Anda di halaman 1dari 2

KETUA PKBM WIDYA AKSARA SALAH SATU PENERIMA SEAQIS Research Grants 2017

PENGALAMAN TIDAK BISA DI BELI

SEAMEO QITEP In Science (SEAQIS) adalah salah satu Pusat regional yang berada
dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO), yang bergerak di
bidang pendidikan dan Pelatihan untuk para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di bidang
Sains.

Berdasarkan program kerja tahun 2017, maka Penawaran Research Grants


SEAMEO QITEP in Science 2017 dibuka kembali. Hal ini tentunya dengan memperhatikan
banyak masukan dari pelaksanaan Penawaran Research Grants SEAMEO QITEP in Science
2016. Tema untuk tahun ini adalah Pembelajaran Berbasis Inkuiri di Sekolah Sebagai Upaya
Peningkatan Profesionalitas Guru dan Tenaga Kependidikan IPA. Setiap judul proposal yang
lolos seleksi akan mendapatkan dana bantuan penelitian sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta
rupiah) dengan total jumlah proposal yang akan didanai sebanyak 30 (tiga puluh) buah judul
proposal. Penerima hibah tersebut adalah 30 orang pendidik IPA yang berasal dari seluruh
Nusantara. Kegiatan Seminar hasil penelitian dilaksanakan pada tanggal 7-8 Nopember 2017 di
Hotel Atlantic City Bandung. Pembukaan kegiatan ini dilaksankan pada tanggl 7 November dan
di buka secara resmi oleh Direktur SEAQIS Prof. Triyanta.

Tidak terkecuali Propinsi Bali, Bali pada tahun ini di wakili oleh Ni Putu Ayu Hervina
Sanjayanti, M.Pd ketua PKBM Widya Aksara Buleleng. Hervina lebih menonjolkan Pembelajaran
di Pendidikan non formal berbasis kearifan Lokal Bali Tri Pramana. “Saya tidak menyangka lolos,
karena saya satu-satunya pendidik IPA yang menggunakan Pendidikan non formal sebagai lokasi
penelitian”, ujar Ibu Muda yang akrab di sapa Mama Gauri ini ketika ditemui Tenar. Pada saat
mempresentasikan hasil adalah hal yang menegangkan, karena laporan penelitian di review oleh
ahli2 dari beberapa perguruan tinggi ternama di seluruh Negeri. Hervina juga sempat merasa
deg-degan, tapi rasa itu berubah menjadi senyuman ketika hasil review bagus dan reviewer
tertarik dengan penelitian yang dilakukan oleh Hervina yang menggangkat keartifan Lokal BALI
Tri Pramana yang juga sekligus sebagai sarana pelestarian Budaya.

Diakhir perbincangan denga Tenar, Hervina juga menyampaikan rasa terimakasihnya


kepada Tuhan, keluarga sahabat, Lembaga, dan tentunya panita penyelenggara SEAQIS
Research Grants 2017 karena sudah memberikan kesempatan untuk mempublikasikan hasil
penelitiannya pada seminar tersebut. “Saya senang bisa bertemu dengan teman-teman pendidik
IPA di seluruh Nusantara palagi gratis (semua aakomodasi dan transportasi dibiayai oleh pihak
SEAQIS) dan bisa sharing pengalaman berkaitan penelitian yang sudah dilaksanakan. Tentunya
dari pengalaman tersebut bisa dipakai acuan meningkatkan mutu pendidikan di Lembaga saya.
Semoga tahun depan banyak yang dari Bali yang lolos sebagai penerima hibah. Dan yang paling
penting adalah nikmati pengalaman Hidup karena Pengalaman tidak bisa dibeli”, pungkas Wanita
yang juga sebagai staf Dosen di Perguruan tinggi itu.