Anda di halaman 1dari 2

Terapi pilihan pada reaksi MH tipe 1 adalah kortikosteroid (prednisolon 40-60 mg/ hari)

dengan penurunan dosis 5 mg setiap 2-4 minggu setelah terjadi perbaikan. Pada reaksi MH
tipe 2 yang terlihat pada tipe BL dan LL, thalidomide (400 mg/ hari) merupakan obat pilihan,
meskipun kortikosteroid dan clofazimin dapat juga menjadi terapinya. Methotrexate menjadi
pilihan terapi percobaan pada penelitian Biosca dkk. karena mengacu pada reaksi perbaikan
terhadap pasien lupus dan psoriasis. Methotrexate kemudian digunakan pertama kali pada
pasien pria usia 58 tahun dengan reaksi MH tipe 1 disertai hipertensi, hipotiroid, dan
pengguna insulin, serta komplikasi yang timbul akibat penggunaan kortikosteroid
berkepanjangan dan kombinasi dengan terapi lainnya yang terlalu lama. Dosis methotrexate
yang digunakan 5 mg dan diberikan bersamaan dengan asam folat dengan pemeriksaan
hitung sel darah untuk mendeteksi keracunan, dua bulan terapi methotrexate, kortikosteroid
dihentikan dan dosis methotrexate ditingkatkan menjadi 7,5 mg/ minggu. Enam bulan terapi,
lesi kulit mengalami perbaikan yang menakjubkan dari IB +5 menjadi +1. Berdasarkan
literatur, dan kasus tersebut, dosis rendah methotrexate (5-7,5 mg/ minggu) dapat menjadi
terapi alternatif untuk pengobatan reaksi MH tipe 1, terutama bila steroid tidak dapat
digunakan. Meskipun begitu, penelitian terbaru tetap dibutuhkan. 17
Reaksi MH tipe 2 merupakan komplikasi penyakit sistemik kronis MH tipe MB yang
berhubungan dengan berkembangnya neuritis, iritis, orchitis, artritis. Gejala dan komplikasi
biasanya dapat diobati dengan thalidomide, tetapi thalidomide tidak diperbolehkan di
Bangladesh karena efek teratogenik. WHO merekomendasikan dosis tinggi clofazimin dan
prednisolon. Sekitar 19 % pasien tidak sepenuhnya respon terhadap regimen ini atau kasus
relaps terjadi saat penurunan dosis steroid dilakukan. Kombinasi prednisolon dan
methotrexate aman yang tidak terkontrol dengan clofazimin dan prednisolon. Penggunaan
kombinasi dosis tinggi clofazimin 100 mg 3x/ hari selama 3 bulan diikuti 100 mg 2x/ hari
selama 3 bulan dan 100 mg 1x/ hari selama 3-6 bulan dan prednisolon 1 mg/kgbb/hari (40
mg) sebagai dosis awal kemudian tappering dosis hingga selesai selama 3 bulan. Regimen
efektif pada sekitar 81 % pasien ENL pada penelitian tersebut, meskipun 19 % pasien dengan
reaksi berat ENL tidak sepenuhnya respon dan mengalami relaps selama percobaan dengan
penurunan dosis di bawah 15-20 mg/ hari. Berdasarkan penelitian Kar BR dan Babu R tahun
2004, reaksi MH tipe 2 dengan resisten steroid berat diberikan methotrexate dan prednisolon
dosis tinggi.
Berikut pasien dengan usia 23-52 tahun (rata-rata 34 tahun), tujuh pria dan dua wanita.16
Obat Dosis Durasi
Prednisolon BB 45 kg: 30 mg/ hari
> 45 kg: 40 mg/ hari
30 mg atau 40 mg/ hari
sebagai dosis inisial 3–6 bulan
15 mg atau 20 mg/ hari 6–9 bulan
10 mg atau 15 mg/ 3 bulan
5mg atau 10 mg/ hari 3 bulan
atau 5 mg/ hari 3 bulan
5mg selang-seling hari 3–6 bulan
5mg 2x/ minggu 3 bulan
5mg 1x/ minggu 3 bulan
2,5mg 1x/ minggu 3 bulan
30–36 bulan
Methotrexate 2,5mg (satu tablet)/ 12 jam 24–30 bulan
3x/ minggu
Total durasi: 2–3 years