Anda di halaman 1dari 53

TEKNIK REAKTOR /BBTB-3033

Dr. Ir. Endang SR, MT


Jurusan Teknik Kimia Polban
September, 2017

1
Rencana Perkuliahan Teknik Reaktor BBTB-3033

Durasi • 14 – 16 minggu
kuliah:

• Reaktor kimia di industri dan Reaksi kimia


• Katalis
• Reaksi heterogen katalisis dan non katalisis
Materi:
• Latihan soal

• Ujian tulis: 35% UTS, 35% UAS; Tugas: 30%


Penilaian

2
PELAKSANAAN BELAJAR DG SISTEM SKS

3
Undang Perguruan Tinggi No12 Thn 2012 tentang
Pendidikan Tinggi
 Pasal 21 ayat 3
Program diploma 4 atau sarjana terapan
 Pasal 21 ayat 6
Lulusan program (D4) berhak menggunakan sarjana terapan
 Pasal 26 ayat 4
Gelar vokasi (D4) sarjana terapan.
 Pasal 28 ayat 5
Gelar akademik, gelar vokasi, atau gelar profesi dinyatakan
tidak sah dan dicabut oleh Perguruan Tinggi apabila karya
ilmiah yang digunakan untuk memperoleh gelar akademik,
gelar vokasi, atau gelar profesi terbukti merupakan hasil
jiplakan atau plagiat.
4
Buku Rujukan Buku Ajar Teknik Reaktor, TK Polban, 2010

Lievenspiel

Fogler

5
Buku Rujukan
1. Setterfield Ch. Practical Course of
1. Setterfield Heterogeneous Catalysis, Moscow,
Mir, 1984,
2. Chemical Industry 2. CIEC Promoting Science at the
Education Centre University of York, York, UK. 2016

1. Subagjo, 1. Bahan Kuliah Katalis, Subagjo, Lab TRK ITB


2. Endang SR 2. Buku Ajar Teknik Reaktor, TK Polban, 2010

6
Jenis Reaktor dan Mode Operasi
Umpan

Umpan Produk

Produk
(A). Reaktor partaian (B). Reaktor aliran sumbat (C). Reaktor tangki
berpengaduk aliran kontinyu

 Reaktor partaian: selalu tak tunak


 Reaktor aliran sumbat: tunak / tak tunak
 Reaktor berpengaduk aliran kontinyu: tunak / tak tunak
7
Reaktor PFR

Reaktor Batch/CSTR
Tugas 1, Cari:
1. ketentuan jarak paddle dg
dinding dasar reaktor dan dinding
Samping reaktor.
2. Rumusan hubungan rpm pengaduk dg power yg diperlukan
8
3. Referensi: Chemical Engineering Perry’s Handbook. 4. Uraian tulis tangan maks 1 hal.
Reaktor Batch
Reaktor Tubular (Pipa)
CIEC , York, UK, 2016
9
Continous Stirred Tank Reactor (CSTR)

CIEC , York, UK, 2016 CSTR, By kind permission of Total.

10
Loop Reactor, merupakan variasi dari CSTR, Tugas 2:
Utk polimerisasi etena, menggunakan katalis. 1. Cari tentang polietena dan kegunaan
2. Apa arti co-monomer 11
CIEC , York, UK, 2016
 Reaktor unggun tetap (fixed bed reactor) 1

12
 Reaktor unggun tetap (fixed bed reactor) 2

Reaktor Fixed Bed,


Utk reaksi katalitik reforming Tugas 3:
Nafta , menggunakan katalis The comparison of fluid upflow
Pt atau Pt-Rh berpenyangga and downflow fixed bed reactor
Alumina. performances
13
Reaktor Unggun Tetap 3
 Minimasi chanelling:
Rasio diameter kolom thd diameter partikel =
10 -20 .
 Karakter Plug flow terjaga pada:
Rasio panjang reaktor thd diameter katalis >
50
 Pressure drop (hilang tekanan) yg
diperbolehkan:
< 0.5 inch air/ft bed
Reaktor Unggun Tetap 4

Fasa Penggunaan Keuntungan Kerugian


1. Fasa gas- Reaksi fasa 1. Konversi tinggi per 1. Terjadi gradien
padat heterogen satuan massa katalis temperatur yg tidak
2. Fasa gas- non katalisis 2. Biaya operasi rendah dikehendaki
padat dan katalisis 3. Operasi kontinu 2. Kesulitan dlm
katalisis Pengendalian
temperatur
3. Dapat terjadi
chanelling
4. Kesulitan dlm service
dan pembersihan

150  LV0 1   
2
 7  LV02 1     D pVo 
PLaminar   PTurbulent   Nre =
Dp 
2 3  4 D  3  1   
 p 
 ∆P tot = ∆P laminer + ∆P turbulen (Persm. Ergun)
Apabila Qv rendah, ∆P turbulen diabaikan,
apabila Qv tinggi, ∆P laminer diabaikan 15
(= kecepatan superfisial)
 Reaktor unggun terfluidisasi (Fluidized Bed Reactor)

Reaktor Fluidized Bed, utk cracking oxykloroetan,


menggunakan katalis CuCl2 berpenyangga alumina CIEC , York, UK, 2016
16
Reaktor Fluidized Bed, utk cracking minyak-,
menggunakan katalis silika-alumina.

17
CIEC , York, UK, 2016
Perkembangan Pegerakan Padatan pada Fluidized Bed

18
 Reaktor Unggun Terfluidisasi (Fluidized Bed Reactor)

 Karakter reaktor unggun terfluidisasi = CSTR → well mixing

Jenis Fasa Penggunaan Keuntungan Kerugian


1. Gas-padat Reaksi fasa 1. Good mixing 1. Pengadukan yg
2. Gas-padat heterogen 2. Homogenitas kencang dapat
katalisis non katalisis temperatur merusak katalis dan
dan katalisis sangat baik terbentuk dust
3. Regenerasi katalis
katalis dapat
dilakukan scr
kontinu, dg loop
tambahan

19
Peran Reaktor di Pabrik Kimia

Reaktor adalah wadah untuk melangsungkan


reaksi.
Reaktor adalah “jantung” pabrik kimia.
Reaksi Kimia adalah “nyawa” Pabrik Kimia
Kinerja reaktor sangat menentukan ekonomi
pabrik.

20
Subagjo, Lab TRK ITB
Kinerja Reaktor

 Konversi
Selektivitas
Yield
Hilang tekan sepanjang reaktor, kadang-kadang
juga digunakan sebagai batasan kinerja reaktor.

150  LV0 1   
2

PLaminar 
D p 2 3

21
 Faktor-faktor yang Berpengaruh thd Kinerja
Reaktor
 Katagori Reaktor : tipe, bentuk dan ukuran
(lihat ulang TRK)
 Sifat Reaksi : 1).sifat termodinamika, 2).sifat
kinetik (lihat ulang TRK) dan 3).katalisis
 Sifat Peristiwa Fisik : perpindahan massa dan
perpindahan kalor
 Kondisi Operasi : konsentrasi, temperatur, pH,
tekanan dan laju alir (lihat ulang TRK)

22
 Faktor Sifat Reaksi Kimia
o Berlangsung tidaknya suatu reaksi (lihat ulang TRK),
o Reversibel tidaknya suatu reaksi (lihat ulang TRK),
o Konversi maksimum (XAe) pada saat kesetimbangan
tercapai pd reaksi reversibel (lihat ulang TRK)
o Energi panas yang terlibat dalam reaksi

1) Sifat Reaksi - termodinamika


 perubahan energi bebas Gibbs (∆G),
 perubahan Enthalpi (∆H),
 temperatur (T) dan Tugas 4, Cari uraian ttg:
1. Energi bebas Gibbs
 tekanan (P). 2. Perubahan entalpi
3. Tulis tangan, tidak lebih
dari 1 halaman 23
2). Sifat Reaksi- kinetika

Syarat dapat berlangsungnya reaksi


o Terjadi kontak permukaan komponen reaksi (Z)
o Tersedia energi yang cukup (> Ea)
o Kontak yg terjadi pada orientasi yg tepat (Fo)

Kecepatan Reaksi (rA) = [Z . Exp(- Ea/RT) . Fo] (C reaktan)

24
Kecepatan Reaksi (r)
r = {Z. Exp(- Ea/RT) . Fo} (C reaktan)
Di mana:
1. Z : jumlah tumbukan/satuan volum.satuan waktu
2. C reaktan : konsentrasi reaktan
3. Exp(- Ea/RT) : fraksi (tumbukan) dg energi > Ea
4. Fo : fraksi (tumbukan) dg orientasi yg tepat

→ Reaksi dapat dipercepat dg:


1. Peningkatan temperatur (T)
2. Peningkatan konsentrasi (C) atau tekanan parsial (p)

25
Atau melalui:
3. Penurunan Ea
4. Peningkatan Fo
} dengan → reaksi katalis

3). Reaksi Katalisis


Katalis

 Merupakan zat yang dapat mempercepat dan mengarahkan


reaksi pada produk selektif, tanpa mengalami perubahan sifat
kimia secara permanen

Persyarat dasar berlangsungnya reaksi


Laju Reaksi (rA) = Z . Exp(- Ea/RT) . Fo
oTerjadi kontak permukaan komponen reaksi (Z)
oTersedia energi yang cukup (> Ea)
oKontak yg terjadi pada orientasi yg tepat (Fo)→ 26
Reaksi Katalisis

o Diperlukan konsentrasi reaktan yang tinggi di permk katalis


→ pori katalis harus cukup besar, shg reaktan dpt masuk.

o Diperlukan ketepatan orientasi fasa aktif yang tinggi di permk


katalis
→ fasa aktif harus dapat terdispersi scr merata di permk katalis,
sehingga diperlukan luas permukaan pori yang tinggi.

o Dapat menurunkan Ea
→ Ea dapat turun, apabila terjadi interaksi yg efektif antara fasa
aktif dan reaktan, utk membentuk senyawa sangat aktif.

27
Energi Aktivasi Reaksi Katalisis dan Nonkatalis

Terjadi interaksi efektif


fasa aktif dg reaktan,
membtk senyw sngt aktif
28
Reaksi Katalisis Heterogen Fluida - Padat
Reaksi konversi reaktan fluida menjadi
produk pd katalis berpori

Keterangan:
(1) Perpindahan massa reaktan dari luar
katalis.
(2) Perpindahan massa reaktan dalam pori
katalis.
(3) Adsorpsi reaktan pada permk katalis.
(4) Reaksi permukaan
(5) Desorpsi produk dari permk katalis
(6) Perpindahan masa produk dalam pori
katalis
(7) Perpindahan massa di luar partikel
katalis.

29
Laju reaksi sistem fluida - padat

 Reaksi terjadi di lapisan antarmuka fluida-padatan


 Permukaan yg terlibat reaksi hanya yg kontak dengan fluida 
Adsorpsi
 Tidak semua permukaan katalis dapat kontak dengan reaktan
 Berbeda dg katalis homogen: semua inti aktif dapat kontak dg
reaktan dan aktif sebagai katalis
 Permukaan padatan sangat heterogen, tidak semua permk
katalis dapat aktif sebagai katalis  konsep situs aktif (pusat
aktif), (percobaan H. S. Taylor)
 Laju reaksi ditentukan oleh laju tahap yang paling lambat
diantara 7 tahap di atas → tahap yg paling lambat menjadi
tahap penentu-laju (tpl) atau rate-determining step.

 Dalam suatu proses diupayakan  tahap kimia yang sebagai tpl,


dan bukan tahap fisika.
Subagjo Lab TRK, ITB
 Bentuk Fisik Permukaan Katalis Padat

Permk katalis padat Permk katalis padat Katalis padat


tak berpori berpori berpenyangga

31
 Fungsi Katalis dalam Reaksi Kimia
 Katalis dapat mempercepat, mengarahkan atau
mengendalikan reaksi (sifat kinetika reaksi), tetapi tidak
dapat merubah sifat termodinamika reaksi

1. Perubahan energi bebas Gibbs reaksi (ΔG),


2. Perubahan panas reaksi (ΔH),
3. Harga tetapan kesetimbangan reaksi (K),
4. Konversi maksimum reaksi (XAe )

→ Reaksi katalisis akan mencapai kesetimbangan lebih cepat


dari reaksi nonkatalis, tetapi tidak dapat merubah nilai Xae.
 Syarat Katalis
→ Katalis harus mempunyai: aktivitas , selektivitas, dan
stabilitas tinggi.

 Aktivitas → kemampuan untuk mempercepat reaksi (melalui


pembentukan senyw aktif hasil kontak raktan dengan fasa
aktif)
 Selektivitas → kemampuan untuk mengarahkan reaksi pada
produk yang dikehendaki (misal melalui pengaturan ukuran
pori katalis, utk membatasi senyawa yg dapat masuk ke pori
untuk bereaksi)
 Stabilitas → kemampuan untuk menjaga sifat kimia/fisik dari
lingkungan reaksi, shg tetap stabil, tidak mengalami
deaktivasi (misal melalui peningkatan rasio SiO2/Al2O3 pada
zeolit Y menjadi USY dan kalsinasi)
Sebagian besar penggunaan katalis di industri adalah
katalis heterogen (padat).
Bentuk katalis padat
Komponen utama katalis padat
• Fasa aktif: pusat aktif katalis
• Penyangga: lahan penebaran fasa aktif
• Promotor: memperbaiki sifat katalis

 Fasa aktif atau pusat aktif katalis


Berfungsi untuk mempercepat dan mengarahkan reaksi,
melalui pembentukan senyw aktif hasil kontak reaktan
dengan fasa aktif. Misal: fasa aktif logam, fasa aktif asam

→ Bagaimana Katalis Bekerja ?.


Tugas 5: Sintesis Amonia
A. Katalis dg Fasa/pusat aktif logam Tinjau: bahan baku, katalis, reaktor,
kondisi proses, diagram alir
A.1. Reaktan H2 dan N2 kontak dan teradsorpsi pada fasa aktif logam pada
permk katalis, membentuk senyawa sangat aktif, sehingga menurunkan Ea untuk
proses disosiasi membentuk atom N dan H, kmd kontak kedua atom
membentuk NH3, baru kmd desorpsi produk NH3 dari permk. katalis

H
H H

Nitrogen Amoniak
N
N N

ADSORPSI N DESORPSI
DISOSIASI
N N N N
H
H H

Hidrogen N
H H

ADSORPSI
DISOSIASI
H H H H
3H
Subagjo Lab TRK, ITB
A.2. Reaktan H2 kontak dan teradsorpsi pada fasa aktif logam pada
permk katalis, membentuk senyawa sangat aktif, sehingga
menurunkan Ea untuk proses disosiasi membentuk atom H. Atom
H terdesorpsi dari fasa aktif logam, berdifusi di permk katalis,
dan melepas e- membentuk H+ yang dapat berfungsi sebagai fasa
aktif asam.

37
Sugeng Triwahyono, UTM
B. Katalis dg Fasa/pusat aktif asam katalis
 Pusat aktif asam H+ dapat terbentuk pada pada permk suatu senyawa,
melalui mekanisme penyeimbangan muatan (-) Al pada ikatan Al-O-Al atau
Al-O-Si pada senyawa tersebut, seperti senyawa zeolit Y dan ASA yang
dibangun oleh oksida silika dan alumina.
1. Reaktan senyawa alkena kontak dan teradsorpsi pada pusat asam H +
membentuk ion karbonium sebagai cikal bakal terjadinya reaksi cracking
atau isomerisasi.

38
Perkiraan mekanisme reaksi hydrocracking n-heksadekana
 Penyangga Katalis
Penyangga berfungsi untuk penebaran fasa aktif (logam),

• Kriteria pemilihan:
• keinertan
• kekuatan mekanik: keras, tahan erosi dll.
• kestabilan termal
• luas permukaan (10 – 300 m2 /g)
• porositas Tugas 6:
-Katalis berpenyangga dg
• Harga penyangga di bawah
-Digunakan utk sintesis apa
- Reaktor dan kondisi proses
• Contoh penyangga katalis:
alumina, silika, alumina-silika, karbon, MgO, ZnO, ThO2 , Cr2O3
Penebaran Fasa Aktif pada Katalis Berpenyangga

Penyangga

Kanal Pori
(a). Fasa aktif logam hanya terdapat (b). Fasa aktif logam terkonsentrasi
pada permukaan luar pori penyangga dekat mulut pori penyangga

(c). Fasa aktif logam terdistribusi (d). Akumulasi fasa aktif logam
secara merata dalam pori penyangga dalam relung pori penyangga
41
 Promotor
Promotor berfungsi untuk memperbaiki sifat katalis,
meningkatkan kinerja katalis melalui peningkatkan aktivitas
katalis dan peningkatkan selektivitas katalis.

Peningkatan aktivitas katalis oleh promotor dapat


melalui:
 Pembentukan struktur baru yang dapat mencegah sintering.
 Pengaktifan, dapat membuat fasa aktif menjadi lebih aktif,
oleh perubahan struktur elektronik dari fasa aktif yang terjadi.
Contoh promotor pada katalis:
Katalis Promotor Fungsi
Al2O3 SiO2, ZrO, memperbaiki stabilitas termal
(penyangga) P meracuni pusat pembentuk kokas
K2O meningkatkan keasaman
HCl menghambat sintering
MgO

SiO2-Al2O3 Pt mempercepat oksidasi CO

Zeolit Pd mempercepat hidrogenasi

Pt/Al2O3 Re menghambat hidrogenolisis & sintering

MoO3 Ni, Co mempercepat hidrogenolisis C-S dan C-N


Contoh promotor Ni dalam katalis hydrocracking Ni-Mo/ASA-USY.
Mo fasa aktif hidrogenasi, Ni promotor menghambat sintering, ASA
penyangga, USY fasa aktif cracking

Rahayu, E., S., 2015)


Contoh Reaksi Katalisis Homogen dan Heterogen
 Reaksi katalisis homogen
Apabila fasa katalis sama dengan fasa reaksi

 Kelebihan katalis homogen: memiliki aktivitas dan


selektivitas dan stabilitas tinggi (pd suhu rendah), mudah
dioperasikan dan mudah dimodifikasi
 Kekurangan katalis homogen: sulit dipisahkan dari campuran
reaksi, stabilitas rendah pada suhu tinggi.
 Reaksi katalisis heterogen
Apabila fasa katalis tidak sama dengan fasa reaksi, pada
umumnya fasa katalis adalah padat

 Kelebihan katalis heterogen adalah: mudah dipisahkan dari


campuran reaksi dan memiliki stabilitas tinggi
Contoh Skema Peralatan Proses Hydrocracking

Reaktor
Hydrocracking

n- Heksadekana
 Faktor Kondisi Operasi thd Kinerja Reaktor

Variabel reaksi yang sangat berpengaruh dalam


proses reaksi:
 Temperatur
 Tekanan
 Kecepatan Ruang (Space Velocity = 1/t)
 Rasio reaktan
 Waktu reaksi (kdg t rendah, utk menghindari produk
samping shg selektifitas tinggi)

48
a) Pengaruh Temperatur
T
aA + bB cC + dD

Keq = [C]c [D]d / [A]a [B]b

• Pada reaksi endoterm, makin tinggi temperatur makin besar


nilai K
→ konversi maksimum reaksi endoterm makin besar, pada
temperatur yang makin tinggi.

• Pada reaksi eksoterm, makin tinggi temperatur makin kecil


nilai K,
→konversi maksimum reaksi eksoterm makin kecil, pada
temperatur yang makin tinggi.
49
b) Pengaruh tekanan parsial/konsentrasi reaktan

 Makin tinggi konsentrasi/tekanan parsial reaktan di dalam


umpan, makin tinggi konversi kesetimbangan, XAe yang
dihasilkan
A+B P+Q

50
Proses Reaksi
Variabel reaksi yang sangat berpengaruh dalam
proses reaksi:
 Temperatur
 Tekanan
 Kecepatan Ruang (Space Velocity = 1/t)
 Rasio reaktan
 Waktu reaksi (kdg t rendah, utk menghindari
produk samping shg selektifitas tinggi)
Proses-Proses terbesar dengan Katalis Padat
Reaktan Produk Katalis Produksi Dunia

Minyak bumi bahan bakar Pt/silika-alumina 1 x 109 ton/th


hidrokarbon Pt/alumina,Zeolit
SO2, O2 asam sulfat V2O5 1,4 x 108 ton/th
N2, H2 amoniak Fe 9 x 107 ton/th
NH3, O2 asam nitrat Pt/Rh 75 x 107 ton/th
CO, H2 metanol Cu/Zn 1,5 x 107 ton/th
C2H4, O2 etilen oksida Ag 1 x 107 ton/th
Minyak nabati tak jenuh, H2 Minyak nabati jenuh Ni 8 x 106 ton/th
C2H4 Polietilen Cr(ii), Ti(II) 6 x 106 ton/th
CH3OH, O2 Formaldehid Fe-Mo-O 5 x 106 ton/th
C3H6, NH3,O2 Acrylonitril Bi-Mo-O 3 x 106 ton/th
o-Xylene, O2 Phthalic anhidrid V2O5 2 x 106 ton/th
n-Butane, O2 Maleic anhidrid V2O5 4 x 105 ton/th
Proses terbesar di dunia: fotosintesis (CO2 + H2O  karbohidrat ~ 2 x 1011 ton/th

52
Perkembangan Katalis Cracking (Perengkahan)
Tahun Perkembangan Katalis/Aditif Pengembang
1928 Katalis tanah liat yg diaktifkan Houdry
1942 Katalis terfluida Exxon & MIT
1942 Katalis silika-alumina serbuk utk FCC, Al rendah Grace Davison
1948 Katalis mikrosperoidal (penggunaan Spray drier) Grace Davison
1955 Katalis silika-alumina serbuk utk FCC, Al tinggi Grace Davison
1964 Katalis Zeolit yg dikeringkan dg spray drier Mobil
1964 Katalis USY Grace Davison
1973 Penggunaan perekat silika Grace Davison
1974 Aditif Pt sbg promotor pembakaran CO Mobil
1975 Katalis selektif thdp BBM beroktan tinggi Grace Davison
1975 Aditif Sb sbg pasivator Ni Phillips
1981 Penggunaan perekat alumina Grace Davison
1982 Aditif mengurangi produksi SOx ARCO
1986 Aditif ZSM-5 Mobil
1986 Penggunaan matriks selektif perengkah produk bawah Grace Davison
1987 Aditif Bi sbg pasivator Ni Chevron
1989 Zeolit USY selektif thdp bensin Grace Davison
1990 Penggunaan matriks tahan thdp Ni Grace Davison
1992 Aditif penangkap V Grace Davison
1995 Aditif utk mengurangi sulfur dalam bensin Grace Davison

SBG-TRKK 53