Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 2

SI 3151 – Manajemen Konstruksi


Dosen:
Prof. Dr. Ir. Krishna S. Pribadi

Disusun oleh:
Alif Muhammad Reza 15015151

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2017
Alif Muhammad Reza
15015151

Project Delivery Method (PDM) Proyek Cable Car Kota Bandung


A. Gambaran Umum Proyek
a. Tujuan Proyek
Menciptakan solusi bagi permasalahan transportasi di Kota Bandung yang aman, nyaman,
ramah lingkungan, terjangkau, tepat waktu, dan berkapasitas besar.
b. Deskripsi Singkat
Masalah transportasi utama yang dimaksud dalam tujuan ialah masalah kemacetan.
Kemacetan di Kota Bandung semakin marak akibat semakin banyaknya penduduk Kota
Bandung yang memiliki kendaraan bermotor. Dengan dibuatnya cable car atau kereta gantung,
diharapkan penduduk Kota Bandung maupun wisatawan beralih untuk menggunakan moda
ini, karena penggunaan moda ini berdampak langsung dalam mengurangi pemakaian ruas
jalan. Konsep kereta gantung ini layak untuk diterapkan di Kota Bandung sebagai konsep
pengembangan kota berbasis TOD (Transit Oriented Development) karena dapat
menghubungkan titik-titik yang menjadi pusat aktivitas warga Kota Bandung dan dapat
berintegrasi dengan sistem transportasi lain. Moda transportasi ini juga ramah lingkungan
karena menggunakan listrik sehingga tidak mengeluarkan emisi gas buang dan tidak bising.
Manfaat lainnya adalah sebagai sarana wisata di Kota Bandung. Kereta gantung dapat
menjadi atraksi tersendiri bagi wisatawan yang biasanya langsung disuguhi kemacetan lalu litas
saat tiba di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung pun akan memperoleh manfaat ekonomi
yang lebih besar dari penjualan kabin-kabin sebagai lahan promosi dan tentunya dari tiket yang
dijual.
c. Perkiraan Biaya
Alif Muhammad Reza
15015151

d. Jadwal Proyek
Perencanaan proyek cable car ini dilakukan sekitar tahun 2011 – 2014. Pembuatan
Prototipe direncanakan akhir 2015, namun gagal dilaksanakan karena metode pengadaan
berubah. Lelang 1 dilakukan pada Mei 2016 namun gagal. Lelang 2 direncanakan pada Oktober
2016, dan konstruksi direncanakan akhir tahun 2016. Namun pada saat ini, proyek baru mulai
dibangun pada pertengahan tahun 2017 (Bulan Agustus).
B. Penentuan PDM yang Sesuai
PDM yang sesuai untuk proyek cable car Kota Bandung adalah PDM Tradisional (Design-
Bid-Build / DBB) karena PDM DBB merupakan PDM yang diterapkan oleh perundang-undangan
untuk pelaksanaan proyek pemerintah dan memang proyek ini ialah proyek yang dilaksanakan
oleh Pemerintah Kota Bandung. Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bandung melakukan tahap
planning dan conceptual design secara mandiri terlebih dahulu, sehingga dasar perencanaan awal
proyek ini memang untuk keperluan publik. Keuntungan dari proyek ini ialah pemerintah dapat
memiliki pengendalian yang tinggi kepada pihak-pihak yang ada, mengatur pengeluaran dana
milik publik, dan menggunakan metoda seleksi perancang berbasis kualifikasi serta menggunakan
metoda kompetisi dalam pemilihan kontraktor.
C. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi, analisis dampak lingkungan juga harus
dipertimbangkan sesuai dengan hukum yang berlaku. AMDAL ini bertujuan untuk menjaga dan
meningkatkan kualitas lingkungan serta menekan pencemaran sehingga AMDAL diperlukan bagi
proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan yang mempunyai dampak
terhadap lingkungan hidup. Hal – hal yang dikaji dalam AMDAL adalah aspek ekologi, sosial-
ekonomi, fisik-kimia, dan sosial budaya.
1. Ekologi
Kereta gantung memiliki ruang lingkung proyek yang luas dan tentunya
membutuhkan banyak lahan untuk pengadaan stasiun, tiang, dan alat lain yang
menunjang sistem kerja kereta gantung. Oleh karena itu, lahan yang digunakan proyek
kereta gantung harus diperhatikan dengan baik agar tidak merusak lingkungan dengan
tidak merusak lahan hijau yang sudah ada.
2. Sosial – ekonomi
Proyek kereta gantung turut serta meningkatkan perekonomian. Pergerakan
yang dilakukan manusia akan lebih aman, nyaman, cepat, tepat waktu, dan terjangkau.
Alif Muhammad Reza
15015151

Ketika kereta gantung beroperasi, diharapkan volume kendaraan pribadi berkurang


sehingga kerugian ekonomi karena kemacetan dapat teratasi. Selain itu, kereta gantung
juga meningkatkan wisata kota Bandung karena wisatawan yang ingin menikmati
pemandangan dari kereta gantung. Pemasukan dari tiket kereta gantung pun juga ikut
meningkatkan ekonomi setempat. Walaupun konstruksi yang mengeluarkan anggaran
yang tidak murah, namun manfaat secara ekonomi yang dihasilkan dapat mengatasinya.
3. Fisik-kimia
Kereta gantung yang akan dikonstruksi menggunakan listrik sehingga tidak
mengeluarkan emisi gas buang yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu, secara fisik
kereta gantung juga tidak menimbulkan bising.
4. Sosial – budaya
Budaya keterlambatan dengan alasan macet masih sulit dihilangkan. Dengan
keberadaan kereta gantung, masyarakat diharapkan beralih dari kendaraan pribadi
menjadi kendaraan umum seperti kereta gantung. Dengan diterapkannya proyek ini,
macet dapat teratasi dan alasan keterlambatan sudah tidak bisa dijadikan alasan.
D. Referensi
 https://m.tempo.co/read/news/2015/09/04/058697838/bandung-segera-miliki-
transportasi-kereta-gantung
 Bandung Urban Mobility Project.
http://ppid.bandung.go.id/wp-content/uploads/2016/08/bump-indo-full.pdf.
 Undang – undang no. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Amdal
 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Hidup
 https://bandung.merdeka.com/halo-bandung/proyek-cable-car-terancam-gagal-
dibangun-tahun-ini-160224h.html