Anda di halaman 1dari 12

Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.

php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

SISTEM PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH B3 RUMAH


TANGGA DI KECAMATAN SEMARANG BARAT, KOTA SEMARANG

Yunsa Nindya Wardana*), Syafrudin**), Arya Rezagama**)


Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
JL. Prof. H. Sudarto, SH Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
email: yunsawardana@gmail.com

Abstrak
Tujuan perencanaan ini adalah untuk menentukan sistem pengelolaan sampah B3
rumah tangga yang tepat sehingga akumulasi sampah B3 rumah tangga tidak
mencemari lingkungan dan tidak membahayakan kelangsungan hidup manusia.
Hasil sampling sampah B3 rumah tangga menunjukkan timbulan sebesar 0,009
kg/orang/hari dengan volume sebesar 0,056 liter/orang/hari. Hasil perencanaan
merekomendasikan pewadahan di rumah tangga dengan wadah berkapasitas 40
liter, pengangkutan dengan motor boks berlabel khusus B3 , penyimpanan
sementara sampah B3 rumah tangga dengan wadah berkapasitas 2000 liter dan
6000 liter. Studi skenario pengelolaan dibagi menjadi (i) skenario 1 dengan
pemilahan sampah di rumah tangga, (ii) skenario 2 pemilahan di tempat
penyimpanan sementara masing-masing kelurahan.

Kata kunci : Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga , Skenario 1, Skenario 2

Abstract
[Household Hazardous Waste Management Planning System In The Sub
District "Semarang Barat" , Semarang] The purpose of this plan is to determine
the household hazardous waste management system so that the right
accumulation this waste do not pollute the environment and does not endanger
human survival. Results of sampling household hazardous waste shows the
generation of 0.009 kg / person / day with a volume of 0.056 liters / person / day.
Results planning recommend lug of this waste with container capacity of 40 liters,
with the motor transport box specially labeled hazardous, temporary storage of
waste with container capacity of 2000 liters and 6000 liters. Study of management
scenarios are divided into (i) scenario 1 with the sorting of waste in households,
(ii) scenario 2 segregation in temporary storage area of each village.

Keyword: Household Hazardous Waste Management, Scenario 1, Scenario 2

Penulis
1 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

PENDAHULUAN Tujuan Penelitian


Latar Belakang 1. Mengetahui jenis-
Seiring meningkatnya laju jenis/komposisi B3 RT yang
pembangunan, penambahan digunakan oleh masyarakat di
penduduk, serta aktifitas dan tingkat Kecamatan Semarang Barat
sosial ekonomi masyarakat telah Kota Semarang.
memicu terjadinya peningkatan 2. Merencanakan strategi
jumlah timbunan sampah dari hari ke pengelolaan sampah B3 rumah
hari, tidak terkecuali sampah yang tangga di Kecamatan Semarang
mengandung Bahan Berbahaya Barat Kota Semarang.
Beracun atau yang lebih dikenal B3.
STUDI PUSTAKA
Masyarakat di perkotaan, Sampah B3 Rumah Tangga
khususnya Kota Semarang pada Definisi sampah B3 rumah
umumnya masih membuang sampah tangga adalah sampah yang berasal
jenis B3 secara tercampur dengan dari aktivitas rumah tangga,
sampah rumah tangga yang bersifat mengandung bahan dan atau bekas
non-B3. Contoh jenis sampah ini kemasan suatu jenis bahan berbahaya
antara lain bekas lampu neon, bekas dan atau beracun, karena sifat atau
batu baterai, kemasan kosmetik, konsentrasinya atau jumlahnya, baik
kemasan detergen, serta sampah lain secara langsung maupun tidak
yang sifat dan bahannya dapat langsung dapat merusak dan atau
menimbulkan iritasi atau gangguan mencemarkan lingkungan hidup dan
kesehatan manusia. atau membahayakan kesehatan
Pada Peraturan Pemerintah manusia. (SNI 19-2454-2002)
No. 18 Tahun 1999, Bab III, Pasal 9
ayat VI Tentang Pengelolaan Limbah Sumber dan Tipe Sampah B3
Bahan Berbahaya dan Beracun, Rumah Tangga
disebutkan bahwa “ketentuan Menurut Tchobanohlous and
pengelolaan limbah B3 yang
Kreith (2002), sumber dan tipe
dihasilkan dari kegiatan rumah
tangga dan kegiatan skala kecil sampah B3 rumah tangga
ditetapkan kemudian oleh instansi dikelompokkan berdasarkan
yang bertanggung jawab”. Namun kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
sampai saat ini, pengelolaan sampah a. Perbaikan dan perubahan
B3 dari hasil kegiatan rumah tangga bentuk limbah, termasuk : bahan
belum ada upaya lebih lanjut dari perekat, lem, semen, lapisan
pemerintah, khususnya di Kecamatan mengkilat pada genteng, pelarut
Semarang Barat. Maka dari itu sebagai bahan dasar cat, thiner dan
diperlukan pengelolaan sampah B3 bahan penghilang cat.
rumah tangga secara terpadu untuk b. Bahan pembersih kotoran,
mengatasi permasalahan lingkungan termasuk : pembersih oven,
yang diakibatkan oleh akumulasi pembersih yang berkaitan dengan
limbah B3 tersebut. bahan infeksius, bahan poles (semir
sepatu, pelitur), pembersih cerobong
asap dan larutan pembersih.

Penulis
2 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

c. Bahan yang tergolong berdasarkan peraturan perundang-


pestisida, termasuk : insekstisida, undangan yang berlaku.
fungisida, rodentisida, bahan Menurut PPLP-dinciptakaru
pengawet kayu, bahan kimia Jawa Tengah Penyimpanan sampah
penghilang lumut, herbisida dan B3 RT yaitu kegiatan penyimpanan
pupuk yang mengandung pestisida. sementara pasca pengumpulan.
d. Limbah yang berkaitan Sampah yang telah terkumpul,
dengan automotif, termasuk : baterai diangkut ke suatu tempat
(aki), pelarut, bensin, dan bahan penyimpanan sementara. Proses
bakar diesel. penyimpanan berawal dari proses
e. Limbah dari suatu hobi bongkar muat wadah-wadah sampah
dan kegiatan rekreasi, termasuk : cat, terangkut oleh kendaraan
thiner, pelarut bahan kimia photo, pengangkutan. Selanjutnya,
bahan kimia untuk kolam renang, dilakukan pemilahan sampah
lem (bahan perekat), semen, tinta, terkumpul berdasarkan jenisnya.
bahan pewarna, dan baterai rumah Menurut Peraturan Menteri
tangga. Lingkungan Hidup nomor 18 Tahun
f. Limbah rumah tangga lain : 2009 Pemanfaatan Limbah B3
amunisi, lampu pijar dan sebagai kegiatan utama adalah
bahan/limbah RT lain yang kegiatan usaha yang mempergunakan
teridentifikasi mempunyai resiko limbah B3 sebagai bahan material
sedang. utama dalam proses kegiatan yang
menghasilkan suatu produk
Pengelolaan Limbah/Sampah B3
TAHAPAN PERENCANAAN
Reduksi limbah/sambah B3
Persiapan
sebagai langkah untuk meminimisasi
Tahapan pertama yaitu
kuantitas limbah B3. Minimisasi
melakukan persiapan yang dilakukan
kuantitas limbah B3 tersebut selain
yaitu pendataan awal tentang sumber
untuk melakukan usaha pengelolaan
masalah yang terjadi melalui survei
lingkungan juga diharapkan dapat
lapangan dan studi literatur untuk
memberikan keuntungan.
memahami konsep perencanaan
(Syafrudin,2010)
sistem pengelolaan sampah B3
Menurut PP nomor 19 tahun
rumah tangga khususnya untuk
1994 Tentang Pengelolaan Limbah
menentukan sistem teknis
Berbahaya dan Beracun badan usaha
operasional.
yang melakukan kegiatan
pengangkutan limbah B3 adalah
Pengumpulan Data
proses pemindahan limbah B3 dari
Perhitungan timbulan sampah
penghasil ke pengumpul dan/atau ke
perkotaan dilakukan sesuai SNI 19-
pengolah termasuk ke tempat
3964-1994 tentang Metode
penimbunan akhir dengan
Pengambilan dan Pengukuran
menggunakan alat angkut.
Contoh Timbulan Sampah
Pengangkutan limbah B3 dilakukan
Perkotaan. Lokasi pengambilan
dengan alat angkut khusus yang
contoh timbulan sampah B3
memenuhi persyaratan dan tata cara
dilakukan di pemukiman warga
pengangkutan yang ditetapkan

Penulis
3 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

Kecamatan Semarang Barat, Kota dan anorganik B3 RT. Setelah


Semarang. Dibagi menjadi Tipe sampah ini terpisah sesuai dengan
kawasan ekonomi tinggi, tipe jenis sampahnya, rumah tangga
kawasan sedang, dan tipe kawasan berkewajiban untuk membawa
tingkat bawah. Pengambilan contoh plastik sampah tersebut menuju TPS
sampah dilakukan di sumber sampah (Tempat Pengelolaan Sampah),
masing – masing rumah tangga. selanjutnya akan dilakukan
Pelaksanaan pengambilan contoh pemisahan lebih lanjut di TPST B3
timbulan sampah dilakukan 34 sektor Kecamatan. Material sampah
sampel per kawasan Kelurahan B3 RT yang masih dapat
selama 8 hari berturut-turut. dimanfaatkan akan dilakukan proses
Peralatan dan perlengkapan daur ulang, sedangkan material
yang digunakan terdiri dari: sampah B3 RT yang sudah tidak
a. Alat pengambil contoh dapat lagi dimanfaatkan dalam
berupa kantong plastik proses daur ulang akan dikirim ke
kresek industri pengolah limbah B3 (PPLI)
b. Alat pengukur volume melalui perusahaan jasa pihak ketiga
contoh dengan ukuran 20 pengiriman limbah B3. Sampah B3
cm x 20 cm x 100 cm, ini termasuk dalam golongan lainnya
yang dilengkapi dengan yang terdiri dari sampah kaca,batu
skala tinggi. baterai dan infeksius. Sampah lampu
c. Masker akan dikelola melalui pedagang loak
d. Timbangan dan residu plastik akan dimanfaatkan
e. Sarung tangan kembali untuk dijadikan barang
f. Alat tulis bernilai jual melalui bank sampah.
Kuesioner
Hasil kuesioner dianalisis
untuk mendapatkan persentase
mengenai pengetahuan masyarakat,
cara perlakuan pembuangan terhadap
sampah B3 rumah tangga , dan
retribusi yang tidak memberatkan Gambar 1 Skenario 1 Pengelolaan
masyarakat apabila pelaksanaan Sampah B3 Rumah Tangga
pengelolaan sampah B3 rumah
tangga dilaksanakan. Pada skenario 2, sampah dari rumah
tangga akan dikumpulkan dan
Strategi Perencanaan Sistem diangkut menuju TPST. Perbedaan
Skenario 1 difokuskan pada dengan skenario 1, pemisahan jenis
pemisahan jenis sampah di sisi sampah tidak dilakukan di rumah
penghasil, yaitu rumah tangga. tangga, melainkan dilakukan di TPS.
Rumah tangga akan diberikan 3 jenis Selanjutnya akan dilakukan
plastik dengan warna yang berbeda, pemisahan lebih lanjut di TPST B3
yaitu warna hijau untuk sampah sektor Kecamatan. Material sampah
organik, warna biru untuk sampah B3 RT yang masih dapat
anorganik non B3 RT dan warna dimanfaatkan akan dilakukan proses
merah untuk sampah organik B3 RT daur ulang, sedangkan material

Penulis
4 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

sampah B3 RT yang sudah tidak HASIL DAN PEMBAHASAN


dapat lagi dimanfaatkan dalam
proses daur ulang akan dikirim ke Timbulan Sampah B3 Rumah
industri pengolah limbah B3 (PPLI) Tangga
melalui perusahaan jasa pengiriman Timbulan sampah B3 rumah
limbah B3. Sampah lampu akan tangga pada perencanaan ini meliputi
dikelola melalui pedagang loak dan B3 jenis beracun, korosif, mudah
residu plastik akan dimanfaatkan terbakar, yang terdapat pada
kembali untuk dijadikan barang Lampiran B SNI 19-2454-2002
bernilai jual melalui bank sampah. tentang Tata Cara Teknik
Perbedaan kedua skenario hanya Operasional Pengelolaan Sampah
dilihat dari skenario teknis Perkotaan ,serta jenis infeksius
pemilahan. biologis yang merujuk pada sampah
medis rumah sakit. Timbulan sampah
B3 beracun yang mewakili rerata
yaitu sebesar 4,583 liter/orang/hari,
jenis korosif sebesar 0,746 liter/hari,
jenis mudah terbakar sebesar 0,158
liter/hari, dan jenis infeksius sebesar
4,883 liter/hari. Total timbulan
Gambar 2 Skenario 2 Pengelolaan sampah B3 dalam sampling di 3
Sampah B3 Rumah Tangga kawasan strata ekonomi (tinggi,
sedang, rendah) adalah 8,371
Tahapan perencanaan dapat liter/hari
dilihat pada diagram berikut ini:

Gambar 4 Grafik Timbulan


Hasil sampling menunjukkan
timbulan sampah B3 rumah tangga
paling besar yaitu sampah B3 jenis
beracun. Jenis sampah B3 beracun
menempati urutan kedua yaitu jenis
B3 infeksius yang mayoritas berasal
dari popok bayi bekas kencing dan
buang air besar sebesar 34 %, diikuti
sampah B3 korosif sebesar 9%, dan
yang paling kecil sampah B3 jenis
Gambar 3 Tahapan Perencanaan
mudah terbakar sebesar 2%.

Penulis
5 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

Pemilahan dan Pewadahan terbesar, yaitu dengan volume 1305


Perencanaan teknis liter/hari. Sehingga dipilih motor
pemilahan ada 2 skenario perbedaan, boks yang ada di pasaran yaitu
yaitu pemilahan pada rumah tangga dengan kapasitas 2381,4 liter
dan pemilahan pada TPS masing- bermerk viar karya 150 box.
masing kelurahan. Skenario 1 warga
diwajibkan memilah sampah B3 dari Penyimpanan Sementara Sampah
sampah rumah tangga lainnya dan B3 Rumah Tangga
membuang ke tong sampah khusus Sampah B3 yang diangkut dari
B3 yang telah disiapkan di depan rumah warga harus disediakan
rumah dengan pelabelan yang jelas tempat penyimpanan agar terkelola
dengan rekomendasi perencanaan dengan baik sehingga tujuan dari
volume berkapasitas 40 liter. pengelolaaan sampah B3 ini berjalan
Skenario 2 mempunyai sistem warga sesuai tujuan, yaitu tidak mencemari
tidak diwajibkan memilah sampah lingkungan sekitar. Skenario
B3, sehingga tidak memerlukan penyimpanan sampah B3 dalam
tambahan tong khusus B3 di depan perencanaan ini , yaitu skenario
rumah. Akan tetapi, diperlukan penyimpanan dalam bentuk TPST
pekerja sampah tambahan untuk B3 Kecamatan. Penentuan ukuran
menangani pemilahan sampah B3 di pewadahan pada penyimpanan B3
TPS setempat. Pewadahan pada diketahui dari timbulan sampah B3,
skenario sesuai perhitungan jumlah penduduk Kecamatan
perencanaan dengan rekomendasi Semarang Barat dan frekuensi
ukuran pewadahan kapasitas 2000 pengambilan sampah B3. Pewadahan
liter di tiap TPS masing-masing di dalam TPST dibedakan menurut
Kelurahan. jenis sampah diantaranya yaitu
sampah plastik (layak daur ulang dan
Pengangkutan dan Pengumpulan tidak), kaleng logam, lainnya
Sampah B3 (infeksius dan kaca), sampah batu
Pola pengumpulan pada perencanaan baterai, dan sampah lampu. Desain
ini ada 2 pola, yaitu skenario 1 pewadahan yaitu kontainer
pengumpulan sampah B3 dilakukan berkapasitas 2000 liter sebanyak 7
dengan sistem pengumpulan tiap buah dan 6000 liter sebanyak 11
rumah. dan skenario 2 pengumpulan buah dengan dibedakan sesuai
sampah B3 langsung dari TPS jenisnya meliputi plastik, kaca,
masing-masing kelurahan. Desain lampu, baterai, infeksius, dan kaleng
alat pengumpul sampah B3 berupa logam mudah terbakar).
boks tertutup dilengkapi dengan
simbol B3. Bahan yang digunakan Pemrosesan Sampah B3 Rumah
untuk kotak pengumpul adalah Tangga
aluminium. Pertimbangan Sampah B3 rumah tangga yang telah
menggunakan aluminium adalah terkumpul di Tempat Penyimpanan
bahan tersebut sangat kuat, tahan Sampah B3 selanjutnya akan menuju
terhadap goresan, ringan. Kapasitas proses reduksi timbulan sampah
boks dipilih melalui volume yang aman bagi lingkungan, yaitu
timbulan sampah B3 Kelurahan proses daur ulang. Proses daur ulang

Penulis
6 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

pada perencanaan ini dilakukan oleh Peraturan Daerah nomor 6 tahun


jasa pihak ketiga. Pihak ketiga dalam 2012.
hal ini ada 2 peran taitu sebagai 2. Dinas Kebersihan dan
pemanfaat dan pihak ketiga sebagai Pertamanan Kota Semarang,
pengumpul. Sampah B3 yang mengusulkan ijin dari
diserahkan ke pihak ketiga perencanaan sampai dengan
pemanfaat antara lain sampah B3 pelaksanaan pengelolaan sampah
berkarakteristik plastik, kaleng B3 rumah tangga di Kecamatan
logam, dan lampu. Sampah B3 yang Semarang Barat. Selain itu DKP
tidak bisa didaur ulang akan bertugas sebagai pelaksana teknis
dicampur dengan sampah B3 pengelolaan sampah B3 rumah
berkarakteristik infeksius biologis tangga dari penghasil,
dan sampah kaca bekas botol obat pengumpulan, pengangkutan,
untuk melalui proses pengumpulan penyimpanan sementara hingga
oleh pihak ketiga pengumpul sebagai ke pemrosesan akhir.
kegiatan proses reduksi sampah. 3 Badan Lingkungan Hidup
Kota Semarang, selain selaku
Analisa Aspek Hukum lembaga pemberian ijin
Diperlukan aspek hukum di pelaksanaan pengelolaan sampah
skala nasional untuk mendukung B3 rumah tangga yang diusulkan
aspek hukum di skala daerah, yaitu DKP, BLH bertugas sebagai
dengan dibuat Peraturan Pemerintah badan pengawas dan pengendali
sampai dengan Peraturan Menteri pengelolaan dari pengangkutan
Lingkungan Hidup tentang hingga pemrosesan akhir.
Pengelolaan Sampah B3 Rumah 4. Kecamatan Semarang Barat
Tangga / Sampah Spesifik. beserta aparaturnya,
Mengusulkan kepada membawahi ke enam belas
Pemerintah Daerah untuk kelurahan sampai ke RT RW
menindaklanjuti Peraturan Daerah yang ada di Semarang Barat
Nomor 6 tahun 2012 dengan sebagai fasilitator dalam
membuat Peraturan Walikota tentang melakukan sosialisasi tentang
pengeloaan sampah spesifik yang pengelolaan sampah B3 rumah
telah dijelaskan pada Bab II pasal 2 tangga.
ayat 4 pada Peraturan Daerah 5. Warga Semarang Barat, wajib
tersebut. mengikuti dan melaksanakan
program yang telah tercantum di
Analisa Aspek Kelembagaan dalam peraturan walikota tentang
Berikut ini adalah uraian pola pengelolaan sampah B3 rumah
pengelolaan sampah B3 rumah tangga diantaranya yaitu
tangga yang dilihat dari aspek melakukan pemilahan sampah B3
kelembagaan : rumah tangga dari sampah
1. Walikota, menerbitkan Peraturan lainnya.
Walikota sebagai lanjutan aturan
pengelolaan sampah B3 rumah Analisis Aspek Pembiayaan
tangga yang sudah dijelaskan di Pembiayaan merupakan suatu
nilai angka rupiah yang dikeluarkan

Penulis
7 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

untuk menunjang sistem pengelolaan Analisis SWOT Skenario


sampah B3 rumah tangga agar Pengelolaan
terlaksana dengan baik. Pembiayaan Skenario 1 memiliki
disini mencakup pembiayaan kelebihan dari sisi pemilahan sampah
pengeluaran dari alat pokok B3 di rumah tangga sehingga apabila
pengelolaan, alat penunjang, serta dilaksanakan melalui sosialisasi yang
biaya operasional dan pemeliharaan banar maka sampah B3 rumah
alat sehari-hari. Total pembiayaan tangga dapat terpilah dengan
untuk skenario 1 adalah Rp sempurna. Warga di wilayah
8.813.272,64 / hari. Sampah B3 yang perencanaan juga dapat berperan
terlayani sebesar 10,191 m³/hari. Jadi aktif membantu dalam pemilahan
biaya per m³ adalah Rp 864.809,4 / sampah B3. Diharapkan dengan
hari / m³ .Total pembiayaan untuk masyarakat dapat mengetahui
skenario 2 adalah Rp 2.658.196,00 / sampah B3 yang tergolong tidak
hari. Sampah B3 yang terlayani layak daur ulang dan yang layak daur
sebesar 10,191 m³/hari. Jadi biaya ulang bank sampah akan tumbuh di
per m³ adalah Rp 260.837,60 / hari / wilayah perencanaan dan dapat
m³. sebagai masukan kas kelurahan atau
RT/RW. Namun apabila masyarakat
Aspek Peran Serta Masyarakat tidak menyambut baik tentang
Peran serta seluruh pemilahan sampah B3 rumah tangga
masyarakat di daerah perencanaan ini, sistem akan terancam
sistem pengelolaan sampah B3 keberhasilannya sehingga sistem
rumah tangga sangat menentukan tidak berjalan secara maksimal.
keberhasilan sistem tersebut. Apabila
dukungan pemerintah dalam hal ini
DKP dan BLH Kota Semarang
dengan tidak didukung oleh
masyarakat sekitar pasti sistem
tersebut tidak akan berjalan
maksimal. Berikut ini adalah
beberapa peran serta masyarakat
dalam pengelolaan sampah :
Tabel 1 Analisis SWOT Skenario 1
 Peran Serta Masyarakat
dalam Operasional Dalam skenario 1 ini
Persampahan B3 rumah memang membutuhkan peran aktif
tangga masyarakat sendiri disamping kerja
 Peran Serta Masyarakat dinas persampahan terkait . Hal ini
dalam Kelembagaan membuat warga akan repot dalam
 Peran Serta Masyarakat pemilahan sampah B3. Oleh karena
dalam Aspek Hukum itu diperlukan kerja sama antara
 Peran Serta Masyarakat DKP, BLH, aparatur kecamatan
dalam Pembiayaan sampai ke RT untuk memaksimalkan
keberhasilan sistem pengelolaan
sampah B3 ini.

Penulis
8 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

Pelaksanaan pengelolaan pada terbesar adalah sampah B3 jenis


skenario 2 ini memaksimalkan kerja beracun dengan volume 4,583
dinas persampahan terkait dan semua l/hari, sedangkan untuk komposisi
aparatur wilayah perencanaan. terberat adalah sampah B3 jenis
Berbeda dari skenario 1 yang harus infeksius yaitu dengan berat 0,654
memaksimalkan kerja peran serta kg/hari.
masyarakat untuk keberhasilan 2. Pilihan skenario terbaik adalah
skenario. Kelebihan dalam skenario pada skenario 2 dikarenakan
2 diantaranya yaitu warga tidak repot beberapa faktor seperti
dalam hal pemilahan sampah, karena pembiayaan skenario 2 lebih
sampah dipilah oleh pekerja menghemat biaya pengeluaran,
pemilahan di TPS masing-masing pengambilan sampah B3 hanya di
Kelurahan. Akan tetapi warga TPS masing - masing Kelurahan
diwajibkan membayar iuran sampah sehingga memerlukan jarak yang
untuk menggaji pekerja pemilahan lebih sedikit daripada skenario,
sebesar Rp 5.000,00 per bulan. resiko kegagalan sistem lebih
sedikit dibandingkan skenario 1,
dikarenakan skenario 1 harus
mewajibkan masyarakat
melakukan pemilahan sendiri
sampah B3 rumah tangga.

SARAN
1. Skenario kedua pengelolaan
Tabel 2 Analisis SWOT Skenario 2 menggunakan tempat
penyimpanan sementara B3 yang
Kelemahan skenario ini adalah perlu terpisah dari TPS Kelurahan,
ditambahkan pewadahan sampah B3 maka dari itu diperlukan peran
di masing-masing TPS Kelurahan pemerintah dalam hal ini DKP
untuk tempat pewadahan sebelum dan BLH harus mendukung penuh
dikirim ke TPST B3 Kecamatan. guna mencapai keberhasilan
Perhitungan pemasukan penjualan perencanaan dan pelaksanaan
sampah layak daur ulang dan pengelolaan sampah B3 rumah
pengeluaran pada skenario masih tangga ini.
menyisakan defisit pembiayaan, ini 2. Pembengkakan biaya pengelolaan
merupakan ancaman pada skenario dikarenakan besarnya timbulan
apabila pemerintah tidak mau sampah B3 jenis infeksius, maka
menganggarkan biaya untuk dari itu diperlukan penelitian
mengelola sampah B3, ancaman. tentang teknologi pengolahan
untuk mereduksi sampah B3 jenis
KESIMPULAN infeksius sehingga dapat
1. Timbulan sampah B3 rumah mengurangi biaya pengelolaan
tangga di Kecamatan Semarang melalui pihak ketiga.
Barat 1638 kg/hari dengan volume 3. Peralatan pewadahan yang
sebesar 10191 liter/ hari. digunakan harus tertutup rapat
Timbulan sampah B3 volume agar tidak terjadi kebocoran akibat

Penulis
9 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

kemasukan air dan menghindari Fuadi, Zahrul. 2013. Mengelola


potensi bercampur dengan sampah Sampah di Kota Modern,
lainnya. Selain itu, diperlukan Sendai, Jepang [Online].
petugas dengan pengetahuan dan Pokja AMPL Nasional atas
ketegasan untuk melaksanakan Kelompok Kerja Air Minum
dan memantau pelaksanaan sistem dan Penyehatan Lingkungan
pengelolaan sampah B3 rumah Nasional Available:
tangga. http://www.sanitasi.or.id/inde
4. Pemerintah ( khususnya Kota x.php?option=com_content&
Semarang) harus menerbitkan view=article&id=1234:meng
peraturan tentang pengelolaan elola-sampah-di-kota-
sampah B3 rumah tangga yang modern-sendai-
bertujuan sebagai payung hukum jepang&catid=46:cerita-
terlaksananya sistem tersebut. lapangan&Itemid=139
[Diakses tanggal 18 Mei
DAFTAR PUSTAKA 2014].
Basri, H . 2011. Kajian Pengelolaan Hadi, Sudharto P. 2009. Pengelolaan
Sampah B3 Rumah Tangga Sampah Indonesia Hanya
di Kecamatan Tandes, Kota Prioritaskan Hilir (Masalah
Surabaya. Institut Teknologi Lingkungan) [Online]. Warta
Sepuluh Nopember Surabaya Bumi (ANTARA News).
: Teknik Lingkungan Available:
Bass, Ellen S., Calderon, Rebecca L. https://groups.google.com/for
& Khan, Marry Ellen. 1990. um/#!forum/greenlifestyle
Household Hazardouse dan
Waste: A Review of Public http://www.djemari.org/2009/
Attitudes and Disposal 06/pengelolaan-sampah-
Problem. Journal of indonesia-hanya.html
Environmental Health, 52. [Diakses tanggal 18 Mei
Dinas Kebersihan dan Pertamanan 2014].
Kota Semarang http://www.blhkotasemarang.org
EPA. 2009. Waste Guidelines [Diakses tanggal 8 Maret
[Online]. Environment 2015]
Protection Authority (EPA http://dkp.semarangkota.go.id/
SouthAustralia).Available:htt [Diakses tanggal 8 Maret
p://www.epa.sa.gov.au/xstd_f 2015]
iles/Waste/Guideline/guide_ http://www.hijauku.com/2012/05/08/
waste_definitions.pdf belajar-mengelola-sampah-
[Diakses tanggal 18 Mei dari-negara-maju/.[Diakses
2014]. tanggal 2 Juni 2014]
Faaz,L ,dkk. 2011. Studi Pengelolaan http://nationalgeographic.co.id/berita
Sampah B3 Permukiman di /2012/10/maju-dalam-
Kecamatan Wonokromo pengelolaan-limbah-swedia-
Surabaya . Institut Teknologi kini-kekurangan-
Sepuluh Nopember Surabaya sampah[Diakses tanggal 2
: Teknik Lingkungan Juni 2014]

Penulis
10 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

http://pplpdinciptakaru.jatengprov.go Peraturan Pemerintah Nomor 18


.id/sampah/file/560089119_p Tahun 1999 tentang
enanganan_sampah_B3_rum Pengelolaan Limbah
ah_tangga.pdf[Diakses Berbahaya dan Beracun
tanggal 2 Juni 2014] Peraturan Pemerintah nomor 19
http://www.produsentongsampah.co tahun 1994 Tentang
m [Diakses tanggal 8 Maret Pengelolaan Limbah
2015] Berbahaya dan Beracun
http://www.tekadmotor.com/product Peraturan Pemerintah No 81 Tahun
[Diakses tanggal 8 Maret 2012 tentang Pengelolaan
2015] Sampah Rumah Tangga dan
Keputusan Bapedal No.kep- Sampah Sejenis Rumah
01/Bapedal/09/1995 Tangga
Keputusan Kepala Bapedal No. 4 Peraturan Pemerintah No. 101
Tahun 1995 Tahun 2014 tentang
McDougall, Forbes, White, Peter, Pengelolaan Bahan
Franke, Marina & Hindle, Berbahaya dan Beracun
Peter . 2001. Integrated Solid Purwendero, Setyo & Nurhidayat
Waste Management (a Life 2010. Mengolah Sampah
Cycle Inventory) Second Untuk Pupuk dan Pestisida
Edition, Malden USA, Organik, Jakarta, Penebar
Blackwell Science Ltd, a Swadaya.
Blackwell Publishing Sarudji, Didik 2010. Kesehatan
Company. Lingkungan, Bandung, CV.
Nasution, Arif Zulkifli.2013.Belajar Karya Putra Darwati.
Mengelola Sampah dari Shorten, Charles V, Glowacki, Marry
Negara Lain L & Lynch, Margaret M.
http://bangazul.blogspot.com/ 1995. Household Hazardous
2013/01/pengelolaan- Waste and Automative
sampah-3.html. [Diakses Products : A Phennsylvania
tanggal 2 Juni 2014]. Survey. Journal of
Pemkot_Semarang 2010. Strategi Environmental Health, 57.
Sanitasi Kota Semarang, Sudradjat, H. R 2007. Mengelola
Semarang, Pemeritah Kota Sampah Kota, Jakarta,
Semarang Penerbar Swadaya.
Peraturan Daerah Kota Semarang SNI 19-2454-2002 tentang tata cara
Nomor 6 Tahun 2012 tentang teknik operasional
Pengelolaan Sampah pengelolaan sampah
Peraturan Menteri Lingkungan perkotaan
Hidup No.18 Tahun 2009 Slamet, Juli Soemirat 1994.
Peraturan Menteri Pekejaan Umum Kesehatan Lingkungan,
No. 21/PRT/M/2006 tentang Yogyakarta, Gadjah Mada
Kebijakan dan Strategi University Pers.
Nasional Pengembangan Syafrudin., Ratman, CR . 2010
Sistem Pengelolaan .Penerapan Pengelolaan
Persampahan Limbah B3 di PT. Toyota

Penulis
11 *)
**) Dosen Pembimbing
Tersedia online di: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 4, No 3 (2015)

Motor Manufacturing
Indonesia. Jurnal Presipitasi
Vol. 7 No.2 September 2010,
ISSN 1907-187X
Tchobagnolous, George, Theisen,
Hilary & Vigil, Samuel 1993.
Integrated Solid Waste
Management (Engineering
Principles and Management
Issues), Singapore, McGraw-
Hill International Editions.
Tchobanoglous, George & Kreith,
Frank 2002b. Handbook of
Solid Waste Management
Second Editition. In:
NIGHTINGALE, D. &
DONNETTE, R. (eds.)
Chapter 10-Household
Hazardous Waste. New
York: McGraw-Hill
Companies.
Undang-Undang RI No.18 Tahun
2008 tentang Pengelolaan
Sampah

Penulis
12 *)
**) Dosen Pembimbing