Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok bahasan : Pernikahan Dini


Sub Pokok Bahasan : Pengetahuan tentang Pernikahan Dini
Sasaran : Remaja Putra/Putri
Waktu : 1 x 60 menit
Hari / tanggal : Kamis, 9 Feb 2012
Tempat : SMP SATRIA BUDI
A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan sasaran dapat mengerti tentang reproduksi sehat
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan sasaran mampu :
a. Menyebutkan pengertian kespro
b. Menyebutkan usia reproduksi sehat
c. Menyebutkan pengertian pernikahan dini
d. Menyebutkan penyebab pernikahan dini
e. Menyebutkan dampak pernikahan dini

B. Pokok Bahasan
1. Pengertian Kespro
2. Usia reproduksi sehat
3. Pengertian pernikahan dini
4. Penyebab pernikahan dini
5. Dampak pernikahan dini
C. Tahapan-tahapan
Kegiatan
No Tahapan Waktu
Penyuluhan Peserta
1 Pembukaan Mengucapkan salam Menanggapi 10 menit
Memperkenalkan diri
Menggali pengetahuan
(observasi) .
2 Pemberian Ceramah Mendengarkan dan 30 menit
materi Menyampaikan materi. memperhatikan
Menjelaskan tahap demi penyuluhan dengan
tahap. serius.
Memberikan kesempatan
bertanya 10 menit
Menjawab pertanyaan
3 Evaluasi Menggali pengetahuan Dapat mengulang 10 menit
sasaran dengan memberi kembali informasi yang
pertanyaan telah didapat.
4 Penutup Memberi salam penutup. Menjawab salam 10 menit

D. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab

E. Alat/Media
Flip-chart

F. Evaluasi
Essay Test
Mengajukan pertanyaan kepada sasaran
1. Apakah pengertian kesehatan reproduksi?
2. Sebutkan usia reproduksi sehat !
3. Apakah pengertian pernikahan dini?
4. Sebutkan penyebab pernikahan dini!
5. Sebutkan dampak pernikahan dini!

KESEHATAN REPRODUKSI

1. Pengertian
Reproduksi adalah suatu proses kehidupan manusia yang menghasilkan keturunan.
Untuk itu sudah menjadi kodrat manusia untuk hamil dan menghasilkan keturunan.
Kehamilan yang baik adalah kehamilan yang tidak akan menimbulkan gangguan
kesehatan jasmani yang tidak akan menimbulkan gangguan jasmani dan rohani,
untuk ibu maupun calon anak yang akan dilahirkan.

2. Usia Reproduksi Sehat


Salah satu faktor yang penting dalam kehamilan adalah umur ibu waktu hamil yang
baik untuk keselamatan ibu dan janin adalah :
a. Umur 10-15 tahun dianggap seperti berbahaya untuk kehamilan sebab secara fisik,
ibu masih dalam tahap pertumbuhan organ-organ reproduksi, masih sangat muda
dan belum kuat sekali.
b. Umur 15-20 tahun masih sangat berbahaya meskipun lebih kurang resiko relatif lebih
secara psikologi dianggap masih belum cukup matang dan dewasa untuk
menghadapi kehamilan dan persalinan.
c. Umur 20-30 adalah kelompok umur paling baik untuk menghadapi secara fisik dan
cukup juga dari segi mental wanita nasehat sudah cukup dewasa. Dari penelitian-
penelitian yang ada menunjukkan bahwa resiko kehamilan baik ibu maupun bayi
ternyata paling baik.
d. Umur 30-35 tahun ini dianggap sudah mulai berbahaya secara fisik dan sudah mulai
menurun apalagi jumlah keturunan sebelumnya lebih dari 3 kali ibu hamil pada usia
muda perkembangan fisiknya yang belum masih tidak dapat mencapai yang optimal
sering didapati bahwa terkadang panggul ibu belum berbentuk sempurna sehingga
menimbulkan kesulitan dalam proses persalinan karena adanya ketidak sesuaian
antara kepala anak dan panggul ibu.

3. Pengertian pernikahan dini


Pernikahan dini adalah pernikahan yang langsung pada usia kurang dari 20 tahun
pernikahan sebaiknya dilakukan pada usia 20 tahun untuk wanita dan pria 25 tahun
karena pada saat itu baik secara fisik maupun mental sudah siap menjalani bahtera
rumah tangga.

4. Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi.


Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya,
emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran
bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan
secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000).
Risiko kehamilan pada ibu yang terlalu muda biasanya timbul karena mereka belum
siap secara psikis maupun fisik. Secara psikis, umumnya remaja belum siap menjadi
ibu. Bisa saja kehamilan terjadi karena "kecelakaan". Akibatnya, selain tidak ada
persiapan, kehamilannya pun tidak dipelihara dengan baik. Kondisi psikis yang tidak
sehat ini dapat membuat kontraksi selama proses persalinan tidak berjalan lancar
sehingga kemungkinan operasi sesar lebih besar. Risiko fisiknya pun tak kalah besar
karena beberapa organ reproduksi remaja putri seperti rahim belum cukup matang
untuk menanggung beban kehamilan. Bagian panggul juga belum cukup
berkembang sehingga bisa mengakibatkan kelainan letak janin. Kemungkinan
komplikasi lainnya adalah terjadinya keracunan kehamilan/preeklamsia dan kelainan
letak plasenta (plasenta previa) yang dapat menyebabkan perdarahan selama
persalinan. Risiko yang bisa terjadi
DAMPAK PERNIKAHAN DINI
Dampak terhadap hukum
Adanya pelanggaran terhadap 3 Undang-undang di negara kita yaitu:
1. UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan
Pasal 7 (1) Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19
tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun.
Pasal 6 (2) Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur
21 tahun harus mendapat izin kedua orang tua.
2. UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
Pasal 26 (1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
a. mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak
b. menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya
dan;
c. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.
3. UU No.21 tahun 2007 tentang PTPPO
Patut ditengarai adanya penjualan/pemindah tanganan antara kyai dan orang tua
anak yang mengharapkan imbalan tertentu dari perkawinan tersebut.
Amanat Undang-undang tersebut di atas bertujuan melindungi anak, agar anak tetap
memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta terlindungi dari
perbuatan kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.
Sungguh disayangkan apabila ada orang atau orang tua melanggar undang-undang
tersebut. Pemahaman tentang undang-undang tersebut harus dilakukan untuk
melindungi anak dari perbuatan salah oleh orang dewasa dan orang tua

B. Dampak biologis
Anak secara biologis alat-alat reproduksinya masih dalam proses menuju
kematangan sehingga belum siap untuk melakukan hubungan seks dengan lawan
jenisnya, apalagi jika sampai hamil kemudian melahirkan. Jika dipaksakan justru
akan terjadi trauma, perobekan yang luas dan infeksi yang akan membahayakan
organ reproduksinya sampai membahayakan jiwa anak. Patut dipertanyakan apakah
hubungan seks yang demikian atas dasar kesetaraan dalam hak reproduksi antara
isteri dan suami atau adanya kekerasan seksual dan pemaksaan (penggagahan)
terhadap seorang anak.
Dokter spesialis obseteri dan ginekologi dr Deradjat Mucharram Sastraikarta Sp OG
yang berpraktek di klinik spesialis Tribrata Polri mengatakan pernikahan pada anak
perempuan berusia 9-12 tahun sangat tak lazim dan tidak pada tempatnya. ”Apa
alasan ia menikah? Sebaiknya jangan dulu berhubungan seks hingga anak itu
matang fisik maupun psikologis”. Kematangan fisik seorang anak tidak sama dengan
kematangan psikologisnya sehingga meskipun anak tersebut memiliki badan
bongsor dan sudah menstruasi, secara mental ia belum siap untuk berhubungan
seks.
Ia memanbahkan, kehamilan bisa saja terjadi pada anak usia 12 tahun. Namun
psikologisnya belum siap untuk mengandung dan melahirkan. Jika dilihat dari tinggi
badan, wanita yang memiliki tinggi dibawah 150 cm kemungkinan akan berpengaruh
pada bayi yang dikandungnya. Posisi bayi tidak akan lurus di dalam perut ibunya.
Sel telur yang dimiliki anak juga diperkirakan belum matang dan belum berkualitas
sehingga bisa terjadi kelainan kromosom pada bayi.
C. Dampak psikologis
Secara psikis anak juga belum siap dan mengerti tentang hubungan seks, sehingga
akan menimbulkan trauma psikis berkepanjangan dalam jiwa anak yang sulit
disembuhkan. Anak akan murung dan menyesali hidupnya yang berakhir pada
perkawinan yang dia sendiri tidak mengerti atas putusan hidupnya. Selain itu, ikatan
perkawinan akan menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan (Wajar 9
tahun), hak bermain dan menikmati waktu luangnya serta hak-hak lainnya yang
melekat dalam diri anak.
Menurut psikolog dibidang psikologi anak Rudangta Ariani Sembiring Psi,
mengatakan ”sebenarnya banyak efek negatif dari pernikahan dini. Pada saat itu
pengantinnya belum siap untuk menghadapi tanggungjawab yang harus diemban
seperti orang dewasa. Padahal kalau menikah itu kedua belah pihak harus sudah
cukup dewasa dan siap untuk menghadapi permasalahan-permasalan baik ekonami,
pasangan, maupun anak. Sementara itu mereka yang menikah dini umumnya belum
cukup mampu menyelesaikan permasalan secara matang”.
Ditambahkan Rudangta, ”Sebenarnya kalau kematangan psikologis tidak ditentukan
batasan usia, karena ada juga yang sudah berumur tapi masih seperti anak kecil.
Atau ada juga yang masih muda tapi pikirannya sudah dewasa”. Kondisi
kematangan psikologis ibu menjadi hal utama karena sangat berpengaruh terhadap
pola asuh anak di kemudian hari. ” yang namanya mendidik anak itu perlu
pendewasaan diri untuk dapat memahami anak. Karena kalau masik kenak-
kanakan, maka mana bisa sang ibu mengayomi anaknya. Yang ada hanya akan
merasa terbebani karena satu sisi masih ingin menikmati masa muda dan di sisi lain
dia harus mengurusi keluarganya”.

D.Dampak sosial
Fenomena sosial ini berkaitan dengan faktor sosial budaya dalam masyarakat
patriarki yang bias gender, yang menempatkan perempuan pada posisi yang rendah
dan hanya dianggap pelengkap seks laki-laki saja. Kondisi ini sangat bertentangan
dengan ajaran agama apapun termasuk agama Islam yang sangat menghormati
perempuan (Rahmatan lil Alamin). Kondisi ini hanya akan melestarikan budaya
patriarki yang bias gender yang akan melahirkan kekerasan terhadap perempuan.

2. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda.


a. Keguguran.
Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya :
karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan
oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang
serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada
akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.
b. Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.
Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi
terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir
rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang
belum menginjak 20 tahun. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu
tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan
(ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. selain itu cacat bawaan juga di
sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal,
seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat
dan memijat perutnya sendiri.
Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih
kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat
pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran
prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.
c. Mudah terjadi infeksi.
Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan
terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.

d. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.


Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang
pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.karena pada saat
hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. tambahan zat besi dalam tubuh
fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah
janin dan plasenta.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan
menjadi anemis..
e. Keracunan Kehamilan (Gestosis).
Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia
makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau
eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat
menyebabkan kematian.
f. Kematian ibu yang tinggi.
Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan
dan infeksi. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup
tinggi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).
Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:
a. Resiko bagi ibunya :
(1) Mengalami perdarahan.
Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim
yang terlalu lemah dalam proses involusi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban
stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).kemudian proses pembekuan
darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.

(2) Kemungkinan keguguran / abortus.


Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini
disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan
obat-obatan maupun memakai alat.
(3) Persalinan yang lama dan sulit.
Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari
persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul,
kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salahKematian
ibu.Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.
b. Dari bayinya :
(1) Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.
Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini
terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.
(2) Berat badan lahir rendah (BBLR).
Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram.
kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil
kurang dari 20 tahun. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh
ibu hamil.
(3) Cacat bawaan.
Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat
pertumbuhan.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik
dan kromosom, infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.
(4) Kematian bayi.kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau
kematian perinatal.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan
kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.
(Manuaba,1998).
Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu
belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul
akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara
emosional ketika si ibu mengandung bayinya.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) / SAP

Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi


Kode Mata Kuliah : BA0051
SKS : 3 SKS (T: 2 ; P : 1)
Program Study : D III Kebidanan
Tingkat/Semester : I/II
Pokok Bahasan : Peran dan tugas bidan dalam Primary Health Care
untuk kesehatan wanita
Sub Pokok Bahasan : Asuhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja
Waktu Pertemuan : 60 menit
Pertemuan : III
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan perkuliahan ini diharapkan
mahasiswa mampu memahami konsep kesehatan
reproduksi, menerapkan peran dan tugas bidan dalam
PHC (Primary Health Care) untuk kesehatan
reproduksi wanita
Kompetensi Dasar : Mahasiswa dapat memahami tentang kesehatan
reproduksi pada remaja
Indikator : 1. Peserta didik mampu menjelaskan sistem
reproduksi manusia
2. Peserta didik mampu menerangkan pengertian
remaja serta kesehatan reproduksi remaja

I. Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu menerangkan :


1. Sistem reproduksi pria
2.
2. Pengertian remaja serta kesehatan reproduksi
remaja
II. Materi Ajar : 1. Sistem Reproduksi Manusia
2. Kesehatan Reproduksi Remaja

III. Metode Pembelajaran: Ceramah dan Tanya Jawab


IV. Langkah-Langkah Pembelajaran :

Tahap/ Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Waktu Mahasiswa
Kegiatan 1. Memberikan salam pembuka Menjawab salam
awal 10 dan memperkenalkan diri Memperhatikan
2. Menginformasikan materi yang
menit
akan disampaikan
Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan yang akan
dicapai pada pembelajaran ini
4. Menjelaskan manfaat dan
relevansi pokok bahasan ini Memperhatikan
dengan profesi kebidanan
5. Melakukan apersepsi mengenai
Memperhatikan
sistem reproduksi manusia
Kegiatan 1. Menjelaskan tentang system Memperhatikan
inti 40 reproduki manusia
a. Memberi kesempatan kepada
menit Mengajukan
mahasiswa untuk bertanya
pertanyaan
tentang materi yang telah
disampaikan
b. Menjawab dan menjelaskan
Memperhatikan
tentang pertanyaan
mahasiswa
2. Menjelaskan tentang reproduksi
remaja Memperhatikan
- Pengertian remaja
- Komunikasi,informasi dan
edukasi kesehatan
reproduksi remaja
a. Memberi kesempatan kepada
mahasiswa untuk bertanya
Mengajukan
tentang materi yang telah
pertanyaan
disampaikan
b. Menjawab dan menjelaskan
tentang pertanyaan
Memperhatikan
mahasiswa
3. Mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai materi
yang telah disampaikan untuk Menjawab
mengevaluasi peserta didik pertanyaan

Penutup 1. Meminta mahasiswa untuk Menjelaskan


10 menit mengulang kembali penjelasan kembali
yang diberikan sebelumnya
2. Menyimpulkan materi yang
Memperhatikan
telah disampaikan
3. Memberikan penekanan pada
Memperhatikan
pokok-pokok hal yang penting
4. Memberikan gambaran materi
yang akan datang Memperhatikan
5. Memberikan tugas
6. Mengucap salam penutup
Memperhatikan
Menjawab salam
penutup

V. Alat/Bahan dan Sumber


 Alat dan bahan
- Laptop
- LCD
- Hand out
- Power point

 Sumber
Varney’s Midwifery, Thierd Edition, 1997
Valery Edge, Mindi Miller, 1994, Woman’s Health Care, Mosby USA
Betty R. Sweet, 1997, Mayes a Textbook for Midwives, V. Ruth Bennett,
Linda K. Brown, 1999,Myles Textbook for Midewives
Manuaba, Ida Bagus, 2009, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta

VI. Alat Evaluasi


1. Bentuk instrument : Tes Tertulis
2. Jenis test : Test Essai (2 soal)
3. Soal :
a. jelaskan sistem reproduksi manusia ? (6 point)
b. Apa yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi remaja ? (4 point)
4. Kunci Jawaban :
a. Sistem reproduksi manusia merupakan proses kehidupan manusia dalam
menghasilkan keturunan guna melestarikan hidupnya. System reproduksi
terbagi menjadi 2 yaitu system reproduksi wanita dan system reproduksi
laki-laki yang masing-masing memiliki bagian-bagiannya.
b. Kesehatan reproduksi remaja adalah sehat secara sosial, fisik, & mental
yang berkaitan dengan sistem, fungsi & proses reproduksi yang dimiliki
oleh remaja.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) / SAP

Mata Kuliah : Kesehatan Reproduksi


Kode Mata Kuliah : BA0051
SKS : 3 SKS (T: 2 ; P : 1)
Program Study : D III Kebidanan
Tingkat/Semester : I/II
Pokok Bahasan : Pemantauan tumbuh kembang wanita sepanjang
daur kehidupannya, serta gangguan permasalahannya
Sub Pokok Bahasan : Gangguan kesehatan reproduksi dan upaya
penanggulangannya
Waktu Pertemuan : 50 menit
Pertemuan : V
Standar Kompetensi : Setelah menyelesaikan perkuliahan ini diharapkan
mahasiswa mampu memahami konsep kesehatan
reproduksi, menerapkan peran dan tugas bidan dalam
PHC (Primary Health Care) untuk kesehatan
reproduksi wanita
Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu melakukan pemantauan tumbuh
kembang wanita sepanjang daur kehidupannya, serta
gangguan permasalahannya
Indikator : Mahasiswa dapat menjelaskan tentang gangguan
kesehatan reproduksi dan upaya penanggulangannya
- Keputihan
- Gonorrhoea (kencing nanah)
- Syphilis (raja singa)
- HIV / AIDS

I. Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa dapat menjelaskan tentang gangguan


kesehatan reproduksi dan upaya penanggulangannya
- Keputihan
- Gonorrhoea (kencing nanah)
- Syphilis (raja singa)
- HIV / AIDS

II. Materi Ajar : Gangguan kesehatan reproduksi dan upaya


penanggulangannya :
Penyakit Menular Seksual :
- Keputihan
- Gonorrhoea (kencing nanah)
- Syphilis (raja singa)
- HIV / AIDS

III. Metode Pembelajaran: Jigsaw dan studi kasus


IV. Langkah-Langkah Pembelajaran :

Tahap/ Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Waktu Mahasiswa
Kegiatan 1. Memberikan salam pembuka Menjawab salam
awal 10 dan memperkenalkan diri Memperhatikan
menit 2. Menginformasikan materi yang
akan disampaikan Memperhatikan
3. Menjelaskan tujuan yang akan
dicapai pada pembelajaran ini
4. Menjelaskan manfaat dan Memperhatikan
relevansi pokok bahasan ini
dengan profesi kebidanan

Kegiatan 1. Menjelaskan tentang penyakit Memperhatikan


inti 40 menular seksual (PMS)
2. Menjelaskan tentang keputihan
menit Memperhatikan
3. Menerangkan Gonorrhoea
Memperhatikan
(kencing nanah)
4. Menjelaskan tentang Syphilis
5. Menjelaskan tentang HIV /
Memperhatikan
AIDS
Memperhatikan
a. Memberi kesempatan kepada
mahasiswa untuk bertanya
Mengajukan
tentang materi yang telah
pertanyaan
disampaikan
b. Menjawab dan menjelaskan
tentang pertanyaan
mahasiswa Memperhatikan
6. Mengajukan beberapa
pertanyaan mengenai materi
yang telah disampaikan untuk Menjawab
mengevaluasi peserta didik pertanyaan
Penutup 7. Meminta mahasiswa untuk Menjelaskan
10 menit mengulang kembali penjelasan kembali
yang diberikan sebelumnya
8. Menyimpulkan materi yang
Memperhatikan
telah disampaikan
9. Memberikan penekanan pada
Memperhatikan
pokok-pokok hal yang penting
10.Memberikan gambaran materi
yang akan datang Memperhatikan
11. Memberikan tugas
12.Mengucap salam penutup
Memperhatikan
Menjawab salam
penutup

V. Alat/Bahan dan Sumber


 Alat dan bahan
- Laptop
- LCD
- Hand out
- Power point

 Sumber
Varney’s Midwifery, Thierd Edition, 1997
Valery Edge, Mindi Miller, 1994, Woman’s Health Care, Mosby USA
Betty R. Sweet, 1997, Mayes a Textbook for Midwives, V. Ruth Bennett,
Linda K. Brown, 1999,Myles Textbook for Midewives
Manuaba, Ida Bagus, 2009, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta

VI. Alat Evaluasi


5. Bentuk instrument : Tes Tertulis
6. Jenis test : Test Essai (2 soal)
7. Soal :
a. Apa yang dimaksud dengan penyakit menular seksual ? (3 point )
b. jelaskan macam-macam penyakit menular seksual ?
(7 point)
8. Kunci Jawaban :
a. Penyakit menular seksual adalah Penyakit yang ditularkan melalui
hubungan seksual yang mempengaruhi organ reproduksi dan menyebar
luas ke bagian tubuh lainnya.
b. Macam-macam penyakit menular seksual :
 Keputihan adalah Terjadi pada wanita setelah berhubungan seksual
dengan pasangannya, dan pada masa sebelum dan sesudah menstruasi
 Gonorrhoea (kencing nanah) Gonorrhoea tidak diturunkan pada
anak, namun dapat ditularkan oleh ibu melalui kelahiran.
 Syphilis (raja singa) biasanya orang yang terinfeksi mengalami luka-
luka, namun dari luka ini tidak timbul rasa sakit
 HIV / AIDS adalah penyakit yang disebabkan Human
Immunodeficiency Virus (HIV). Orang yang terinfeksi HIV disebut
HIV positif.