Anda di halaman 1dari 10

NAMA : CUT ELIZA HIDAYANI

NIM : 121804085
SEM/THN : III/2014
JUR : KONSENTRASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
UJIAN : PSIKOLOGI KOMUNIKASI

1. Apakakah komunikasi dapat dikatakan sebagai sebagai sebuah ilmu (Science)? Jika
dapat, apa alasan kuat anda, jelaskan? Jika tidak, jelaskan juga mengapa? Alasan-
alasan ini juga seyogianya dikaji dari perspektif epistimologi, ontologi dan
aksiologi.
Jawab:
Komunikasi dapat dikatakan sebuah ilmu (science), karena komunikasi merupakan
sebuah ilmu yang bersifat sistematis, berdasarkan keilmuan. Sebab dimulai dari epistimologi lalu
ontologi dan berlanjut kepada aksiologi. Dimana epistimologi ialah pengetahuan kemudian
ontologi ialah hakikat dari pengetahuan itu dan aksiologi merupaka nilai atau kegunaan dari ilmu
atau pengetahuan tersebut.
Dengan demikian, bila dikaitkan dengan komunikasi, filsafat meneliti komunikasi secara
kritis dan diakletis. Filsafat bersikap kritis, tidak pernah berpuas diri, selalu bersedia membuka
kembali perdebatan. Sikap kritis terhadap dirinya sendiri termasuk hakikat filsafat. Dialektis
berarti bahwa setiap kebenaran menjadi lebih benar dengan setiap putaran tesis—antitesis dan
antitesisnya antitesis. Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman
secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis, teori dan proses
komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya,
fungsinya, tekniknya, dan metodenya. Filsafat mempersoalkan apakah hakikat manusia
komunikan, dan bagaimana ia menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan realitas lain
di alam semesta ini. Filsafat melihat posisi komunikasi dalam hubungan timbal balik antara
manusia dan alam semesta. Misal: di dalam melakukan komunikasi kita harus punya/memiliki
pengetahuan seperti orang akan mudah bergaul dengan orang lain apabila memiliki wawasan
yang luas tentunya disebut dengan pengetahuan sehingga ketika diajak berkomunikasi maka
prosesnya akan lancar sebab pembicaraan terus berlanjut . Kemudian hal ini dilanjutkan dengan
ontologi misalnya pembicaraan yang terjadi diantara 2 orang atau lebih tadi dapat memaknai apa
yang disampaikan oleh komunikator dan komunikan dan yang terakhir yaitu aksiologi artinya
antara komunikan dan komunikator tersebut dapat mengetahui kemana tujuan/arah dari
pembicaraan yang telah mereka lakukan.
Dengan demikian, di dalam komunikasi terdapat tahapan-tahapan yang harus dilalui
sehingga komunikasi tersebut berjalan dengan baik atau lancar yakni dimulai dari pengetahuan
diri lalu berlanjut kepada pemahaman/pemaknaan apa yang dibicarakan dan mengetahui tujuan
apa diinginkan dalam komunikasi tersebut.
2. Pilih satu tema yang sesuai dengan pilihan anda dan buatlah sebuah makalah mini
dari beberapa tema makalah di bawah ini dengan mengikuti tahapan sistematika
(latar belakang, permaslahan, pembahasan, kesimpulan/saran, daftar pustaka).
Silahkan mengembangkan judul makalah anda terkait dengan tematema:
komunikasi massa/puplic, komunikasi kelompok, komunnikasi interpersonal,
komunikasi intrapersonal.
3. Menurut Owen Hargie dalam bukunya yang berjudul, Skilled Interpersonal
Communication”, jelaskan apa yang dimaksud dengan 14 keterampilan komunikasi
interpersonal untuk diaplikasikan dalam lingkup personal maupun prfessional?
Beri contoh pernyataan interaksinya1
Jawab:
1) Keterampilan Komunikasi non verbal yaitu komunikasi yang terdi melalui isyarat non
veerbal atau disebut dengan body language. Dengan demikian, untuk memperlancar
terjadinya proses komunikasi maka dibutuhkan kemampuan komunikasi non verbal yaitu
berbentuk kontak mata, gerakan tubuh, kedekatan fisik, atau sentuhan yang digunakan
untuk berkomunikasi tanpa menganggu wacana verbal. Contohnya guru di dalam kelas
dapat menghilangkan prilaku buruk yang sering dilakukan oleh murid-muridnya di
kelastanpa memutuskan daya gerak pelajaran memalui penggunaan isyarat non verbal
sederhana. Seperti ada dua orang siswa yang berbisik di dalam kelas ketika pelajaran
sedang berlangsung, maka hal yang dilakukan guru ialah menatap salah mata salah
seorang yang sedang berbicara tersebut atau bergerak kedekat siswa tersebut sehingga
hal ini akan menyadarkan siswa untuk berprilaku baik.
2) Keterampilan Reinforcemen (penguatan) yaitu tindakan penguatan di dalam komunikasi
intersonal ini sangat penting. Contohnya ada 2 orang yang sedang berkomunikasi seperti
“Apakah kamu setuju dengan ideku?” lalu temannya menjwab dengan semangat dan
lantang “Saya setuju dengan idemu” . dengan demikian, hal ini dapat meyakinkan
temannya yang bertanya tersebut kalau idenya sangat bagus. Tetapi kala ia menjawab
setuju dengan bahasa non verbal yang lemah/lesu bahka tidak semangat maka si teman
yang bertanya akan mengira bahwa idenya agak diragukan. Jadi bahasa verbal dan non
verbalpun harus sejalan/seiring sehingga dapat menjadi penguat.
3) Keterampilan Questioning yaitu keterampilan dalam cara merumuskan pertanyaan ketika
berbicara. Misalnya ketika ada 2 orang yang sedang berbicara ternyata si A bertanya ke
pada si B dengan tujuan agar terjalin komunikasi berkelanjutan tetapi ternyata hal yang
terjadi adalah si A yang selalu melemparkan pembicaraan kepada si B sedangkan si B
hanya menjawab perntanyaan yang disampaikan temannya si A saja tanpa bertanya
kembali atau terjadinya timbal balik. Maka hal ini akan dapat menghambat terjadinya
komunikasi yang baik…
4) Keterampilan Reflecting yaitu keterampilan dalam merefleksikan kembali apa yang
dibicarakan atau dapat merespons dengan baik stimulus yang diberikan oleh si
komunikator kepada komunikan. Contohnya si A sedang berbicara kepada si B tentang
kegiatan apa saja yang telah dipelajari di sekolah hari ini karena si A tidak hadir,
kemudian si B menyambut/merespons perntanyaan temannya tersebut dengan hantusias.
5) Keterampilan listening communication yaitu keterampilan mendengarkan dengan baik.
Contohnya ketika ada 2 orang yang sedang berbicara antara si A dan B maka si A dapat
mendengarkan temannya si B berbicara sebab jika si A bersikap acuh kepada
pembicaraan si B maka komunikasi akan dapat terputus.
6) Keterampilan explaining: yaitu keterampilan dalam menjelaskan sesuatu ketika terjadinya
komunikasi antara 2 orang atau lebih artinya jika ingin menjelaskan sesuatu maka
adatahapan-tahapannya atau beraturan. Contohnya: si andi menyukai teman perempuanya
yang bernama irna, maka si andi mulai melakukan pendekatan maka hal yang
dilakukannya yaitu mulai dengan memperkenalkan diri, dari berbicara tentang nama,
tempat tinggal, pekerjaan, kegiatan dan seterusnya tidak langsung mengutarakan isi
hatinya. Sebab hal ini akan dapat merusak hubungan komunikasi untuk selanjutnya.
7) Keterampilan self disclousure yaitu keterampilan dalam membuka diri dan tidak tertutup.
Contoh: jika kita sedang berbicara kepada orang lain jangan bersifat tertutup karena akan
menyulitkan komunikasi dan daat memberhentikan komunikasin tersebut.
8) Keterampilan Set induction yaitu keterampilan dalam menyampaikan pembicaraan
kepada komunikan. Contohnya dalam pembicaraan antara komunikator dan komunikan
maka si komunikator harus mampu menyampaikan apa yang ingin disampaikannya tidak
hanya diam, sebab hubungan akan menjadi baik apabila terjadinya komunikasi seperti
masalah akan reda dan teratasi dengan jalan komunikasi di antara dua belah pihak dan
tidak di pendam saja apa yang dinginkan.
9) Keterampilan Closure yaitu kemampuan dalam membuat kesimpulan ketika
berkomunikasi. Misalnya pristiwa rapat yang terjadi di sekolah antara kepala sekolah dan
dewan guru maka setelah terjadinya rapat maka diakhiri dengan mufakat atau kesimpulan
dari rapat tersebut, yakni apa inti dari pembicaraan itu…
10) Keterampilan assertiviness yaitu kemampuan dengan tegas dan tidak ragu-ragu.
Contohnya: pemimpin demo, ketika ia menyampaikan aspirasinya kepada lembaga yang
dituju karena ketidak adilan yang dirasakannya maka ketika berbicara ia harus tegas dan
lantang serta tidak ragu-ragu agar para demonstrasi yang dipimpinnya merasa yakin dan
benar terhadap apa yang dilakukannya.
11) Keterampilan influencing yaitu kemampuan mempengaruhi orang lain. Contoh penjual
obat keliling harus memiliki kerampilan mempengaruhi orang lain bahwa obat yag
dijualnya ini mujarab maka ia menggunakan bahasa verbal dan non verbal dengan baik
dalam melancarkan aksinya tersebut agar orang terpengaruh dengan kata-katanya
tersebut.
12) Keteraampilan negotiating yaitu kemampuan dalam bernegosiasi. Contoh: para diplomat
setiap negara harus memiliki keterampilan ini di dalam melakukan negosiasi dengan
negara lain sehingga masalah akan teratasi dengan baik.
13) Keterampilan lateracting yaitu kemmapuan dalam berprilaku untuk berkomunikasi
dengan baik. Contohnya ketika kita berbicara jujur maka diikuti dengan prilaku yang baik
atau sesuai pula.
14) Leading group discussion yaitu kemampuan dalam diskusi kelompok. Misalnya disekolah
di laksanakan metode jiqsaw yang terdiri dari 5 orang perkelompok, maka setiap siswa
harus mampu berkomunikasi dengan baik mengenai pelajaran tersebut dengan jalan
bertukar pikiran dan musyawarah sehingga semuanya memahami materi.

3. Jelaskan apa implikasi 4 teori berikut, yakni teori Uncertainty Reduction


(pengurangan ketidak pastian), teori interaksi simbolik, teori disonansi kognitif,
dan teori pelanggaran harapan dalam berinteraksi/berkomunikasi sehari-hari?
(masing-maisng teori seyogyanya dideskripsikan tahapan-tahapan seperti:
asumsinya, konsep teorinya, dan implikasi/aplikasinya dalam
berinteraksi/berkemunikasi dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkup personal
maupun profesional?
Jawab:
1) Teori pengurangan ketidak pastian

Asumsinya : a) Orang mengalami ketidakpastian dalam latar interpersonal.


Ketika berhadapan dengan orang yang baru dikenalnya, seseorang
cenderung tidak memiliki defenisi yang akurat terhadap orang
tersebut.]b) Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak
mengenakkan, menimbulkan stres secara kognitif. Berdasarkan
ketegangan dan ketidaknyamanan yang dialaminya, seseorang
akan berusaha mencari informasi untuk mengurangi ketegangan
yang ada. c) Ketika orang asing bertemu, perhatian utama mereka
adalah untuk mengurangi ketidakpastian mereka atau
meningkatkanprediktabilitas. Ketika bertemu dengan orang baru,
seseorang akan membuat dugaan awal berdasar persepsinya. d)
Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses perkembangan
yang terjadi melalui tahapan tahapan. Komunikasi interpersonal
melalui komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih dapat
terjadi secara tatap muka maupun melalui media e) Komunikasi
interpersonal adalah alat yang utama untuk mengurangi
ketidakpastian. f) Kuantitas dan sifat informasi yang dibagi oleh
orang lain akan berubah seiring berjalannya waktu g) Sangat
mungkin untuk menduga perilaku orang dengan menggunakan
cara seperti hukum.

Konsep teorinya :Membahas mengenai strategi untuk mengurangi ketidak pastian


kognitif dan dan prilaku dengan pencarian melalui komunikasi
dengan orang lain. Ketidakpastian kognitif merujuk kepada
tingkat ketidak pastian yang dihubungan dengan keyakinan dan
sikap tersebut. Ketidakpastianprilaku merujuk kepada tingkat
ketidakpastian yang dihubungkan dengan perilaku.
Implikasi :aplikasinya dapat terlihat seperti kepada para karyawan yang
melakukan tahap interview atau seleksi wawancara merupakan
tahapan yang harus dilewati pencari kerja sebelum mendapatkan
pekerjaan, hal ini sangat penting karena interviewer akan menilai
dan mengambil segala informasi yang dibutuhkan tentang calon
karyawan secara langsung. Tahap wawancara tidak akan melihat
seberapa bagus IPK dan pengetahuan calon karyawan, tetapi lebih
memperhatikan kesiapan calon karyawan dalam hal menjual
kekuatan diri dan meyakinkan para interviewer. Dan ini merupakan
suatu momok yang menakutkan. Kecemasan atau ketakutan yang
muncul sebelum atau pada saat wawancara itu memang wajar.
Apalagi jika seseorang belum memiliki pengalaman kerja atau baru
pertama kali melamar pekerjaan. Sebenarnya orang yang berulang
kali melamar pekerjaan pun bisa mengalami hal yang sama.
Mungkin perbedaannya adalah ia bisa mengelola emosi sehingga
pengendalian dirinya lebih terjaga. Hal itu dikarenakan ia sudah
terlatih menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan pewawancara.
Pengendalian diri dan pengelolaan emosi memang sangat penting
dalam mengikuti wawancara kerja. Oleh karena itu, masalah utama
yang selalu dihadapi oleh sebagian besar calon karyawan atau
pegawai dalam wawancara kerja adalah kepercayaan diri, sehingga
terjadi ketidak pastian pada diri karyawan tersebut.
2) Teori interaksi simbolik
Asumsinya :a)Manusia bertindak terhadap benda berdasarkan “arti” yang
dimilikinya, b) Asal muasal arti atas benda-benda tersebut muncul
dari interaksi sosial yang dimiliki seseorang, c) Makna yang
demikian ini diperlakukan dan dimodifikasikan melalui proses
interprestasi yang digunakan oleh manusia dalam berurusan
dengan benda-benda lain yang diterimanya.
Konsep teorinya :Teori interaksi simbolik merupakan salah satu perspektif, atau
cara untuk melihat realitas sosial karena perspektif ini berusaha
memahami perilaku manusia dari sudut pandang subjek dimana
perilaku manusia harus dilihat sebagai proses yang
memungkinkan manusia membentuk dan mengatur perilaku
mereka dengan mempertimbangkan ekspektasi orang lain yang
menjadi mitra interaksi mereka. Jadi, proses sosial dalam
kehidupan kelompoklah yang menciptakan dan menegakkan
aturan-aturan, bukan aturan-aturan yang menciptakan dan
menegakkan kehidupan kelompok. Dalam konteks ini, makna
diciptakan melalui poses interaksi dan proses ini bukanlah suatu
medium netral yang memungkinkan kekuatan-kekuatan sosial
memainkan perannya, melainkan justru merupakan substansi
sebenarnya dari organisasi sosial dan kekuatan sosial
Implikasi :Dalam perspektif interaksionisme simbolik komunikasi dan
masyarakat dijelaskan sebagai berikut : (1) Orang-orang
mengambil keputusan dan berperilaku sesuai dengan pemahaman
subjektifnya mengenai situasi dimana mereka berada
(menemukan dirinya sendiri), (2) Kehidupan sosial lebih terdiri
dari proses-proses interaksi dari pada struktur-struktur dan
karenanya berubah secara constant, (3) Orangorang memahami
pengalamannya melalui makna yang ditemukan di dalam
simbolsimbol yang ada pada kelompok primernya, dan bahasa
merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat, (4)
Dunia dibentuk dari objek-objek sosial yang dinamai dan secara
sosial telah mengukuhkan makna-makna, (5) Perilaku orang
didasarkan pada interpretasi mereka dimana objek-objek relefan
dan perilaku pada situasi itu didefinisikan, (6) Diri seseorang itu
sendiri adalah objek signifikan dan seperti semua objek sosial
didefinisikan melalui interaksi sosial dengan yang lainnya
3) Teori disonansi kognitif

Asumsinya :a) Manusia memiliki hasrat akan adanya konsistensi pada


keyakinan, sikap, dan perilakunya. Teori ini menekankan sebuah
model tetang sifat dasar dari manusia yang mementingkan adanya
stabilitas dan konsistensi. b) Disonansi diciptakan oleh
inkonsistensi biologis. Teori ini merujuk pada fakta-fakta harus
tidak konsisten secara psikologi satu dengan lainnya untuk
menimbulkan disonansi kognitif. c) Disonansi adalah perasaan
tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan suatu
tindakan dengan dampak-dampak yang tidak dapat diukur. Teori
ini menekankan seseorang yang berada dalam disonansi
memberikan keadaan yang tidak nyaman, sehingga ia akan
melakukan tindakan untuk keluar dari ketidaknyamanan tersebut.
d) Disonansi akan mendorong usaha untuk memperoleh
konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi. Teori ini
beranggapan bahwa rangsangan disonansi yang diberikan akan
memotivasi seseorang untuk keluar dari inkonsistensi tersebut dan
mengembalikannya pada konsistensi.

Konsep teorinya :Teori ini mempunyai konsep yang membahas mengenai perasaan
ketidaknyamanan seseorang akibat sikap, pemikiran, dan perilaku
yang saling bertentangan dan memotivasi seseorang untuk
mengambil langkah demi mengurangi ketidak nyamanan tersebut.
Implikasinya :Teori kognitif terdiri dari 2 elemen yaitu kenyataan dan
pengalaman. Hubungan ini terdiri dari dua macam yaitu hubungan
relevan dan hubungan tidak relevan. Hubungan relevan terbagi
dua yiaitu disonan misal orang tahu bahwa hujan itu dapat
membuat orang basah,namun saat dia tidak basah mseki kena
percikan air hujan sehingga orang tersebut mengalami disonan.
Sedangkan konsonan seperti orang yang sadar dia akan menjadi
basah jika kena hujan dan dia memang basah setelah kena
percikan hujan. Untuk hubungan tidak relevan contohnya
merokok dapat merugikan kesehatan.
4) Teori pelanggaran harapan

Asumsinya :Teori pelanggaran harapan memiliki tiga asumsi dasar, yakni:a)


Harapan mendorong terjadinya interaksi natara individu ebelum
seseorang melakukan interaksi dengan orang lain, seseorang
memiliki harapan interaksional yang mencakup keahlian dan
pengetahuan yang dibutuhkan oleh komunikator sebelum memulai
komunikasi atau pebicaraan.
Konsep teorinya :Teori komunikasi ini menggambarkan bahwa seseorang memiliki
harapan terhadap jarak prilaku non verbal orang lain yang dapat
memberikan kenyamanan kepadanya. Kemudian teori ini melihat
bahwa komunikasi itu adalah sebagai pertukaran informasi yang
dapat dianggap bersifat positif atau negatif tergantung kepada rasa
suka atau harapan antara dua orang yang berinteraksi.
Implikasinya :Di dalam perusahaan, ada atasan dan bawahan tentunya. Jika ada
bawahan misalnya saya sebut saja dia seorang sekertaris ingin
mengajukan kepada atasannya pulang cepat karena ada keperluan
mendadak, tetapi ketika dia baru menghadap atasanya tersebut
kemudian sambutan dari atasanya ketika dia datang sudah
menunjukan sikap tidak ingin diganggu, dengan nada suaranya
yang jutek dan bahasa tubuh atau bahasa non verbalnya
menunjukan dia sangat sibuk dan terlihat sangan membutuhkan
bantuan sang sekertaris itu, tentunya si sekretaris tidak bisa
mengungkapkan apa yang di harapkannya yaitu bisa pulang lebih
awal karena dari orang yang akan menerima pesan sudah
menggambarkan idak bisa menerima pesan selanjutnya dari kita.
Contoh tersebut menurut saya merupkan contoh dari teori
pelanggaran harapan yang memiliki asumsi dasar yaitu harapan
individu kepada individu lain untuk tidak melakukan hal
menentukan komunikasi selanjutnya.