Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MATA KULIAH PENGOLAHAN BUANGAN NDUSTRI

PENGOLAHAN LIMBAH MONOSODIUM GLUTAMATE


MENGGUNAKAN BIOFILM REAKTOR DAN SISTEM LUMPUR AKTIF

DISUSUN OLEH:
Nisa Noor Fadhila S. (082 05 019)

ABSTRAK
Limbah industri pangan secara umum masih dapat menimbulkan
permasalahan lingkungan, karena dalam prosesnya masih menyisakan unsur-unsur
yang dapat larut dalam air dan kemudian dibuang ke lingkungan. Sebagai contoh
limbah dari industri susu, industri pengolahan daging, unggas, hasil laut dan juga
proses fermentasi seperti pembuatan MSG dapat menimbulkan bau yang tidak
diinginkan dan polusi berat bagi perairan bila penanganannya tidak diberi
perlakuan yang tepat.
Dalam pengolahan limbah MSG, jenis biofilm reaktor yang digunakan
adalah fix-bed reactor dengan memanfaatkan dua jenis yeast (khamir) yaitu
Candida halophila dan Rhodotorula glutinis. Gabungan dari dua jenis yeast ini
mempunyai kemampuan yang bagus dalam mereduksi kandungan COD yang
tinggi (dapat mencapai sampai 40.490 mg/L COD) dalam limbah MSG dalam
rentah pH 4-9. Efesiensi penyisihan kadar COD yang dapat dicapai dengan
mengunakan biofilm reaktor ini adalah 80 %
Suspended solid (SS) dari effluen reaktor biofilm tersebut mengandung
yaest itu sendiri dan bakteri fermentatif yang digunakan dalam produksi
glutamate. Suspended solid ini mengandung 55,8% potein dan 18% asam amino.
Effluen dari biofilm rektor inilah yang akan digunakan dalam unit lumpur aktif.
Sedangkan sistem lumpur aktif dapat menyisihkan 50-70% kadar COD
dalam limbah MSG.