Anda di halaman 1dari 20

PT ONE UP JOKINDO

ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

LANDASAN TEORI

1. Definisi Gambar Teknik


Ada begitu banyak tokoh yang memberi tambahan pengertian dari gambar
teknik, berikut lebih dari satu pengertian gambar teknik mnurut para
tokoh:
1. Thomas E. French dan Charles J. Fierck (1947)
Gambar teknik adalah bahasa grafis yang digunakan dalam industri
internasional oleh para insinyur dan desainer untuk mengungkapkan
serta mencatat gagasan dan pengetahuan yang diperlukan untuk
pembangunan mesin dan struktur.
2. Warren I. Luzadder (1985)
Gambar teknik adalah bahasa grafis yang digunakan secara universal
oleh para insinyur untuk menggambarkan bentuk dan ukuran struktur
serta mekanisme.
3. Juhana dan Suratman (2000)
Gambar teknik adalah alat untuk menyatakan ide atau gagasam ahli
teknik. Dengan demikian, standar gambar dapat juga disebut sebagai
tata bahasa teknik yang mengatur cara penyampapian keterangan-
keterangan melalui gambar agar gambar dapat dijadikan sebagai alat
komunikasi seperti halnya bahasa lisan atau tulisan.
2. Fungsi Gambar Teknik
Menurut Pahlevi (2011), dunia teknik gambar memiliki beberapa fungsi,
antara lain:
a. Gambar berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi yang
berfungsi sebagai alat untuk meneruskan maksud dari perancang
dengan tepat kepada orang-orang yang bersangkutan, misalnya kepada
perancang proses, pembuatan, perakitan, dan sebagainya.
b. Gambar sebagai sarana pengawetan, penyimpanan, dan penggunaan
keterangan. Gambar sebagai sarana pengawetan berfungsi untuk
menyuplai bagian-bagian produk untuk perbaikan atau untuk
diperbaiki. Gambar sebagai sarana penyimpanan berfungsi sebagai

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

bahan informasi untuk rencana-rencana baru di kemudian hari


sehingga perlu tempat yang cukup luas.
c. Gambar sebagai cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi,
maksudnya adalah gambar tidak hanya melukiskan gambar tetapi
berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan daya pikir perencana.
3. Sifat dan Tujuan Gambar Teknik
Menurut Pahlevi (2011), yang dapat digolongkan sebagai sifat-sifat
gambar dan tujuan-tujuan gambar antara lain:
a. Internasional Gambar
Peraturan-peraturan gambar dimulai dengan persetujuan bersama
antara orang-orang bersangkutan dan kemudian telah menjadi bentuk
standar perusahaan. Bersama dengan meluasnya dunia usaha,
keperluan standar perdagangan dan standar meningkat. Pada tahun-
tahun belakangan ini peningkatan pembagian kerja secara
internasional gambar. Agar tujuan dapat dicapai, penunjukan-
penunjukan dalam harus sama secara internasional, maupun
ketentuan-ketentuan dari pengertian cara-cara penunjukan lambang
harus diseragamkan secara internasional. Lagi pula, suatu bahasa
tertentu tidak boleh dicantumkan pada gambar.
b. Perumusan Gambar
Hubungan yang erat antara bidang-bidang industri seperti permesinan,
struktur, perkapalan, perumahan atau arsitektur, dan teknik sipil.
Masing-masing dengan kemajuan masyarakat teknologinya tidak
memungkinkan menyelesaikan suatu proyek saja secara bebas bahkan
dari itu telah menjadi keharusan untuk menyediakan keterangan-
keterangan gambar yang dapat dimengerti terlepas dari bidang diatas.
Untuk tujuan ini masing-masing bidang akan mencoba untuk
mempersatukan dan mengidentifikasi standar-standar gambar.
c. Mempopulerkan Gambar
Dalam lingkungan teknologi tinggi, akibat dikenalnya teknologi,
golongan yang harus membaca dan mempergunakan gambar
meningkat jumlahnya. Oleh karena itu, diperlukan untuk

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

mempopulerkan gambar, dan gambar itu harus jelas dan mudah,


peraturan-perturan, dan standar sederhana dan eksplisit sangat
diperlukan.
d. Sistematika Gambar
Mengingat gambar kerja saja, isi gambar menyajikan banyak
perbedaan-perbadaan, tetapi tanda-tanda toleransi ukuran, toleransi
bentuk, dan keadaan permukaan juga. Dilain pihak, bersamaan
dengan sistematika teknologi, pentingnya gambar dengan lambang
grafis telah meningkat, dan lambang-lambang ini dipergunakan secara
luas sebagai diagram balok atau aliran proses dalam berbagai bidang
industri.
e. Penyederhanaan Gambar
Penghematan tenaga kerja dalam menggambar adalah penting, tidak
hanya untuk mempersingkat waktu, tetapi juga untuk meningkatkan
mutu rencana. Oleh karena itu penyederhanaan gambar menjadi
masalah penting untuk menghemat tenaga menggambar.
f. Modernisasi Gambar
Bersamaan dengan kemajuan teknologi, standar gambar juga
mengikutinya. Dapat disebutkan di sini cara-cara baru (modern) yang
telah dikembangkan seperti misalnya pembuatan film mikro, berbagai
macam mesin gambar otomatis dengan bantuan komputer,
perencanaan dengan bantuan komputer, perencanaan dengan bantuan
komputer CAD (Computer Aided Design), dan sebagainya.
4. Standarisasi Gambar Teknik
Didalam gambar teknik modern cenderung menstandarkan tanda-tanda
bahasa gambar, untuk menghilangkan kedaerahan dan bahasa daerah, dan
memberi kepada lingkungan industri, penerapan teknik, dan ilmu
pengetahuan suatu bahasa gambar yang seragam dan efektif (Giesecke,
2000).
Fungsi standarisasi gambar:

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

a. Memberikan kepastian sesuai atau tidak sesuai kepada pembuat dan


pembaca gambar dalam menggunakan aturan-aturan gambar
menurut standar.
b. Menyeragamkan penafsiran terhadap cara-cara penunjukan dan
penggunaan simbol-simbol yang dinyatakan dalam gambar.
c. Memudahkan komunikasi teknis antara perancang atau pembuat
gambar dengan pengguna gambar.
d. Memudahkan kerjasama antara perusahaan-perusahaan dalam
memproduksi benda-benda teknik dalam jumlah yang banyak.
Dalam melakukan standarisasi gambar, terdapat beberapa hal yang harus
diperhatikan, yaitu :
a. Standarisasi Huruf dan Angka
Ukuran huruf dan angka untuk gambar sketsa dan gambar teknik
mempunyai ketentuan yang sama. Huruf dan angka dalam gambar harus
mempunyai karakteristik yaitu mudah dibaca dan ditulis merata dan dapat
dimikrofilm serta mempunyai ciri jelas dan seragam.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan huruf dan angka
adalah:
a. Jelas.
b. Seragam.
c. Huruf dan angka mampu menunjukan maksud dan tujuan gambar.
Contoh huruf dan angka dalam gambar teknik dapat diliha pada
Gambar 1:

Gambar 1. Huruf dan Angka dalam Gambar Teknik.


(Sumber : Takeshi Sato, 2000)

b. Standarisasi Garis
Menurut Takeshi Sato (2000), dalam gambar dipergunakan beberapa
jenis garis, yang masing-masing mempunyai arti dan penggunaannya

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

sendiri. Oleh karena itu penggunaannya harus sesuai dengan maksud


dan tujuannya.
1) Jenis Garis pada Gambar Teknik
Terdapat beberapa jenis garis dalam gambar teknik, yaitu:
a) Garis Gambar
Membuat batas dari bentuk suatu benda dalam gambar.
b) Garis Bayangan
Berupa garis putus-putus, dengan ketebalan garis ½ tebal
garis biasa. Garis ini digunakan untuk membuat batas benda
yang tidak tampak langsung oleh mata.
c) Garis Hati
Berupa garis “strip, titik, strip, titik”, ketebalan garis ½ garis
biasa. Digunakan untuk menunjukkan sumbu suatu benda
yang digambar.
d) Garis Ukuran
Berupa garis tipis dengan ketebalan ½ dari tebal garis biasa.
Digunakan untuk menunjukkan ukuran suatu benda atau
ruang. Terdiri dari garis petunjuk batas ukuran dibuat terpisah
dari garis batas benda, dengan demikian maka tidak
mengacaukan pembaca gambar. Garis petunjuk ukuran dibuat
dengan ujung pangkalnya diberi anak tanda panah tepat pada
garis petunjuk batas ukuran.
e) Garis Potong
Garis ini berupa garis “strip, titik, titik, strip” dengan
ketebalan ½ dari tebal garis biasa. Semua gambar teknik
sama dengan jarak minimum antara garis-garis (jarak antara
garis tengah garis) sejajar termasuk arsir. Garis potong tidak
boleh kurang dari 3 kali tebal garis yang paling tebal dari
gambar. Selain itu, dianjurkan agar ruang antara garis tidak
kurang dari 0,7 mm.

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Gambar 2. Jarak Minimum Antar Garis.


(Sumber : Takeshi Sato, 2000)

2) Pengunaan Garis Gores dan Garis Titik


Dalam gambar teknik mesin dipergunakan beberapa macam garis
yang memiliki fungsi berbeda-beda sesuai dengan tujuannya.
Masing-masing garis tersebut dibuat dengan fungsi, bentuk dan
tebal yang berbeda sesuai dengan aturan yang ada. Adapun
fungsi, bentuk dan tebal garis yang dipergunakan dalam gambar
teknik adalah seperti pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Penggunaan Jenis Garis
Jenis Garis Keterangan Penggunaan
Tebal kontinyu Garis nyata
Tebal 0.7 Garis tepi
Garis potongan khayal, ukur
proyeksi/bantu, penunjuk,
Tipis Kontinyu
arsir, garis nyata dari
(Lurus/lengkung)
penampang yang diputar
Tebal 0.35
ditempat, garis sumbu
pendek.
Garis batas dari potongan
Tipis kontinyu bebas
sebagian bila batasnya
Tebal 0.35
bukan garis bergores tipis
Tipis kontinyu dengan Garis batas dari potongan
zig-zag sebagian

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Tebal 0.35
Garis gores tebal Garis nyata dan tepi
Tebal 0.5 terhalang
Garis gores tipis Garis nyata dan tepi
Tebal 0.35 terhalang
Garis bergores titik
Garis sumbu, simetri, dan
tipis
lintasan
Tebal 0.35
(Sumber : Takeshi Sato.2000)

5. Skala
Ada kalanya karena suatu hal pada penggambaran teknik, tiak bisa digambar
sesuai dengan ukuran yang sebenarnya, karena misalnya benda yang
digambar terlalu kecil, sehingga bila digambar dalam ukuran yang
sebenarnya akan terlalu besar, dan akan terlalu banyak memakan kertas dan
tidak efisien. (Khumaedi, 2015)
Besar kecilnya skala mempengaruhi efisiensi kerja dan faktor ekonomis.
Semakin besar skala akan menyebabkan kertas untuk menggambar menajadi
banyak. Adapun skala untuk pengecilan dan pembesaran yang
dinormalisasikan (diakui secara internasiomal) untuk gambar teknik adalah
sebagai berikut :
a. Untuk Pengecilan
1:2 1:5 1 : 10
1 : 20 1 : 50 1 : 100
1 : 200 1 : 500 1 : 1000
b. Untuk Pembesaran
2:1 5:1 10 1
6. Gambar Proyeksi
Menurut Juhana dan Suratman (2000), proyeksi merupakan cara
penggambaran suatu benda, titik, garis, bidang, benda ataupun pandangan
suatu benda terhadap suatu bidang gambar. Proyeksi piktorial/pandangan
tunggal adalah cara penyajian suatu gambar tiga dimensi terhadap bidang
dua dimensi. Sedangkan proyeksi ortogonal merupakan cara

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

pemproyeksian yang bidang proyeksinya mempunyai sudut tegak lurus


terhadap proyektornya.
Gambar proyeksi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a. Proyeksi Piktorial (Posisi Benda)
Untuk menampilkan gambar-gambar tiga dimensi pada sebuah bidang
dua dimensi. Beberapa macam cara proyeksi antara lain:
1) Proyeksi Isometrik
Untuk mendapatkan sedikit gambaran mengenai bentuk benda yang
sebenarnya pada umumnya dibuat gambar isometri, dimetri, dan
trimetri dari proyeksi aksonometrinya.
2) Proyeksi Dimetri
Proyeksi pada gambar dimana skala perpendekan dari dua sisi dan
dua sudut dengan garis horizontal sama disebut proyeksi dimetri.

Gambar 3. Contoh Proyeksi Dimetri.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)
3) Proyeksi Miring
Pada proyeksi miring, sumbu x berhimpit dengan garis
horisontal/mendatar dan sumbu y mempunyai sudut 45° dengan
garis mendatar. Skala pada proyeksi miring sama dengan skala
pada proyeksi dimetri, yaitu skala pada sumbu x = 1 : 1, dan pada
sumbu y = 1 : 2, sedangkan pada sumbu z = 1 : 1.

Gambar 4. Contoh Proyeksi Miring.

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)


4) Gambar perspektif
Jika antara benda dan titik penglihatan tetap diletakkan sebuah
bidang vertikal atau bidang gambar, maka pada bidang gambar ini
akan terbentuk bayangan dari benda tadi. Bayangan ini disebut
gambar perspektif. Gambar perspektif adalah gambar yang serupa
dengan gambar benda yang dilihat dengan mata biasa dan banyak
dipergunakan dalam bidang arsitektur.

Gambar 5. Contoh Gambar Perspektif.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)
b. Proyeksi Orthogonal
Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi yang bidang proyeksinya
mempunyai sudut tegak lurus terhadap proyektornya. Garis-garis yang
memproyeksikan benda terhadap bidang proyeksi disebut proyektor.
Selain proyektor tegak lurus terhadap bidang proyeksinya juga
proyektor-proyektor tersebut sejajar satu sama lain.
c. Proyeksi Eropa dan Amerika
Proyeksi Eropa dan Amerika merupakan proyeksi yang digunakan
untuk memproyeksikan pandangan dari sebuah gambar tiga dimensi
terhadap bidang dua dimensi.
1) Proyeksi Eropa
Proyeksi Eropa disebut juga proyeksi sudut pertama, juga ada yang
menyebutkan proyeksi kuadran I, perbedaan sebutan ini tergantung
dari masing pengarang buku yang menjadi referensi. Dapat
dikatakan bahwa Proyeksi Eropa ini merupakan proyeksi yang
letak bidangnya terbalik dengan arah pandangannya.

P.
P.B
A
e
P.K
P.K a
Professionalism Get Customer Satisfaction
i
P.D
a

PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Gambar 6. Contoh Proyeksi Eropa.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)
2) Proyeksi Amerika
Proyeksi Amerika dikatakan juga proyeksi sudut ketiga dan juga
ada yang menyebutkan proyeksi kuadran III. Proyekasi Amerika
merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah
pandangannya.
P.
P.B
A
e
P.K
P.Ki a

P.D
P.B
a
Gambar 7. Contoh Proyeksi Amerika.
(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)
d. Simbol Proyeksi
Untuk membedakan proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika, perlu diberi
lambang proyeksi. Dalam standar ISO (ISO/DIS 128), telah ditetapkan
bahwa cara kedua proyeksi boleh dipergunakan.
Sedangkan untuk keseragaman ISO, gambar sebaiknya digambar
menurut proyeksi Eropa. Simbol proyeksi ditempatkan disisi kanan
bawah kertas gambar. Simbol/lambang proyeksi tersebut adalah sebuah
kerucut terpancung.

Simbol Proyeksi Eropa Simbol Proyeksi Amerika


Professionalism Get Customer Satisfaction
PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Gambar 8. Simbol Proyeksi.


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

7. Gambar Potongan
Potongan (Irisan) adalah letak gambar yang tersembunyi atau menutupi
bagian gambar tersebut, misalkan kita ingin menggambar sebuah rumah,
alangkah rumitnya jika menggambar pada bagian dalam rumah terebut.
Fungsi potongan (Irisan) ialah memperlohatkan bagian-bagian dalam
gambar tersebut, untuk ditampilkan dengan jelas, sehingga bagian yang
sulit kita lihat dapat terlihat dengan jelas.

Gambar 9. Contoh Gambar Potongan.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)
8. Gambar Arsiran
Untuk membedakan gambar potongan dari gambar pandangan,
dipergunakan arsir, yaitu garis-garis tipis miring. Kemiringan garis arsir
adalah 45° terhadap suatu sumbu atau terhadap garis gambar. Jarak garis-
garis arsir disesuaikan dengan besarnya gambar. Bagian-bagian potongan
yang terpisah diarsir dengan sudut yang sama.

Gambar 10. Contoh Gambar Arsiran.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

9. Penentuan Pandangan Gambar Teknik


Untuk menempatkan pandangan atas atau pandangan samping dan
pandangan depannya, terlebih dahulu kita harus menempatkan sistem
proyeksi apa yang kita pakai, apakah proyeksi di kuadran I (Eropa)
ataukah proyeksi di kuadran III (Amerika). Setelah kita menempatkan
sistem proyeksi yang kita pakai, barulah kita menempatkan pandangan dan
objek yang kita gambar tersebut.
a. Menempatkan Pandangan Depan, Proyeksi Di Kuadran I (Eropa) Atas
dan Samping Kanan

Gambar 11. Contoh Pandangan Depan (Proyeksi Eropa)


(Sumber : Luzadder, 1965)
b. Menentukan Pandangan Depan, Atas dan Samping Kanan
Menurut Proyeksi Di Kuadran III (Amerika)

Gambar 12. Contoh Pandangan Depan (Proyeksi Amerika)


(Sumber : Luzadder, 1965)

10. Penunjuk Ukuran Dalam Gambar Teknik

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Pendimensian bertujuan untuk mengetahui ukuran dan bentuk sebenarnya


dari sebuah benda atau mesin industri. Jenis ukuran dibagi dua, yaitu
ukuran bentuk dan ukuran posisi. Ukuran bentuk yaitu ukuran yang
menunjukkan panjang dan lebar suatu obyek, termasuk di dalamnya
ukuran diameter, radius dan lain-lain. Sedangkan ukuran posisi adalah
ukuran yang menunjukkan jarak obyek tersebut dari suatu bidang referensi
tertentu (datum).

Gambar 13. Contoh Ukuran Bentuk.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)

Untuk memberikan ukuran posisi kita harus menentukan posisi datum


terlebih dahulu. Datum adalah bidang referensi. Datum ini bisa berupa titik
sudut, garis, ataupun bidang pada suatu banda. Penentuan datum
didasarkan oleh hal-hal berikut ini:
a. Fungsi dari benda.
b. Kemudahan pengerjaan.
c. Kemudahan perakitan.

Gambar 14. Contoh Datum pada Beberapa Titik Gambar.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)

Aturan-aturan dalampemberian ukuran:

a. Ukuran harus cukup jelas untuk bisa dibaca dengan mudah.

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

b. Hindari pemberian ukuran ganda.


c. Usahakan untuk menempatkan ukuran diluar area benda.
d. Pastikan angka ukuran dan garis panahnya tidak ditabrak oleh garis
yang lain.

Gambar 15. Contoh Cara Penunjukkan Ukuran yang Benar.


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)

Hal penting yang lain dalam penunjukkan ukuran adalah penyederhanaan


ukuran. Artinya penunjukkan ukuran dibuat sedemikian rupa hingga tidak
memakan banyak area gambar. Sehingga dapat membuat gambar menjadi
lebih lapang dan mudah dibaca. Selain itu dengan efisiesi ukuran, gambar
benda yang ditampilkan bisa lebih besar (skala) dan pembacaan akan lebih
mudah. Penyederhanaan boleh dilakukan dengan tanpa mengurangi fungsi
dari ukuran itu sendiri. Contoh bentuk-bentuk penyederhanaan ukuran
yang distandarkan oleh ISO dapat dilihat pada Gambar 14.

Gambar 16. Contoh Bentuk Penyederhanaan Ukuran


(Sumber : Juhana dan Suratman, 2000)

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Gambar 17. Garis Ukur, Garis Bantu dan Garis Antara


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

Gambar 18. Cara Memberikan Ukuran Diameter


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

Gambar 19. Cara Memberikan Ukuran Lubang


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Gambar 20. Cara Memberikan Penunjuk Arah


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

Gambar 21. Pemberian Ukuran Tali Busur dan Sudut


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

Gambar 22. Menggambar Garis Ukur dan Bantu yang Benar


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

Gambar 23. Macam-Macam Ukuran


(Sumber : Sato dan Sugiarto, 2008)

11. Menggambar Teknik Menggunakan AutoCAD


a. Definisi AutoCAD
Computer Aided Design adalah suatu program komputer untuk
menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk. Produk
yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis-garis maupun
simbol-simbol yang memiliki makna tertentu. CAD bisa berupa
gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi.
Berawal dari menggantikan fungsi meja gambar kini perangkat
lunak CAD telah berevolusi dan terintegrasi dengan perangkat
lunak CAE (Computer Aided Engineering) dan CAM (Computer
Aided Manufacturing. Integrasi itu dimungkinkan karena perangkat
lunak CAD saat ini kebanyakan merupakan aplikasi gambar 3
dimensi atau biasa disebut solid modelling. Solid model
memungkinkan kita untuk memvisualisasikan komponen dan
rakitan yang kita buat secara realistik. Selain itu model mempunyai

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

properti seperti massa, volume, pusat gravitasi , luas permukaan


dll.(Carlson, 2003)
b. Menjalankan Program AutoCAD
Program AutoCAD bisa dijalankan setelah masuk ke dalam sistem
operasi Windows terlebih dahulu. Adapun langkahnya adalah
sebagai berikut:
1) Komputer dihidupkan.
2) Kemudian masuk ke dalam sistem operasi Windows.
3) Klik tombol start yang terletak pada taskbar.
4) Klik program, setelah tampil menu pilih AutoCAD, kemudian
dalam grup ini pilih grup AutoCAD di dalamnya.
5) Atau klik dua kali pada icon AutoCAD.
c. Perintah pada AutoCAD
Pada software AutoCAD secara sederhana dapat menggunakan
command atau perintah sebagai berikut:
1) EXTEND untuk memperpanjang objek.
2) FILLET untuk mempertemukan 2 objek secara lurus atau
lengkung.
3) OFFSET untuk membuat bentuk sejajar suatu objek.
4) LINE untuk membuat garis lurus.
5) CIRCLE untuk membuat lingkaran.
6) RECTANGLE untuk membuat persegi.
7) ELLIPSE untuk membuat objek berbentuk elips.
8) MOVE untuk memindahkan objek.
9) COPY untuk menduplikasi objek.
10) MIRROR untuk mecerminkan objek.
11) SCALE untuk memperbesar dan memperkecil objek.
12) ROTATE untuk memutar objek.
13) TEXT untuk membuat tulisan dan kata.
d. Persiapan Menggambar dengan AutoCAD
Menurut Budiaji (2014), terdapat beberapa hal yang harus
dipersiapkan sebelum mulai menggambar dengan menggunakan
AutoCAD, yaitu:
1) Mengatur Units
Mengatur units dimaksudkan untuk menentukan satuan yang
dipakai dalam penggambaran. Meskipun demikian, units yang

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

sudah diatur di dalam AutoCAD hanya merupakan asumsi dan


logika pengguna.
2) Mengatur Drawing Limits
Drawing limits berfungsi sebagai batas bidang gambar, yang
diatur menurut ukuran media kertas untuk keperluan
pencetakan.
3) Mengatur Layers
Fasilitas layers yang tersedia di dalam AutoCAD ibarat lapisan-
lapisan bidang gambar transparan. Setiap lapisan bidang
gambar, dapat diatur secara tersendiri. Apabila lapisan-lapisan
tersebut ditumpuk menjadi satu, akan membentuk gambar yang
utuh. Dengan begitu, gambar yang kompleks dapat diatur
secara mudah dalam waktu singkat tanpa perlu diatur satu per
satu.
4) Mengatur Dimension Style
Fasilitas untuk mengatur hal-hal yang berkaitan dengan ukuran
dapat dilakukan di dalam kotak dialog dimension style
manager. Pengguna dapat membuat pengaturan garis ukuran,
symbol ukuran, dan panah untuk dimensi sesuai standar
gambar yang diacu. Pengaturan dapat dilakukan hanya untuk
mengubah default yang disediakan AutoCAD atau membuat
pengaturan baru yang diberi nama baru.

Professionalism Get Customer Satisfaction


PT ONE UP JOKINDO
ENGINEERING CONSULTANT
Jl. Raya Lintas Senayan Curug Buntu Nomer 88
Curug, Tangerang 15810 Banten, Indonesia
Telepon 021-7689069, Faksimile 021-7689069
E-mail: ptoneupjokindo@gmail.com

DAFTAR PUSTAKA

Budiaji, Ganjar. 2014. Jago AutoCAD. Jakarta: Dunia Komputer.


Carlson, Wayne (2003). "A Critical History of Computer Graphics and
Animation". Ohio State University.
Dharma, A.T. 2007. Buku Panduan Belajar AutoCAD. Medan: Tim Work AMT.
Freanch, Thomas E. And Vierck, Charles J. 1947. Engineering Drawing. New
York: McGraw-Hill Book Company.
Giesecke, F.E. 2000. Gambar Teknik. 11th ed. Jakarta: Erlangga.
Juhana, O. dan Suratman, M. 2000. Menggambar Teknik Mesin dengan Standar
ISO. Bandung: Pustaka Grafika.
Khumaedi, Muhammad. 2015. BUKU AJAR GAMBAR TEKNIK. Semarang: PTM
Luzadder, Warren 1965. Fundamental of Engineering Drawing. New York:
Prentice Hall.
Pahlevi, R.F. 2011. Menginterpretasikan Gambar Teknik. Yogyakarta: TKR.
Sato, T. dan Hartanto N.S. 2008. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO.
Jakarta: Pradnya Paramita.

Professionalism Get Customer Satisfaction