Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN

PROGRAM REHABILITASI BERSUMBERDAYA


MASYARAKAT
(RBM)

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS


UPT PUSKESMAS BARIMBA
KECAMATAN KAPUAS HILIR
Jalan. Trans Kalimantan RT. II No. 08 Barimba email:puskesmas.barimba@yahoo.com
KERANGKA ACUAN KERJA

PROGRAM REHABILITASI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT

(RBM)

A. Pendahuluan

Program rehabilitasi bersumber daya masyarakat adalah salah satu

program yang didukung oleh Kemenkes. Program ini fokus pada tiga hal

yakni : 1). Dukungan penguatan sumber-sumber penghidupan, 2). Dukungan

mendapatkan akses pelayanan kesehatan untuk disabilitas dan 3). Dukungan

penguatan kapasitas orang dengan disabilitas. Tujuan program ini mendorong

berbagai pihak yakni masyarakat, pemerintah dimana difabel tinggal untuk

berkontribusi memberikan rehabilitasi fisik , mental dan memberikan

aksesibilitas dalam berbagai hal.

Dukungan akses pelayanan kesehatan bekerjasama dengan beberapa

pihak, diantaranya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas

Barimba. Beberapa hal yang diharapkan dilakukan selama perjalanan program

dalam aspek kesehatan yakni : dukungan alat bantu untuk difabel, fasilitasi

asuransi kesehatan melalui kartu BPJS Kes, bekerjasama dengan Puskesmas

Barimba untuk membuka layanan terapi. Kegiatan yang sudah dilakukan ini

lebih pada memberikan kemudahan dan layanan kepada difabel.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah penguatan kapasitas untuk kader

posyandu. Kader adalah orang kunci yang berada pada barisan depan jika kita
berbicara tentang perkembangan tumbuh kembang anak, masyarakat dengan

gangguan fungsional. Sejak usia kehamilan ibu pada bulan pertama, kader

posyandu sudah berperan ikut menentukan masa depan anak dari aspek

kesehatan, masyarakat dengan gangguan fungsional dan tumbuh kembang.

Berbicara tentang bayi, masyarakat dengan gangguan fungsional dan

anak dengan disabilitas, kadang kita lupa akan peran kader posyandu. Yang

selama ini terjadi, jika ada anak atau keluarga kita yang mengalami

penyimpangan tumbuh kembang anak dan masyarakat dengan gangguan

fungsional, kita baru menyadari untuk melakukan rehabilitasi atau pengobatan

setelah berjalan beberapa tahun. Untuk meminimalisir penyimpangan tumbuh

kembang anak ke disabilitas dan masyarakat dengan gangguan fungsional,

Kemenkes bekerjasama dengan Puskesmas Barimba menyelenggarakan

Pelatihan Deteksi Dini untuk kader posyandu. Kader yang dipilih terwakili

dari desa/posyandu dengan jumlah anak disabilitas dan masyarakat dengan

gangguan fungsional yang tinggi. Dan kader-kader potensial yang dapat

berbagi ke kader yang lain. Diharapkan melalui pelatihan ini identifikasi anak

yang mengalami penyimpangan tumbuh kembang lebih dini serta masyarakat

dengan gangguan fungsional dan dapat dirujuk ke Poli Fisioterapi di

Puskesmas Barimba

Untuk memperkenalkan konsep rehabilitasi bersumberdaya

masyarakat (RBM), para kader akan diberikan bekal tentang kerangka kerja
RBM. Diharapkan dengan memahami kerangka RBM dapat dipakai dalam

menangani orang dengan disabilitas di lingkunganya.

B. Tujuan kegiatan :

1. Memberikan pengetahuan kepada kader posyandu/Nakes tentang cara

melakukan deteksi dini masyarakat dengan gangguan tubuh fungsional.

2. Kader posyandu/Nakes dapat merujuk pasien yang mengalami

penyimpangan tumbuh kembang dan gangguan tubuh fungsional untuk

mendapatkan terapi di poli fisioterapi Puskesmas Barimba

3. Kader / Nakes memahami konsep rehabilitasi bersumberdaya masyarakat

C. Hasil yang diharapkan :

1. Nakes / kader dapat melakukan deteksi dini untuk pasien dengan

gangguan fungsional tubuhi dan bayi / balita yang mengalami

penyimpangan tumbuh kembang

2. Pasien yang mengalami gangguan tubuh fungsional dan pasien

penyimpangan tumbuh kembang anak dirujuk ke Poli Fisioterapi

3. Nakes / kader dapat menerapkan konsep rehabilitasi bersumberdaya

masyarakat di lingkungannya
D. Tanggal dan Tempat Kegiatan :

Tanggal / waktu kegiatan : Setiap bulan di minggu pertama

Tempat kegiatan : Rumah Pasien

NO JENIS KEGIATAN Waktu Sasaran

1 Sosialisasi dan Terjadwal Keluarga terdekat ( 1

penentuan matriks rumah )

sesuai kebutuhan

pasien.

2 Praktek rehabilitasi / Terjadwal Keluarga dan pasien

fisioterapi sederhana

sesuai panduan.

E. Materi Pelatihan :

 Faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan fungsional tubuh,

perkembangan dan pertumbuhan

 Komunikasi efektif

 Fisiotherapi sederhana

 Rujukan

 Rencana tindak lanjut

 Sosialisasi Konsep Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat/RBM