Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN

PROSES MENUA

A. Pengertian
Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan
kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi
normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan
yang diderita.
Proses menua merupakan proses normal yang dimulai sejak pembuahan dan
berakhir pada kematian. Sepanjang hidup tubuh berada pada keadaan dinamis, ada
pembangunan dan ada perusakan. Pada saat pertumbuhan, proses pembangunan lebih
banyak daripada proses perusakan. Setelah tumbuh secara faali mencapai tingkat
kedewasaan, proses perusakan secara berangsur akan melebihi proses pembangunan.
Inilah saatnya terjadi proses menua atau aging (Nugroho, 2012).

B. Etiologi
1. Teori Biologis (Nugroho,2000)
Penuaan merupakan proses yang secara berangsur mengakibatkan perubahan yang
kumulatif dan mengakibatkan perubahan di dalam yang berakhir dengan kematian.
Penuaan juga menyangkut perubahan sel, akibat interaksi sel dengan
lingkungannya, yang pada akhirnya menimbulkan perubahan degeneratif. Teori
biologik tentang proses penuaan dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
2. Teori Genetik
Perubahan yang berkaitan dengan usia, timbul akibat penyebab di dalam sel
sendiri ,terbagi menjadi :
a) Teori genetik clock
Tubuh terdapat jam biologis yang mengatur gen dan menentukan proses
penuaan
b) Teori mutasi somatik
Terjadi kesalahan dalam proses transkripsi DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan
RNA (Ribonucleic acid) terjadi terus-menerus sehingga terjadi penurunan
fungsi organ dan perubahan sel menjadi kanker atau penyakit.

3. Teori Nonbiologik
Pperubahan yang terjadi diakibatkan oleh pengaruh lingkungan, yang terbagi
menjadi 5 yaitu:
a) Teori penurunan system imun tubuh (outo-immune theory)
b) Teori kerusakan akibat radikal bebas (free radical theory)
c) Teori menua akibat metabolisme
d) Teori lantai silang (cross link theory)
e) Teori fisioogis
f) Teori sosiologi
1) Teori interaksi sosial
Kemanpuan lanjut usia menjalin interaksi sosial.
2) Teori aktivitas atau kegiatan
Kemampuan lanjut usia yang aktiv dalam kegiatan sosial,dapat
mempertahankan aktivitas selama mungkin,mempertahankan hubungan
antara system sosial dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan
sampai lanjut usia.
3) Teori kepribadian berlajut (continuity theory)
Gaya hidup yang tidak berubah higga lanjut usia.
4) Teori pembebasan/penarikan diri (disengagement theory)
Menarik diri dari kegiatan terdahulu dan dapat memusatkan diri pada
persoalan diri.

C. Manifestasi Klinik
Fisik
1. Sel
a) Lebih sedikit jumlahnya.
b) Lebih besar ukurannya.
c) Berkurangnya jumlah cairan tubuh dan berkurangnya cairan intraseluler.
d) Menurunnya proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah, dan hati.
e) Jumlah sel otak menurun.
f) Terganggunya mekanisme perbaikan sel.
g) Otak menjadi atrofis beratnya berkurang 5-10%.

2. System persarafan
a) Berat otak menurun 10-20%. (Setiap orang berkurang sel saraf otaknya dalam
setiap harinya).
b) Cepatnya menurun hubungan persarafan.
c) Lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi, khususnya dengan stres.
d) mengecilnya saraf panca indra.Berkurangnya penglihatan, hilangnya
pendengaran, mengecilnya saraf penciumdan perasa, lebih sensitif terhadap
perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
e) Kurang sensitif terhadap sentuhan.
3. Sistem pendengaran
a) Presbiakusis ( gangguan dalam pendengaran ). Hilangnya kemampuan
pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara atau nada-
nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata-kata, 50% terjadi
pada usia diatas umur 65 tahun.
b) Otosklerosis akibat atrofi membran tympani .
c) Terjadinya pengumpulan serumen dapat mengeras karena meningkatnya
keratin.
d) Pendengaran bertambah menurun pada lanjut usia yang mengalami
ketegangan jiwa/stres.
4. Sistem penglihatan
a) Timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
b) Kornea lebih berbentuk sferis (bola).
c) Kekeruhan pada lensa menyebabkan katarak.
d) Meningkatnya ambang, pengamatan sinar, daya adaptasi terhadap kegelapan
lebih lambat dan susah melihat dalam cahaya gelap.
e) Hilangnya daya akomodasi.
f) Menurunnya lapangan pandang, berkurang luas pandangannya.
g) Menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.
5. Sistem kardiovakuler
a) Elastisitas dinding aorta menurun.
b) Katup jantung menebal dan menjadi kaku.
c) Kemampuan jantung memompa darah menurun, hal ini menyebabakan
menurunnya kontraksi dan volumenya.
d) Kehilangan elastisitas pembuluh darah, kurangnya efektivitas pembulu darah
perifer untuk oksigenisasi,. Perubahan posisi dari tidur ke duduk atau dari
duduk ke berdiri bisa menyebabkan tekanan darah menurun, mengakibatkan
pusing mendadak.
e) Tekanan darah meninggi akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah
perifer.
6. Sistem pengaturan temperatur tubuh
a) Temperatur tubuh menurun ( hipotermia ) secara fisiologis akibat metabolisme
yang menurun.
b) Keterbatasan refleks menggigil dan tidak dapat memproduksi panas akibatnya
aktivitas otot menurun.
7. Sistem respirasi
a) Otot-otot pernafasan kehilangan kekuatan dan menjadi kaku.
b) Menurunnya aktivitas dari silia.
c) Paru-paru kehilangan elastisitas, menarik nafas lebih berat, kapasitas
pernafasan maksimum menurun, dan kedalaman bernafas menurun.
d) Alveoli ukuranya melebar dari biasa dan jumlahnya berkurang.
e) Kemampuan untuk batuk berkurang.
f) Kemampuan kekuatan otot pernafasan akan menurun seiring dengan
pertambahan usia.
8. Sistem Gastrointestinal.
a) Kehilangan gigi akibat Periodontal disease, kesehatan gigi yang buruk dan gizi
yang buruk.
b) Indera pengecap menurun, hilangnya sensitivitas saraf pengecapm di lidah
terhadap rasa manis, asin, asam, dan pahit.
c) Eosephagus melebar.
d) Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
e) Peristaltik lemah dan biasanya timbul konstipasi.
f) Daya absorbsi melemah.
9. Sistem Reproduksi.
a) Menciutnya ovari dan uterus.
b) Atrofi payudara.
c) Pada laki-laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa meskipun adanya
penurunan secara berangsur-angsur. \
d) Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia asal kondisi
kesehatan baik.
e) Selaput lendir vagina menurun.
10. Sistem Perkemihan.
a) Ginjal
Merupakan alat untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh melalui urin,
darah yang masuk ke ginjal disaring di glomerulus (nefron). Nefron menjadi
atrofi dan aliran darah ke ginjal menurun sampai 50%.
b) Otot-otot vesika urinaria menjadi lemah, frekuensi buang air kecil meningkat
dan terkadang menyebabkan retensi urin pada pria.
11. Sistem Endokrin.
a) Produksi semua hormon menurun.
b) Menurunnya aktivitas tyroid, menurunnya BMR (Basal Metabolic Rate), dan
menurunnya daya pertukaran zat.
c) Menurunnya produksi aldosteron.
d) Menurunya sekresi hormon kelamin misalnya, progesteron, estrogen, dan
testosteron.
12. Sistem Kulit ( Sistem Integumen )
a) Kulit mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak.
b) Permukaan kulit kasar dan bersisik karena kehilangan proses keratinisasi, serta
perubahan ukuran dan bentuk-bentuk sel epidermis.
c) Kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu.
d) Rambut dalam hidung dan telinga menebal.
e) Berkurangnya elastisitas akibat dari menurunya cairan dan vaskularisasi.
f) Pertumbuhan kuku lebih lambat.
g) Kuku jari menjadi keras dan rapuh, pudar dan kurang bercahaya.
h) Kelenjar keringat berkurang jumlah dan fungsinya.
13. Sistem Muskuloskletal
a) Tulang kehilangan density ( cairan ) dan makin rapuh.
b) Kifosis
c) Pergerakan pinggang, lutut, dan jari-jari terbatas.
d) Persendiaan membesar dan menjadi kaku.
e) Tendon mengerut dan mengalami skelerosis.
f) Atrofi serabut otot ( otot-otot serabut mengecil ).Otot-otot serabut mengecil
sehingga seseorang bergerak menjadi lamban, otot-otot kram dan menjadi
tremor.
g) Otot-otot polos tidak begitu berpengaruh.
Psikologis
1. Pensiun: nilai seseorang sering diukur oleh produktivitasnya dan identitas dikaitkan
dengan peranan dalam pekerjaan. Bila seseorang pensiun (purna tugas), ia akan
mengalami kehilangan-kehilangan, antara lain :
a) Kehilangan finansial (income berkurang).
b) Kehilangan status (dulu mempunyai jabatan posisi yang cukup tinggi, lengkap
dengan segala fasilitasnya).
c) Kehilangan teman/kenalan atau relasi.
d) Kehilangan pekerjaan/kegiatan.
2. Merasakan atau sadar akan kematian (sense of awareness of mortality)
3. Perubahan dalam cara hidup, yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih
sempit.
4. Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan (economic deprivation).
5. Meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang sulit, bertambahnya biaya
pengobatan.
6. Penyakit kronis dan ketidakmampuan.
7. Gangguan saraf pancaindra, timbul kebutaan dan ketulian.
8. Gangguan gizi akibat kehilangan jabatan.
9. Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan teman-teman dan
family.
10. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik: perubahan terhadap gambaran diri,
perubahan konsep diri.
Spritual
1. Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupan
2. Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaanya, hal ini terlihat dalam berfikir
dan bertindak dalam sehari-hari.
3. Perkembangan spiritual pada usia 70 tahun menurut Folwer, Universalizing,
perkembangan yang dicapai pada tingkat ini adalah berpikir dan bertindak dengan
cara memberikan contoh cara mencintai keadilan (Nugroho, 2012).
D. PATHWAY LANSIA

Perubahan Perubahan Kejiwaan Perubahan


Biologis/Fisik
Kejiwaan
Penurunan Daya Ingat,
Penurunan Pemasukan
Tingkat Pendidikan Rendah
Nutrisi Penurunan
KETIDAKSEIMBANG Aktivitas Fungsi Intelektual Sumber Keuangan
Penurunan Fungi
AN NUTRISI: Menurun
Otot,Pendengaran, Demensia
KURANG DARI
KEBUTUTAH TUBUH Pengliatan
(00002) RESIKO JATUH Fungsi Sosial
Perasaan Mudah
GANGGUAN (00155)
Sedih Marah/Teringgung Menurun
PERSEPSI SENSORI
PENDENGARAN DAN
Kehilangan
Cedera Kurang Merasa Perasaan Tidak Perubahan Psikologi
PENGLIHATAN
Diperhatikan Senang
NYERI AKUT
(00132) Fraktur Depresi
ANSIETAS Gangguan
Imobilitas Penurunan (00146) Istirahat
Fungsi Fisik Dan Tidur ISOLASI SOSIAL
Sumber : Nugroho, 2000; NANDA-I, 2012; Bandiyah, 2009 (00053)

Menarik Diri
E. Masalah Keperawatan Yang Mungkin Muncul
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidak mampuan memasukan atau mencerna nutrisi oleh faktor biologis,
psikologis, ekonomi
2. Resiko jatuh berhubungan dengan penyesuaian prostesis ekstemitas bawah
3. Nyeri akut berhubungan dengan proses inflamasi, destruksi sendi
4. Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam status kesehatan,pola
interasi,fungsi peran.
F. PERENCANAAN KEPERAWATAN

Diagnosa Perencanaan
No Tujuan / Kriteria Hasil
Kep Intervensi Rasional
1 Dx1 NOC: NIC:
1. Informasikan pada klien dan 1. Dengan pemahaman yang benar
a. Status gizi :
Asupan makanan dan cairan keluarga tentang manfaat nutrsi akan memotivasi klien untuk
b. Status gizi: asupan zat gizi
meningkatkan asupan makanan dan
c. Pengendalian berat badan
2. Ajarkan keluarga untuk membuat minuman
Setelah dilakukan tindakan
2. Dengan mencatat makanan
catatan makanan harian
keperawatan selama….Nutrisi kurang
setiap harinya dapat mengetahui
teratasi dengan kriteria hasil :
asupan apa saja yang dimakan klien
3. Memfasilitasi pemeliharaan berat
 Asupan makanan dan minuman stiap harinya
badan yang optimal dan lemak tubuh
per oral (tidak berlebihan) 3. Untuk mempertahankan BB
 Asupan makanan dan minuman yang ada
yang ideal
yang di tandai ( tidak adekuat, kurang
adekuat, sukup adekuat, adekuat,
sangat adekuat)
 Indeks masa tubuh dengan
rentang normal 18,5 – 22,9 (WHO),
18,5-25,0 (Depkes)
2 DX2 NOC: NIC: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor
1. Kaji ulang adanya faktor-faktor
yang menjadi penyebab resiko jatuh
Setelah dilakukan tindakan resiko jatuh pada klien.
pada klien, sebagai pencegahan
keperawatan selama …x… jam primer untuk menghindari resiko
diharapkan Klien mampu cedera.
2. Tulis dan laporkan adanya faktor-
memperlihatkan upaya menghindari
faktor resiko. 2. Sebagai laporan untuk mengetahui
jatuh atau cidera, dengan Kriteria
faktor-faktor yang menjadi
Hasil :
3. Lakukan modifikasi lingkungan penyebab resiko jatuh pada klien,

 Mengidentifikasi bahaya agar lebih aman (memasang sebagai pencegahan primer untuk

lingkungan yang dapat pinggiran tempat tidur, dll) sesuai menghindari resiko cedera.
3. Dengan memodifikasi lingkungan
meningkatkan kemungkinan hasil pengkajian bahaya jatuh
agar lebih aman, kita dapat
cidera pada poin 1.
 Mengidentifikasi tindakan 4. Monitor klien secara berkala. meminimalisir resiko jatuh dan
5. Ajarkan klien tentang upaya
preventif atas bahaya tertentu, resiko cedera yang bisa dialami
 Melaporkan penggunaan cara pencegahan cidera (menggunakan
klien.
yang tepat dalam melindungi pencahayaan yang baik, 4. Untuk memastikan keamanan klien.
5. Meningkatkan status keamanan
diri dari cidera. memasang penghalang tempat
klien agar terhindar dari resiko
tidur, menempatkan benda
jatuh dan cedera.
berbahaya ditempat yang aman).
6. Kolaborasi dengan dokter dalam
menangani masalah gangguan 6. Mencegah kecelakaan akibat
persepsi pasien gangguan sensori
3 Dx3 NOC: NIC:
1. Lakukan pengkajian yeri secara 1. Membantu dalam menentukan
a. Tingkat kenyamanan
b. Pengendalian nyeri komprehensif termasuk lokasi, managemen nyeri
c. Tingkat nyeri
durasi, frekuensi, kualitas dan
Setelah dilakukan tindakan presipitasi 2. Meralaksasi otot dan mengurangi
2. Ajarkan teknik non
keperawatan selama….nyeri berkurang nyeri
farmakologi: nafas dalam, kompres
dengan kriteria hasil :
3. Untuk mengurangi nyeri
hangat
 Mampu mengenali nyeri (skala meningkat
3. Kurangi persepsi nyeri
intensitas 1-10 ,frekuensi dan tanda
nyeri)
 Menyatakan rasa nyaman setelah
nyeri berkurang
 Tanda vital dalam rentang normal
(TD 130-150/80-90mmHg ,N 60-
70x/mnt,R 14-16 x/mnt)
 Tidak mengalami ganguan tidur
4 DX4 NOC : NIC : 1. Memberikan pengetahuan dasar,
1. Jelaskan tentang proses
dimana pasien dapat membuat
Setelah dilakukan tindakan penyakit, prosedur pembedahan
pilihan ber dasarkan informasi, dan
keperawatan diharapkan Kecemasan dan harapan yang akan datang.
dapat berpartisipasi dalam terapi.
dapat berkurang, menunjukkan 2. Diskusikan tanda dan gejala
2. agar mengurangi kecemasan dan
pengendalian diri. dengan Kriteria proses penyakit atau perjalanan
menambah informasi klien.
Hasil : penyakit dan prosedur yang
dilakukan (therapy)
3. Proses kehilangan bagian tubuh
 Klien tampak tenang 3. Dukung klien untuk
 Mau berpartisipasi dalam mengekspresikan perasaannya
membutuhkan penerimaan,
program terapi sehingga pasien dapat membuat
( yang menyebabkan depresi).
 Klien menunjukan pemahaman rencana untuk masa depannya.
mengenai penyakit ini.
4. Diskusikan tanda dan gejala 4. Klien dapat lebih tenang dan
depresi mengetahui tanda dan gejala
depresi.

(NANDA I, 2012-2014 & Wilkinson, J. M., Ahren, N.R., 2014)


DAFTAR PUSTAKA

Bandiyah,S.(2009). Lanjut Usia Dan Keperawatan Gerontik. Nuha Medika:

Yogyakarta

Nugroho,W. (2012). Keperawatan gerontik dan geriatrik. Jakarta: EGC

Nugroho,W. ( 2000), Keperawatan Gerontik Edisi 2 , EGC Jakarta

Nanda I. (2014). Panduan diagnosa keperawatan. Jakarta: EGC

Wilkinson, J.M., Ahren,N.R., (2014). Buku saku diagnosa keperawatan NANDA

Intervensi NIC Kriteria hasil NOC Edisi.9. Jakarta: EGC

12