Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CARA MENGGONTROL HIPERTENSI

Disusun Oleh:
Wa Ode Sitti Yusniar Rasjid, S.Kep
011642040

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINAWAN


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
ANGKATAN XVIII
JAKARTA
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Judul Penkes : Cara Mengontrol Hipertensi


Sasaran : Keluarga Tn.S di RT 11/RW 06
Waktu : 20 Menit
Hari/ Tanggal : Sabtu, 11 November 2017

A. LATAR BELAKANG
Hipertensi dapat menjadi ancaman serius apabila tidak mendapatkan

penatalaksanaan yang tepat. Jika tekanan darah pada penderita hipertensi dapat di

pertahankan dalam nilai normal maka akan membantu penderita hipertensi dalam

memperoleh kesehatan yang optimal, terhindar dari resiko komplikasi penyakit

kardiovaskuler, dan meningkatkan kualitas hidup (Muhammadun, 2010).

Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama

(persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung

(penyakit jantung koroner) dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi

secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai. Banyak pasien hipertensi

dengan tekanan darah tidak terkontrol dan jumlahnya terus meningkat. Oleh karena

itu, partisipasi semua pihak, baik dokter dari berbagai bidang peminatan hipertensi,

pemerintah, swasta maupun masyarakat diperlukan agar hipertensi dapat

dikendalikan (Pusat Data & Informasi Kemenkes RI, 2014).

Hipertensi sebenarnya dapat dicegah bila faktor resiko dapat dikendalikan.

Pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai upaya antara lain yaitu : monitoring

tekanan darah secara teratur, program hidup sehat tanpa asap rokok, peningkatan

aktivitas fisik/gerak badan, diet yang sehat dengan kalori seimbang melalui

konsumsi tinggi serat, rendah lemak dan rendah garam. Hal ini merupakan

1
kombinasi upaya mandiri oleh individu / masyarakat dan didukung oleh program

pelayanan kesehatan yang ada dan harus dilakukan. Salah satu contoh tindakan yang

dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah memberikan pendidikan kesehatan

terhadap penderita.

B. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan keluarga Tn. S mampu memahami dan
menjelaskan cara mengontrol hipertensi.

C. TUJUAN KHUSUS
Setelah dilakukan penyuluhan pada keluarga Tn.S di harapkan keluarga mampu
mengetahui cara mengontrol hipertensi.
D. MATERI PENKES
 Cara – cara mengontrol hipertensi

E. URAIAN TUGAS
1. Moderator dan Narasumber : Wa Ode Sitti Yusniar Rasjid
Tugas: membuka acara, memimpin jalannya acara dan menutup acara

F. KEGIATAN PENKES
No. Waktu Tahapan Kegiatan penyuluhan Kegiatan sasaran
1. 2 menit Pembukaan  Mengucapkan salam - Menjawab salam
 Memperkenalkan diri - Memperhatikan
 Menyapa peserta - Memperhatikan

 Membuat kontrak waktu - Memperhatikan

2. 5 menit Isi  Cara – cara -


mengontrol
hipertensi Memperhatikan
-
-

2
3 5 menit Diskusi  Melakukan Evaluasi hasil Menjawab
penyuluhan pertanyaan

4 3 menit Penutup  Memberikan kesempatan kepada Menjawab pertanyaan


keluarga untuk bertanya
Menjawab pertanyaan
 Memberikan reinforcement
positif Menjawab pertanyaan

 Memutup acara penyuluhan

 Salam penutup Menjawab salam

G. METODE PENKES
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

H. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
 Keluarga hadir di tempat penyuluhan,
 Penyuluhan dilaksanakan di ruang tamu rumah Tn.S,
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
 Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan,
 Tidak ada keluarga yang meninggalkan tempat penyuluhan,
 Keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar,
3. Evaluasi Hasil
 Keluarga mengetahui tentang cara – cara mengontrol hipertensi.

I. ALOKASI WAKTU
Penyuluhan di mulai dari jam 13.30-13.50 WIB

3
J. MEDIA
Lembar balik

K. SETTING TEMPAT
Di Ruang tamu rumah Tn.S
Setting Tempat :

Keterangan :
: ruang tamu

: Peserta

: Mahasiswa

4
Lampiran

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN


CARA MENGONTROL TEKANAN DARAH TINGGI

1. Menurunkan Berat Badan


Kelebihan berat badan (overweight) merupakan suatu keadaan terjadinya
penimbunan lemak secara berlebih, yang menyebabkan kenaikan berat badan.
Seseorang mengalami kelebihan berat badan apabila beratnya 10 – 20% di atas berat
badan ideal. Seseorang akan dikatakan mengalami kegemukan (obesitas) jika terjadi
kelebihan berat badan sebesar 20% dari berat badan ideal (Sudarmoko, 2015).
Obesitas memberi beban berat kepada jantung, dan merupakan predisposisi
untuk meningkatnya kadar kolesterol total dan trigliserid, menurunnya kadar
kolesterol HDL, dan hipertensi. Obesitas dapat dikontrol dengan diet dan olahraga
secara teratur dengan disiplin. Dan ada obesitas yang didasari oleh faktor genetik
sehingga dengan upaya apapun berat badan tidak dapat diturunkan secara bermakna
(Yulianto, 2011).

2. Diit Hipertensi
Membantu menurunkan tekanan darah sehingga komplikasi hipertensi terhindarkan.

Perbedaan Diit dengan makanan biasa

1. Konsumsi lemak dibatasi


2. konsumsi Cholesterol dibatasi
3. konsumsi kalori dibatasi untuk yang terlalu gemuk atau obesitas
4. Makanan yang boleh dikonsumsi

3. Olahraga
Bagi penderita hipertensi faktor yang harus diperhatikan adalah tingginya
tekanan darah. Semakin tinggi tekanan darah semakin keras kerja jantung,
sebab untuk mengalirkan darah saat jantung memompa maka jantung harus
mengeluarkan tenaga sesuai dengan tingginya tekanan tersebut. Jantung apabila tidak

5
mampu memompa dengan tekanan setinggi itu, berarti jantung akan gagal memompa
darah. Latihan olahraga dapat menurunkan tekanan sistolik maupun diastolik pada
usia tengah baya yang sehat dan juga mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi
ringan. Latihan olahraga tidak secara signifikan menurunkan tensi pada penderita
yang mengalami hipertensi berat, tetapi paling tidak olahraga membuat seseorang
menjadi lebih santai.
Jenis olahraga yang dianjurkan bagi penderita hipertensi adalah olahraga yang sifatnya
aerobik seperi jalan kaki, jogging, bersepeda, dan berenang. Olahraga tersebut juga
harus dilakukan dengan intensitas sedang. Frekuensi latihannya 3 – 5 kali seminggu,
dengan lama latihan 20 – 30 menit sekali latihan. Bentuk latihannya dapat dilakukan
dengan waktu pemanasan selama 5 – 10 menit.

4. Pengurangan Konsumsi Alkohol


Dalam jumlah yang terbatas alkohol akan membuka pembuluh darah halus
kulit, oleh karena itu akan menurunkan tekanan aliran darah dan menurunkan tekanan
diastolik.
Sebaliknya dari efek menguntungkan tadi, konsumi alkohol dalam jumlah
besar (berlebihan) berdampak buruk pada sistem kardiovaskuler salah satunya
hipertensi dan secara langsung akan meracuni jantung (Soetrisno & Elizabeth, 2010).

5. Berhenti Merokok
Langkah pertama untuk berhenti merokok adalah dengan membangun
komitmen. Langkah berikutnya adalah meminta dukungan pada lingkungan sekitar
untuk program berhenti merokok (Yulianto, 2011).
Rokok menyebabkan kenaikan tekanan darah dalam 2 – 10 menit setelah diisap.
Rokok merangsang saraf mengeluarkan hormon yang menyebabkan pengerutan
pembuluh darah, sehingga tekanan darah naik.
Nikotin, karbon monoksida (CO), dan ribuan zat – zat dalam rokok sangat
merugikan tubuh, mulai dari batuk – batuk ringan sampai kanker paru. Merokok,
menyebabkan zat adrenalin meningkat. Akibatnya denyut jantung dan tekanan darah
serta pembuluh darah yang mengeras pun ikut meningkat dan tidak menguntungkan
bagi penderita hipertensi (Soetrisno & Elizabeth, 2010).

6
REFERENSI

Brunner & Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol 2 Edisi 8. Jakarta:
EGC. 2002
Soestrisno & Elizabeth. Buku Pintar Terapi Hipertensi. Jakarta: Restu Agung &
Taramedia. 2010
Sudarmoko, Arief. Sehat Tanpa Hipertensi. Jogjakarta: Cahaya Atma Pustaka. 2015
Sustrani, et al. Hipertensi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2005
Wayan Juni, Udjianti. Keperawatan Kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika. 2010
Yulianto, A. Mengapa Stroke Menyerang Usia Muda. Jogjakarta: Javalitera. 2011