Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan
makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan
baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi
Muhammad SAW.
Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Komunikasi Efektif dan
Prinsip-Prinsip Komunikasi serta Konseling dalam Asuhan Kebidanan di Komunitas”, yang kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh kami dengan berbagai
rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami membutuhkan kritik dan saran dari
pembaca yang membangu. Terimakasih.

Ternate, 30 Desember 2017

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................... i


Daftar isi .......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 1

C. Tujuan ................................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Komunikasi efektif dalam asuhan kebidanan di komunitas ............................... 2

B. prinsip-prinsip komunikasi dalam asuhan kebidanan di komunitas .................. 7

C. Prinsip-prinsip konseling dalam asuhan kebidanan di komunitas ..................... 10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................................... 12

B. Saran ..................................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

KOMUNIKASI

A. Pendahuluan

Manusia pada hakekatnya adalah mahkluk sosial, yang dalam kehidupan sehari- hari

tidak bisa lepas dari kegiatan interaksi dan komunikasi. Komunikasi merupakan bagian

kehidupan manusia, apapun statusnya di masyarakat. Sebagai mahkluk sosial, kegiatan

sehari- hari selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan

hidup.

Komunikasi efektif menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An

Introduction to Interpersonal Communication mengatakan bahwa komunikai yang efektif

dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (acurancy ) yang paling tinggi derajatnya

antara komunikator dan komunikan dalam setiap situasi. Komunikasi yang lebih efektif

terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan

bahasa. Melakukan komunikasi efektif tidak mudah, beberapa ahli komunikasi menyatakan

bahwa tidak mungkin seseorang melakukan komunikasi yang benar- benar efektif. Ada

banyak hambatan yang dapat merusak komunikasi.

B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan komunikasi efektif dalam asuhan kebidanan di komunitas ?

2. Menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi dalam asuhan kebidanan di komunitas ?

3. Menjelaskan prinsip-prinsip konseling dalam asuhan kebidanan di komunitas ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui komunikasi efektif dalam asuhan kebidanan di komnitas

2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip komunikasi dalam asuhan kebidanan di komunitas

3. Untuk mengetahui prinsip-prinsip konseling dalam asuhan kebidanan di komunitas

-1-
BAB II

PEMBAHASAN

A. KOMUNIKASI EFEKTIF

Komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap ( attitude change ) pada orang

yang terlihat dalam komunikasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan

dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa

lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih penggunaan

bahasa nonverbal secara baik.

Komunikasi efektif adalah komunikasi di mana :

a. Pesan diterima dan dimengerti sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.

b. Pesan disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diamati oleh

pengirim.

c. Tidak ada hambatan untuk melakukan apa yang seharunya dilakukan untuk

menindaklanjuti pesan yang dikirim.

1. Proses Komunikasi Efektif

Suksesnya proses komunikasi sehingga dapat menghasilkan komunikasi yang efektif

tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor baik itu faktor dari komunikator maupun

dari komunikan. Willbur Schramm menampilkan “ the condition of succsess

communication ” sebagai berikut :

a. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik

perhatian komunikan. Untuk merancang suatu pesan yang dapat menarik

perhatian ini sebaiknya komunikator harus mencari tahu dulu karakteristik orang

yang akan kita beri pesan. Selain itu penyampai pesan yang menarik dan mudah

dipahami.

-2-
b. Pesan harus menggunakan lambang- lambang tertuju kepada pengalaman yang

sama antara komunikator dan komunikan dengan beberapa metode dan tidak

hanya secara lisan. Pesan yang disampaikan dengan melibatkan beberapa panca

indera misal dapat dilihat, didengar dan diraba akan lebih mudah dimengerti

daripada pesan itu hanya disampaikan secara lisan.

c. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikasi dan menyarankan

beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. Jadi pesan sesuai harapan

atau sesuai kebutuhan penerima pesan. Pesan yang disampaikan akan terasa

membosankan dan tidak ada arti bagi penerima pesan apabila pesan itu tidak

dibutuhkan.

d. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan, dimana

komunikan digerakkan untuk memberikan tanggapan sesuai yang dikehendaki.

Solusi pemecahan masalah harus dikemukakan untuk dapat membantu klien

keluar dari masalahnya.

2. Unsur- Unsur Dalam Membangun Komunikasi Efektif

Egan mengidentifikasi unsur dalam komunikasi efektif ke dalam lima sikap ( cara )

dan teknik untuk menghadirkan diri secara fisik yang dapat memfasilitasi

komunikasi yang terapeutik sebagai berikut :

a. Berhadapan

Arti dari posisi ini adalah “ saya siap untuk anda” .

b. Mempertahankan kontak mata

Kontak mata pada level yang sama berarti mengahrgai klien dan menyatakan

keinginan untuk tetap berkomunikasi.

c. Membungkuk ke arah klien

Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengarkan sesuatu

-3-
d. Membungkuk ke arah klien

Dalam arti tidak melipat kaki atau tangan. Menunjukkan keterbukaan untuk

berkomunikasi.

e. Tetap relaks

Sikap relaks dapat mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi

dalam memberi respons pada klien.

f. Isyarat vokal

Yaitu isyarat paralinguistik, termasuk semua kualitas bicara nonverbal. Misalnya

tekanan suara, kualitas suara, tertawa, irama, dan kecepatan bicara.

g. Isyarat tindakan

Yaitu semua gerakan tubuh, termasuk ekspresi wajah dan sikap tubuh.

h. Isyarat objek

Yaitu objek yang digunakan secara sengaja atau tidak sengaja oleh seseorang

seperti pakaian dan benda pribadi lainnya.

i. Ruang

Memberikan isyarat tentang kedekatan hubungan antara dua orang, hal ini

didasarkan pada norma- norma sosial budaya yang dimiliki.

j. Sentuhan

Yaitu kontak fisik antara dua orang dan merupakan komunikasi nonverbal yang

paling personal. Respons seseorang terhadap tindakan ini sangat dipengaruhi oleh

tatanan dan latar belakang budaya, jenis hubungan, jenis kelamin, usia dan

harapan.

-4-
Untuk membantu meningkatkan efektifitas komunikasi dapat dilakukan

dengan cara :

a. Sebagai pengirim

1) Menggunakan bahasa yang tepat dan menarik serta dimengerti oleh

penerima.

2) Menggunakan empati dengan berusaha menempatkan diri ditempat

penerima.

3) Mempertajam persepsi dengan membayangkan bagaimana pesan akan

diterima, dibaca, ditafsir dan ditanggapi oleh penerima.

4) Mengendalikan bentuk tanggapan dengan menggunakan kode atau

lambang yang tepat dan saluran yang sesuai.

5) Bersedia menerima umpan balik positif maupun negatif.

6) Mengembangkan kredibilitas diri sehingga dapat dipercaya karena

kualitas pribadi, mutu hidup dan keahlian profesional.

7) Mempertahankan hubungan baik dengan penerima.

b. Sebagai penerima

1) Meningkatkan kemampuan untuk mendengarkan sampai mampu

mendengarkan dengan empatik.

2) Waspada terhadap prasangka, bias, dan apriori dan sikap tidak terbuka

dari kita.

3) Mengembangkan kecakapan menyampaikan umpan balik secara

konstruktif.

4) Berusaha berfikir kreatif terhadap pesan yang diterima.

5) Bersikap terbuka tetapi kritis.

-5-
6) Benar- benar mengerti pesan komunikasi, jangan malu bertanya apabila

pesan belum kita tangkap atau tidak dimengerti.

7) Saat mengambil keputusan sadar akan tujuannya.

c. Keefektifan komunikasi antar pribadi dipengaruhi oleh faktor- faktor

berikut :

1) Keterbukaan yaitu kesediaan membuka diri, merasakan pikiran dan

perasaan orang lain, mereaksi pada orang lain.

2) Empati, yaitu mengahayati perasaan orang lain.

3) Mendukung yaitu kesediaan secara spontan untuk menciptakan suasana

yang bersifat mendukung.

4) Positif yaitu menyatakan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain

dan situasi.

5) Keseimbangan yaitu mengakui bahwa kedua belah pihak mempunyai

kepentingan yang sama, pertukaran informasi secara seimbang.

6) Percaya diri yaitu merasa yakin pada diri sendiri, bebas dari rasa malu.

7) Kesegaran yaitu segera melakukan kontak disertai rasa suka dan

berminat.

8) Manajemen interaksi yaitu mengendalikan interaksi untuk memberikan

keputusan kepada kedua belah pihak.

9) Pengungkapan yaitu keterlibatan secara jujur dalam berbicara dan

menyimak baik secara verbal maupun nonverbal.

10) Orientasi kepada orang lain yaitu penuh perhatian, minat dan kepedulian

kepada orang lain.

-6-
B. PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI
Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi
mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh
masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-
asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya karakteristik
komunikasi. Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip
komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih
jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
1. Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik
Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada
suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. Salah satu kebutuhan pokok manusia, seperti
dikatakan oleh Susanne K. Langer, adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan
lambang. Manusia memang satu-satunya hewan yang menggunakan lambang, dan
itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Ernst Cassier
mengatakan bahwa keunggulan manusia atas makhluk lainnya adalah keistimewaan
mereka sebagai animal symbolicum.
2. Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud
mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut
sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah
(komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu
stimulus. Kita tidak dapat tidak berkomunikasi (We cannot not communicate).
Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komuniaksi. Alih-alih, komunikasi
terjadi bila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya
sendiri.
3. Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan

Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut
kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang
melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara
dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.

4. Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan

-7-
Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari
tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak
direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan
secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul
disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya
tercapai).

5. Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu

Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal
maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu
berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu
berlangsung.

6. Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi

Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma
yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi
bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa
seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan
membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.

7. Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik

Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar
belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang
berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti
lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi
bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.

8. Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah


komunikasi

Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan
yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang
sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama
terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. Komunikasi yang efektif adalah
komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang

-8-
yang sedang berkomunikasi). Dalam kenyataannya, tidak pernah ada dua manusia
yang persis sama, meskupun mereka kembar yang dilahirkan dan diasuh dalam
keluarga yang sama, diberi makanan yang sama dan di didik dengan cara yang sama.
Namun adanya kesamaan sekali lagi akan mendorong orang-orang untuk saling
tertarik dan pada gilirannya karena kesamaan tersebut komunikasi mereka menjadi
lebih efektif.

9. Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial

Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah.
Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu
diterima dan dimengerti.

10. Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional

Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah


komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan
menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.

11. Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible

Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol


sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan.
Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti
orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain
tersebut.

12. Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai


masalah

Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat
digunakan untuk menyelesaikan masalah. Banyak persoalan dan konflik antar
manusia disebabkan oleh masaalh komunikasi. Namun komunikasi bukanlah
panasea (obat mujrab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena
konflik atau persoalan tersebut mungkin berkaitan denagn masalah struktural

-9-
C. PRINSIP-PRINSIP KONSELING
Prinsip-prinsip konseling merupakan pedoman atau acuan yang digunakan dalam
melaksanakan konseling. Prinsip-prinsip tersebut dibuat berdasarkan kajian filosofis,
hasil-hasil penelitian dan pengalaman praktis tentang hakekat manusia,
perkembangan budaya, pengertian, tujuan, fungsi, dan proses penyelenggaraan
konseling. Prinsip-prinsip konselig ini akan mendasarkan pada factor proses,
tanggunug jawab serta tujuan dari konseling.

Adapun prinsip-prinsip konseling yang dimaksud meliputi :

a. Konseling merupakan kegiatan yang sangat penting dalam keseluruhan program


bimbingan disekolah, atau merupakan bagianintegral dengan bimbingan.
b. Program konseling harus fleksibel, disesuaikan dengan kondisi lembaga
( misalnya sekolah ), kebutuhan individu dan masyarakat.
c. Dalam konseling terlibat dua individu yaitu konselor dan klien yang memproses
penyelesaian masalah melalui serangkaian interview.
d. Konseling merupakan proses belajar yang mengarah pada suatu perubahan yang
fundamental dalam diri klien terutama dalam perubahan sikap dan tindakan.
e. Konseling lebih banyak menekankan pada masalah sikap daripada tindakan.
f. Konseling berlangsung pada situasi pertemuan dan jalianan hubungan yang khas.
g. Konseling lebih menekankan pada penghayatan amosional dari pada intelektual.
h. Konseling sebagai kegiatan yang profesional, dilaksanakan oleh orang-orang yang
telah memiliki persyaratan profesional baik dalam pengetahuan maupun
kepribadiannya. Oleh karena itu tenaga ahli yang memperoleh pendidikan dan
latihan khusus dalam bidang bimbingan dan konseling.
i. Konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku
bangsa, agama dan status sosial ekonomi.
j. Dalam konseling perbedaan konseling harus dipahami dan dipertimbangkan
dalam rangka upaya yang bertujuan memberikan bantuan atau konseling pada
individu-individu tertentu.
k. Konseling pada umumnya dibatasi hanya pada hal-hal yang menyangkut pengaruh
kondisi mental dan fisik individu terhadap penyesuaian dirinya dirumah, sekolah
serta yang berkaitan dengan kontak sosial dan pekerjaan.
l. Tujuan akhir konseling adalah kemandirian setiap individu maka dari itu layanan
konseling harus diarahkan untuk mengembangkan klien agar mampu
mengarahkan dirinya dalam menghadapi kesulitan atau masalah yang dihadapinya.

- 10 -
m. Dalam proses konseling keputusan yang diambil dan hendak dilakukan oleh klien
hendaklah atas kemauan klien sendiri, bukan karena kemauan atau desakan diri
konselor.
n. Permasalahan khusus yang dialami klien harus ditangani oleh ( dan kalau perlu
dialihtangankan kepada ) tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan
permasalahan khusus tersebut.

- 11 -
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan makalah diatas dapat diambil beberapa kesimpulan, diantaranya


adalah:
1. Komunikasi adalah perhubungan atau proses pemindahan dan pengoperan arti, nilai,
pesan melalui media atau lambang-lambang apakah itu bahasa lisan, tulisan ataupun
isyarat.
2. Komunikasi adalah seni penyampaian informasi (peran, massage, ide, sikap, atau
gagasan) dari komunikator untuk merubah serta permohonan yang dikehendaki
komunikator. Jadi, proses penyampaian informasi berdaya guna bagi komunikator
maupun komunikan.
3. Dalam komunikasi terdapat tujuan, proses, faktor – faktor, jenis – jenis komunikasi
yang dapat menentukan tercapainya komunikasi yang baik.
B. Saran
Dengan terselesaikannya makalah tentang komunikasi ini maka sebaiknya
komunikasi dipergunakan dengan cara yang baik dan benar agar apa yang ingin
disampaikan komunikator dan komunikan terima sejalan dan bisa tercapai dengan
benar.

- 12 -
DAFTAR PUSTAKA

http://taufikgun.blogspot.co.id/2010/06/prinsip-prinsip-konseling.html

http://ikhtisar.com/prinsip-komunikasi-efektif/

http://muhammadyaniishak.blogspot.co.id/2014/08/makalah-proses-

komunikasi-dalam-praktik.html

i
MAKALAH

KOMUNITAS

KOMUNIKASI DALAM ASUHAN KOMUNITAS

OLEH :

KELOMPOK 1

KELAS V-A/D-III KEBIDANAN

Aqsari Jamrud Fitrianingsih S Pawane Kasmita Sari

Ayu Hi. Rauf Fometia Sisti Padani Fahima Sanif

Darmawati Sero-sero Hardiyanti R Thalib Marlinda

Fitriani Kwairumaratu Kamaria Umasugi Masni F adam

Fitriani Hamiru Karlina Talib Lutfiah Diana Jusman

POLTEKKES KEMENKES TERNATE

2017-2018

ii