Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA UNMUL 2017

16 Mei 2017, Samarinda, Indonesia

MORFOLOGI BIJI DAN ANATOMI BIJI


FMIPA UNMUL 2017

Dinda Prameswari1, Lela Apsari2


1Laboratorium Anatomi dan Sistematika Tumbuhan, Program Studi Biologi
2Jurusan FMIPA Universitas Mulawarman
*Corresponding Author : lelaapsari@yahoo.com

Abstrak Biji adalah bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh
organ lain atau tidak terlindung seperti pada Gymnospermae. Tujuan dilakukannnya percobaan ini
untuk mengetahui anatomi maupun morfologi dari biji. Adapun alat yang digunakan yaitu silet, kaca
object, kaca penutup, mikroskop, pipet tetes, dan beaker glass. Sedangkan, bahan berupa biji padi
(Oryza sativa), melinjo (Gnetum Gnemon), jengkol (Phitecelatium jiringa), petai (Parkia speciosa) dan
jagung (Zea mays) untuk diamati morfologinya dan biji jarak (Ricinus communis) dan biji buncis
(Phaseolus vulgaris) untuk diamati anatominya. Hasil yang diperoleh yaitu pada biji padi (Oryza
sativa) berupa lembaga, biji, lemma, pellea. Pada petai (Parkia speciosa), yaitu testa, embrio, pucuk
lembaga, dan endosperm. Pada jagung (Zea mays), yaitu eksokarpium, mesokarpium, endokarpium,
sisa benang sari, biji, embrio, endosperm, dan daun pelindung. Pada pengamatan anatomi biji jarak
(Ricinus communis), didapatkan dinding sel, sitoplasma, aleuron, dan membran sel. Pada biji buncis
(Phaseolus vulgaris) didapatkan bagian berupa embrio, radikula, endosperm, testa, epidermis,
parenkim, dan amilum. Pada jengkol (Phitecelatium jiringa) didapatkan sklerotesta, semen,
endosperm, embrio, dan tali pusar (funcutus). Pada melinjo (Gnetum Gnemon) didapatkan bagian
berupa sarcotesta, sklerotesta, endotesta, endosperm, buah, embrio, tangkai buah, dan semen.

Kata kunci: Biji, Endocarpium, Mesocarpium, Eksokarpium, dan Testa

Pendahuluan Kulit biji berasal dari selaput bakal biji


Pada awalnya biji duduk pada suatu tangkai (integumentum). Oleh sebab itu biasanya kulit
yang keluar dari papan biji atau tembuni biji (dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
(placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut terdiri aras dua lapisan, yaitu lapisan kulit luar
tali pusat (funiculus). Bagian biji tempat (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti
pelekatan tali pusat dinamakan pusar biji kulit, ada yang keras seperti kayu atau batu.
(hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali Bagian ini merupakan pelindung utama bagian
pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari biji yang di dalam. Lapisan luar ini dapat
tembuninya. Bekas tali pusat umumnya memperlihatkan warna dan gambaran yang
nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-
tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi hijauan, ada yang licin rata, mempunyai
salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada permukaan keriput. Dan lapisan kulit dalam
yang merupakan selubung biji yang sempurna, (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan juga
ada yang hanya menyelubung sebagai biji saja. kulit ari.[4]
Salut biji ada yang berdaging atau berair, dan Pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut
seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji serta bagian bakal biji yang lebih dalam
durian (Durio zibethinus Murr), Menyerupai kulit daripada integumentumnya, misalnya lain
dan hanya menutupi sebagian biji, misalnya bagian jaringan nuselus yang terluar.Biji yang
pada biji pala (Myristica fragrans Houtt). biji kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya
pala dinamakan marcis, yang seperti bijinya adalah biji tumbuhan biji tertutup
sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak (Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang
dan berbagai macam keperluan lainnya, antara (Gymnospermae), biji malahan mempunyai tiga
lain sebagai bahan obat[1] lapisan seperti pada biji belinjo (Gnetum
Bagian-bagian biji dapat dibedakan sebagai gnemon), padahal bakal biji tumbuhan biji
menjadi kulit biji (spermodermis), kulit pusar telanjang umumnya hanya mempunyai satu
(funiculus), inti biji atai isi biji (nucleus integementum saja. Ketiga lapisan kulit biji
seminis)[2] seperti pada melinjo itu masing-masing
Pada dasarnya biji mempunyai susunan dinamakan, kulit luar (sarcotesta), biasanya
yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi tebal berdaging, pada waktu masih muda
dipergunakan nama-nama yang berlainan berwarna hijau, kemudian berubah menjadi
untuk bagian-bagian yang sama, misalnya : kuning, dan akhirnya merah. kulit tengah
Integumentum pada bakal biji, kalau sudah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan
menjadi biji merupakan kulit biji keras, berkayu, menyerupai kulit dalam
(spermodermis)[3] (endocarpium) pada buah batu. Kulit dalam
(endotesta), biasanya tipis seperti selaput,
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA UNMUL 2017
16 Mei 2017, Samarinda, Indonesia

serigkali melekat erat pada inti biji Pada kulit Metodologi Penelitian
luar biji itu masih dapat ditemukan bagian- Waktu dan Tempat
bagian lain, misalnya Sayap (ala), alat Praktikum morfologi biji dan anatomi biji ini
tambahan berupa sayap pada kulit luar biji, dan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 20 April
dengan demikian biji mudah dipencarkan oleh 2017 pada pukul 07.30-09.30 WITA di
angin, ch. pada spatodea (Spathodea Laboratorium Anatomi dan Sistematika
campanulata P.B.), kelor (Moringa oleifera Tumbuhan gedung G lantai 4 Fakultas
Lamk). Bulu (coma), yaitu penonjolan sel-sel Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
kulit luar biji yang berupa rambut-rambut yang Universitas Mulawarman, Samarinda,
halus, memudahkan biji ditiup oleh angin, ch. Indonesia.
pada kapas (Gossypium), biduri (Calotropis Alat dan Bahan
gigantean Dryand). Salut biji (arillus), yang Alat-alat yang digunakan pada percobaan
biasanya berasal dari pertumbuhan tali pusar, kali ini adalah silet, kaca object, kaca penutup,
misalnya pada biji durian (Durio zibethinus mikroskop, pipet tetes, dan beaker glass.
Murr), dll. Salut Biji semu (arillodium), seperti Sedangkan, bahan berupa biji padi (Oryza
salu biji, tetapi tidak berasal dari tali pusar. sativa), melinjo (Gnetum Gnemon), jengkol
Melainkan tumbuh dari bagian sekitar liang (Phitecelatium jiringa), petai (Parkia speciosa)
bakal biji (micropyle). Macis pada biji pala dan jagung (Zea mays) untuk diamati
sebenarnya adalah suatu salut biji semu. Pusar morfologinya dan biji jarak (Ricinus communis)
biji (hilus), yaitu bagian kulit luar biji bekas dan biji buncis (Phaseolus vulgaris) untuk
perlekatan dengan tali pusar, biasanya diamati anatominya.
kelihatan kasar dan mempunyai warna yang
berlainan dengan bagian lain kulit biji. Pusar biji Cara kerja
jelas kelihatan pada biji tumbuhan berbuah Cara kerja anatomi biji dengan cara mengiris
polong, misalnya ; Kacang panjang (Vigna tipis secara melintang bagian akar. Kemudian
Sinensis Edl), kacang merah (Phaseolus diletakan diatas kaca object glass lalu ditetesi
vulgaris L). Dll. Liang biji (micropyle), ialah liang setetes atau dua tetes air dan ditutupi dengan
kecil bekas jalan masuknya buluh serbuk sari cover glass. Diamati dibawah mikroskop
ke dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. dengan lensa perbesaran 40x10.
Tepi liang inii seringkali tumbuh menjadi badan
berwarna keputih-putihan, lunak, yang disebut Hasil dan Pembahasan
karunkula (caruncula). Jika badan yang berasal Adapaun hasil dari percobaan yang
dari tepi liang ini sampai merupakan salut biji, dilakukan yaitu:
maka disebut salut biji semu (arillodium).
Bekas-bekas pembuluh pengangkutan
(chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen
dengan nuselus, masih kelihatan pada biji
anggur (Vitis vinifera.L). Tulang biji (raphe),
yaitu tali pusar pada biji, biasanya hanya
kelihatan pada biji yang berasal dari bakal biji
yang mengangguk (anatropus), dan pada biji
biasanya tak begitu jelas lagi, masih kelihatan
misalnya pada biji jarak (Ricinus communis
L).[5]
Inti biji ialah semua bagian biji yang terdapat
di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti biji juga
dapat dinamakan isi biji. Lembaga (embryo),
yang merupakan calon individu baru, Putih
Lembaga (albumen), jaringan berisi cadangan
makanan untuk masa permulaan kehidupan
tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat Gambar 1.1 Padi (Oryza sativa)
mencari makanan sendiri.[6] Keterangan: 1. Buah (fruktus); 2. Lembaga; 3.
Oleh karena itu, dilakukan percobaan ini Endosperma; 4. Biji (semen); 5.
untuk mengetahui anatomi maupun morfologi Lemma; 6. Pellea.
dari biji. Dengan bahan-bahan berupa bahan
berupa biji padi (Oryza sativa), melinjo (Gnetum
Gnemon), jengkol (Phitecelatium jiringa), petai
(Parkia speciosa) dan jagung (Zea mays) untuk
diamati morfologinya dan biji jarak (Ricinus
communis) dan biji buncis (Phaseolus vulgaris)
untuk diamati anatominya. Sehingga dapat
diketahui bagian-bagian dari biji tersebut.
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA UNMUL 2017
16 Mei 2017, Samarinda, Indonesia

Gambar 1.2 petai (Parkia speciosa) Gambar 1.5 biji buncis (Phaseolus vulgaris)
Keterangan: 1. Testa; 2. Embrio; 3. Pucuk Keterangan: 1. Embrio; 2. Radikula; 3.
lembaga; 4. endosperm Endosperm; 4. Testa; 5. Epidermis; 6.
Parenkim; 7. Amilum.

Gambar 1.3 Jagung (Zea mays)


Keterangan:1. Eksokarpium; 2. Mesokarpium; Gambar 1.6 jengkol (Phitecelatium jiringa)
3. Endokarpium; 4. Sisa benang Keterangan: 1. Sklerotesta; 2. Semen; 3.
sari; 5. Biji (semen); 6. Buah Endosperm; 4. Embrio; 5. Tali
(fruktus); 7. Embrio; 8. pusar (funcutus)
Endosperm; 9. Daun pelindung.

Gambar 1.7 melinjo (Gnetum Gnemon)


Keterangan: 1. Sarcotesta; 2. Sklerotesta; 3.
Endotesta; 4. Endosperm; 5.
Buah (fructus); 6. Embrio; 7.
Tangkai buah; 8. Semen.
Berdasarkan atas percobaan yang telah
Gambar 1.4 biji jarak (Ricinus communis) dilakukan dengan bahan-bahan berupa biji padi
Keterangan: 1. Dinding sel; 2. Sitoplasma; 3. (Oryza sativa), melinjo (Gnetum Gnemon),
Aleuron; 4. Membran sel. jengkol (Phitecelatium jiringa), petai (Parkia
speciosa) dan jagung (Zea mays) untuk diamati
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA UNMUL 2017
16 Mei 2017, Samarinda, Indonesia

morfologinya dan biji jarak (Ricinus communis) Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal
dan biji buncis (Phaseolus vulgaris) untuk berdaging, pada waktu masih muda berwarna
diamati anatominya. Didapatkan hasil yaitu, hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan
Pada percobaan dengan biji padi (Oryza akhirnya merah. Kulit tengah (sclerotesta),
sativa), diketahui bahwa pada biji ini memiliki 6 suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu,
bagian berupa lembaga, biji, lemma, pellea, menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada
dan buah. Menurut[5] pada pembentukan kulit buah batu. Kulit dalam (endotesta), biasanya
biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang tipis seperti selaput, serigkali melekat erat pada
lebih dalam daripada integumentumnya, inti biji.
misalnya lain bagian jaringan nuselus yang Pada percobaan dengan biji melinjo,
terluar. Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan didapatkan bagian berupa sarcotesta,
itu umumnya adalah biji tumbuhan biji tertutup sklerotesta, endotesta, endosperm, buah,
(Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang embrio, tangkai buah, dan semen. Menurut[5]
(Gymnospermae). yang menyatakan bahwa pada biji belinjo
Pada percobaan dengan bahan berupa (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji
petai (Parkia speciosa), diketahui bahwa pada tumbuhan biji telanjang umumnya hanya
biji ini memiliki bagian berupa testa, embrio, mempunyai satu integementum saja. Ketiga
pucuk lembaga, dan endosperm. Dimana lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-
menurut[4] Kulit biji berasal dari selaput bakal masing dinamakan:Kulit luar (sarcotesta),
biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya biasanya tebal berdaging, pada waktu masih
kulit biji (dari tumbuhan biji tertutup muda berwarna hijau, kemudian berubah
(Angiospermae) terdiri aras dua lapisan, yaitu menjadi kuning, dan akhirnya merah. Kulit
lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat
yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti dan keras, berkayu, menyerupai kulit dalam
kayu atau batu. Bagian ini merupakan (endocarpium) pada buah batu.
pelindung utama bagian biji yang di dalam. Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis
Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna seperti selaput, serigkali melekat erat pada inti
dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biji Pada kulit luar biji itu masih dapat
biru, perang, kehijau-hijauan, ada yang licin ditemukan bagian-bagian lain, misalnya
rata, mempunyai permukaan keriput. Kesimpulan
Pada percobaan ketiga dengan bahan Berdasarkan atas percobaan yang telah
berupa jagung (Zea mays), didapatkan bagian dilakukan, diketahui bahwa pada biji memiliki
yaitu eksokarpium, mesokarpium, endokarpium, lapisan-lapisan berupa testa, sklerotesta,
sisa benang sari, biji, embrio, endosperm, dan endotesta, dan sarcotesta. Pada biji pun
daun pelindung. terdapat tali pusar khususnya pada jengkol.
Pada percobaan dengan pengamatan Pada pengamatan anatomi biji jarak didapatkan
anatomi biji jarak (Ricinus communis), bagian berupa dinding sel, sitoplasma, aleuron,
didapatkan dinding sel, sitoplasma, aleuron, dan membran sel. Sedangkan pada anatomi
dan membran sel. Menurut[5] pada buncis didapatkan epidermis, parenkim, dan
pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta amilum.
bagian bakal biji yang lebih dalam daripada
integumentumnya, misalnya lain bagian Ucapan terima kasih
jaringan nuselus yang terluar.Biji yang kulitnya Pertama-tama penulis mengucapkan
terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji terimakasih kepada Allah SWT yang telah
tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada melancarkan dalam penulisan jurnal ini,
tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae). Terimakasih kepada Laboran Anatomi dan
Pada percobaan dengan menggunakan biji Sistematika tumbuhan yang telah menyiapkan
buncis (Phaseolus vulgaris) didapatkan bagian alat-alat laboratorium pada praktikum kali ini.
berupa embrio, radikula, endosperm, testa, Terimakasih pula kepada para asisten yang
epidermis, parenkim, dan amilum. Menurut[5] telah membina telah bersedia membagi ilmunya
pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut Terakhir, terimakasih pula kepada jalannya
serta bagian bakal biji yang lebih dalam praktikum kali ini dan Teman-teman saya
daripada integumentumnya, misalnya lain kelompok 4A atas diskusinya yang bermanfaat.
bagian jaringan nuselus yang terluar.Biji yang
kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya Referensi
adalah biji tumbuhan biji tertutup [1]. Darjanto, usih Satifah. 1982.
(Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang Pengetahuan Bunga dan Teknik
(Gymnospermae). Penyerbukan Silang Buatan. Jakarta:
Selanjutnya, pada percobaan dengan bahan Gramedia.
berupa jengkol (Phitecelatium jiringa) [2]. Hariana, Arif.2005.Tumbuhan Obat dan
didapatkan sklerotesta, semen, endosperm, Khasiatnya.Depok enebar Swadaya.
embrio, dan tali pusar (funcutus). Menurut[5]
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA UNMUL 2017
16 Mei 2017, Samarinda, Indonesia

[3]. Juliana.2007. Tanaman Obat.


Semarang : pustaka utama.
[4]. Mulyani, Sri dan Didik Gunawan. 2006.
Ramuan Tradisional untuk Penderita
Asma. Jakarta: PT. Penebar Swadaya
[5]. Rifa’I. 1976. Keanekaragaman
Tumbuhan. Malang: UM press.
[6]. Tjitrosoepomo, Gembong, 1984.
Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta :
UGM Press.
Jurnal Struktur dan Perkembangan Tumbuhan FMIPA UNMUL 2017
16 Mei 2017, Samarinda, Indonesia

LAMPIRAN