Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN BEBAN KERJA DENGAN

PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH


SAKIT ISLAM FAISAL

GRANT OF REWARD AND EXPENSES RELATED WORK THE


IMPLEMENTATION OF DOCUMENTATION Nursing care FAISAL
ISLAM IN HOSPITAL

Haryanti Haris1, Elly L. Sjattar i2, Budu3


1.
STIKES Mega Rezky Makassar
2.
Bagian Keperawatan Fak Kedokteran Universitas Hasanuddin
3.
Bagian Mata Fak Kedokteran Universitas Hasanuddin

Alamat Koresponden
Haryanti Haris
Makassar, Sulawesi Selatan
STIKES Mega Rezky Makassar
HP: 082199814420
Email : Haryanti.asdin@yahoo.com
Abstrak
Pelaksanaan dokumentasi merupakan aspek penting dari praktik keperawatan dengan format dan kualitas yang terus
menerus berkembang, tapi fokusnya berdampak fositif terhadap kualitas palayanan/perawatan klien. Penelitian ini
bertujuan mengetahui hubungan pemberian reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan
keperawatan. Metode Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan Sampel 30 orang perawat
pelaksana di RS Islam Faisal Makassar. Besar sampel ditentukan secara seimbang berdasarkan jumlah perawat
dimasing-masing ruangan. Pengumpulan data melalui kuesioner wawancara, dan Observasi. Data dianalisis melalui
uji Chi-Square, Fisher's Exact Test, Regresi Logistik metode backward. Hasil penelitian : 22 orang (73,3%)
pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatannya baik, dan yang kurang sebanyak 8 (26,7%) pelaksanaan
pendokumentasian asuhan keperawatannya kurang. Hasil analisis bivariat variabel independen dengan dependen :
ada hubungan antara pemberian reward dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan (p=0.000), dan
ada hubungan antara beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan (p=0.002).
Kesimpulan : ada hubungan pemberian reward dan beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan
keperawatan. Faktor paling berpengaruh adalah penmberian reward Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi masukan bagi pengelola rumah sakit untuk meningkatkan kinerja staf keperawatannya dalam melaksanakan
sistem pendokumentasian keperawatan.

Kata kunci : Pemberian Reward, Beban Kerja, Pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan keperawatan

Abstract

Implementation documentation is an important aspect of nursing practice with the format and quality of this
constantly evolving, but the focus fositif impact on the quality palayanan / client care. This study aims to determine
the relationship of the reward system and the workload on the implementation of nursing care documentation.
Methods The study used a cross sectional sample of 30 people in hospital nurses Faisal Islam Makassar. Sample
size was determined based on the number of nurses in a balanced manner in each of the rooms. Data collection
through questionnaire interviews, and observations. Data were analyzed by Chi-square test, Fisher's Exact Test,
backward logistic regression method. Results of the study: 22 men (73.3%) documenting the implementation of
good nursing care, and less by 8 (26.7%) documenting the implementation of nursing care less. The results of
bivariate analysis of independent variables with the dependent: there is a relationship between the reward system
with the implementation documentation of nursing care (p = 0.000), and there is a relationship between workload
with implementation documentation of nursing care (p = 0.002). Conclusion: there is a relationship of the reward
system and workload with implementation of nursing care documentation. The most influential factor is the reward
penmberian Suggestions The results of this study are expected to be the input for hospital managers to improve the
performance of nursing staff in implementing nursing documentation system.

Keywords: Delivery of Reward, Workload, Documenting the implementation of nursing care


PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan di bidang pelayanan langsung seperti Rumah sakit, bertujuan
untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelaksanaan rujukan medik dan rujukan
kesehatan secara terpadu serat meningkatkan dan memantapkan manajemen pelayanan kesehatan
yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, pengendalian dan penilaian.
Rumah Sakit Islam Faisal merupakan rumah sakit swasta milik yayasan yang memberikan
kontribusi penting dalam pelayanan kesehatan di masyarakat.
Dokumentasi asuhan keperawatan menjadikan hal yang penting sebagai alat bukti
tanggung jawab dan tanggung gugat dari perawat dalam menjalankan tugasnya.Perawat
profesional dihadapkan pada suatu tuntutan tanggung jawab yang lebih tinggi dan tanggung
gugat setiap tindakan yang dilaksanakan. Dokumentasi keperawatan mempunyai beberapa
kegunaan bagi perawat dan klien antara lain Sebagai alat komunikasi, Sebagai mekanisme
pertanggunggugatan, Sarana pelayanan keperawatan secara individual, Sebagai Sarana evaluasi.
Berdasarkan hasil penelitian Supratman dan Yuni Wulandari 2009, dengan judul jurnal
tentang pendokumentasian asuhan keperawatan ditinjau dari beban kerja perawat di rumah sakit
Dr. Moewardi Surakarta menyimpulkan bahwa beban kerja perawat yang berat masih dijalani
sebagian besar perawat di RSDM Surakarta. Menurut penelitin yang dilakukan oleh Zakiyah
(2010), dalam jurnalnya yang berjudul Hubungan Sikap dan Karakteristik Perawat dengan
pendokumentasian asuhan keperawatan di RSU Sidoarjo menyimpulkan bahwa sikap dan
pendidikan perawat berpengaruh terhadap praktik pendokumentasian asuhan keperawatan.
Perawat yang mempunyai sikap baik dan perawat yang berlatang belakang pendidikan S1
keperawatan cenderung melakukan asuhan keperawatan dengan baik.
Pemberian reward (penghargaan) terhadap perawat pelaksana merupakan suatu
imbalan yang diberikan dalam bentuk material dan non material seperti pelaksanaan
pendokumentasian asuhan keperawatan. Sebuah ucapan terima kasih dapat dijadikan sebuah
reward. Kekuatan ucapan terima kasih ini memberikan arti dan manfaat yang sangat luar biasa.
Pekerjaan yang dimotivasi dengan ucapan terima kasih oleh seorang atasan kepada bawahan, dapat
menjadi sumber inspirasi kedisiplinan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut
Jiunkpe (2008), Menurut Pamela (2006), Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian reward
dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yaitu diawali dengan tahapan
pengkajian, diagnose, perencanaan, implementasi dan evaluasi, hal ini sering berpengaruh pada
kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keparawatan kepada pasien.
Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh
seorang perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan dalam penerapan
pendokumentasian asuhan keperawatan. Menurut Manuaba (2007), Adapun Faktor –faktor
yang mempengararuhi beban kerja adalah Faktor eksternal dimana faktor ini merupakan beban
yang berasal dari luar tubuh pekerja, seperti tugas-tugas yang dilakukan yang bersifat fisik
seperti stasiun kerja, tata ruang, tempat kerja, alat dan sarana kerja, kondisi kerja, sikap kerja,
sedangkan tugas-tugas yang bersikap mental seperti kompleksitas pekerjaan, tingkat kesulitan
pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan. Faktor berikutnya yaitu faktor internal yaitu faktor yang
berasal dari dalam tubuh itu sendiri akibat dari reaksi beban kerja eksternal. Reaksi tubuh disebut
Strain ,berat ringannya strain dapat dinilai baik secara obyektif maupun subyektif. Faktor
internal meliputi faktor somatis (jenis kelamin,umur,ukuran tubuh,status gizi,kondisi kesehatan),
faktor psikis (motivasi, persepsi, kepercayaan, keinginan dan kepuasan). Bila beban kerja terlalu
tinggi akan menyebabkan komunikasi yang buruk antara perawat dan pasien, kegagalan
kolaborasi perawat dan dokter, tingginya droup out perawat/turn over, dan rasa ketidak
puasaan kerja perawat (Gellies, 2005).
Beban kerja dibedakan menjadi dua jenis yaitu beban kerja secara kualitatif dan
kuantitatif. Beban kerja kualitatif artinya persepsi beban kerja yang bisa dirasakan oleh
perawat. Misalkan perawat merasa saat ini beban kerjanya berat daripada yang seharusnya,
lebih sulit dari yang sudah pernah dilaksanakan dan keluahan lain seperti adanya penerapan
pendokumentasian asuhan keperawatan. Adapun beban kerja kuantutatif artinya jumlah
pekerjaan yang bias dihitung dan dibandingkan denga waktu yang tersedia. Misalkan perawat
memiliki waktu 8 jam tiap shift, maka berapa banyak tindakan keperawatan yang bisa
dilakuka selama 8 jam itu. Dalam penerapan pendokumentasian asuhan keperawatan (Gellies,
2005).
Berdasarkan uraian di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan pemberian reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan
keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Faisal Makassar.
BAHAN DAN METODE
Desain penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan
menggunakan pendekatan studi “Cross Sectional”. Dimana metode dalam penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi
melalui pemberian kuesioner pada populasi perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Faisal
Makassar, kemudian dilakukan analisis untuk mencari ada tidaknya efek terhadap perawat yang
dilihat melalui penerapan pendokumentasian proses asuhan keperawatan.
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit
Islam Faisal Makassar. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan objek yang
diteliti atau dianggap mewakili seluruh populasi dengan kriteria inklusi adalah karakteristik
sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk diteliti.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Waktu penelitian pada
tahun 2014.

Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan lembar observasi dengan
menggunakan sistem chek list, serta lembar wawancara dengan menggunakan sistem tanya
jawab, yang telah dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada kepustakaan yang terdiri dari
beberapa pertanyaan, sedangkan untuk pengumpulan data tentang penerapan dokumentasi proses
asuhan keperawan menggunakan instrumen studi dokumentasi penerapan standar asuhan
keperawatan di rumah sakit yang dikutip dari tim Departemen Kesehatan RI (1997) yang telah
dimodifikasi penilaiannya oleh peneliti.
Analisis Data
Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi dalam tabel sesuai dengan variabel yang
hendak diukur. Analisa data dilakukan melalui tahap editing, koding, tabulasi dan uji statistik.
Uji statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan serta menggunakan jasa
komputerisasi. Analisis Univariat Dilakukan terhadap variabel penelitian untuk melihat tampilan
distribusi frekuensi dan persentase dari tiap-tiap variabel. Analisis Bivariat Untuk melihat
hubungan dari tiap variabel dengan menggunakan uji statistik Kai-Kuadrat dengan tingkat
kemaknaan α = 0,05.

HASIL
Penyajian hasil penelitian ini meliputi analisis univariat, dan bivariat dimana tujuannya
untuk melihat hubungan pemberian reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan
pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar.
Analisis Univariat
Berdasarkan Tabel 1 menunjukan bahwa terdapat 30 jumlah perawat, sebanyak 21
(70,0%) perawat yang pemberian rewardnya ada, sebanyak 9 (30,0%) perawat yang pemberian
rewardnya tidak ada
Tabel 2 menunjukan bahwa bahwa terdapat 30 jumlah perawat, sebanyak 15 (50,0%)
perawat yang beban kerjannya tinggi, sebanyak 15 (50,0%) perawat yang beban kerjanya kurang.
Tabel 3 menunjukan bahwa terdapat 30 jumlah perawat, sebanyak 19 (63,3%) perawat
yang pelaksanaan asuhan keperawatan pengkajiannya lengkap, sebanyak 11 (36,7%)
pelaksanaan asuhan keperawatan pengkajiannya tidak lengkap. Sebanyak 24 (80,0%) perawat
yang pelaksanaan asuhan keperawatan diagnosanya lengkap, sebanyak 6 (20,0%) pelaksanaan
asuhan keperawatan diagnosanya tidak lengkap. Sebanyak 22 (73,3%) perawat yang pelaksanaan
asuhan keperawatan perencanaannya lengkap, sebanyak 8 (26,7%) pelaksanaan asuhan
keperawatan perencanaannya tidak lengkap. Sebanyak 22 (73,3%) perawat yang pelaksanaan
asuhan keperawatan tindakannya lengkap, sebanyak 8 (26,7%) pelaksanaan asuhan keperawatan
tindakannya tidak lengkap. Sebanyak 24 (80,0%) perawat yang pelaksanaan asuhan keperawatan
evaluasinya lengkap, sebanyak 6 (20,0%) pelaksanaan asuhan keperawatan evaluasinya tidak
lengkap.
Analisis Bivariat
Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa dari 30 jumlah responden terdapat 21 (70,0%)
responden yang pemberian rewardnya ada, dan sebanyak 20 (66,7%) responden yang
pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, dan sebanyak 1 (3,3%) responden
yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 9 (30,0%) responden
yang pemberian rewardnya tidak ada, sebanyak 2 (6,7%) responden yang pelaksanaan asuhan
keperawatannya lengkap, dan sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan asuhan
keperawatannya tidak lengkap.
Tabel 5 menunjukan bahwa dari 30 jumlah responden terdapat 15 (50,0%) responden
yang beban kerjanya tinggi, sebanyak 15 (50,0%) responden yang pelaksanaan
pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, dan sebanyak 0 (0,0%) responden yang
pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 15 (50,0%) responden yang
beban kerjanya kurang, sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan asuhan
keperawatannya lengkap, dan sebanyak 0 (0,0%) responden yang pelaksanaan asuhan
keperawatannya tidak lengkap.

PEMBAHASAN
Pada penelitian ini terlihat bahwa Berdasarkan hasil penelitian terdapat 30 jumlah
responden terdapat 21 (70,0%) responden yang pemberian rewardnya ada, dan sebanyak 20
(66,7%) responden yang pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, hal ini
disebabkan karena tingkat pengetahuan perawat terkait dengan pelaksanaan pendokumentasian
asuhan keperawatan selalu mendukung dengan pemberian reward yang selalu diterapkan di
ruangan ketika melakukan pendokumentasian keperawatan, dan sebanyak 1 (3,3%) responden
yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 9 (30,0%) responden
yang pemberian rewardnya tidak ada, sebanyak 2 (6,7%) responden yang pelaksanaan asuhan
keperawatannya lengkap, hal ini disebabkan karena selalu ada motivasi yang selalu diterapkan
pada dirinya agar selalu melaksanakan tindakan pelaksanaan asuhan keperawatan kepada
walaupun pemberian rewardnya kurang dan sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan
asuhan keperawatannya tidak lengkap, hal ini disebabkan kerana kurang pemahaman perawat
terkait dengan pemberian reward dengan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien sehingga
pelaksanaan asuhan keperawatannya dinilai selalu kurang.
Dari hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan koreksi
fisher’s exact test antara variabel beban kerja dan variabel terhadap pelaksanaan
Pendokumentasian Asuhan Keperawatan diperoleh nilai p = 0,002 lebih kecil dari nilai α=0,05.
Hasil tersebut memberikan makna bahwa hipotesis alternatif diterima yang berarti bahwa ada
hubungan antara beban kerja terhadap pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan.
Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seorang
perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan dalam penerapan
pendokumentasian asuhan keperawatan. Beban kerja (workload) diartikan sebagai patient
days yang merujuk pada sejumlah prosedur dan pemeriksaan saat dokter berkunjung ke
pasien, (Nursalam, 2003).
Berdasarkan hasil penelitian terdapat 30 jumlah responden terdapat 15 (50,0%)
responden yang beban kerjanya tinggi, dan sebanyak 15 (50,0%) responden yang pelaksanaan
pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, hal ini disebabkan karena sistem kerja yang
sering dilakukan betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pasien sehingga
pelaksanaan asuhan keperawatan selalu nilai dengan baik, dan sebanyak 0 (0,0%) responden
yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 15 (50,0%) responden
yang beban kerjanya kurang, sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan asuhan
keperawatannya lengkap, hal ini disebabkan karena tingginya dorongan perawat dalam
melakukan tindakan asuhan keperawatan walaupun beban kerjanya kurang dan sebanyak 8
(26,7%) responden yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap, hal ini disebabkan
adanya faktor kebiasaan malas dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan tersebut sehingga
beban kerja yang selalu diharapakan sangat kurang, (Swanburg, 1993).
Menurut Pamela (2006), Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian reward dalam
pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yaitu diawali dengan tahapan pengkajian,
diagnose, perencanaan, implementasi dan evaluasi, hal ini sering berpengaruh pada kinerja
perawat dalam melaksanakan asuhan keparawatan kepada pasien. Faktor lain biasanya
berpengaruh pada sistem manajmen pemberian reward seperti proses rekruitmen, seleksi, kontrak
kerja, orientasi, penilaian kinerja, dan pengembangan staf perawat. Proses ini selalu dilakukan
sebelum membuka ruang kerja dan setiap ada penambahan perawat baru.
Menurut penelitian Kristiano (2009), Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kepala
ruang atau kepala tim memberikan ucapan terima kasih setiap timbang terima yaitu (100%) dan
perawat pelaksana sebagian besar juga datang tepat waktu saat timbang terima di dapatkan
(100%). Hasil statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian reward ucapan
terima kasih dengan kedisiplinan waktu saat mengikuti timbang terima perawat di ruang bedah
RSUP dr. Kariadi Semarang.
Meliala (2010), mengatakan bahwa penyempurnaan bentuk dokumentasi keperawatan di
ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Aceh adalah 49,07%. Karakteristik perawat tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Tidak ada
akurasi data dalam catatan dokumentasi asuhan keperawatan dan penyelesaian dokumentasi
asuhan keperawatan tidak dibuat setelah ada intervensi keperawatan. Beberapa faktor yang
mempengaruhi perawat dalam proses dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap
Rumah Sakit Jiwa Aceh adalah bentuk sistematis dokumentasi, kurangnya pelatihan, monitoring
kurang optimal, kurangnya motivasi, kurangnya pengetahuan dan kompetensi perawat, pekerjaan
overload, waktu yang terbatas , dan tidak adanya reward yang solid dan sistem hukuman serta
sikap undecisive dari pemimpin dalam pelaksanaan pencatatan asuhan keperawatan.

KESIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul “hubungan pemberian
reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada
pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar”. Maka dapat disimpulkan bahwa Ada
hubungan pemberian reward terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada
pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar (p=0,003) .Ada hubungan beban kerja
terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada pasien rawat inap di Rumah
Sakit Islam Faisal Makassar (p=0,009)
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI (1997), Instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan
di rumah sakit, Jakarta : Depkes.
Gellies, (2005). Manajmen Keperawatan Suatu Pendekatan Sistem, Edisi Terjemahan. Alih Bahasa
Dika Sukmana dkk. Jakarta
Jiunkpe, (2008). Finansial dan Nonfinansial Rewards. diakses 25 Juni 2009. URL :
http://www.digilib.petra.ac.id
Kristiano Deni, (2009). Feeding relationships reward acknowledgments discipline time to follow
when operating room nurse in surgery rsup dr. Kariadi semarang. Skripsi
Manuaba. (2007). Beban Kerja. diakses 25 Juni 2009. URL : http://www.digilib.petra.ac.id
Meliala Andreasta, (2010). Analysis Of Nursing Care Documentation Process At Inpatient Ward
Of Aceh Mental Hospital. Jurnal Internasional. Skripsi
Nursalam (2003). Proses & dokumentasi keperawatan konsep & praktik, Edisi Pertama, Jakarta :
Salemba Medika.
Pamela Brink, (2006). Langkah dasar dalam perencanaan riset keperawatan (dari pertanyaan
sampai proposal), Edisi 4, Jakarta, EGC.
Swanburg Russel C (1993). Pengantar kepemimpinan dan manajemen keperawatan (untuk
perawat klinis), Jakarta : EGC
Zakiyah Ana, (2010). Hubungan sikap dan karakteristik perawat dengan pendokumentasian
asuhan keperawatan Di rumah sakit umum sidoarjo. Skripsi
Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Pemberian Reward Perawat di Rumah Sakit Islam Faisal
Makassar

Pemberian Reward N %
Ada 21 70,0
Tidak ada 9 30,0
Total 30 100,0
Sumber : Data Primer 2014

Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Beban Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Faisal
Makassar

Beban Kerja N %
Tinggi 15 50,0
Kurang 15 50,0
Total 30 100,0
Sumber : Data Primer 2014

Tabel 3 : Distribusi Frekuensi Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Perawat di Rumah


Sakit Islam Faisal Makassar

Pelaksanaan Asuhan N %
Keperawatan Perawat
Pengkajian
Lengkap 19 63,3
Tidak Lengkap 11 36,7
Diagnosa
Lengkap 24 80,0
Tidak Lengkap 6 20,0
Perencanaan
Lengkap 22 73,3
Tidak Lengkap 8 26,7
Tindakan
Lengkap 22 73,3
Tidak Lengkap 8 26,7
Evaluasi
Lengkap 24 80,0
Tidak Lengkap 6 20,0
Sumber : Data Primer 2014
Tabel 4 : Hubungan Antara Pemberian Reward Terhadap Pelaksanaan Pendokumentasian
Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar

Pelaksanaan Pendokumetasian Asuhan


Pemberian Keperawatan
Reward Tidak
Lengkap Jumlah
Lengkap
n % n % n % Nilai p
Ada 20 66,7 1 3,3 21 70,0
Tidak ada 2 6,7 7 23,3 9 30,0 0,000
Total 22 73,3 8 26,7 30 100,0
Sumber : Data Primer 2014

Tabel 5 : Hubungan Antara Beban Kerja Terhadap Pelaksanaan Pendokumentasian


Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar

Pelaksanaan Pendokumetasian Asuhan


Keperawatan
Beban Kerja Tidak
Lengkap Jumlah
Lengkap
n % N % n % Nilai p
Tinggi 15 50,0 0 0,0 15 50,0
Kurang 7 23,3 8 26,7 15 50,0 0,002
Total 22 73,3 8 26,7 30 100,0
Sumber : Data Primer 2014