Anda di halaman 1dari 15

STUDI LIT-BANG MANAJEMEN GEREJA GSJA IMANUEL NGADIROSO

PAPER

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan

memenuhi salah satu syarat akademik

dalam mata kuliah

MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI GEREJA

Oleh:

KRISNAWAN

NIM: 15886

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BEREA

SALATIGA

OKTOBER 2017
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................................1

Latar belakang........................................................................................................................1

Pengertian Manajemen...........................................................................................................2

Pentingnya Manajemen Gereja...............................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................4

Identifikasi masalah................................................................................................................4

Manajemen personalis............................................................................................................4

Manajemen produksi..............................................................................................................5

Manajement keuangan............................................................................................................5

Manajemen pemasaran...........................................................................................................6

Pemecahan masalah................................................................................................................7

Management Personalis......................................................................................................8

Management produksi.........................................................................................................9

Management pemasaran.....................................................................................................9

BAB III PENUTUP..................................................................................................................11

Kesimpulan...........................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................12

1
BAB I. PENDAHULUAN

Latar belakang

Pada zaman dewasa ini, dapat dilihat bahwa banyak gereja-gereja yang mengalami

perubahan baik dalam sistem kepemimpinan maupun dalam manajemennya. Hal ini juga

dapat dikatakan sebagai sebuah transformasi menuju kepada postmodern. Dengan adanya

kepemimpinan dan menajemen ini, sangat mempengaruhi bagaimana sebuah gereja akan

mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan suatu gereja dapat diukur dari manajemen dari gereja

tersebut. ketika dalam suatu gereja memiliki manajemen yang baik akan membuat gereja

tersebut semakin bertumbuh. Sebaliknya jika managemen dari gereja tersebut buruk maka

akan membuat gereja tersebut tidak dapat bertumbuh. Dengan demikian maka kedua hal

tersebut tidak dapat dipisahkan apabila sebuah gereja ingin mengalami pertumbuhan. Kedua

hal ini saling berhubugan satu dengan lainnya.

Di dalam sebuah gereja, kepemimpinan dan manajemen tidak bisa dipisahkan.

Apabila dalam sebuah gereja tidak memiliki kedua hal ini, maka gereja belum bisa dikatakan

sebagai sebuah gereja. Hal ini dikarenakan sebuah gereja pasti memerlukan kedua hal ini.

Namun, kecenderungan dalam gereja-gereja pada zaman ini, tidak memaksimalkan kedua hal

tersebut bahkan ada gereja yang tidak memperhatikan kedua hal tersebut. Hal ini membuat

gereja kehilangan sebuah kehilangan sebuah tujuan. Dengan demikian, paper ini akan

menjelaskan apa yang menjadi masalah dalam gereja dengan sistem management? Mengapa

sistem management tidak maksimal dengan baik? Bagaimana solusinya supaya management

itu bisa berjalan dengan baik?

STT Berea | 1
Melalui pertanyaan di atas, peper ini akan berusaha menjelaskan dengan baik,

sehingga memberikan pemahaman yang baik bagi gereja serta mampu diterapkan dalam

gereja lokal.

Pengertian Manajemen

Kata manajemen berasal bahasa latin “manus” yang memiliki arti “tangan”

manajemen berarti cara menangani suatu tugas. Mamajemen juga dapat diartikan sebagai

suatu tindakan menangani, mengontrol dan mengarahkan sesuatu pekerjaan melalui dan

bekerja sama dengan orang lain di dlam suatu institusi atau lembaga maupun suatu

perusahaan.1 Sedangkan dalam KBBI menuliskan bahwa manajemen merupakan proses

penggunaan sumber daya secara efektif dan efesien untuk mencapai sasaran.2 Dengan adanya

penjelasan tersebut, sangat jelas bahwa manajemen tersebut mencangkup keseluruhan aspek

kehidupan baik itu dalam kehidupan secara pribadi maupun dalam kehidupan kelompok,

seperti gereja, perusahaan, dll. selain pengertian tadi, terdapat juga beberapa pengertian

mengenai manajemen menurut para ahli-ahli management yang paling terkenal seperti

George Terry. George Terry berpendapat bahwa management adalah pencapaian tujuan

organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya dengan menggunakan bantuan orang lain.3

Melalui pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa puncak dari manajemen ialah bgaiman

mencapai sebuah tujuan itu secara efektif dan efisien.

1P. Octavianus, Manajemen dan Kepemimpinan Menurut Wahyu Allah, (Malang: YPPII-Gandum Mas,
1994), 1-2.

2 W. J. S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1953), 1035.

3Diktat Management hal 1.


STT Berea | 2
Dalam kekristenan mempunyai menejemen yang berbeda dengan manajemen seluler.

Manajemen kristen adalah manajemen yang berasal dari Firman Tuhan sebagaimana tertulis

dalam Alkitab, tatapi buakan berarti Alkitab adalah buku pelajaran manajemen.4 Melalui hal

ini gereja tidaklah melupakan manajemen seluler, namun manajemen seluler hanya sebagai

paduan saja, sehingga manajemen dalam gereja tersebut akan menjadi lebih baik. Dengan

adanya menejemen akan mengejarkan untuk dapat berfikir secara strategis dalam hubungan

dengan firman Tuhan, meliputi antara lain harus memiliki visi kedepan, ide dan kreativitas

yang terus dikembangkan, saran atau nasihat yang positif, efektivitas dan efesiensi kerja

sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pentingnya Manajemen Gereja

Gereja merupakan suatu organisasi yang pastinya mempunyai suatu tujuan. Bila

dilihat dari pengertian gereja menurut Alkitab adalah orang-orang yang mencari Allah,

diselamatkan dan dipersiapkan Allah untuk menjadi rekan sekerja-Nya dalam melaksanakan

misi Alah di dunia ini. Gereja sendiri bukan hanya merupakan kumpulan dari orang-orang

(eklesia: Kisah Para Rasul 19:32,39,40). Dengan demikian gereja harus mempunyai

manajemen yang baik dan transparan. Apabila gereja tidak memiliki manajeman yang baik

dan transparan maka gereja akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan fungsi-

fungsinya sebagai gereja.

Gereja yang tidak memiliki manajemen yang baik, gereja tersebut akan bergantung

hanya kepada kemampuan dan karisma pemimpin mereka. Gereja akan terus mengalami

pertambahan jiwa. Ketika jemaat dalam sebuah gereja bertambah banyak maka persoalan

yang akan terjadi di gereja tersebut juga semakin kompleks. Dalam masalah ini, manajemen

Sugiyanto Wiryoputro, Dasar-dasar Manajemen Kristiani, (Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 2004), 4.
STT Berea | 3
sangat diperlukan dan juga memiliki fungsi untuk dapat membantu dalam mengatasi

permasalahan yang kompleks dalam gereja tersebut.

BAB II. PEMBAHASAN

Identifikasi masalah

Dalam mengidentifikasi masalah dalam sebuah gereja lokal, maka harus

memperkatikan dua fungsi dari manajemen tersebut. Kedua fungsi tersebut adalah fungsi

operatif dan fungsi sekunder. Kedua fungsi ini akan menjadi pilar atau penopang untuk

membangun sebuah manajemen dalam gereja tersebut. Untuk membangun dan menopang

sistem manajemen dalam sebuah gereja maka memerlukan segala sesuatu sehingga dapat

mencapai tujuan gereja yaitu melaksanakan amanat agung dan menjadi rekan sekerja Allah

untuk membangun Kerajaan Allah dimuka bumi ini. Untuk itu, penulis meneliti sebuah

gereja lokal dengan tujuan mengetahui bagaimana sistem manajemen dalam gereja tersebut.

Manajemen personalis

Alamat Gereja : Dsn. Ngadiroso, Ds. Wonokerso, Kec. Pringsurat, Kab. Temanggung

Nama Gereja : GSJA Imanuel Ngadiroso

Jumlah jemaat : 150 orang

STT Berea | 4
Gembala Sidang : Pdt. Ruben Gunawan

Staf gereja : tidak ada full timer

Pengurus Jemaat

Kaum muda : Sdra. Supriyadi


Sekolah Minggu : Ibu Rejekiah

Manajemen produksi

Kegiatan gereja

Ibadah umum :07:00-90:00 WIB

Kaum muda :19:00-20:30 WIB

Sekolah minggu : 09.00-11.00 WIB

kerja bakti di gereja : Setiap hari Sabtu

Fasilitas Gereja

GSJA Imanuel Ngadiroso memiliki sebuah gedung gereja dengan kapasitas sekitar

200 orang. Gereja ini memiliki peralatan musik yang sudah lengkap yaitu kayboard, gitar,

bass dan drum. Gereja ini memiliki gedung tersebut kurang lebih sekitar 6-7 tahun yang lalu.

Sebelumnya gereja tersebut memiliki gedung gereja yang hanya berkapasitas sekitar 150

orang. Namun, walaupun gereja tersebut sudah miliki gedung gereja sendiri, gereja tersebut

belum terdapat pastori. Hal ini dikarenakan lahan gereja yang sempit, selain itu gereja

STT Berea | 5
tersebut juga berada di tengah-tengah pemungkiman warga sehingga belum ada pastori dalam

gereja tersebut.

Dengan adanya fasilitas gereja ini dapat membawa jiwa-jiwa baru masuk, untuk

berasama-sama beribadah kepada Tuhan. Dalam gereja ini tidak ada yang spesifik yang harus

dijangkau. Hal ini berarti bahwa gereja GSJA Imanuel dalam penjangkauan jiwa-jiwa baru

terjadi secara menyeluruh, baik yang muda, tua, dan anak-anak.

Manajement keuangan

Didalam gereja GSJA Imanuel Ngadiroso memiliki manajemen keuangan dan biasanya hal

itu dikeluarkan untuk keperluaan tertentu. Dalam penggunaan keuangan gereja biasanya

digunakan untuk keperluan seperti: pembelian peralatan musik, untuk biaya pembangunan

gereja, untuk uang sosialisasi misalnya ketika ada jemaat yang sakit atau anggota keluarga

yang meninggal maka uang tersebut akan digunakan. Selain itu penggunaan keuangan gereja

juga sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang berhumungan dengan komisi yang ada

di gereja, serta digunakan untuk uang transport ketika mendapat undangan untuk mengikuti

KKR.

Dalam gereja ini juga memiliki manajemen yang bagus. Hal ini terlihat dari perincian

keuangan yang baik. Selain itu, manajemen dalam gereja GSJA Imanuel Ngadiroso ini terjadi

secara transparan. gereja selalu mengumumkan keuangan yang dikelola oleh bendahara

gereja. dengan manajemen yang demikian yang dimiliki oleh gereja GSJA Imanuel

Ngadiroso ini, penulis melihat bahwa dengan manajemen yang demikian membuat kegian-

kegiatan yang dilakukan di gereja GSJA Imanuel dapat terlaksana dengan baik.

STT Berea | 6
Manajemen pemasaran

Dalam gereja GSJA Imanuel Ngadiroso ini, memiliki pemasaran yang kurang baik.

Kebanyakan dalam gereja ini lebih menekankan pamasaran di dalam gereja saja. Gereja ini

kurang mengadakan pemesaran diluar, sehingga pertambahan jiwa dalam gereja ini terjadi

sangat lambat. Bentuk pemasaran yang dilakukan di dalam gereja GSJA Imanuel Ngadiroso

ini merupakan bagian dari tujuan gereja itu sendiri. Bentuk pemasaran yang berada di dalam

gereja ini anatara lain dengan melakukan pelatihan musik bagi anak-anak sekolah minggu

dan juga untuk anak-anak kaum muda, mengajarkan kaum muda untuk menjadi worship

leader yang baik, mengadakan regenerasi untuk mengajar anak-anak di sekolah minggu.

Sedangkan untuk pemasaran yang bi luar melakukan olah raga bareng, jalan keliling dusun

bersama-sama serta kerja bakti. Namun, dalam pemasaran di luar ini seringnya dilakukan

oleh kaum muda gereja tersebut, sedangkan untuk jemaat yang sudah berkelauarga biasanya

hanya kerja bakti saja.

Dari pemasaran yang diadakan oleh gereja terebut sangat bermasnfaat karena melalui

pemasan ini banyak kaum muda menjadi lebih antusias untuk melayani Tuhan melalui talenta

musik mereka. Selain itu, dengan adanya pemasaran ini membuat banyak masyarakat melihat

apa yang dilakukan oleh gereja sehingga mereka tertarik untuk masuk kegereja beribadah di

gereja GSJA Imanuel Ngadiroso.

Pemecahan masalah

Dari penjelasan sebelumnya maka dapat melihat dampak dari setiap management.

Setiap management memiliki standar masing-masing tetapi mempunyai hubungan yang

saling berkaitan dengan manajemen lainnya karena dalam sebuah Gereja harus mempunyai

manajemen. Dalam penjelasan sebelumnya telah dijelaskan secara detail bagian-bagian dari

setiap manajemen. Oleh sebab itu, yang menjadi titik fokus dalam bagian ini ialah dampak

STT Berea | 7
manajement tersebut terhadap perkembangan atau pertambahan jiwa yang baerada di dalam

gereja tersebut. Dalam bagian ini akan menjelaskan yang menjadi dampak sehingga

pertambahan jiwa-jiwa baru dapat terjadi dalam gereja tersebut.

Selama berdirinya gereja ini sudah banyak hal yang dilakukan untuk menigkatkan

kualitas dan kuantitas dalam gereja tersebut. Selama ini penulis mengamati bahwa dalam

meningkatkan kualitas gereja tersebut sudah dilaksanakan dengan baik di dalam

kepemimpinan pendeta yang sebelumnya. Namun, dalam kepemimpinan gereja yang

sekarang ini mengalami suatu penurunan. Masih ada hal-hal yang belum terlaksana karena

kurang insiatif dari jemaat itu dan juga mengenai waktu. Mengapa demikian? Karena dalam

persekutuan ini mayoritas yang menjadi jemaat ialah orang-orang yang sudah tua atau orang

yang sudah lansia. Jemaat yang barada di gereja kebanyakan mementingkan diri mereka

sendiri dan kurang memili inisiatif untuk mengadakan sesuatu dalam gereja tersebut. dengan

demikian manajeman yang berada di gereja GSJA Imanuel Ngadiroso belum terjadi secara

maksimal.

Management Personalis

Dari tada yang diperoleh diatas ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu

kebutuhan akan tenaga kerja atau staf yang menjadi full timer di dalam gereja GSJA Imanuel

Ngadiroso. Di dalam gereja ini, setiap bagian atau setiap komisi hanya mengatur kegiatan-

kegitan yang dilakukan setiap minggunya. Tidak ada staf yang menggendalikan atau

mengatur tentang semua kegiatan-kegiatan yang berada di gereja ini. Gereja ini memiliki

suatu kekurangan dalam manajemen personalia ini yaitu tidak adanya tim kunjungan bagi

jemaat-jemaat yang tidak berangkat ibadah hari minggu. Dengan adanya hal ini pertumbuhan

jemaat menjadi lebih lambat. Meskipun demikian, dalam bidang lain gereja ini sudah baik

dalam memanajemen apa yang ada di gereja tersebut. Menurut Greg Soetomo dalam bukunya

STT Berea | 8
yang berjudul “Management On Church” mengatakan bahwa fungsi untuk mengelola pekerja

dan pekerjaan artinya memperluas pekerjaan serta memberi ruang dan tantangan yang lebih

luas kepada para pekerja.5 Dari hal ini, penulis menghimbau kepada pihak gereja untuk dapat

mengadakan atau memilik seseorang yang mau untuk mengatur setiap kegiatan-kegiatan yang

ada serta mau untuk mengunjungi jemaat yang tidak berangkat ibadah hari minggu.

Ketika Gereja memiliki jumlah karyawan dan rekan kerja meningkat atau ketika

Gereja sebagai organisasi bertambah divisi atau bagian, namun tetap menuntut kerja sama,

komunikasi dan hubungan. Management menjadi tumpuan agar tumbuh yang berkembang

dengan besar dan tetap berdiri dan berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, dalam sebuah gereja

harus memiliki pekerja sebab tanpa rekan kerja dalam sebuah gereja atau persekutuan maka

tidak berjalan dengan lancar dan maksimal.

Management produksi

Gereja GSJA Imanuel Ngadiroso mempunyai hasil produksi yang berkualitas secara

menajemen produksi karena dalam gereja ini menekankan sebuah regenerasi dalam

pelayanan baik dalam pelayanan musik maupun dalam pelayanan sekolah minggu. Gereja ini

memiliki dua produksi baik di dalam gereja itu sendiri maupun di luar gereja tersebut.

kegiatan yang mereka hasilkan dari dalam ialah ibadah umum, komsel kaum muda, sekolah

minggu, kaum wanita dan kaum pria, serta latihan musik. Sedangkan diluar gereja tersebut

adalah olah raga bersama, olah raga yang sering dilakukan adalah jalan pagi. Selain itu

kegiatan yang dihasilkan di luar gereja tersebut adalah kerja bakti membersihkan lingkungan

5 Greg Soetomo, Management On Church, (Jakarta: OBOR, 2007), 8.


STT Berea | 9
gereja bahkan lingkungan dusun dimana gereja tersebut berdiri. Dari hasil-hasil ini, penulis

menghimbau kepada pengurus gereja ini untuk meningkatkan produksi-produksi yang telah

ada saat ini serta menambah kegiatan-kegitan lainnya, sehingga lebih lagi diterima oleh

masyarakat dimana gereja ini berdiri. Namun, kegiatan-kegiatan yang diakukan haruslah

lebih banyak di luar gereja bukan hanya berfokus di dalam gereja saja. Melalui hal ini, orang

yang belum mengnal Tuhan akan menerima gereja sehingga gereja bisa berperan dalam

melaksanakan Amanat Agung Allah, yaitu menjadikan semua bangsa murid Tuhan (Matius

28:19).

Management pemasaran

Dalam makalah ini yang menjadi suatu fokus atau perhatian adalah menajemen

pemasaran. Jika dilihat dalam konteks pelayanan manajemen ini sangatlah penting, karena

dengan adanya manajemen pemasaran ini akan membuat pelayanan dalam gereja tersebut

menjadi lebih efektif dan lebih efisien.

Manajement pemasaran merupakan manajemet yang sangat berdampak didalam

gereja tersebut, meskipun dalam gereja tersebut hanya terdapat manajemen pemasaran di

dalam gereja saja tidak ada pemasaran di luar gereja. Mengapa didalam gereja tersebut

mempunyai manajemen pemasaran yang bagus karena selain mempunyai Sumber Daya

Manusia yang cukup, management keuangan yang baik, dan mempunyai manajemen

produksi yang sangat berkualitas namun disamping itu semua yang sangat berpengaruh dalam

persekutuan ini ialah manajemen pemasaran. Contoh manajemen pemasaran yang dilakukan

di gereja tersebut salah satunya adalah dengan mengadakan pelatihan musik kepada anak-

anak sekolah minggu dan juga kaum muda. Dengan hal ini membuat membuat anak-anak

sekolah minggu bahkan kaum muda pun memiliki semangat untuk melayani. Dari berbagai

pemasaran yang dilakukan di dalam gereja tersebut yang paling efektif untuk dapat

STT Berea | 10
menjangkau kaum muda untuk melayani Tuhan adalah dengan melakukan pelatihan musik

setiap minggu. Selain itu uga dapat pula dilakukan olah raga bersama. Dengan olah raga

bersama ini, juga dapat menjadi cara untuk menjangkau kaum muda yang belum mengenal

Tuhan.

Sangat singkron dengan apa yag dikatakan oleh Pater Wagner dengan memberikan

sebuah penyataan tentang dunia ini sebagai kelompok-kelompok orang yang membutuhkan

Yesus Kristus.6 Dari pernyataan diatas merupakan hal yang sama dengan apa yang pikirkan

oleh jemaat-jemaat dalam menjangkau anak muda lewat pemasaran-pemasaran yang mereka

telah lakukan. Dalam pandangan jemaat-jemaat yang ada didalam gereja tersebut insiatif

dan mempunyai konsep bahwa apa yang mereka lakukan didalam dunia ini merupakan

amanat Agung sama sepeti yang dikatakan didalam Matius 28:19-20.

BAB III. PENUTUP

Kesimpulan

Melalui pembahasan diatas penulis menyimpukan bahwa didalam gereja ketika

memiliki kepemimpinan yang baik dan manajemen yang baik, maka di dalam gereja akan

memiliki dampak yang luar biasa. Namun, sebaliknya kalau gereja tersebut mengalami hal

yang tidak demikian maka akan hancur. Dari pengamatan yang telah dilakukan terhadap

gereja tersebut memiliki dasar yang bagus bahwa semua yang dilakukan gereja dalah untuk

6Peter Wagner, Strategi Perkembangan Gereja, (Malang: Gandum Mas, 1998), 157.
STT Berea | 11
menjalankan amanat Agung Allah. Melalui manajemen yang ada di gerja GSJA Imanuel ini

dapat membawa suatu perubahan atau dampak yang saat baik untuk menyadarkan dan

mendorong kaum muda untuk melayani Tuhan.

Jadi hal yang bisa kita pelajari dari persekutuan ini ialah memaksimalkan setiap

management dengan baik walaupun masih ada kekurangan dan selalu memiliki konsep

Kerajaan Allah bukan kerajaan sendiri. Kekurangan dan kekuatan dalam gereja tersebut

harus selalu dievaluasi sehingga mengetahui mana yang harus ditinggalkan dan yang perlu

ditingkatkan lagi. Untuk itu dengan kekuatan dari setiap manajemen bisa membuat gereja

semakin baik dan berkembang secara kuantitas maupun secara kualitas. Kedua hal ini sangat

diperluakan dalam perkembangan sebuah gereja. Selain itu, satu hal yang dapat dipelajari

bahwa ketika gereja gagal untuk mengatur manajemen sama saja sereja tersebut sedang

merencanakan kegagalan dalam gereja tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Octavianus, P. Manajemen dan Kepemimpinan Menurut Wahyu Allah. Malang: YPPII-

Gandum Mas, 1994.

Poerwadarminta, W. J. S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka, 1953.

Salimpurwito, David WB. Diktat Management Gereja. Salatiga: STT Berea, 2017.

STT Berea | 12
Soetomo, Greg. Management On Church. Jakarta: OBOR, 2007.

Wagner, Peter. Strategi Perkembangan Gereja. Malang: Gandum Mas, 1998.

Wiryoputro, Sugiyanto. Dasar-dasar Manajemen Kristiani. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia,

2004.

STT Berea | 13