Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

ACARA I
PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH TERAPAN HIDROLOGI

Oleh
DENI MAHENDRA
140722601709

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
PRODI GEOGRAFI
2017
ACARA PRAKTIKUM I
IDENTIFIKASI HIDROLOGI BERDASARKAN DATA PENGINDERAAN
JAUH

Tujuan:
1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi unsur hidrologi berdasarkan data
penginderaan jauh
2. Mahasiswa dapat membedakan kemampuan data penginderaan jauh dalam
menyadap informasi data hidrologi.

Dasar Teori

CITRA PENGINDERAAN JAUH

Gambar yang merupakan hasil dari penginderaan jauh disebut dengan


citra. Adapun arti dari citra itu sendiri adalah gambaran yang tampak dari suatu
objek yang diamati sebagai hasil dari proses perekaman sensor ataupun alat
pemantau lainnya. Menurut Simonett, 1983 yang dimaksud dengan citra (image)
adalah gambaran objek yang dibuahkan oleh pantulan atau pembiasan sinar yang
difokuskan dari sebuah lensa atau cermin.

Secara umum citra penginderaan jauh dapat dibedakan menjadi dua, yaitu citra
foto dan citra non foto:

1) Citra Foto

Citra foto adalah citra objek yang merupakan hasil dari pemotretan kamera.

 Berdasarkan spectrum elektromagnetikyang digunakan, citra foto dapat


dibedakan sbb:

1. Foto ultraviolet, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan


spectrum ultraviolet dengan panjang gelombang 0,1 – 0,4 mikron.
2. Foto ortokromatik, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan
spektrum sinar tampak. Mulai dari warna biru sampai warna hijau dengan
panjang gelombang 0,4 – 0,56 mikron.
3. Foto pankromatik, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan
spectrum tampak mulai dari warna merah sampai warna ungu dengan
panjang gelombang 0,4 – 0,7 mikron.
4. Foto inframerah, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spectrum
inframerah dengan panjang gelombang 0,7 – 30,0 mikron.

 Berdasarkan sumbu kamerayang digunakan citra foto dibedakan atas:

1. Foto vertikal, yaitu citra foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak
lurus terhadap objek di permukaan bumi.
2. Foto miring/condong, yaitu citra foto yang yang dibuat dengan
menggunakan sumbu kamera yang condong dan membentuk sudut
terhadap objek di permukaan bumi

Perhatikan gambar di bawah !

 Berdasarkan jenis kamerayang digunakan, citra foto dapat dibedakan


sebagai berikut:

1. Foto tunggal, yaitu citra foto yang dihasilkan dari kamera tunggal
2. Foto jamak yaitu citra foto yang dibuat pada waktu yng sama dan meliput
daerah yang sama pula.

 Berdasarkan jenis wahanayang digunakan, citra foto dapat dibedakan atas:

1. Foto udara, yaitu citra yang alat perekam/sensornya menggunakan wahana


balon udara ataupun pesawat terbang.
2. Foto satelit, perekaman sensor dengan menggunakan wahana satelit.

2) Citra non foto

Citra non foto adalah foto yang dibuat dengan menggunkan sensor non kamera.
Gambarnya diperoleh dengan menggunakan penyinaran scanner. Citra non foto
dapat dibedakan berdasarkan:

 Spektrum gelombang elektromagnetik:

1. Citra inframerah termal, yaitu citra yang terbentuk dari penyerapan


spectrum inframerah termal.
2. Citra gelombang mikro, yaitu citra yang terbentuk dari penyerapan
gelombang mikro.
3. Citra radar, yaitu citra ysng dibuat dari sumber tenaga buatan.

 Jenis sensor

1. Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat melalui sensor tunggal.


2. Citra jamak, yaitu citra yang dibuat melalui sensor jamak

 Jenis wahana

1. Citra dirgantara, citra yang dibuat dari wahana yang berada di atmosfer
(bukan ruang angkasa).
2. Citra satelit, citra yang dibuat dari wahana yang berada di luar angkasa
(antariksa).

Berdasarkan penggunaanya citra satelit dibedakan atas:

1. Citra satelit untuk penginderaan planet


Contoh: Citra satelit Viking (AS)

Citra satelit Vanera (Rusia)

1. Citra satelit untuk penginderaan cuaca

Contoh: NOAA (AS)

Citra Meteor (Rusia)

1. Citra satelit untuk penginderaan SDA

Contoh: Landsat (AS)

Soyuz (Rusia)

SPOT (Perancis)

1. Citra satelit untuk Oseanografi (kelautan)

Contoh: Citra Seasat (AS)

Citra MOS (Jepang)

Perbedaan Citra Foto dan Citra non Foto

Landsat TM

Citra Foto

adalah gambaran suatu gejala di permukaan bumi sebagai hasil


pemotretan/perekaman menggunakan kamera.

Cita foto dibedakan atas dasar spektrum elektromagnetik yang digunakan, posisi
sumbu kamera, sudut lipatan kamera, jenis kamera, warna yang digunakan,
dan sistem wahananya.

1. Citra foto berdasarkan warna yang digunakan


2. Citra Foto Warna Asli
3. Citra Foto Warna Semu
4. Citra foto berdasarkan posisi sumbu kamera
5. Citra Foto Vertikal, yaitu citra foto yang dibuat dengan posisi sumbu tegak
lurus terhadap permukaan bumi
6. Citra Foto Condong, yaitu citra foto yang dibuat dengan posisi sumbu
kamera miring, dengan sudut kemiringan kamera lebih dari 100. Adadua
jenis foto condong yaitu :

– Citra foto agak condong, yaitu jika cakrawala tidak tergambar pada foto
– Citra foto sangat condong, yaitu jika cakrawala tergambar pada foto.

3. Citra foto berdasarkan sudut lipatan kamera

Jenis kamera Sudut Liputan Jenis Foto


Sudut kecil(narrow angle) < 600 Sudut kecil
Sudut normal(normal Sudut normal/sudut
600 – 750
angle) standar
Sudut lebar(wide angle) 750 – 1000 Sudut lebar
Sudut sangat lebar(super-
> 1000 Sudut sangat lebar
wide angle)

4. Citra foto berdasarkan jenis kamera yang digunakan


5. Citra foto tunggal, citra foto yang dibuat dengan kamera tunggal
6. Citra foto jamak, citra foto yang dibuat pada saat yang sama dan
menggambarkan obyek liputan yang sama. Foto jamak dapat dibuat
dengan 3 cara :

 Multikamera, menggunakan beberapa kamera yang diarahkan secara


bersamaan ke satu obyek.
 Multilensa, menggunakan satu kamera yang memiliki banyak lensa
 Kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna

5. Citra foto berdasarkan sistem wahananya


6. Citra Foto Udara, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan wahan
yang bergerak di udara misalnya pesawat terbang, helikopter dll
7. Citra Foto Satelit, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan
wahana satelit yang bergerak di luar angkasa.
8. Citra foto berdasarkan Spektrum Elektromagnetik yang digunakan
9. Citra Foto Ultraviolet, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan
spektrum Ultraviolet
10. Citra Foto Otokromatik, yaitu citra foto yang dibuat dengan menggunakan
spektrum tampak dari warna biru hingga sebagian warna hijau
11. Citra Foto Pankromatik, yaitu cira foto yang dibuat dengan menggunakan
seluruh spektrum tampak
12. Citra Foto Inframerah Asli, yaitu citra foto yang dibuat dengan
menggunakan spektrum infamerah
13. Citra Foto Inframerah Modifikasi, yaitu citra foto yang dibuat dengan
menggunakan spektrum inframerah dan sebagian spektrum tampak dari
warna merah dan sebagian hijau.

Alat dan Bahan:


1. Alat
- Laptop
- Software ENVI, ArcGIS, Global Mapper
2. Bahan
1. Citra Landsat 8
2. Citra Modis/NOAA
3. Citra QuickBird

Hasil Praktikum:
1. Informasi Data Hidrologi baik dalam bentuk titik, garis, maupun area
2. Tabel informasi hidrologi
Pembahasan

Citra Landsat merupakan gambaran permukaan bumi yang diambil dari


luar angkasadengan ketinggian kurang lebih 818 km dari permukaan bumi,
dengan skala 1 : 250.000.Dalam setiap perekaman citra landsat mempunyai
cakupan area 185 km x 185 km sehinggaaspek dari objek tertentu yang cukup luas
dapat diidentifikasi tanpa menjelajah seluruh daerahyang disurvei atau yang
diteliti.Citra landsat merupakan citra yang dihasilkan dari beberapa spectrum
dengan panjanggelombang yang berbeda.
Data Landsat TM (Thematic Mapper) diperoleh pada tujuh saluran
spektral yaitu tiga saluran tampak, satu saluran inframerah dekat, dua saluran
inframerah tengah, dan satu saluran inframerah thermal. Lokasi dan lebar dari
ketujuh saluran ini ditentukan dengan mempertimbangkan kepekaannya terhadap
fenomena alami tertentu dan untuk menekan sekecil mungkin pelemahan energi
permukaan bumi oleh kondisi atmosfer bumi. Jensen (1986) mengemumakan
bahwa kebanyakan saluran TM dipilih setelah analisis nilai lebihnya dalam
pemisahan vegetasi, pengukuran kelembaban tumbuhan dan tanah, pembedaan
awan dan salju, dan identifikasi perubahan hidrothermal pada tipe-tipe batuan
tertentu. Data TM mempunyai proyeksi tanah IFOV (instantaneous field of view)
atau ukuran daerah yang diliput dari setiap piksel atau sering disebut resolusi
spasial. Resolusi spasial untuk keenam saluran spektral sebesar 30 meter,
sedangkan resolusi spasial untuk saluran inframerah thermal adalah 120 m
(Jensen,1986).
Terdapat banyak aplikasi yang dapat diterapkan dari data Landsat,
diantaranya adalah untuk pemetaan penutupan lahan, pemetaan penggunaan lahan,
pemetaan tanah, pemetaan geologi, pemetaan suhu permukaan laut dan lain-lain.
Untuk pemetaan penutupan dan penggunaan lahan, data Landsat TM lebih dipilih
daripada data SPOT multispektral karena terdapat band infra merah menengah.
Landsat TM adalah satu-satunya satelit non-meteorologi yang mempunyai
band inframerah thermal . Data thermal diperlukan untuk studi proses-proses
energi pada permukaan bumi seperti variabilitas suhu tanaman dalam areal yang
diirigasi.
Citra landsat adalah citra yang di ambil menggunakan satelit landsat
tentunyamemiliki kelebihan dan kekurangan,di antaranya :
Kelebihan :
• Dapat merekam wilayah di permukaan bumi dengan lebih luas / cakupannya
lebih besar.
• Pada setiap topografi yang ada di permukaan bumi dibedakan dengan warna.
• Setiap kejadian yang ada di permukaan bumi dapat dibedakan dengan panjang
gelombangyang ada di citra landsat.
Kekurangan :
• Apabila citra landsat / daerah yang akan dianalisis tertutup awan maka citra
tersebut sulituntuk dianalisis.
• Peliputan landsat pada musim kering sulit untuk membedakan
MODIS adalah salah satu instrument utama yang dibawa Earth Observing
System (EOS) Terra satellite, yang merupakan bagian dari program antariksa
Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Program ini merupakan program jangka panjang untuk mengamati, meneliti dan
menganalisa lahan, lautan, atmosfir bumi dan interaksi diantara faktor-faktor ini.

MODIS mengorbit bumi secara polar (arah utara-selatan) pada ketinggian


705 km dan melewati garis khatulistiwa pada jam 10:30 waktu lokal. Lebar
cakupan lahan pada permukaan bumi setiap putarannya sekitar 2330 km. Pantulan
gelombang elektromagnetik yang diterima sensor MODIS sebanyak 36 bands (36
interval panjang gelombang), mulai dari 0,405 sampai 14,385 ¦Ìm (1 ¦Ìm =
1/1.000.000 meter). Data terkirim dari satelit dengan kecepatan 11 Mega bytes
setiap detik dengan resolusi radiometrik 12 bits. Artinya obyek dapat dideteksi
dan dibedakan sampai 212 (= 4.096) derajat keabuan (grey levels).

Satu elemen citranya (pixels, picture element) berukuran 250 m (band 1-


2), 500 m (band 3-7) dan 1.000 m (band 8-36). Di dalam dunia penginderaan jauh
(remote sensing), ini dikenal dengan resolusi spasial. MODIS dapat mengamati
tempat yang sama di permukaan bumi setiap hari, untuk kawasan di atas lintang
30, dan setiap 2 hari, untuk kawasan di bawah lintang 30, termasuk Indonesia.

Dengan karakteristik di atas MODIS memiliki beberapa kelebihan


dibanding NOAA-AVHRR. Diantara kelebihannya adalah lebih banyaknya
spektral panjang gelombang (resolusi radiometrik) dan lebih telitinya cakupan
lahan (resolusi spasial) serta lebih kerapnya frekuensi pengamatan (resolusi
temporal). Memang belakangan sistem satelit Landsat Thematic Mapper¡¦ yang
bekerja pada resolusi spasial 30 meter, mulai gencar dipromosikan untuk riset
global. Landsat mengamati 7 spektral, mulai interval biru (0,45 ¡¦0,52 ¦Ìm) sampai
thermal infra-merah (10,4 ¡¦12,5 ¦Ìm). Menurut hemat penulis MODIS masih akan
memiliki kelebihan efektifitas ekonomi untuk riset-riset global dan continental
sampai beberapa tahun mendatang. Sementara itu sistem SPOT-VEGETATION
beroperasi dengan resolusi spasial 1 km, saat ini berkompetisi dengan MODIS
dalam studi lingkungan global.
Pemanfaatan resolusi maksimum pada 250, 500 dan 1.000 meter sangat
cocok untuk melakukan studi regional. Jika dipadukan dengan data Landsat TM,
studi ini akan menghasilkan data dasar untuk monitoring dan pemodelan
perubahan tutupan dan penggunaan lahan (land cover and land use) serta data
dasar untuk pengamatan unsur carbon, yang menjadi salah satu parameter penting
dalam studi lingkungan global .
Citra Quickbird dikelola oleh Digital Globe yang merupakan citra digital
hasil penginderaan sensor satelit Quickbird. Satelit ini pertama kali dimunculkan
pada tanggal 18 Oktober 2001 di Pangkalan Angkatan Udara Vandenber,
California, sebagai satelit dengan resolusi spasial yang tinggi. Pada ketinggian
450 km dari permukaan bumi, Citra Satelit Quickbird mengorbit bumi secara sun-
synchronous dengan sudut inklinasi sebesar 97,2. Sistem lintas orbit pada Citra
Satelit Quickbird tergolong cepat dengan kecepatan 7,1 km/detik dan dapat
mengorbit bumi selama 93,5 menit dalam sekali lintasan. Satelit Quickbird akan
melintasi daerah equator pada pukul sekitar 10.30 pagi dan dapat merekam
seluruh daerah yang dilintasinya secara tetap.
Citra satelit Quickbird memiliki resolusi yang tinggi untuk
kebutuhan komersil yang dapat memberikan informasi geografi seperti potensi
dan luasan sumberdaya alam. Quickbird memiliki kemampuan untuk memperoleh
data tutupan lahan atau kebutuhan lain untuk keperluan GIS berdasarkan
kemampuan Quickbird dalam menyimpan data dalam ukuran besar dengan
resolusi tertinggi dan medium-inclination, non-polar orbit. Satelit ini mampu
men-download citra dari stasiun three mid-latitude yaitu Jepang, Itali dan U.S
(Colorado).
Citra satelit Quickbird memiliki 11 bit per pixel (2048 gray scale) ,
sehingga citra satelit Quickbird dapat memberikan kualitas citra yang lebih baik
karena gradasi keabuan mengalami peningkatan 8 kali dibandingkan tipe 8 bit
(256 gray scale) pada beberapa satelit yang pernah diluncurkan sebelumnya.
Satelit Quickbird ini mengorbit bumi secara polar.
-Kekurangan:
satelit quickbird Jangkauan liputan satelit resolusi tinggi seperti Quickbird sempit
(kurang dari 20 km) karena beresolusi tinggi dan posisi orbitnya rendah, 400-600
km di atas Bumi.
-Kelebihan:
Quickbird menjawab kebutuhan itu. Resolusi 60 cm bila dipadukan dengan
saluran multispektralnya akan menghasilkan pan-sharped image, yang mampu
menonjolkan variasi obyek hingga marka jalan dan tembok penjara. Citra ini
mudah sekali diinterpretasi secara visual.
Daftar Pustaka
https://skepticalinquirer.wordpress.com/2015/07/04/citra-penginderaan-jauh/
http://geoexpose.blogspot.co.id/2012/01/terra-modis.html
http://nugrahamirko.blogspot.co.id/2015/03/tugas-1-pcd-kelas-pengertian-
citra_18.html
http://yaniegeografi.blogspot.co.id/2012/05/kelebihan-dan-kekurangan-macam-
macam.html
https://tnrawku.wordpress.com/2013/06/12/landsat-8-spesifikasi-keungulan-dan-
peluang-pemanfaatan-bidang-kehutanan/
http://www.rastermaps.com/2014/02/modis-download_19.html

Lampiran
1.Citra Lansat

2.Citra Modis

3.Quick Bird
Form Hasil:
Nama Citra : Lansat
Resolusi Spasial :15 Meter
Resolusi Temporal :16 Hari
Liputan Area :

NO Nama Titik Garis Area Panjang Lebar/luas Ket


Objek (km) (m)
1. Sungai * 1,6 Km

Form Hasil:
Nama Citra :Modis
Resolusi Spasial :250-1000 Meter
Resolusi Temporal :1-2 Hari
Liputan Area :

NO Nama Titik Garis Area Panjang Lebar/luas Ket


Objek (km) (m)
1. Sungai *
Form Hasil:
Nama Citra :Quick Bird
Resolusi Spasial :2,4 Meter
Resolusi Temporal :2-3 Hari
Liputan Area :16,5 Km

NO Nama Titik Garis Area Panjang Lebar/luas Ket


Objek (km) (m)
1. Sungai