengetahui ada atau tidaknya penebalan otot jantung atau
hipertrofi. Hipertrofi juga dikenal sebagai kondisi massa otot jantung
yang bertambah, sehingga juga terjadi penebalan atau pembengkakan.
Hal ini akan membuat jantung meningkatkan curah.

3
4. EKG jantung utamanya bisa berfungsi dalam mengindikasikan adanya
pola aktivitas listrik jantung yang mungkin menyebabkan gangguan
irama atau aritmia.
5. Mendeteksi sedini mungkin penyakit Jantung Ischema. Jantung
Ischema adalah kondisi tidak tercukupinya supply darah ke jaringan
dan organ-organ tubuh akibat permasalahan pada pembuluh darah,
terutama di area jantung. Masalah penyebabnya bisa jadi karena
penumpukan kolesterol pada pembuluh darah.
6. Mendeteksi sedini mungkin penyakit Myocardiac Infraction.
Myocardiac Infraction dikenal dengan nama lain serangan jantung,
yaitu sebuah kondisi terhentinya aliran darah meskipun hanya sesaat
dari jaringan ke seluruh tubuh, sehingga mengakibatkan sebagian sel
jantung mati. Penyebab yang kerap kali dituding sebagai biang kerok
Myocardiac Infraction adalah penyumbatan pembuluh darah.
7. Mendeteksi adanya efek obat-obatan yang dikonsumsi seseorang.
EKG berfungsi menemukan adanya kelainan yang mungkin terjadi
dari konsumsi obat-obatan tertentu yang berpengaruh pada kinerja
jantung.

C. Jenis-jenis EKG
EKG dibedakan dalam beberapa jenis sesuai pada prosedur yang berlaku.
Secara umum, ada 3 jenis EKG yaitu:
1. EKG istirahat (resting ECG)
pasien berbaring. Selama tes pasien tidak diperbolehkan bergerak,
karena impuls listrik lain dapat dihasilkan oleh otot-otot lain selain
jantung yang dapat mengganggu pemeriksaan jantung Anda. Jenis
EKG ini biasanya memakan waktu lima sampai sepuluh menit.
2. EKG ambulatory (ambulatory ECG)
EKG ambulatory atau Holter dilakukan dengan menggunakan alat
perekam portabel yang dipakai setidaknya selama 24 jam. Pasien

4
bebas untuk bergerak secara normal sementara monitor terpasang.
Jenis EKG ini digunakan untuk pasien yang gejalanya intermiten dan
mungkin tidak muncul selama tes EKG istirahat. Orang yang sembuh
dari serangan jantung dapat dimonitor dengan cara ini untuk
memastikan ketepatan fungsi jantungnya.
3. Test stres jantung
tes ini digunakan untuk merekam EKG pasien sementara pasien
menggunakan alat seperti sepeda atau berjalan diatas treadmill. Jenis
EKG ini membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit.
D. Prosedur Pemeriksaan EKG
Dalam praktiknya, pemeriksaan EKG jantung memiliki prosedur yang harus
dijalani. Prosedur ini merupakan langkah mutlak dalam proses pemeriksaan
EKG jantung. Ketelitian dan perhatian pelaksanaan merupakan kunci EKG
jantung yang bebas risiko. Tiga tahap mutlak yang harus dilakukan dalam
EKG jantung adalah sebagai berikut:
1. Persiapan Peralatan
Dalam persiapan peralatan yang digunakan, tenaga medis harus
memastikan kelengkapan alat yang terdiri dari:
a. Buku panduan pemeriksaan.
b. Mesin EKG lengkap dengan elektroda dan kabel listrik.
c. Kertas interpretasi EKG dan alat tulis.
d. Silokain jelly.
e. Kapas alkohol dan perlengkapannya.
f. Kertas tisu.
Selain itu tenaga medis juga harus memeriksa alat dan memastikannya
bisa berfungsi optimal, lalu membawa alat tersebut ke dekat pasien.
2. Persiapan Pasien
Dalam tahap persiapan pasien, tenaga medis wajib menjelaskan
tindakan yang akan dilakukan kepada pasien serta pada keluarga
pasien. Tenaga medis juga berkewajiban menjelaskan tujuan tindakan

5
EKG jantung, lantas meminta persetujuan dari pasien bersangkutan.
Tahap terakhir dari persiapan pasien adalah mengarahkan pasien untuk
tidur terlentang di dekat alat EKG jantung.
3. Pelaksanaan Pemeriksaan EKG Jantung
Pada tahap pelaksanaan pemeriksaan EKG jantung, tenaga medis
harus melakukan pemeriksaan dengan tahap-tahap sebagai berikut:

a. Tenaga medis wajib dalam keadaan steril.


b. Tenaga medis memasang arde lalu menyalakan monitor EKG.
c. Tenaga medis memastikan pasien telah lepas dari aksesoris
berbahan logam dan melonggarkan pakaian bagian atas.
d. Tenaga medis membersihkan kotoran dan lemak yang ada di area
dada, kedua pergelangan tangan, dan kedua tungkai dengan
menggunakan kapas beralkohol.
e. Tenaga medis mengoleskan jelly EKG pada permukaan elektroda.
Jika tidak tersedia, jelly EKG bisa diganti dengan kapas basah.
f. Tenaga medis menyambungkan kabel EKG di kedua pergelangan
tangan dan tungkai untuk merekam ekstremitas lead (I, II, III,aVR,
aVF, dan AVL).
g. Tenaga medis memasangkan elektroda data untuk merekam
Precordial Lead.
h. Tenaga medis melakukan kalibrasi 10 mm dengan kondisi 25 mm
per volt per detik
i. Tenaga medis membuat rekaman EKG berurutan sesuai pilihan
lead yang disediakan pada mesin EKG.
j. Tenaga medis kembali melakukan kalibrasi setelah perekaman
EKG selesai.
k. Tenaga medis memberi identitas pada hasil rekaman EKG jantung
pasien berupa nama, umur, tanggal dan jam rekaman, dan nomor
lead serta pembuat rekaman EKG.

6
E. Masalah-masalah jantung yang didiagnosis dengan EKG
1. Pembesaran jantung.
2. Cacat jantung bawaan yang melibatkan sistem kelistrikan jantung.
3. Aritmia (irama jantung abnormal - cepat, lambat atau denyutnya tidak
teratur).
4. Kerusakan jantung seperti ketika salah satu arteri jantung tersumbat
(oklusi koroner).
5. Suplai darah yang buruk ke jantung.
6. Posisi normal dari jantung
7. Peradangan jantung - perikarditis atau miokarditis
8. Serangan jantung selama di ruang gawat darurat atau pemantauan di
ruang ICU (intensive care unit)
9. Gangguan sistem konduksi jantung
10. Ketidakseimbangan kimia darah (elektrolit) yang mengontrol aktivitas
jantung.
F. Mengkaji Suara Jantung
Perawat sering kali mengeluh mengalami kesulitan dalam mengkaji suara
jantung. Kesulitan ini muncul dari ketidak pastian apa yang sebnarnya sedang
di dengar. Dalam mengenali suara jantung perawat perlu menggunakan
pendekataan yang sistematis. Pasien disuruh duduk dan membungkuk
kedepan atau berbaring dengan posisi terlentang ke kiri. Perawat harus yakin
terlebih dahulu bahwa pasien sudah merasa rileks dan nyaman. Kemudian
perawat perlu waktu untuk memisahkan masing – masing suara dan bukannya
berupa untuk mendengar semua suara yang muncul. Diafragma stetoskop bisa
di gunakan pertama – tama untuk mengenali suara disetiap area dan di ikuti
oleh sisi ketukan.

7
G. Langkah – langkah yang digunakan untuk menrangkan garis – garis
ritme pada EKG
LANGKAH PROSEDUR KETERANGAN
Rate Perkiraan denyut jantung dengan menghitung Apakah rata – rata
jumlah komlek QRS dalam strip 6 detik dan rendah (Bradikardi),
mengalikannya dengan 10. cepat (Takikardi), atau
normal.
Ritme Mengukur interveal R sampai R dalam stri 6 Apakah interval R ke R
deti dengan meletakan sebuah kartu indeks reguler atau ireguler.
yang melalui puncak strip dan membuat garis
pertikal pada titik dari 2 gelombang R
kemudain menggerakan kartu melintasi strip
dan lihatlah jika interval R ke R berikutnya
mempunyai kesamaan pada setiap interval
QRS.
Glombang P Carailah ada atau tidak gelombang P ukur Apakah gelombang P
tinggi dan lebar dari gelombang P tersebut. ada atau tidak, apakah
gelobang P terjadi
sebelum QRS, menyatu
dengan QRS atau selalu
QRS, apakah gelombang
tersebut tegak lurus dan
tidak lebih dari 0,12
detik.
Interval PR Hitung jumlah kotak kecil dari awal Apakah PR ada, apakah
gelombang P samapai awal komplek QRS dan normal (0,12 – 0,20
kalikan dengan 0,04 detik. dertik), memendek atau
memanjang.
Kompleks QRS Hitung jumlah kotak kecil antara gelombang Q Apakah QRS tegak

8
dan gelombang S dan kalikan dengan 0,04 lurus, apakah QRS
detik. menyempit atau melebar
( > 0,12 detik).
Segmen ST Periksalah tampilan segmen ST. Periksalah Apakah segmen ST pada
jika segmen ST ada pada garis dasar dari strip. garis dasar, eletasi atau
defresi.
Gelombang T Periksalah jika geombang tegak lurus atau Apakah gelobang T
terbalik ukur tinggi gelobangnya. tegak lurus atau terbalik,
apakah normal tingginya
( tidak lebih dari 0,12
detik).
Beat Ektopik Periksalah jika menunjukan implus tidak Apakah ada
dimulai dari nodus sinoatrial. abnormalitas atrial,
junctional atau
ventrikuler

H. Sarana Mnemonik (Jembatan Keleday)


Dalam pendekatan yang sederhana perawat perlu memahami dan memngingat
”APE TO MAN” sebagai sarana mnemonik. Dimuali dengan dari area katup
aorta (A) yang di jumpai di area spatium interkostal kanan ke 2 sisi sebelah
kanan dari garis sternum (di anatara tulang – tulang iga sebelah kanan),
dengarkan suara S2. Suara S2 ketukannya lebih rendah dan durasinya lebih
pendek dari pada S1 dan lebih keras dari pada S1 di bangian katup pulmonar
dan aorta. Pada daerah katup aorta, perawat akan mendengar suara “lub
DUB”, “DUB” merupakan suara S2. Perawat harus emndengarkan dengar
cermat dan teliti ketika pasien melakukan inpirasi dan ekpirasi untuk
menentukan apakah S2 merupakan satu atau dua sauara.

9
10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Elektrokardiografi adalahilmu yang mempelajari aktifitas listrik jantung.
Sedangkan Elektrokardiogram( EKG ) adalah suatu grafik yang menggambarkan
rekaman listrik jantung.
Sebuah pendekatan metodik sederhana yang dapat diterapkan pada setiap
EKG. Setiap EKG harus didekati dengan cara berurutan, terutama kalau seorang
perawat yang masih baru di bidang ini, sehingga tidak ada hal penting yang
terlewatkan. Kalau perawat semakin banyak mengenal,membaca kardiogram, hal
yang pada mulanya mungkin tampak terpaksa dan secara mekanik akan memberikan
keuntungan besar dan akan segera menjadi seperti kebiasaan.
B. Saran
Dengan adanya pembelajaran tentang EKG,maka kenalilah dulu pasien kita.
Benar bahwa EKG saja dapat dibaca dengan cukup tepat, tetapi kekuataan alat ini
baru betul-betul muncul bila diintregasikan dengan penilaian klinik secara total.
Kenalilah lebih dalam dulu dasar-dasar tentang EKG,maka seorang perawat akan
dapat menguasai materi dan mampu untuk mempraktekannya.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram

http://www.medkes.com/2015/09/pengertian-fungsi-prosedur-elektrokardiogram-
ekg.html

http://drjantung.com/fungsi-ekg-jantung
http://doktersehat.com/fungsi-jantung-dan-elektrokardiogram-ekg/

12