Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDAHULUAN

Praktek Profesi Ners Manajemen Keperawatan


Selasa, 29 Maret 2010
Ruang F. RS PGI CIKINI

Kepala Ruang H :

Pembimbing :

Peran : Kepala Ruangan ( Vandri Kallo S, kep)

A. PENDAHULUAN

Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan organisasi melalui upaya


orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan manajemen keperawatan
dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui staf
keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman,
kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Pengorganisasian
merupakan fungsi manajemen kedua yang penting dilaksanakan oleh setiap unit
kerja sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan berdaya guna dan berhasil
guna. Pengorganisasian merupakan pengelompokan yang terdiri dari beberapa
aktifitas dengan sasaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan masing-
masing kelompoknya untuk melakukan koordinasi yang tepat dengan unit lain
secara horizontal dan vertikal untuk mencapai tujuan organisasi sebagai organisasi
yang komplek, maka pelayanan keperawatan harus mengorganisasikan
aktivitasnya melalui kelompok-kelompok sehingga tujuan pelayanan keperawatan
akan tercapai.

Ruang rawat merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan termasuk


pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh semua tim kesehatan dimana semua
tenaga termasuk perawat bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah
kesehatan klien. Pengorganisasian pelayanan keperawatan secara optimal akan
menentukan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan Yang menjadi bahasan
dalam pelayaan keperawatan diruang rawat meliputi : struktur organisai ruang

1
rawat, pengelompokkan kegiatan (metode pengawasan), koordinasi kegiatan dan
evaluasi kegiatan kelompok kerja ; yang bertujuan untuk memberikan gambaran
tentang struktur organisasi dalam pelayanan keperawatan untuk mencapai tujuan.

B. PERAN KEPALA RUANGAN

Visi : memberikan asuhan keperawatan secara professional, kerja


sama dalam tim dan sikap caring dalam memberikan pelayanan.

C. TUGAS KEPALA RUANGAN

a. Merencanakan kegiatan keperawatan sehari-hari

b. Mengorganisasi pelaksanaan keegiatan keperawatan sehari-hari untuk


pasien di ruang F kamar 14 dan 17

c. Melakukan kegiatan koordinasi keperawatan

d. Merencanakan jumlah perawat berdasarkan klasifikasi pasien

e. Mengelola dan merencanakan kebutuhan fasilitas pelayanan keperawatan


dan lingkungan keperawatan

f. Mengelola asuhan keperawatan sesuai dengan penugasan

g. Merencanakan jaadwal dinas

h. Mengelola dan merencanakan sepervisi, pendelegasian tim:

Tim I: ruang F kamar 14 dan Tim II: ruang F kamar 17

2
i. URAIAN TUGAS

1. Perencanaan

a. Menunjuk ketua tim yang akan bertugas diruangan masng-masing

Ketua tim I: Yunita Tumundo Skep

Ketua Tim II: silvana Pieters Skep

b. Mengikuti serah teriama pasien dari shift sebelumnya, terutama


pasien-pasien yang berada diruang F kamar 14 dan 17

c. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan pasien dan persiapan


pasien pulang.

Ruang F kamar 14 ( Tim I): jumlah pasien 3 orang dengan


klasifikasi pasien memerlukan perawatan intermediate dan
kemungkinan di persiapkakan untuk pulang

Runag F kamar 17 (Tim II): jumlah pasien 6 orang dengan


klsifikasi pasien memerlukan perawatan intermediate.

Klasifikasi derajat ketergantungan klien di bagi 3 ( menurut


Douglas 1984 dalam gillies 1989) yaitu meliputi:

1) Self care ( keperawatan minimal) dan memerlukan waktu 1-2


jam/hari. Ditunggu, dapat mandi sendiri, makan sendiri,
sehingga tidak perlu untuk ter;lalu untuk melayani pasien di
rawat untuk prosedur diagnostic.

2) Partial care (perawatan intermediate) dan memerlukan waktu 3-


4 jam/hari artinya pasien membutuhkan pelayanan asuahan
keperawatan yang membutuhkan kegiatan fisik karena pasien
relative masih lemah atau tidak diperkenankan meninggalkan
tempat tidur.

3) Total care (perawatan penuh) dan memerlukan waktu 5-7


jam/hari.

3
Artinya pasien membutuhakan pelayanan asuhan keperawatan
penuh (total) dan tingkat ketergantungan pada perawat.

Dalam suatu penelitian Doglas (1975) tentang jumlah tenaga


perawat dirumah sakit didapatkan jumlah perawat yang di
butuhkan pada pagi hari, sore dan malam hari tergantung pada
tingakat ketergantungan pasien seperti di bawah ini:

(1) Minimal care

a, pasien bisa mandiri hampir tidak memerlukan bantuan

 Mampu naik turun tempat tidur

 Mampu ambulasi dan jalan sendiri

 Mampu makan dan minum sendiri

 Mampu makan sendiri/mandi sebagian dengan


bantuan

 Mampu membersihkan mulut (sikat gigi sendiri)

 Mampu berpakain dan berdandan dengan sedikit


bantuan

b, status psikologis stabil

c, Pasien dirawat untuk prosedur diagnostic

d, operasi ringan

(2) Partial care

a, pasien memerlukan bantuan perawatan sebagian

 Membutuhkan satu orang untuk naik turun tempat


tidur

 Membutuhkan bantuan untuk ambulasi dan berjalan

4
 Membutuhkan bantuan untuk menyiapkan
makanan.

 Membutuhkan bantuan untuk makan

 Membutuhkan bantuan untuk kebersihan mulut

 Membutuhkan ban tuan untuk berpakaian dan


berdandan

 Membutuhkan bantuan untuk BAB dan BAK


(tempat tidur/kamar mandi)

b, post operasi minor (24 jam)

c, melewati fase akut post operasi mayor

d, fase actual dari penyembuahan

e, observasi tanda vital setiap 4 jam

f, gannguan emosional ringan

(3) Total care

a, pasien memerlukan bantuan perawat sepenuhnya dan


memerlukan waktu perawat lebiih lama.

 Membutuhkan 2 orang aatau lebih untuk mobilisasi


dari tempat tidur kekereta dorong/kursi roda

 Membutuhakan latiahan pasif

 Kebutuhan nutrisi dan cairan di penuhi melalui


terapi intravena

 Memerlukan bantuan untuk kebersihan mulut

 Memerlukan bantuan penuh untuk berpakain dan


berdandan

 Dalam keadaan inkontenensia menggunakan kateter

5
b, 24 jam post operasi mayor

c, pasien tidak sadar

d, keadaan pasien tidak stabil

e, observasi TTV kurang dari 4 jam

f, perawatan luka bakar

i, menggunakan WSD

j, irigasi kandung kemih secara terus menerus

k, mengguanakan alat traksi ( skeletal traksi)

fraktur dan atau post operasi tulang belakang/leher.

6
Pasien Tim I (kamar 14)

NAMA USIA KAMAR DIAGNOSA KLASIFIKASI


MEDIK
An. Darel 9 bulan Hiperpireksia
An. Iqbal 11 DBD
tahun
An. Frumentia 3 tahun DBD+Tifoid
Pasien Tim II (Kamar 17)

NAMA USIA KAMAR DIAGNOSA KLASIFIKASI


MEDIK
An. Azzura 5 Tahun DBD II Intermediate care
An. Dimas 1 Tahun Atropi optic + Intermediate care
cerebaral palsy
An. Fernando 8 Tahun Obs. Dengue Intermediate care
An. Aisyah 4 Tahun Apendictomie Intermediate care
An. Abel 6 Tahun DBD Intermediate care
panjaitan
An. Angelina S 2 Tahun Hiperpireksia Intermediate care

(4) Mengidentifikasi jumlah perawat yang di butuhkan.

Perhitungan:

Kebutuhan minimal

Tim I: 3 pasien intermediate: 3 x 0,27 = 1

Tim II: 6 pasien intermediate: 6 x 0,27 = 2

(5) Mengidentifikasi penugasan/penjadwalan

7
Ketua tim I: Yunita Tumundo Skep

Anggota Tim: - Vivi Mampuk Skep

- Julia Rotie Skep

Ketua tim II: silvana Pieters

Anggota tim: - Rivelino Hamel Skep

- Jelita Hinonaung Skep

Justifikasi pengaturan tersebut adalah:

 Yunita Tumundo Skep

Ditugaskan menjadi ketua tim atas pertimbangan latar belakang


pendidikan S1 keperawatan dengan kemampuan memimpin yang complete
dan saat ini sebagai kepala ruang, cekatan tegas dan rajin.

 Vivi Mampuk Skep

Sangat kompeten di tim I dan trampil

 Julia Rotie Skep

Berkopeten dan trampil

 Silvana Pieters

Ditugaskan menjadi ketua tim atas pertimbangan latar belakang


pendidikan S1 keperawatan dengan kemampuan memimpin yang
complete, rajin dan terampil.

 Rivelino Hamel Skep

8
Sangat kompeten di tim I dan trampil

 Jelita Hinonaung Skep

Berkopeten dan trampil

(6) Strategi pelaksanaan keperawatan

jam kegiatan
06.45-07.00  Doa pagi bersama
07.00-0730  Mengikuti laporan dari shift sebelumnya dan laporan
dari tiap tiap tim ( tim I dan Tim II)
 Ke kamar pasien 14 dan 17
07.30-08.00  Pre conference bersama pembimbing, ketua tim dan
anggota tim.
1. Memberikan penjelasan tentang system/metode
penugasan dalam rangka pengorganisasian
a. Metode penugasannya adalah metode
keperawatan tim, tujuan memberikan
askep sesuai dengan kebutuhan pasien
sehingga pasien merasa puas.
b. Pada system kerja tim inidi nyakini
bahwa tiap-tiap aggota kelompok
mempunyai kontribusi dalam
merencanakan askep sehingga timbul
motivasi dan tanggung jawab anggota
serta dapat meningkatkan kemampuan
kepemimpinan dan kebersamaan dalam
upaya pemberian askep yang bermutu.
2. Menekankan hal-hal yang penting pada ketua
tim dan anggota tim yang berkaitan dengan
asuhan pada pasien ( tugas pengarahan kepala
ruang)

a. Memperhatikan asuhan pada pasien


tidak hanya melihat fisik saja tetapi

9
secara utuh dan terpadu dengan
pendekatan sikap caring dalam
pelayanan
b. Awasi secara cermat keseimbangan
cairan masuk keluar
c. Mempertahankan, meningkatkan dan
menciptakan kebersihan ruangan dan
lingkungan untuk kenyamanan pasien.
d. Memperhatihkan kebutuhan persiapan
pasien pulang
e. Mengawasi tanda-tanda infeksi pada
pasien yang mengguanakan IV line dan
melakukan asuhan yang berorientasi
pada pasien safety dan aman untuk
petugas.
f. Memperhatihkan resiko luka tekan pada
pasien yang total care
08.00-09.00 3. Mendelegasikan tugas kepada ketua tim sesuai
fungsi dan tanggung jawab apabila kepala
ruangan tidak ada ditempat. Pendelegasian ini
dalam upaya memenuhi tugas pengorganisasian
kepala ruang.
4. Memberikan kesempatan kepada katim untuk
melaporkan rencana keperawatan yang akan
dilakukan
09.00-10.00  Kepala ruang mengunjungi pasien satu persatu di
kamar 14 dan 17 kunjungan ini dalam rangka
pengawasan lansung terhadap masalah pasien..
 Anggota tim menyiapkan alat-alat untuk morning care,
observsi tanda-tanda vital
 Tim/anggota menyiapkan sarapan untuk pasien
 Memberikan obat oral/injeksi bersama dengan
pembimbing atau pembimbing lapangan.

10
 Mendokumentasikan hal-hal/keluhan pasien, hasil
observasi yang di temukan serta mencatat intake dan
output
 Istirahat secara bergantian
 Kepala ruang mmengsupervisi kelengkapan
pendokumentsian pada medical record daftar obat dan
lain-lain
 Mengunjungi pasien ketiap-tiap kamar
memperhatihkan lingkungan ruangan pasien,
kebutuhan dan kebersihan.
 Tiap anggota tim mengobservsi TTV dan intake output
 Memperhatihkan lokasi penusukan IV line
 Mengingatkan katim untuk melengakapi
pendokumentasian yang masih kurang evaluasi
pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien
 Anggota tim menyiapkan makan siang pasien dan
menyiapkan obat siang
 Katim melaporkan hasil evaluasi pada kepala ruang
 Post conference
 Katim melaporkan hasil evaluasi asuhan yang sudah
dilakukan pada pasien serta pogram-program pasien
pada shift sore
 pulang

2. Pengorganisasian

11
a. Merumuskan metode / system penugasan

Metode yang di gunakan adalah metode keperawatan tim modifikasi


dengan perawatan primer.

b. Merumuskan tujuan metode / system penugasan

Tujuan pemberian asuhan keperawatan / system tim adalah untuk


memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien, dan
dimodifikasikan dengan perawatan primer dengan tujuan agar pasien
mendapatkan asuhan keperawatan total selama pasien dirawat sampai
pulang. Selain itu diyakini pula bahwa setiap anggota kelompok
mempunyai kontribusi dalam merencanakan dan memberikan asuhan
keperawatan sehingga timbul motivasi dan tanggung jawab pada
setiap anggota tim.

c. Membuat rincian tugas anggota tim dan ketua tim

1) Ketua tim

- Membuat perencanaan

- Membuat penugasan supervise dan evaluasi

- Mengenal dan mengetahui kondisi pasien, dan dapat menilai


kebutuhan pasien.

- Mengembangkan kemampuan anggota.

- Menyelenggarakan confrence

- Melaporkan kegiatan / kondisi pasien kepada kepala ruang.

2) Anggota tim

- Memberikan asuhan keperawatan pada setiap pasien dibawah


tanggung jawabnya.

- Kerjasama dengan anggota tim dan antar tim

12
- Mencatat dan melaporkan dengan jelas dan tepat asuhan
keperawatan yang telah diberikan kepada pasien berdasarkan
respon pasien.

- Komunikasi antar anggota melalui confrence

- Memberikan laporan

d. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan

e. Mengatur dan mengendalikan logistic ruangan

f. Mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktek

g. Mendelegasikan tugas terutama dilakukan saat kepala ruang tidak ada


di tempat dan atau kepala ruang tidak mempunyai cukup waktu untuk
menyelesaikannya.

h. Mengidentifikasi masalah dan cara penanganannya.

3. Pengarahan

a. Memberikan pengarahan kepada ketua tim tentang tugas

b. Member pujian pada anggota tim yang melaksanakan tugasnya dengan


baik, tepat waktu, berdasarkan kebutuhan klien

c. Memberi teguran, pengarahan kepada anggota tim dalam


melaksanakan asuhan keperawatan

d. Memberikan petunjuk pada anggota tim dalam melaksanakan asuhan


keperawatan

e. Menginformasikan hal-hal yang penting dan berhubungan dengan


asuhan pasien

f. Melibatkan bawahan dalam seluruh kegiatan

g. Membimbing bawahan

h. Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain.

13
4. Pengawasan

a. Melalui komunikasi : mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan


perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien

b. Melalui supervise langsung ataupun tidak langsung.

 Supervisi langsung : melalui pengamatan langsung atau melalui


laporan langsung secara lisan dan memperbaiki/mengatasi masalah
yang terjadi saat itu pul.

 Supervisi tidak langsung, melakukan pengecekan daftar ketua tim


dan anggota tim, memeriksa rencana keperawatan yang di temukan
pada pasien, mengecek catatan yang dibuat oleh ketua tim selama
dan sesudah pelaksanaan proses keperawatan, mendengarkan
laporan ketua tim tentang pelaksanaan tugas.

c. Mengevaluasi

 Kegiatan dan laporan dari anggota tim bersama kepala ruang

 Penampilan kerja perawat pelaksana dan proses asuhan keperawatan


yang, dilaksanakan oleh anggota tim. Peningkatan kemampuan
analisa dan psikomotor dan sikap.

 Pencatatan segera setelah dilakukan

14
5. Lain-lain

a. Ketepatan waktu

 Datang dan meninggalkan tugas tepat waktu

 Menghindari ketidak hadiran.

b. Kedisiplinan

 Memegang rahasia data klien

 Bersikap etis terhadap orang lain dan melakukan pendekatan


dengan cara yang benar

 Mau mendengarkan orang lain dan menghargai ide/ orang lain.

 Taat terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku termasuk


penampilan diru.

c. Kesehatan

 Mempertahankan kesehatan diri

 Mempertahankan kerapihan, kebersihan baju, rambut, kuku, sepatu

15