Anda di halaman 1dari 11

A.

USAHA
Dalam percakapan sehari-hari kita sering menggunakan kata usaha, dimana usaha
diartikan sebagai segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia. Misalnya Yaya berusaha
mempelajari materi kinematika yang akan diujikan minggu depan, dan seperti pada gambar
1.(a), Handi yang berusaha sekuat tenaga untuk mendorong dinding tetapi dinding tidak
bergerak. Jadi, usaha dalam kehidupan sehari-hari merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
manusia, tanpa memperdulikan tercapai atau tidak tujuannya.Apakah pengertian usaha dalam
Fisika?

Dalam fisika, usaha merupakan segala


sesuatu yang dilakukan oleh gaya pada
sebuah benda, yang menyebabkan
benda bergerak pada jarak tertentu.
Sebagai contoh terlihat pada gambar
1.(b), dimana budi mendorong meja
dengan sekuat tenaga sehingga meja
berpindah dari posisi a ke b. Akan
tetapi apabila meja yang didorong budi
tidak berpindah maka budi dikatakan
tidak berusaha.
Pada gambar 2. Menunjukkan gaya F yang
bekerja pada benda yang terletak pada bidang

horizontal sehingga benda berpindah sejauh s. Maka

gaya F melakukan usaha sebesar W, yang dapat


dirumuskan secara matematis sebagai berikut :

W= F·s
Keterangan :
W = usaha (joule)
F = gaya yang sejajar dengan perpindahan (N)
s = perpindahan (m)
Baik gaya maupun perpindahan merupakan besaran vektor. Sesuai dengan konsep perkalian titik
antara dua buahvektor, maka usaha W merupakan besaran skalar. Dalam sistem satuan SI, satuan usaha
adalah Joule, yang dilambangkan dengan huruf J. Satu Joule
didefinisikan sebagai besarnya usaha yang dilakukan oleh sebuah
gaya 1 Newton yang bekerja searah dengan perpindahan benda,
yang menyebabkan benda berpindah sejauh 1 meter. Dengan demikian, Untuk Usaha yang lebih besar,
biasanya digunakan satuan kilojoule (kJ) dan megajoule (MJ).
J1 joule = 1 newton x 1 meter
1J = 1Nm
1 kJ= 1000 J
1 MJ = 1000 000

Contoh

Seorang anak mengangkat sebuah kotak dengan gaya 160 N. Hitunglah usaha yang telah
dilakukan anak tersebut ketika :

a) Anak tersebut diam di tempat sambil menyangga kotak di atas kepalanya.

b) Anak tersebut mengangkat kotak dan bergerak sejauh 10 meter,

Penyelesaian
Diketahui : F = 160 N
Ditanya : a) W = .....? jika s = 0
b) W = .....? jika s = 10 m
Jawaban :
a) Ketika anak mengangkat kotak diatas kepala tetapi tetap diam di tempat :
Maka s = 0
Sehingga W = F.s
= (160 N) (0)
=0
b) Ketika bergerak sejauh 10 m :
Maka s = 10 m
Sehingga W = F.s
= (160 N) (1 m)
=1600 joule

1. Usaha yang Dilakukan Gaya Membentuk Sudut Sembarang


Gambar 3. Usaha dilakukan oleh gaya yang membentuk sudut
Perhatikan gambar 3. Toni menarik balok dengan suatu gaya konstan Fdan
menyebabkan balok berpindah sejauh s dan tidak searah dengan gaya F. Komponen gaya
yang segaris dengan perpindahan adalah Fx = F cos , dengan merupakan sudut apit antara
arah gaya dan bidang horizontal. Berdasarkan defenisi usaha tersebut dapat diperoleh
persamaan sebagai berikut.

W = 𝐹 𝑐𝑜𝑠𝛼𝜃 (2)

Keterangan :
W = usaha (joule)
F = gaya yang sejajar dengan perpindahan (N)
s = perpindahan (m)
𝛼= sudut antara F dan s

Sebuah kereta mainan ditarik oleh seorang anak kecil dengan gaya sebesar 10 N. Jika kereta
mainan tersebut bergerak sejauh 10 m, berapakah usaha yang telah dilakukan oleh anak
kecil tersebut
a) Kereta mainan ditarik secara horizontal tanpa menggunakan tali.

b) Kereta mainan ditarik menggunakan tali sehingga membentuk sudut 30o.

Penyelesaian
Diketahui :F = 10 N
s = 10 m
Ditanya:a) W = ....? jika s = 10 m

b) W = ....? jika s = 10 m membentuk sudut 30o.

Jawaban :
a) Kereta mainan ditarik secara horizontal tanpa menggunakan tali.
Maka W = Fs
= (10 N) (10 m)
= 100 joule
b) Kereta mainan ditarik menggunakan tali sehingga membentuk sudut 30o.

Maka W = F s cos

= (10 N) (10 m) cos 30o

= 100 ( 0,5 )
= 50 joule
B. Energi

Energi dalam fisika didefenisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha.Berarti,


untuk berlari kita memerlukan energi, untuk belajar memerlukan energi, dan secara umum
untuk melakukan usaha kita memerlukan energi.Dari mana kita memperoleh energi untuk
melakukan kegiatan sehari-hari?Untuk melakukan aktivitas, kita memerlukan
makanan. Dengan demikian, energi yang kita dapatkan dari makanan yang kita santap sehari-hari.
1. Energi Potensial Gravitasi
Energi potensial gravitasi adalah energi yang
dimilikioleh benda karena kedudukan atau
ketinggiannya.Energipotensial merupakan energi yang
masih tersimpan atautersembunyi pada benda, sehingga
mempunyai potensiuntuk melakukan usaha. Misalnya
pada gambar 7, buah kelapa dengan massa m yang berada
di atas pohon, dengan ketinggian h.Secara metematis
energi potensial gravitasi pada suatu benda yang berada
pada ketinggian tertentu dapat ditulis sebagai berikut :
Ep = m g h
Keterangan :
Ep = energi potensial grafitasi (N)
m = massa (kg)
g = grafitasi (m/s2)
h = ketinggian (m)
2. Energi Potensial Elastik Pegas
Bentuk energi potensial yang kedua adalah energi potensial elastis.Energi potensial
elastik pegas adalah energi yang tersimpan di dalam benda elastis karena adanya gaya tekan
dan gaya regang yang bekerja pada benda. Contoh energi potensial ini ditunjukkan pada
nergi potensial pegas ini juga dapat berubah karena usaha yangdilakukan olehgaya pegas.
Besar usaha yang dilakukan oleh gaya pegas itu dituliskan dengan persamaan,
W = F1∆ x1 + F2∆x2+ ...
Besarnya usaha total ini sama dengan luas segitiga di bawah kurva Fterhadap ∆x sehinggadapa
t dituliskan,
W = F ∆x
W =(k∆x) (∆x)
2
W= k ∆x (7)
Oleh karena usaha yang diberikan pada pegas ini akan tersimpan
sebagai energi potensial, dapat dituliskan persamaan energi
potensial pegas adalahsebagai berikut.
2
Ep= ½ k ∆x

Energi potensial pegas ini juga dapat berubah karena usaha yangdilakukan olehgaya pegas.
Besar usaha yang dilakukan oleh gaya pegas itudituliskan dengan persamaan,

3. Energi Kinetik
Sekarang, coba ananda pilih mana yang lebih sakit, dilempar bola kasti yang dengan
kelajuan tinggi, atau dilempar bola kasti dengan kelajuan kecil. Tentu yang pertama bukan?
Nah, apa yang dapat ananda simpulkan? Dilempar bola kasti dengan kelajuan tinggi akan
lebih menyakitkan, dari pada dilempar bola kasti dengan kelajuan kecil. Rasa sakit ini
menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan oleh tubuh kita untuk mengubah energi kinetik
bola kasti dari keadaan diam menjadi bergerak sangat besar.
Berapakah besar energi kinetik yang tekandung dalam benda tersebut? Untuk
menghitung besar kecilnya energi kinetik sebuah benda bermassa m yang sedang bergerak
dengan kelajuan vkita bisa menurunkan persamaan-persamaan yang terkait. Kita mulai dari
persamaan untuk jarak yang ditempuh benda bergerak dengan kelajuan vo, dan percepatan a,
dalam waktu t:

2
∆s = vo+ ½ a t

untuk vo= 0, maka


∆s = ½𝛼∆𝑡 2 (i)

kelajuan benda pada saat t dapat ditentukan dengan persamaan


v= vo+ a t
v-vo= a t

masukkan nilai t pada persamaan (ii) ke persamaan (i) diperoleh

(iii)

Ananda sudah tahu bahwa usaha yang diperlukan untuk suatu benda adalah sebesar

Usaha sebesar ini merupakan usaha yang diperlukan untuk menghasilkan


perubahan kelajuan benda, yeng berarti sama dengan besarnya energi kinetik yang dimiliki
benda pada saat kelajuannya sama dengan v. Dengan demikian, energi kinetik dapat kita
tuliskan sebagai :
(10)

keterangan:
Ek = energi kinetik ( J)
m = massa benda (kg)
v = kecepatan benda (m/s)

Dari Persamaan (10), Ananda dapat memahami bahwa energi kinetikbenda


berbanding lurus dengan kuadrat kecepatannya.Apabila kecepatan benda meningkat dua kali
lipat kecepatan semula, energi kinetik benda akannaik menjadi empat kali lipat. Dengan
demikian, semakin besar kecepatan suatu benda, energi kinetiknya akan semakin besar pula.
Perubahan energi kinetik benda dari menjadi
merupakanbesar usaha yang dilakukan oleh resultan gaya yang bekerja padabenda. Secara mat
ematis, persamaannya dapat dituliskan sebagai
:

C. Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Dalam proses melakukan usaha, benda yang melakukan usaha itu memindahkan energi
yang dimilikinya ke benda lain. Energi yang dimiliki benda agar benda itu dapat melakukan
usaha dinamakan energi mekanik.
Sebagai contoh sederhana, misalkan ananda menjatuhkan batu dari ketinggian h, seperti
padaGambar 12.Gesekan udara dengan batu kita abaikan.Saat dijatuhkan, batu itu hanya
memiliki EP gravitasi.Seiring dengan jatuhnya batu, EP tersebut mengecil (karena h
mengecil),namun sebagaikompensasinya EK membesar.Ketika batu tersebut tepat saat
menyentuh tanah, semua EP gravitasi berubahmenjadi EK.Bagaimana penjumlahan kedua
energi tersebut? Apakah sama? Tentu ya, jumlah total kedua energi inilah yang dikatakan
energi mekanik.
Dengan demikian energi mekanik dapat didefinisiakan sebagai jumlah energi potensial dan
energi kinetik yang dimiliki oleh suatu benda atau disebut juga energi total.
Besarnya energi mekanik suatu benda selalu tetap, sedangkan energi kinetik dan energi
potensialnya dapat berubah-
ubah.Penulisannya secara matematis adalah

keterangan:
EM = Energi mekanik (joule)
EP = Energi potensial (joule)
EK = Energi kinetik (joule)

Hukum kekekalan energi mekanikmenyatakan bahwa energi mekanik yang dimiliki oleh
sebuah benda adalah kekal (tetap). Pernyataan ini sesuai dengan pernyataan hukum kekekalan
energi secara umum, yaitu energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya
dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain.

Pada Gambar 11. terlihat bahwa batu yang jatuh bebas akan mengalami perubahan
energi kinetik dan energi potensial gravitasi. Misalkan batu tersebut dilepaskan dari
ketinggian h1 dari permukaan tanah, batu memiliki v1.Setelah mencapai ketinggian h2 dari
permukaan tanah, kecepatan batu berubah menjadi v2.Saat batu berada di ketinggian h1,
energi potensial gravitasinya adalah EP1 dan energi kinetiknya EK1.Saat batu mencapai
ketinggian h2, energi potensialnya dinyatakan sebagai EP2 dan energi kinetiknya EK2.
Ananda telah mempelajari bahwa perubahan energi kinetik dan energi potensial benda adalah
usaha yang dilakukan gaya pada benda. Dengan demikian, dapat dituliskan
Persamaan ini disebut Hukum Kekekalan Energi Mekanik.
Rumusan hukum kekekalan energi mekanikdiatas hanya berlaku apabila dalam berubah
bentuk dari energi yang potensial menjadi energi kinetik atau sebaliknya, tidak ada energi
yang hilang.