Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PSIKOLOGI KEPERAWATAN

OLEH :
KELOMPOK

1. ZAHRATUSSOLIHAH
2. ELA LORENZA
3. ELPANY APRIANI
4. MUHAMMAD JAZRIN

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN JENJANG D3
MATARAM
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Prinsip
Penanganan Kegawat Daruratan Maternal Dan Neonatal “ ini tepat pada waktu
yang telah ditentukan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini belum sempurna. Untuk
itu kami meminta kritik maupun saran bagi para pembaca agar perbaikan-
perbaikan dapat dilakukan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Mataram, Oktober 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i


KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3
2.1 Pengertian Psikologi dan Keperawatan ..................................... 3
2.2 Hubungan Psikologi Dengan Keperawatan ............................... 4
2.3 Peran Psikologi Dalam Ilmu Keperawatan ................................ 4
2.4 Pentingnya Ilmu Psikologi dalam Kesehatan ............................ 6
2.5 Pendekatan Prilaku Dalam Kesehatan Masyarakat ................... 8
BAB III PENUTUP ....................................................................................... 10
3.1 Simpulan ...................................................................................... 10
3.2 Saran ............................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.


Keperawatan merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan
dari upaya pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Keperawatan adalah ilmu
yang berkenaan dengan masalah-masalah fisik, psikologis, sosiologis, budaya
dan spiritual dari individu. Selain itu pelayanan keperawatan merupakan salah
satu faktor penentu baik buruknya mutu dan citra rumah sakit. Oleh karena itu
kualitas pelayanan keperawatan perlu dipertahankan dan ditingkatkan
seoptimal mungkin.
Seorang perawat profesional dalam melaksanakan tugasnya
memberikan pelayanan yang baik kepada individu, keluarga, kelompok,
maupun masyarakat harus dapat bekerjasama dengan pihak – pihak lain yang
berkaitan dengan tugasnya. Seperti dengan pasien, teman sejawat, profesi lain
yang terkait dan instansi. perawat mempunyai hak dan kewajiban untuk
melaksanakan asuhan keperawatan seoptimal mungkin dengan pendekatan
biologis, psikologis, sosial dan spiritual sesuai kebutuhanpasien.
Oleh karena itu, perawat diharapkan memiliki kemampuan untuk
menyesuaiakan diri dengan lingkungan kerja, seperti pasien, rekan perawat
dan dengan profesi lain yang berhubungan langsung dalam menjalankan
pekerjaan. Misalnya penyesuaian dengan pasien, perawat harus benar – benar
sensitif terhadap perubahan kondisi pasien akibat suatu penyakit, harus
memahami keberadaan pasien sehingga sabar dan tetap menjaga etika dan
moral.

1.2 Rumusan Masalah.


Masalah yang ingin dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana
prinsip Ilmu Psikologi Dasar yang membahas pengertian psikologi dasar dan
pengertian ilmu keperawatan serta hubungan ilmu psikologi dengan ilmu
keperawatan.

1
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin di capai dalam makalah ini adalah
mendeskrepsikan bagaimana hubungan Ilmu psikologi dengan ilmu
keperawatan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Psikologi dan Keperawatan


Psikologi berasal dari kata Psyche = Jiwa dan Logos = Ilmu. Psikologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Perbedaan Psikologi dengan Ilmu
Jiwa yaitu, psikologi adalah istilah untuk ilmu pengetahuan yang diperoleh
secara sistematis dan menggunakan metode ilmiah; sedangkan ilmu jiwa
menurut norma-norma ilmiah modern yang merupakan istilah dalam bahasa
indonesia berisi segala pemikiran, tanggapan, khayalan, dan spekulasi
mengenai ilmu jiwa pada umumnya.
Perawat atau Nurse berasal dari bahasa latin yaitu dari kata Nutrix yang
berarti merawat atau memelihara.
Perawat adalah seseorang yang berperan dalam merawat atau
memelihara, membantu dan melindungi seseorang karena sakit, injury dan
peruses penuaan (Harlley, 1997).
Perawat Profesional adalah perawat yang bertanggung jawab dan
berwewenang memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri dan atau
berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kewenagannya
(Depkes RI, 2002 dalam Aisiyah 2004).
Menurut UU RI NO 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, mendefinisikan
Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan
melakukan tindakkan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya, yang
diperoleh melalui pendidikan keperawatan (www.pustakaindonesia.or.id).
Sedangkan menurut international Council of Nurses (1965), perawat
adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan,
berwenang di Negara bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan
bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta
pelayanan terhadap pasien.

3
2.2 Hubungan Psikologi Dengan Keperawatan
Meskipun keperawatan dan psikologi adalah dua bidang yang terpisah,
tetapi mereka masih terkait. Dalam bidang keperawatan, fokusnya adalah
membantu individu yang kesehatannya terganggu untuk memberikan
kesehatan dan pemulihan. Psikologi di sisi lain adalah studi tentang proses
mental dan perilaku. Perawatan dan psikologi terkait karena untuk membantu
orang cukup pulih dari masalah kesehatan , perawat sering harus memahami
perilaku dan keadaan emosional pasien. Ini adalah penting bagi seorang
perawat yang berkeinginan untuk membantu pasien pulih dari penyakit.
Psikologi dan perawat keduanya memiliki tujuan umum yaitu
memahami kebutuhan emosional dan biologis pasien mereka. Meskipun
kadang-kadang perawat memberikan perawatan dasar mereka
miliki.pekerjaan individu mereka dpat mengembangkan kemampuan untuk
menjadi lebih mandiri. Hal ini terutama berlaku dalam kasus di mana pasien
sudah mulai pulih dari beberapa jenis penyakit.
Psikologi dapat meningkatkan profesi keperawatan ketika itu diterapkan
dengan benar. Ada teori psikologis dan penelitian yang dapat membuktikan
dapat bermanfaat bagi individu dalam profesi keperawatan. Meskipun
sebagian besar didasarkan keperawatan dalam biologi, ada unsur psikologis
dan sosial untuk keperawatan. Ketika perawat memahami dan menerima
gagasan ini, mereka menjadi lebih baik untuk profesi mereka.

2.3 Peran Psikologi Dalam Ilmu Keperawatan


Harapannya semua orang berada dalam kondisi sehat. Sehat dalam
Islam bukan hanya merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masalah
fisik (jasmani), melainkan juga secara psikis (jiwa). Karena itulah Islam
memperkenalkan konseps al-Shihhah wa al-afiyat (lazim diucapkan sehat
wal’afiat). Maksud dari konsep itu yakni suatu kondisi sehat di mana
seseorang mengalami kesehatan yang paripurna, jasmani, dan rohani atau
fisik dan psikis.
Psikologi Kesehatan (keperawatan) dikembangkan untuk memahami
pengaruh psikologis terhadap bagaimana seseorang menjaga dirinya agar

4
tetap sehat, dan mengapa mereka menjadi sakit dan untuk menjelaskan apa
yang mereka lakukan saat mereka jatuh sakit.
Selain mempelajari hal-hal tersebut di atas, psikologi kesehatan
mempromosikan intervensi untuk membantu orang agar tetap sehat dan juga
mengatasi kesakitan yang dideritanya.
Psikologi kesehatan tidak mendefinisikan “sehat” sebagai tidak sakit.
Sehat dilihat sebagai pencapaian yang melibatkan keseimbangan antara
kesejahteraan, fisik, mental dan sosial. Psikologi kesehatan mempelajari
seluruh aspek kesehatan dan sakit sepanjang rentang hidup. Psikologi
kesehatan fokus pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, seperti
bagaimana mendorong anak mengembangkan kebiasaan hidup sehat,
bagaimana meningkatkan aktivitas fisik, dan bagaimana merancang suatu
kampanye yang dapat mendorong orang lain memperbaiki pola makannya.
Psikologi Kesehatan juga mempelajari aspek-aspek psikologis dari
pencegahan dan perawatan sakit. Seorang psikologi kesehatan misalnya,
membantu mereka yang bekerja di lingkungan yang memiliki tingkat stress
yang tinggi untuk mengelola stress dengan efektif, sehingga tekanan yang
dialami di lingkungan kerja tidak mempengaruhi kesehatan mereka. Seorang
psikolog kesehatan juga dapat bekerja dengan mereka yang sedang menderita
suatu penyakit agar dapat menyesuaikan mental dan fisik mereka dengan
penyakit tersebut atau untuk mematuhi treatment yang dirancang oleh dokter
yang merawatnya.
Psikologi kesehatan juga fokus pada etiologi dan kaitannya dengan
kesehatan, sakit dan disfungsi. Etiologi merujuk pada asal dan penyebab
sakit, dan psikologi kesehatan secara khusus tertarik pada faktor-faktor
perilaku dan sosial yang menyumbang kesehatan dan sakit dan disfungsi.
Faktor-faktor tersebut meliputi kebiasaaan yang merusak atau menunjang
kesehatan seperti konsumsi alkohol, merokok, olahraga, mengenakan sabuk
pengaman, dan cara-cara ‘berkawan’ dengan stress.
Pada akhirnya, psikolog kesehatan menganalisa dan berusaha
meningkatkan system perawatan kesehatan dan merumuskannya dalam
kebijakan kesehatan.

5
Adapun secara terperinci konsep peran psikologi dalam keperawatan
yaitu :
1. Terjalinnya Hubungan Interpersonal.
Hubungan interpersonal didukung oleh keterbukaan perawat.
Perawat membuka diri tentang pengalaman yang berguna untuk terapi
klien. Tukar menukar pengalaman ini memberikan keuntungan pada klien
untuk mendukung kerjasama dan member dukungan. Melalui penelitiaan
ditemukan bahwa peningkatan keterbukaan antara perawat dan klien
menurunkan tingkat kecemasan perawat dan klien.(Johnson,dikutip oleh
Stuart dan Sundeen,1987,hl.134).
2. Komunikasi yang baik antara perawat dengan klien (empathy).
Rasakan apa yang dirasakan klien. Perawat yang merasakan apa
yang dirasakan klien akan mampu mengkomunikasikan dengan seluruh
sikap tubuhnya kepada klien. Perawat menyampaikan bahwa ia sungguh
mengerti perasaan,tingkah dan pengalaman klien,dan
mengkomunikasikan pengertian itu kepada klien. Sehingga klien merasa
bahwa ia dimengerti. Melalui penelitian,Mansfield (dikutip oleh Stuart
dan Sundeen 1987,hl.129).
3. Ada rasa percaya antara perawat dan pasien.
Rasa saling percaya sangat dibutuhkan guna tercipta rasa percaya
bahwa segala yang dilakukan perawat adalah untuk kesembuhan,
kenyamanan dan keamanan klien sehingga tidak terjadi salah paham
antara tugas-tugas perawat pada klien. Selain itu antara perawat dank lien
dapat tercipta kedekatan layaknya keluarga sendiri. Hal ini berguna agar
tercipta rasa nyaman dan aman pada klien.

2.4 Pentingnya Ilmu Psikologi dalam Kesehatan


Secara umum kesehatan dibedakan atas kesehatan individu dan
kesehatan masyarakat. Kesehatan individu tercermin dari kesehatan fisik dan
kesehatan mental seseorang. Sehat secara fisik apabila seseorang merasa
dirinya sehat dan dapat dibuktikan secara klinis ketika organ-organ didalam

6
tubuh berfungsi normal. Sedangkan sehat secara mental meliputi sehat pada
pikiran, emosional dan spiritual.
Kesehatan masyarakat sebagai sebuah cabang keilmuan mempelajari
cara-cara pencegahan penyakit dengan mengenali faktor-faktor risiko
penyakit sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara
agregat. Prof. Winslow dari Yale University memberikan batasan ilmu
kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan
efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan
sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu
tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan
perawatan untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan
aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat
mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya
(Leavel and Clark, 1958).
Dalam disiplin ilmu kesehatan masyarakat, dipelajari Ilmu Perilaku
untuk pendidikan kesehatan. Biasanya disebut Pendidikan Kesehatan dan
Ilmu Perilaku (PKIP). Dalam disiplin ilmu tersebut, mempelajari pentingnya
Psikologi dalam dunia Kesehatan menyangkut ilmu-ilmu perilaku kesehatan
untuk memberikan kontribusi nyata kepada peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.
Pengembangan keilmuan dibidang Pendidikan Kesehatan dan Ilmu
Perilaku diarahkan kepada aspek konseptual dan aspek terapan, di antaranya
metode dan teknologi pendidikan promosi kesehatan serta bidang ilmu
perilaku kesehatan dengan mempertimbangkan dan mengapresiasi aspek-
aspek sosial budaya masyarakat. Peminat cabang keilmuan psikologi
kesehatan diharapkan memiliki kemampuan merumuskan, menganalisis,
merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi berbagai strategi, metode dan
teknik promosi kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat
kesehatan masyarakat.

7
2.5 Pendekatan Prilaku Dalam Kesehatan Masyarakat
Kesehatan merupakan hasil perpaduan berbagai faktor yang
mempengaruhi, baik secara internal maupun secara eksternal. Secara internal,
kesehatan dipengaruhi oleh kesehatan fisik dan kesehatan psikis, sedangkan
secara eksternal dipengaruhi oleh masalah sosial, budaya, politik, ekonomi,
pendidikan, lingkungan, dan sebagainya.
Upaya penyelenggaraan kesehatan dibedakan atas tiga yakni:
1. Primary Care, sarana pemeliharaan kesehatan primer.
2. Secondary Care, sarana pemeliharaan kesehatan tingkat dua.
3. Tertiery Care, sarana pemeliharaan kesehatan tingkat tiga. Sasaran
primary care seperti kepala keluarga untuk kesehatan umum, ibu hamil
dan menyusui, anak usia sekolah, dan sebagainya. Sedangkan sasaran
secondary care meliputi pemasyarakat tanaman obat keluarga (toga),
penyuluhan cara menjaga lingkungan sehat, dan seterusnya. Sementara
sasaran tertiery care adalah para penentu kebijakan bidang kesehatan,
baik pada tingkat pusat maupun level daerah.
Untuk memasyarakatkan pemeliharaan kesehatan melalui pola hidup
sehat, maka pendekatan ilmu perilaku sangat penting. Menurut L. Green,
perilaku seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor yakni faktor predisposisi,
faktor pemungkin (enabling factors) dan faktor penguat (reinforcing factors).
Faktor predisposisi meliputi pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap
kesehatan, tradisi, dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang
berkaitan dengan kesehatan, sistem nilai yang dianut masyarakat, tingkat
pendidikan dan tingkat sosial-ekonomi, dan sebagainya. Faktor pemungkin
mencakup ketersediaan sarana dan prasarana atau fasilitas kesehatan bagi
masyarakat, misalnya ketersediaan air bersih, tempat pembuangan sampah
dan tinja, ketersediaan makanan bergizi, termasuk keterjangkauan pada
sarana pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu, Polindes, dan
sebagainya. Sedangkan faktor penguat mencakup faktor sikap dan perilaku
tokoh masyarakat, perilaku petugas kesehatan, serta peraturan perundang-
undangan dibidang kesehatan mulai dari undang-undang, peraturan
pemerintah, peraturan teknis dibidang kesehatan.

8
Untuk mempengaruhi perilaku masyarakat agar menerapkan pola hidup
sehat, pendekatan pendidikan kesehatan mutlak dilakukan. Karena pada
dasarnya, Pendidikan adalah sebuah proses sosialisasi ilmu dan nilai untuk
mempengaruhi orang lain secara individu atau kelompok agar mau mengikuti
ilmu dan nilai yang diajarkan seorang pendidik kesehatan. Unsur-unsur dalam
pendidikan kesehatan untuk mempengaruhi perilaku seseorang adalah unsur
input dan unsur output. Unsur input seperti sarana pendidikan dan tenaga
pendidik sedang unsur output yakni proses pendidikan yang dilakukan
sebagai upaya untuk mempengaruhi orang lain agar melakukan tindakan
sesuai yang diharapkan petugas pendidik.

9
BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa peran
psikologi dalam dunia kesehatan sangat lah signifikan. Karena dengan
psikologi kita dapat mengetahui sikap psikologis seorang pasien. Selain itu
psikologi juga dapat berperan dalam memberikan pengarahan kepada pasien
ketika pasien sakit dan memberikan motivasi agar pasien tidak patah
semangat apalagi sampai frustasi dan depresi.Sebelumnya peran psikologi
dalam kesehatan juga berperan terhadap seseorang agar dapat menjaga
dirinya untuk selalu tetap sehat dan mencegah agar dirinya tidak sakit karena
kesehatan fisik berhubungan dengan kesehatan psikis seseorang.

3.2 Saran
Dalam keperawatan terdapat hubungan antar individu yang terjadi
antara perawat dengan klien, maupun dengan tim kesehatan lainnya.
Hubungan ini dapat berjalan baik bila perawat dapat menjalankan perannya
serta menciptakan komunikasi yang hangat dengan pasien. Diharapkan
dengan adanya interaksi ini, perawat dapat mencapai tujuan yang diharapkan
dari kliennya.

10
DAFTAR PUSTAKA

Psikologi Abnormal/Gerald C. Davison, John M. Neale, Ann M. Kring.,Ed. 9,


Cet.2. Jakarta; Rajawali Pers, 2010.

Sunaryo. 2004. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.

http://indonesiaindonesia.com/f/92597-psikopat-paranoid-gangguan-kepribadian-
nya/

11