Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

TUGAS SEMESTER 1
“HUBUNGAN AGAMA ISLAM DENGAN AGAMA LAIN “

Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Pendidikan


Agama Islam Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018

Disusun oleh
Kelompok 1 :
1. Rizma Maulida Alsa
2. Setyo Widi Atmojo
3. Shelnerio Setiawan
4. Siska Yuni Anzelia
5. Siti Ismi Takarina
6. Rahardian Akhmad Kasim

Menara PLN, Jl. Lingkar Luar Barat Duri Kosambi


Cengkareng – Jakarta Barat 11750
Telp. 021-5440342 Fax. 021-5440343
E-mail : rektorat@sttpln.ac.id Website : www.sttpln.ac.id
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah bila dikerjakan tanpa keengganan.

Pengetahuan adalah kekuatan.

Jangan tunda sampai besok apa yang bisa engkau kerjakan hari ini.

Musuh yang paling berbahaya di atas dunia adalah penakut dan bimbang. Teman yang

paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh.

Ilmu tanpa amal bagaikan pohon yang tak berbuah.

Berusahalah jangan sampai terlengah walau sedikit saja, karena atas kelengahan kita

tak akan bisa dikembalikan seperti semula.

PERSEMBAHAN

Makalah ini kami persembahkan kepada :

Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Ayah dan Ibu tercinta.

Dosen Pembimbing Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas C di STT-

PLN Jakarta.

Bapak dan Ibu Dosen STT-PLN Jakarta.

Teman – teman di kelas C Teknik informatika.

Pembaca makalah ini.


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-

Nya, sehingga makalah yang berjudul “Hubungan Agama Islam dengan Agama Lain” ini

dapat diselesaikan.

Penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan

Agama Islam semester gasal. Terselesainya makalah ini tentunya tidak bisa terlepaskan dari

bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Dengan segala bantuan dan bimbingan sampai

tersusunnya makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan petunjuk-Nya bagi

kami.

2. Bapak Abdul Rahim selaku Dosen pembimbing dalam mata pelajaran Pendidikan

Agama Islam.

3. Dan teman – teman kelas C Teknik Informatika

Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan. Namun,

penulis telah berupaya dengan segala kemampuan yang ada. Oleh karena itu, bila terdapat

kekurangan dalam makalah ini, penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya

membangun. Akhirnya, penulis berharap agar karya ini dapat bermanfaat bagi penulis pada

khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………

MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………………………

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………….

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................................................
B. Rumusan Masalah.........................................................................................
C. Tujuan Penulisan..........................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Islam..........................................................................................
B. Macam-macam Agama di Dalam Al-Qur’an..............................................
C. Pengakuan Al-Qur’an Terhadap Agama Lainnya.......................................
D. Hubungan Agama Islam Dengan Agama Lainnya…..................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan................................................................................................
B. Saran.........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pluralisme agama telah menjadi salah satu wacana kontemporer yang sering dibicarakan

akhir-akhir abad 20, khususnya di Indonesia. Wacana ini sebenarnya ingin menjembatani

hubungan antaragama yang seringkali terjadi disharmonis dengan mengatas namakan agama,

diantaranya kekerasan sesama umat beragama, maupun kekerasan antarumat beragama. Islam

adalah agama universal yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persamaan hak dan

mengakui adanya pluralisme agama. Pluralisme agama menurut Islam adalah sebuah aturan

Tuhan (sunnatullah) yang tidak akan berubah, juga tidak mungkin dilawan atau diingkari.

Ungkapan ini menggambarkan bahwa Islam sangat menghargai pluralisme karena Islam

adalah agama yang dengan tegas mengakui hak-hak penganut agama lain untuk hidup

bersama dan menjalankan ajaran masing-masing dengan penuh kesungguhan.

Indonesia merupakan salah satu negara multi etnis, ras, suku, bahasa, budaya dan agama.

Agama-agama dan berbagai aliran tumbuh subur oleh karena itu pemahaman tentang

pluralisme agama dalam suatu masyarakat yang demikian majemuk sanagat dubuhkan demi

untuk terciptanya stabilitas ketertiban dan kenyamanan umat dalam menjalankan ajaran

agamanya masing-masing serta untuk mewujudkan kerukunan antar umat sekaligus

menghindari terjadinya konflik sosial yang bernuansa syara’.

Dialog dan komonikasi antar umat beragama merupakan suatu kebutuhan yang harus

dilaksanakan oleh segenap elemen umat beragama, guna untuk menghilangkan kecurigaan,

su’udzhan dan untuk menjalin hubungan yang harmonis anatar sesama umat beragama.

Agama Islam sangat terbuka dan selalu membuka diri untuk berdialog dengan sesama umat

beragama sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah pada periode Madinah, dialog
yang dibangun Nabi Muhammad dengan penduduk Madinah kemudian melahirkan suatu

perjanjian yang sangat terkenal yaitu “Piagam Madinah”.

B. RUMUSAN MASALAH
Agar pembahasan kita pada makalah ini tidak lari dari sub judulnya, ada baiknya

penyusun merumuskan masalah-masalah yang akan dibahas di dalam makalah ini. Antara

lain :

1) Hubungan Islam dengan Agama lain.

2) Macam-macam Agama di dalam Al-Qur’an.

3) Hubungan Agama Islam dengan Agama Lainnya.

C. TUJUAN PENULISAN

Ada beberapa tujuan penulis dalam menyusun makalah ini, antara lain :

1) Agar mahasiswa mengetahui hubungan agama Islam (yang haq) dengan agama-agama

lainnya.

2) Mahasiswa mampu menerangkan macam-macam Agama di dalam Al-Qur’an


BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ISLAM
Pengertian Islam bisa kita bedah dari dua aspek, yaitu aspek kebahasaan dan aspek

peristilahan. Dari segi kebahasaan, Islam berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata salima yang

mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi

bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Oleh sebab itu orang yang

berserah diri, patuh, dan taat kepada Allah swt. disebut sebagai orang Muslim.

Dari uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kata Islam dari segi kebahasaan

mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Allah swt. dalam upaya

mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sedangkan Islam menurut

istilah adalah agama yang diturunkan oleh Allah melalui perantaraan Malaikat Jibril untuk

disampaikan kepada Nabi Muhammad supaya disebarkan keseluruh manusia.

B. MACAM-MACAM AGAMA DI DALAM AL-QUR’AN

Di dalam Al-Quran Allah memberikan kriteria bahwa setiap “agama” mestilah

mempunyai keyakinan akan adanya suatu “masa” atau suatu “keadaan” dimana manusia

memperoleh “balasan” dari apa yang ia lakukan. Konsep tentang kebaikan dan kejahatan

secara konsisten diikuti dengan konsep surga dan neraka. Inilah ciri penting dari semua

agama. Tanpa kesadaran ini tentu agama akan menjadi tanpa tujuan.

Fungsi agama sebagai alat untuk menciptakan perbaikan dan peradaban diungkap al-

Quran dengan kata kunci ‫ القيم‬. Agama “yang lurus” adalah agama yang mampu membuat

manusia tidak melakukan kerusakan, baik di darat maupun di laut. Dan manusia yang dapat

menciptakan perbaikan dan peradaban adalah mereka yang secara tulus berorientasi kepada

“kesatuan” dan “keharmonisan” (tauhid), sebaliknya manusia yang selalu melakukan

kerusakan dan perpecahan (musyrik) disebut sebagai tidak beragama (kafir). Agama yang
lurus adalah agama yang cocok dengan fitrah manusia dan mengangkat harkat kemanusiaan-

manusia, yakni agama yang difahami bukan hanya melalui nurani yang paling dalam dan

bening, tetapi diiringi dengan pengetahuan yang cerdas serta diikuti dengan kesadaran untuk

bersih dari segala dosa dan kesalahan serta penuh harapan akan anugerah Tuhan, kemudian

ditambah lagi dengan senantiasa berkomunikasi kepada Tuhan.

Kitab suci al-qur’an diturunkan dalam konteks kesejarahan dan stuasi keagamaan

yang pluralistik (plural-religius). Setidaknya terdapat empat bentuk keyakinan agama yang

berkembang dalam masyarakat Arab tempat Muhammad saw. menjalankan misi profetkinya

sebelum kehadiran Islam, yaitu Yudaisme (Yahudi); Kristen, Zoroastrianisme dan agama

Makkah sendiri. Tiga di antaranya yang sangat berpengaruh dan senantiasa disinggung oleh

al-qur’an dalam berbagai levelnya adalah Yahudi, Kristen dan agama Makkah.

Kedatangan al-qur’an ditengah-tengah pluralitas agama tidak serta-merta menolak

agama-agama yang berkembang pada saat itu, tapi al-quran mengakui dan membenarkan

agama-agama yang datang sebelum al-qur’an diturunkan. Bahkan lebih jauh dari itu al-qur’an

juga mengakui akan keutamaan umat-umat terdahulu sebagaimana firman Allah :

“Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku telah

melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu)”.

C. PENGAKUAN AL-QUR’AN TERHADAP AGAMA LAINNYA

Pengakuan terhadap plurlisme atau keragaman agama dalam al-qur’an, ditemukan

dalam banyak terminolgi yang merujuk kepada komonitas agama yang berbeda seperti ahl al-

kitab, utu al-Kitab, utu nashiban min al-Kitab, ataytum al-Kitab, al-ladzina Hadu, al-nashara,

al-Shabi’in, al-majusi dan yang lainnya. Al-qur’an disamping membenarkan, mengakui

keberadaan, eksistensi agama-agama lain, juga memberikan kebeasan untuk menjalankan

ajaran agamanya masing-masing. Ini adalah sebuah konsep yang secara sosiologis dan

kultural menghargai keragaman, tetapi sekaligus secara teologis mempersatukan keragaman


tersebut dalam satu umat yang memiliki kitab suci Ilahi. Karena memang pada dasarnya tiga

agama yaitu Yahudi, Kristen dan Islam adalah bersudara, kakak adek, masih terikat hubungan

kekeluargaan yaitu sama-sama berasal dari nabi Ibrahim as.[8]Pengakual al-Qur’an terhadap

agama lain, diantaranya berdasarkan firman Allah swt, yang berbunyi :

“Dan Sesungguhnya diantara ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada

apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka

berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga

yang sedikit. mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat

perhitungan-Nya”.

Menurut riwayat Jabir Ibn Abd Allah, Anas, Ibn Abbas, Qatadah da al-Hasan, teks

surat Ali Imran ayat 199 di atas, turun berkenaan dengan kematian raja Najasyi dari Habsah.

Pada saat kematian raja Najasyi, Nabi menyuruh kepada sahabatnya untuk melaksanakan

shalat jenazah. Para sahabat saling membicarakan kenapa Rasul menyuruh untuk

melaksanakan shalat bagi seorang raja kafir (ateis). Maka turunlah ayat di atas untuk

menegaskan spritualitas sebagian ahli Kitab. Al-qur’an juga secara eksplisit mengakaui

jaminan keselamatan bagi komonitas agama-agama yang termasuk Ahl al-Kitab (Yahudi,

Nasrani, Shabi’in); sebagaimana dalam Firman nya :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan

orang-orang Shabiin. siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah,

hari Kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak

ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Sayyid Husseyn Fadhlullah dalam tafsirnya menjelaskan: Makna ayat ini sangat jelas.

Ayat ini menegaskan bahwa keselamatan pada hari akhir akan dicapai oleh semua kelompok

agama ini yang berbeda-beda dalam pemikiran dan pandangan agamanya berkenaan dengan

akidah dan kehidupan dengan satu syarat: memnuhi kaidah iman kepada Allah, hari akhir,
dan amal shaleh. Ayat-ayat itu memang sangat jelas itu mendukung pluralisme. Ayat-ayat itu

tidak menjelaskan semua kelompok agama benar, atau semua kelompok agama sama. Tidak!

Ayat-ayat ini menegaskan semua golongan agama akan selamat selama mereka beriman

kepada Allah, hari akhir dan beramal shaleh.

Akan tetapi untuk sekarang dan sampai hari kiamat, agama yang di akui oleh Allah

swt, adalah agama Islam, berdasarkan firman nya yang berbunyi :

“Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan

kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.

Dan Allah juga telah berfirman, “ sesungguhnya agama yang diterima disisi Allah

adalah agama Islam.

D. HUBUNGAN AGAMA ISLAM DENGAN AGAMA LAINNYA

Islam adalah agama yang terakhir diantara sekalian agama besar di dunia yang

semuanya merupakan kekuatan raksasa yang menggerakan revolusi dunia dan mengubah

nasib sekalian bangsa , agama yang melingkupi segala-galanya dan mencakup sekalian

agama yang datang sebelumnya.

Posisi Islam terhadap agama-agama lainnya :

1) Islam menyuruh para pemeluknya agar beriman dan mempercayai bahwa sekalian

agama besar didunia yang datang sebelumnya diturunkan dan diwahyukan oleh

allah, beriman kepada para nabi dan kitab suci dari semua bangsa dan agama

islam mencakup segala agama didunia dengan kitab sucinya alquran yang

merupakan gabungan dari semua kitab suci didunia ( kitab taurat, zabur dan injil

yang murni ).

2) Islam adalah agama yang terakhir dan merupakan pernyataan kehendak ilahi yang

sempurna.
3) Agama islam memiliki tugas yang besar yaitu:

 Mendatangkan perdamaian dunia dengan membentuk persaudaraan diantara

sekalian agama di dunia

 Menghimpun segala kebenaran yang termuat dalam agama yang telah ada

sebelumnya

 Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh para penganut agama

sebelumnya yang kemudian dimasukan kedalam agamanya itu

 Mengajarkan kebenaran abadi yang sebelumnya tidak pernah diajarkan

 Memenuhi segala kebutuhan moral dan rohani bagi umat manusia yang selalu

bergerak maju.

4) Dengan datangnya islam, agama memperoleh arti yang baru dan didalamnya

terdapat unsur pembaruan. Dalam hal ini paling kurang ada 2 hal:

Agama islam harus diperlakukan sebagai sebuah ilmu, dimantapkan dengan

menyajikan ajaran agama sebagai landasan perbuatan bagi perkembangan

manusia menuju tingkat kehidupan yang lebih tinggi lagi.

Ruang lingkup agama islam mencakup kehidupan dunia dan kehidupan

akhirat.

5) Posisisi agama islam terhadap agama-agama lain dapat dilihat dari dua sifat yang

dimiliki ajaran islam, yaitu akomodatif dan persuasif.

Islam berupaya mengakomodir ajaran-ajaran agama masa lalu dengan memberikan

makna dan semangat baru didalamnya. Sebelum islam datang dijumpai adanya kebiasaan

masyarakat jahiliyah melakukan kurban persembahan kepada para dewa dan arwah leluhur

untuk memperoleh keberkahan. Kebiasaan berkurban ini diteruskan oleh islam dengan tujuan

kurban diarahkan sebagai bentuk pengabdian dan rasa syukur kepada Allah atas segala
karunia yang diberikan-Nya , sedangkan daging kurbannya diberikan kepada fakir miskin dan

orang-orang yang kurang mampu.

Upaya yang dilakukan dengan cara persuasif misalnya islam melihat adanya hal-hal

yang tidak disetujui dan harus dihilangkan, namun dari segi yang lain Islam mengupayakan

agar proses menghilangkan tradisi yang demikian itu tidak menimbulkan gejolak sosial yang

merugikan. Proses tersebut dilakukan secara bertahap sambil menjelaskan makna larangan

tersebut yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan intelektual mereka, hingga akhirnya

perbuatan tersebut benar-benar ditinggalkan oleh masyarakat. Hal yang demikian misalnya

terlihat pada larangan meminum minuman keras. Dalam proses pelarangan itu, Islam

menempuh cara-cara yang persuasif. Dimulai dengan membiarkan apa adanya, kemudian

menjelaskan pengaruh positif dan negatifnya pada saat mereka bertanya. Setelah itu minuman

keras tersebut dilarang pada saat-saat tertentu saja, yaitu pada saat akan melakukan sholat,

hingga kemudian dilarang pada kapan saja.

6) Hubungan islam dengan agama-agama lain dapat dilihat pada ajaran moral yang

ada didalamnya dan konsep gender yang terdapat pada masing-masing agama.

 Dalam agama Hindu terdapat ajaran yang menganggap bahwa keinginan

terhadap kesenangan merupakan hal yang bersifat alamiyah sesuai dengan

kodrat manusia. Akan tetapi terdapat ajaran untuk mengendalikan hawa nafsu

terhadap kenikmatan tersebut. Dalam agama Hindu, wanita diibaratkan

sebagai tanah dan laki-laki diibaratkan sebagai benih. Hasil terjadinya jasad

badaniyah yang hidup terjadi karena melalui hubungan antara tanah dan benih.

Potensi wanita dipandang kreatif dan penuh kebaikan hanya apabila potensi itu

terjadi secara harmonis dengan pria.

 Dalam agama Budha terdapat ajaran tentang pengendalian diri dari

memperturutkan hawa nafsu yang berakibat pada terjadinya tindakan


kejahatan dan terdapat pula sejumlah ajaran etis tentang larangan membunuh,

larangan mencuri, berdusta dan lain sebagainya. Agama Budha menyatakan

bahwa seorang istri berkedudukan dan berperan cukup besar dalam

menyukseskan suaminya. Suami istri memiliki kewajiban dan tanggung jawab

bersama dalam rumah tangga dan adanya kehendak bersama dalam

menjalankan kehidupan berumah tangga. Seorang istri yang patut dipuji dalam

suatu keluarga yaitu istri yang keibuan, istri yang seperti saudara, istri yang

seperti sahabat dan istri yang seperti pegawai.

 Dalam agama Yahudi yang dibawa oleh Nabi Musa terdapat Sepuluh perintah

Tuhan yang meliputi : pengakuan terhadap Tuhan Tang Maha Esa; Larangan

menyekutukan Tuhan dengan apa saja dan dimana saja; Larangan menyebut

nama Tuhan dengan kata-kata yang dapat menyia-nyiakan-Nya; Memuliakan

hari Sabtu; Menghormati ayah dan ibu; Larangan membunuh sesama manusia;

Larangan berbuat zina; Larangan mencuri; Larangan menjadi saksi palsu;

Menahan hawa nafsu untuk memiliki sesuatu yang bukan menjadi miliknya.

 Dalam agama Kristen terdapat ajaran tentang perintah berbuat baik antara

sesama manusia, saling mencintai sesama manusia, bersifat pemurah dalam

setiap hal yang menyangkut kebaikan, menghilangkan sifat mementingkan diri

sendiri dan lain sebagainya. Dalam agama Kristen, Yesus tidak membeda-

bedakan laki-laki dan perempuan. Ia menghargai wanita sebagai pribadi yang

utuh. Yesus berbicara langsung dengan wanita, menyembuhkan wanita yang

sakit dan memanggil wanita untuk mengikutinya.

 Dalam agama Islam terdapat ajaran tentang pengendalian hawa nafsu

keduniaan yang diikuti oleh keharusan melakukan perbuatan yang baik bagi

kemanusiaan. Islam mengingatkan umatnya agar jangan mengikuti hawa nafsu


karena mengikuti hawa nafsu akan menjerumuskan pelakunya kedalam

kehidupan yang menyengsarakan.

Dalam agama islam wanita diumpamakan seperti tanah ladang tempat bercocok tanam

sebagaimana disebut dalam Alquran surah Al-baqarah ayat 223 yang artinya :

“ Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah

tanah tersebut bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah amal yang baik untuk

dirimu dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya.

Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”

Rasulullah menyebutkan kriteria seorang istri sebagaimana yang disebutkan dalam

suatu hadits yang artinya :

“ Tidak ada sesuatu yang diambil faedahnya oleh orang muslim setelah takwakepada

Allah yang lebih baik baginya daripada seorang istri shalihah yang jika seorang suami

memerintahnya, ia mematuhinya; jika suami memandangnya, maka ia menyenangkannya;

jika suami menggilirnya, maka ia mematuhinya; dan jika suami pergi darinya, maka ia

memelihara diri dan harta (suami)nya ”.

Dari penjelasan-penjelasan ini terlihat dengan jelas bahwa posisi ajaran islam diantara

agama-agama lain selain mengoreksi dan membenarkan juga melanjutkan sambil

memberikan makna baru dan tambahan-tambahan sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh

karena itu, diutuslah Rasulullah shollallahu alahi wa sallam untuk menyempurnakan ajaran-

ajaran para Nabi dan Rasul terdahulu dan memerintahkan manusia untuk mengimani apa

yang diwahyukan kepada beliau berupa Alquran dan Assunnah.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Posisi Islam diantara agama-agama lain tampak bersifat adil, obyektif dan proporsional.

Dengan sifatnya yang adil, ajaran Islam mengakui peran yang dimainkan agama-agama yang

pernah ada didunia. Dengan sifatnya yang obyektif, Islam memperbaiki dan meluruskan

ajaran-ajaran agama yang salah dan tersesat. Dengan bersifat proporsional, Islam

memberikan perhatian terhadap ajaran agama yang tidak seimbang. Islam adalah agama yang

terbuka, mau berkompromi dan berdialog dengan agama lain. Dengan sifatnya yang demikian

ini, Islam telah tampil sebagai penyempurna, korektor, pembenar dan sekaligus sebagai

pembaru.

Setiap ajaran agama-agama tersebut memiliki perbedaan yang berkaitan dengan

keyakinan (teologis) dan ritualistik, yakni peribadatan. Terhadap hal ini masing-masing

agama dianjurkan untuk saling menghargai dan menghormati.

Islam adalah agama perdamaian, jauh dari sikap bermusuhan dan bukan agama kaum

teroris. Terjadinya pertentangan antara satu agama dengan agama lain sebagaimana terlihat

dalam sejarah, sama sekali bukan disebabkan karena faktor agama, melainkan karena faktor-

faktor lain yang mengatasnamakan agama. Hal seperti ini harus segera dicegah dan

dikembalikan kedalam situasi yang merperlihatkan keharmonisan hubungan antara agama-

agama yang ada didunia.

B. SARAN
Allah Maha mengetahui apa yang terjadi. Islam yang merupakan syariah Allah telah

mengatur secara keseluruhan aktifitas manusia maupun benda yang digunakan sebagai

pemuas kebutuhan manusia, baik kebutuhan naluri maupun jasmani. Allah telah memaparkan

nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah, dengan pemaparan yang komprehensif, untuk


menjelaskan status hukum bagi setiap perkara yang akan terjadi, baik yang menyangkut

perbuatan manusia maupun benda yang digunakan oleh manusia.

Oleh karena itu, kaum muslim yang meyakini kebenaran Allah dan rasul-Nya tak

perlu lagi ragu untuk mengambil pemikiran Islam sebagai pemikiran dan pemahamannya

yang akan berguna baginya untuk memandu pandangan, sikap, dan perilakunya dalam

menghadapi berbagai persoalan hidup. Karena Islam adalah pemikiran yang tertinggi dan

tidak ada yang melebihnya.

Dari makalah kami yang singkat ini mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita

semua umumnya kami pribadi. Yang baik datangnya dari Allah, dan yang buruk datangnya

dari kami. Dan kami sedar bahwa makalah kami ini jauh dari kata sempurna, masih banyak

kesalahan dari berbagai sisi, jadi kami harafkan saran dan kritik nya yang bersifat

membangun, untuk perbaikan makalah-makalah selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

 Hasan Ibrahim Hassan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, diterjemahkan oleh Djah dan

Humam, Yogyakarta : Kota Kembang, 1989.

 Komaruddin Hidayat dan Ahmad, Melintasi Batas Agama, Jakarta : Gramedia

Pustaka Utama, 1998.

 Tarmizi Taher, pluralisme islam, harmonisasi agama, Yogyakarta : Jarsa Rezeki,

2004.

 Max Waber, sosioligi agama, 1962. diterjemahkan oleh Samsul Bahri, Yogyakarta :

Irsyad Press,2002.

 http:/en.wikipedia.org/wiki/Teleology

 Hasan Ibrahim Hassan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, diterjemahkan oleh Djah dan

Humam, Yogyakarta : Kota Kembang, 1989, hal : 67

 Komaruddin Hidayat dan Ahmad, Melintasi Batas Agama, Jakarta : Gramedia

Pustaka Utama, 1998, hal : 109