Anda di halaman 1dari 58

Generator Arus Searah

 Generator arus searah dapat dibagi 2 bagian utama:


1. Rotor, yaitu bagian yang berputar
2. Stator, yaitu bagian yang tidak berputar

 Fungsi generator:
Untuk mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik

 Prinsip kerjanya:
1. Memenuhi Hukum Lens, yaitu:
Arus listrik yang diberika pada penghantar rotor akan menimbulkan momen elekrto-
magnetik yang bersifat melawan putaran rotor dan seterusnya menimbulkan EMF.
2. Tegangan EMF yang dibangkitkan menghasilkan arus jangkar.

 Bagian-bagian rotor:
1. Poros jangkar (Armatur)
2. Inti jangkar
3. Komutator
4. Kumparan jangkar

 Bagian-bagian stator:
1. Keragka generator
2. Kutub utama beserta belitannya
3. Kutub-kutub pembantu beserta belitan-belitannya
4. Bantakan-bantalan poros
5. Sikat

 Jenis-jenis belitan jangkar:


a. Beltan berat
b. Belitan gelombang
- Untuk belitan jerat : a = m p
- Untuk belitan Gelombang : a = 2m
m = kelipatan jumlah jangkar; m= 1,2,3 dan seterusnya
a = jumlah hubungan parallel pada jangkar

 Berdasarkan penguatan (eksitasi) sumber yang diberikan pada belitan-belitan medan


kutub, generator arus searah dapat dibagi :
1. Generator penguatan terpisah
2. Henerator penguatan sendiri :
a. Hubungan seri

1
b. Hubungan parallel
c. Hubungan compound.

 Pada generator arus searah berlaku hubungan-hubungan:


1. Ea = V + Ia Ra
2. Ea = ø ZN ( P)
60 a

Dimana:

Ea = gaya gerak listrik (EMF) yang bangkitkan pada jangka generator.

V = tegangan terminal generator yang diberikan.

Ia = arus jangkar

Ra = tahanan jangkar

P = jumlah kutub

Ø = flux per kutub

z = jumlah penghantar total

N = kecepatan putar, rpm

a = jumlah hubungan parallel

3. Pada generator penguatan terpisah :


Ea = K ø n

Peratikan Gambar

a. Generator DC penguatan terpisah dengan medan parallel, penguatan dengan Rheostat


Rsh.

2
b. Generator DC Kompound, penguatan medan terpisah, diatur medannya melalui
Rheostat.
RD = Divertor untuk mengatur medan seri
Ia = Is + Id

Kalau penguatan tetap, maka ø tetap dan jika n dirubah-rubah, maka: Ea ~ n ;


mislanya pada pengaturan tetap pada n = nr, Ea = En dan pada n = n2 = En2; maka
dalam hal ini berlaku hubungan;
En1 = En2 (tanpa beban)
n1 n2

kalau n konstan dan tanpa beban, maka : Ia = 0, Ea = V; Ea dapat diukur dengan


merubah-ubah ø atau If (arus medan), dengan menggunakan potensiometer
Rheostat.

4. Generator penguatan sendiri juga berlaku ; E = K ø n


a. Generator seri : Ia = IL = IS

V = VL + ISRS
= Ea - IaRa
VL = Ea – (IaRa + IsRs)
Ia = Is + Id , jika mengunakan divertor RD dengan arus Id
b. Generator Paralel
Ia = If + IL
If = Vf ; IL = VL
Rf RL

3
V = Vf = VL
V = Ea – IaRa
Pada keadaan tanpa beban :
IL = 0 ; Ia = If dan Ea = V
c. Generator dengan eksitasi sendiri-kompound

a. Komponen panjang
b. Komponen pendek
Untuk generator komponen panjang
Ia = If + IL = Is (tanpa divertor)
Dengan memakai diverter : RD // RS ; maka
Ia = IS + Id = If + IL
Untuk generator komponen pendek :
Ia = If + IL
IL = IS + ID (tanpa divertor)
Pada compound pendek dan panjang berlaku :
VL = Eg - (IsRs + IaRa)
Jika medan seri mengurangi m.m.f medan shunt disebut generator bersifat
diferensial dan apabila memperkuat m.m.f medan shunt disebut bersifat comultif.
Berlaku hubungan :
˄ If Nf = Is Ns
RD = Is Rs
Id
Dimana :
ΔIf = pertambahan arus medan shunt yang diperlukan pada kondisi beban penuh
dalam memperoleh generator compound yang diinginkan
Nf = jumlah lilitan medan shunt, atau banyaknya lilitan tiap kutub.
NS = jumlah lilitan medan seri, atau banyak liltan tiap kutub
IS = arus medan seri yang dibutuhkan untuk memperoleh kenaikan tegangan
yang diingikan.
Id = Arus diverter
RS = tahanan medan seri

4
5. Voltage regukation (pengaturan tegangan)
VR = VN - VFL × 100%
VFL

VNL = tegangan tanpa beban

VFL = tegangan beban penuh

6. Effisiensi mesin-mesin arus searah .


η = Poutput = Pinput - Ploss
Pinput Pinput
= Poutput
Poutput + Ploss
Dimana :
Pinput = daya total yang diterima mesin
Poutput= daya berguna dalam kerja
Ploss = rugi-rugi daya, tang terdiri dari rugi-rugiTembaga dan rugi-rugi Besi/mekanis

Rugi-rugi tembaga terdiri dari:


a. Rugi-rugi pada kumparan medan shunt, Vf If yang terdiri dari
- Rugi-rugi pada Rhrostat : If2 Rh
- Rugi-rugi pada liltan medan : If2 Rf
b. Rugi-rugi pada kontak sikat , Ia Vsi (tegangan sikat)
c. Rugi-rugi pada jangkar : Ia2 Ra
d. Rugi-rugi pada kumparan medan seri :
IS2 RS + I2D RD
e. Rugi-rugi pada lilitan-lilitan medan tambahan, misalnya belitan, “interpole” dan
kompensasi.

Rugi-rugi besi/mekanis teridiridari ;

a. Rugi-rugi besi
b. Rugi-rugi gesekan
c. Rugi buta beban (“stray load loss”); 17% dari beban boleh diabaikan.

7. Kerja parallel generator DC


a. Tegangan terminal dari generator-generator parallel harus sama, sehingga berlaku
hubungan :
VL = IL Zl (harus sama), atau :
Ea1 - I3z3 = Ea2 - I3z2 = Ea3 I3z3
Dimana
Zl = impedansi ekivalent beban

5
IL = arus bebban
Z1, z2, z3 ……= impedansi ekivalent suber
I1 , I2, I3…. = arus masing-masing generator.

a) VR harus sama.
b) Polaritas dari masing-masing generator harus disambungkan pada posisi yang sama.
c) Tegangan terminal generator harus lebih besar dari beban.

 Karakteristik-karakteristik Generator DC

Ada tiga karakteristik atau curve generator DC yang penting, yaitu :

1. Karakteristik pengjenuhan beban nol :


(𝐸𝑂 /𝐼𝑓 ) :
Karakteristik ini dikenal sebagai karakteristik magnetik atau karakteristik untai
terbuka (“Open Circuit Characteristic” = “O.C.C.”). Yang memberi hubungan
antara EMF induksi jangkar 𝐸𝑂 pada beban nol dan medan atau arus penguatan 𝐼𝑓
pada kecepatan tetap. Dan sesungguhnya adalah merupakan curve magnetisasi
untuk bahan elektromagnet.
2. Karakteristik total atau karakteristik dalam :
(𝐸/𝐼a ) :
Karakteristik ini memberi hubungan antara EMF induksi E yang sesunggunya
dalam jangkar dan arus jangkar 𝐼a . Karakteristik ini penting sekali dalam
perencanaan.
3. Karakteristik luar (𝑉/𝐼𝐿 ) :

6
Karakteristik ini menunjukan karakteristik unjuk kerja atau curve pengaturan
tegangan. Memberi hubungan antara tegangan terminal (jala-jala) V dan arus
beban 𝐼𝐿

Generator penguat terpisah.


a) (i) Karakteristik pengjenuhan beban nol.
(𝐸𝑂 /𝐼𝑓 )𝑁 = 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝

Penguatan medannya terpisah, yang dapat diatur dengan mengatur potentiometer.


Penguatan atau arus medan 𝐼𝑓 dapat dirubah dari nol sampai yang dikehendaki dan
harganya dapat dibaca pada ammeter A yang terpasang seperti pada gambar i (a).
Persamaan tegangan generator DC :
∅𝑧𝑁 P
Ea = × ( a ) volt
60

Jika kecepatan N tetap, maka hubungannya :


Ea = k∅
∅ = 𝑓(𝐼𝑓 ),
jika 𝐼𝑓 berubah maka ∅ juga berubah. Dan perubahan ∅ mengakibatkan
perubahan Ea ; maka berarti perubahan 𝐼𝑓 pada kecepatan tetap mengakibatkan perubahan
Ea ; jadi dapat dituliskan Ea = 𝑓(𝐼𝑓 ).
Karakteristik Ea = 𝑓(𝐼𝑓 ), pada beban nol Ea = Eo = 𝑓(𝐼𝑓 ) dapat digambarkan
seperti gambar 1 (b).
(ii) Curve pengjenuhan beban (V/If ) :
Curve menunjukkan hubungan antara tegangan terminak V dengan arus medan 𝐼𝑓
apabila generator berbeban, dikenal sebagai Curve Penjenuhan (“saturation”) beban.

7
Pada curve penjenuhan beban nol hasil reaksi jangkar dan jatuh tegangan dalam jangkar
(Ia Ra ) ditiadakan. Sedangkan pada curve untuk yang berbeban sudah diambil dan
gambarnya dapat dilihat pada gambar 2:

EMF pada keadaan beban nol sama pada keadaan berbeban, hanya karena reaksi
jangkar atau pertambahan ampere lilit per kutub maka arus 𝐼𝑓 bertambah: Sama dengan =
db. Dan karena adanya tahanan jangkar Ra , maka terjadi jatuh tegangan dalam jangkar
= Ia Ra = d e.
Titik-titik b, d, e letaknya tergantung dari besarnya penguatan atau 𝐼𝑓 yang
diberikan.Dan masing-masing titik ini bergerak pada tempat kedudukan tertentu, yaitu :
titik b pada curve EO (I𝑓 )
titik d pada curve E (I𝑓 )
titik e pada curve V (I𝑓 )
Segitiga b d e dikenal sebagai segitiga reaksi rugi (“drop reaction triangle”).
Curve penjenuhan untuk separuh beban dapat diperoleh dengan menghubungkan titik-
titik tengah garis mn dan bd dan seterusnya titik tengah garis-garis yang lain (yang sejajar
dengan bd atau mn).
a. Karakteristik dalam dan luar.
(“Internal” dan “External” Characteristic”).
Sebuah generator penguatan terpisah diberikan tegangan beban nol E𝑂 untuk arus
medan tetap; Jika reaksi jangkar dan rugi tegangan jangkar diabaikan, maka kita akan
peroleh tegangan EMF tetap = E𝑂 . (curve I, gambar 3). Tetapi kalau generator dibebani,
maka terjadi 2 hal, yaitu :

8
i. Akibat reaksi jangkar E𝑂 jatuh, maka diperoleh EMF yang sesungguhnya atau E,
diperoleh : (curve II, Gambar 3).
ii. Akibat adanya tahanan jangkar Ra , maka terjadi jatuh tegangan Ia Ra , yang
mengurangi E yan sesungguhnya menjadi V, yang dikenal sebagai tegangan
terminal, diperoleh (curve III, Gambar 3).

Curve II dikenal sebagai karakteristik dalam.


Curve III dikenal sebagai karakteristik luar.

: E𝑂 = 𝑓 (Ia ) = EO

II : E = 𝑓 (Ia )

III : V = 𝑓 (Ia )

Curve beban nol untuk generator penguatan sendiri.

Belitan-belitan medan dari generator (baik belitan shunt atau seri) tidak dihubungkan dari
mesin dan dihubungkan dengan sumber DC luar.
9
Medan atau arus penguatan If dapat diatur dengan Rheostat dan harganya dapat dibaca
pada ammeter A. Mesin dijalankan pada kecepatan tetap dan EMF yang dibangkitkan pada
beban nol diukur dengan volt meter yang dipasang pada ujung-ujung jangkar. Untuk pengukuran
If dan E, maka dimulai dari nol dan selangkah demi selangkah If dan E diukur pada Ammeter A
dan Voltmeter V. Dan hubungan antara If dan E dapat digambarkan seperti pada gambar 4b.

Dari gambar grafik dapat dilihat bahwa pada saat If = 0, ∅, atau E sudah ada harganya,
ini disebabkan karena adanya magnet sisa dalam kutub-kutub, beberapa EMF yang dibangkitkan
merata pada saat If = 0. Hal ini merupakan syarat utama untuk dapatnya suatu mesin penguatan
sendiri dijalankan.

Keadaan untuk dapat membangkitkan (“build up”) tegangan suatu generator DC


pengutan sendiri adalah :

i. Harus ada beberapa sisa magnet dalam kutub-kutub.


ii. Arah putaran yang diberikan, kumparan-kumparan medan shunt dapat menghasilkan
fluksi atau EMF yang membantu fluksi magnet sisa atau E yang ada pada If = 0.
iii. Jika pengutan untai terbuka (“Open Circuit”), maka tahanan medan shunt-nya harus
lebih kecil dari tahanan kritis.
iv. Jika terangsang atas beban, maka tahanan medan shuntnya akan lebih dari harga
minimum tahanan yang diberikan karakteristiknya ndalam.

Tahanan Kritis dan Kecepatan Kritis Generator Shunt.

1. Tahanan Kritis :
Tahanan kritis diperoleh dari OCC, yaitu tahanan medan maksimum yang dapat
digunakan untuk mesin tersebut pada kecepatan yang telah diberikan.
E
Rc = maksimum
I𝑓

Pada tahanan kritis ini akan gagal memberi penguatan kepada mesin yaitu tidak dapat
menimbulkan tegangan. Dapat dilihat pada (gambar 5).
OR = tahanan kritis

10
Tegangan maximum yang dapat dibangkitkan oleh mesin adalah OM dan mempunyai
tahanan medan yang terkecil.
2. Kecepatan Kritis :
Kecepatan yang dapat diperoleh dari tahanan kritis daripada mesin yang sesuai
dengan kecepatan penuh dari mesin tersebut.
Perhatikan gambar 5 :
BC NC NC
= =
AC kecepatan penuh N
BC
Jadi NC = × N.
AC

N = kecepatan penuh
NC = kecepatan kritis

Untuk arus medan OH, E1 = HC pada N2 EMF yang terjadi E2 = HD, jadi :
N2
E2 = HC × = HD.
N1

\
\

11
SOAL-SOAL & PENYELESAIAN :

1. Sebuah generator Shunt 100 Kw, 250 volt, pada jangkar diinduksikan tegangan 285 volt,
dengan rated load. Tentukanlah berapa tahanan jangkar VR (Regulasinya) jika arus
medan Shunt 6 Amp dan tegangan tanpa beban 264 volt.
Penyelesaian :

P =V.I
P 100 . 1000
IL = =
V 250
100000
= = 400 Amp
250
Ia = IL + I𝑓 = 400 + 6 = 406 Amp

𝐸𝑎 = 𝑉 + 𝐼𝑎 𝑅𝑎.

285 = 250 + 406 𝑅𝑎,

406 𝑅𝑎 = 285 - 250=35


35
Jadi tahanan jangkar : 𝑅𝑎 = = 0,086 𝑜ℎ𝑚.
406

𝑉𝑁𝐿 − 𝑉𝐹𝐿 264−250


𝑉𝑅 = = × 100 % = 5,6 %
𝑉𝐹𝐿 250

2. Sebuah generator dc shunt memberi arus ke beban 450 Amp,dengan tegangan 230 volt.
Tahanan medan 50 ohm,tahanan jangkar 0,03 ohm.Hitunglah EMF yang dibangkitkan.

Penyelesaian :

12
𝑅𝑠ℎ = 50 ohm.

𝑅𝑎 = 0,03 ohm.

V = 230 volt.

𝐼𝐿 = 450 Amp.

𝐼𝑎 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝑠ℎ

𝐼𝑎 = 450 + 𝐼𝑠ℎ
230
𝐼𝑠ℎ = = 4,6 Amp.
50

𝐼𝑎 = 450 + 4,6 = 454,6 Amp.

𝐸𝑎 = V + 𝐼𝑎 𝑅𝑎

𝐸𝑎 = 230 + 454,6 ∙ 0,03 = 243,6 volt.

3. Sebuah generator dc,kompound panjang memberikan arus 100 Amp pada tegangan
terminal 500 volt.Jika tahanan armatur 0,02 ohm,tahanan medan seri 0,04 ohm dan
tahanan medan shunt 100 ohm ; Cari tegangan EMF yang dibangkitkan,jika jatuh
tegangan setiap sikat 1 volt. Abaikan reaksi jangkar.

Penyelesaian :

500
𝐼𝑠ℎ = = 5 Amp.
100

Jadi arus yang melalui jangkar dan belitan seri : = 100 + 5 =105 Amp.

Jatuh tegangan pada belitan medan seri = 105 x 0,04 = 4,2 volt.

13
Jatuh tegangan pada jangkar = 105 x 0,02 = 2,1 volt.

Jatuh tegangan pada sikat = 2 x 1 =2 volt.

𝐸𝑎 = 𝑉 + 𝐼𝑎 𝑅𝑎 + jatuh tegangan pada sikat

𝐸𝑎 = 50 + 4,2 +2,1 + 2 = 508,3 volt

4. Sebuah generator kompound dc 20 Kw,bekerja pada beban penuh dengan terminal 250
volt.Tahanan belitan shunt,seri dan jangkar,masing-masing 100 ohm,0,025 ohm dan
0,05 ohm. Tentukanlah jumlah total EMF yang dibangkitkan dalam jangkar jika mesin
dihubungkan shunt pendek.

Penyelesaian :

Arus beban
20000
𝐼𝐿 = = 80 Amp
250

Jatuh tegangan dalam belitan seri =80 x 0,025 =2 volt.

Tegangan pada belitan shunt = 250 = 250 + 2 = 252 volt.


252
𝐼𝑠ℎ = = 252 Amp.
100

𝐼𝑎 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝑠ℎ ; ( 𝐼𝐿 = 𝐼𝑠 )

𝐼𝑎 = 80 + 2,52 = 82,52 Amp.

𝐼𝑎 𝑅𝑎 = 82,52 x 0,05 =4,126 volt.

𝐸𝑎 = 𝑉 + 𝐼𝑎 𝑅𝑎 + 𝐼𝑠 𝑅𝑠

𝐸𝑎 = 250 + 4,126 +2 = 256,126 volt.

5. Berapakah EMF yang akan dibangkitkan dalam suatu generator dc belitan jerat, 8 kutub
jika putarannya 200 rpm. Flux per kutub 0,05 weber dari jumlah penghantar jangkar
960.
Penyelesaian :
14
∅ 𝑧𝑁 𝑃
𝐸𝑎 = (𝑎) volt.
60

∅ = 0,05 wb ; z =960

N = 200 rpm, P=8

a =P=8 → untuk belitan jerat


0,05 ×960 ×200 8
Jadi : 𝐸𝑎 = × ( 8 ) volt.
60

= 160 volt.

6. Hitung EMF yang dibangkitkan oleh 4 kutub ,jangkar belitan gelombang mempunyai
45 slot dengan 18 penghantar per slot apabila dijalankan pada 1200 rpm. Flux per kutub
0,016 weber.

Penyelesaian :
∅ 𝑧𝑁 𝑃
∅= × ( 𝑎 ) volt.
60

∅ = 0,016 wb; N = 1200 rpm.

z = 45 x 18 = 810; P=4

a=2 untuk belitan gelombang.


0,016 ×810 ×1200 4
𝐸𝑎 = ( 2 ) volt.
60

= 518,4 volt

7. Sebuar generator 2 kutub dengan jangkar belitan gelombang mempunyai 51 slot,setiap


slot mempunyai 24 penghantar.Flux per kutub 0,01 wb. Pada kecepatan berapa jangkar
harus dijalankan sehingga menimbulkan EMF induksi 220 volt

Penyelesaian :

𝐸𝑎 = 220 volt
0,01 × 51 × 24 × N 2
220 = × (2 )
60

220 × 60
N = 0,01 × 51 × = 1078 rpm.
24

8. Jangkar dari 4 kutub generator dc adalah perlu membangkitkan EMF 520 volt atas untai
terbuka apabila berputar pada kecepatan 660 rpm.Hitung flux magnet per kutub yang

15
diperlukan jika amatur mempunyai 144 slot dengan 2 sisi kumpraran per slot,tiap
kumparan terdiri dari 3 lilitan.Armatur adalah belitan gelombang.

Penyelesaian :
∅ 𝑧𝑁 𝑃
𝐸𝑎 = ( 𝑎 )volt.
60

Ea = 520 volt, N = 660 rpm.

∅ = 144 x 2 x 3 = 864

P = 4, maka a = 2

∅ × 864 × 660 4
520 = ×(2)
60

60 × 520
∅= wb = 0,0274 wb.
2 × 864 × 660

9. Sebuah generator dc 4 kutub berjalan pada 750 rmp dan membangkitkan 240 rpm.
Armature adalah belitan gelombang dan mempunyai 792 penghantar.Jika total flux
dari setiap kutub adalah 0,0145 weber,berapakah koefisien bocor flux per kutub.

Penyelesaian :
∅ 𝑧𝑁 𝑃
𝐸𝑎 = (𝑎 ) volt.
60

∅ × 750 × 792 4
240 = × (2)
60

60 × 240
∅ = = 0,0121 weber.
750 × 792 × 2

∅ disini disebut flux kerja (‘’working flux”)`

koefisien flux bocor = 𝜆


𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑢𝑥 𝑝𝑒𝑟 𝑘𝑢𝑡𝑢𝑏
λ= 𝑓𝑙𝑢𝑥 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑘𝑢𝑡𝑢𝑏

0,0145
λ= = 1,2.
0,0121

10. Sebuah generator shunt dc,4 kutub,belitan jerat; menggunakan flux per kutub 0,07 wb.
Belitan armature terdiri dari 220 lilitan masing-masing dari tahanan 0,004 ohm.Hitung
tegangan terminal apabila dijalankan pada 900 rpm,jika arus jangkar 50 Amp.

Penyelesaian :

Jika setiap lilitan mempunyai dua sisi kumparan,maka:


16
z = 220 X 2 = 440; N=900 rpm.

∅ = 0,07 wb; P = a = 4.
∅ 𝑧𝑁𝑁 𝑃
Jadi 𝐸𝑎 = (𝑎 ) volt.
60

0,07 × 440 × 900 4


= × (4) volt.
60

= 462 volt.

Tahanan total dari 220 lilitan atau 440 penghantar = 220 × 0,004 = 0,88 ohm`
0,88
Jika ada 4 cabang paralel dalam jangkar (armature),maka tahanan tiap cabang = =
4
0,22 ohm.

Kejatuhan tegangan pada jangkar =𝐼𝑎𝑅𝑎 = 50 × 0,055

= 2,75 volt.

Tegangan terminal : 𝑉 = 𝐸𝑎 − 𝐼𝑎𝑅𝑎

𝑉 = 462 − 2,75 = 459,25 volt.

11. Generator dc 6 kutub mempunyai amatur hubungan jerat dengan 120 slot dan 8
penghantar per slot.Tampang dari setiap penghantar amature adalah 25 mm 2 dan
panjang rata-rata tiap lilitan adalah 220 cm.
a. Hitung tahanan amature antara sikat pada temperatur kerja 75℃. Resistivitas
1,72 µ Ω 𝑐𝑚. Koefisien temperatur dari tahanan 0,00428 per ℃ pada 0℃.
b. Hitung jumlah flux per kutub dari generator jika pada 500 rpm, EMF yang
dibangkitkan 240 volt.Ambil faktor bocor (“leakage factor”) 1,15.

Penyelesaian :

a. Tahanan total pada 75℃ adalah :


𝜌
𝑅 = 𝑃75
𝑎
𝑃20 = 𝑃0 (1 + 20 𝛼0 )
𝑃75 = 𝑃0 (1 + 75 𝛼0 )
1 + 75 𝛼0
𝑃75 = 𝑃20
1 + 20 𝛼0
1 + 75 × 0,00428
𝑃75 = 1,72 ∙ 10−6 ×
1 + 20 × 0,00428
1,321
= 1,72 × 10 × 1,0856 = 2,1 ∙ 10−6
−6

17
𝜌
𝑅75 = 2,1 ∙ 10−6 ×
𝐴
z = 120 ∙ 8 = 960 buah (untuk 2 sisi kumparan),maka untuk 1 sisi kumparan =
480 lilitan.
Jadi 𝜌 = 480 × 220 = 105600 𝑐𝑚.
105600
𝑅75 = 2,1 ∙ 10−6 × = 0,8837 𝑜ℎ𝑚
25 ∙10−2
Disini adalah tahanan seluruh kawat.
Jumlah cabang paralel= jumlah kutub= 6,maka tahanan per cabang =
0,8837 0,473
=0,1473 ohm. Tahanan armatur = =0,0246 ohm.
6 6
∅ 𝑧𝑁 𝑃
b. 𝐸𝑎 = (𝑎) 𝑣𝑜𝑙𝑡.
60
∅ ×500 ×960 6
240 = × (6)
60
60 × 240
∅ = 500 × 960 =0,03 wb.
Koefisien bocor = 1,15
Jadi jumlah flux/kutub = 0,03 x 1,15
= 0,0345 wb.
12. Sebuahh generator shunt dc 4 kutub dengan belitan gelombang,mempunyai 41 slot
dengan setiap slot 12 penghantar. 𝑅𝑎 =0,5 ohm, 𝑅𝑠ℎ =200 ohm.Flux per kutub 25 m-
wb.Jika beban 10 ohm dipasang pada terminal jangkar,hitung tegangan beban apabila
generator dijalankan pada 1000 rpm.

∅ 𝑧𝑁 𝑃
Ea = 60 ( 𝑎 ) volt.
P= 4 : a = 12.
Z = 41 x 12 = 492
N= 1000 rpm ; ∅= 25 x 10-3 wb
̅3𝑥 492 𝑥 1000
25 𝑥 10 4
Ea = ( 2 ) = 410 volt.
60

𝑅𝑠ℎ .𝑅𝐿
Tahanan yang telah dikombinasi = 𝑅𝑠ℎ+𝑅𝐿

200𝑥10 2000
= 200+_10 = 210

18
200
= ohm
21

200
Tahanan total untai = 0,5 + = 10 ohm.
21

410
Tahanan jangkar : Ia = = 41 Amp.
10

Jatuh tegangan jangkar = IaRa = 41 x 0,5


= 20,5 volt.
Jadi tegangan beban = 410 — 20,5 volt.
= 389,5 volt.

13. Sebuah generator shunt 4 kutub mengalirkan arus 42 Amp pada tegangan 220 volt.
Tahanan jangkar 0,1 ohm, tahanan medan 110 ohm. Hitunglah :
(a) Arus dalam tiap penghantar dari jangkar jika belitannya belitan jerat
(b) EMF yang dibangkitkan Kejatuhan tegangan kontak per sikat boleh diambil 1 volt.

Penyelesaian :
(a) IL = 42 Amp.
220
Ish = 110 = 2 Amp

Ia = IL + Ish = 42 + 2 = 44 Amp.
Belitan jangkar merupakan belitan jerat, maka A=P : 4

Jadi arus tiap cabang penghantar :


44
= 4 = 11 Amp
(b) Jatuh tegangan jangkar = Ia Ra
44 x 0,1 = 4,4 volt.
Jatuh tegangan sikat = 2x 1 = 1 volt.
Jadi EMF yang dibangkitkan :
Ea = Ia Ra + jatuh tegangan jangkar + jatuh tegangan sikat
Ea = 220 + 4,4 + 2 = 226,4 volt

14. Sebuah penghantar dipasang atas sebuah jangkar pada keliling 50 cm. Berputar dalam
medan 1 wb/m2 . Jika pada panjang penghantar 10 cm EMF induksinya 6,2 volt, carilah
kecepatan putar jangkar.

Penyelesaian :
Rumus :
V= B 𝜌 V volt.
B = kerapatan flux wb/m2
𝜌= panjang penghantar dalam m.
V= kecepatan linier dari penghantar dalam m/det.
0,5 𝑥 𝑁
Maka : 6,2 = 1 x 0.1 60

19
6,2 𝑥 60
N = 1 𝑥 0,1 𝑥 0,5 = 7, 440 rpm .

15. Sebuah generator dc shunt dengan jangkar hubungan gelombang mempunyai tahanan
jangkar dan medan berturut turut 0,2 dan 50 ohm ; dan mensuply 6 lampu masing
masing 100 volt , 40 watt.
Hitunglah arus jangkar total, arus tiap cabang dan emf yang dibangkitkan. Jatuh
tegangan sikat diizinkan 1 volt pada tiap sikat.

Penyelesaian :
Total daya yang disediakan = 60 x 40 = 2400 watt.
2400
Arus keluaran : IL = 100 = 24 Amp.

100
Ish = = 2 Amp
50

Jadi arus jangkar total = 24 +2 = 26 Amp.


Jatuh tegangan jangkar Ia Ra = 26 x 0,2 = 5,2 volt.
Jatuh tegangan sikat = 2 x 1 volt = 2 volt.
Jadi total EMF yang dibangkitkan :
= 100 + 5,2 + 2 = 107,2 volt.

16. Sebuah generator dc shunt mengalirkan arus ke beban sebesar 195 Amp pada tegangan
250 volt. Tahanan jangkar dan tahanan medan shunt berturut-turut 0,02 ohm dan 50
ohm.
Rugi-rugi besi dan gesek 950 watt. Carilah :
(a) EMF yang dibangkitkan
(b) Rugi-rugi Cu
(c) Pi dalam hp
(d) Efisiensi : mekanik, listrik, ekonomi.
Penyelesaian :
250
(a) Ish = 50 = 5 Amp.

Ia = 195 + 5 = 200 Amp.


Jatuh tegangan jangkar = IaRa = 200 x 0,02
= 4 volt

Jadi EMF yang dibangkitkan = 250 + 4


= 254 volt.

(b) Rugi Cu jangkar = I2 Ra = (200)2 . 0,02 = 800 watt.


Rugi Cu shunt = V. Ish = 250.5 = 1250 watt.
Jadi rugi Cu total = 1250 + 800 = 2050 watt.

(c) Rugi-rugi total = 950 + 2050 = 3000 watt.


Keluaran = 250 x 195 = 48750 watt.

20
Jadi masuka = 3000 + 48750 = 51750 watt.
51750
= 746 hp = 69,4 hp.

(d) Daya listrik yang dihasilkan dalam jangkar = Daya input — “ stray loss “.
Rugi buta = rugi besi + rugi gesekan.
Jadi daya listrik yang dihasilkan dalam jangkar = 51750 — 950 = 50800 watt.
50800
𝜂𝗆 = 51750 x 100 % = 98,2 %.

Rugi-rugi Cu atau listrik = 2050 watt.


48750
𝜂e = 48750+2050 x 100 % = 95,9 %

48750
𝜂e = 51750 x 100 % = 94,2 %

𝜂𝗆 = Effisiensi mekanik
𝜂e = Effisiensi listrik
𝜂e = Effisiensi ekonomis.

17. Sebuah generator dc shunt 400 volt, mempunyai arus beban penuh 200 Amp, tahanan
jangkarnya 0,06 ohm dan tahanan medannya 100 ohm; “ stray losses “ 2000 watt.
Tentukanlah h.p dari penggerak utama ( “prime-mover”) apabila bekerja pada beban
penuh dan tentukan arus beban untuk mencapai effisiensi maximum dari generator
Penyelesaian :

Arus keluaran beban penuh = 200 Amp


Daya keluaran beban penuh = 400 x 200
= 80000 watt.
400
Ish = 100 = 4 Amp.
Ia = IL + Ish = 200 + 4 = 204 Amp.

Rugi tembaga jangkar = (204)2 x 0,06 = 2497 watt.


Rugi tembaga shunt = 400 x 4 = 1600 watt.
“stray losses “ = 2000 watt.
Rugi-rugi total dalam generator :
= 2000 +2497 +1600 = 6097 watt.

Total masukan = 80000 +6097


= 86097 watt.
86097
= 746 hp = 115,4 hp

Arus beban agar effisiensi maximum adalah diberikan oleh

21
𝑊𝑐
IL = √ 𝑅𝑎
Wc = Rugi-rugi tetap = “ stray losses “ + rugi Cu shunt.
Wc = 2000 + 1600 = 3600 watt.
3600
Jadi IL = √ = 245 Amp.
0,06

18. Sebuah generator dc shunt mempunyai arus beban penuh dari 196 Amp pada 220 volt. “
stray losses “ 720 watt. Tahanan belitan medan shunt 55 ohm. Effisiensi beban penuh
88 %, tentukanlah tahanan jangkar. Tentukan juga arus beban penuh untuk effisiensi
maximum.
Penyelesaian :

Keluaran = 220 x 196 = 43120 watt.


𝜂 = 88 %
43120
Jadi masukan listrik = 0,88 = 49000 watt.

Rugi total = 49000 —43120 = 5880 watt.


220
Arus medan shunt = 55 = 4 Amp.

Ia = IL + Ish
Ia= 196 + 4 = 200 Amp.

Rugi Cu shunt = 220 x 4 = 880 watt.


Rugi buta (“stray losses “) = 720 watt.
Wc = 880 + 720 = 1600 watt.
Rugi Cu jangkar = 5880 — 1600 = 4280 watt.
Ia2 Ra = 4280 watt.
(200)2 Ra = 4280
4280
Ra = 200 𝑥 200 = 0,107 ohm.

Untuk effisiensi maximum :


IL2 Ra = Wc = 1600 watt.
1600
Jadi IL = √ 0.107 = 122,3 Amp

19. Sebuah dynamo shunt panjang dijalankan pada 1000 rpm mensuppli 22 Kw pada
tegangan terminal 220 volt. Tahanan amatur, medan shunt dan medan seri berturut turut
0,05, 110 dan 0,06 ohm. Effisiensi seluruhnya = 88 %.
Tentukanlah :
(a) Rugi-rugi Cu
(b) Rugi-rugi gesekan dan besi
(c) Torsi yang diberikan oleh penggerak utama.

Penyelesaian :

22
220
Ish : 110 = 2 Amp.

22000
IL = 220 = 100 Amp.
Jadi Ia = 100 + 2 = 102 Amp.
Jatuh tegangan pada belitan seri = IaRs = 102 x 0,06 =6,12 volt.

(a) Ia2Ra = (102)2 x 0,05 = 520,2 watt.


Rugi medan seri = ( 102 ) 2 x 0,06 = 624,3 watt.
Rugi medan shunt = 4 x 110 = 440 watt.
Rugi-rugi cu total = 520,2 + 624, + 440
= 1584,5 watt.

(b) Keluaran = 22000 watt.


22000
Masukan = 0,88 = 25000 watt.
Rugi-rugi total = 25000 — 22000 = 3000 watt.
Rugi-rugi gesekan dan besi = 3000 —1584,5
= 1415,5 watt.
(c) Berlaku hubungan :
2𝜋𝑁
T x 60 = input = 25000

25000 𝑥 60
Jadi T = 1000 𝑥 6,284 = 239,4 Newton-m

20. Sebuah generator dc shunt diberi keluaran beban penuh 6 Kw pada tegangan terminal
200 volt. Tahanan-tahanan Jangkar dan medan berturut-turut 0,5 ohm dan 50 ohm. Jika
rugi-rugi mekanik dihubungkan dengan rugi-rugi besi sama dengan 500 watt, hitunglah
hp yang dibutuhkan untuk menjalankan poros pada kondisi beban penuh dan effesiensi
beban penuh.
Penyelesaian :
200
𝐼𝑠ℎ = = 4 Amp
50

23
6000
Arus keluaran = = 30 Amp
200

Jadi = 𝐼𝐿 + 𝐼𝑠ℎ = 30 + 4 = 34 Amp

𝐼 2 𝑎 𝑅𝑎 = (34)² × 0,5 = 578 watt


Rugi Cu medan shunt = 200 × 4 = 800 watt
Rugi total = 578 + 800 + 500 = 1878 watt
Jadi masukan = 6000 + 1878 = 7878 watt
7878
= = 10,56 Hp
769

6000 ×100
Pada beban penuh : η = = 76,2%
7878

21. sebuah generator DC dengan belitan compound panjang member tegangan 240 volt
pada keluaran beban penuh 100 Amp. Tahanan dari belitan-belitan mesin adalah :
belitan jangkar 0,1 ohm. Belitan medan seri 0.02 ohm. Belitan medan kutub bantu
0.025 ohm. Belitan medan shunt 100 ohm. Rugi besi pada beban penuh 1000 watt. Rugi
angin dan gesekan total 500 watt. Hitunglah efesiensi beban penuh dari mesin.
Penyelesaian :
Keluaran = 240 × 100 = 24000 watt
Tahanan untai jangkar total = 0,1 + 0,02 + 0,025 = 0,145 ohm

𝐼𝑠ℎ =240/100 = 2,4 Amp

𝐼𝑎 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝑠ℎ = 100 + 2,4 = 102,4 Amp


Jadi rugi Cu untai jangkar :
= (102,4)² × 0,145 = 1521 watt

Rugi Cu medan shunt = 2,4 × 240 = 576 watt

Rugi besi = 1000 watt

Rugi gesekan = 500 watt.

24
Rugi total = 1521 + 1500 + 576 = 3597 watt
24000
η= = 0,871 = 87,1 %
24000+3597

22. sebuah generator dc shunt 150 kw , 250 volt, 𝑅𝑎 = 0,05 ohm. 𝑅𝑓 = 5 ohm . tentukanlah
tegangan yang dibangkitkan oleh generator pada beban penuh

Penyelesaian :

𝐸𝑎 = V + 𝐼𝑎 𝑅𝑎

𝐼𝑎 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝑓
𝐾𝑤 ×1000 150000
𝐼𝐿 = = = 600 Amp
𝑉𝐿 250

𝑉 𝑉
𝐼𝑓 = 𝑅𝑓 = 𝑅𝐿 Pada beban penuh
𝑓 𝑓

250
𝐼𝑓 = = 5 Amp
50

𝐼𝑎 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝑓 = 600 + 5 = 605 Amp

𝐸𝑎 = V + 𝐼𝑎 𝑅𝑎

𝐸𝑎 = 250 + 605 × 0,05 = 280,25 Amp

23. Sebuah generator dengan ekstasi terpisah : 150 volt, 1800 rpm, diberi penguatan tetap.
Tentukanlah tegangan tanpa beban generator tersebut pada kecepatan 2400 rpm, dan
kecepatan 1500 rpm.

Penyelesaian :

𝐸𝑎 = K 𝜑 n

𝑉𝑓 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝 φ tetap, maka 𝐸𝑎 ~ n jadi :


𝑛 2400
𝐸2400 = 𝑛2400 × 𝐸1800 = × 150 volt = 200 volt
1800 1800

𝑛 150
𝐸1500 = 𝑛1500 = 1800 × 150 volt = 125 volt
1800

25
24. Sebuah generator compound panjang 120 Kw, 600 volt 𝑅𝑓 = 150 ohm, 𝑅𝑎 = 0,03 ohm,
𝑅𝑠 = 0,01 ohm dan 𝐼𝑑 = 54 Amp. Tentukanlah :

(a) tahanan divertor (𝑅𝐷 ) pada beban penuh

(b) tegangan yang dibangkitkan generator pada beban penuh.

Penyelesaian :

𝐸𝑎 = 𝑉𝐿 + 𝐼𝑎 𝑅𝑎 + 𝐼𝑠 𝑅𝑠

𝐼𝑎 = 𝐼𝑓 + 𝐼𝐿

𝐼𝑎 = 𝐼𝑠 + 𝐼𝑑

𝐾𝑤 .1000 120 ×1000


(a) 𝐼𝐿 = = = 200 Amp
𝑉𝐿 600

𝑉 600
𝐼𝑓 = 𝑅𝑓 = 150 = 4 Amp
𝑓

𝐼𝑎 = 𝐼𝑓 + 𝐼𝐿 = 4 + 200 = 204 Amp

𝐼𝐷 𝑅𝐷 = 𝐼𝑠 𝑅𝑠
𝐼𝑠𝑅𝑠
𝑅𝐷 = 𝐼𝐷

𝐼𝑠 = 𝐼𝑎 – 𝐼𝐷 = 204 – 54 = 150 Amp


150.0,01
𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑅𝐷 = = 0,0278 ohm
54

(𝑏) 𝐸𝑎 = 𝑉𝐿 + 𝐼𝑎 𝑅𝑎 + 𝐼𝑠 𝑅𝑠

= 600 + (204 × 0,03) + 150 (0,01).

= 607,62 volt

25. tentukanlah efesiensi dari generator compound panjang 250 Kw, 250 volt, jika 𝑅𝑎 =
0,007 𝑅𝑠 = 0,002 ohm. 𝐼𝑠ℎ = 12 Amp, beban = 736 Amp pada 250 volt. Rugi beban
buta linear ( stay power loss) = 5500 watt.

26
Penyelesaian :

𝐼𝑎 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝑠ℎ

𝐼𝑎 = 736 + 12 = 748 Amp

𝑃𝑜 = V.I = 250 × 746

= 184000 watt

Rugi – rugi daya :

1. rugi jangkar 𝐼 2 𝑎 𝑅𝑎 = (748)² . 0,007= 3917 watt

2. rugi seri = 𝐼 2 𝑠 𝑅𝑠 = (748)². 0,002 = 1119 watt

3. rugi shunt = V. 𝐼𝑠ℎ = 250 × 12 = 3000 watt

4. rugi beban linear = 5500 watt

5. rugi – rugi beban 1% dari 𝑃𝑜 = 1840 watt

Rugi total = 15375 watt.

𝑃𝑖 = 184000 + 15376 = 199376 watt


𝑃𝑜 184000
𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑒𝑓𝑒𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 = = 199376 × 100 %
𝑃𝑖

= 92,29 % = 92 %

26. Sebuah generator compound panjang mempunyai lilitan medan shunt sebanyak 1500
lilitan/kutub dan lilitan medan seri sebanyak 6 lilitan/kutub.jika kita ingin memperoleh
tegangan beban penuh sama dengan tegangan tanpa beban, maka generator ini hanya
dioperasikan sebagai generator shunt yaitu 𝑅𝑠 dibuat = nol, dan untuk ini arus medan
shunt diperbesar 0,2 Amp. Arus jangkar beban penuh dari generator compound 70 Amp
dan tahanan medan seri = 0,04 ohm.

27
Tentukanlah :

(a) jumlah ampere-lilit medan seri, jika diharapkan generator bekerja secara flat
kompound.

(b) tahanan diverter (𝑅𝐷 ) yang diperlukan.

Penyelesaian :

Sebuah generator bekerja secara plat compound jika tegangan tanpa beban =
tengangan beban penuh.

a. ∆𝐼𝑓 × 𝑁𝑓 = 0,2 Amp × 1500 lilit = 300 Amp-lilit

= 𝐼𝑠 𝑁𝑠 ; jadi yang ditanya :

𝐼𝑠 𝑁𝑠 = 300 Amp-lilit
𝐼𝑠 𝑁𝑠 300 𝐴𝑚𝑝−𝑙𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛
𝑏. 𝐼𝑠 = = = 50 Amp
𝑁𝑠 6 𝑙𝑖𝑙𝑖𝑡

𝐼𝑎 = 𝐼𝑑 + 𝐼𝑠

𝐼𝑑 = 𝐼𝑑 - 𝐼𝑠 = 70 – 50 = 20 Amp
𝐼𝑠 𝑅𝑠 50.0,04
Jadi 𝑅𝐷 = = = 0,1 ohm
𝐼𝑑 20

27. sebuah generator dengan penguatan terpisah. Tegangan tanpa beban 120 volt dengan
arus medan 2 Amp dan putaran 1500 rpm. Generator beroperasi pada daerah linear dari
“saturation curve”. Tentukanlah :

(a) arus medan magnet jika tegangan yang harus dibangkitkan 150 volt

(b) tegangan yang dibangkitkan jika putarannya diturunkan menjadi 1200 rpm dan
arus medan naik menjadi 3 Amp

Penyelesaian :

(a) 𝐸𝑎 ~ 𝐼𝑓 . bekerja pada daerah linear maka :


𝐸𝑎1 𝐸𝑎2
=
𝐼𝑓1 𝐼𝑓2

𝐸𝑎2 .𝐼𝑓1 150 ×2 300


𝐼𝑓2 = 𝐸𝑎1
= 120
= 120 = 2,5 Amp

28
3 1200
(𝑏) 𝐸𝑎 = (2) (1500) (120) = 144 volt

28. sebuah generator compound pendek, 75 Kw, 220 volt,dioperasikan sebagai generator
shunt, membutuhkan arus medan shunt 2 Amp, agar generator ini bisa bekerja “ over
compound “ pada tegangan 250 volt , pada beban penuh 𝐼𝐿 = 230 Amp. Medan seri
mempunyai 6 lilitan perkutub dan medan shunt 300 lilitan per kutub. Tahanan medan
seri 𝑅𝑠 = 0,004 ohm dan tahanan medan shunt 𝑅𝑓 = 220 ohm. Tentukanlah :

(a) tahanan divertor yang diperlukan

(b) jika tegangan pada beban nol generator compound juga 220 volt berapa m.m.f per
kutub pada kondisi beban nol dan pada kondisi beban penuh.

Penyelesaian :

(a) ∆ 𝐼𝑓 × 𝑁𝑓 = 2 × 300 = 600 Amplilit = 𝐼𝑠 𝑁𝑠

𝐼𝑠 𝑁𝑠 600
𝐼𝑠 = = = 100 Amp
𝑁𝑠 6

𝐼𝐷 = 𝐼𝐿 - 𝐼𝑠 = 230 – 100 = 130 Amp


𝐼𝑠 𝑅𝑠 100 × 0,004
𝑅𝐷 = = = 0,0031 ohm
𝐼𝐷 130

(b) MMF per kutub tanpa beban = 𝐼𝑓𝑁𝑓

220
= 220 × 300

= 300 Amplilit

MM per kutub pada beban penuh :

𝐼𝑓𝑁𝑓 + 𝐼𝑠𝑁𝑠 = ( 300 + 600 ) Amp-turun

= 900 Amp-turun

29. Sebuah generator dc 6 kutub dengan kumparan jangkar berbentuk “ triplex winding “
dan jumlah penghantar 800 buah. Tentukanlah ∅ yang timbul pada jangkar jika EMF
120 volt dan putaran 200 rpm

Penyelesaian :
60𝑎 . 𝐸
∅= 𝑃𝑧 𝑛

P=6

29
Triplex winding , maka m = 3. Jadi :

a = 2; m = 6 (untuk wave winding )

z = 800; n = 200 rpm.


60.6.120
Jadi ∅ = 108 = 4,5 . 106 "Maxwell"
6.800.200

30. Sebuah generator compound panjang 120 Kw , 120 volt, 870 rpm. Tahanan seri R s =
0,01 ohm dan tahanan jangkar R 𝑎 = 0,008 ohm.
Tahanan shunt R 𝑠ℎ = 30 ohm, V𝑠𝑖𝑘𝑎𝑡 = 2 volt, rugi tegangan sikat = V𝑠𝑖𝑘𝑎𝑡 Ia . Rugi
besi 100 watt ,rugi gesekan 300watt , rugi beban liner = 1 % dari beban .
Tentukanlah :
a. G.g.l dan effisiensi pada kondusi beban penuh dan pada 1⁄2 beban penuh.
b. Bila generator di pakai sebagai motor , berapakah putaranya

Penyelesaian :

(a) I𝑎 I𝐿

I𝑠ℎ
E𝑎
R𝑎
𝑅𝑠ℎ
RL
V

P = V I𝐿
𝑃 120000
I𝐿 = 𝑉 = = 1000 Amp
120
𝑉 120
I𝑠ℎ = = = 4,8 Amp
𝑅𝑠ℎ 25
I𝑎 = I𝐿 + I𝑠ℎ = 1000 + 4,8 = 1004,8 Amp
Untuk beban penuh :
E𝑎 = V + I𝑎 (R 𝑎 + R 𝑠 ) + V𝑠𝑖𝑘𝑎𝑡
E𝑎 = 120 + 1004,8 (0,01 + 0,008 ) + 2 = 140 volt
Rugi – rugi daya beban penuh :

1. Rugi sikat : V𝑠𝑖 I𝑎 = 1004,8 × 2 = 2009,6 watt


2 2
2. Rugi jangkar : I𝑎 R 𝑎 = (1004,8) × 0,008= 8077 watt
3. Rugi besi = 100 watt
2 2
4. Rugi seri I𝑎 R 𝑠 = (1004,8) × 0,001 = 10096,2 watt
2 2
5. Rugi shunt I𝑠ℎ 𝑅𝑠ℎ = (4,8) × 25 = 576 watt
6. Rugi beban = 1% dari 120000 = 1200 watt

30
7. Rugi gesekan = 300 watt
P rugi total daya ; = 22358,8 watt
P𝑂 120000
Effisiensi : η = P =
𝑂 + P Rugi total 120000+22358,8
× 100 % = 84,3 %.

Untuk ½ beban penuh :


I𝐿 = ½ × 1000 = 500 Amp
I𝑎 = I𝐿 + I𝑠ℎ = 500 + 4,8 = 504,8 Amp
E𝑎 = 120 + 504,8 (0,01 + 0,008 ) +2 = 131,1 volt

Rugi-rugi daya ½ beban penuh :


1. Rugi jangkar = (504,8)2 × 0,008 = 2038,6 watt
2. Rugi sikat = 504,8 × 2 =1009,6 watt
3. Rugi besi = 100 watt
4. Rugi seri = (504,8)2 × 0,01 = 2548,2 watt
5. Rugi shunt = (4,8)2× 25 = 576 watt
6. Rugi beban = 1 % daya output 6000 = 600 watt
7. Rugi gesekan = 300 watt
P rugi total = 7172,4 watt
60000
Effisiensi : η = 60000+7172,4 × 100 % = 89,3%

(b) Jika di jalankan sebagai motor , maka :


Pada beban penuh :
P𝑖 = 120000 + 22358,8 = 142358,8 watt
P𝑖 142358,8
P𝑖 = V. I𝐿 , maka I𝐿 = =
𝑉 120

= 1186,3 Amp
𝑉 120
I𝑠ℎ = = = 4,8 .
𝑅𝑠ℎ 25

I𝐿 I𝑎 = I𝐿 - I𝑠ℎ = 1186,3- 4,8 = 1181,5 Amp.

I𝑎 𝐸𝑎 = V - I𝑎 (R 𝑎 + R 𝑠 ) - V𝑠𝑖𝑘𝑎𝑡 .

I𝑠ℎ = 120 – 1181,5 (0,01 + 0,008 ) - 2


R𝑎
= 96,7 volt .

V 𝑅𝑠ℎ 𝐸𝑎

31
Kalau putaran berubah , maka berlaku hubungan :
𝑛1 𝐸
= 𝐸𝑎1 , dimana :
𝑛2 𝑎2

𝑛1 = putaran generator

𝑛2 = putaran motor

𝐸𝑎1 = E𝑎 generator

𝐸𝑎2 = E𝑎 motor

𝐸𝑎1 870 ×96,7


Maka : 𝑛2 = 𝑛1 𝐸𝑎2
= 140
= 600,96 rpm

Jadi putaran generator sebagai motor pada beban penuh : 601 rpm.
Pada ½ beban penuh :

I𝑎 = ½ × 1186,5 = 590,8 Amp

E𝑎 = 120 – 590,8 (0,01 + 0,008 ) – 2 = 107,4 volt


107,4 ×870
𝑛2 = = 712,7 rpm
131,1

Jadi putaran generator sebagai motor pada ½ beban penuh = 713 rpm.

31. Sebuah generator shunt dengan tahanan jangkar 0,01 ohm, member arus ke beban
sebesar 150 Amp pada tegangan jala 110 volt dan I𝑠ℎ = 10 Amp. Untuk putaran 1000
rpm, I𝑎 = 4,8 Amp.
Tentukanlah :
(a) Daya yang hilang pada kondisi di atas
(b) Effisiensi η
I𝑎 IL
Penyelesaian :
(a) I𝑎 = IL + I𝑠ℎ
I𝑎 = (150 + 10 ) Amp E𝑎 I𝑠ℎ V
I𝑎 = 160 Amp. R𝑎 RL
E𝑎 = V + I𝑎 R 𝑎
= 110 + 160 . 0,02 = 113,2 volt 𝑅𝑠ℎ

32
untuk E𝑎 = 132,2 volt dengan n = 1000 rpm ; maka I𝑎 = 4;8 Amp.
Daya yang hilang = I𝑎 E𝑎 - I𝑎2 R 𝑎
= (113,2) (4,8) – (4,8)2 . (0,02)
= 543,36 – 0,46
= 542,9 watt

(b) PO = V . IL = (110)(150) = 16500 WATT

Rugi-rugi :
(a) Rugi-rugi jangkar = I𝑎2 R 𝑎
= (160)2 (0,02) = 512 watt
(b) Daya yang hilang = 542,9 watt
(c) Rugi-rugi shunt = V . I𝑠ℎ = (110)(10) = 1100 watt
(d) Rugi-rugi beban = 1% dari PO = 0,01
16500 = 165 watt
Rugi-rugi total = 2319,9 watt

Pi = PO + rugi-rugi total
= 16500 + 2319,9
Pi = 18819,9

PO
Jadi η = × 100%
Pi
16500
= × 100% = 87,7%
18819,9

32. Sebuah generator dc 110 volt , 55 Kw , arus medan shuntnya harus berubah dari 3,3
Amp. Untuk membentuk compound datar dari keadaan beban nol ke beban penuh .
jumlah lilitan setiap kutub medan 1600 .
Tentukanlah :
(a) Jumlah lilitan medan per kutub, apabila di hubung compound pendek.
(b) Jumlah lilitan medan per kutub apabila di hubung compound panjang.

Penyelesaian :
PO 55000
(a) II = = = 500Amp
𝑉 110
Untuk compound pendek :

I𝑆 = IL = 500Amp

33
∆ I𝑠ℎ Nsh = I𝑆 NS

I𝑠ℎ Nsh (3,8− 3,3) (1600)


NS = = = 1,2 lilitan / kutub
I𝑆 500

(b) Bila di hubung compound panjang :

I𝑆 = I𝑎 = IL + I𝑠ℎ = 500 + 3,3 = 503,3 Amp

∆ I𝑠ℎ Nsh = I𝑆 NS
(0,5) (1600) = (503,3) (NS )
800
NS = 503,3 =1,59 lilitan / kutub .

33. Sebuah generator compound panjang 300 volt, 30Kw, R S = 0,04 ohm , 𝑅𝑠ℎ = 150
ohm, NS = 8 lilitan/ kutub , Nsh = 1000 lilitan/kutub. Dengan menghubung singkat
medan seri , maka arus medan bertambah dari 2,2 Amp menjadi 2,5 Amp . untuk
mempeoleh compound datar.
Hitunglah :

(a) Tahanan divertor yang harus di pasang untuk membentuk compound datar.
(b) Jumlah Amp-turn/kutub yang di hasilkan oleh kedua medan seri dan shunt pada
beban penuh
(c) Jumlah Amp-lilit/kutub yang di hasilkan oleh kedua medan seri dan shunt pada
beban nol.
Penyelesaian :

(a) ∆ I𝑠ℎ Nsh = I𝑆 NS


(2,5 – 2,2) (1000) = I𝑆 (8)

(2,5−2,3 )(1000)
I𝑆 = = 37,5 Amp
8
I𝑎
I𝑠ℎ
V RL
R𝑎
RS 𝑅𝑠ℎ

I𝑆

I𝑑 R𝑑
PO 3000
IL = = = 100 Amp
𝑉 300

34
I𝑎 = IL + I𝑠ℎ = 100 +2,2 = 102 Amp

I𝑑 = I𝑎 - I𝑆 = 102,2 – 30 = 72,2 Amp.


E I 𝑆 RS (37,5)(0,04)
R𝑑 = I s = = = 0,207 ohm.
d I𝑑 72,2

(b) Pada kondisi beban penuh :

I𝑆 = 37,5 Amp

NS = 8 lilitan
NS I𝑆 = (8) (37,5) = 300 Amp-lilit /kutub

(c) Pada kondisi tanpa beban :

I𝑠ℎ = I𝑎 = 2,2 Amp


0,0207
I𝑆 = ( 0,0207 + ) × 2,2 = 0,75 Amp
0,04
NS = 8 lilitan
NS I𝑆 = (8) (0,75) = 0,6 Amp-lilit/ kutub

34. Sebuah generator dc panjang : 440 volt; 100Kw , tahanan shunt 100 ohm , tahanan
jangkar 0,05 ohm, tahanan seri 0,01 ohm, arus “ diverter“ I𝑑 = 71,7 Amp.
Hitunglah :

(a) Tahanan “diverter” untuk beban penu.


(b) Tegangan induksi pada beban penuh.

penyelesaian :
PO 100000
(a) IL = = = 227,27 Amp
𝑉 440
440
I𝑠ℎ = = 4,4 Amp
100
I𝑎 = IL +I𝑠ℎ = 227,27 + 4,4 = 231,7 Amp
I𝑎 = I𝑆 + Id
I𝑆 = I𝑎 - Id = 231,7 71,7 = 160 Amp
Id R 𝐷 = I𝑆 R S
I 𝑆 RS 160 ×0,01
R𝐷 = = = 0,022 ohm.
Id 71,7
(b) Ea = V + I𝑎 R a + I𝑆 R S
Ea = 440 + (231,7) (0,05) + (160)(0,01) = 453,19 volt

35
35. Dua buah generator shunt de A dan B , di operasikan parallel. Dengan karakteristik
luar dari kedua generator tersebut adalah :

Generator A :
Volt : 750 728 705 684 662 641 620 600
Amp : 0 10 20 30 40 50 60 70

Generator B :
Volt : 800 479 698 650 600 550 500
Amp : 0 10 20 30 40 50 60

Tentukanlah :
(a) Beberapa besar arus yang di berikan oleh generator B, jika generator A memberi arus
25 Amp dan 60 Amp.
(b) Berapa besar arus yang di berikan oleh masing-masing generator , jika beban
memerlukan arus 120 Amp, temtukan pula tegangannya.

Penyelesaian :
Soal ini dapat di selesaikan dengan memperhatikan gambar grafafik karakteristik
generator – generator A dan B Halaman 38-45

Pada IA = 20 ampere. Dari gambar grafik V = 705V dan didapat IB = 18,5 Amp

.pada IA = 60 Amp , dari gambar gravik V = 620V dan IB = 36 ampere

(b). Untuk generator A

EaA = 750 volt

V = EaA – IA RtA

620 =750-60 RtA

36
RtA = 750-620 : 60 = 2,167ohm

Untuk generator B

EaB = 800 volt

V = Ea-IB RtB

620 = 800 – 36 RtB

RtB = 800-620 : 36 = 5 ohm

♡ halaman 39

V = ( EaB RtA + EaA RtB) Rc : Rc (RtA + RtB) + RtA RtB

V = [(800 x 2,167) +(750x5)]Rc : Rc ( 2,167+5) +(2,167)(5)

= 5483,6Rc : 7,167 Rc + 10,835

I =v
Rc
I = 5483,6
7,167Rc + 10,835

120 = 5483,6
7,167Rc + 10,835
Rc = 5483,6 – 120x 10,835 = 4,867 ohm
120 x 7,167
IA = EaA (RtB+Rc) – EaB Rc
Rc (RtA+RtB) + RtA RtB

IA = 750 (5+4,867) –(800) x (4,867)


(4,867) (2,167+5) + (2,167x5)
= 76,76 ampere

IB = EaB (RtA+Rc) -EaA Rc


Rc (RtA +RtB) + RtA RtB
= 800(2.167+4,867) – (750) (4,867) = 43,24 amp
4,867 (2,167+5) + (2,167) (5)

V = IL Rc = (120) (4,86) = 583,2 volt

37
36. dua generator Dc. 220v dijalnkan bersamaan secara paralel. Satu mesin pertama
mempunyai tegangan terminal 270v pada arus beban 35 amp. Dan mesin ke dua
tegangan 280v tanpa beban. Dan 220v pada 50amp. Hitunglah arus keluaran setiap
mesin dan tegangan bus-bar apabila beban total 60 amp. Berapa Kw keluaran
masing mesin pada kondisi ini

Generator 1
Jatuh tegangan pada 35amp = 270-220 = 50V
Jadi jatih tegangan / ampere = 50 :35 = 10/7

Geberator 2
Jatuh tegangan =( 280-220) /50 =1,2

Ambil
V = tegangan bus bar
I1 = arus keluaran generator 1
I2 = arus keluaran generator 2
V= 270- 10/7 I1-->untuk generator 1
V = 280 – 1,2 I2 - untuk generator 2

Jadi 270 – 10/7 I1 = 280-1,2I2


4,2 I2-5I1 = 35...... (1)
I1 +I2 = 60 ....(2)

Dati kedua persamaan diatas


I1 = 23,6 Amp I2= 36,4 amp

Sekarsng V = 280 – 1,2 .I2 = 280 – 1,2. 36,4 = 236,3 V

Keluaran mesin1 = 236,3.23,6/1000 = 5,577 kw


Keluaran mesin2 = 236,3.36,4/1000= 8,602 kw

37. generator shunt A dan B belerja paralel dan karakteristik bebannya boleh diambil
garis lurus. Yegangan generator A turun dari 240v pada beban nol ke 220 v dengan
200 amp. Sedangkam generator B turun 245 v pada bebam nol ke 220v demgam aris
150 amp. Tentukanlah arus yang disediakn tiap mesin untuk beban 300 amp.
Tentukam pula tehangan busbar.
Generator A
Jatuh tegangan 200 A = 240-220=20V

38
Jadi 20/200 = 1/10 = v/a

Generator b

Voltage drop/ampere= 245-220/150 = 1/6 v/a

Tegangan bus-bar (V)


Arus keluaran generator A (I1)
Arus keluaran generator B (I2)
Maka V= 240- l1/10 dan V= 254- l2/6
240-l1/10 = 245 l2/6

5l2-3l1 = 150...(1)
L1+l2 = 300....(2)

Maka
I1 = 300-l2
5l2- 3(300-l2) = 150 amp
I2 = 1050/8 =131 amp
V= 240-168/10= 223,1 v
I1 = 169 amp l2 = 131amp v= 223,1 v

38. dua buah generator shut masing2 dengan tahanan jangkar 0,02 dan tahanan medan
50ohm. Bekerja paralel dam memberikan arus ke beban 800 amp. EMF induksi
berturut 220v dan 210v. Hitunglah tegangan bus-bar dan keluaran dari masing mesin

Tegangan busbar (v)


Arus keluaran generator 1 (l1)
Arus beluaran generator 2(l2)
I1+l2 = 800amp

Ish= V/50 amp


Dalam tiap mesin
V+ (l1+v/50) . 0.02=220....(1)
V+V/2500 = 207 jadi V= 207x2500/2501 =206,9volt
Keluarn generator 1
I = 650.206,9 watt = 134,485 K watt

Keluara generator 2
150.206,9 = 31035 watt= 31,035 Kw

39
39. dua buah generator shunt masing masing dengan tegangan 125volt pada beban nol
dijalnkan secara paralek. Karakteristik luarnya dapat diangap garis lurus
Generator 1

Menetapkan (rated) 250 Kw dan tegangan beban penuh 119volt


Generator 2
Menetapkan (rated) 200Kw pada 160v
Hitunglah tegangan bus-bar apabila beban total 3500 amp. Dan bagaimana
pembagiañ beban antara keduanya

(V) tegangan busbar


X1,x2 = beban yang dipikul generator dalam persenan paralel
P1,p2 = beban yang dipikul generator dalam watt

V= 125- [(125-119)(x1/100)] ...generator 1


= 125-[(125-116)(x2/100) ... generator 2

Jadi 125- 6x1/100 =125-9x1/100


X2= 6x1/9 =2x1/3

Jika dalam intai dc. Daya yang dialirka VI watt maka beban generator
(250x1+1000/100) +(200x2x 1000/100) = vx3500
Jadi x1 = 108,2%

Tagangan bus-bar= 125-(6x108,2/100)= 118,5v

X1 = p1.100/ 250000 dan x2 =p2.1000/200000


X1/X2 = p1x200000/p2.x250000 = 4vl1/ 5v l2 = 4 l1/ 5 l2
= 3/2
Jika l1+l2 = 3500...(1)
I2 = 3500-l1

Jadi 3/2 = 4l1 / 5(3500-l1)

I1 = 2283 amp
I2 = 1217 amp

40. dua buah generator shunt dan sebuah battery bekerja paralel. Tegangan untai terbuka
tahanan jangkar dan tahanan medan dari generator berturut2 adalah

40
250v 0.24 ohm 100ohm dan 248volt 0.12ohm dan 100ohm. Jiak generator-
generator mengalirkan arus yang sama. Apabila beban diatas bus-bar 40amp.
Hitunglah EMF dari batery jika tahanan dalamnya 0.172 ohm.

Harga arus dan Emf induksi :


V+ (l+V/100) x0.24 = 250 ...(1) (geenrator 1)
V +( I+V/100) x 0.12 = 248 ..(1) (generator 2)
Juga IL = l +l +lb = 40...(3)
Maka ( l+ V/100) x 0.12= 2 ..(4)
Masukan ke pers 2

V+2 = 248 jadi v = 246 volt

Masukan harga v pada pers 4


(l+246/100) x0,12= 2
Jadi l = 50/3 -2,46 = 14,2 amp

Dari per 3 diperoleh


Ib = 40 –(2x14,2) = 11,6 amp

Jatuh tegangan di dalam batery = 11,6 x 0,172 = 2volt

Jadi Eb = 246+2 = 248 volt


Eb = EMF dari batery

41. dua buah generator A dan B dihubungkan bersama ke suatu beban. A mempunyai
EMF 400v tetal dan tahanan dalam 0.25 ohm. Sedangkan B mempunyai EMF 410v
tetal dan tahanan dalam 0.4 ohm. Hitunglah arus dan keluaran day dari masing
masing generator jika tegangan beban 390v. Berapa arus dan daya dari masing
masing tegangan terminal jika beban intainya dibuka

Jika tegangan terminal ati tegangan keluaran = 390 volt


Maka :
Beban yang disediakan oleh A = (400-390/0.25= 40 ampera
Beban yang disediakan B = (410-390 /0.4= 50 amp

(a)

41
Keluaran daya dari A = 40 X 390 = 15,6 Kw.
Keluaran daya dari B = 50 X 390 = 19,5 Kw.
Jika untai beban di buka sebagaimana gambar (b), maka kedua generator adalah
terhubung seri. Dan tegangan dari untainya = 410 – 400 = 10 volt; tahanan total =
0,4 + 0,25 = 0,65 ohm.
10
Jadi arus yang mengalir = 0,65 = 15,4 Amp.

Tegangan terminal = 400 + (15,4 X 0,25)


= 403,8 volt.
42. Dua buah generator kompoun A dan B dicocokkan dengan suatu bar perataan,
persediaan arus beban total 500 Amp. Data-data pada mesin adalah :
A B
Tahanan jangkar (ohm) ........... 0,01 0,02
Belitan seri (ohm) ................... 0,004 0,006
EMF yang dibangkitkan (volt) 240 244
Hitunglah :
(a) Arus dalam setiap jangkar.
(b) Arus dalam setiap belitan seri.
(c) Aliran arus dalam bar perata.
(d) Tagangan bus-bar. Arus shunt dapat diabaikan.
Penyelesaian :

Ambil V = tegangan bus-bar.


V tegangan antara bus-bar perata dan negatip.
i1 , i2 = arus jangkar dari generator-generator.
i1 + i2 = 500.

42
240 −𝑉 244−𝑉
Atau + = 500
0,01 0,02
244−𝑉
240 – V + =5
2

480 – V + 244 – V = 10
3V = 480 + 244 – 10 = 714.
714
Jadi V = = 238 volt.
3
240−238
(a) Jadi i1 = = 200 𝐴𝑚𝑝.
0,01
240−238
i2 = = 300 𝐴𝑚𝑝.
0,02
1 1
(b) Arus total 500 amp bercabang dua dengan perbandingan 0,004 : 0,006 = 3 : 2.
3
Maka arus yang mengalir pada belitan seri generator A = 5 x 500 Amp 300 Amp.
2
Yang mengalir pada belitan seri B : = 5 x 500 Amp. = 200 Amp.

(c) Jelas bahwa arus 100 amp mengalir dalam Barperataan dari C ke D. Karena itu arus
yang mengalir dari jangkar penerator A hanya i1 = 200 Amp, dan yang 100 Amp dari
genarator B melalui bus-bar perata; dengan demikian arus yang mengalir pada
belitan seri generator A = 300 Amp.
(d) V = v – jatuh tegangan dalam belitan seri
= 238 – (300 X 0,004) = 236,8 volt.
43. Dua buah generator dc shunt yang identik : 60 kw dan 300 volt mempunyai
tegangan regulasi 10%. Salah satu dari generator tersebut memberikan 0,5 beban
kerja pada tegangan terminal 315 volt sedangkan generator yang satu di “floating”.
Hitunglah :
(a) Daya total yang diberikan untuk tegangan rel 315 volt.
(b) Daya terbesar yang dapat diberikan tanpa mencapai rating dari generator yang
mula-mula dan daya yang di berikan oleh masing-masing generator.
Penyelesaian :
𝐸𝑎−𝑉
(a) VR = ; VR = Tegangan Regulasi.
𝑉
𝐸𝑎−300
0,1 = 300

Ea = 30 + 300 = 330 volt.

43
𝑃𝑜 60000
IL = = = 200 Amp.
𝑉 300
𝐸𝑎 −𝑉 330−300
Ra = = = 0,15.
𝐼𝐿 200

Arus yang mengalir dari masing-masing generator :


𝐸𝑎𝐴 − 𝑉𝐿 330−315
IA = = = 100 Amp.
𝑅𝑎 0,15

IB = 0 karena di “floating”.
Arus yang mengalir ke beban.
IL = IA + IB = 100 + 0 = 100 Amp.
Daya total : P = VL IL = 315 X 100 = 31500 watt
= 31,5 Kw.
(b) V = VL = 300 volt, untuk mendapat daya trbesar dari genarator.
315−300
IA = = 100 Amp.
0,15
330−300
IB = = 200 Amp.
0,15

IL = IA + IB = 100 + 200 = 300 Amp.


Daya terbesar : Pmax = VLIL
= 300 X 300 = 90000 watt.
= 90 Kw.
Daya yang berasal dari :
Generator A :
PA = IAVL = 100 X 300 = watt.
= 300 Kw.
Generator B :
PB = IBVL = 200 X 300 = 60000 watt.
= 60 Kw.
44. Dua buah generator shunt bekerja paralel :
Generator A : 12 Kw, 120 volt, 1800 rpm, VR 6%.
Generator B : 6 Kw, 120 volt, 1100 rpm, VR 8%.
Pada kondisi ini tegangan pada beban nol = 130 volt.
Tentukanlah :

44
(a) Arus yang harus diberikan oleh masing-masing generator, apabila beban
memerlukan arus 120 ampere.
(b) Kw yang diberikan pada beban dan Kw yang diberikan masin g-masing
generator.
Penyelesaian :
130− 𝑉𝐹𝐿
(a) Generator A : 0,06 = 𝑉𝐹𝐿
130 130
VFL = 1+0,06 = 1,06 = 122,6 volt
130−𝑉𝐹𝐿
Generator B : 0,08 = 𝑉𝐹𝐿
130 130
VFL = = = 120,4 volt.
1+0,08 1,08

jadi :
12000
( IFL ) A = = 97,9 Amp.
122,6
6000
( IFL ) B = 120,4 = 49,8 Amp.

Dari data diatas,dapat digambarkan karakteristik dari generator-generator


tersebut :

IA + IB = 120 Amp...........(1)
V diperoleh dari grafik karakteristik,yaitu secara geniometri :
130−𝑉
IA = 130−122,6 x 97,9 = 10,2 (130 – V ). (2)
130−𝑉
IB = 130−120,4 x 49,8 = 5,2 (130 – V ). (3)

Maka : 10,2 (130 – V) + 5,2 (130 –V) = 120.


15,4 (130)− 120
V= = 122,2 volt.
15,4

45
Jadi: IA = 10,2 (130 – 122,2) = 79,44 Amp.
IB = 5,2 (130 – 122,2) = 40,56 Amp.
(b) PL = V IL
= 122,2 . 120 = 14664 watt =14,7 Kw
(PL)A = V . IA = 122,2 x 79,44 = 9707,51 watt
(PL)B = V . IB = 122,2 x 40,56 = 4956,45 watt.
= 5 Kw.
45. Sebuah generator shunt 36 Kw, 280 volt; tegangan jangkar pada keadaan rated : 295
volt dengan penguatan medan 2 ampere.
Tentukan :
(a) Tahanan lilitan jangkar.
(b) Tahanan lilitan medan.
Peneyelesaian :
𝑃𝑂 36000
(a) IL = = = 128,57 ampere.
𝑉 280

Ia = IL + Ish = 128,57 + 2 = 130,57 ampere.

Ea = V + Ia Ra
Ea = 280 + 130,57 Ra
295 = 280 + 130,57 Ra
295−280
Ra = = 0,1149 ohm
130,57
𝑉 280
(b) Rsh = 𝐼 = = 140 ohm
𝑠ℎ 2

46. Dua buah generator dc bekerja paralel dengan beban satu ohm.
Generator A membangkitkan tegangan 120 volt dan mempunyai tahanan jangkar
o,1 ohm. Generator B membangkitkan tegangan 125 volt. Dengan tahanan jangkar
0,05 ohm. Jika arus medan turun tegangan sikat dan turun tegangan reaksi jangkar
diabaikan untuk setiap generator;

46
Tentukanlah:
(a)Arus yang diambil dari tiap-tiap generator ke jala-jala.
(b) Tegangan terminal jala-jala.
Penyelesaian :
(a) Harus memenuhi hubungan :
VL = 𝐸𝑎𝐴 - 𝐼𝑎𝐴 𝑅𝑎𝐴 = 𝐸𝑎𝐵 - 𝐼𝑎𝐵 𝑅𝑎𝐵
120 – (0,1) 𝐼𝑎𝐴 = 125 – (0,05) 𝐼𝑎𝐵 - 0,1 𝐼𝑎𝐴 +
0,05 𝐼𝑎𝐵 = 125 – 120 = 5.
0,2 𝐼𝑎𝐴 + 0,1 𝐼𝑎𝐵 = 10
𝐼𝑎𝐵 = 100 + 2 𝐼𝑎𝐴 ....................................... (1)
VL = IL RL = 𝐸𝑎𝐴 - 𝐼𝑎𝐴 𝑅𝑎𝐴 ........................ (2)
IL = 𝐼𝑎𝐴 + 𝐼𝑎𝐵 ................................... (3)
120 – 0,1 𝐼𝑎𝐴 120 – 0,1 𝐼𝑎𝐴
(2) ─ IL = =
𝑅𝐿 1

IL = 120 – 0,1 𝐼𝑎𝐴 ............................. (4)


Dari persamaan (1), (3) dan (4) :
120 – 0,1 𝐼𝑜𝐴 = 𝐼𝑜𝐴 + 100 + 2 𝐼𝑎𝐴
3.1 𝐼𝑎𝐴 = 20
20
𝐼𝑎𝐴 = 3,1 = 6,45 Ampere.

𝐼𝑎𝐵 = 100 + 2 x 6,45


𝐼𝑎𝐵 = 112,9 Ampere.
(b) IL = 𝐼𝑎𝐴 + 𝐼𝑎𝐵 = 6,45 + 112,9 = 119,35 Ampere.
IL = Arus yang mengalir ke beban dari jala-jala.
Jadi tegangan terminal jala-jala :
VL IL RL = 119,35. 1 = 119,35 volt.
47. Sebuah generator shunt dc 25 Kw,250 volt, diberi penguatan terpisah dalam
menetukan turunan tegangan reaksi jangkar dengan tahanan jangkar 0,1235 ohm.
Jatuh tegangan pada sikat 2 volt.
Tentukanlah :
(a) Jatuh tegangan pada lilitan jangkar pada kondisi beban penuh.

47
(b) Jatuh tegangan karena reaksi jangkar apabila pada beban nol tegangan 270 volt.
Penyelesaian :

𝑃𝑂
(a) Ia = IL = 𝑉
25000
=
250

Ia = 100 ampere.
Jatuh tegangan pada lilitan jangkar
Ia Ra = (100) (0,1) = 100 volt.
(b) Ea = V + Ia Ra + Vsi + VAR
VAR = jatuh tegangan karena reaksi jangkar.
VAR = Ea – V - Ia Ra - Vsi
= 270 – 250 – 10 – 2 = 8 volt.

48. Sebuah generator dc shunt berkutup 4 buah, mempunyai 16 saluran disekeliling


angker. Didalam tiap saluran terdapat 4 sisi kumparan,tiap kumparan terdiri atas 8
llitan kawat yang penampang nya 6 mm2,panjang 8 m.
Untuk kumparan penguat dihubung seri setiap kutup dengan panjang 500 m per
kutup, penampang 1 mm2.
Tahan jenis penghantar 0,02, rapat arus 4,5 ampere/mm2 putaran rotor 1200 rpm
dan menghasilkan Ø = 2 x 106 maxwel.
Tentukanlah :
(a) Tenaga listrik PO yang dapat dihasilkan generator.
(b) Tenaga penggerak Pi dari generator, jika η = 80 %.
(c) Tegangan lamel rata-rata.
Penyelesaian :

48
Banyakmya sabang paralel:
2a = 2, maka a = 1
2p = 4, maka p = 2
Ø𝑧 𝑛 𝑝
Ea = x 10-8 volt.
60𝑎

Ea = V + IaRa

16 saluran = 16 x 4 sisi kumparan


= 64 sisi kumparan.
64
= kumparan 32 kumparan
2

= 32 x 8 belitan = 256 belitan.


= 256 x 2 = 512 batang.
Maka z = 512 batang.
(2 x 106 ) (512) (1200)2 x 10−8
Jadi Ea = 1 .60
(2) (512)(12)2
= 60
(4)(512)
= = 409,6 volt.
5

Arus cabang : 4,5 x 6 = 27 Ampere.


Ia = 2 x 27 Ampere = 54 Ampere
32 kumparan, dalam tiap cabang :
32
= 16 kumparan; tiap kumparan 8 m,
2

maka panjang penghantar/jabang = 16 x 8 m.


𝜌 128 𝑋 0,02
Tahanan per cabang : ra = 𝐴 = = 0,427 ohm
6

49
rₐ 0,427
Tahanan jangkar Rₐ = = = 0.21 ohm
2 2
V = Eₐ - Iₐ Rₐ
= 409,6 – 54 x 0,21 = 398,26 volt.

4 kutub panjang konduktor :


4 x 500 m = 2000 m.
Tahanan kumparan penguat :
𝜚𝜌 2000 X 0,002
R sh = = = 40 ohm.
𝐴 1
V 398,26
Ish = = = 9,96 ampere.
Rsh 40

IL = Iₐ - Ish = 54 – 9,96 = 44,04 ampere.


Jadi :
(a) Pₒ = V IL = (398,26) (44,04)
= 17539, 37 watt = 12, 54 Kw.
Pₒ
(b) η = , tegangan pi tenaga mekanik
pi
Pₒ
Pᵢ = ; η = 80 % = 0,8.
η

17,54
pᵢ = = 21,925 Kw.
0,8

2 р Eₐ
(c) Tegangan lamel rata-rata : K

K = banyaknya lamel = banyaknaya kumparan


Eₐ = 409,6 volt
2p =4
K = 32 = jumlah kumparan jangkar.
Jadi tegangan lamel rata-rata ;
4 x 409,6
= = 51,2 volt
32

49. OCC (curve circuit terbuka) dari sebuah generator dc shunt yang dijadikan pada
kecepatan 1000 rpm, dengan data sebagaiu berikut :
Untai terbuka : 52,5 107,5 155 196,5 231 256,5 275 287,5 volt
IF :1 2 3 4 5 6 7 8
Tafsir tegangan yang akan dibangkitkan jika kecepatan 800 rpm dantahanan medan
shut 30 ohm.

50
Penyelesaian :

OOC untuk 1000 rpm dapat digambar sesuai dengan data. Garis OA untak tahanan
30 ohm. Kita akan peroleh E = 150 volt. Maka koordinatnya : 5 Amp dan 150 volt
atau B (5 Amp, 150 volt). Kemudian kita hubungkan titik asal 0 (0,0) dan B, maka
diperoleh garis tahanan 30 ohm. Akan memotong OCC di A. Ordinat titik A = 30
volt = OM, merupakan harga maximum tegangan yang dibangkitkan oleh mesin
dengan tahanan 30 ohm dalam medan shunt dan kecepatan 1000 ppm.
Gambar pada OCC pada 800 rpm, dengan menghitung tegangan pada arus yang
sama dengan OCC pada 1000 rpm, yaitu harga tegangan pada arus yang sama
dikalikan dengan perbandingan kecepatan, yaitu :
N₁
E₂ = N₂ . E₁

800
E₂ = 1000 E₁ = 0,8 E₁ → E₂ = 0,8 E₁

E₁ = tegangan untuk OCC 1000 rpm

E₂ = tegangan untuk OCC 800 rpm

E₁ : 40 50 60 70 80 100 150 200 250


300 volt

E₂ : 32 40 48 56 64 80 120 160 200


240 volt
Setelah OCC 800 rpm digambar, memotong garis tahanan 30 ohm pada titik C =
ON = 230 volt. Jadi EMF yang dibangkitkan mesin pada 800 rpm dengan tahanan
medan 30 ohm maximum 230 volt.
50. curve mnagnetisasi pada kecepatan 800 rpm dari generator dc shunt 4 kutub,220
volt dengan 576 penghantar, jangkar jelitan jerat, diberi data sebagai berikut :

51
IF (Amp) : 0 0,5 1 2 3 4 5
EMF (volt) : 10 50 100 175 220 245 262
(a) Jika tahanan untai medan 75 ohm hitunglah :
(i) Kecepatan mesin yang pasti gagal memberi rangsangan (penguatan).
(ii) Fluksi per kutub jika beda potensial untai terbuka 250 volt.
(b) Berapa sisa fluksi dalam kutub-kutub.
Penyelesaian :

Sesuai dengan data diatas, maka OCC dapat digambarkan


OA = garis 75 ohm.
OT = tangensial curve
Suatu garis BC tegak lurus sumbu IF memotong garis OA dan OT berturut-turut di
titik D dan B.
NC D
(a) (i) = BC
N C

NC 150 150
800
= 194 : jadi N𝐶 = 800 x 194 = 620 = rpm

= kecepatan kritis.
(ii) pakai hubungan :

ø ẕ𝑁 P
E= ( ) volt
60 a

ø x 576 4
225 = ( ) volt
60 4

60 x 225
Jadi ø = 80 x 570 = 29,3 x 10-3 wb.

= 29,3 m wb.

52
(b) Jika tidak ada penguatan, maka EMF induksi dari fluksi sisa = 10 volt. (diberikan
pada tabel). Maka persamaan pada (ii) berlaku lagi, yaitu :
ø x 576 x 800 4
10 = x( 4 )
60

60 x 10
Jadi ø = 576 x 800 = 1,3 . 10-3 wb.

= 1,3 m-wb.

53
SOAL-SOAL BAB I.

1. Sebuah generator kompoud shunt-pendek 4 kutub, mempunyai tahanan jangkar, tahanan


shunt dan tahanan medan seri berturut- turut 0,4 ohm, 160 ohm dan 0,2 ohm.
Jangkar adalah terhubung jerat dengan 440 penghantar dan dijalankan pada 600 rpm.
Hitunglah fluksi per kutub apabila mesin mengalirkan arus 120 Amp pada 400 volt.
Jawab : 0,108 wb

2. Sebuah generator dc shunt, 4 kutub, belitan jerat, mempunyai fluks per kutub 0,07 wb.
Belitan jangkar terdiri dari 220 lilitan masing-masing tahanan 0.004 ohm. Hitunglah
tegangan terminal apbila dilajankan pada 900 rpm dengan arus jangkar 50 Amp.
Jawab : 459 volt

3. Sebuah generator dc, berbelitan jerat, 8 kutub, menghasilkan EMF 500 volt pada 400
rpm. Kutub-kutub mempunyai luas 10 inci kwadrat dan rapat fluks rata-rata
0,5 m-wb/inci-kwadrat. Hitunglah EMF antara sikat-sikat.
Jawab : 250 volt

4. Sebuah mesin dc, dengan jangkar 6 kutub, mempunyai belitan gelombang dengan 664
penghantar. Hitunglah EMF yang dibangkitkan apabila fluks per kutub 60 m-wb dan
kecepatan 250 rpm. Pada kecepatan berapa jangkar harus dijalankan agar mesin dapat
membangkit EMF 550 volt, jika fluks per kutub diturunkan menjadi 58 m-wb.
Jawab : 498 volt; 286 rpm

5. Sebuah genetaror dc dengan bilitan jerat, 8 kutub, mempunyai 120 slot dengan 4
penghantar per slot. Jika setiap penghantar membawa arus 250 Amp dan fluks per kutub
0,05 wb, hitung kecepatan generator untuk dapat menghasilkan tegangan untai terbuka
(beban nol) 240 volt. Jika tegangan jatuh ke 220 volt pada beban penuh, tentukanlan
“rated” keluaran dari mesin.
Jawab : 600 volt; 440 Kw.

6. Sebuah generator shunt, 110 volt, mempunyai arus beban penuh 100 Amp, tahanan
medan shunt 55 ohm dan rugi-rugi tetap 500 watt. Jika effisiensi pada beban penuh 88%,
tentukan tahanan jangkar. Anggap bahwa tegangan tetap pada 110 volt, hitung effisiensi
pada separuh beban penuh dan pada 50% beban-lebih (“over-load”). Tentukan arus beban
sehubungan dengan effisiensi maximum.
Jawab : 0,078 ohm; 85,8 % ; 96,2 Amp.

54
7. Generator-generator dengan penguatan terpisah dihubung paralel dan mensupli beban
total 200 Amp, mesin-mesin mempunyai tahanan untai 0,05 ohm dan 0,10 ahm dan EMF
induksinya berturut-turut : 425 volt dan 440 volt. Tentukan : tegangan terninal, arus dan
daya keluaran dari setiap mesin. Effek reaksi jangkar diabaikan.
Jawab : 423,3 volt; 33,3 Amp; 14,1 Kw; 166,7 Amp; 70,6 Kw
8. Karakteristik luar dari dua generator dc shunt A dan B adalah berupa garis lurus atas
daerah kerja antara beban nol dan beban penuh.

Generator A Generator B
Beban-nol Beban-penuh Beban-nol Beban-
penuh
Teganga terminal (volt) 400 360 420 370

Arus beban (Amp) 0 80 0 70

Tentukan tegangan terminal bersama dan arus keluaran dari setiap mesin generator
apabila arus beban total yang dibagi adalah 100 Amp.
Jawab : 57,7 Amp; 42,3 Amp; 378,8 volt.

9. Dua buah generator shunt bekerja paralel, masing masing mempunyai tahanan janakar
0.02 ohm. Arus beban gabungan 2500 Amp. Jika mesin berturut-turut membangkitkan
EMF : 560 volt dan 550 volt, hitunglah tegangan bus-bar dan keluaran dalam Kw dari
setiap mesin.
Jawab : 530 volt; 795 Kw; 530 Kw.

10. Dua buah generator A dan B masing-masing mempunyai tahnan jangkar dan medan
berturut-turut : 0,05 ohm dan 50 ohm, bekerja paralel dengan mensupli beban total 400
Amp. Hitunglah tegangan terminal dan pembagian mesin, jika EMF induksi berturut-
turut 240 volt dan 237 volt.
Jawab : 228,8 volt; 230 Amp, 170 Amp.

11. Suatu beban dari 250 Kw disupli dari station-tenaga yang mempunyai dua buah generator
dc : yang pertama dengan “rated” 125 Kw dan yang lainnya 125 Kw. Pengaturan
tegangan mesin pada beban penuh berturut-turut 4% dan 3%; tegangan untai terbuka
(“open-circuit”) 220 volt. Hitunglah pembagian beban dari masing-masing mesin.
Anggap bahwa hubungan antara beban dan tegangan terminal dari kedua mesin adalah
berupa garis lurus.
Jawab : 82,7 Kw; 162,8 Kw.

55
12. Gambar kurve tegangan-terminal/ arus-beban untuk suatu generator shunt dan jelaskan
tentang bentuknya. Apabila dijalankan pada kecepatan 1000 rpm, diberikan data-data
sebagai berikut :
Tegangan terminal (volt) : 28 55 76 91 100 105
Arus medan (Amp) : 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 6,0

Tahanan jangkar 0,2 ohm.


Apabila generator dijalankan pada 12oo rpm dan tahanan medan total 22 ohm, tentukan :
(a) Tegangan sehinggan mesin akan (“build-up”) pada beban nol.
(b) Arus jangkar maximum dari generator yang dapat disupli dan tegangan terminal pada
kondisi ini.

Abaikan efek reaksi jangkar dan rugi tegangan pada sikat-sikat.

Jawab : (a) 125 volt; (b) 126,5 Amp; 63 volt


13. Kurve untai terbuka (“open-circuit”) dari sebuah generator apabila diberi penguatan-
terpisah dan dijalankan pada 100 rpm adalah diberi data sebagai berikut :
Volt untuk terbuka : 56 112 150 180 200 216 230
Arus medan : 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5
Jika generator dihubungkan shunt pada 1100 rpm dengan tahanan medan total 80 ohm,
tentukanlah :
(a) EMF beban nol
(b) Keluaran apabila tegangan terminal 200 volt dan tahanan jangkarnya 0,1 ohm
(c) Tegangan terminal dari generator apabila memberikan arus keluaran maximum.
Abaikan reaksi jangkar dan rugi kontak singkat.

Jawab : 236 volt; 200 Amp; 460 Amp; 150 volt (pendekatan).

14. Hasil test beban suatu generator dc seri adalah sebagai berikut :
Arus beban (Amp) :0 2 4 6 8 10 12 14
Tegangan terminal (volt) :2 55 96 120 135 142 144 143
Gambar karakteristik ini dan tentukan pendekatan harga dari tahanan kritis untuk mesin
ini.
Jawab : 27,5 ohm.

15. Sebuah generator dc mempunyai tahanan jangkar 0,1 ohm dan karakteristik untai terbuka
pada 800 rpm diperoleh apabila diberi penguatan terpisah, dengan hasil sebagai berikut :
Arus medan (Amp) : 0,5 1 1,5 2 2,5 3
EMF (volt) : 70 118 155 186 211 232
Generator dijalankan sebagai mesin shunt pada 1000 rpm.
(a) Tentukanlah tahanan total pada untai medan untuk memperoleh EMF 250 volt pada
beban nol.
56
(b) Hitung tegangan terminal dan arus medan apabila arus jangkar 80 Amp.

Jawab : (a) 111,1 ohm; (b) 233 volt; 2,1 Amp

16. Sebuah dinamo 4 kutub pada 100 rpm, mempunyai jangkar belitan jerat dengan 720
penghantar dan fluksi pada beban nol 40 m wb. Tahanan jangkar 0,2 ohm. Tentukan beda
potensial terminal apabila arus jangkar 120 Amp dan reaksi jangkar menurunkan fluksi
3%.
Jawab : 440 volt.

17. Karakteristik untai terbuka dari sebuah generator shunt, apabila dijalankan pada
kecepatan normal adalah sebagai berikut :
Arus medan (Amp) : 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5
Untai terbuka (volt) : 54 107 152 185 210 230 240
Tahanan dari untai jangkar 0,1 ohm. Harus diberikan reaksi jangkar dengan arus medan
efektif diberikan oleh hubungan Ish (eff) = Ish ˗ 0,003 Iₐ Tentukan tahanan untai
medan shunt apabila harus memberi tegangan terminal 220 volt pada kecepatan normal :
(a) Pada untai terbuka
(b) Pada keadaan berbeda dengan arus beban 100 Amp.

juga tentukan :

(c) Jumlah dari lilitan seri untuk arus sehubungan pada 220 volt dengan arus jangkar 100
Amp, mengambil jumlah lilitan shunt per kutub 1200.
(d) Jumlah dari lilitan seri untuk yang dihubung kompound-lebih, dengan memberikan
tegangan terminal 220 volt pada beban nol dan 230 vplt dengan arus jangkar 100
Amp.

Jawab : (a) 80 ohm; (b) 66 ohm; (c) 6,8 lilitan; (d) 9,1 Amp.

-oo0oo-

57
58