Anda di halaman 1dari 2

JAKARTA, KOMPAS.

com – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo


menggagas aksi Nusantara Bersatu di seluruh wilayah Indonesia pada 30
November mendatang.

Dalam aksi tersebut, Panglima mengajak seluruh elemen masyarakat


berkumpul di tempat terbuka seperti alun-alun atau pusat kota, dengan
mengenakan ikat kepala merah putih.

“Tema-nya Indonesia milikku, Indonesia milik kita bersama, itulah Bhineka


Tunggal Ika. Kita tunjukkan bersama-sama, di situ kita berbicara,” kata
Gatot, di Kantor Kemendagri, Kamis (24/11/2016).

Gagasan kegiatan Nusantara Bersatu berawal ketika Gatot bertemu


seorang anak kelas satu SMP.

Kepadanya, anak SMP itu mengatakan bahwa kehidupan yang dijalaninya


tak seberuntung Panglima TNI.

“Enak ya Panglima TNI sekarang hidup,” kata Gatot menirukan perkataan


anak itu.

“Lho kenapa Dek?” balas Gatot.

“Panglima TNI hidup diwarisi oleh para pahlawan yang mereka gugur
mengorbankan darah, tenaga, dan nyawa. Kami, seumur Panglima belum
tentu,” lanjut anak itu.

Setelah itu, Gatot mengklaim, mendapat telepon dari seorang ulama besar
yang memberikan informasi bahwa ada upaya untuk menggulingkan
kekuasaan.

Untuk itu, ia menggagas kegiatan Nusantara Bersatu yang bertujuan untuk


mengantisipasi upaya-upaya tersebut.

Di Jakarta, kegiatan akan difokuskan di Monas sekitar pukul 07.00 WIB.

Sejumlah kegiatan akan digelar, seperti membaca puisi mengenai


Indonesia dan berdoa bersama.

Selain itu, Panglima juga mengimbau agar rencana unjuk rasa yang akan
digelar 2 Desember mendatang diurungkan.

“Alangkah indahnya kalau tanggal 2 itu memperkuat apa yang sudah


menjadi cap internasional bahwa Indonesia adalah penduduk mayoritas
Islam yang damai. Lebih indah diganti doa bersama-sama,” kata dia.