Anda di halaman 1dari 27

1.8.

Pembutan repositori data


1.8. Pembuatan repositori data COR LOE Baru, revisi, atau tidak
berubah
1. Parisipasi dalam repositori I B-NR Rekomendasi baru
data stroke dianjurkan
mempromosikan kepatuhan
yang konsisten terhadap
pedoman pengobatan saat ini,
untuk memungkinkan
peningkatan kualitas
berkelanjutan, dan untuk
memberbaiki kondisi pasien.
Pada rumash sakit GWTG-Stroke, Lihat tabel XIV data
pastisipasi dalam repositori data suplemen online 1
stroke sebagai salah satu bagian dari
peningkatan kualitas. Proses
berhubungan dengan ketepatan
waktu pemberian IV alteplase
setelah AIS, rendah pada mortalitas
dan laju perdarahan intracranial di
rumah sakit, dan peningkatan
presentase pasien yang dipulangkan
ke rumah.

1.9. Poses peningkatan kualitas sistem perawatan stroke


1.9. Proses peningkatan kualitas COR LOE Baru, revisi, atau tidak
sistem perawatan stroke berubah
1. Institusi penyesia layanan I B-NR Rekomendasi dan kelas
kesehatan harus mengatur tidak berubah dari 2013
kualitas multidisiplin untuk AIS Guidelines. LOE
meninjau dan memantau berubah agar sesuai
kulitas perawatan stroke. dengan sistem
Pembentukkan tim klasifikasi rekomendasi
perbaikan perbaikan proses ACC/AHA 2015
klinis dan pembentukkan
bank data perwatan stroke
sangat membantu untuk
kualitas jaminan perawatan.
Repositori data dapat
digunakan untuk
mengidentifikasi
kesenjangan atau disparitas
dalam kualitas perawatan
stroke. Sekali lagi
kesenjangan harus
diidetifikasi, intervensi
spesifik dapat dimulai
untuk mengatasi
kesenjangan atau disparitas.
Pada rumah sakit CWTG-Stroke, Lihat tabel VII dan IX
komite peningkatan kualitas data suplemen online 1
multidisiplin sebagai salah satu
bagian dari proses peningkatan
kualitas, berhubungan dengan
dengan ketepatan waktu pemberian
alteplase IV setelah AIS, rendahnya
mortalitas pada rumah sakit dan
peningkatan tekanan intrakranial,
dan peningkatan presentase pasien
yang pulang ke rumah. Identifikasi
hambatan pengobatan stroke dengan
intervensi yang ditargetkan telah
menunjukkan manfaat dalam
perbaikan pengobatan stroke pada
pasien rumah sakit.
2. Proses perbaikan kualitas IIa B-NR Rekomendasi revisi dari
yang berkelanjutan, sistem perawatan stroke
dilaksanakan masing- 2013. Kelas dan LOE
masing eleman utama ditambahkan
sistem perawatan stroke menyesuaikan dengan
dan sistem sebagai sebuah sistem klasifikasi
keseluruhan, dapat rekomendasi ACC/AHA
bermanfaat dalam 2015
meningkatkan perawatan
pasien atau hasil.
3. Penilaian hasil stroke harus I B-NR Rekomendasi revisi dari
mencakup penyesuaian sistem perawatan stroke
untuk baseline tingkat 2013. Kelas dan LOE
keparahan. ditambahkan
menyesuaikan dengan
sistem klasifikasi
rekomendasi ACC/AHA
2015
Data menunjukkan upaya Lihat tabel VII, IX, dan
peningkatan kualitas berkelanjutan XIV data suplemen
sepanjang spektrum perawatan online 1
stroke, dari identifikasi awal pasien
ke aktivasi EMS, evaluasi ED,
aktivasi tim stroke, dan perawatan
post stroke, dapat bermanfaat
meningkatatkan hasil. Penilaian hasil
stroke sangat dipengaruhi oleh
baseline tingkat keparahan.
Pengukuran dengan National
Institues of Health Stroke Scale
(NIHSS). Prediktor lain untuk
menilai hasil buruk meliputi usia,
glukosa darah, dan infark pada
pencitraan. Upaya peningkatan
kualitas harus mengenali predictor
sehingga perbandingan bermakna
antara sistem perawatan stroke.

2.1. Skala stroke


2.1. Skala stroke COR LOE Baru, revisi, atau tidak
berubah
1. Penggunaan skala rating I B-NR Rekomendasikan ditulis
keparahan stroke, skala kembali untuk kejelasan
NIHSS adalah yang dari Guidelines AIS
direkomendasikan. 2013. Kelas tidak
berubah. LOE diubah
agar sesuai dengan
sistem klasifikasi
rekomendasi ACC/AHA
2015. Lihat tabel
LXXXIII dalam data
suplemen online 1 untuk
kata-kata asli.
Skor stroke formal atau skala seperti Lihat tabel III data
NIHSS (tabel 4) dapat dilakukan suplemen online 1
dengan cepat, telah menunjukkan
utilitas, dan dapat dikelola oleh
spectrum luas dari pelayanan
kesehatan dengan akurasi dan
reliabilitas. Penggunaan skala
standar untuk mengukur derajat
deficit neurologis, memfasilitasi
komunikasi, membantu
mengidentifikasi pasien dengan
tombolitik atau intervensi
mekanikal, memungkinkan
mengukur perubahan status klinis
yang objektif, dan mengidentifikasi
mereka yang berisiko tinggi
mengalami seperti perdarahan
intraserebral.
Table 4. National Institutes of Health Stroke Scale
Item yabg diujikan Item Respon dan skor
1A Tingkat kesadaran 0-Sadar
1-Letargi
2-Penurunan kesadaran
3-Koma
1B Orientasi 0-Menjawab semua
pertanyaan dengan benar
1-Menjawab satu pertanyaan
dengan benar
2-Tidak dapat menjawab
semua pertanyaan dengan
benar
1C Respon terhadap perintah 0-Melakukan semua perintah
dengan benar
1-Melakukan satu perintah
dengan benar
2-Tidak dapat melakukan
semua perintah dengan benar
2 Arah gerakkan mata 0-Gerakan horizontal normal
1-Paralisis parsial arah
gerakkan mata
2-Paralisis komplit arah
gerakkan mata
3 Lapang pandang mata 0-Tidak terdapat defek lapang
pandang mata
1-Hemianopia parsial
2-Hemianopia komplit
3-Hemianopia bilateral
4 Gerakkan wajah 0-Normal
1-Kelemahan wajah minor
2-Kelemahan wajah parsial
3-Kelemahan wajah komplit
5 Fungsi motorik (lengan) 0-Tidak ada gerakan lambat
a.Kiri 1-Gerakan lambat sebelum 10
detik
b.Kanan 2-Jatuh sebelum 10 detik
3-Tidak usaha melawan
gravitasi
4-Tidak ada gerakkan
6 Fungsi motoric (Kaki) 0-Tidak ada gerakan lambat
1-Gerakan lambat sebelum 10
detik
2-Jatuh sebelum 10 detik
3-Tidak usaha melawan
gravitasi
4-Tidak ada gerakkan
7 Ataksia tungkai 0-Tidak ada ataksia
1-Ataksia pada satu tungkai
2-Ataksia pada dua tungkai
8 Sensorik 0-Tidak terdapat kehilangan
fungsi sensorik
1-Kehilangan sensorik ringan
2-Kehilangan sensorik berat
9 Bicara 0-Normal
1-Afasia ringan
2-Afasia berat
3-Afasia global
10 Artikulasi 0-Normal
1-Disartria ringan
2-Disartria berat
11 Deteriorasi 0-Absen
1-Kehilangan ringan
(kehilangan satu modalitas
sensorik)
2-Kehilangan berat
(Kehilangan dua modalitas)

2.2. Pencitraan otak


Pencitraan otak COR LOE Baru, revisi, atau tidak
berubah
1. Semua pasien dirawat di I B-NR Rekomendasi revisi
rumah sakit dengan dari 2013 AIS
suspek stroke akut harus Guidelines.
melakukan evaluasi
pencitraan otak saat tiba
di rumah sakit. Sebagian
kasus, CT non kontras
akan memberikan
informasi yang
dibutuhkan untuk
membuat keputusan
tentang manajemen akut.
Pengujian diagnostic paling Lihat tabel XV data
hemat biaya ketika mengarah suplemen online 1
pada perubahan pengobatan
yang meningkatkan hasil, tidak
hanya sebuah perubahan dalam
perawatan. Meskipun diffusion-
weighted magnetic resonance
imaging (DW-MRI) lebih sensitif
dibandingkan CT untuk
mendteksi AIS. Penggunaan
rutin pada semua pasien dengan
AIS tidak efektif dalam hal
biaya. NCCT scanning pada
semua pasien dengan stroke akut
telah terbukti hemat
biayabterutama dalam
mendeteksi ICH akut dan
menghindari pengobatan
antitrombotik pada pasien ini.
Pada beberapa pasien, diagnosis
stroke iskemik dapat secara
akurat berdasarkan presentasi
klinis dan negative NCCT atau
menunjukkan perubahan
iskemik awal, yang dapat
dideteksi pada sebagian besar
pasien dengan perhatian cermat.
Pada beberapa pasien dengan
negatif NCCT sperti mereka
yang memiliki presentasi klinis
yang membingungkan atau
orang dengan lokalisasi klinis
yang tidak menentu pada
endarterektomi carotid dini atau
stenting, demonstrasi area difusi
terbatas pada DW-MRI dapat
menyebabkan perubahan
pengobatan yang meningkatkan
hasil. Terdapat data yang tidak
adekuat saat ini untuk
menentukan pasien mana yang
akan tmendapat manfaat dari
DW-MRI, dan diperlukan lebih
banyak penelitian untuk
menentukan kriteria penggunaan
yang hemat biaya.
2. Sistem harus dibentuk I B-NR Rekomendasi baru
sehingga studi pencitraan
otak dapat dilakukan
dalam waktu 20 menit
setelah kedatangan di ED
minimal 50% dari pasien
kandidat alteplase IV
dan/atau menkanik
trombektomi.
Manfaat kedua alteplase IV dan Lihat tabel XVI data
trombektomi mekanis suplemen online 1
tergantung pada waktu, dengan
perawatan lebih awal di dalam
jendela terapeutik yang
mengarah ke manfaat
proporsional yang lebih besar.
Sebuah studi pencitraan otak
untuk mengecualikan ICH
direkomendasikan sebagai
bagian dari evaluasi awal pasien
yang berpotensi memenuhi
syarat untuk terapa ini.
Mengurangi interval waktu dari
ED, prenstasi untuk pencitraan
otak wala dapat membantu
mengurangi waktu untuk
inisisasi pengobatan. Studi telah
menunjukkan bahwa median
atau waktu pencitraan rata-rata
kurang dari 20 menit dapat
dicapai dalam berbagai rumah
sakit yang berbeda.
3. Masih ada cukup bukti III: Tidak ada B-R Rekomendasi revisi
untuk mengidentifikasi manfaat dari 2015 IV Alteplase
ambang batas keparahan
hipodens CT akut atau
tingkat yang
mempengaruhi respon
pengobatan terhadap IV
alteplase. Perluasan dan
tingkat keparahan
hipodens akut atau
perubahan iskemik awal
tidak boleh digunakan
sebagai kriteria untuk
menahan terapi untuk
pasien yang memenuhi
syarat.
Analisis data dari uji klinis acak Lihat tabel XVI data
terhadap IV alteplase untuk AIS suplemen online 1
tidak menunjukkan signifikan
secara statistik terhadap
interaksi yang merugikan pada
hasil klinis antara pengobatan
alteplase dan hipodensitas CT.
Penilitian rTPA di National
Institute of Neurogical
Disorders, analisis selanjutnya
menunujukkan tidak terdapat
modifikasi yang signifikan dari
efek alteplase IV dengan hasil
berikut pada CT awal:
perubahan iskemik awal
(hilangnya perbadaan warna
abu-abu/putih, hipodens, atau
kompresi ruang cairan
serebrospinal), the Alberta
Stroke Program Early
Computed Tomography Score
(ASPECTS), atau skor Van
Swiesten untuk leukoaraiosis.
Baik ECASS dan IST tidak tidak
terdapat interaksi dengan
ASPECTS.. Sebuah meta-
analisa NINDS rTPA, ECASS
II, ROACT II, dan IST-3
menunjukkan tidak terdapat
interaksi signifikan untuk IV
alteplase dengan hasil
fungsional untuk subkelompok
ASPECTS dasar.. Sebuah meta-
analisis NINDS rTPA, ECASS I,
ECASS II, dan IST-3 tidak
menunjukkan interaksi yang
signifikan antara leukoaraiosis
CT awal dan efek alteplase IV.
Pasien dengan hipodens CT
awal lebih dari sepertiga wilayah
arteri serebral media kecuali
ECASS I dan ECASS II tetapi
tidak dari NINDS rTPA dan
IST-3.
4. Tanda CT hiperdens III: Tidak ada B-R Rekomendasi baru
MCA tidak boleh manfaat
digunakan sebagai
kriteria untuk menahan
IV alteplase dari pasien
yang dinyatakan
memenuhi syarat.
Analiis data RCT dari alteplase Lihat tabel XVIII data
IV untuk AIS tidak suplemen online 1
menunjukkan interaksi buruk
yang signifikan secara statistic
pada hasil klinis antara
pengobatan alteplase dan tanda
MCA hiperdens pada CT awal,
tidak terdapat interaksi antara
tanda hiperdens MCA dan
pengobatan untuk hasil pada 3
bulan yang diukur dengan salah
satu 4 skala klinis atau untuk
kematian. Dalam IST-3, tidak
terdapat interaksi yang
signifikan tanda MCA hiperdens
dengan manfaat alteplase yang
diukur dengan skor handicap
Oxford selama 6 bulan.
5. Penggunaan rutin MRI III: Tidak ada B-NR Rekomendasi baru
untuk menyingkirkan manfaat
kemungkinan mikroba
serebral sebelum
pemberian alteplase tidak
disarankan.
Tidak ada RCT dari alteplase IV Lihat tabel XIX data
di AIS dengan MRI unruk suplemen online 1
mengidentifikasi CMB telah
dilakukan sehingga tidak ada
penentuan efek CMB awal pada
efek pengobatan alteplase
dengan CMB Yang tersedia. Dua
meta-analisis dari hubungan
awal CMB pada risiko sICH
setelah IV alteplase
menunjukkan bahwa sICH lebih
umum.
6. Penggunaan kriteria III: Tidak ada B-NR Rekomendasi tidak
pencitraan untuk manfaat berubah dari 2015 IV
memilih pasien stroke alteplase. Kelas dan
iskemik yang terbangun LOE ditambahkan
dengan stroke atau menyesuaikan dengan
memiliki waktu yang sistem klasifikasi
tidak jelas untuk onset rekomendasi
gejala selama ACC/AHA 2015
pengobatan dengan IV
alteplase tidak
dianjurkan di luar uji
klinis.
7. Multimodal CT dan III: B-NR Rekomendasi baru
MRI, termasuk Membahayakan
pencitraan perfusi,
seharusnya tidak
menunda pemberian IV
alteplase.
Analisis uji coba menggunakan Lihat tabel XX dan
pencitraan pra pengobatan XXI data suplemen
multimodal lanjutan untuk IV online 1
fibrinolitik telah gagal
menunjukkan kemajuan klinis
pada pasien dengan berbagai
pencitraan pra pengobatan
dibandingkan mereka tanpa
marker.
8. Pasien yang memenuhi
kriteria EVT, studi non
invasive vaskuler
intracranial dianjurkan
selama evaluasi
pencitraan awal pada
pasien stroke akut,
namun sebaiknya tidak
menunda menggunakan
IV alteplase jika terdapat
indikasi. Bagi pasien
yang memenuhi syarat
untuk IV alteplase
menurut pedoman dari
asosiasi medis
professional, memulai IV
alteplase sebelum
pencitraan vaskuler non
invasif
direkomendasikan untuk
direkomendasikan untuk
pasien yang belum
memiliki pencitraan
vaskuler non invansif
sebagai bagian dari
penilaian pencitraan awal
untuk stroke. Pencitraan
vaskuler intracranial non
invasif harus diperoleh
secepat mungkin.

9. Bagi pasien yang IIa B-NR Rekomendasi baru


memenuhi kriteria EVT,
alasan yang tepat untuk
melanjutkan CTA jika
diindikasikan pada
pasien dengan dugan
LVO intrakranial
sebelum mendapatkan
konsentrasi serum
kreatinin pada pasien
tanpa riwayat gangguan
ginjal.
10. Pada pasien yang IIa C-EO Rekomendasi baru
menjadi kandidat
potensial untuk
mekanikal trombektomi,
pencitraan ekstrakranial
arteri karotid dan arteri
vertebral, selain sirkulasi
intracranial, alasan yang
tepat untuk memberikan
informasi yang berguna
tentang kelayakan pasien
dan perencanaan
prosedural endovaskular.
11. Pencitraan tambahan di III: No benefit B-R Rekomendasi baru
luar CT dan CTA atau
MRA seperti studi
perfusi untuk memilih
pasien dalam prosedur
mekanikal trobektomi
pada <6 jam tidak
direkomendasikan.
12. Pada pasien terpilih I A Rekomendasi baru
dengan AIS dalam waktu
6 sampai 24 jam terakhir
diketehui normal yang
memiliki LVO di
sirkulasi anterior,
mendapatkan CTP, DW-
MRI, atau perfusi MRI
yang direkomendasikan
membantu seleksi pasien
untuk tombektomi
mekanik, tetapi hanya
ketika pencitraan dan
kriteria kelayakan
lainnya dari RCT
menunjukkan manfaat
adalah diterapkannya
secara ketat dalam
memilih pasien untuk
trombektomi mekanik.
13. Alasan yang tepat untuk IIb C-LD Rekomendasi revisi
memasukkan status dari 2015 Endovaskular
aliran kolateral ke dalam
pengambilan keputusan
klinis pada beberapa
kandidat untuk
menentukan kelayakan
trombektomi mekanik.

2.3. Tes diagnostik lain


2.3. Tes diagnostik COR LOE Baru, revisi, atau tidak
berubah
1. Hanya penilaian glukosa I B-R Rekomendasi ditulis
darah yang harus kembali untuk kejelasan
mendahului inisiasi IV dari 2013 AIS
alteplase pada semua Guidelines. Kelas tidak
pasien. berubah. Kelas tidak
berubah. LOE diubah
untuk menyesuaikan
dengan sistem
klasifikasi rekomendasi
ACC/AHA 2015.
2. Penilaian EKG dasar I B-R Rekomendasi ditulis
direkomendasikan pada kembali untuk kejelasan
pasien yang dengan AIS. dari 2013 AIS
tetapi tidak menunda Guidelines. Kelas tidak
inisiasi IV alteplase. berubah. Kelas tidak
berubah. LOE diubah
untuk menyesuaikan
dengan sistem
klasifikasi rekomendasi
ACC/AHA 2015. Lihat
tabel LXXXIII data
suplemen online 1.
3. Penilaian troponin awal I B-R Rekomendasi ditulis
direkomendasikan pada kembali untuk kejelasan
pasien dengan AIS, tidak dari 2013 AIS
menunda inisiasi IV Guidelines. Kelas tidak
alteplase. berubah. Kelas tidak
berubah. LOE revisi.
Lihat tabel LXXXIII
data suplemen online 1.
4. Kegunaan radiografi IIb B-NR Rekomendasi ditulis
thoraks pada keadaan kembali untuk kejelasan
stroke hiper akut dengan dari 2013 AIS
tidak terdapat bukti Guidelines. Kelas tidak
penyakit pulmonal akut, berubah. Kelas tidak
kardio, dan pulmonal berubah. LOE diubah
vaskular tidak jelas. Jika untuk menyesuaikan
terdapat, tidak perlu dengan sistem
menunda pemberian IV klasifikasi rekomendasi
alteplase. ACC/AHA 2015. Lihat
tabel LXXXIII data
suplemen online 1.
3.2. Tekanan darah
3.2. Tekanan darah COR LOE Baru, revisi, atau tidak
berubah
1. Hipotensi dan I C-EO Rekomendasi baru
hipovolemia harus
dikoreksi untuk
mempertahankan tingkat
perfusi sistemik
sehingga mendukung
fungsi organ.
2. Pasien mengalami I B-NR Rekomendasi ditulis
peningkatan tekanan kembali untuk kejelasan
darah dan dinyatakan dari 2013 AIS
memenuhi syarat untuk Guidelines. Kelas tidak
pengobatan dengan IV berubah. Kelas tidak
alteplase harus berubah. LOE diubah
menurunkan tekanan untuk menyesuaikan
darah dengan hati-hati dengan sistem
segingga tekanan darah klasifikasi rekomendasi
sistolik <185 mmHg dan ACC/AHA 2015. Lihat
diastolic <110 mmHg tabel LXXXIII data
sebelum inisiasi terapi suplemen online 1
IV fibrinolitik.
3. Sampai data tambahan IIa B-R Rekomendasi revisi dari
tersedia, pada pasien 2013 AIS Guidelines.
dengan terapi intra
arterial direncanakan dan
belum menerima IV
trombolitik, alasan tepat
untuk mempertahankan
tekanan darah <185/110
mmHg sebelum
prosedur.

4. Kegunaan obat IIb C-LD Rekomendasi dan kelas


menginduksi hipertensi tidak berubah dari 2013
pada pasien dengan AIS AIS Guidelines. LOE
tidak baik. revisi.

Tabel 5. Pilihan untuk pengobatan terapi hipertensi arterial pada pasien dengan
AIS kandidat terapi reperfusi akut

Kelas IIb, LOE C-EO


Pasien dinyatakan memenuhi syarat untuk terapi reperfusi akut kecuali tekanan darah
>185/110 mmHg:
Labetolol IV 10-20 mg selama 1-2 menit, dapat diulang satu kali; atau
Nicardipine IV 5 mg/jam, titrasi sampai 2,5 mg/jam setiap 5-15 menit, maksimal 15
mg/jam; ketika tekanan darah yang diinginkan tercapai, sesuaikan untuk
mempertahankan batas tekanan darah yang sesuai; atau
Clevidipine IV 1-2 mg/jam, titrasi dengan minggandakan dosis setiap 2-5 menit
sampai tekanan darah yang diinginkan tercapai; maksimal dosis 21 mg/jam
Agen lain (Hydralizine, enalaprilat) dapat digunakan
Jika tekanan darah tidak dapat dipertahankan <185/110 mmHg, tidak dilakukan
pemberian IV alteplase
Manajemen tekanan darah selama dan sesudah alteplase atau terapi reperfusi akut
lain untuk mempertahankan tekanan darah <185/110 mmHg
Monitor tekanan darah setiap 15 menit selama 2 jam dari awal terapi alteplase,
kemudian setiap 30 menit selama 6 jam, dan setiap 1 jam selama 16 jam
Jika sistolik tekanan darah >180-230 mmHg atau diastolic tekanan darah >105-120
mmHg:
Labetolol 10 mg IV diikuti infus IV berkelanjutan 2-8 mg/menit; atau
Nicardipine 5 mg/jam IV, titrasi sampai efek yang diinginkan dengan 2,5 mg/jam
setiap 5-15 menit, maksimal 15 mg/jam; atau
Clevidipine 1-2 mg/jam IV, titrasi dengan menggandakan dosis setiap 2-5 menit
sampai tekanan darah yang diinginkan tercapai; maksimum 21 mg/jam
Jika tekanan darah tidak terkontrol atau diastolic tekanan darah >140 mmHg,
pertimbangkan penggunaan IV sodium nitroprusside

3.3 Temperatur
3.3. Temperatur COR LOE Baru, rekomendasi, atau
tidak berubah
1. Sumber hipertermia (>38° I C-EO Rekomendasi dan kelas
C) harus diidentifikasi dan tidak berubah dari 2013
diobati, dan pengobatan AIS Guidelines. LOE
antipiretik harus diberikan berubah untuk
pada untuk menurunkan menyesuaikan dengan
suhu pada pasien sistem klasifikasi
hipertermia dengan stroke. rekomendasi ACC/AHA
2015.
2. Manfaat hipotermia yang IIb B-R Rekomendasi revisi dari
diinduksi untuk merawat 2013 AIS Guidelines.
pasien dengan stroke
iskemik belum baik.
Hipotermia haya
ditawarkan dalam konteks
uji klinik yang sedang
berlangsung.

3.4 Glukosa darah


3.4 Glukosa darah COR LOE Baru, revisi, atau tidak
berubah
1. Bukti menunjukkan IIa C-LD Rekomendasi dan kelas
bahwa hiperglikemia di tidak berubah dari 2013
dalam rumah sakit selama AIS Guidelines. LOE
24 jam pertama setelah berubah untuk
AIS berhubungan dengan menyesuaikan dengan
hasil yang buruk daripada sistem klasifikasi
normoglikemia, alasan rekomendasi ACC/AHA
yang tepat untuk 2015.
mengobati hiperglikemia
untuk mencapai kadar
glukosa darah dalam
kisaran 140 sampai 180
mg/dL dan untuk
memantau secara ketat
untuk mencegah
hipoglikemia pada pasien
dengan AIS.
2. Hipoglikemia (glukosa I C-LD Rekomendasi dan kelas
darah <60 mg/dL) harus tidak berubah dari 2013
diobati pada pasien AIS Guidelines. LOE
dengan AIS. berubah untuk
menyesuaikan dengan
sistem klasifikasi
rekomendasi ACC/AHA
2015.

3.5 IV alteplase
3.5. IV alteplase COR LOE Baru, revisi, atau tidak
berubah
1. IV alteplase (0,9 mg/kg, I A Rekomendasi ditulis
dosis maksimal 90 mg kembali untuk kejelasan
selama 60 menit dengan dari 2013 AIS
inisial 10% dosis Guidelines. Kelas dan
diberikan bolus selama 1 loe tidak berubah.. Lihat
menit) direkomendasikan tabel LXXXIII data
untuk pasien terpilih yang suplemen online 1.
diobati dalam waktu 3 jam
onset gejala stroke
iskemik atau pasien
dengan kondisi baik dan
atau pada keadaan awal.
Dokter harus meninjau
kriteria pada tabel 6 untuk
menentukan kelayakan
pasien.
2. IV alteplase (0,9 mg/kg, I B-R Rekomendasi ditulis
dosis maksimum 90 mg kembali untuk kejelasan
selama 60 menit dengan dari 2013 AIS
inisial 10% dosis bolus Guidelines. Kelas tidak
selama 1 menit) berubah. Kelas tidak
dirokemdasikan pada berubah. LOE diubah
pasien terpilih yang untuk menyesuaikan
diobati pada waktu 3 dengan sistem
sampai 4,5 jam onset klasifikasi rekomendasi
gejala stroke iskemik atau ACC/AHA 2015. Lihat
pasien dalam keadaan tabel LXXXIII data
baik terakhir kali. Dokter suplemen online 1.
harus meninjau kriteria
dalam tabel 6 untuk
menentukan kelayakan
pasien.
3. Untuk pasien yang IIb B-NR Rekomendasi baru
memenuhi syarat dengan
stroke ringan yang hadir
dalam waktu 3 sampai 4,5
jam, pengobatan IV
alteplase merupakan
alasan yang tepat. Risiko
pengobatan harus
dipertimbangkan terhadap
kemungkinan manfaatnya.
4. Pada keadaan lain pasien IIa B-NR Rekomendasi baru
yang memenuhi syarat
sebelumnya menunjukkan
jumlah kecil CMB pada
MRI, pemberian IV
alteplase merupakan
alasan yang tepat.
5. Pada keadaan lain pasien IIb B-NR Rekomendasi baru
yang memenuhi syarat
sebelumnya menunjukkan
beban CMB yang tinggi
(>10) pada MRI,
pengobatan IV alteplase
nerhubungan dengan
peningkatan ICH, dan
manfaat pengobatan tidak
pasti. Pengobatan tepat
jika terdapat potensi untuk
keuntungan substansial.
6. IV alteplase untuk pasien IIa B-NR Rekomendasi baru
dewasa AIS dengan
anemia bulan sabit dapat
bermanfaat.
7. Abciximab tidak boleh III: Harm B-R Rekomendasi revisi dari
diberikan bersamaan 2013 AIS Guidelines.
dengan IV alteplase.
8. IV alteplase sebaiknya III: Harm B-NR Rekomendasi ditulis
tidak diberikan kepada kembali untuk kejelasan
pasien yang menerima dari 2015 IV alteplase.
pengobatan dosis rendah Kelas dan LOE diubah
LMWH dalam waktu 24 untuk menyesuaikan
jam sebelumnya. dengan sistem
klasifikasi rekomendasi
ACC/AHA 2015. Lihat
tabel LXXXIII data
suplemen online 1.
9. Risiko potensial harus di I C-EO Rekomendasi dan kelas
diskusikan selama tidak berubah dari 2015
kelayakan pertimbangan IV alteplase. LOE
trombolisis dan berubah untuk
mempertimbangkan menyesuaikan dengan
manfaat yang diantisipasi sistem klasifikasi
selama pengambilan rekomendasi ACC/AHA
keputusan. 2015. Lihat tabel
LXXXIII data suplemen
online 1.
10. Mengingat risiko yang IIa B-NR Rekomendasi dan kelas
sangat rendah dari jumlah tidak berubah dari 2015
platelet abnormal yang IV alteplase. LOE
tidak disangka atau studi berubah untuk
koagulasi dalam suatu menyesuaikan dengan
populasi, alasan yang sistem klasifikasi
tepat pengobatan IV rekomendasi ACC/AHA
alteplase tidak tertunda 2015.
dengan menunggu tes
hematologi atau koagulasi
jika tidak ada alasan untuk
menduga adanya tes
abnormal.
11. Pengobatan dokter harus III: No B-NR Rekomendasi ditulis
sadar bahwa hipoglikemia benefit kembali untuk kejelasan
dan hiperglikemia dapat dari 2015 IV alteplase.
meniru presentasi stroke Kelas dan LOE diubah
akut dan mengukur kadar untuk menyesuaikan
glukosa darah sebelum dengan sistem
inisiasi IV alteplase. IV klasifikasi rekomendasi
alteplase tidak menjadi ACC/AHA 2015. Lihat
indikasi untuk kondisi non tabel LXXXIII data
vascular. suplemen online 1.
12. Karena waktu onset dari III: Harm C-EO Rekomendasi kata-kata
gejala ke pengobatan modifikasi dari 2015 IV
seperti dampak kuat pada alteplase untuk
hasil, pengobatan dengan mencocokkan
IV alteplase seharusnya stratifikasi kelas II dan
tidak tertunda untuk ditulis kembali untuk
memantau perbaikan lebih kejelasan. Kelas dan
lanjut. LEO berubah agar
dengan sistem
klasifikasi rekomendasi
ACC/AHA 2015. Lihat
tabel LXXXIII data
suplemen online 1.
13. Pada pasien yang I B-NR Rekomendasi ditulis
menjalani terapi kembali untuk kejelasan
fibrinolitik, seharusnya dari 2013 AIS
dokter menyiapkan untuk Guidelines. Kelas tidak
mengobati potensi efek berubah. LOE diubah
samping yang muncul, untuk menyesuaikan
termasuk komplikasi dengan sistem
perdarahan dang klasifikasi rekomendasi
angioedema yang ACC/AHA 2015. Lihat
menyebabkan obstruksi tabel LXXXIII data
jalan nafas parsial. suplemen online 1.
14. Tekanan darah harus I B-NR Rekomendasi ditulis
dipertahankan <185/105 kembali untuk kejelasan
mmHg stidaknya 24 jam dari 2013 AIS
pertama setelah Guidelines. Kelas tidak
pengobatan IV alteplase. berubah. LOE diubah
untuk menyesuaikan
dengan sistem
klasifikasi rekomendasi
ACC/AHA 2015. Lihat
tabel LXXXIII data
suplemen online 1.
15. Risisko terapi IIb B-NR Rekomendasi baru
antitrombotik selama 24
jam pertama setelah
pengobatan dengan IV
alteplase (dengan dan
tanpa EVT) tidak pasti.
Penggunaan dapat
dipertimbangkan dengan
adanya kondisi bersamaan
seperti pengobatan
diberikan dengan tidak
adanya IV alteplase yang
memberikan manfaat
substansial atau menahan
seperti pengobatan yang
menyebabkan risiko
substansial.
16. Pada pasien yang I A Rekomendasi ditulis
memenuhi syarat untuk IV kembali untuk kejelasan
alteplase, manfaat terapi dari 2013 AIS
dependen terhadap terapu, Guidelines. Kelas dan
dan terapi harus dimulai LOE tidak berubah.
secepat mungkin. Lihat tabel LXXXIII
data suplemen online 1.

Tabel 6. Rekomendasi kelayakan untuk IV alteplase pada pasien dengan AIS


Indikasi (Kelas I)
Dalam 3 jam IV alteplase (0,9 mg/kg, dosis maksimum 90 mg selama 60
menit dengan inisial 10% dosis awal yang diberika dalam
bolus selama 1 menit direkomendasikan untuk pasien terpilih
yang diobati dlam waktu 3 jam onset gejala stroke iskemik
atau pasien terakhir kali diketahui dalam kondisi baik atau
pada keadaan awal. Dokter harus meninjau kriteri kriteria
yang diuraikan dalam tabel untuk menentukan kelayakan
pasien. (Kelas I; LOE A).
Usia Untuk pasien yang memenuhi syarat secara medis yaitu usia
>18 tahun, pemberian IV alteplase dlam waktu 3 jam
direkomendasikan pada pasien <80 tahun dan >80 tahun
(Kelas I; LOE A).
Tingkat keparahan Untuk gejala stroke berat, IV alteplase menjadi indikasi
pengobtatan dalam waktu 3 jam dari onset gejala stroke
iskemik. Meskipun meningkatkan risiko transformasi
perdarahan, terdapat manfaat klinis yang terbukti secara
klinis pada pasien dengan stroke gejala berat (Kelas 1; LOE
A).
Pada pasien dengan gejala stroke ringan tetapi terdapat
gejala kelemahan, IV alteplase menjadi indikasi pengobtatan
dalam waktu 3 jam dari onset gejala stroke iskemik.
Seharusnya tidak terdapat pengecualian untuk pasien dengan
gejala stroke ringan meskipun terdapat gejala kelemahan,
menurut pendapat pengobatan dokter, pengobatan dengan IV
alteplase memiliki manfaat klinis bagi pasien tersebut (Kelas
I; LOE B-R).
3 – 4,5 jam IV alteplase (0,9 mg/kg, dosis maksimum 90 mg selama 60
menit dengan inisial 10% dosis awal yang diberikan dalam
bolus selama 1 menit direkomendasikan untuk pasien terpilih
yang diobati dlam waktu 3-4,5 jam onset gejala stroke
iskemik atau pasien terakhir kali diketahui dalam kondisi
baik. Dokter harus meninjau kriteri kriteria yang diuraikan
dalam tabel untuk menentukan kelayakan pasien. (Kelas I;
LOE B-R).
Usia Pengobatan IV alteplase dalam waktu 3-4,5 jam
Diabetes melitus direkomendasikan pada pasien usia <80 tahun, tanpa riwayat
Stroke sebelumnya diabetes melitus dan strok sebelumnya, skor NIHSS <25,
Tingkat keparahan tidak memakai OAC, dan tanpa bukti pencitraan cidera
OACs iskemik. Melibatkan lebih dari sepertiga wilayah MCA
Pencitraan (Kelas I; LOE B-R).
Urgensi Pengobatan harus dimulai secepat mungkin dlam kerangka
waktu yang disebutkan di atas karena waktu untuk
pengobatan dangat kuat berhubungan dengan hasil (Kelas I;
LOE A).
Tekanan darah IV alteplase direkomendasikan pada pasien dengan tekanan
darah dapat diturunkan dengan aman (sampai<185/100
mmHg) dengan agen antihipertensi, dengan dokter menilai
kestabilan tekanan darah sebelum memulai IV alteplase
(Kelas I;LOE B-NR).
Glukosa darah IV alteplase direkomendasikan pada pasien yang memenuhi
syarat dengan kadar glukosa awal >50 mg/dL (Kelas I, LOE
A).
CT Pemberian IV alteplase direkomendasikan pada keadaan
perubahan iskemik awal pada NCCT tingkat ringan sampai
dengan sedang (selain hipodensitas frank) (Kelas I; LOE A).
Terapi antiplatelet IV alteplase direkomendasikan untuk pasien yang memakai
sebelumnya monoterapi obat antiplatelet sebelum stroke berdasarkan
bukti bahwa manfaat alteplase melebihi kemungkinan
peningkatan kecil risiko sICH (Kleas; LOE A).
IV alteplase diremondeasikan untuk pasien yang memakai
kombinasi terapi antiplatelet (contoh aspirin dan clopidogrel)
sebelum stroke berdasarkan bukti bahwa manfaat alteplase
lebih besar dari kemungkinan peningkatan risiko sICH
(Kleas; LOE B-NR).
Penyakit ginjal Pada pasien dengan ginjal stadium akhir dalam keadaan
stadium akhir hemodialysis dan aPTT normal, direkomendasikan IV
alteplase (Kelas I; LOE C-LD). Meskipun, mereka dengan
peningkatan aPTT mungkin memiliki risiko tinggi untuk
komplikasi pendarahan.
Kontaindikasi
Waktu onset IV alteplase tidak direkomendasikan pada pasien stroke
iskemik yang memiliki waktu tidak jelas dan/ atau gejala
tidak disadari dan terakhir kali pada keadaan awal adalah
>3 atau 4,5 jam (Kelas I; LOE B-NR).
IV tidak direkomendasikan pada pasien stroke iskemik akut
denga waktu terakhir kali pada keadaan awal >3 atau 4,5
jam (Kelas III; Tidak ada manfaat; LOE B-NR).
CT Pemberian IV alteplase tidak direkomendasikan pada
pasien yang CT menunjukkan perdarahan intrakranial
(Kelas III: Harm;LOE C-EO).
Masih terdapat cukup bukti untuk mengidentifikasi ambang
tingkat keparahan hipodensitas atau tingkat yang
mempengaruhi respon pengobatan alteplase. Meskipun
pemberian IV alteplase pada pasien yang pencitaraan otak
CT-nya menunjukkan area hipodensitas luas yang jelas
tidak direkomendasikan. Pada pasien yang memiliki
prognosis buruk meskipun terdapat IV alteplase, dan
hipodensitas berat didefinisikan sebagai hipodensitas yang
jelas yang merupakan representasi dari cidera ireversibel
(Kelas III: Tidak ada manfaat; LOE A).
Strok iskemik dalam Penggunaan IV alteplase pada pasien dengan AIS yang
waktu 3 bulan telah mengalami stroke iskemik sebelumnya dalam waktu 3
bulan sebelumnya mungkin berbahaya (Kelas III: Tidak
ada manfaat; LOE B-NR).
Cidera kepala berat Pada pasien dengan AIS dengan trauma kepala berat dalam
dalam 3 bulan waktu 3 bulan, IV alteplase menjadi kontraindikasi (Kelas
III: Harm; LOE C-EO).
Mengingat kemungkinan komplikasi perdarahan akibat
trauma kepala yang mendasarinya, IV alteplase tidak boleh
diberikan pada infark post traumatic yang terjadi selama
fase akut di rumah sakit (Kelas III: Harm; LOE C-EO).
Kata-kata rekomendasi dimodifikasi sehingga sesuai
dengan stratifikasi kelas III.
Operasi Pada pasien dengan AIS dan riwayat operasi
intrakranial/intraspinal intrakranial/intraspinal dalam waktu 3 bulan sebelumnya,
dalam waktu 3 bulan IV alteplase berpotensi berbahaya (Kelas III: Harm; LOE
C-EO).
Rekomendasi tambahan untuk pengobatan IV alteplase untuk pasien dengan AIS
(Kelas II)
Dperpanjang sampai 3- Pada pasien berusia >80 tahun dalam waktu 3-4,5 jam. IV
4,5 jam alteplase aman dan efektif pada pasien yang lebih muda
(Kelas IIa; LOE B-NR).
Pada pasien yang memakai warfarin dan dengan INR <1,7
dalam waktu 3-4,5 jam, IV alteplase aman dan bermanfaat
(Kelas IIb; LOE B-NR).
Pada pasien AIS dengan stroke sebelumnya dan diabetes
melitus dalam waktu 3-4,5 jam, IV alteplase sama
efektifnya dengan pengobatan dalam waktu 0-3 jam dan
mungkin menjadi pilihan yang tepat (Kelas IIb; LOE B-
NR).
Tingkat keparahan Dalam 3 jam dari onset gejala, pengobatan pasien dengan
dalam waktu 0-3 jam gejala stroke iskemik ringan yang dinilai sebagai gangguan
fisik. Risiko pengobatan harus dipertimbangkan terhadap
kemungkinan manfaat. Meslipun studi lebih lanjut
diperlukan untuk menentukan lebih lanjut rasio risiko-
manfaat (Kelas IIb; LOE C-LD).
Tingkat keparahan Pasien yang memenuhi syarat dengan strok ringan dalam
dalam waktu 3-4,5 jam waktu 3-4,5 jam, IV alteplase sama efektifnya dengan
pengobatan dalam waktu 0-3 jam dan merupakan pilihan
yang tepat. Risiko pengobatan harus dipertimbangkan
terhadap kemungkinan manfaatnya (Kelas IIb; LOE B-
NR).
Manfaat IV alteplase antara 3 dan 4,5 jam dari onset gejala
untuk pasien dengan gejala stroke sangat berat (NIHHS
>25) tidak pasti (Kelas IIb; LOE C-LD).
Cacat sebelumnya Cacat yang sudah ada sebelumnya tidak secara independen
meningkatkan risiko sICH setelah IV alteplase, tetapi
berhubungan dengan sedikit perbaikan neurologis dan
kematian yang lebih tinggi. Terapi trombolitik dengan IV
alteplase untuk pasien stroke akut dengan kecacatan yang
sudah ada sebelumnya(skor mRS >2) menjadi alasan yang
tepat, namun keputusan harus mempertimbangkan factor-
faktor yang relevan, termasuk kualitas hidup, dukungan
social, tempat tinggal, kebutuhan akan pengasuh, preferensi
pasien dan keluarga, dan turujan perawatan (Kelas IIb;
LOE B-NR).
Pasien dengan demensia yang sudah ada sebelumnya dapat
memperoleh manfaat dari IV alteplase. Pertimbangan
individu seperti harapan hidup dan tingkat fungsi
premorbid penting untuk menentukan apakah alteplase
dapat menawarkan manfaat bermakna secara klinis (Kelas
IIb; LOE B-NR).
Perbaikan awal Pengobatan IV alteplase merupakan alasan yang tepat
untuk pasien dengan dtroke iskemik sedang sampai berat
dan menunjukkan perbaikan secara dini tetapi tetap
mengalami gangguan sedang dan berpotensi kecacatan
dalam penilaian pemeriksa (Kelas IIa; LOE A).
Kejang saat onset IV alteplase merupakan alsan yang tepat pada pasien
dengan kejang pada saat onset stroke akut jika bukti
menunjukkan bahwa gangguan residual sekunder akibat
stroke dan bukan fenomena postictal (Kelas IIa; LOE C-
LD).
Glukosa darah Pengobatan dengan IV alteplase pada pasien AIS glukosa
darah awal <50 atau >400 mg/dL yang selanjutnya
dinormalisasi dan dinyatakan memenuhi syarat merupakan
alasan yang tepat (Rekomendasi dimodifikasi dari 2015 IV
altepalse agar sesuai dengan teks IV alteplase 2015). (Kelas
IIb; LOE C-LD).
Koagulopati Keamanan dan efikasi IV alteplase untuk pasien dengan
stroke akut dengan riwayat klinis diatesis perdarahan atau
koagulopati tidak diketahui. IV alteplase dapat
dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus (Kelas IIb;
LOE C-EO).
IV alteplase merupakan alasan yang tepat pada pasien yang
memiliki riwayat penggunaan warfarin dan INR <1,7
dan/atau PT <15 detik (Kelas IIb; LOE B-NR).
Pungsi dural IV alteplase dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan
AIS, bahkan dalam kasus ketika mereka telah melakukan
pungsi dural lumbal pada 7 hari sebelumnya (Kelas IIb;
LOE C-EO).
Pungsi arteri Keamanan dan efikasi pemberian IV alteplase pada pasien
stroke akut yang mengalami pungsi pembuluh darah arteri
yang tidak terkompresi pada 7 hari sebelum gejala stroke
tidak pasti (Kelas IIb; LOE C-LD).
Trauma mayor terkini Pada pasien AIS dengan trauma mayor terkini (dalam 14
hari) tidak melibatkan kepala, IV alteplase dapat
dipertimbangkan secara hati-hati, dengan risiko perdarahan
akibat luka yang berhubungan dengan beratnya trauma
terhadap keparahan dan potensi kecacatan dari strok
iskemik. Rekomendasi dimodifikasi dari 2015 IV altepalse
agar sesuai dengan teks IV alteplase 2015). (Kelas IIb;
LOE C-LD).
Operasi mayor terkini Penggunaan IV alteplase pada pasien yang terpilihdengan
AIS yang telah menjalani operasi mayor pada 14 hari
sebelumnya dapat dipertimbangkan, namun peningkatan
risiko perdarahan di tempat operasi harus dipertimbangkan
terhadap manfaat penurunan defisit neurologis (Kelas IIb;
LOE C-LD).
Perdarahan GI dan Laporan literatur menunjukkan risiko perdarahan rendah
genitourinari dengan pemberian IV alteplase pada keadaan riwayat
perdarahan GI/genitourinari terdahulu. Pemberian IV
alteplase pada populasi pasien tersebut merupakan alasan
yang tepat (Kelas IIb; LEO C-LD). (Catatan: Pemberian IV
alteplase dalam waktu 21 hari dari kejadian perdarahan GI
tidak dianjurkan; lihat kontraindikasi).
Menstruasi IV alteplase menjadi indikasi pada perempuan yang sedang
menstruasi dengan IAS dan tidak memiliki riwayat
menorrhagia. Namun, perempuan harus diberi peringatan
bahwa pengobatan alteplase dapat meningkatkan derajat
aliran menstruasi (Kelas IIa; LEO C-EO).
Karena potensi manfaat IV alteplase lebih besar daripada
risiko perdarahan serius pada pasien dengan riwayat
menorrhagia terkini atau aktif tanpa anemia signifikan
secara klinis atau hipotensi, pemberian IV alteplase
dipertimbangkan (Kelas IIb; LOE C-LD).
Ketika riwayat perdarahan vagina terkini atau aktif yang
meyebabkan anemia signifikan secara klinis, kemudian
konsultasi darurat dengan ginekolog merupakan indikasi
sebelum keputusan tentang IV alteplase dibuat (Kelas IIa;
LOE C-EO).
Diseksi serviks IV alteplase pada AIS atau suspek berhubungan dengan
ekstrakranial disfungsi arteri serviks ekstrakranial cukup aman dlam
waktu 4,5 jam dan direkomendasikan (Kelas IIa; LEO C-
LD).
Diseksi arteri Kegunaan IV alteplase dan risiko perdarahan pada AIS atau
intrakranial suspek berhubungan dengan disfungsi arteri intracranial
tidak diketahui, tidak pasti, dan tidak jelas (Kelas IIb; LOE
C-LD).
Aneurisma intracranial Pada pasien dengan AIS yang diketahui memiliki anurisma
tidak ruptur intrkranial ukuran kecil atau sedang (<10 mm) yang tidak
rupture dan tidak aman, pemberian IV alteplase merupakan
alasan yang tepat dan dirokemendasikan (Kelas IIa; LOE
C-LD).
Kegunaan dan risiko IV alteplase pada pasien dengan AIS
yang memiliki aneurisma intrkranial besar yang tidak
terganggu dan tidak aman, tidak jelas (Kelas IIb; LEO C-
LD).
Malformasi vascular Pada pasien dengan AIS yang diketahui memiliki
intrakranial malformasi vascular intracranial yang tidak terganggu dan
tidak diobati, kegunaan dan risiko pemberian IV alteplase
tidak jelas (Kelas IIb; LOE C-LD).
Karena peningkatan risiko ICH pada populasi pasien, IV
alteplase dapat dipertimbangkan pada pasien stroke dengan
defisit neurologis berat dan kemungkinan morbiditas dan
mortalitas yang tinggi untuk melampui risiko ICH sekuder
yang diantisipasi terhadap trombolisis (Kelas IIb; LEO C-
LD).
CMBs Pada pasien yang memenuhi syarat yang sebelumnya
memiliki sejumlah kecil (1-10) CMB ditunjukkan pada
MRI, pemberian IV alteplase merupakan alasan yang tepat
(Kelas IIa; Tingkat B-NR).
Pada pasien yang memenuhi syarat sebelumnya memiliki
beban CMB yang tinggi (>10) pada MRI, pengobatan IV
alteplase berhubungan dengan peningkatan risiko sICH,
dan manfaat pengobatan tidak pasti. Pengobatan masuk
akal jika terdapat potensi untuk keuntungan substansial
(Kelas IIb; Tingkat B-NR).
Neoplasma intracranial Pengobatan IV alteplase direkomendasikan pada pasien
ekstra aksial dengan AIS yang memiliki neoplasma intracranial ekstra
aksial (Kelas IIa; LOE C-EO).
MI akut Pada pasien yang mengalami AIS dan MI akut, pengobatan
dengan IV alteplase dengan dosis yang sesuai pada iskemik
serebral, diikuti dengan angioplasty koroner perkutan dan
stenting jika diindikasikan, merupakan alasan yang tepat
(Kelas IIa; LOE C-EO).
Riwayat MI terkini Pada pasien yang mengalami AIS dan riwayat MI terkini
dalam 3 bulan terakhir, pengobatan stroke dengan IV
alteplase merupakan alasan yang tepat kika riwayat MI
terkini adalah non-STEMI (Kelas IIa; LOE C-LD).
Pada pasien yang mengalami AIS dan riwayat MI terkini
dalam 3 bulan terakhir, pengobatan stroke iskemik dengan
IV alteplase merupakan alasan yang tepat jika MI terkini
adalah STEMI yang melibatkan miokardium kanan atau
inferior (Kelas IIa; LOE C-LD).
Pada pasien yang mengalami AIS dan riwayat MI terkini
dalam 3 bulan terakhir, pengobatan stroke iskemik dengan
IV alteplase merupakan alasan yang tepat jika MI terkini
adalah STEMI yang melibatkan miokardium anterior kiri
(Kelas IIb; LOE C-LD).
Penyakit jantung Pada pasien dengan AIS mayor cenderung menghasilkan
lainnya cacat berat dan pericarditis akut, pengobatan dengan IV
alteplase merupakan alasan yang tepat (Kelas IIb;LOE C-
EO); Konsultasu mendesak dengan ahli jantung
direkomendasikan dalam situasi ini.
Pada pasien yang mengalami AIS sedang cenderung
mengalami cacat ringan dan pericarditis akut, pengobatan
dengan IV alteplase memiliki keuntungan yang tidak pasti
(Kelas IIb; LOE C-EO).
Pada pasien dengan AIS mayor cenderung menghasilkan
cacat berat dan trombus atrium kiri atau trombus ventrikel,
pengobatan dengan IV alteplase merupakan alasan yang
tepat (Kelas IIb; LOE C-LD).
Pada pasien yang mengalami AIS sedang cenderung
menghasilkan cacat ringan dan thrombus atrium kiri atau
thrombus ventrikel, pengobatan dengan IV alteplase
memiliki keuntungan tidak pasti (Kelas IIb; LOE C-LD).
Pada pasien dengan AIS mayor cenderung menghasilkan
cacat berat dan mixoma jantung, pengobatan dengan IV
alteplase merupakan alasan yang tepat (Kelas IIb; LOE C-
LD).
Pada pasien yang mengalami AIS mayor cenderung
menghasilkan cacat berat dan fibroelastoma papiler,
pengobatan dengan IV alteplase merupakan alasan yang
tepat (Kelas IIb; LOE C-LD).
Prosedur stroke IV alteplase merupakan alasan yang tepat untuk
pengobatan komplikasi AIS pada prosedur angiografi
jantung atau serebral, tergantung pada kriteria kelayakan
(Kelas IIa; LOE A).
Keganasan sistemik Keamanan dan efikasi alteplase pada pasien dengan
keganasan saat ini tidak jelas (Kelas IIb; LOE C-LD).
Paien dengan keganasan sistemik dan harapan hidup yang
wajar (>6 bulan) dapat bermanfaat dari IV alteplase jika
kontraindikasi seperti abnormalitas koagulasi, riwayat
operasi terkini, atau perdarahan sistemik tidak
berdampingan.
Kehamilan Pemberian IV alteplase dapat dipertimbangkan pada
kehamilan ketika manfaat yang diantisipasi dari mengobati
stroke sedang atau berat lebih besar daripada perkiraan
peningkatan risiko perdarahan uterus (Kelas IIb; LOE C-
LD).
Keamanan dan efikasi IV alteplase pada periode post
partum awal (<14 hari setelah melahirkan) tidak jelas
( Kelas IIb; LOE C-LD).
Kondisi oftalmologi Penggunaan IV alteplase pada pasien dengan AIS yang
memiliki riwayat retinopati hemoragik diabetic atau
perdarahan mata lainnya merupakan alasan yang tepat.
Tetapi meningkatkan risiko kehilangan penglihatan harus
dipertimbangkan manfaat yang diantisipasi dari penurunan
defisit neurologis berhubungan dengan stroke (Kelas IIa;
LOE B-NR).
Anemia sel sabit IV alteplase untuk orang dewasa dengan AIS dengan
anemia sel sabit dapat bermanfaat (Kelas IIa; LOE B-NR).
Penggunaan obat Pengobatan dokter harus menyadari bahwa obat terlarang
terlarang dapat menjadi factor penyebab terjadinya stroke. IV
alteplase merupakan alasan yang tepat contoh penggunaan
obat terlarang berhubungan dengan AIS pada pasien tanpa
pengecualian lainnya (Kelas IIa; LOE C-LD).
Mirip stroke Risiko perdarahan intracranial simtomatik pada populasi
meniru stroke cukup rendah; Dengan demikian, inisiasi IV
alteplase mungkin direkomendasikan dalam preferensi
selama pengobatan untuk melanjutkan studi diagnostic
tambahan (Kelas IIa; LOE B-NR).

Tabel 7. Pengobatan AIS: Pemberian alteplase


Infus 0,9 mg/kg (dosis maksimum 90 mg) selama 60 menit, dengan 10% dari dosis
yang diberikan dalam bolus selama 1 menit.
Merawat pasien stroke ke unit perawatan intensif atau unit stroke untuk monitoring.
Jika pasien mengalami nyeri kepala berat, hipertensi akut, mual, atau muntah atau
perburukan kondisi neurologis, hentikan infus (Jika IV alteplase yang diberikan) dan
lakukan CT Scan kepala darurat.
Mengukur tekanan darah dan lakukan pemeriksaan neurologis setiap 15 menit saat
dan setelah pemberian infus IV alteplase selama 2 jam. Kemudian setiap 30 menit
selama 6 jam, kemudian setiap jam selama setelah 24 jam setelah pengobatan IV
alteplase.
Peningkatan frekuensi pengukuran tekanan darah jika tekanan darah sistolik >180
mmHg atau jika tekanan darah diastolic >105 mmHg; berikan obat antihipertensi
untuk mempertahankan tekanan darah pada atau di bawah level ini (tabel 5).
Tunda pemasangan nasogastric tube, kateter kandung kemih, atau kateter tekanan
intra-arterial jika pasien dapat aman dengan penanganan tanpa alat tersebut.
Dapatkan CT Scan atau MRI sebagai tindak lanjut dalam 24 jam setelah IV alteplase
sebelum inisai pemberian agen antikoagulan atau agen antiplatelet.

Tabel 8. Penatalaksanaan gejala perdarahan intracranial yang terjadi dalam 24 jam


setelah pemberian IV alteplase untuk pengobatan AIS

Kelas IIb, LOE C-EO


Hentikan infus alteplase
Cek pemeriksaan darah lengkap, PT (INR), aPTT, kadar fibrinogen, dan tipe cross
match
CT scan darurat
Kriopresipitat (termasuk factor VIII): infus 10 U selama 10-30 menit (onset dalam 1
jam, pucak dalam 12 jam); pemberian dosis tambahan untuk kadar fibrinogen <200
mg/dL.
Asam traneksamat 1000 mg IV diinfuskan selama 10 menit atau asam ε-
aminocaproic 4-5 Gram selama 1 jam, diikuti 1 Gram IV sampai perdarahan
dikendalikan (onset puncak dalam 3 jam).
Konsultasi hematologi dan bedah saraf
Terapi suportif, termasuk penatalaksanaan tekanan darah, tekanan intracranial,
tekanan perfusi serebral, mean arterial pressure, suhu, dan control glukosa.

Tabel 9. Penatalaksanaan angioedema orolingual berhubungan dengan pemberian


IV alteplase untuk AIS

Pertahankan jalan nafas


1. Intubasi endotrakeal tidak diperlukan jika edema terbatas pada anterior lidah
dan bibir.
2. Edema melibatkan laring, palatum, lantai mulut, atau orofaring dengan
perkembangan cepat (dalam 30 menit) menimbulkan risiko tinggi untuk
memerlukan intubasi.
3. intubasi fiberoptik sadar sudah optimal. Intubasi nasal-trakeal diperlukan
tetapi menimbulkan risiko epistaksis post IV alteplase. Cricotiroidotomi
jarang dibutuhkan dan juga bermasalah setelah IV alteplase.
4.
Hentikan infus IV alteplase dan menahan ACEI
Berikan IV metilprednisolon 125 mg
Berikan IV diphenhydramine 50 mg
Berikan IV ranitidin 50 mg atau famotidine 20 mg
Jika terjadi, peningkatan angioedema lebih lanjut, pemberian epinephrine (0,1%) 0,3
mL secara subkutan atau dengan nebulizer 0,5 mL.
Icatibant, antagonis reseptor bradikinin B2 selektif, 3 mL (30mg) secara subkutan di
daerah abdominal; injeksi tambahan 30 mg mungkin diberikan pada interval 6 ajm
tidak melebihi total 3 suntikan dalam 24 jam; dan penghambat C1 estarase yang
diturunkan dari plasma (20 IU/kg) telah berhasil digunakan pada angioedema
herediter dan angioedema berhubungan denga ACEI.
Perawatan suportif