Anda di halaman 1dari 11

KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN:

KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL DENGAN


SESAMA PERAWAT

KELOMPOK 3

DWI NUR ARIYANTO (04021381722043)


YUNIAR AYU LESTARI (04021381722044)
IZZAH KHOIRUNISSA (04021381722047)
ADHAWIYAH AZIZA (04021381722048)

DOSEN PENGAMPU:

HERLIAWATI, S. KEP., NS., M. KEP

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2017/2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan kekuatan
yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang
Komunikasi Efektif dalam Hubungan Interpersonal dengan Sesama Perawat. Makalah ini
merupakan salah satu tugas dalam bidang studi Komunikasi dalam Keperawatan.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu melalui bimbingan, dukungan, motivasi, dan doa dalam menyelesaikan makalah
ini terutama kepada Ibu Herliawati, S. Kep., Ns., M. Kep selaku dosen Komunikasi dalam
Keperawatan yang telah banyak memberikan saran dan bimbingan kepada kami sejak awal
penulisan sampai dengan selesainya makalah Komunikasi dalam Keperawatan ini.

Kami juga menyadari akan adanya keterbatasaan didalam makalah ini. Namun kami
berharap kiranya dapat diambil manfaatnya karena segala sesuatu yang tertulis didalam
makalah ini merupakan pengalaman lapangan.

Demi untuk memperbaiki penulisan ini kami berharap dan lapang dada untuk
menerima saran dan kritikan yang bersifat membangun.

Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih, semoga tulisan ini bermanfaaat bagi
para pembaca.

Indralaya, 14 Februari 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

halaman
HALAMAN JUDUL ............................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................................................... 1
1. Apa pengertian dari komunikasi? ........................................................................................... 1
2. Apa saja prinsip-prinsip komunikasi? ..................................................................................... 1
3. Apa saja komponen-komponen dalam komunikasi?............................................................... 1
4. Apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi? ................................................................. 1
5. Bagaimana hubungan komunikasi antara perawat dengan perawat? ...................................... 1
C. Tujuan ......................................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 3
A. Pengertian Komunikasi ............................................................................................................... 3
B. Prinsip-prinsip komunikasi ......................................................................................................... 3
C. Komponen-komponen dalam Komunikasi ................................................................................. 4
D. Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi.................................................................................... 4
1. Situasi/suasana ........................................................................................................................ 4
2. Kejelasan pesan ....................................................................................................................... 5
E. Komunikasi Efektif Hubungan Interpersonal Antara Dengan Sesama Perawat ......................... 5
BAB III ................................................................................................................................................... 7
PENUTUP .............................................................................................................................................. 7
A. Kesimpulan ................................................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di Indonesia ada berbagai macam profesi dalam kesehatan. Profesi tersebut
juga mengakibatkan banyaknya institusi kesehatan, diantaranya dokter, bidan, ahli
gizi, kesehatan masyarakat, radiologi, teknobiomedik, farmasi, analis kesehatan, dan
perawat. Semua profesi tadi diwajibkan saling bekerjasama dalam menjalankan
profesionalitas profesinya masing-masing.
Perawat merupakan satu dari banyaknya profesi kesehatan yang ada. Semua
profesi kesehatan yang ada tentu memiliki visi yang sama yakni terwujudnya
pelayanan kesehatan yang prima. Namun dalam pelaksanaannya perawat tidak
sendirian.Perawat ditemani oleh dokter, analis kesehatan, tim kesehatan masyarakat,
analis kesehatan, ahli gizi, radiologi dan lainnya.
Kemudian bagaimana caranya supaya tugas antar profesi keperawatan dapat
berjalan secara harmonis dan pelayanan kesehatan menjadi maksimal? Kolaborasi
pendidikan dan praktik antar profesi kesehatan tentunya sangat dibutuhkan. Semua
jenis profesi harus mempunyai keinginan untuk berkolaborasi. Perawat, bidan, dokter,
dan semua profesi lain merencanakan dan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya di
bangku pelajar. Ketergantungan antar profesi pun dapat tetap ada asalkan dalam
batas-batas lingkup praktik yang sesuai dengan aturan yang ada.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari komunikasi?

2. Apa saja prinsip-prinsip komunikasi?

3. Apa saja komponen-komponen dalam komunikasi?

4. Apa saja faktor yang mempengaruhi komunikasi?

5. Bagaimana hubungan komunikasi antara perawat dengan perawat?

1
C. Tujuan

Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah:


1. Memahami arti dari komunikasi;
2. Memahami prinsip-prinsip komunikasi;
3. Memahami komponen-komponen dalam komunikasi;
4. Memahami faktor yang mempengaruhi komunikasi;
5. Memahami komunikasi efektif dalam hubungan interpersonal dengan sesama
perawat.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku
dan memungkinkan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia
sekitarnya. Nursalam (2007) menyatakan, komunikasi juga merupakan
suatu seni untuk dapat menyusun dan menghantarkan suatu pesan dengan cara
yang mudah sehingga orang lain dapat mengerti dan menerima maksud dan
tujuan pemberi pesan Menurut Potter dan Perry (1993), komunikasi terjadi
pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal, interpersonal dan publik. Makalah ini
difokuskan pada komunikasi interpersonal yang terapeutik. Komunikasi
interpersonal adalah interaksi yang terjadi antara sedikitnya dua orang atau
dalam kelompok kecil, terutama dalam keperawatan. Komunikasi
interpersonal yang sehat memungkinkan penyelesaian masalah, berbagai ide,
pengambilan keputusan, dan pertumbuhan personal.

B. Prinsip-prinsip komunikasi
Adapun prinsip-prinsip komunikasi terapeutik menurut Carl Rogers yaitu:
1. Perawat harus mengenal dirinya sendiri.
2. Komunikasi harus ditandai dengan sikap saling menerima, percaya, dan
menghargai.
3. Perawat harus memahami, menghayati nilai yang dianut oleh pasien.
4. Perawat harus menyadari pentingnya kebutuhan pasien, baik fisik maupun
mental.
5. Perawat harus dapat menciptakan suasana yang nyaman dan aman bagi
pasien.
6. Kejujuran dan terbuka.
7. Mampu sebagai role model.
8. Altruisme.
9. Bertanggung jawab.

3
C. Komponen-komponen dalam Komunikasi
a. Sender (pemberi pesan): individu yang bertugas mengirimkan pesan.
b. Receiver (penerima pesan): seseorang yang menerima pesan. Bisa
berbentuk pesan yang diterima maupun pesan yang sudah
diinterpretasikan.
c. Pesan: informasi yang diterima, bisa berupa kata, ide atau perasaan. Pesan
akan efektif bila jelas dan terorganisir yang diekspresikan oleh si pengirim
pesan.
d. Media: metode yang digunakan dalam pesan yaitu kata, bisa dengan cara
ditulis, diucapkan, diraba, dicium.Contoh: catatan atau surat adalah kata;
bau badan atau cium parfum adalah penciuman (dicium), dan lain-lain.
e. Umpan balik: penerima pesan memberikan informasi/ pesan kembali
kepada pengirim pesan dalam bentuk komunikasi yang efektif. Umpan
balik merupakan proses yang kontinue karena memberikan respons pesan
dan mengirimkan pesan berupa stimulus yang baru kepada pengirim pesan.

D. Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi


1. Situasi/suasana
Situasi/suasana yang hiruk pikuk atau penuh kebisangan akan
mempengaruhi baik/tidaknya pesan diterima oleh komunikan,suara bising
yang diterima komunikan saat proses komunikasi berlangsung membuat
pesan tidak jelas, kabur, bahkan sulit diterima.Oleh karena itu, sebelum
proses komunikasi dilaksanakan, lingkungan harus diciptakan sedemikian
rupa supaya tenang dan nyaman.Komunikasi yang berlangsung dan
dilakukan pada waktu yang kurang tepat mungkin diterima dengan kurang
tepat pula.Misalnya,apabila perawat memberikan penjelasan kepada orang
tua tentang cara menjaga kesterilan luka pada saat orang tua sedang
sedih,tentu saja pesan tersebut kurang diterima dengan baik oleh orang tua
karena perhatian orang tua tidak berfokus pada pesan yang disampaikan
perawat,melainkan pada perasaan sedihnya.

4
2. Kejelasan pesan
Kejelasan pesan akan sangat mempengaruhi keefektifan komunikasi.
Pesan yang kurang jelas dapat ditafsirkan berbeda oleh komunikan
sehingga antara komunikan dan komunikator dapat berbeda persepsi
tentang pesan yang disampaikan. Hal ini akan sangat mempengaruhi
pencapaian tujuan komunikasi yang dijalankan. Oleh karena
itu,komunikator harus memahami pesan sebelum menyampaikannya pada
komunikan, dapat dimengerti komunikan dan menggunakan artikulasi dan
kalimat yang jelas.

E. Komunikasi Efektif Hubungan Interpersonal Antara Dengan Sesama


Perawat
Dalam memberikan pelayanan keperawatan pada klien komunikasi
antar tenaga kesehatan terutama sesama perawat sangatlah penting.
Kesinambungan informasi tentang klien dan rencana tindakan yang telah,
sedang dan akan dilakukan perawat dapat tersampaikan apabila hubungan atau
komunikasi antar perawat berjalan dengan baik.
Hubungan perawat dengan perawat dalam memberikan pelayanan
keperawatan dapat diklasifikasikan menjadi hubungan profesional, hubungan
struktural dan hubungan intrapersonal.
Hubungan profesional antara perawat dengan perawat merupakan hubungan
yang terjadi karena adanya hubungan kerja dan tanggung jawab yang sama
dalam memberikan pelayanan keperawatan.
Hubungan sturktural merupakan hubungan yang terjadi berdasarkan jabatan
atau struktur masing- masing perawat dalam menjalankan tugas berdasarkan
wewenang dan tanggungjawabnya dalam memberikan pelayanan keperawatan.
Laporan perawat pelaksana tentang kondisi klien kepada perawat primer,
laporan perawat primer atau ketua tim kepada kepala ruang tentang
perkembangan kondisi klien, dan supervisi yang dilakukan kepala ruang
kepada perawat pelaksana merupakan contoh hubungan struktural.
Hubungan interpersonal perawat dengan perawat merupakan hubungan
yang lazim dan terjadi secara alamiah. Umumnya, isi komunikasi dalam

5
hubungan ini adalah hal- hal yang tidak terkait dengan pekerjaan dan tidak
membawa pengaruh dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya.

6
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam melaksanakan tugasnya, perawat tidak dapat bekerja tanpa
berkolaborasi dengan profesi lain. Profesi lain tersebut diantaranya adalah dokter,
ahli gizi, apoteker, dsb. Setiap tenaga profesi tersebut mempunyai tanggung jawab
terhadap kesehatan pasien. Bila setiap profesi telah dapat saling menghargai, maka
hubungan kerja sama akan dapat terjalin dengan baik. Selain itu perawat juga
mempunyai tanggung jawab dan memiliki untuk:
1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat baik
dalam memelihara kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun dalam
mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
2. Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan
pengalamannya kepada sesama perawat dalam rangka meningkatkan
kemampuan dalam bidang keperawatan.

7
DAFTAR PUSTAKA
Potter and Perry. 2006. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC

https://evilprincekyu.wordpress.com/2013/03/18/komunikasi-perawat-dengan-perawat/
diakses pada tanggal 14 Februari 2018

Anda mungkin juga menyukai