Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Topik : Pencegahan Kanker Serviks


Sub Topik : Pemeriksaan IVA dan Papsmear
Hari/ Tanggal :
Waktu :
Tempat : Madrasah RW.08
Sasaran : Ibu ibu di RW.08

A. LATAR BELAKANG
Berdasarkan hasil pengkajian di RW 08 GSS, ditemukan masalah kurangnya
pengetahuan dan kesadaran ibu ibu tentang pentingnya pemeriksaan IVA/PM untuk
menghindari penyakit kanker di wilayah rahim. Sebagian besar dokter ahli kandungan
menyarankan agar wanita melakukan pap smear secara teratur setahun sekali. Cara itu
bisa mendeteksi kanker pada stadium awal sehingga proses penyembuhan bisa
dilakukan.

Selain disebabkan oleh hubungan seksual, kanker serviks juga bisa tertular lewat
pemakaian handuk dan pakaian dalam. Namun hampir 99 persen disebabkan oleh
hugungan seksual, dan sekitar 80 persen wanita beresiko terinfeksi HPV. Virus HPV
tipe 16 dan 18 merupakan virus yang paling bandel dan kemunculannya tidak
menimbulkan gejala tertentu. Sebelum divaksinasi, dilakukan dulu papsmear dirumah
sakit yang menyediakan layanan itu.
.
Selain pap smear, melakukan pemeriksaan dengan metode Inspeksi Visual Asam
Asetat (IVA) juga bisa dilakukan sebelum diberikan vaksin. Wanita yang belum
pernah berhubungan seksual bisa divaksinasi tanpa pemeriksamaan pap smear dan
IVA. Karena vaksinasi kanker serviks disarankan sudah dilakukan sejak usia 10 tahun
sampai 45 tahun (sebelum memopause). Jika wanita sudah menopause dan ibu hamil,
tidak disarankan lagi untuk melakukan vaksinasi.
B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan materi, peserta/sasaran mampu memahami tentang pentingnya
pemeriksaan IVA/PM untuk pencegahan Kanker serviks.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah penyampaian materi, peserta/sasaran mampu:
a. Menyebutkan pengertian Kanker Serviks
b. Menjelaskan penyebab dan tanda gejala Kanker Serviks
c. Menjelaskan cara pencegahan Kanker serviks
d. Menjelaskan tentang pemeriksaan IVA dan Papsmear

C. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

D. MEDIA
1. Leaflet
2. Power point

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan Sasaran
1 Pembukaan 5 menit a. Memberi salam Mendengarkan dan
b. Memberi pertanyaan memperhatikan
apersepsi
c. Menjelaskan tujuan
penyuluhan
d. Menyebutkan
materi/pokok bahasan
yang akan
disampaikan
2 Pelaksanaan 20 menit Menjelaskan materi Mendengarkan dan
penyuluhan secara menyimak
berurutan dan teratur
Materi:
a. Menyebutkan
pengertian Ca.Serviks
b. Menjelaskan penyebab
dan tanda gejala
Ca.serviks
c. Menjelaskan cara
pencegahan Ca,serviks
d. Menjelaskan
pengertian IVA/PM
3 Evaluasi 5 menit a. Menyimpulkan inti - Peserta bertanya
penyuluhan mengenai
b. Menyampaikan secara masalah yang
singkat materi belum dipahami
penyuluhan - Peserta
c. Memberi kesempatan menjawab
kepada keluarga untuk pertanyaan
bertanya
d. Memberi kesempatan
kepada keluarga untuk
menjawab pertanyaan
yang dilontarkan

4 Penutup 5 menit a. Menyimpulkan materi Memperhatikan dan


penyuluhan yang telah menjawab salam
disampaikan
b. Menyampaikan terima
kasih atas perhatian
dan waktu yang telah
di berikan kepada
peserta
c. Mengucap salam

F. EVALUASI
1. Evaluasistruktur:
- Klien ikut dalam kegiatan penyuluhan.
- Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di madrasah RW.08
2. Evaluasi proses :
- Klien antusias terhadap materi penyuluhan.
- Klien terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).
3. Evaluasi Hasil
a. Menyebutkan pengertian Kanker Serviks
b. Menjelaskan penyebab dan tanda gejala Kanker Serviks
c. Menjelaskan cara pencegahan Kanker serviks
d. Menjelaskan tentang pemeriksaan IVA dan Papsmear

G. LAMPIRAN MATERI
Terlampir
H. REFERENSI
Mansjoer, Arif M. 2000, Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3, Jakarta : Media
Aesculapius.
Manuaba , I.B.G. 1999, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta : EGC.
Pernamasari, Rieke. (2006). Cegah Kanker Serviks Dengan Vaksinasi Dan Pap’s
Smear. Diambil 18 April 2008. Copyright © 2006 all Rights Reserved all
Contents and Design are Copyrighted
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Bunga Rampah Obstetri dan Ginekologi Sosial.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Ramli, Dkk, 2000, Deteksi Dini Kanker, Jakarta : FKUI.
Republika Contributor. (2008). Kanker Serviks, Cegah Sebelum Terlambat. Diambil
04 Desember 2007,http : // www. republika.com..
Varney, Helen. 2007, Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4, Jakarta : EGC.
MATERI PENYULUHAN
PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

A. PENGERTIAN KANKER SERVIKS


Pengertian Kanker serviksadalah Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor
ganas pada daerah mulut rahim yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang
merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang
senggama wanita (vagina). Sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang
tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya. Kanker ini 99,7%
disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher
rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker
ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

B. PENYEBAB DAN TANDA GEJALA KANKER SERVIKS


Penyebab terjadinya kanker serviks :
1. Hubungan seksual pertama kali pada usia dini (umur < 16 tahun).
2. Sering berganti-ganti pasangan (multipatner sex).
3. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18.
4. Infeksi Herpes Simpleks Virus (HSV) tipe 2
5. Wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali
6. Wanita merokok, karena hal tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh.
7. Makanan yang mengandung karsinogen
8. Faktor lingkungan
Gejala-gejala yang perlu diperhatikan saat pemeriksaan:
1. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. Getah yang keluar dari vagina
ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan.
2. Perdarahan setelah sanggama (post coital bleeding) yang kemudian berlanjut
menjadi perdarahan yang abnormal.
3. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause.
4. Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang
panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi
hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
5. Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis
C. PENCEGAHAN KANKER SERVIKS
Bentuk pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks :
1. Lakukan pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk
merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena,
vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher
rahim.
2. Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat
meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
3. Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
4. Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan
menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
5. Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
6. Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV. Vaksin
HPV dapat mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18. Dan dapat diberikan mulai dari
usia 9-26 tahun, dalam bentuk suntikan sebanyak 3 kali (0-2-6 bulan).
7. Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini
dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya
untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.kegiatan
gerakan masyarakat hidup sehat.
8. Secara rutin melakukan pemeriksaan pap smear atau alternatif tes IVA yang lebih
murah.

D. INFORMASI TENTANG IVA DAN PAP SMEAR


1. PENGERTIAN IVA
IVA merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat
langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim
dengan larutan asam asetat 3-5% (Wijaya Delia, 2010). Laporan hasil konsultasi
WHO menyebutkan bahwa IVA dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker (high-
Grade Precanceraus Lesions) dengan sensitivitas sekitar 66-96% dan spesifitas
64-98%. Sedangkan nilai prediksi positif (positive predective value) dan nilai
prediksi negatif (negative predective value) masing-masing antara 10-20% dan
92-97% (Wijaya Delia, 2010).
Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatife dari pap
smear karena biasanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan
peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter
ginekologi. Prosedur IVA dapat dilakukan di puskesmas seluruh Jakarta, terutama
puskesmas kecamatan. Biaya yang dikenakan hanya Rp 25 ribu dengan kartu
BPJS. Di rumah sakit pun bisa, tetapi pastikan rumah sakit yang memiliki
spesialis kandungan. Biaya melakukan prosedur ini di rumah sakit berkisar antara
Rp 125 ribu sampai Rp 200 ribu. Catatan: BPJS Kesehatan telah meluruskan
bahwa pap smear dan IVA untuk peserta JKN-KIS tidak dipungut biaya alias
gratis.
Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks
yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas
dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat
diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal.
Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-
perubahan pada jaringan epitel.
Serviks yang diberi larutan asam asetat 5% akan merespon lebih cepat
daripada larutan 3%. Efek akan menghilang sekitar 50-60 detik sehingga dengan
pemberian asam asetat akan didapat hasil gambaran serviks yang normal (merah
homogen) dan bercak putih (displasia) (Novel S Sinta,dkk,2010).
JADWAL IVA
Program Skrining Oleh WHO :
a. Skrining pada setiap wanita minimal 1 kali pada usia 35-40 tahun
b. Kalau fasilitas memungkinkan lakukan tiap 10 tahun pada usia 35-55 tahun
c. Kalau fasilitas tersedia lebih lakukan tiap 5 tahun pada usia 35-55 tahun
(Nugroho Taufan, dr. 2010)
d. Ideal dan optimal pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 25-
60 tahun.
e. Skrining yang dilakukan sekali dalam 10 tahun atau sekali seumur hidup
memiliki dampak yang cukup signifikan.
f. Di Indonesia, anjuran untuk melakukan IVA bila : hasil positif (+) adalah 1
tahun dan, bila hasil negatif (-) adalah 5 tahun

SYARAT MENGIKUTI TEST IVA


a. Sudah pernah melakukan hubungan seksual
b. Tidak sedang datang bulan/haid
c. Tidak sedang hamil
d. 3x24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

KATEGORI IVA
Menurut (Sukaca E. Bertiani, 2009) Ada beberapa kategori yang dapat
dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:
a. IVA negatif = menunjukkan leher rahim normal.
b. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya
(polip serviks).
c. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini
yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA
karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia
ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).
d. IVA-Kanker serviks = Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan
stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian
akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini
(stadium IB-IIA).seksual

2. PENGERTIAN PAP SMEAR


Pap Test (Pap Smear) adalah pemeriksaan sitologik epitel porsio dan
endoservik uteri untuk penentuan adanya perubahan praganas maupun ganas di
porsio atau servik uteri (Tim PKTP,RSUD Dr. Soetomo/ FK UNAIR, 2000).
Sedangkan menurut Hariyono Winarto dalam seminarnya pada tanggal 05-10-
2008 tentang Pap Smear Sebagai Upaya Menghindari Kanker Leher Rahim Bagi
Wanita Usia Reproduksi, pengertian Pap Test (Pap Smear) adalah suatu
pemeriksaan dengan cara mengusap leher rahim (scrapping) untuk mendapatkan
sel-sel leher rahim kemudian diperiksa sel-selnya, agar dapat ditahui terjadinya
perubahan atau tidak. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pap
Smear adalah pemeriksaan usapan pada leher rahim untuk mengetahui adanya
perubahan sel-sel yang abnormal yang diperiksa dibawah mikroskop.

SASARAN PAP SMEAR


1) Ahli-ahli di Marie Stopes International menganjurkan agar kita melakukan
Pap Smear setiap tahun baik wanita yang sudah menikah atau wanita yang
sudah pernah melakukan hubungan seksual.
2) American Cancer Society petulisannya :” Cancer Related Health Check Up “
menganjurkan sebagai berikut :
- Pap test setahun sekali bagi wanita antara umur 40-60 tahun dan juga
bagi wanita di bawah 20 tahun yang seksual aktif.
- Sesudah 2x pap test (-) dengan interval 3 tahun dengan catatan bahwa
wanita resiko tinggi harus lebih sering menjalankan pap test (Tim PKTP,
RSUD Dr. Soetomo / FK UNAIR,2000)
3) The British Medical Association Family Health Encyclopedia menganjurkan
bahwa seseorang wanita harus melakukan Pap Smear dalam 6 bulan setelah
pertama kali melakukan Pap Smear dalam 6 bulan setelah pertama kali
melakukan hubungan seksual, dengan Pap Smear kedua 6-12 bulan setelah
Pap Smear pertama dan hasil diberikan adalah normal pada selang waktu 3
tahunan selama masa hidupnya.

SYARAT PENGAMBILAN PAP SMEAR

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan Pap Smear
adalah sebagai berikut :

1) Waktu pengambilan minimal 2 minggu setelah menstruasi dimulai dan


sebelum menstruasi berikutnya.
2) Berikan informasi sejujurnya kepada petugas kesehatan tentang riwayat
kesehatan dan penyakit yang pernah diderita
3) Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam 3x24 jam sebelum pengambilan
bahan pemeriksaan
4) Pembilasan vagina dengan macam-macam cairan kimia tidak boleh
dikerjakan dalam 24 jam sebelumnya.
5) Hindari pemakaian obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina 48 jam
sebelum pemeriksaan.
6) Bila anda sedang minum obat tertentu, informasikan kepada petugas
kesehatan, karena ada beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi hasil
analisis sel. (Republika. C, 2007).