Anda di halaman 1dari 140

DOKUMENTEKN

DOKUMENTEKN
IS
IS

E. PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA

E.1 Pemahaman Terhadap Kegiatan

E.1.1 Pemahaman Terhadap Latar Belakang Kegiatan

Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi


Sumatera Barat tahun anggaran 2017 ini memiliki beberapa
kegiatan pembangunan fisik salah satunya adalah Pekerjaan
Konsultan Supervisi Pengembangan Jaringan Perpipaan di Kawasan
Perkotaan (PSPAM-13).

Untuk mendapatkan hasil pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan


spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam dokumen pengadaan jasa
pemborong maka diperlukan konsultan pengawas yang mana dalam hal
ini sebagai pihak ketiga.

Konsultan pengawas ini bertugas melakukan review design yang ada


dan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan
oleh kontraktor pelaksana fisik agar pekerjaan yang dilakukan
sesuai dengan desain, persyaratan dan ketentuan seperti yang
tercantum dalam dokumen kontrak beserta jadwal yang telah
ditetapkan (aspek teknis, hukum, waktu dan biaya)

Dalam pelaksanaan pekerjaannya Konsultan Pengawas harus bekerja


dama sepenuhnya dan bertanggung jawab kepada Satuan Kerja
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Provinsi Sumatera Barat
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

E.1.2 Pemahaman Terhadap Maksud, Tujuan & Sasaran Kegiatan

Maksud dari pengawasan yang dilaksanakan oleh konsultan


pengawasan adalah mengawasi dan mengendalikan pekerjaan,
pengecekan volume pekerjaan, peninjauan kembali desain serta
membuat rekomendasi terhadap perkembangan hasil pelaksanaan
pekerjaan yang telah dikerjakan oleh kontraktor.

Adapun tujuan yang dilakukan oleh konsultan pengawas ini adalah


untuk memberikan gambaran secara bertahap tentang pelaksanaan
pekerjaan fisik di lapangan sampai pekerjaan tersebut selesai

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -1


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

dialksanakan yang dituangkan dalam laporan menyeluruh tentang


pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan kepada pengguna jasa.
Sedangkan sasaran pekerjaan ini adalah agar konstruksi /
bangunan air yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis
yang ditetapkan dan sesuai dengan standar mutu yang berlaku.

E.1.3 Pemahaman Terhadap Lokasi Kegiatan


Lokasi Pekerjaan Konsultan Supervisi Pengembangan Jaringan
Perpipaan di Kawasan Perkotaan (PSPAM-13) Kab. Limapuluh Kota
dan Kota Solok.

E.1.4 Pemahaman Terhadap Sumber Pendanaan, Nama & Organisasi


PPK
Pagu anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan ini sebesar
Rp.250.000.000,- (Dua ratus lima puluh juta rupiah) termasuk
PPn, dengan total Man Month (MM) Staf Profesional sebanyak 6 MM.
Dana untuk pelaksanaan kegiatan bersumber dari APBN tahun
Anggaran 2017

E.1.5 Pemahaman Terhadap Ruang Lingkup Pekerjaan


Lingkup kegiatan ini adalah Pekerjaan Konsultan Supervisi
Pengembangan Jaringan Perpipaan di Kawasan Perkotaan (PSPAM-
13) dengan lokasi di Kab. Limapuluh Kota dan Kota Solok,
sedangkan lingkup pekerjaannya adalah review design dan
pengawasan menyangkut kuantitas, kualitas maupun ketetapan
waktu pelaksanaan yaitu:
1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan Pengadaan dan
Pemasangan Pipa PVC dari segi kualitas dan kuantitas.
2. Mengawasi pekerjaan serta produknya, ketepatan
waktu dan biaya pekerjaan konstruksi
3. Mengawasi dan mengusulkan perubahan-perubahan serta
penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-
persoalan yang timbul selama pekerjaan dilaksanakan.
4. Menyusun Berita Acara Persetujuan Kemajuan
Pekerjaan untuk pembayaran angsuran, Serah Terima I dan
II

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -2


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

5. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala


serta membuat laporan harian, mingguan dan bulanan
serta membuat Risalah Rapat Lapangan
6. Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (yang
sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan)
7. Menyusun daftar kekurangan-kekurangan dan cacat
pekerjaan dalam pelaksanaan dan pemeliharaan.
8. Menyusun Dokumen Pengawasan bersama Pejabat Pembuat
Komitmen

Dalam pelaksanaan pekerjaan supervisi/ pengawasan ini, Konsultan


memberikan layanan jasa secara "task concept" dan "assistance
concept", dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Task Concept
1) Konsultan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan, baik
kualitas maupun kuantitas, sesuai dengan spesifikasi yang
ada dalam dokumen kontrak pekerjaan fisik.
2)Konsultan berkewajiban meneliti, mengoreksi dan
mengesahkan gambar-gambar construction drawing dan as
built drawing yang dibuat oleh Kontraktor, sebelum
mendapatkan pengesahan dari PPK.
3)Melakukan review design untuk bangunan-bangunan pengairan
yang akan dikonstruksi, disesuaikan menurut kondisi dan
kebutuhan di lapangan saat ini.

b. Assistance Concept
Konsultan membantu dalam pengawasan pekerjaan konstruksi dan
memberikan saran dan petunjuk kepada Pengguna Jasa sehubungan
dengan hal-hal sebagai berikut :
1) Pengawasan dan pengendalian kualitas serta
kuantitas pelaksanaan pekerjaan, tenaga kerja,
biaya, waktu dan keamanan pelaksanaan pekerjaan,
termasuk pekerjaan pengujian, baik pengujian
laboratorium maupun pengujian lapangan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -3


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

2) Memeriksa, menganalisa dan memberikan saran untuk


persetujuan atas usulan Kontraktor, meliputi antara
lain : program, metode pelaksanaan, jadwal pelaksanaan,
usulan bahan/ material yang akan digunakan, gambar-gambar
desain yang dibuat oleh Kontraktor/ Supplier.
3) Mengkaji dan menyetujui gambar-gambar pelaksanaan semua
bangunan dan fasilitas-fasilitasnya, gambar-gambar kerja,
gambar-gambar fabrikasi, program kerja dan jadwal
pelaksanaan dan Iain-Iain yang dibuat oleh Kontraktor/
Supplier.
4) Melakukan inspeksi, pengujian dan saksi (witnessing) pada
pengujian di bengkel/ pabrik dari Kontraktor/ Supplier
sebelum diangkut ke lokasi pekerjaan dan menerbitkan
sertifikat pengujian jika diminta oleh PPK.
5) Bersama PPK atau Pejabat yang ditunjuk, mengadakan
penelitian dan menyetujui gambar kerja, gambar pabrikan,
program dan jadwa! pelaksanaan yang disampaikan oleh
Kontraktor/ Supplier.
6) Melakukan inspeksi/ pengawasan pekerjaan konstruksi selama
pelaksanaan pekerjaan.
7) Mencatat aktifitas pelaksanaan dan progres pekerjaan
untuk penyiapan laporan penyelesaian pekerjaan.
8) Meneliti dan certify pembayaran kepada Kontraktor.
9) Melakukan inspeksi dan pengujian akhir (running test) pada
saat pekerjaan dinyatakan telah selesai.
10) Membuat laporan penyelesaian pekerjaan untuk seluruh
pekerjaan bangunan termasuk gambar puma bangun (as build
drawing) seluruh bangunan dan fasilitas pelengkapnya.
11) Membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam
pelaksanaan administrasi kontrak.
12) Melakukan tambahan survei dan investigasi apabiia
diperlukan.
13) Membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam
penyelesaian bila terjadi klaim dan perselisihan
(disputes) yang mungkin terjadi antara Pengguna Jasa
dan Kontraktor.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -4


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

14) Mengevaluasi hasil pekerjaan dalam kelayakan fungsi


sebagian atau keseluruhan konstruksi.
15) Memberikan tuntunan Staf/ Petugas PPK tentang cara
pengoperasian dan pelaporan peralatan tertentu,
terkait dengan konstruksi yang sedang/ telah dikerjakan.
16) Men-check buku petunjuk O&P dan menyempurnakannya (bila
perlu).

E.1.6 Pemahaman Terhadap Data dan Fasilitas Penunjang


1. Penyediaan oleh Pengguna Jasa :
Pejabat Pembuat Komitmen, selaku Pengguna Jasa berkewajiban
menyediakan data-data atau fasilitas sebagai berikut:
a. Dukungan administrasi/ surat-menyurat yang diperlukan
untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan ini.
b. Membayar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana
termijn kontrak yang ditetapkan.
c. Data pendukung (studi/ desain) pelaksanaan pekerjaan
konstruksi yang akan dikerjakan, termasuk produk-produk/
laporan-laporan hasil kegiatan.

2. Penyediaan oleh Penyedia Jasa/ Konsultan :


Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua
fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan, antara lain terdiri dari :
a. Biaya mobilisasi dan demobilisasi Staf Penyedia Jasa dari
dan ke lokasi
b. Biaya perjalanan dinas dan akomodasi Tenaga Ahli dan
Tenaga Teknisi
c. Peralatan komputer, baik perangkat keras maupun perangkat
lunaknya
d. Kantor/ studio/ basecamp lengkap dengan peralatan yang
diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, seperti :
peralatan gambar, peralatan tulis dan barang-barang habis
pakai lainnya. Kantor/ Studio diharapkan beralamat/
berdomisili di Kota Padang atau sekitarnya, yang cukup
dekat dengan lokasi proyek.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -5


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

e. Biaya akomodasi, perjalanan dinas serta penginapan untuk


pengawasan lapangan;
f. Fasilitas transportasi termasuk kendaraan bermotor roda 4
(empat) dan roda 2 (dua) yang layak untuk inspeksi
lapangan beserta pengemudinya;
g. Biaya untuk staf pembantu pada bagian administrasi umum;
h. Biaya pengadaan tenaga harian dan pembantu, pembuatan
serta pemasangan titik tetap yang diperlukan oleh Penyedia
Jasa dalam pelaksanaan pekerjaan;
i. Keperluan biaya sosial dan pengobatan selama pekerjaan
lapangan di lokasi Proyek (sudah termasuk di dalam Biaya
Langsung Personil).

E.1.7Pemahaman Terhadap Referensi Hukum dan Standar Teknis


Peraturan perundang-undangan yang menjadi referensi/ landasan
hukum dan harus dipedomani oleh Konsultan dalam pelaksanaan
kegiatan Pekerjaan Konsultan Supervisi Pengembangan Jaringan
Perpipaan di Kawasan Perkotaan (PSPAM-13) ini, antara lain :
a. Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004
Pemerintahan Daerah.
b. Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 Tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
c. SNI 06-2412-1991 Tentang Metode Pengambilan Contoh Uji
Kualitas Air.
d. Peraturan Daerah setempat.
e. Kesepakatan antara Dirjen Cipta Karya dan Dirjen SDA Tahun
2011.
f. Target MDGs 2015
1. Spesifikasi Teknis Dokumen Lelang Sistem Penyediaan Air
Minum.
No : AB-K/RE-RT/ST/009/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Spesifikasi ini mencakup pengertian-pengertian yang
berhubungan dengan dokumen lelang.
2. Spesifikasi Teknik Wilayah Studi dan Wilayah Pelayanan.
No : AB-K/RE-RI/ST/002/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Standar ini memuat persyaratan teknis wilayah studi dan
wilayah pelayanan sistem penyediaan air minum.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -6


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

3. Spesifikasi Cincin Karet Sambungan Pipa Air Minum, Air


Limbah dan Air Hujan
No : SNI 06-4828-1998, Kategori : SNI
Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang
bentuk dasar, ukuran, bahan dan kekuatan
4. Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah
No : SNI 03-6382-2000, Kategori : SNI
Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan kelas
hidran kebakaran tabung basah, untuk dipasang pada
jaringan sistem pelayanan air minum di kawasan
permukiman
5. Spesifikasi Instalasi Air Minum Tipe Cikapayang 5
No : SNI 03-2917-1992, Kategori : SNI
Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan instalasi
air bersih dengan kapasitas 5 Liter/detik
6. Spesifikasi Meter Air
No : SNI 2547-2008, Kategori : SNI
Spesifikasi ini menetapkan istilah, karakteristik
teknis, karakteristik metrologis dan persyaratan
kehilangan tekanan untuk meter air minum. Spesifikasi
ini berlaku bagi meter air dengan tekanan kerja maksimum
yang dapat diterima (MAP)? 1 MPa (0,6 MPa untuk meter
air yang menggunakan pipa diameter nominal, ON ? 500 mm)
dan temperatur maksimum yang dapat diterimaMAT 50 0C.
Spesifikasi ini juga berlaku untuk meter air, tanpa
bergantung teknologi, digambarkan sebagai integrasi
instrumen pengukur secara kontinu menentukan volume air
mengalir melalui meter air.
7. Spesifikasi Pipa Polietilen (PE) dan Sambungannya Untuk
Air Minum
No : SNI 06-4829-1998, Kategori : SNI
Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis tentang
bahan, ukuran, kekuatan hidrostatik, perubahan panjang
dan densitas
8. Spesifikasi Teknik Penahapan Pembangunan Sistem
Penyediaan Air Minum.
No : AB-K/RE-RI/ST/004/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Ruang lingkup pekerjaan spesifikasi penahapan
pembangunan sistem penyediaan air minum, mencakup
pengertian-pengertian dan persyatan teknis (lihat bab
II).

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -7


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

9. Spesifikasi Teknik Pengelolaan Teknik Sistem Penyediaan


Air Minum.
No : AB-K/RE-RI/ST/005/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Spesifikasi ini memuat ruang lingkup, pengertian-
pengertian serta persyatan teknis dalama pengelolaan
teknis sistem penyediaan air minum.
10. Spesifikasi Teknik Prasarana Sistem Penyediaan Air
Minum.
No : AB-K/RE-RI/ST/003/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Spesifikasi ini memuat pengertian-pengertian dan
persyaratan teknis yang harus dipenuhi prasarana sistem
penyediaan air minum untuk penyusunan rencana induk.
11. Spesifikasi Teknik Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Minum.
No : AB-K/RE-RI/ST/006/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Spesifikasi ini memuat penjelasan-penjelasan yang
diperlukan dalam rencana induk sistem penyediaan air
minum.
12. Spesifikasi Teknik Survai Rencana Induk Sistem
Penyediaan Air Minum.
No : AB-K/RE-RI/ST/001/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Spesifikasi ini memuat tentang pengertian-pengertian ,
dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam survai
rencana induk sistem penyediaan air minum.
13. Spesifikasi Teknis Bahan Kimia dan Persyaratan Kimiawi
dalam air Minum.
No : AB-K/RE-RT/ST/006/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Spesifkasi teknis bahan kimia dan persyaratn kimiawi
dalam air minum ini mencakup persratan teknis mengenai
bahan yang digunakan untuk proses pelunakan kesadahan,
koagulasi, desinfeksi, netralisasi, fluoridisasi, dan
penghilangan besi dan mangan, serta persyaratan kimiawi
dalam air minum.
14. Spesifikasi Teknis Bangunan Penunjang Sistem Penyedia-an
Air Minum.
No : AB-K/RE-RT/ST/004/98, Kategori : Petunjuk Teknis

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -8


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Spesifikasi teknis bangunan penunjang sistem penyediaan


air minum ini mencakup ketentuan-ketentuan teknis
mengenai bangunan dan peralatan penunjang yang
meliputi : 1. bangunan operasi dan pengendalian 2.
bangunan elektro mekanikal 3. bangunan rumah kimia 4.
bangunan gedung 5. laboratorium 6. halaman : drainase,
jalan dan halaman parkir, ruang jaga dan pagar 7. kantor
dan perlengkapan 8. peralatan laboratorium dan bengkel
9. Logistik
15. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume
1. Pedoman Umum
No : Pd T-05-2005-C, Kategori : Pedoman Teknis
Pedoman ini meliputi ketentuan umum dalam
penyelenggaraan, kelembagaan, pembiayaan, pembangunan
prasarana dan sarana serta pemantauan dan evaluasi dalam
upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat.
16. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume
2. Pedoman penyelenggaraan
No : Pd T-06-2005-C, Kategori : Pedoman Teknis
Tata cara penyelenggaraan yang mencakup uraian yang
menyangkut pelaku terkait dan tahapan kegiatan serta
prinsip pelayanan kepada masyarakat dalam rangka
penyelenggaraan PAM BM. Pedoman ini dapat digunakan
sebagai acuan bagi para pelaku terkait dalam pelaksanaan
pembangunan prasarana dan sarana PAM BM yang mandiri dan
berkelanjutan.
17. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume
3. Kelembagaan
No : Pd T-07-2005-C, Kategori : Pedoman Teknis
Pedoman ini meliputi peran dan fungsi para pelaku
terkait, proses pembentukan organisasi/ kepengurusan dan
perangkat pendukung yang diperlukan dalam organisasi
penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM).
Pedoman ini merupakan buku ketiga dari Pedoman
penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM).
18. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume
4. Pembiayaan
No : Pd T-08-2005-C, Kategori : Pedoman Teknis

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -9


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pedoman ini memuat tata cara pembiayaan dalam kegiatan


meliputi biaya penyelenggaraan dan mobilisasi dana
penyediaan air minum berbasis masyarakat.
19. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume
5. Pembangunan Prasarana dan Sarana
No : Pd T-09-2005-C, Kategori : Pedoman Teknis
Pedoman ini ini meliputi tata cara pemilihan jenis,
perencanaan, pelaksanaan fisik dan pengoperasian serta
pemeliharaan prasarana dan sarana penyediaan air minum
berbasis masyarakat.
20. Penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Volume
6. Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi
No : Pd T-10-2005-C, Kategori : Pedoman Teknis
Pedoman ini meliputi sistem pemantauan dan evaluasi
kinerja pada tahap persiapan, perencanaan, pembangunan,
pengelolaan dan pengembangan PAM BM. Hasilnya dilaporkan
pada perorangan atau institusi yang berkaitan dengan
pengadaan/pelayanan air minum berbasis masyarakat.
21. Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat.
No : SNI 3981-2008, Kategori : SNI
Standar ini memuat persyaratan umum, persyaratan teknis,
dan perencanaan instalasi saringan pasir lambat sebagai
pegangan bagi penyelenggara pembangunan untuk mengolah
air baku dengan kekeruhan ?50 mg/Liter SiO2 menjadi air
minum.
22. Metode Pengujian Bentuk dan Sifat Tampak Pipa PVC Untuk
Air Minum
No : SNI 06-2551-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menguji bentuk dan sifat
tampak pipa PVC untuk air minum
23. Metode Pengambilan Contoh Uji Pipa PVC Untuk Air Minum
No : SNI 06-2552-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk memperoleh contoh uji yang
dapat mewakili
24 Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC Untuk Air Minum
Dengan Jangka Sorong.
No : SNI 06-2548-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menentukan diameter pipa PVC
menggunakan jangka sorong
25. Metode Pengujian Kekuatan Pipa PVC Untuk Air Minum
Terhadap Tekanan Hidrostatik.
No : SNI 06-2549-1991, Kategori : SNI

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -10


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan pipa PVC


terhadap tekanan hidrostatik
26. Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC Untuk Air
Minum
No : SNI 06-2550-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menentukan ketebalan dinding
pipa PVC
27. Metode Pengujian Perubahan Panjang Pipa PVC Untuk Air
Minum Dengan Uji Tungku
No : SNI 06-2553-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan
panjang pipa PVC dengan uji tungku
28. Metode Pengujian Ketahanan Pipa PVC Untuk Air Minum
Terhadap Metilen Khlorida
No : SNI 06-2554-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menentukan ketahanan pipa PVC
terhadap metilen klorida
29. Metode Pengujian Kadar PVC Pada Pipa PVC Untuk Air Minum
Dengan THF
No : SNI 06-2555-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menentukan kadar PVC pada
pipa PVC dengan THF
30. Metode Pengujian Diameter Luar Pipa PVC Untuk Air Minum
Dengan Pita Meter
No : SNI 06-2556-1991, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menentukan diameter luar
rata-rata pipa PVC
31. Metode Pengujian Dimensi Pipa Polietilen (PE) Untuk Air
Minum
No : SNI 06-4821-1998, Kategori : SNI
Metode ini membahas cara uji untuk menentukan diameter
luar dan tebal dinding pipa PE
32. Metode Uji Perencanaan Teknik Air Minum Perdesaan
No : AB-D/RE/MU/001/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode uji ini memeuat pengertian-pengertian, ketentuan-
ketentuan, dan cara uji hasil perencanaan teknik air
minum perdesaan.
33. Metode Uji Hasil Pelaksanaan Pembangunan Sistem Air
Minum Perdesaan.
No : AB-D/LW/MU/006/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode uji ini meliputi, pengertian, ketentuan-ketentuan
serta cara uji hasil pelaksanaan pembangunan sistem air
minum perdesaan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -11


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

34. Metode Uji Pekerjaan Konstruksi Sipil Pembangunan


Penyediaan Air Minum.
No : AB-D/LW/MU/001/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara
pengerjaan yang harus dilakukan dalam pengujian
konstruksi sipil sistem penyediaan air minum.
35. Metode Uji Pekerjaan Konstruksi Sipil Sistem Penyediaan
Air Minum.
No : AB-K/LW/MU/006/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara
pengerjaan yang harus dilakukan dalam pengujian
konstruksi sipil sistem penyediaan air minum.

36. Metode Uji Pekerjaan Pemasangan Peralatan Elektro -


Mekanikal.
No : AB-K/LW/MU/007/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pengujian
pekerjaan pemasangan peralatan elektro mekanikal dalam
sistem penyediaan air minum.
37. Metode Uji Pekerjaan Pemasangan Peralatan Mekanikal dan
Elektrikal.
No : AB-D/LW/MU/002/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode Uji ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara
pengujian pekerjaan pemasangan peralatan mekanikal dan
elektrikal dalam sistem penyediaan air minum.
38. Metode Uji Keandalan Kapasitas dan Kualitas Pelayanan
Air Minum.
No : AB-K/LW/MU/004/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode ini memuat pengertian-pengertian, ketentuan-
ketentuan dan cara uji keandalan kapasitas dan kaulitas
pelayanan air minum.
39. Metode Uji Kualitas Air Minum Distribusi dan Pelayanan.
No : AB-K/OP/MU/004/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode pengujian ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara
pemeriksaan kualitas air minum di unit distribusi dan
pelayanan, meliputi parameter fisika, kimia dan
mikrobiologi.
40. Metode Uji Pemeriksan Kualitas Air di Unit Distribusi
dan Pelayanan.
No : AB-D/OP/MU/002/98, Kategori : Petunjuk Teknis

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -12


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Metode uji ini memuat ruang lingkup, pengertian-


pengertian, ketentuan-ketentuan serta cara uji dalam
pemeriksaan kualitas air pada sistem penyediaan air
minum perdesaan.
41. Metode pengujian klorin bebas dalam air dengan
Spektrofotometer sinar tampak secara dietil
fenilindiamin (DFD)
No : SNI 06-4824-1998, Kategori : SNI
Metode ini digunakan untuk menentukan kadar Klorin
(0,011-4,0) mg/L Mn dalam air minum menggunakan sinar
tampak pada panjang gelombang 515 nm.
42. Cara uji kadar amoniak dalam air dengan elektrode
selektif ion
No : SNI 03-6876-2002, Kategori : SNI
Standar ini menetapkan cara untuk menguji kadar amoniak,
NH4-N terlarut dalam air dengan elektrode selektif ion.
Standar ini digunakan untukmengukur kadar amoniak pada
rentang kadar antara 0,03 mg/L NH3-N sampai dengan 1400
mg/L NH3-N dalam air minum, air permukaan, air limbah
domestik dan air limbah industri, baik yang keruh maupun
yang warna
43. Metode Uji Keandalan Peralatan Sistem Penyediaan Air
Minum.
No : AB-K/LW/MU/010/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode pengujian ini memberikan uraian tentang
ketentuan-ketentuan dan cara pengujian keandalan
peralatan sistem penyediaan air minum.
44. Metode Uji Keandalan Pipa Terhadap Tekanan Statis dan
Dinamis.
No : AB-K/LW/MU/005/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode pengujian keandalan pipa terhadap tekanan statis
dan dinamis ini dimaksudkan untuk dijadikan pegangan dan
acuan dalam pelaksanaan dan penngawasan pembangunan
sistem penyediaan air minum terhadap mutu pipa. Metode
ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara pengujian
keandalan pipa air bertekanan yang telah dipasang
terhadap tekanan statis dan dinamis. Pengujian dilakukan
pada jalur pipa memanjang dan pada sambungan pipa.
45. Metode Uji Keandalan Hidrolika Pipa Transmisi dan
Distribusi.
No : AB-D/LW/MU/005/98, Kategori : Petunjuk Teknis

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -13


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Metode ujii ini memuat ketentuan-ketentuan dan cara


pengerjaan keandalan hidrolika pipa transmisi dan
distribusi dalam sistem penyediaan air minum perdesaan.
46. Metode Uji Keandalan Hidrodinamika dan Proses Pengolahan
Air.
No : AB-K/LW/MU/008/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode Uji ini memuat ketentua-ketentuan dan cara
pengujian keandalan hidrodinamika dan proses pengolahan
air untuk sistem penyediaan air minum serta pelaporan
hasil pengujian yang harus dipenuhi.
47. Metode Uji Operasi dan Pemeliharaan Sistem penyediaan
air minum.
No : AB-K/OP/MU/001/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode uji memuat mengenai pengertian, ketentuan-
ketentuan umum, ketentuan teknis dan cara uji sistem
penyediaan air minum meliputi bangunan pengambilan air
baku, pipa transmisi dan pipa distribusi serta IPA.
48. Metode Uji Pemeriksaan Tekanan Air di Unit Distribusi
dan Pelayanan Air Minum Perdesaan Sistem Perpipaan.
No : AB-D/OP/MU/003/98, Kategori : Petunjuk Teknis
Metode uji ini memuat tentang ketentuan-ketentuan yang
harus dipenuhi dan cara pengujian dalam pemeriksaan
tekanan air di unit distribusi dan pelayanan air minum
perdesaan sistem perpipaan serta cara pelaporan hasik
uji.
49. Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter
air minum bagian 2: Persyaratan pemasangan meter air
minum (ISO 4064-2 : 2005, MOD)
No : SNI 2418.2-2009, Kategori : SNI

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -14


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Persyaratan pemasangan meter air minum ini digunakan


untuk menetapkan kriteria pemilihan meter air tunggal,
meter air kombinasi, dan meter air konsentrik, peralatan
penghubung, pemasangan, persyaratan khusus dalam
pengoperasian awal meter air yang baru atau yang
diperbaiki untuk menjamin ketepatan pengukuran dan
kehandalan pembacaan meter air. Persyaratan pemasangan
meter air minum ini juga digunakan untuk meter air yang
dioperasikan dengan prinsip elektrik/elektronik, meter
air dengan prinsip mekanikal yang dihubungkan dengan
peralatan elektronik, dan untuk meter air dengan volume
aktual. Hal ini berlaku juga bagi meter air dengan
peralatan elektronik tambahan. CATATAN 1 Peralatan
tambahan merupakan pilihan. Rekomendasi dari persyaratan
pemasangan ini digunakan tanpa tergantung dengan
teknologi, ditentukan sebagai pengintegrasian alat
pengukur yang secara kontinyu menentukan volume air yang
mengalir melalui peralatannya.
50. Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter
air minum - bagian 3: metode dan peralatan pengujian
meter air minum (ISO 4064-3 : 2005, MOD)
No : SNI 2418.3-2009, Kategori : SNI

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -15


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Bagian ketiga dari SNI ini memuat metode pengujian dan


hal-hal yang harus dilakukan dalam menentukan
karakteristik utama dari meteran air sesuai dengan SNI
2547-2008, Bagian 1: Spesifikasi meter air minum.
Standar ini dipergunakan untuk menguji meter air minum,
meter air kosentrik dan meter air kombinasi yang dapat
tahan pada tekanan kerja maksimum yang diijinkan (MAP)
sampai sekurang-kurangnya 1 MPa (10 bar) atau 0,6 MPa (6
bar) untuk meter air ? DN 500 mm, dan tahan sampai pada
temperatur maksimum yang dijinkan (MAT) 50º C. Standar
ini juga dapat dipakai untuk menguji meteran air yang
prinsip kerjanya berdasarkan sistem elektronik atau
listrik, dan meter air yang bekerja berdasarkan prinsip
mekanik yang dilengkapi peralatan-peralatan listrik,
yang digunakan untuk mengukur debit aktual air minum.
Untuk meter-meter air yang mempunyai debit persamaan
kurang dari 160 m3/jam, agar bisa memenuhi keterbatasan
yang dimiliki suatu laboratorium uji, ketentuan
pengujian bisa dilakukan perubahan untuk memodifikasi
kondisi referensi pada saat pengujian daya tahan dan
unjuk kerjanya.

Adapun pedoman, kriteria dan standar teknis yang dipakai dalam


menyelesaikan pekerjaan ini adalah yang berlaku di Indonesia
pada umumnya. Untuk pekerjaan yang dimaksud ini, dipakai
“Kriteria dan Standar Pengawasan Jaringan Pipa Air Minum” yang
diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang dan Cipta Karya.
Apabila diperlukan perubahan terhadap standar tersebut, harus
dengan persetujuan Direksi Pekerjaan.

E.1.8Pemahaman Terhadap Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini selama 6 (enam) bulan
terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).

E.1.9Pemahaman Terhadap Kebutuhan Personil

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -16


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Sehubungan dengan lingkup pekerjaan seperti tersebut di atas,


maka Penyedia Jasa diminta untuk menggunakan personil-personil
yang cukup berpengalaman di bidangnya masing-masing. Adapun
personil-personil yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

A. Staf Profesional (6 MM) :

1. Site Engineer/Team Leader merangkap Quantity Engineer

Disyaratkan seorang Sarjana Teknik Sipil/Teknik


Lingkungan Strata 1 (S1) yang telah lulus dari suatu
perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta yang
telah disamakan atau perguruan tinggi internasional
yang diakui. Untuk perguruan tinggi swasta yang belum
disamakan, harus telah lulus ujian Negara. Team Leader
disyaratkan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan
selama 6 tahun. Mempunyai sertifikat keahlian (SKA)
Bidang Teknik Air Minum yang dikeluarkan oleh Asosiasi
terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang Jasa
Konstruksi (LPJK)

Team Leader harus berkedudukan di tempat berdekatan


dengan Dinas Pekerjaan Umum dan melakukan supervisi
kelokasi tempat-tempat pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya.

Tugas dan tanggung jawab Team Leader akan mencakup, tetapi


tidak terbatas hal-hal sebagai berikut:

a. Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah


ditentukan, terutama sehubungan dengan :

- Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan


untuk melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan
melakukan perbaikan-perbaikan agar pekerjaan
dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan
persyaratan yang telah ditentukan.

- Pengertian yang benar tentang spesifikasi.

- Metode pelaksanaan untuk setiap jenis pekerjaan yang


disesuaikan dengan kondisi lapangan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -17


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Metode pengukuran volume pekerjaan yang benar


dan sesuai dengan pasal-pasal dalam Dokumen
Kontrak tentang cara pengukuran dan pembayaran.

- Rincian teknis sehubungan dengan "Change Order” yang


diperlukan.

b. Membuat pernyataan penerimaan (“Acceptance”) atau


penolakan (“Rejection”) atas material dan produk
pekerjaan.

c. Melakukan pengawasan dan memberi pengarahan kepada


Kontraktor didalam pengambilan data lapangan serta
kaitannya dengan Rekayasa lapangan.

d. Mengadakan penyesuaian di lapangan terhadap design asli


yang ada di Kontrak Fisik.

e. Melakukan pemantauan atas prestasi kontraktor dan


segera malaporkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran
(KPA) apabila kemajuan pekerjaan ternyata mengalami
keterlambatan lebih dari 10 % dari rencan dan
membuat saran-saran penanggulangan serta perbaikan.

f. Melaksanakan penyiapan Review Design dan evaluasi Design


serta penyiapan Addendumnya.

g. Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran


pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam
proses pengukuran akhir pekerjaan.

h. Menyusun Laporan Bulanan tentang kemajuan fisik


dan financial, serta menyerahkannya kepada Kuasa
Pengguna Anggaran (KPA).

i. Menyusun Justifikasi Teknis, termasuk gambar dan


perhitungan sehubungan dengan usulan perubahan
kontrak.

j. Mengecek dan menandatangani dokumen pembayaran bulanan


(Monthly Certificate).

k. Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen tentang


pengendalian mutu dan volume pekerjaan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -18


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

l. Bertanggung jawab langsung kepada Pejabat Pembuat


Komitmen (PPK)/ KPA

2. Ahli Tenaga Pengawas

Sub Tenaga ahli yang disyaratkan adalah minimal S1


Teknik Sipil/Teknik Lingkungan dengan pengalaman minimal 2
(dua) tahun dibidang Pengawasan Konstruksi Sipil dan
Perpipaan terutama dalam hal pekerjaan pengawasan,
Inspektor mengawasi kualitas dan kuantitas pelaksanaan
kontruksi serta memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan
sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi, gambar-gambar.

Inspector akan memeriksa kegiatan konstruksi yang


dilakukan oleh Kontraktor setiap hari yaitu sebagai
berikut :

a. Mengawasi konstruksi bangunan air dan konstruksi


lainnya dilapangan.

b. Selalu berhubungan dengan staf lapangan kontraktor dalam


menyusun kegiatan pekerjaan harian sesuai jadwal.

c. Menjelajahi kemajuan pekerjaan harian Kontraktor


dengan mengisi formulir yang mengandung bagan alir.

d. Menjaga kemajuan pekerjaan dan mutu hasil akhirnya.

e. Memiliki rekaman terakhir dari pekerjaan konstruksi yang


dilaksanakan.

f. Mengirimkan laporan harian, mingguan dan ringkasan


bulanan dari semua kegiatan konstruksi kepada Team
Leader termasuk masalah-masalah yang didapati dilapangan.

g. Mensupervisi secara terus menerus dilapangan untuk


kegiatan harian, termasuk persiapan catatan harian untuk
peralatan, tenaga dan bahan yang digunakan oleh
Kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan harian.

h. Mengecek semua bahan/material yang dikirim ke lapangan


apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau belum.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -19


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

i. Setiap hari mencatat cuaca, material yang dikirim ke


lapangan, perubahan dan kebutuhan tenaga kerja, peralatan
di lapangan, jumlah pekerjaan yang telah selesai dan
pengukuran lapangan, hal-hal khusus dan sebagainya,
dengan menggunakan formulir laporan yang standar
dan dikirim kepada Team Leader diakhir jam kerja
setiap hari.

j. Menyimpan arsip-arsip surat dari Kegiatan, laporan


mingguan, diagram kemajuan pekerjaan dan pengukuran.

k. Membantu Direksi Lapangan untuk meng-opname hasil


pekerjaan atas pekerjaan yang telah selesai.

l. Menggambar kemajuan pekerjaan kontraktor setiap hari dan


mengesahkan jadwal kemajuan pekerjaan.

m. Senantiasa menjaga ketelitian dan memperbaharui


gambar-gambar as built drawing dan mensupervisi
pekerjaan penggambaran yang dibutuhkan.

n. Menyimpan arsip-arsip surat dari Kegiatan, laporan


mingguan, diagram kemajuan pekerjaan dan pengukuran
dsb.

E.1.10 Pemahaman Terhadap Jenis Laporan yang Diminta


Konsultan diwajibkan menyerahkan laporan yang dibuat di atas
kertas HVS ukuran A4 menggunakan bahasa Indonesia, dengan
jenis, jumlah dan waktu penyerahannya ditetapkan sebagai
berikut :

1) Laporan Harian dan Mingguan


Laporan ini harus dibuat oleh konsultan setelah 7 (tujuh)
hari kalender sejak SPMK ditandatangani atau 7 (tujuh) hari
kalender sejak dimulainya pekerjaan konstruksi oleh
pemborong, dilakukan secara berkala setiap minggunya, dan
laporan mingguan ini memuat ten tang resume dari laporan
harian dan masukan hasil rapat-rapat dilapangan,

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -20


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

penyimpangan yang dilakukan oleh Pemborong atau Penyedia


Barang atau Jasa yang sudah diperbaiki maupun yang belum
diperbaiki dan hal-hal lain yang terjadi dilapangan .

2) Laporan Bulanan
Laporan ini harus dibuat oleh konsultan setelah 30 (tiga
puluh) hari kalender sejak SPMK ditandatangani atau 30 (tiga
puluh) hari kalender sejak dimulainya pekerjaan konstruksi
oleh pemborong, dilaporkan secara berkala setiap bulannya,
dan laporan bulanan ini memuat resume dari laporan mingguan
dan laporan monitoring kendali mutu terrnasuk pemeriksaan
laboratorium apabila diperlukan.
 Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran.
 Surat Perintah Perubahan Pekerjaan Berita Acara Pemeriksaan
Pekerjaan Tambah Kurang .
 Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings)
dan Manual peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor
Pelaksana
 Laporan rapat dilapangan (Site Meeting) dan weekly
instruction/weekly Request.
 Gambar rincian pelaksanaan (Shop Drawings) dan realisasi
Time Scedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.

3) Laporan Akhir
Laporan ini harus dibuat dan disampaikan oleh konsultan
setelah berakhirnya SPMK atau berakhirnya waktu pelaksanaan
konstruksi oleh pemborong, dan laporan ini memuat resume dari
laporan bulanan dan dan menyusun daftar kekurangan-kekurangan
dan cacat-cacat pekerjaan selama masa pemeliharaan. Setiap
laporan dibuat dalarn 3 (lima) rangkap.

E.1.12 Pemahaman Terhadap Diskusi/ Presentasi yang Harus


Diadakan
a. Umum
Konsultan akan mengadakan diskusi/presentasi kepada Pengguna
Jasa atau wakilnya yang ditunjuk. Pokok permasalahan yang

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -21


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

akan dibahas adalah mengenai pekerjaan yang telah


diselesaikan (progress report) sekaligus menyampaikan
alternatif pilihan guna memperoleh persetujuan,
permasalahan/ hambatan yang ditemukan/ dihadapi, serta
pengajuan program kerja selanjutnya. Diskusi/ presentasi
tersebut akan dilaksanakan dengan penjelasan berikut :

b. Diskusi Pra Pelaksanaan Kegiatan


Membahas Rencana Mutu Kontrak Desain (RMKD) yang merupakan
kewajiban Penyedia Jasa. RMKD merupakan rencana pelaksanaan
kegiatan. Presentasi Pra Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan
pada minggu pertama dihadapan Direksi Pekerjaan/Pemberi
Kerja.

c. Diskusi Laporan Bulanan


Membahas Draft Laporan Bulanan, yaitu menyusun program kerja
berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah ada antara
lain jadwal mobilisasi alat, personil dan sebagainya guna
menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Selain itu
dalam presentasi ini dibahas tentang rencana yang akan
dilakukan untuk menunjang pekerjaan pengawasan.
Presentasi Laporan Pendahuluan dilaksanakan pertengahan
bulan ke-1 (satu) dihadapan Direksi Pemberi Kerja dan
instansi yang terkait. Tanggapan dan saran yang berguna
harus dituangkan dalam Laporan Pendahuluan.

f. Sosialisasi dalam forum Pertemuan Konsultasi Masyarakat


(PKM)
PKM adalah metode melibatkan stakeholders pengembangan
Sumber Daya Air, yaitu tim dari instansi terkait dan
kelompok penerima manfaat. Tujuan kegiatan PKM adalah :
1. Menampung aspirasi masyarakat/ Pemerintah Kabupaten/ Kota
yang ada di wilayah studi yang akan digunakan sebagai
salah satu bahan acuan dalam melakukan kegiatan ini.
2. Mendorong terciptanya dukungan serta partisipasi
masyarakat sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan
konstruksi, dan menyesuaikan rencana pengamanan sungai
dengan kebutuhan masyarakat beserta prioritasnya di
setiap daerah yang tercakup.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -22


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Dalam pekerjaan ini, PKM akan dilaksanakan sebanyak 1 (satu)


kali, yaitu setelah dilaksanakannya Diskusi/ Presentasi
Laporan Pendahuluan dengan maksud untuk melaksanakan
sosialisasi kegiatan ini dan menjaring aspirasi masyarakat
terkait maksud, tujuan dan sasaran studi ini.

E.2 Kerangka Pemikiran

Dalam penyediaan prasarana dan sarana air minum terdapat


beberapa tahapan yang perlu untuk dilakukan, yaitu : tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan pembangunan, dan tahap
pengelolaan (Operasi dan pemeliharaan). Dalam tahap pelaksanaan
pembangunan terdapat bagian yang berupa supervisi/pengawasan
kegiatan konstruksi yang merupakan bagian yang penting untuk
menjaga ketepatan dalam pengendalian baik mutu, volume, maupun
waktu.

Dengan adanya supervise/pengawasan kegiatan konstruksi


diharapkan dalam proses pelaksanaan pembangunan fisik dapat
dilakukan sesuai yang direncanakan, dengan mengikuti spesifikasi
teknis, tata cara pembangunan, sesuai yang telah direncanakan.
Disamping itu juga pelaksanaan pembangunan fisik dapat selalu
terkontrol, untuk menghindari terjadinya kegagalan dan
penyimpangan yang fatal.

Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Direktorat


Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat melalui Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum Provinsi Sumatera Barat pada Tahun Anggaran 2017
mengalokasikan dana untukpengembangan prasarana dan sarana air
minum di Sumatera barat. Program pengembangan tersebut
diantaranya berupa pelaksanaan pembangunan fisik system
penyediaan air minum yang dalam pelaksanaan perlu dilakukan
supervisi dan pengawasan.

E.3 Rencana Penanganan


Untuk dapat melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik, sebelumnya
perlu dibuat pendekatan secara umum agar dapat dilaksanakan
secara sistematis dan praktis sehingga efisiensi kerja, tenaga
dan waktu dapat dicapai. Salah satu maksud pendekatan ini

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -23


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

diantaranya adalah membuat pendekatan rencana operasi


pelaksanaan secara umum.
Setelah rencana operasi/pelaksanaan ini tersusun, selanjutnya
dibuat suatu pendekatan teknis yang memuat rencana operasi
pelaksanaan pekerjaan, analisa kebutuhan personil, analisa
kebutuhan peralatan, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
Kemudian disusun program kerja yang meliputi rencana pengerahan
Tenaga Ahli dan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan serta
metodologi dan pendekatan yang akan digunakan.
Program kerja ini sebaiknya didiskusikan pada saat Pre Award
Meeting bersama Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persepsi
yang sama dalam pelaksanaannya. Untuk menjelaskan program kerja
tersebut akan dilengkapi dengan Bar Chart Penugasan Personil,
Schedule Pelaksanaan, Network Planning, Flow Chart. Kegiatan dan
hal-hal lain yang diperlukan yang selanjutnya akan dibahas pada
bab tuju Program kerja yang dimaksud akan memberikan gambaran
tentang kemampuan konsultan dalam melaksanakan pekerjaan
Supervisi Pengembangan Jaringan Perpipaan di Kawasan Perkotaan
(PSPAM-13).
Uraian pada butir ini menjelaskan tentang tahapan pekerjaan,
pendekatan teknis yang akan dilakukan dan metodologi pelaksanaan
serta analisa teknis pengerahan tenaga ahli.
Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) telah disebutkan bahwa, lingkup
kegiatan secara garis besar meliputi 6 (enam) butir kegiatan
pokok pembahasan (a s/d f) butir kegiatan untuk mewujudkan hal
tersebut. Dari butir tanggapan terhadap KAK maka item tersebut
akan di sederhanakan tanpa merubah substansinya sebagai
berikut :
1. Pekerjaan Persiapan / Inventarisasi Data
2. Pekerjaan Lapangan
3. Pekerjaan Pengawasan
4. Pelaporan

Adapun penjabaran tahap kegiatan tersebut diatas adalah sebagai


berikut :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -24


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pekerjaan Persiapan/Inventarisasi Data


Yang termasuk dalam kegiatan pekerjaan persiapan adalah :

a. Persiapan Personil dan Administrasi

Konsultan akan mengerahkan tenaga ahli dengan koordinasi oleh


Direktur Teknik Perusahaan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan.
Pada tahap ini team tenaga ahli akan membahas hasil usulan
teknis dan kerangka acuan kerja dan merumuskannya dalam
laporan persiapan

b. Peninjauan lapangan pendahuluan

Manfaat dari kegiatan ini lebih difokuskan pada potensi dan


permasalahan berdasarkan data sekunder yang telah direview
termasuk hasil konsultasi awal dengan instansi terkait.
Beberapa hal yang berkaitan dengan perencanaan optimasi
jaringan irigasi dan pengunaan lahan yang terkait dalam
lingkup pekerjaan ini.

Tahapan kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :


1). Melakukan Inventarisasi Bangunan dan Saluran Existing
2). Melakukan pengelompokan daerah untuk dilakukan survey
pendahuluan
3). Melakukan kegiatan survey untuk masing masing kelompok dan
diskusi daerah dengan instansi terkait
4). Mendata informasi yang diperoleh hasil wawancara dengan
aparat instansi terkait dan meninjau lokasi

Pekerjaan Lapangan
A. Pengukuran :
Studi awal dan studi untuk identifikasi didasarkan pada
peta-peta yang ada. Pengukuran pemetaan merupakan kegiatan
utama dalam tahap perencanaan pemetaan bisa didasarkan pada
pengukuran medan (teoritis) penuh yang menghasilkan peta-peta
garis topografi lengkap dengan garis konturnya.
Semua kegiatan pengukuran harus mengikuti standar kriteria
perencanaan PT-02.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -25


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

A1. Pemasangan Bench Mark dan Control Point


Bench Mark dan Control Point (BM & CP) dipasang dengan
ketentuan sebagai berikut :
- BM dipasang setiap 2,5 Km disepanjang jalur
trase jaringan air baku.
- Merupakan titik-titik dalam kerangka dasar
horizontal vertikal.
- Dipasang pada tempat yang stabil, aman dan tidak
mudah terganggu serta mempunyai diskripsi yang jelas
sehingga memudahkan pencarian kembali dilapangan.
- Dipasang sebelum pengukuran Polygon dan
waterpass dilaksanakan.
- Bentuk dan ukuran BM & CP disesuaikan dengan
yang disyaratkan.
- Setiap lokasi atau rencana lokasi bangunan air
harus dipasang CP.

Benchmark yang akan digunakan berdimensi 20 x 20 x 100 cm


terbuat dari beton K275. Benchmark dipasang sedemikian rupa
sehingga bagian yang muncul di atas tanah setinggi  20 cm.
Pada ujung Benchmark diberi pen kuningan dan dibubuhi
nomenklatur ukuran 10 x 10 cm dilekatkan pada salah satu sisi
samping yang bertuliskan nama Benchmark tersebut.
Benchmark dipasang sebelum dilakukan pengukuran jaringan
titik kontrol serta lokasi pemasangan Benchmark harus pada
tempat yang aman, kuat dan mudah dicari kembali. Setiap
Benchmark baru diberi nama berurutan dan kelanjutan dari
Benchmark existing. Benchmark pengganti untuk Benchmark
existing tidak diperkenankan menggunakan nama BM lama untuk
menghindari kesalahan koordinat / elevasi BM yang
bersangkutan.
Setiap Benchmark perlu dibuat deskripsinya yang berupa
informasi koordinat, elevasi, sketsa lapangan photo lapangan
dengan latar belakang yang mudah dikenali serta keterangan
yang menjelaskan bagaimana mencapai lokasi titik BM tersebut.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -26


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

20
1m
Pelat
No. :
12 x 12 cm

Begel  6 mm - 15 cm (Stirup)

Tiang  10 mm (Bar)


100

65

10 20 10

10
20
10
15

20
20

Pasir yang Dipadatkan


Weil Compacted Sand

Gambar 6-1. Bentuk dan Ukuran Bench Mark

A2. Pengukuran Jaringan Titik Kontrol


Pengukuran jaringan titik kontrol terdiri dari 2 (dua) jenis
yaitu jaringan titik kontrol horizontal dengan menggunakan
metode poligon dan jaringan titik kontrol vertikal dengan
metode sipat datar. Bentuk jaringan dibuat tertutup
membentul loop atau terikat sempurna melewati semua titik BM
yang ada di lapangan.

 Pengukuran Poligon (Traversing Survey)


Pengukuran poligon dilakukan menggunakan alat Total Station atau
kombinasi alat ukur sudut Theodolit T2. Spesifikasi alat yang
digunakan harus mempunyai ketelitian pembacaan sudut minimum 1”
setara dengan Theodolit T2 dan pembacaan jarak mempunyai ketelitian
 55 mm + 5 ppm.
Ketelitian pengukuran poligon harus memenuhi batas toleransi
sebagai berikut :
- Pembacaan sudut horizontal untuk setiap titik pengamatan
dilakukan dengan 2 seri pembacaan yaitu dengan membaca sudut
luar dan sudut dalam pada posisi teropong kedudukan biasa

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -27


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

(Direct) dan luar biasa (Reverse). Jumlah hasil pembacaan sudut


luar dan sudut dalam adalah 360° ± 5”, bila tidak memenuhi batas
toleransi ini, maka harus dilakukan pembacaan seri berikutnya.
Besar sudut yang digunakan untuk perhitungan koordinat adalah
hasil rata-rata dari pembacaan sudut luar dan sudut dalam.
- Pembacaan sudut vertikal dilakukan 1 seri pembacaan pada posisi
terpong kedudukan biasa dan luar biasa. Sudut vertikal ini
dilakukan untuk keperluan koreksi pembacaan jarak miring.
- Pembacaan jarak dilakukan kearah depan dan kearah belakang titik
berdiri alat masing-masing titik pengamatan (target). Pembacaan
dilakukan paling sedikit 3 kali rekaman (track display EDM) dan
yang diukur adalah jarak miring (slope). Rekaman jarak yang
dimunculkan EDM harus memenuhi ketelitian : < 1 cm (0,010 m),
bila tidak memenuhi batas toleransi ini, maka pembacaan jarak
harus diulangi. Masing-masing rekaman di rata-rata dan
diperhitungkan terhadap sudut vertikal untuk mendapatkan jarak
datar antar titik pengamatan yang digunakan untuk perhitungan
koordinat.
- Kesalahan penutup sudut dalam satu jaringan pengukuran harus
memenuhi ketelitian : 10“  n atau lebih baik, dimana n adalah
jumlah titik pengamatan dan kesalahan memanjang atau Linear
Error harus memenuhi ketelitian : 1 / 10,000 atau lebih baik.
Pengukuran poligon terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu :
1) Pengukuran Poligon Utama
- Jalur pengukuran poligon merupakan jaringan tertutup dan
apabila areal nettonya lebih dari 500 ha maka pengukuran
poligon harus dibagi menjadi beberapa kring tertutup.
- Pengukuran poligon tidak dibenarkan menggunakan cara spring
station.
- Sudut horizontal dibaca satu seri lengkap (B-B-LB-LB), jika
selisih hasil sudut pembacaan B dan LB lebih dari 10 detik
maka pengamatan harus diulang.
- Semua benchmark yang ada harus dilalui poligon.
- Pengukuran jaraknya dilakukan pulang pergi dengan
menggunakan pita ukur baja dan dikontrol dengan pengukuran
jarak optis.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -28


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Pengukuran jarak pada sisi-sisi poligon dilakukan pulang


pergi dengan menggunakan pita ukur baja dan dikontrol dengan
pengukuran jarak optis.
- Pengamatan matahari dilakukan setiap titik (maksimal)
sepanjang jalur poligon utama, cabang dan titik simpul.
Pengamatan dilakukan pagi, sore masing-masing 2 (dua) seri
untuk pagi dan sore dan diusahakan pengamatan pada tinggi
matahari yang sama untuk pagi dan sore. Ketelitian azimut
15”. Alat yang digunakan untuk pengamatan harus Prisma
Reolof.
- Patok polygon dibuat dari kayu dolken dengan diameter > 5 cm
dengan panjang 50 cm ditanam kedalam tanah dengan bagian
yang muncul  10 cm dan kepalanya dipasang paku payung /
paku seng.

2) Polygon Cabang
- Jalur pengukuran polygon cabang merupakan jaringan terbuka
terikat sempurna (sisi awal dan sisi akhir pada titik-titik
polygon utama).
- Pengukuran polygon cabang tidak dibenarkan menggunakan cara
spring station.
- Diusahakan sisi poligon sama panjangnya.
- Semua benchmark yang ada harus dilalui poligon.
- Panjang sisi-sisi polygon tidak lebih dari 100 meter dan
pengukuran jarak optis.
 Pengukuran Sipat Datar / Water Pass
Pengukuran sipat datar harus menggunakan alat ukur sipat datar
Automatic Level Ni2, Nak1, Nak2 atau sejenis.
Pada pengukuran sipat datar ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan diantaranya :

- Sebelum dan sesudah pengukuran dilaksanakan setiap hari, harus


dilaksanakan pengamatan garis bidik pada alat ukur tersebut.
- Dalam setiap pengukuran agar diusahakan  DB =  DM.
- Pengukuran waterpass untuk setiap slag, harus dilakukan dengan
cara double stang dan pembacaan benang diafragma lengkap (benah

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -29


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

atas, tengah dan bawah) baik untuk stand I maupun stand II.
Selisih beda tinggi stand I dan stand II tidak boleh > 3 mm,
bila batas toleransi ini tidak dipenuhi, maka pembacaan stan
berikutnya harus dilakukan.
- Pengukuran waterpass untuk setiap seksi harus dilakukan pergi
pulang, dan harus diselesaikan dalam waktu 1 hari, hal ini
untuk menghindari kemungkinan berubahnya patok ketinggian.
- Pada saat rembu dibidik rambu harus memakai kaki tiga supaya
rambu tersebut tidak goyang.
- Jarak dari bidikan ke rambu maksimum 50 m.
- Batas toleransi untuk kesalahan penutup maksimum 10 S mm,
dimana S = jumlah jarak pengukuran dalam satuan km.

 Pengukuran Situasi

Pengukuran situasi detail pada pekerjaan survey topografi ini


dilakukan untuk mendapatkan data situasi detail lokasi pekerjaan
secara terrestris di lapangan untuk menghasilkan peta topografi
terbaru dengan skala 1 : 25.000, skala 1 : 1.000 dan skala 1 :
2000.

 Pengukuran dan Pemetaan Topografi Rencana Jalur Pipa

Pengukuran Long dimaksudkan untuk mendapatkan potongan memanjang


dan melintang, adapun teknis pekerjaannya adalah sebagai berikut
:
- Pengukuran trase dilakukan pada rencana jalur pipa yang
direncanakan sesuai dengan layout yang definitive
- Penampang memanjang
 Dalam melaksanakan pengukuran ini dilakukan pengukuran
beda tinggi dengan jarak maksimum tiap 100 m, kecuali
pada daerah-daerah khusus yang kemiringannya cukup
besar dan kondisi medan yang spesifik, maka pengukuran
harus dilaksanakan secara lebih teliti (dirapatkan)
 Hasil review tersebut di atas, sudah harus dapat
memberikan sistem dan jalur pipa yang akan direncanakan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -30


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

 Sudut jalan atau belokan jalan (untuk menentukan bend


yang harus digunakan sepanjang jalur pipa) harus
dilaksanakan dengan cermat, baik untuk menentukan bend
horisontal maupun bend vertikal pada tanjakan yang pada
tanjakan yang memang diperlukan
 Pada titik-titik pengukuran rencana jalur pipa, harus
diberi tanda dengan menggunakan cat atau patok sehingga
secara jelas dapat dibuat pedoman didalam pelaksanaan
fisik pekerjaan
- Penampang melintang
 Lebar potongan melintang diukur 50 m ke kiri dan ke
kanan dari tepi
 Alat ukur yang digunakan adalah theodolit T.O
 Jarak pengamatan disesuaikan dengan sifat kemiringan
tanah dengan kerapatan titik maksimum 2 m
 Interval penampang 100 m pada tempat yang lurus dan
pada tikungan dirapatkan sesuai kondisi tikungan
 Pengukuran posisi titik penampang akan menggunakan
cara pengukuran poligon sedang ketinggian dengan cara
tachymetri

B. Penelitian Hidrologi
Penelitian hidrologi dilaksanakan untuk melengkapi catatan data dan
lebih memperdalam pengetahuan mengenai gejala-gejala hidrologi.
Penyelidikan lapangan dipusatkan pada keadaan sumber air dan curah
hujan daerah studi. Data-data yang dikumpulkan berkenaan dengan
tinggi curah hujan maksimum, besarnya debit sumber air, dan
besarnya kebutuhan air bersih maksimum.
Wawancara mengenai keadaan setempat dapat mengorek informasi yang
sangat berharga tentang hidrologi historis.

C3. Uji Laboratorium


Pada contoh-contoh tanah yang terambil, baik tanah asli maupun
contoh tanah yang terganggu akan dilakukan penyelidikan
laboratorium untuk mengetahui macam dan sifat-sifat tanahnya.
Pengujian laboratorium dilaksanakan sesuai dengan prosedur umum
yang diuraikan dalam BS.1377, Standard ASTM D 1586-67, ISRM,

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -31


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Suggested Methods for Rock Characterization Testing and Monitoring


1981 atau standar lainnya yang telah disetujui.

D. Survey Sosial Ekonomi Dan Kependudukan


Melakukan survey data dengan metode stastistik kondisi Sosio
Demografi dan Sosio Ekonomi masing-masing Desa/kecamatan yang akan
menggambarkan antara lain:
1. Uraian singkat masing-masing desa
2. Kondisi kependudukan
3. Konsidi fisik desa yang bersangkutan
4. Kondisi tenaga kerja/angkatan kerja
5. Kondisi dan tingkat pendidikan penduduk
6. Kondisi kelembagaan yang ada pada Desa/Kecamatan yang
bersangkutan.

E. Survey Lingkungan
Penelitian lingkungan dilaksanakan khususnya terhadap kualitas air
sebagai sumber air, baik existing maupun rencana, data-data yang
dikumpulkan berkenaan dengan kualitas air, debit air, komponen-
komponen lingkungan lainya, serta kondisi air di jaringan yang
sementara beroperasi saat ini.
Mengadakan penelitian dan analisa juga terhadap komponen-komponen
lainya yang nantinya terkena dampak.

6.2.4. Pekerjaan Pengawasan


A. Analisa Hiodrologi
Analisa hidrologi merupakan analisis untuk menetapkan besaran-
besaran rancangan yang dipergunakan sebagai data pada analisis-
analisis selanjutnya dalam perencanaan dan perancangan bangunan
air. Oleh karena itu dalam praktek perancangan, analisis ini
dilakukan paling awal yaitu sebelum analisis lainnya dilakukan.

B. Perhitungan Debit Sumber

Untuk mengetahui debit aliran pada suatu tampang saluran/sungai


dapat digunakan persamaan:
Q = v x A

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -32


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

dimana
Q = Debit aliran (m3/dt)
v = Kecepatan aliran (m/dt)
A = Luas Penampang (m2)

Apabila aliran yang diukur merupakan luapan atau pancuran yang


relatif kecil maka untuk memperoleh debit air dapat dilakukan
dengan menampung limpahan air tersebut dalam interval waktu
tertentu (t) kemudian mengukur volume air (V) dengan menggunakan
gelas ukur, sehingga debit aliran dirumuskan sebagai berikut :
V
Q 
t
dimana
Q = Debit aliran (m3/dt)
V = Volume air (m3)
t = Waktu (dt)
Adapun peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pengukuran debit
ini adalah :
1. Current Meter dan assesorisnya (dapat dilihat pada lampiran)
2. Gelas Ukur
3. Stopwatch
4. Penggaris Besi
5. Roll Meter

b1. Metode Pengukuran


Pada prinsipnya penelitian debit dimulai dengan mengukur
kecepatan aliran pada beberapa titik, kemudian mengukur luas
tampang aliran. Bila dari hasil pengukuran kecepatan didapatkan
nilai kecepatan pada beberapa titik berbeda secara signifikan
maka sebaiknya tampang aliran dibagi dalam beberapa pias sehingga
diperoleh debit masing-masing pias. Debit total merupakan
penjumlahan dari debit masing-masing pias tersebut. Namun bila
diperoleh kecepatan pada beberapa titik tersebut yang hampir
seragam, maka kecepatan tempang merupakan nilai rata-rata dari
kecepatan tiap titik. Selanjutnya debit aliran adalah perkalian
dari kecepatan rerata tampang dengan luas total tampang aliran.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -33


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu harus ditentukan


lokasi yang tepat untuk pengukuran kecepatan. Syarat yang harus
dipenuhi adalah:
1. Aliran air relatif konstan, tidak ada turbulensi/olakan,
2. Situasi saluran relatif lurus,
3. Penampang aliran diusahakan segi empat atau trapezium,
4. Semua debit air dapat mengumpul tanpa ada yang masuk ke
tempat lain.

Secara lengkap penelitian debit dilakukan dengan langkah-langkah


sebagai berikut:
1. Tentukan lokasi pengukuran kecepatan
2. Gambar sketsa tampang aliran
3. Tentukan titik-titik pengukuran, jika kedalaman aliran
memungkinkan diambil 6 titik pengukuran yaitu:
- Titik 1 : Kiri Atas
- Titik 2 : Kiri Bawah
- Titik 3 : As Atas
- Titik 4 : As Bawah
- Titik 5 : Kanan Atas
- Titik 6 : Kanan Bawah

Kiri As Kanan

1 Atas 3 Atas 5 Atas

2 Bawah 6 Bawah
4 Bawah

Gambar 6.2. Titik-titik pengukuran kecepatan

4. Siapkan Current Meter dan assesorisnya

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -34


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

5. Masukkan Current Meter dalam air secara perlahan sampai semua


baling-baling tenggelam
6. Lakukan pengukuran setelah putaran baling-baling konstan
7. Box Counter akan mencatat jumlah putaran
8. Hidupkan stopwatch saat Box Counter mulai dinyalakan
9. Matikan stopwatch saat Box Counter dimatikan
10. Jumlah putaran per detik (n) diperoleh dengan membagi angka
pembacaan di Box Counter dengan waktu pencatatan dari
stopwatch
11. Lakukan langkah 5 sampai 10 untuk titik yang lain
12. Ukur lebar saluran dengan roll meter
13. Ukur kedalaman aliran pada beberapa titik (minimal 3 titik :
kiri, as dan kanan)
14. Semua hasil pengukuran dicatat atau ditabelkan
15. Untuk propeller No. 50/250, kecepatan aliran diperoleh dari :
n  1,74 ; v = 1,20 + 24,73n
n > 1,74 ; v = 0,24 + 25,68n
16. Hitung luas tampang aliran (A)
17. Debit aliran dapat di hitung, Q = v x A

current
Box
meter
Counter

Ata
s

Arah
Aliran
Bawa Propell
h er

Gambar 6.3. Sketsa penempatan current meter pada pengukuran kecepatan

Sedangkan bila debit air yang diukur merupakan limpahan atau


pancuran maka pengukuran debit dilakukan dengan mengukur volume
air yang melimpah selama interval waktu tertentu. Dengan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -35


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

menggunakan persamaan pada sub bab 3.1 debit aliran dapat


dihitung.

Pancuran
Penampungan

Gelas Ukur

Gambar 6.4. Pengukuran debit air dengan metode takar

b2. Ketelitain Pengukuran


Dalam suatu pengukuran harus dilakukan kontrol untuk mengetahui
tingkat ketelitian dari pengukuran yaitu :
- Ketelitian horisontal
Minimal 90% titik yang mudah dikenal dilapangan, digambarkan
dengan toleransi kesalahan kurang dari 0,8 mm pada skala peta
- Ketelitian vertikal
 Jarak pengukuran semua titik dibagi kedalam ruas-ruas
dengan panjang maksimum 2 km, tiap ruas diukur bolak-balik
dengan toleransi kesalahan 6 D mm
 Kontrol azimut ditentukan dengan pengamatan astronomi
dengan toleransi ketelitian 20” atau 20 N
 Koreksi sudut antara 2 titik kontrol azimuth adalah 20”
atau 20 N .N = jumlah titik sudut

C. Proyeksi Penduduk
Proyeksi penduduk pada studi ini direncanakan sampai dengan 10
tahun yang akan datang. Untuk perhitungan proyeksi penduduk
digunakan Metode Geometri yang sudah umum digunakan. Adapun pada
metode ini pertumbuhan rata-rata penduduk berkisar pada persentase
r yang konstan setiap tahun. Perhitungan dengan metode ini dapat
dirumuskan sebagai berikut (Punmia 1987 : 184) :
Pn = Po ( 1+r)n
dengan :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -36


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pn = Jumlah penduduk yang diperkirakan


Po = Jumlah penduduk pada akhir tahun data

r = Jumlah pertumbuhan penduduk tiap tahun.

D. Analisa Kebutuhan Air Bersih


Kebutuhan air penduduk akan dihitung berdasarkan beberapa jenis
kebutuhan, antara lain :
1. Kebutuhan air bersih domestik untuk sambungan rumah dan kran
umum
2. Kebutuhan air non domestik, misalnya untuk fasilitas
peribadatan dan kran umum, diperhitungkan sebesar 20 % dari
kebutuhan domestik.
3. Kehilangan air
4. Kebutuhan hari maksimum, diperhitungkan sebesar 1.1 
kebutuhan air bersih
5. Kebutuhan jam puncak, diperhitungkan sebesar 1.5  kebutuhan
air bersih.
Selanjutnya kebutuhan air bersih penduduk dapat dirumuskan
sebagai berikut :
Keb. Total = Kebutuhan Domestik + Kebutuhan air sosial +
kehilangan air

E. Analisa Cakupan Pelayanan


Cakupan pelayanan ditargetkan dapat melayani 80% dari jumlah
penduduk, untuk masa 10 tahun yang akan datang. Dasar dari hal ini
mengacu pada arah perkembangan kota dan pertambahan jumlah penduduk
dilihat dari kondisi saat ini dan prediksi yang akan datang. Target
layanan tersebut dapat dipenuhi dari komposisi sambungan rumah dan
jumlah penduduk yang dapat dilayani.

F. Analisa Kemampuan Sumber


Analisa ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar potensi
sumber air yang ada saat ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih
penduduk pada daerah studi di masa sekarang dan masa yang akan
datang. Ada beberapa hal yang mempengaruhi kemampuan produksi

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -37


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

sumber air antara lain pengelolaan daerah tangkapan air dan


konservasi vegetasi di sekitar sumber.

G. Analisa Hidrolika Dalam Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih


G1. Hukum Bernoulli

Air di dalam pipa selalu mengalir dari tempat yang memiliki tinggi
energi lebih besar menuju tempat yang memiliki tinggi energi lebih
kecil. Aliran tersebut memiliki tiga macam energi yang bekerja di
dalamnya, yaitu :
1. Energi ketinggian = h, dengan :
h = ketinggian titik tersebut dari garis referensi yang
ditinjau (m)
v2
2. Energi kecepatan = , dengan :
2g
v = kecepatan (m/det)
g = percepatan gravitasi (m2/det)
P
3. Energi tekanan = , dengan :
γw
P = tekanan (kg/m2)
w = berat jenis air (kg/m3)

Hal tersebut dikenal dengan prinsip Bernoulli bahwa tinggi energi


total pada sebuah penampang pipa adalah jumlah energi kecepatan,
energi tekanan dan energi ketinggian yang dapat ditulis sebagai
berikut :
ETot = Energi ketinggian + Energi kecepatan + Energi tekanan
v2 P
= h + +
2g γw
Menurut teori kekekalan energi dari hukum Bernoulli yakni apabila
tidak ada energi yang lolos atau diterima antara dua titik dalam
satu sistem tertutup, maka energi totalnya tetap konstan. Hal
tersebut dapat dijelaskan pada gambar di bawah ini :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -38


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Garis Energi

Garis Tekanan

V2

Gambar 6.5. Diagram Energi Pada Dua Tempat

Hukum kekekalan Bernaulli pada gambar di atas dapat ditulis sebagi


berikut (Haestad, 2002 : 267) :
2 2
p v P v
Z1  1  1  Z 2  2  2  h L
γ w 2g γ w 2g
dengan :
p1 p2
, = tinggi
γw γw
tekan di titik 1 dan 2 (m)
2 2
v1 v2
, = tinggi
2g 2g
energi di titik 1 dan 2 (m)
P1, P2 = tekanan di titik 1 dan 2 (kg/m2)
w = berat jenis air (kg/m3)
v1, v2 = kecepatan aliran di titik 1 dan 2 (m/det)
g = percepatan gravitasi (m/det2)
Z1, Z2 = tinggi elevasi di titik 1 dan 2 dari garis yang
ditinjau (m)
hL = kehilangan tinggi tekan dalam pipa (m)

Pada gambar di atas, terlihat garis yang menunjukkan besarnya


tinggi tekan air pada titik tinjauan yang dinamakan garis gradien
hidrolis atau garis kemiringan hidrolis. Jarak vertikal antara
pipa dengan gradien hidrolis menunjukkan tekanan yang terjadi
dalam pipa. Perbedaan ketinggian antara titik 1 dan 2 merupakan
kehilangan energi yang terjadi sepanjang penampang 1 dan 2.

G2.Hukum Kontinuitas

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -39


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Air yang mengalir sepanjang pipa yang mempunyai luas penampang A m 2


dan kecepatan V m/det selalu memiliki debit yang sama pada setiap
penampangnya. Hal tersebut dikenal sebagai hukum kontinuitas yang
dituliskan :
Q1 = Q2
A1.V1 = A2.V2
Dengan :
Q1 = debit pada potongan 1 (m3/det)
Q2 = debit pada potongan 2 (m3/det)
A1 = luas penampang pada potongan 1 (m2)
A2 = luas penampang pada potongan 2 (m2)
V1 = kecepatan pada potongan 2 (m/det)
V2 = kecepatan pada potongan 2 (m/det)

1 2
1 2
A1V1 1 2 A1V1
A1V1

A2V2 A2V2
1 2 1 A2V2
1 2
(c) 2
(a) (b)

Gambar 6.6 : Aliran Dalam Pipa

Pada gambar (a), potongan 1-1 dan potongan 2-2 mempunyai luasan
penampang yang sama sehingga kecepatan aliran di potongan 1-1 sama
dengan kecepatan aliran di potongan 2-2. Pada gambar (b), potongan
1-1 memiliki luasan penampang yang lebih besar dari potongan 2-2

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -40


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

sehingga kecepatan aliran di potongan 1-1 lebih kecil dibandingkan


dengan kecepatan aliran di potongan 2-2. Sedangkan pada gambar (c),
potongan 1-1 memiliki luasan penampang yang lebih kecil dari
potongan 2-2 sehingga kecepatan aliran di potongan 1-1 lebih besar
dibandingkan dengan kecepatan aliran di potongan 2-2. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa kecepatan aliran selalu berbanding
terbalik dengan luasan penampang.

Pada aliran percabangan pipa juga berlaku hukum kontinuitas dimana


debit yang masuk pada suatu pipa sama dengan debit yang keluar pipa.
Hal tersebut diilustrasikan sebagai berikut :

2
1
Q
2

V
2
Q V
1
3
1
2
1
V
3 Q
3

Gambar 6.7. Aliran Bercabang

Dimana :
Q1 = Q2 + Q3
A1.V1 = (A2.V2) + (A3.V3)
Dengan :
Q1, Q2, Q3 = Debit yang mengalir pada penampang 1, 2 dan 3
3
(m /det)
V1, V2, V3 = Kecepatan pada penampang 1, 2 dan 3 (m/det)

G3. Kehilangan Tinggi Tekan (Head Loss)


Kehilangan tinggi tekan dalam pipa dapat dibedakan menjadi
kehilangan tinggi tekan mayor (major losses) dan kehilangan tinggi
tekan minor (minor losses). Dalam merencanakan sistem jaringan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -41


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

distribusi air bersih, aliran dalam pipa harus berada pada kondisi
aliran turbulen. Untuk mengetahui kondisi aliran dalam pipa
turbulen atau tidak, dapat dihitung dengan identifikasi bilangan
Reynold menggunakan persamaan berikut :
vD
Re 
ν
dengan :
Re = bilangan Reynold
v = kecepatan aliran dalam pipa (m/det)
D = diameter pipa (m)
 = kekentalan kinematik air pada suhu tertentu (m2/det)

Tabel 6.1 Kekentalan Kinematik Air


Kekentalan
Suhu Suhu Kekentalan Kinematik
Kinematik
(o C) (o C) (m2/det)
(m2/det)
0 1.785 . 10-6 40 1.658 . 10-6
5 1.519 . 10-6 50 1.553 . 10-6
10 1.306 . 10-6 60 1.474 . 10-6
15 1.139 . 10-6 70 1.413 . 10-6
20 1.003 . 10-6 80 1.364 . 10-6
25 1.893 . 10-6 90 1.326 . 10-6
30 1.800 . 10-6 100 1.294 . 10-6

Dari perhitungan bilangan Reynold, maka sifat aliran di dalam pipa


dapat diketahui dengan kriteria sebagai berikut :

 Re < 2000 aliran bersifat laminer

 Re = 2000 – 4000 aliran bersifat transisi

 Re > 4000 aliran bersifat turbulen

G4. Kehilangan Tinggi Tekan Mayor (Major Losses)


Fluida yang mengalir di dalam pipa akan mengalami tegangan geser
dan gradien kecepatan pada seluruh medan karena adanya kekentalan
kinematik. Tegangan geser tersebut akan menyebabkan terjadinya
kehilangan energi selama pengaliran. Tegangan geser yang terjadi

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -42


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

pada dinding pipa merupakan penyebab utama menurunnya garis energi


pada suatu aliran (major losses) selain bergantung juga pada jenis
pipa.

Ada beberapa teori dan formula untuk menghitung besarnya kehilangan


tinggi tekan mayor ini yaitu dari Hazen-Williams, Darcy-Weisbach,
Manning, Chezy, Colebrook-White dan Swamme-Jain. Dalam kajian ini
digunakan persamaan Hazen-Williams (Haestad, 2001 : 278) yaitu :
Q = 0.85 . Chw . A . R0.63 . S0.64
V= 0.85 . Chw . R0.63 . S0.64
dengan :
Q= debit aliran pada pipa (m3/det)
V = kecepatan pada pipa (m/det)
0.85 = konstanta
Chw = koefisien kekasaran Hazen-Williams
A= Luas penampang aliran (m2)
R= Jari-jari hidrolis (m)
A 1 4 D 2
= 
P πD
D
R=
4
S = kemiringan garis energi (m/m)
hf
=
L

V
Untuk Q = , didapat persamaan kehilangan tinggi tekan mayor menurut Hazen-
A
Williams sebesar (Webber, 1971 : 121) :
hf = k.Q1.85
dimana :
10.7 L
k = 1.85
C hw D 4.87
dengan,
hf = kehilangan tinggi tekan mayor (m)
k = koefisien karakteristik pipa
Q = debit aliran pada pipa (m3/det)
D = Diameter pipa (m)
L = panjang pipa (m)
Chw = koefisien kekasaran Hazen-Williams

1 Tabel 6.2 Koefisien Kekasaran Pipa Menurut Hazen-Williams


No Jenis Pipa Nilai Koefisien

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -43


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Hazen-Wlliams (Chw)
1 PVC 140-150
2 Pipa asbes 120-150
3 Batu berlapis semen 100-140
4 Pipa besi digalvanis 100-120
5 Cast Iron 90-125
Sumber : Buku Utama Sistem Jaringan Pipa, 1987

G5. Kehilangan Tinggi Tekan Minor (Minor Losses)

Faktor lain yang juga ikut menambah besarnya kehilangan tinggi tekan
pada suatu aliran adalah kehilangan tinggi tekan minor. Kehilangan
tinggi tekan minor ini disebabkan oleh adanya perubahan mendadak
dari ukuran penampang pipa yang menyebabkan turbulensi, belokan-
belokan, adanya katub dan berbagai jenis sambungan. Kehilangan
tinggi tekan minor semakin besar bila terjadi perlambatan kecepatan
aliran di dalam pipa dibandingkan peningkatan kecepatan akibat
terjadi pusaran arus yang ditimbulkan oleh pemisahan aliran dari
bidang batas pipa. Untuk jaringan pipa sederhana, kehilangan tinggi
tekan minor ini tidak boleh diabaikan karena nilainya cukup
berpengaruh. Namun untuk pipa-pipa yang panjang atau L/D >> 1000,
kehilangan tinggi tekan minor ini dapat diabaikan. Persamaan umum
untuk menghitung besarnya kehilangan tinggi tekan minor ini dapat
ditulis sebagai berikut :
v2
h Lm  k
2g
dengan :
hLm = kehilangan tinggi tekan minor (m)
k = koefisien kehilangan tinggi tekan minor
v = kecepatan rata-rata dalam pipa (m/det)
g = percepatan gravitasi (m/det2)

Besarnya nilai koefisien k sangat beragam, tergantung dari bentuk


fisik penyempitan, pelebaran, belokan, katup dan sambungan dari
pipa. Namun, nilai k ini masih berupa pendekatan karena sangat
dipengaruhi oleh bahan, kehalusan membuat sambungan maupun umur
sambungan tersebut

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -44


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Tabel 6.3 Koefisien Kekasaran Pipa Menurut Jenis Perubahan Bentuk Pipa

Jenis Perubahan Jenis Perubahan


K K
Bentuk Pipa Bentuk Pipa
Awal masuk pipa Belokan halus 900
· Radius 0.16 -
bell mouth 0.03 – 0.05
Belokan/D = 4 0.18
· Radius 0.19 -
Rounded 0.12 – 0.25
Belokan/D = 2 0.25
· Radius 0.35 -
Shard edge 0.5
Belokan/D = 1 0.40
Projecting 0.8
Pengecilan Belokan tiba-tiba
mendadak (mitered)
D2/D1 = 0.80 0.18  = 150 0.05
D2/D1 = 0.50 0.37  = 300 0.10
D2/D1 = 0.20 0.49  = 450 0.20
Pengecilan
 = 600 0.35
mengerucut
D2/D1 = 0.80 0.05  = 900 0.80
/D1 = 0.50 0.07
/D1 = 0.20 0.08 T (Tee)
Pembesaran 0.30 -
Aliran searah
mendadak 0.40
0.75 -
D2/D1 = 0.80 0.16 Aliran bercabang
1.80
/D1 = 0.50 0.57 Persilangan
D2/D1 = 0.20 0.92 Aliran searah 0.50
Pembesaran
Aliran bercabang 0.75
mengerucut
/D1 = 0.80 0.03 450 Wye
D2/D1 = 0.50 0.08 Aliran searah 0.30
D2/D1 = 0.20 0.13 Aliran bercabang 0.50
Sumber : Haestad, 2001 : 292

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -45


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Gambar 6.8. Pengaruh Bentuk Belokan Pipa Pada Aliran

H. Eleman-elemen Pada Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih


Elemen-elemen pada suatu sistem jaringan distribusi air bersih
adalah komponen-komponen yang ada dalam suatu rangkaian sistem
jaringan distribusi air bersih. Elemen-elemen ini terdiri dari pipa
dan sambungannya, katub, pompa, tandon dan tandon dimana kesemuanya
haruslah bekerja dengan baik. Jika salah satu dari elemen tersebut
tidak berfungsi, maka dampaknya adalah berkurangnya bahkan
terhentinya kinerja dan efisiensi dari sistem tersebut.

I. Pipa
I1. Jenis Pipa

Pada suatu sistem jaringan distribusi air bersih, pipa merupakan


komponen yang utama. Pipa ini berfungsi sebagai sarana untuk
mengalirkan air dari sumber air ke tandon, maupun dari tandon ke
konsumen. Pipa tersebut memiliki bentuk penampang lingkaran dengan
diameter yang bermacam-macam. Dalam pelayanan penyediaan air bersih
lebih banyak digunakan pipa bertekanan karena lebih sedikit
kemungkinan tercemar dan biayanya lebih murah dibanding menggunakan
saluran terbuka atau talang. Suatu pipa bertekanan adalah pipa yang
dialiri air dalam keadaan penuh. Pipa yang umumnya dipakai untuk
sistem jaringan distribusi air dibuat dari bahan-bahan seperti di
bawah ini :

1. Besi tuang (cast iron)

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -46


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pipa besi tuang telah digunakan lebih dari 200 tahun yang lalu.
Pipa ini biasanya dicelupkan dalam larutan kimia untuk
perlindungan terhadap karat. Panjang biasa dari suatu bagian pipa
adalah 4 m dan 6 m. Tekanan maksimum pipa sebesar 25 kg/cm 2 dan
umur pipa dapat mencapai 100 tahun.
Keuntungan dari pipa ini adalah :
- pipa cukup murah
- pipa mudah disambung
- pipa tahan karat
Kerugian dari pipa ini adalah :
- pipa berat sehingga biaya pengangkutan mahal

2. Besi galvanis (galvanized iron)


Pipa jenis ini bahannya terbuat dari pipa baja yang dilapisi seng.
Umur pipa pendek yaitu antara 7 – 10 tahun. Pipa berlapis seng
digunakan secara luas untuk jaringan pelayanan yang kecil di dalam
sistem distribusi.
Keuntungan dari pipa ini adalah :
- harga murah dan banyak tersedia di pasaran
- ringan sehingga mudah diangkut
- pipa mudah disambung
Kerugian dari pipa ini adalah :
- pipa mudah berkarat

3. Plastik (PVC)
Pipa ini lebih dikenal dengan sebutan pipa PVC (Poly Vinyl
Chloride) dan di pasaran mudah didapat dengan berbagai ukuran.
Panjang pipa 4 m atau 6 m dengan ukuran diameter pipa mulai 16 mm
hingga 350 mm. Umur pipa dapat mencapai 75 tahun.
Keuntungan dari pipa ini adalah :
- harga murah dan banyak tersedia di pasaran
- ringan sehingga mudah diangkut
- mudah dalam pemasangan dan penyambungan
- pipa tahan karat
Kerugian dari pipa ini adalah :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -47


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- pipa jenis ini mempunyai koefisien muai besar sehingga tidak


tahan panas
- mudah bocor dan pecah

4. Baja
Pipa ini terbuat dari baja lunak dan mempunyai banyak ragam di
pasaran. Pipa baja telah digunakan dengan berbagai ukuran hingga
lebih dari 6 m garis tengahnya. Umur pipa baja yang cukup
terlindungi paling sedikit 40 tahun. Keuntungan dari pipa ini
adalah :
- tersedia dalam berbagai ukuran panjang
- mudah dalam pemasangan dan penyambungan
Kerugian dari pipa ini adalah :
- pipa tidak tahan karat
- pipa berat sehingga biaya pengangkutan mahal

I2. Sarana Penunjang

Pipa yang digunakan dalam distribusi air minum harus dilengkapi


dengan alat bantu agar bisa berfungsi dengan baik, seperti :
1. Sambungan antar pipa
Untuk menggabungkan pipa yang satu dengan yang lain diperlukan
suatu sambungan pipa, baik pipa yang berdiameter sama atau berbeda,
belokan pada pipa dan penggabungan dua pipa yang berbeda jenis.
Sambungan pada pipa antara lain :
- mangkok (bell) dan lurus (spingot)
- sambungan mekanik
- sambungan dorong (push on joint)
- sambungan flens
Sambungan tersebut dipakai sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan
saat pemasangan pipa ditambah dengan perlengkapan sambungan yaitu :
 Belokan (bend)
Digunakan untuk mengubah arah dari arah lurus dengan sudut
perubahan standar yang merupakan sudut dari belokan tersebut.
Besar belokan standar adalah 11¼o, 22½o, 45o, dan 90o. Bahan
belokan itu biasanya sama dengan pipa

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -48


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

 Perlengkapan “T”
Untuk pipa sekunder dipasang tegak lurus (90o) pada pipa primer
berbentuk T. Untuk ujung-ujungnya perlengkapan dapat terdiri
dari kombinasi spigot, socket dan flens
 Perlengkapan “Y”
Untuk pipa sekunder yang dipasang pada pipa primer dengan sudut
45o

2. Pintu dan katup


Aliran air yang baik di dalam pipa sangat ditunjang oleh katup yang
bekerja pada sambungan antar pipa. Berbagai jenis katup memiliki
fungsi berbeda yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan
kondisi lapangan agar suatu rangkaian pipa berfungsi dengan baik.
Beberapa macam katub dalam rangkaian jaringan pipa adalah
(Haestads, 2001 : 277) :
- Flow Control Valve (FCV)
Digunakan untuk membatasi aliran maksimum rata-rata yang melalui
katup dari hulu ke hilir. Dimaksudkan untuk melindungi suatu
komponen tertentu yang letaknya di hilir agar tidak rusak akibat
aliran yang terlalu besar

- Pressure Reducer Valve (PRV)


Digunakan untuk menanggulangi tekanan yang terlalu besar di
hilir katup. Jika tekanan naik hingga melebihi nilai batas, maka
PRV akan menutup dan akan terbuka penuh bila tekanan di hulu
lebih rendah dari nilai yang telah ditetapkan pada katup
tersebut

- Pressure Sustaining Valve (PSV)


Digunakan untuk menanggulangi penurunan secara drastis pada
tekanan di hulu dari nilai yang telah ditetapkan. Jika tekanan
di hulu lebih rendah dari batas minimumnya, maka katu akan
menutup

- Pressure Breaker Valve (PBV)


Digunakan untuk memberikan tekanan tambahan pada tekanan yang
menurun di katup. Di samping itu, katup jenis ini juga dapat

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -49


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

memberikan tambahan tekanan pada aliran yang berbalik arah


(karena tekanan di hilir lebih tinggi dari tekanan di hulu)
sehingga tekanan di hilir lebih rendah dari tekanan di hulu

- Throttle Control Valve (TCV)


Katup jenis ini digunakan untuk mengontrol minor losses yang
berubah setiap waktu

I3. Pompa

Pompa adalah komponen sistem yang mampu memberikan tambahan tekanan


dalam suatu sistem jaringan distribusi air bersih. Dengan pompa,
maka tinggi tekanan yang berkurang dapat dinaikkan kembali sehingga
sistem dapat mengalirkan air ke tempat pelayanan yang lebih tinggi
dan jauh. Apabila sebelum pompa dipasang telah ada aliran, maka
pompa juga dapat digunakan untuk menambah kapasitas debit pada
sistem tersebut.

Karakteristik pompa ditunjukkan oleh debit yang dapat dihasilkan


pada berbagai jenis variasi tinggi tekan (head). Semakin tinggi head
yang harus ditambahkan, maka semakin kecil debit yang diproduksi dan
demikian pula sebaliknya. Operasional pompa dalam suatu sistem
jaringan distribusi air bersih juga menggunakan pronsip tersebut
dimana harus memperhatikan tinggi tekan dan debit yang dibutuhkan
sehingga operasional pompa mampu mencapai tingkat efisiensi yang
tinggi.

Pompa dapat dipasang secara paralel dan secara seri. Pada pemasangan
secara paralel, pompa dipasang sejajar pada dua pipa yang ujung-
ujungnya disatukan. Debit yang dihasilkan pada pompa paralel menjadi
dua kali lipat, namun tinggi tekannya sama dengan satu unit pompa
saja. Sedangkan pada pemasangan seri, pompa yang satu diletakkan di
hilir pompa yang lain. Pada pemasangan seperti ini, debit yang
dihasilkan sama dengan satu unit pompa saja, namun tinggi tekannya
menjadi dua kali lipat.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -50


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Head (m)

Q(lt/det)

Gambar 6.9 Kurva Sistem Operasi Pompa

Seri
Tunggal
Paralel

Q(lt/det)

Gambar 6.10. Kurva Operasional Pompa Pada Pemasangan Seri Dan Paralel

I4. Tandon
Tandon merupakan komponen dari sistem jaringan distribusi air
bersih yang memiliki fungsi untuk menampung dan menyimpan air untuk
digunakan pada kondisi tertentu. Pengisian tampungan tandon
dilakukan apabila kebutuhan air bersih tidak mencapai puncak atau
dibagi antara keduanya apabila kapasitas debitnya mencukupi. Sumber
air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk penyediaan air
bersih adalah:
- mata air
- air tanah dalam
- air permukaan danau atau waduk
- air permukaan sungai.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -51


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sebuah tandon adalah :


1. Aspek kuantitas dan kontinuitas
Kapasitas tampungan dari sebuah tandon nantinya harus mampu
untuk melayani areal pelayanan yang direncanakan dan mampu
beroperasi sesuai rencana pengembangan seiring dengan
meningkatnya kebutuhan air bersih setiap tahunnya
2. Aspek kualitas air
Mata air yang digunakan untuk mengisi tandon sebagai air baku
harus memenuhi standar kualitas air baku golongan A atau
minimal golongan B

I5. Perencanaan Sumur Dangkal


Perhitungan potensi sumber untuk pemenuhan kebutuhan air bersih
sangat tergantung dari sumber yang akan diambil. Di dalam
perencanaan ini direncanakan sumber dengan bentuk sumur dangkal.
Untuk menghitung air tanah dangkal pendekatan rumus yang dapat
digunakan adalah (Anonimous : Tata Cara Penyusunan Studi Kelayakan
Pembangunan Bidang Air Bersih : 28, 1996)
Q = 4 k r s
Dimana :
Q = debit (lt/det)
k = angka permeabilitas (M/hari)
 = jari-jari sumur (m)
s = penurunan muka air pada saat di pompa (m)

J. Mekanisme Pengaliran Dalam Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih


J.1 Pipa dengan Batuan Pompa

Pemakaian pompa dimaksudkan untuk lebih memperbesar tekanan pada


suatu titik agar dapat melayani area tertentu yang cukup luas. Jika
pompa digunakan ntuk menaikkan air dari suatu tandon A ke tandon B,
maka akan dibutuhkan suatu daya pompa untuk mengalirkannya seperti
yang ditunjukkan pada gambar berikut :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -52


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Gambar 6.11. Skema Jaringan Distribusi Air Bersih Dengan Bantuan


Pompa

Dengan melihat gambar di atas, maka tinggi garis gradien hidraulik


di titik B (tekanan di B) adalah :
HB = ZA + HP – ZB + HL
dengan :
HB = tekanan di titik B
ZA = tinggi elevasi titik A garis yang ditinjau (m)
ZB = tinggi elevasi titik B garis yang ditinjau (m)
HP = tinggi tekan pompa (m)
HL = kehilangan tinggi tekan (m)

J2. Sistem Perpipaan

Sistem pemipaan dalam jaringan distribusi air bersih dapat dibagi


menjadi dua yaitu hubungan seri dan hubungan paralel. Penggunaan dua
sistem pemipaan ini bergantung pada kondisi lapangan dan melihat
tingkat kebutuhan airnya.

J3. Pipa Hubungan Seri


Apabila suatu saluran pipa terdiri dari beberapa pipa berdiameter
sama atau berbeda dalam kondisi tersambung, maka pipa-pipa tersebut
terpasang dalam hubungan seri. Pada pipa hubungan seri, debit
aliran di semua titik adalah sama sedangkan kehilangan tekanan di
semua titik berbeda. Hal tersebut ditunjukkan pada gambar 6.12. di
bawah ini :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -53


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Datum

Gambar 6.12 Pipa Dalam Hubungan Seri

Q1  Q 2  Q3
dengan :
Q1 = Q2 = Q3 = debit pada tiap pipa (m3/det)
Sedangkan,
hf tot  hf1  hf 2  hf 3

 i 1 hf
n

dengan :
hftot = total kehilangan tekanan pada pipa terpasang seri (m)
hf1 = hf2 = hf3 = kehilangan tekanan pada tiap pipa (m)
Sehingga persamaan Bernoulli menjadi :
2 2
v1 p1 v p
Z1    Z 2  2  2  hf tot
2g γ 2g γ

J4. Pipa Hubungan Paralel


Apabila dua pipa atau lebih yang letaknya sejajar dan pada ujung-
ujungnya dihubungkan oleh satu titik simpul (junction), maka pipa-
pipa tersebut terpasang dalam hubungan paralel. Pada pipa hubungan
paralel, debit total merupakan penjumlahan debit aliran di tiap
pipa, sedangkan kehilangan tekanan pada tiap pipa sama. Hal
tersebut ditunjukkan pada gambar 6.13. di bawah ini :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -54


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Datum

Gambar 6.13. Pipa Dalam Hubungan Paralel

hf1  hf 2  hf 3

dengan :
hf1 = hf2 = hf3 = kehilangan tekanan pada tiap pipa (m3/det)
Sedangkan,

Q tot  Q1  Q 2  Q3


n
 i 1
Q

dengan :
Qtot = total debit pada pipa terpasang paralel (m3/det)
Q1 = Q2 =Q3 = debit pada tiap pipa (m3/det)

K. Metode Perhitungan Aliran Dalam Pipa

Pada jaringan pipa, ada dua persamaan yang harus dipenuhi yaitu
persamaan kontinuitas massa dan persamaan energi. Kedua persamaan
tersebut berlaku untuk setiap pipa dalam suatu sistem jaringan yang
harus diselesaikan secara bersama-sama. Untuk menyelesaikan
perhitungan analisis sistem jaringan pipa, didasarkan pada dua
kondisi dasar yang harus dipenuhi seperti dijelaskan berikut ini
(Webber, 1971) :
1. Hukum kontinuitas, yaitu dalam tiap-tiap titik simpul aliran
yang masuk harus sama dengan aliran yang keluar (Triatmojo, 1996
: 92)

 Qi  0
dengan :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -55


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Qi = debit yang masuk atau keluar dari titik simpul


2. Untuk kontinuitas tekanan, jumlah kehilangan tekanan di dalam
sistem jaringan tertutup harus sama dengan nol

 hf 0

Untuk menggunakan kedua persamaan di atas, Hardy Cross (1936)


menawarkan dua metode yaitu metode jaringan tertutup (loop method)
dan metode titik simpul (junction method)

K1. Metode Jaringan Tertutup (Loop Method)

Dalam metode jaringan tertutup ini digunakan prinsip keseimbangan


tinggi tekan (head balance) dengan menganggap bahwa aliran masuk dan
keluar dari jaringan harus diketahui menentukan aliran dalam setiap
komponen pipa. Jika tekanan pada sistem juga diperlukan, maka tinggi
tekan pada satu titik dalam jaringan harus diketahui awalnya. Gambar
di bawah menunjukkan suatu sistem jaringan kecil dimana bila semua
persyaratan standar telah terpenuhi, maka kehilangan tinggi tekan di
pipa 1 dan 2 sama dengan kehilangan tinggi tekan di pipa 3 dan 4
sehingga dikatakan jaringan tersebut telah seimbang (hf = 0). Dengan
perumpamaan arah jarum jam, kehilangan tinggi tekan dikatakan
positif bila searah jarum jam dan sebaliknya.

50lt/det
J-1 J-2 J-5
P-1 P-5 20lt/det

P-4 P-2 P-6

P-3 P-7
J-4 J-3 J-6 30lt/det

Gambar 6.14. Skema Jaringan Menggunakan Metode Jaringan Tertutup

Konsep yang dikemukakan oleh Hardy Cross adalah menggunakan prinsip


kontinuitas, bahwa debit masuk sama dengan debit keluar dalam suatu
sistem jaringan yang kemudian akan digunakan dalam menentukan aliran
dalam setiap komponen pipa.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -56


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

50lt/det 30lt/det 25lt/det

20lt/det

20lt/det 5lt/det 5lt/det

20lt/det 25lt/det

30lt/det

K2. Metode Titik Simpul (Junction Method)

Dalam metode titik simpul digunakan prinsip keseimbangan debit


(quantity balance) yaitu dengan lebih mempertimbangkan besarnya
debit aliran pada suatu titik simpil sebagai variabel yang tidak
diketahui daripada mempertimbangkan besarnya debit aliran pada pipa
yang dipakai dalam metode jaringan tertutup. Langkah modifikasi dari
R.J Cornish ini dapat digunakan bila tinggi tekan pada tiap titik
masuk (junction) diketahui dan digunakan untuk menentukan tinggi
tekan dan aliran di sepanjang jaringan.
Gambar 6.15. Ilustrasi Persamaan Kontinuitas Dengan Metode Jaringan Tertutup

Qe

hf J Pipa i hf Pipa n
K
J K
Qin – Qout = Qe Pipa
m

Gambar 6.16. Skema Jaringan Menggunakan Metode Titik Simpul

L. Simulasi Aliran Pada Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih


Dalam pendistribusian air, terjadi aliran di dalam sistem jaringan
distribusi air bersih. Terdapat dua kondisi pada saat pengaliran,
yakni kondisi permanen dan kondisi tidak permanen. Penentuan jenis
kondisi aliran tersebut amat bergantung pada pola konsumsi air pada
masyarakat untuk setiap jam perharinya.
L.1. Analisis Kondisi Permanen

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -57


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Analisis kondisi permanen ini mencakup kondisi aliran, tekanan, dan


kapasitas dari komponen sistem jaringan tersebut pada corak
permintaan tunggal. Simulasi ini dilakukan pada saat kondisi kritis
seperti pada kebutuhan harian maksimum, kebutuhan puncak dan
pengisisan tampungan tandon. Dengan demikian dapat memberikan suatu
informasi dari kondisi jaringan pada suatu waktu yang diiinginkan.

L2. Analisis Kondisi Tidak Permanen


Analisis pada kondisi permanen ini mencakup kondisi aliran, tekanan
dan kapasitas dari komponen sistem jaringan tersebut sepanjang
waktu pada suatu corak permintaan yang berubah-ubah. Dalam simulasi
kondisi tidak permanen ini, beberapa parameter yang digunakan
adalah karakteristik tandon, kontrol operasi pompa, durasi dan
nilai tahapan waktu, rasio waktu serta faktor beban (loading
factor).

M. Analisis Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Dengan Software


Komputer
Analisis sistem jaringan distribusi air bersih merupakan suatu
perencanaan yang rumit. Penyebab utama rumitnya analisis
dikarenakan banyaknya jumlah proses trial and error yang harus
dilakukan pada seluruh komponen yang ada pada sistem jaringan
distribusi air bersih jaringan tersebut.
Pada saat ini program-program komputer sudah di bidang perencanaan
sistem jaringan distribusi air bersih sudah demikian berkembang dan
maju sehingga kerumitan dalam perencanaan sistem jaringan
distribusi air bersih dapat diatasi dengan menggunakan program
tersebut. Proses trial and error dapat dilakukan dalam waktu
singkat dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil karena
programlah yang akan menganalisisnya.
Beberapa program komputer di bidang rekayasa dan perencanaan sistem
jaringan distribusi air bersih diantaranya adalah program Loops,
Wadiso, Epanet 1.1, Epanet 2.0, WRMM dan WaterCAD.
N. Analisa Data dan Pembuatan Database
Metodologi analisa data diperlukan dalam rangka untuk menyajikan
seluruh informasi dan potensi Sumberdaya yang ada di Wilayah
Provinsi Sumatera Barat, dalam hal ini untuk mengetahui potensi

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -58


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

hidrologis baik air permukaan maupun air tanah, morfologi sungai,


persebaran curah hujan, intensitas hujan dan potensi debit air di
masing-masing DPS, analisa topografi, analisa perubahan penggunaan
lahan. Informasi-informasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk
berbagai perhitungan terutama dalam hal pengembangan pemanfaatan
sumber air baku, perhitungan estimasai biaya. Data-data yang sudah
dianalisa bersama data dasarnya melalui sistem pemrograman komputer
dituangkan dalam sebuah database Wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Metode pelaksanaan pekerjaan. pembahasannya mencakup metologi
analisa data serta evaluasi parameter-parameter yang diperlukan
dalam inventarisasi sumberdaya air dalam bentuk database. Metode
pelaksanaan pekerjaan didasarkan pada pendekatan teknis. Adapun
prinsip pemahaman terhadap kerangka dasar pendekatan teknis adalah
sebagai berikut:
1. Diperlukan pemahaman mengenai Database Management Sistem (DBMS)
untuk menginventarisasi parameter-parameter sumberdaya air yang
ada dalam suatu sistem Wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Paramater-parameter baik fisik dan non fisik yang menyusun suatu
sistem DPS antara lain Iklim, Curah hujan, kondisi sungai, Luas
genangan bajir, kondisi air tanah, kondisi penggunaan lahan,
kondisi hidrogeologi, serta kondisi sosial ekonomi,
infrastruktur, Sistem irigasi dan teknologi yang terinstall
dalam suatu wilayah sistem harus didata secara akurat dalam
rangka untuk membuat database. Database dimaksud dibuat
berdasarkan sumber-sumber terpercaya yang didapat dari dokumen-
dokumen resmi ataupun laporan terdahulu dan juga ditunjang
dengan berbagai penggunaan citra satelit, peta-peta tematik dan
pengamatan lapang terutama untuk melihat adanya perubahan
penggunaan lahan.
2. Diperlukan pemahaman tentang Sistem Informasi Geografis (SIG)
untuk mengorganisasi Database.
3. Diperlukan adanya pendekatan terpadu dari berbagi disiplin ilmu
yang akan dapat memberikan gambaran atau interpretasi menyeluruh
tentang kondisi fisik dan non fisik di wilayah Provinsi Sumatera
Barat, sehingga natinya akan didapat informasi yang akurat
tentang kondisi Daerah Pengaliran Sungainnya guna keperluan
berbagai perencanaan pengelolaan wilayah sungai (Watershed

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -59


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Management).
Ketiga hal tersebut menjadi dasar dalam tahapan pendekatan
pelaksanaan pekerjaan.
Adapun data-data yang akan dikumpulkan dalam inventarisasi fisik
maupun non fisik Daerah Pengaliran sungai yang berada di dalam
wilayah study adalah berupa :
- Data Fisik :
a. Topografi
b. Fisiografi
c. Data Sumberdaya Air
d. Panjang Sungai
e. Orde Sungai
f. Penggunaan Lahan
g. Infrastruktur wilayah yang ada di DPS : jalan, saluran irigasi
dll.
h. Kondisi Geohidrologi
i. Foto-foto lapangan
j. Data Klimatologis
k. Daerah Layanan Irigasi/persawahan
- Data Non Fisik, berupa :
a. Data Sosial ekonomi di wilayah penelitian : kependudukan,
Tenaga kerja, beban ketergantungan dll
b. Data Aktivitas Sosekbud : Pendidikan, kesehatan, Pertanian, dan
perekonomian masyarakat, serta aktivitas sosial budaya.

Data-data baik Fisik maupun nonfisik di atas akan disusun dalam


sebuah spatial database yang nantinya akan disajikan dalam bentuk
informasi geografis dengan sebuah software Sistem Informasi
Geografis (GIS). Adapun alur pengorganisasian database dalam
implementasi sistem informasi geografi sumberdaya air di wilayah
study disajikan dalam diagram sebagai berukut:

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -60


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Gambar 6.17. Tahapan Implementasi Sistem Informasi Geografi

Spatial Basis data terbagi menjadi tiga jenis yaitu titik


(point/Node), garis (Line/Arc) dan Area (polygon) dimana dalam satu
satuan system sungai perwujudan dari suatu node/titik itu berupa
persimpangan anak sungai, lokasi peletakan alat-alat ukur misalnya
AWLR/ Rain gaugage. Sedangkan perwujudan dari suatu garis adalah
panjang sungai, garis isoshyet dan perwujudan dari suatu area adalah
berupa luasan dari Catchment area (DAS), penggunaan lahan, luas
genangan banjir, persebaran aquifer untuk air tanah. Dengan demikian
Inventarisasi wilayah sungai akan tersaji secara lengkap secara
spatial dan akan mudah di update dan dianalisa secara spatial dengan
menggunakan Sistem Informasi Geografis.
Struktur Database yang terformat dalam system informasi geografis
dapat dilihat pada gambar berikut ini.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -61


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Gambar 6.18. Struktur Database Atribute dan Spatial Database

O. Analisa Dampak Lingkungan


Metode evaluasi dampak adalah dengan penelitian yang terfokus
perhitungan untuk memperkirakan besarnya dan pentingnya dampak.
Besarnya dampak diperkirakan dengan menggunakan metode yang sesuai
dengan metode analisa data. Besarnya dampak dapat dihitung dengan
melihat selisih keadaan parameter lingkungan yang akan datang tanpa
proyek dan dengan proyek
Evaluasi dampak penting yang diperkirakan akan terjadi dapat
dilaksanakan secara holistik. Pedoman mengenai ukuran dampak
penting yang ditentukan oleh beberapa kriteria :
1). Jumlah manusia yang terkena dampak
2). Luas wilayah persebaran dampak
3). Lamanya dampak berlangsung
4). Intensitas dampak
5). Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak
6). Sifat kumulatif dampak
7). Berbalik atau tidak berbaliknya dampak

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -62


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Untuk melaksanakan indentifikasi dampak seluruh komponen


lingkungan, pertama kali dipergunakan metode bagan alir (flow
chart), baru kemudian di cek dengan metode matrik
1). Menyusun daftar dampak yang mungkin akan timbul terhadap
komponen lingkungan dari suatu rencana kegiatan
2). Sesudah daftar dampak dibuat kemudian diurut dampak yang
disebabkan atau oleh sumber aktifitasnya, baru kemudian
ditentukan komponen yang terkena dampak

Kajian UKL atau Upaya Pengelolaan Lingkungan dalam analisa dampak


lingkungan adalah upaya penanganan dampak besar dan penting
terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan
pengukuran dan perencanaan air baku Kota Bitung yang memuat upaya-
upaya mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak besar dan
penting lingkungan hidup bersifat negatif dan meningkatkan dampak
positif. Dalam pengertian tersebut upaya pengelolaan lingkungan
hidup mencakup empat kelompok aktivitas yaitu :
1). Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menghindari atau
mencegah dampak negatif lingkungan hidup melalui pemilihan
atas alternatif, tata letak (tata ruang mikro) lokasi dan
rancang bangun proyek
2). Pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk
menanggulangi, meminimalsasi, atau mengendalikan dampak negatif
baik yang timbul disaat kegiatan pengukuran dan perencanaan air
baku Kota Bitung beroperasi maupun hingga saat kegiatan
tersebut berakhir
3). Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat meningkatkan dampak
positif sehingga dampak tersebut dapat memberikan manfaat lebih
besar baik kepada pemrakarsa maupun pilak lain terutama
masyarakat yang turut menikmati dampak positif tersebut
4). Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat memberikan
pertimbangan ekonomi lingkungan sebagai dasar untuk memberikan
kompensasi atas sumber daya tidak dapat pulih, hilang atau
rusak (baik dalam arti sosial ekonomi dan atau ekologis)

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -63


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Kajian UPL atau Upaya Pemantauan Lingkungan pada pengukuran dan


perencanaan air baku Banjarmasin Raya yang merupakan kegiatan
berorientasi pada data sistematis, berulang dan terencana
UPL merupakan upaya untuk memahami fenomena-fenomena yang terjadi
pada berbagai tingkatan, mulai dari tingkat Proyek pengukuran dan
pengawasan Supervisi Pengembangan Jaringan Perpipaan di Kawasan
Perkotaan (PSPAM-13) sampai ke tingkat kawasan atau bahkan regional
disekitarnya tergantung pada skala keacuhan terhadap masalah yang
dihadapi.
Dalam penyusunan UPL Proyek pengukuran dan perencanaan air baku
Banjarmasin Raya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1). Komponen/parameter lingkungan hidup yang dipantau hanyalah yang
mengalami perubahan mendasar, atau terkena dampak besar dan
penting. Dengan demikian tidak seluruh komponen lingkungan
hidup yang akan dipantau.
2). Aspek-aspek yang dipantau perlu memperhatikan benar dampak
besar dan penting yang dinyatakan dalam AMDAL, dan sifat
pengelolaan dampak lingkungan hidup yang dirumuskan dalam
dokumen UPL.
3). Pemantauan dapat dilakukan pada sumber penyebab dampak dan atau
terhadap komponen/parameter lingkungan hidup yang terkena
dampak. Dengan memantau kedua hal tersebut sekaligus akan dapat
dinilai/diuji efektifitas kegiatan pengelolaan lingkungan hidup
yang dijalankan.
4). Pemantauan lingkungan hidup akan layak secara ekonomi, walau
aspek-aspek yang akan dipantau telah dibatasi pada hal-hal yang
akan dipantau telah dibatasi pada hal-hal yang penting saja,
namun biaya yang dikeluarkan untuk pemantauan perlu
diperhatikan mengingat kegiatan pemantauan senantiasa
berlangsung sepanjang usia kegiatan proyek Konsultan Supervisi
Pengembangan Jaringan Perpipaan di Kawasan Perkotaan (PSPAM-
13).

P. Analisa Kelembagaan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -64


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pelaksanaan Pekerjaan Konsultan Supervisi Pengembangan Jaringan


Perpipaan di Kawasan Perkotaan (PSPAM-13) sangat tergantung kepada
kesiapan masyarakatnya. Perangkat desa dan institusi yang ada dan
taraf hidup di masyarakat merupakan faktor pendukung yang perlu
diperhatikan antara lain LMD/LKMD-P3A dan lain-lain
Informasi dari tokoh-tokoh masyarakat, dari Pemerintah setempat
maupun dari Masyarakat, kelompok Agama dan lain-lain akan dicatat
dan dijadikan masukan.

6.2.5. Pelaporan
Laporan hasil studi selain berupa buku (hard cover), juga dibuat
dalam bentuk 1 (satu) set CD yang bebas virus dengan menggunakan
software Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point dan
Gambar dalam CAD-EXE serta pendukung lainnya yang digunakan.

E.4 Pemahaman Tugas Konsultan

Sesuai dengan maksud dan tujuan dari pekerjaan supervisi


konstruksi ini, maka tugas pokok dari Konsultan adalah :
1. Membantu “penanggung jawab aktifitas” (termasuk Panitia
Pelelangan Konstruksi Fisik), baik dalam aspek teknis maupun
administrasi, mulai dari tahap persiapan sampai penyerahan
kedua pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
2. Melaksanakan pengawasan/ supervisi pelaksanaan konstruksi
sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang
ditetapkan pihak Pengguna Jasa. Yang dimaksud dengan
pengawasan/ supervisi konstruksi disini adalah pengawasan
pekerjaan fisik dan pengendalian kinerja Kontraktor dalam hal
kualitas, waktu dan biaya.

E.5 Pendekatan Teknis Pengawasan

Dengan mengacu kepada KAK/ TOR dan pengetahuan tentang kondisi


teknis lokasi kegiatan serta dari hasil penelaahan berbagai data
yang ada, bila Konsultan dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan
ini, akan melakukan pendekatan teknis kegiatan pengawasan/
supervisi sebagai berikut :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -65


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

E.5.1 Tahap Review Desain dan Persiapan Konstruksi


Untuk rencana pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang sudah siap
detail desainnya, maka harus dilakukan review desain terlebih
dahulu sebelum dilaksanakannya pelelangan konstruksi/
pelaksanaan konstruksi di lapangan. Konsultan akan membantu
“Penanggung Jawab” aktifitas dengan melaksanakan review desain
tersebut.

Konsultan juga akan membantu “Penanggung Jawab” aktifitas dalam


rangka persiapan pelaksanaan konstruksi sesuai yang diperlukan,
termasuk diantaranya :
 Menyempurnakan dokumen pelelangan yang akan digunakan untuk
masing-masing lokasi.
 Penelaahan terhadap seluruh persyaratan yang ditetapkan
dalam : gambar kerja, spesifikasi umum dan spesifikasi
teknis.
 Pengenalan atas konsep perencanaan dan kriteria teknis
perencanaan beserta asumsi-asumsi pokok yang dipergunakan.
 Melakukan koordinasi dengan pihak Kontraktor dan Pengguna
Jasa dalam hal diperlukan perubahan atau penjelasan teknis
untuk keperluan pelelangan dan pelaksanaan pekerjaan di
lapangan.
 Membantu penyusunan kontrak pelaksanaan fisik untuk masing-
masing lokasi.
 Pengkajian situasi nyata di lapangan dengan cara orientasi
fisik, pengukuran, sampling/test, maupun konsultasi dengan
pihak yang berwenang, mengenai kesesuaian rencana fisik
proyek dengan kondisi yang ada termasuk antisipasi dampak
teknis yang mungkin timbul karenanya.
 Membantu penyusunan standar pelaporan proyek sesuai dengan
kebutuhan dan ketentuan.

E.5.2 Tahap Pelaksanaan Proyek/ Supervisi

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -66


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Konsultan akan membantu ”Penanggung Jawab” aktifitas untuk


menciptakan manajemen pengendalian proyek melalui
pengorganisasian dan prosedur komunikasi yang baik, termasuk
diantaranya :
 Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi yang
disusun oleh Kontraktor, meliputi program pencapaian sasaran
konstruksi, penyediaan dan penggunaan tenaga kerja,
peralatan dan kelengkapan bahan bangunan, informasi serta
program quality control dan program kesehatan & keselamatan
kerja (K3).
 Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik yang
meliputi program pengendalian sumber daya, pengendalian
biaya, pengendalian waktu, pengendalian sasaran fisik
(kualitas dan kuantitas), hasil pekerjaan konstruksi,
pengendalian perubahan pekerjaan, pengendalian tertib
administrasi, pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja.
 Melakukan evaluasi proyek terhadap deviasi teknis yang
timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun tangan,
serta melakukan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.
 Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dalam
pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik.
 Melakukan pekerjaan pengawasan yang terdiri atas :
- memeriksa dan mempelajari dokumen pelaksanaan konstruksi
yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di
lapangan.
- mengawasi pemakaian bahan dan peralatan serta metode
pelaksanaan konstruksi, serta mengawasi ketepatan waktu
dan biaya pekerjaan konstruksi.
- mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi terhadap
kualitas, kuantitas serta laju pencapaian volume
pekerjaan (realisasi fisik)
- mengumpulkan data dan informasi di lapangan dalam rangka
penyelesaian persoalan yang terjadi selama berlangsungnya
pekerjaan konstruksi.
- menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala,
membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -67


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

pengawasan, yang didasarkan atas hasil rapat di lapangan,


dan laporan harian, mingguan serta bulanan pekerjaan
konstruksi yang dibuat oleh Kontraktor.
- menyusun berita acara persetujuan kemajuan pelaksanaan
pekerjaan untuk pembayaran angsuran, pemeliharaan hasil
pekerjaan, serah terima pertama dan kedua pekerjaan
konstruksi.
- meneliti gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) yang
diajukan oleh Kontraktor.
- meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di
lapangan (as built drawing) sebelum serah terima ke satu
- menyusun daftar cacat/ kerusakan sebelum serah terima ke
satu dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.

E.5.3 Koordinasi proyek


Berdasarkan hasil identifikasi total permasalahan proyek,
sasaran berikutnya adalah mendorong formulasi konsep lebih
terperinci mengenai cara pandang seluruh pihak terkait perihal
strategi penyelesaian persoalan yang dihadapi. Persoalan proyek
yang umumnya timbul dan akan menjadi topik bahasan dalam hal
ini, mencakup :

 Kemungkinan perubahan situasi lapangan pada saat pelaksanaan


proyek.
 Adanya kendala fisik yang belum muncul atau diperhitungkan
pada saat perencanaan berlangsung.
 Kemungkinan kebijaksanaan optimasi sasaran proyek yang
dipandang perlu oleh pihak pemberi tugas.
 Permasalahan lingkungan yang perlu menjadi masukan teknis
dan mempengaruhi pembangunan proyek.
 Kemungkinan penerapan metoda konstruksi yang diajukan
Kontraktor sehubungan berbagai kepentingan yang harus
diakomodasi di lapangan.
 Rekomendasi pihak perencana mengenai solusi-solusi teknis
yang diperlukan dalam penyelesaian persoalan proyek
keseluruhan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -68


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

 Kebijaksanaan pemberi tugas perihal kemungkinan adanya


perubahan desain, volume pekerjaan, spesifikai maupun metoda
konstruksi.

Dengan mengacu pada hasil persamaan persepsi tersebut, maka


Konsultan akan melaksanakan segala gerakan tindak turun tangan
sehari-hari di lapangan pada kegiatan ” Pekerjaan Konsultan
Supervisi Pengembangan Jaringan Perpipaan di Kawasan Perkotaan
(PSPAM-13)”. Koordinasi Proyek ini akan dilakukan secara terus
menerus, dengan memanfaatkan segala kesempatan sebagai berikut
:
 Pre-Construction meeting, pada kesempatan ini akan dibuka
forum pertemuan penyesuaian persepsi antara Kontraktor,
Konsultan dan Pemberi Tugas perihal: konfirmasi kewenangan
dan tugas masing-masing pihak, manajemen komunikasi, metoda
dan tahapan konstruksi, metoda quality testing, metoda
pengukuran volume pekerjaan, formula perhitungan pembayaran
dan hal-hal lain terkait.
 Periodical meeting, diadakan secara rutin dengan sasaran
menjalankan fungsi kontrol dan menyepakati solusi yang
diperlukan mengenai : kualitas kerja, prestasi bobot kerja,
kinerja Kontraktor dalam penyediaan sumber daya dan
pelaksanaannya, menentukan target-target kerja secara
bertahap dan sebagainya.
 Rapat-rapat koordinasi dengan pihak Pemberi Tugas atau
rapat-rapat dalam rangka presentasi laporan proyek di
tingkat cabang maupun kantor pusat.
 Rapat-rapat khusus yang kemungkinan diperlukan untuk
membahas hal-hal kritis yang dipandang memerlukan keputusan
forum yang lebih berwenang, seperti Pemimpin Proyek, Kepala
Cabang atau Kantor Pusat.

Dengan menjalankan secara konsisten gagasan koordinasi terpadu


itu, maka Konsultan akan memiliki kemampuan untuk menyajikan
laporan prediksi potensi deviasi sasaran mutu, waktu dan biaya
proyek secara dini, sehingga dapat dilakukan antisipasi tindak

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -69


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

turun tangan preventif secara lebih baik oleh pihak Pemberi


Tugas.

E.5.4 Pengendalian Proyek Tepat Waktu, Mutu, Kuantitas dan Biaya


Mengacu pada ketentuan dokumen kontrak dan proyeksi performa
penyelesaian proyek dalam koordinasi terpadu seperti di atas,
pelaksanaan pembangunan fisik perlu dikendalikan dengan cermat
agar relisasinya dapat memenuhi sasaran kebutuhan Pemberi
Tugas. Pelayanan Konsultan Supervisi dalam hal pengendalian
kegiatan fisik ini, antara lain meliputi :
 Membantu Kontraktor dalam pemahaman sasaran desain serta
spesifikasinya, dengan tetap melibatkan pihak Konsultan
perencana dalam koordinasi rutin.
 Menetapkan penerapan metoda konstruksi sesuai kondisi nyata
lapangan.
 Menetapkan persetujauan pengelompokkan sub-paket dan
pentahapan pekerjaan fisik, untuk dapat lebih menjamin
fungsi kontrol mutu serta pengukuran prestasi kerja
Kontraktor.
 Mengkoordinasikan kegiatan harian Kontraktor agar dapat
berlangsung dengan dampak minimal terhadap : lalulintas umum
di sekitar proyek, fungsi drainase yang ada,
fasilitas/utilitas lainnya (bila ada), ekologi lingkungan
dsb.
 Melakukan uji petik mutu pekerjaan fisik.
 Memberikan persetujuan kualitas material maupun hasil produk
Kontraktor.
 Melakukan pengukuran dan perhitungan kuantitas pekerjaan dan
analisis perhitungan pembayaran Kontraktor.
 Melakukan kontrol terhadap target waktu kontrak serta
evaluasi ketersediaan sumber daya bagi tiap unit kegiatan
Kontraktor.
 Memberi rekomendasi antisipasi kemungkinan adanya klaim dari
pihak Kontraktor.
 Mengawasi pemenuhan kewajiban perbaikan defect list pada
grace periode sebelum penyerahan pekerjaan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -70


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

 Membantu proses serah terima pekerjaan serta kelengkapan


dokumen as-built drawing dsb.
 Melakukan tindak turun tangan yang diperlukan, sesuai batas
kewenangan yang dimiliki konsultan supervisi.
 Memberikan laporan periodik mengenai kejadian penting yang
timbul secara sistimatis, sehingga pihak client (pemberi
tugas) selalu dapat mengikuti perkembangan proses
pembangunan, serta dapat dengan cepat memutuskan perubahan
kebijaksanaan atau keputusan tertentu sesuai keperluan.

Melalui pendekatan teknis pengawasan sebagaimana diuraikan


tersebut di atas, hasil pelaksanaan fisik proyek dapat lebih
dijamin mendekati sasaran tepat waktu, mutu, kuantitas dan
biaya, sesuai kebutuhan pemberi tugas.

Agar setiap tahapan kegiatan sebagaimana tersebut di atas benar-


benar dapat direalisasikan secara efektif dan efisien, Konsultan
berpendapat diperlukannya suatu pendekatan yang komprehensif
sebagai prasyarat yang harus dipenuhi dan merupakan faktor kunci
keberhasilan pelaksanaan pekerjaan (lihat Gambar E.2) yang
meliputi :

 Pemahaman terhadap tujuan dan sasaran pekerjaan ;


 Pemahaman awal terhadap lokasi dan kondisi daerah studi ;
 Penggunaan Tenaga Ahli yang berkualitas ;
 Kemampuan kerja sama antar Tenaga Ahli dan antara Tenaga Ahli
dengan Counterpart ; serta
 Kemampuan Perusahaan Konsultan untuk memberikan dukungan
penuh (total support).

Gambar E.2 : Pendekatan Umum Pelaksanaan Pekerjaaan

PEMAHAM
AN AWAL
LOKASI
KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -71
DAN
KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
KONDISI
DAERAH
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

PEMAHAMA
PENGGUNA
N TUJUAN
AN
DAN
TENAGA
SASARAN
AHLI
PEKERJAAN
BERKUALITA
S

KEMAMPUAN KEMAMPUAN
KERJASAMA PERUSAHAA
ANTAR N
TENAGA AHLI KONSULTAN
(TA) DAN TA MEMBERIKAN
DENGAN TOTAL
COUNTERPA SUPPORT
RT
PELAKSANAAN
PEKERJAAN
SESUAI
TAHAPAN
KEGIATAN

PRODUK AKHIR
PEKERJAAN JASA
KONSULTANSI
YANG
BERKUALITAS,
TEPAT WAKTU DAN
BIAYA

(a) Pemahaman terhadap tujuan dan sasaran pekerjaan :

Tujuan dan sasaran pekerjaan mutlak harus dipahami secara


komprehensif mulai dari latar belakang hingga ruang lingkup
pekerjaan dan sasaran yang ingin dicapai dengan diadakannya
pekerjaan ini.

Selain itu, pemahaman juga harus diarahkan pada kebijakan-


kebijakan yang telah melekat dalam sektor-sektor terkait dengan
pekerjaan ini, terutama sektor pengembangan sumber daya air,
tata lingkungan dan konservasi alam.

Pemahaman terhadap aspek-aspek filosofis dan kebijakan terhadap


sektor-sektor terkait tersebut, akan saling mendukung dengan
pengetahuan yang baik terhadap latar belakang, maksud dan tujuan
serta sasaran pekerjaan sebagaimana telah digariskan pada

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -72


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

kerangka acuan kerja dan dengan mempertimbangkan hasil-hasil


kajian yang telah dihasilkan dari studi-studi terdahulu.

(b) Pemahaman awal terhadap lokasi dan kondisi daerah studi :

Perumusan masalah dan usulan alternatif penanganan masalah akan


dapat dilakukan lebih cepat dan tepat bilamana sejak awal
Konsultan telah memiliki pengetahuan secukupnya tentang lokasi
dan kondisi daerah studi, terutama misalnya mencakup :
pengetahuan terhadap pencapaian lokasi, gambaran kondisi
topografi dan kondisi terkait lainnya yang ada, penanganan yang
telah dilakukan, hambatan yang ada selama ini, serta berbagai
hal terkait lainnya.

Pemahaman awal tersebut dapat diperoleh oleh Konsultan dari


berbagai sumber, seperti :
 Kerangka acuan kerja (KAK) ;
 Hasil penjelasan pekerjaan (aanwijzing), baik di kantor
maupun di lapangan ;
 Laporan-laporan hasil studi terdahulu ;
 Diskusi dengan pihak-pihak terkait ; ataupun
 Melakukan kunjungan lapangan pendahuluan secara langsung.

Dalam hal ini, kami telah cukup memiliki pemahaman awal yang
dimaksud berkaitan dengan pekerjaan ini. Selain itu, Konsultan
dalam rencana kerjanya juga merencanakan untuk melakukan survey
lapangan pendahuluan pada tahap persiapan, dengan maksud untuk
menambah wawasan dan pemahaman lokasi yang sudah dimiliki.

(c) Penggunaan Tenaga Ahli yang berkualitas :

Mengingat pentingnya peranan Tim Konsultan dalam pelaksanaan


pekerjaan ini, maka Tenaga-Tenaga Ahli yang akan ditugaskan oleh
Konsultan harus mampu memberikan ide dan gagasan-gagasan segar
yang sangat bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam menunjang
proses penyelesaian pekerjaan secara optimal.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -73


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Suatu ide dan gagasan yang demikian hanya dapat diharapkan


muncul dari seorang Tenaga Ahli yang memiliki latar belakang
pendidikan yang sesuai dengan pengalaman yang sangat menunjang,
baik dari segi relevansi maupun dalam kematangan penuangan ide
atau gagasan-gagasannya.

Tenaga Ahli yang berkualitas diharapkan mampu memberikan ide-ide


yang realistis, tidak hanya secara akademis tetapi juga
pragmatis.

Oleh karenanya, penggunaan Tenaga Ahli yang berkualitas dengan


latar belakang pendidikan yang sesuai serta pengalaman yang
relevan adalah merupakan alternatif terbaik dalam pemilihan
Tenaga Ahli, sebagaimana kami usulkan di dalam Dokumen Penawaran
Teknis pekerjaan ini.

(d) Kemampuan kerjasama antar Tenaga Ahli dan antara Tenaga Ahli
dengan Counterpart :

Konsultan menyadari sepenuhnya bahwa selain mempunyai jaringan


dan akses yang sangat luas, pihak Pengguna Jasa juga memiliki
pengalaman yang sangat lengkap dan mendalam perihal kondisi
daerah studi.

Oleh karena itu, jika hanya mengandalkan hasil-hasil kajian dan


formulasi dari pihak Konsultan saja tanpa dilengkapi dengan
pengalaman dan informasi dari pihak Pengguna Jasa, maka
dikhawatirkan akan terjadi distorsi.

Mekanisme kerja dengan melibatkan Staf yang berpengalaman dari


lingkungan pihak Pengguna Jasa (sebagai Counterpart), merupakan
upaya yang sangat efektif dalam mencapai hasil keluaran
pekerjaan yang optimal. Oleh karenanya, suatu tim kerja pada
hakekatnya adalah gabungan antara Tim Konsultan dan para
Counterpart. Untuk mengoptimalkan sumber daya dan akses yang
ada, suatu kerja kelompok (team work) yang handal tersebut
haruslah dipenuhi.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -74


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Dalam team work tersebut, diharapkan kekosongan ide yang mungkin


dimiliki oleh setiap Tenaga Ahli dapat dieliminir oleh Tenaga
ahli lainnya ataupun oleh Counterpart. Untuk itu maka Tenaga
Ahli yang akan ditugaskan haruslah memiliki kemampuan untuk
bekerja dalam kelompok.

(e) Kemampuan Perusahaan Konsultan untuk memberikan dukungan penuh :

Salah satu faktor penting dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah


adanya komitmen dan dukungan penuh dari Perusahaan Konsultan.
Dukungan ini sangat penting artinya terutama dalam hal
penyediaan data dan informasi yang relevan sesuai dengan
pengalaman yang dimiliki oleh Perusahaan Konsultan sebelumnya,
kebutuhan administrasi, dukungan finansial dan dukungan-dukungan
lain yang tidak disediakan oleh proyek namun sangat dibutuhkan
dalam menunjang kelancaran pekerjaan, seperti misalnya : ruang
kerja/studio, peralatan-peralatan survey, perangkat lunak dan
perangkat keras komputer, jaringan informasi berikut sumber-
sumber data, dan lain sebagainya.

Perusahaan Konsultan yang akan melaksanakan pekerjaan ini


haruslah mampu memberikan dukungan penuh bagi penyediaan
kebutuhan-kebutuhan team work tersebut. Dalam hal ini, dengan
komitmen yang sudah teruji selama ini serta pengalaman yang
sangat luas, perusahaan kami dipastikan akan memberikan dukungan
penuh bagi penyediaan kebutuhan team work sebagaimana juga
diuraikan pada bab lainnya di dalam dokumen penawaran teknis
ini. Dengan pola pendekatan Konsultan yang komprehensif
sebagaimana diuraikan tersebut di atas, maka aktifitas yang
dilakukan dalam setiap tahapan kegiatan akan dapat dilaksanakan
secara efektif dan efisien. Hal itu sangat diperlukan dalam
upaya untuk menghasilkan suatu produk akhir layanan jasa
konsultansi yang berkualitas serta dapat diselesaikan tepat
waktu dan tepat biaya sebagaimana yang telah dialokasikan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -75


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

E.6 METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN


Agar pekerjaan konsultansi ini memberikan hasil yang sesuai
dengan maksud dan tujuan diadakannya proyek ini seperti yang
diuraikan dalam Pokok-pokok Acuan Tugas (KAK/ TOR), dalam
melaksanakan pekerjaan ini,
Konsultan akan memberikan tekanan khusus kepada beberapa aspek
yang diyakini mempunyai fungsi yang sangat penting untuk mencapai
hasil pekerjaan yang sebaik-baiknya. Aspek-aspek yang dimaksud
adalah sebagai berikut :

a. Pemahaman Masalah
Aspek Pemahaman Masalah disini dimaksud dalam arti yang luas,
meliputi pemahaman lingkup pekerjaan dan persyaratan-
persyaratan yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pekerjaan
ini. Dengan memiliki pemahaman yang lengkap dan benar mengenai
masalah atau lingkup pekerjaan yang dihadapi, Konsultan dapat
menentukan metoda kerja yang tepat dan efisien untuk
melaksanakan pekerjaan konsultansi ini dengan sebaik-baiknya.

b. Manajemen Pelaksanaan Terpadu


Pekerjaan ini terdiri dari serangkaian kegiatan yang berbeda
satu dengan yang lain, tetapi kegiatan-kegiatan tersebut
saling terkait dan saling mendukung. Selain itu ada kegiatan
yang memiliki unsur ketergantungan kepada hasil kegiatan lain.
Oleh karena itu pelaksanaan berbagai kegiatan itu harus
terencana dengan baik dan terpadu. Hal ini hanya dimungkinkan
dengan diselenggarakannya manajemen pelaksanaan yang terpadu.

d. Kerjasama dengan Pemberi Tugas


Salah satu aspek lainnya yang penting adalah aspek kerja sama
yang baik dengan Pemberi Tugas. Hal ini penting agar
pelaksanaan pekerjaan ini berjalan dengan lancar dan tidak
timbul salah pengertian antara Konsultan dan Pemberi Tugas
mengenai maksud dan tujuan pekerjaan ini.

e. Ketelitian
Konsultan menyadari bahwa pada hakekatnya tidak pernah ada
sesuatu yang memiliki ketepatan secara sempurna, tetapi dalam
mengerjakan sesuatu, harus berusaha seteliti mungkin.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -76


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Oleh karena itu Konsultan akan menerapkan sistem kontrol yang


ketat pada setiap tingkatan kegiatan pekerjaan konsultansi
ini.

f. Keahlian Personil
Konsultan menyadari sepenuhnya bahwa penggunaan suatu sistem
atau metoda yang baik tidaklah cukup bila tidak didukung oleh
personil yang cakap dan ahli. Oleh karena itu Konsultan telah
memilih suatu tim tenaga ahli yang cakap dan memiliki
pengalaman yang cukup banyak dalam mengerjakan pekerjaan
konsultansi yang sejenis untuk menangani pekerjaan pengawasan
ini.

g. Koordinasi dengan instansi terkait

Dalam rangka menyelaraskan pekerjaan ini dengan pekerjaan-


pekerjaan instansi lain yang mungkin ada dan berkaitan dengan
rencana perbaikan sungai ini, Konsultan menyadari perlunya ada
kerjasama sepenuhnya, oleh karena itu di dalam pelaksanaan
pekerjaan ini Konsultan akan mencari informasi serta
menghubungi instansi terkait tersebut (bila ada) dan
mendiskusikannya dengan pejabat yang bersangkutan.

Berdasarkan pendekatan-pendekatan sebagaimana diuraikan di


atas, Konsultan membuat “Bagan Alir (flow chart) Pelaksanaan
Pekerjaan” (lihat Gambar E.3 : Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan
Pokok).

Secara ringkas, bagan alir kegiatan pokok tersebut


menggambarkan alur pikir Konsultan yang sudah diformulasikan
sedemikian rupa untuk merumuskan masalah, menetapkan skala
prioritas dan penanganan masalah hingga diperoleh hasil akhir
pekerjaan yang optimal berupa “Pekerjaan Konsultan Supervisi
Pengembangan Jaringan Perpipaan di Kawasan Perkotaan (PSPAM-
13)”.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -77


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Gambar E.3 : Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan Pokok

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -78


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -79


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -80


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

E.6.1 Manajemen Konstruksi


Pada dasarnya, obyektif jasa pekerjaan Konsultan Supervisi
Konstruksi adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan yang
dilaksanakan Kontraktor adalah sesuai dengan lingkup dan
spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Pengguna Jasa, dalam hal
ini adalah PPK.

Salah satu faktor penentu kesuksesan pelaksanaan kegiatan


konstruksi adalah masalah “Manajemen Konstruksi”. Kegiatan jasa
pekerjaan Konsultan Supervisi Konstruksi tidak bisa terlepas
dari aspek Manajemen Konstruksi. Proses untuk mendapatkan hasil
proyek yang diinginkan harus melalui suatu alur atau proses
kegiatan untuk diverifikasi dengan ketentuan yang telah
dipersyaratkan, sehingga keluaran yang dihasilkan benar-benar
dapat dipertanggung jawabkan. Proses tersebut merupakan
implementasi dari sistem manajemen konstruksi yang berlaku.

Dalam kegiatan Supervisi Konstruksi ini, terdapat 2 (dua) proses


utama “Manajemen Konstruksi” yang harus dilakukan, yaitu : 1)
Proses Perencanan, dan 2) Proses Pengendalian.

“Proses Perencanaan” dimaksudkan untuk menghasilkan suatu dasar


atau standar yang diterima atau tidaknya suatu pekerjaan,
kinerja dari pelaksanaan konstruksi dan sebagai dasar dalam
menentukan pemecahan atas permasalahan. Sedangkan “Proses
Pengendalian” dimaksudkan untuk memastikan bahwa suatu pekerjaan
dilaksanakan sesuai dengan acuan yang telah ditetapkan melalui
suatu proses pengawasan pekerjaan, pengkajian dan pemecahan
masalah agar kepastian pencapaian hasil proyek sesuai ketentuan
yang ada dapat benar-benar tercapai.

Fungsi–fungsi pokok dan tugas dari “Manajemen Konstruksi” dapat


diilustrasikan melalui “Konsepsi Perencanaan dan Pengendalian
Proyek” pada Gambar E.4 di bawah ini.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -81


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Gambar E.4 : Konsepsi Perencanaan dan Pengendalian Proyek

Metodologi yang sangat diperlukan dalam tahap pelaksanaan,


terutama menyangkut metodologi pengendalian kualitas,
pengendalian waktu dan pengendalian biaya, yang dapat
digambarkan dalam bentuk bagan alir (flow chart) pada Gambar E.5
di bawah ini.

Gambar E.5 : Sistem Kualitas

“Sistem Kualitas”, menurut Elwood G. Kirkpatrick, meliputi unsur-unsur


seperti tercantum pada gambar di atas.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -82


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

1. Pengendalian Kualitas
Tujuan utama dari aspek pengendalian kualitas adalah untuk
menghasilkan produk konstruksi yang sesuai dengan spesifikasi
teknik yang telah ditetapkan. Perencanaan kualitas dilakukan
dengan mempelajari spesifikasi teknis yang telah
dipersyaratkan dan tertuang dalam dokumen kontrak dan
“addendum-nya”. Spesifikasi teknis tersebut didokumentasikan
serta terstruktur dengan rapi agar mudah dalam melakukan
verifikasi hasil pekerjaan. Pengukuran kualitas pekerjaan
meliputi kualitas dari bahan yang digunakan, metode testing
dan hasil pekerjaan. Metode konstruksi di lapangan antara
lain termasuk urutan proses pekerjaan, penggunaan peralatan,
bahan dan tenaga ahli/ terampil, pengujian material yang akan
dipakai, pelaksanaan suatu desain konstruksi, ketelitian
dalam penerapan ukuran/ pengukuran, ketepatan waktu/ jadual,
metode pengujian hasil konstruksi, dan lain-lain.
Pengendalian kualitas pekerjaan konstruksi dapat digambarkan
seperti flow chart pada Gambar E.6 di bawah ini.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -83


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

GAMBAR E.6 :
PROSEDUR PENGUJIAN DAN PENGENDALIAN MUTU

PENGGUNA JASA KONSULTAN PENYEDIA JASA

PERSIAPAN
- Jenis material
- Lokasi sumber
material
- Kuantitas
- Dan lain-lain

PERMOHONAN
PENGAMBILAN CONTOH
DAN PENGUJIAN MATERIAL

TIDAK DISETUJUI
PEMERIKSAAN
TERHADAP
JADWAL

DISETUJUI PENGAMBILAN CONTOH


LAPORAN MATERIAL
PPK - Jumlah contoh
material
- Metode
pengambilan
- Pengemasan

PENGUJIAN
- Spesifikasi teknis
- Metode pengujian
- Dan lain-lain

PERMOHONAN
PERSETUJUAN

TIDAK DISETUJUI PENGAMBILAN CONTOH


PEMERIKSAA DAN PENGUJIAN ULANG
N DAN - Ganti sumber material
EVALUASI - Ganti contoh material

DISETUJUI

LAPORAN
MATERIAL DAPAT
PPK DIGUNAKAN UNTUK
a. Pengendalian Waktu KONSTRUKSI

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -84


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

2. Pengendalian Waktu
Tujuan utama dari aspek “pengendalian waktu” adalah untuk
memastikan bahwa pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan dan
diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,
dengan melakukan pengawasan secara sistematis terhadap
perkembangan progres proyek.

Implementasi dari proses perencanaan dan pengendalian waktu


dilakukan dengan bantuan perangkat lunak (software) manajemen
konstruksi. Software yang digunakan untuk pengendalian
manajemen konstruksi adalah MS Project Office yang mempunyai
kemampuan untuk memonitor dan mengendalikan proyek dengan
Metode ”Curva S” dan ”Critical Path Methode (CPM)” dan dapat
dijelaskan sebagai berikut :

1) Metode “Curva S”
Metode ini disusun atas dasar jadwal bagan balok dari
setiap jenis pekerjaan, bobot setiap jenis pekerjaan
dihitung dari perbandingan antara biaya pekerjaan tersebut
dengan biaya total proyek (Real Cost). Nilai persentasenya
dibagi rata dengan jumlah waktu pelaksanaan (dalam bulan/
minggu), maka diperoleh bobot (%) pekerjaan per satuan
waktu (bulan/ minggu). Nilai komulatif untuk semua jenis
pekerjaan pada suatu waktu terhitung sejak permulaan
proyek (0%) sampai pekerjaan selesai (100%), akan
menghasilkan “Curva S” progres pelaksanaan. “Curva S”
dapat terdiri dari 2 (dua) garis, yaitu perencanaan dini
(early start) dan perencanaan lambat (lastest start).
Lintasan (trate) realisasi pekerjaan digambarkan
berdampingan dengan “Curva S”. Bila berada di tengah
selimut “Curva S” berarti pekerjaan berjalan “baik”.

2) Metode Critical Path Methode (CPM)


a). CPM merupakan metode/ alat pengendalian yang unggul
selama pelaksanaan suatu perencanaan dan konstruksi,
keuntungannya dibandingkan metode bagan balok
adalah :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -85


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Perencana/ Manager dapat menganalisa secara lebih


teliti tentang keterkaitan pengaturan waktu dan mutu
yang logis dari setiap operasi/ kegiatan, sebelum
adanya ikatan/kontrak mengenai pendanaan, waktu,
peralatan, tenaga dan material.
- Perencana dapat memusatkan perhatian pada
permasalahan yang paling gawat/kritis dan menunjukan
dimana perlu usaha yang efektif untuk mengurangi
biaya dan penghematan waktu, tanpa memboroskan sumber
daya.
- CPM merupakan metode perencanaan yang relatif mudah
diperbaiki, terutama mengenai simulasi dan evaluasi
dampak dari sutau perubahan.
- Lebih mudah mendokumentasikan dan mengkomunikasikan
rencana proyek, jadwal dan pelaksanaan pekerjaan
b).CPM dapat digambarkan dengan “Diagram Panah” atau
“Diagram Preseden”. Yang sangat penting adalah penentuan
waktu (duration) dari setiap aktifitas/ proses “lama
waktu” harus dipertimbangkan dengan hati-hati, karena
menyangkut volume pekerjaan, metode pelaksanaan,
ketersediaan sumber daya (tenaga kerja, peralatan,
material, dana), produktifitas, kendala eksternal, dan
sebagainya.
c).Pengaturan aktifitas dari suatu sistem jaringan kerja
harus sesuai dengan pola rasional yang mewakili
kebutuhan dan sifat proyek tersebut. Beberapa
kemungkinan pengaturan aktifitas, berdiri sendiri atau
dalam bentuk kombinasi, mencakup hal-hal berikut :
- Berdasarkan kesesuaian tipe pekerjaan, keahlian,
pengawasan.
- Menurut pembagian geografis dan fasilitas, seperti
fasilitas sisi darat dan sisi udara, sehingga terjadi
koreksi aktifitas dalam dan lokasinya.
- Menurut skala waktu dan menurut kode biaya proyek.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -86


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

3. Pengendalian Biaya
Perencanaan dan pengendalian biaya konstruksi dilakukan oleh
Konsultan dengan tujuan agar harga kontrak tidak terlampaui
dan Pemberi Jasa melakukan pembayaran kepada Kontraktor
sesuai dengan besaran volume yang dapat dihasilkan. Untuk
dapat mengamankan biaya konstruksi tersebut perlu diambil
langkah-langkah tertentu antara lain memonitor volume
pekerjaan dengan perubahan-perubahan konstruksi yang terjadi.
1) Monitoring Kuantitas Pekerjaan
Monitoring kuantitas pekerjaan perlu dilakukan dari waktu
ke waktu untuk mengetahui apakah kuantitas pekerjaan masih
mencukupi atau tidak untuk mempertahankan harga kontrak.
Monitoring dilakukan dengan mengakumulasikan volume yang
telah selesai dikerjakan dan sisa pekerjaan yang masih
ada. Bila terdapat salah satu item yang diperkirakan
kurang, maka item pekerjaan lain harus ada yang bisa
dikurangi namun tidak boleh mempengaruhi kulitas dan
fungsi bangunan.
2) Monitoring Perubahan Pekerjaan
Apabila ternyata perlu dilakukan penyesuaian kuantitas
pekerjaan, Konsultan bersama-sama dengan Kontraktor akan
berkonsultasi dengan Pemberi Jasa dalam hal ini diwakili
oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) perihal tersebut.
Konsultan akan meneliti usulan Kontraktor dan memberikan
advis teknis sehubungan dengan Contract Change Order
(CCO).
3) Monitoring Pembayaran Bulanan (Monthly Certificate)
Konsultan akan memeriksa setiap pengajuan pembayaran oleh
Kontraktor apakah volume pekerjaan yang dimintakan
pembayarannya, cara perhitungan volume/ kualitas
pekerjaannya sudah memenuhi persyaratan spesifikasi/
belum. Prosedur mengenai pengajuan pembayaran seperti
dalam Gambar E.7 berikut ini.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -87


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

GAMBAR E.7 :
PROSEDUR PEMBAYARAN
PENGGUNA JASA (PPK) KONSULTAN KONTRAKTOR

PERSIAPAN
Data-data pendukung

PENGAJUAN
PERMOHONAN
PEMERIKSAN DAN
PENGUKURAN HASIL
PEKERJAAN

TIDAK
PERSETUJU
AN

YA
PPK PBPS PENGUKURAN
BERSAMA

LAPORAN
TIDAK
PPK PBPS N PERSETUJU
AN

YA

PEMERIKSAAN
TERHADAP TIDAK
HASIL PERBAIKAN
PENGUJIAN PEKERJAAN
MUTU DAN
SERTIFIKAT

LAPORAN
YA

PPK PBPS PERHITUNGAN VOLUME


HASIL PEKERJAAN DISETUJUI

PEMERIKSAAN AKHIR PENYUSUNAN SERTIFIKAT


PEMBAYARAN BULANAN

YA TIDAK
PEMERIKSAAN AKHIR PERSETUJU
AN

TIDAK
PERSETUJU
AN

YA

PEMBAYARAN
HASIL
PEPEKERJAAN

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -88


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

4. Pengendalian Aspek Keselamatan Kerja


Terbagi ke dalam beberapa aspek meliputi diantaranya sebagai
berikut :
1. Perlindungan Lingkungan
a. Selama masa pelaksanaan pekerjaan Pelaksana Pekerjaan
bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan akibat
operasi atau pelaksanaan pekerjaan terhadap bangunan
yang ada. Utilitas, jalan, saluran dan lain-lain yang
ada di lokasi dan lingkungan pekerjaan, dimana hal
tersebut di atas tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan
utama.
b. Pelaksana Pekerjaan juga bertanggung jawab atas gangguan
dan pemindahan yang terjadi atas perlengkapan umum
seperti saluran air, telepon, listrik dan sebagainya
yang disebabkan oleh Pelaksana Pekerjaan. Segala biaya
untuk pemasangan kembali beserta perbaikan-perbaikannya
menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.
2. Pengamanan Area Kerja
a. Kecelakaan-kecelakaan yang timbul selama pelaksanaan
proyek menjadi beban tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan
dan biaya yang timbul akibat hal tersebut menjadi beban
pihak pelaksana pekerjaan.
b. Sehubungan butir di atas, Pelaksana Pekerjaan diwajibkan
menyediakan kotak PPK yang terisi menurut kebutuhan,
lengkap dengan petugas yang terlatih dalam menangani
pertolongan pertama.
c. Kebakaran yang terjadi karena kelalaian petugas
Pelaksana Pekerjaan, pada dasarnya menjadi tanggung
jawab Pelaksana Pekerjaan. Oleh karena itu untuk
mengurangi resiko atau kerugian yang disebabkan oleh
kebakaran, Pelaksana Pekerjaan wajib menjaga ketertiban
lingkungan dlm menggunakan bahan bakar & api.
d. Sehubungan dengan butir di atas, Pelaksana Pekerjaan
diwajibkan untuk menyediakan dalam jumlah yang cukup
alat pemadam kebakaran jenis ABC (segala jenis api),
pasir dalam drum, galah-galah dan alat pemadam kebakaran
yang lain, sehingga dapat digunakan sebagai pemadam

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -89


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

kebakaran tingkat pertama. Selain itu perlu menunjuk


petugas-petugas yang bertanggung jawab menanganinya.
3. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
a. Pelaksana Pekerjaan harus mematuhi semua peraturan dan
ketentuan keselamatan kerja yang berlaku.
b. Pelaksana Pekerjaan wajib bertanggung jawab dalam upaya
pencegahan kecelakaan, kebakaran, dan pencemaran.
c. Pelaksana Pekerjaan harus menugaskan minimal 1 (satu)
orang tenaga kerjanya untuk ikut aktif membina dan
mengawasi segi keselamatan kerja dari pelaksanaan kerja
yang dilakukan karyawan Pelaksana Pekerjaan.
d. Pelaksana Pekerjaan pada umumnya harus betanggung jawab
atas segala kecelakaan yang menimpa para pekerja yang
menjadi tanggungannya, serta harus mengambil tindakan
pertolongan sebagaimana mestinya.
e. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan menyediakan alat-alat
keselamatan kerja sesuai dengan petunjuk Pengawas
Pekerjaan.
f. Penyalahgunaan atau tidak dipatuhinya syarat-syarat
kesepakatan keselamatan kerja oleh Pelaksana Pekerjaan
dianggap sebagai tindakan pelanggaran dan dapat dikenai
sanksi/tindakan administrasi.
g. Pelaksana pekerjaan wajib melakukan safety meeting
setiap minggu sekali dan hasilnya agar dilaporkan.

E.6.2 Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan

Metodologi pelaksanaan pekerjaan ini dibagi dalam beberapa


tahapan pelaksanaan kegiatan seperti di bawah dan secara detail
akan dibahas lebih lanjut pada sub-bab di bawah ini, meliputi :

1. Tahap Persiapan
Dalam tahap persiapan ini meliputi beberapa kegiatan yaitu :
- Mobilisasi tim Konsultan dan penyusunan rencana kerja
Konsultan
- Pengumpulan dan pemeriksaan dokumen Kontrak dan gambar
- Melakukan analisis, review design, perhitungan engineering
dan evaluasi terhadap desain yang ada

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -90


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Pemeriksaan lapangan
- Serah terima lapangan
- Pemeriksaan rencana kerja dan RMK Kontraktor
- Rapat koordinasi dengan pihak Pengguna Jasa dan
Kontraktor.

2. Tahap Pelaksanaan Konstruksi


Jenis kegiatan dalam tahap pelaksanaan konstruksi antara lain
:
- Pemeriksaan gambar kerja
- Survei dan pengukuran
- Pengujian material
- Pengawasan pelaksanaan pekerjaan
- Perhitungan kuantitas dan pembayaran pekerjaan
- Monitoring kemajuan pekerjaan
- Membantu pengendalian biaya konstruksi
- Membantu pengendalian proyek
- Rapat koordinasi
- Sistim pencatatan.

3. Tahap Akhir Konstruksi


Jenis kegiatan dalam tahap akhir konstruksi ini, antara
lain :
- Pemeriksaan akhir pelaksanaan konstruksi
- Pemeriksaan as-built drawing
- Pembuatan Laporan Akhir dan Executive Summary.

4. Tahap Pelaporan.

TAHAP-1 : PEKERJAAN PERSIAPAN


Pada tahap ini Konsultan akan membantu pihak Pemberi Jasa dalam
mempersiapkan aktivitas selama konstruksi agar aktivitas
konstruksi dapat berjalan sesuai dengan rencana, dari segi
kualitas maupun kuantitasnya.

1). Mobilisasi Tim Konsultan dan Penyusunan Rencana Kerja


Konsultan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -91


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Mobilisasi Tim Konsultan akan segera dilakukan setelah Surat


Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterima oleh Konsultan.
Rencana kerja Tim Konsultan yang lebih terperinci akan
disusun dan dibicarakan dengan PPK.
Pembahasan pelaksanaan pekerjaan akan segera dilakukan dengan
Pemberi Jasa guna tercapainya koordinasi kerja yang baik
antara berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan
pekerjaan ini.
Konsultan juga akan menyiapkan sistem dan prosedur kerja
serta format-format standar yang akan diterapkan dalam
melaksanakan pengawasan teknis ini yang meliputi antara
lain :
- Format Pengujian Mutu Beton dan Pekerjaan Beton
- Format Pengukuran dan Perhitungan Kuantitas Pekerjaan
- Format Instruksi Kepada Kontraktor
- Format Laporan Harian dan Mingguan Inspektor
- Format Pembayaran dan Sertifikat Pembayaran
- Format Monitoring Kemajuan Pekerjaan
- Format Laporan Bulanan
- dan lain-lain.

2). Kegiatan Pengumpulan & Pemeriksaan Dokumen Kontrak &


Gambar
Berbagai data dan laporan perencanaan dan dokumen kontrak
serta gambar dari paket-paket ini akan dikumpulkan untuk
dievaluasi. Konsultan akan melakukan pengecekan secara detail
terhadap seluruh kelengkapan data yang ada dan akan digunakan
sebagai acuan pelaksanaan konstruksi yaitu :
- Persyaratan Kontrak
- Spesifikasi Teknis
- Gambar Rencana
- Laporan perhitungan struktur, dan lain-lain.
Dalam hal ini, Konsultan akan memberikan catatan tambahan
yang mungkin masih diperlukan sebagai penjelasan detail yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan konstruksi.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -92


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

3). Kegiatan Pemeriksaan/ Identifikasi Lapangan


Segera setelah selesai melakukan evaluasi data perencanaan
dan dokumen kontrak serta gambar-gambar, maka Team Leader dan
Tenaga Ahli akan mengunjungi dan memeriksa/ identifikasi
lokasi lapangan setiap paket pekerjaan.

Pemeriksaan ini antara lain meliputi :


- Kesesuaian kondisi lapangan dengan gambar rencana
- Identifikasi atas lokasi-lokasi yang memerlukan data dan
perencanaan detail tambahan
- Identifikasi jenis & estimasi volume pekerjaan minor yang
dibutuhkan
- Identifikasi masalah-masalah yang diperkirakan akan
dihadapi dalam pekerjaan selanjutnya
- Masalah-masalah khusus seperti misalnya tentang lokasi-
lokasi yang mungkin belum dapat dibebaskan seluruhnya.

Hasil pemeriksaan lapangan ini selanjutnya akan disusun,


dilaporkan dan dibahas dengan PPK Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum Provinsi Sumatera Barat.

4). Kegiatan Review Design


Setelah mengumpulkan berbagai data dan laporan perencanaan
dan dokumen kontrak serta gambar-gambar dari seluruh paket,
Konsultan akan melakukan evaluasi dan review design terhadap
design yang ada sesuai dengan kebutuhan. Selama melakukan
review design, Konsultan akan melakukan kunjungan lapangan
untuk menyesuaikan kebutuhan design.
Untuk rencana pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang sudah siap
detail desainnya, maka harus dilakukan review desain terlebih
dahulu sebelum dilaksanakannya pelelangan konstruksi/
pelaksanaan konstruksi di lapangan. Konsultan akan membantu
“Penanggung Jawab” aktifitas dengan melaksanakan review
desain tersebut.
Konsultan juga akan membantu “Penanggung Jawab” aktifitas
dalam rangka persiapan dan pelelangan Kontraktor sesuai yang
diperlukan, termasuk diantaranya :

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -93


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Menyempurnakan dokumen pelelangan yang akan digunakan


untuk masing-masing paket/ lokasi.
- Penelaahan terhadap seluruh persyaratan yang ditetapkan
dalam gambar kerja, spesifikasi umum dan spesifikasi
teknis.
- Pengenalan atas konsep perencanaan dan kriteria teknis
perencanaan beserta asumsi-asumsi pokok yang dipergunakan.
- Melakukan koordinasi dengan pihak Kontraktor dan Pengguna
Jasa dalam hal diperlukan perubahan atau penjelasan teknis
untuk keperluan pelelangan dan pelaksanaan pekerjaan di
lapangan.
- Membantu penyusunan kontrak pelaksanaan fisik untuk
masing-masing lokasi/ paket pekerjaan.
- Pengkajian situasi nyata di lapangan dengan cara orientasi
fisik, pengukuran, sampling/ test, maupun konsultasi
dengan pihak yang berwenang, mengenai kesesuaian rencana
fisik proyek dengan kondisi yang ada, termasuk antisipasi
dampak teknis yang mungkin timbul karenanya.
- Membantu penyusunan standar pelaporan proyek sesuai dengan
kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Review design dilaksanakan selama bulan pertama dan kedua,


dengan output Konsultan adalah laporan analisis engineering,
gambar review desain, volume pekerjaan dan rencana anggaran
biaya.
5). Kegiatan Pengukuran Topografi dan Penggambaran
Dalam melaksanakan review Desain, Konsultan mungkin
memerlukan data-data topografi tambahan dan terbaru, untuk
itu mungkin perlu melaksanakan kegiatan pengukuran topografi
meliputi yang meliputi pengukuran poligon, waterpass dan
situasi, termasuk penggambarannya guna mendapatkan gambaran
topografi yang lengkap, jelas dan memenuhi syarat-syarat
untuk bangunan persungaian. Kegiatan tersebut antara lain
meliputi :
 Pengikatan titik referensi (BM) yang ada ke lokasi
pengukuran sungai. Titik referensi sebagai acuan kerangka
horisontal dan vertikal diambil dari titik tetap yang akan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -94


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Dimana titik tersebut


akan dipergunakan sebagai kerangka dasar pengukuran dan
perhitungan yang selanjutnya dipergunakan untuk proses
penggambaran serta sebagai acuan untuk perencanaan
selanjutnya.
 Pengukuran kerangka horisontal (poligon), kerangka vertikal
(waterpass) dan situasi trase sungai sesuai yang dibutuhkan
untuk review desain.
Pengukuran kerangka horisontal (poligon) ini untuk
mendapatkan data koordinat pada titik Bench Mark (BM)
serta titik bantu lainnya agar nantinya dapat dipergunakan
untuk referensi selanjutnya.
Peralatan yang dipergunakan adalah Theodolite (T2) atau
alat ukur sudut yang sejenis dengan ketelitian 1“. Sistem
pengukuran menggunakan sistem satu seri, yaitu “Biasa”
dan “Luar Biasa” (B dan LB), dengan Ketelitian pengukuran
loop/ kring untuk ukuran sudut adalah 8√S, dimana S adalah
jumlah titik yang diukur. Sedang untuk kesalahan linier
adalah 1 : 10.000. Peralatan EDM adalah alat ukur jarak
elektrik dengan ketelian jarak 1 : 40.000 juga dapat
dipergunakan dalam pengukuran ini.
Pengukuran kerangka vertikal (waterpass) untuk mendapatkan
data elevasi pada titik Bench Mark (BM) serta titik bantu
lainnya agar nantinya dapat dipergunakan untuk referensi
selanjutnya. Peralatan yang dipergunakan adalah waterpass
Wild NAK–2 yang telah dikalibrasi dengan kesalahan baca 1
mm antara bacaan benang atas dengan benang bawah, attau
dapat dipergunakan tipe lain tetapi mempunyai ketelitian
yang sama. Sistem pengukuran menggunakan sistim “Loop
(Kring)”, dengan ketelitian pengukuran loop = 8 √S, dimana
S adalah jumlah panjang jalur waterpass yang diukur.
 Pengukuran penampang melintang dan memanjang sungai dengan
interval jarak 100 m, skala penampang memanjang V = 1 :
200; H = 1 : 2.000 sedangkan skala penampang melintang H =
V = 1 : 200.
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pengukuran penampang
memanjang dan melintang pada setiap jarak 100 meter di

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -95


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

sepanjang daerah sungai yang diukur. Peralatan yang


dipergunakan adalah Theodolite T-2 dan T-0 atau tipe lain
yang sejenis dan mempunyai ketelitian yang sama. Sistem
pengambilan titik detail pengukuran disesuaikan dengan
kondisi di lapangan.

6). Kegiatan Penyelidikan Geologi dan Mekanika Tanah


Pekerjaan penyelidikan keadaan geologi dan mekanika tanah
merupakan pekerjaan tahap awal yang bertujuan untuk
memperoleh data dasar sifat teknis tanah dan kondisi geologi
di lokasi pekerjaan konstruksi. Kegiatan ini antara lain
meliputi pekerjaan :
a. Pemboran Tangan
b. Sondir (Dutch Cone Penetrometer Test)
c. Test Pit
d Pengujian Laboratorium Mekanika Tanah, dengan maksud untuk
mengetahui lebih rinci jenis dan sifat tanah yang terdiri
dari besaran fisik dan mekanis dari contoh tanah yang
diambil dari contoh tanah hasil pemboran. Hasil tes
laboratorium tersebut akan berupa besaran index properties
dan engineering properties yang bertujuan untuk menunjang
kegiatan perencanaan (detail desain) antara lain
perhitungan stabilitas pondasi, bahan timbunan, bahan
konstruksi untuk tanggul sungai dan lain-lain.

7). Kegiatan Serah Terima Lapangan


Agar pelaksanaan pekerjaan Kontraktor dapat dimulai segera
setelah penandatanganan Kontrak, maka Team Leader akan
berkonsultasi dengan PPK Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum Provinsi Sumatera Barat. untuk melakukan serah terima
lapangan dari PPK kepada Kontraktor. Serah Terima Lapangan
ini akan dilengkapi dengan foto dokumentasi.

8). Kegiatan Pemeriksaan Rencana Kerja dan RMK Kontraktor

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -96


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pada tahap ini, Konsultan akan memeriksa rencana kerja yang


diajukan oleh Kontraktor dan akan meninjau jadwal kerja dari
berbagai aspek, antara lain :
- Waktu pelaksanaan
- Metode konstruksi
- Pengadaan dan penyiapan material
- Mobilisasi dan penggunaan peralatan
- Organisasi kerja
- Sub Kontraktor (apabila ada)
- Sumber Daya Manusia
- Sistem dokumentasi dan pengarsipan.
Setelah mengevaluasi rencana kerja Kontraktor, Konsultan akan
memberikan kesempatan kepada Kontraktor untuk melakukan
perbaikan dari rencana kerjanya. Kemudian dilanjutkan dengan
pemeriksaan program mobilisasi peralatan dan bahan untuk
mendapat persetujuan dari PPK, antara lain :
- Daftar alat berat yang akan digunakan
- Daftar peralatan laboratorium lapangan
- Lokasi quarry, stone crusher, dan lain-lain
- Daftar tenaga kerja Kontraktor
- Financial schedule
- Network planning, construction project management
- Material schedule, dan lain-lain

Tim Konsultan Supervisi akan memeriksa “Program Mobilisasi


Kontraktor” guna meyakinkan bahwa :
- Program Kontraktor tersebut cukup praktis
- Program Kontraktor tersebut cukup memadai
- Program Kontraktor tersebut sesuai dengan kemampuannya
- Program Kontraktor tidak bertentangan dengan suatu
peraturan Pemerintah.

Secara detail pemeriksaan terhadap persiapan Kontraktor


terdiri dari :
1. Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
a. Lokasi untuk base camp dan pelaksanaan aktivitas
lainnya.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -97


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Tim Supervisi Lapangan akan memeriksa apakah lokasi-


lokasi yang diusulkan Kontraktor untuk kantor, base
camp, gudang, tempat fabrikasi dan pelaksanaan aktivitas
lainnya telah cukup memadai dan memenuhi persyaratan di
dalam spesifikasi umum dan Konsultan akan memeriksa
apakah lokasi/kawasan yang diperlukan benar-benar
tersedia & Kontraktor telah merundingkan dengan pemilik
yang syah.
b. Kantor Kontraktor dan fasilitasnya
Semua bangunan dan fasilitasnya di base camp Kontraktor
harus memenuhi syarat-syarat kesehatan, memiliki sistem
drainase yang baik, sistem penerangan dan keamanan yang
baik pula.
c. Kantor Direksi Teknik dan staff
Akan diperiksa tentang kelengkapan kantor Direksi Teknik
dan stafnya, jika dalam kontrak tercantum demikian.
d. Pelayanan Pengujian Laboratorium
Pada hakekatnya pekerjaan pengujian dilaksanakan oleh
Kontraktor di bawah pengawasan Konsultan. Tetapi
beberapa pengujian tertentu sesuai kebutuhan akan
dilaksanakan oleh Konsultan dan Pemberi Jasa.

2. Sumber Material
Di dalam gambar rencana tersedia gambar sumber material
yang memberi indikasi tentang jenis dan lokasi masing-
masing material.
Pada tahap awal/ mobilisasi, lokasi sumber material ini
akan diperiksa oleh Quality and Quantity Engineer.
Contoh-contoh bahan yang diperlukan akan teruji, untuk
bahan-bahan semen dan bahan fabrikasi lainnya yang
diusulkan untuk dipakai, syaratnya adalah bahwa harus ada
surat tanda lulus pengujian dari Produsen atau instansi
pengujian independent dan diserahkan kepada Konsultan
untuk dimintakan persetujuannya.
Penyimpangan dari material-material ini harus memenuhi
syarat-syarat dan ketentuan dalam spesifikasi umum.

3. Perencanaan Sumber Daya Manusia, Peralatan dan Bahan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -98


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Supaya pekerjaan dapat terselesaikan secara baik, tepat


waktu dan masih dalam batasan nilai kontrak, maka akan
sangat bergantung pada adanya perencanaan (planning) yang
memadai dari Kontraktor atas sumber daya (resource) yang
dimilikinya. Pada hakekatnya, hal tersebut sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Kontraktor, tetapi kepentingan
Pemberi Jasa juga tergantung padanya, mengingat bahwa
keberhasilan penanganan proyek berkaitan erat dengan hal
tersebut. Dengan demikian, minimal Team Leader dan PPK
harus mengetahui rencana kerja (planning) Kontraktor untuk
equipment provision, operation dan maintenance yang
terdiri dari : Labor supply, Material supply & Cash flow.
Serta harus waspada juga terhadap kemungkinan
berkembangnya setiap persoalan yang berkaitan dengan hal
tersebut.

9). Rapat Koordinasi Dengan Pihak Proyek dan Kontraktor


Koordinasi awal yang melibatkan ketiga pihak yaitu pihak
Pengguna Jasa, Konsultan dan Kontraktor akan diadakan sebelum
kegiatan di lapangan dimulai. Koordinasi kerja diperlukan
untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan serta mencapai hasil
kerja yang sebaik-baiknya. Untuk itu diperlukan kejelasan
mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing
pihak.
Dalam hal ini, Konsultan Pengawas bertugas membantu PPK dalam
pengawasan teknis, memberikan nasehat dan saran penyelesaian
masalah serta administrasi proyek. Selanjutnya koordinasi
terpadu selama periode pelaksanaan konstruksi dilakukan
dengan mengadakan pertemuan berkala secara teratur. Hal
penting dalam koordinasi awal adalah mencakup semua persiapan
yang akan dilakukan oleh masing-masing pihak. Pekerjaan
persiapan tersebut mencakup :
- Organisasi dari masing-masing pelaku proyek (Pengguna
Jasa, Konsultan dan Kontraktor)
- Pembahasan mengenai spesifikasi teknis yang kurang jelas
dan kurang dimengerti.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -99


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Bentuk serta jenis/ macam pelaporan dan sistem penyerahan


serta batas waktu pelaporan hendaknya telah dijelaskan
dalam pertemuan awal.
- Wewenang dan tanggung jawab serta segala sangsi yang
berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan dibahas dengan
jelas.
- Menentukan waktu kunjungan bersama ke lokasi menentukan
batas awal serta akhir proyek serta survey lapangan dengan
kondisi saat ini sebagai bahan dalam diskusi lanjutan dan
menentukan metode kerja selanjutnya.

TAHAP-2 : PELAKSANAAN KONSTRUKSI


Dalam tahap pelaksanaan konstruksi ini, Tim Konsultan akan
melaksanakan pekerjaan Supervisi Konstruksi sesuai dengan tugas
dan tanggung jawabnya dengan sifat layanan Task Concept dan
Assistant Concept, untuk mendapatkan kuantitas hasil pelaksanaan
pembangunan konstruksi yang sesuai dengan spesifikasi teknis,
biaya dan waktu pelaksanaan yang ditentukan di dalam dokumen
kontrak pekerjaan konstruksi.
Pelaksanaan pekerjaan pengawasan sesuai dengan Surat Keputusan
Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 349/KPTS/M/2004,
tanggal 23 September 2004, tentang “Pedoman Penyelenggaraan
Kontrak Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan)” dan referensi
lainnya yang tidak bertentangan dengan peraturan yang dimaksud.
Aktivitas pelaksanaan supervisi konstruksi oleh Tim Konsultan
meliputi :
1). Pemeriksaan Gambar Kerja
Sebelum melaksanakan pekerjaan konstruksi, Kontraktor harus
menyiapkan Gambar Kerja secara detail berdasarkan Gambar
Rencana yang telah dikaji ulang. Gambar Kerja tersebut akan
memuat semua informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan.
Tim Konsultan akan memeriksa secara cermat Gambar Kerja
tersebut dan melakukan koreksi-koreksi yang diperlukan.
Kontraktor akan melakukan revisi Gambar Kerja sesuai dengan
koreksi-koreksi yang diberikan oleh Konsultan tersebut.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -100


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Revisi Gambar Kerja tersebut akan diperiksa kembali oleh Tim


Konsultan dan dilanjutkan kepada Proyek dan bila telah sesuai
maka Team Leader akan memberikan persetujuan untuk dapat
dilaksanakan.

2). Pemeriksaan Hasil Survei Pengukuran Topografi


Supervisi pekerjaan survey dan pengukuran topografi
meliputi :
1. Pengecekan Desain
Diharapkan personil survey topografi Kontraktor telah
dimobilisasi ke site terlebih dahulu sebelum mobilisasi
dan peralatan lainnya, dan mereka dapat segera memulai
pekerjaannya di site. Hal-hal yang perlu dicek antara lain
meliputi :
- Datum point
- Right of way
- Plan dari saluran dan bangunan
- Cross section dari saluran dan bangunan
- Drainase.
2. Pengukuran stock piles
Pengukuran ini terutama dimaksudkan guna verifikasi atas
ketersediaan dan kebutuhan angkutan material, seperti
gravel, agregat, pasir, batu pecah dan lain-lain ke site.
3. Pengukuran pra konstruksi MC-0
Untuk sejumlah item pekerjaan, pembayaran kepada
Kontraktor dihitung berdasarkan kuantitas pekerjaan yang
telah diselesaikan.
Untuk ini diperlukan sejumlah pengukuran yang meliputi
pengukuran kondisi eksisting dan lain-lainnya, sebelum
pekerjaan konstruksi dimulai sehingga kuantitas pekerjaan
dapat dihitung dari survey selanjutnya yang akan diadakan
setelah pekerjaan yang dimaksud selesai.
4. Pengukuran pekerjaan sedang berjalan
Pengukuran pekerjaan yang sedang berjalan (in progress)
diadakan guna:
- Tersedianya catatan yang lengkap tentang kemajuan
pekerjaan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -101


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Tersedianya data yang cukup apabila timbul


ketidaksepakatan.
5. Pengukuran pekerjaan yang telah selesai
Pengukuran ini diperlukan sebagai data penunjang dalam
penagihan Kontraktor atas pekerjaan yang telah selesai
dikerjakannya.

3). Pemeriksaan dan Pengujian Material


Pengujian material dilakukan oleh Kontraktor dengan
menggunakan peralatan tes di lapangan maupun di laboratorium
yang disediakan Kontraktor serta mengikuti standar prosedur
pengujian seperti yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.
Pengujian mutu dilakukan secara rutin dengan mengambil contoh
secara acak pada lokasi-lokasi yang ditentukan oleh
Konsultan. Secara garis besar pengujian mencakup hal-hal
berikut :
1. Pengujian Material Konstruksi
Pengujian material konstruksi dilakukan sebelum material
tersebut digunakan sebagai komponen struktur seperti
konstruksi beton, sheet pile beton, pasangan batu kali,
aspal concrete, tanah timbunan, dan lain-lain. Pengujian
material dilakukan ulang setiap terjadi perubahan sumber
material (quarry). Pengujian tersebut antara lain :
- Test keausan agregat
- Test portland cement
- Test kandungan zat kimia air
- Test tarik baja
2. Pengujian Hasil Pekerjaan
Setelah material digunakan dalam konstruksi, maka perlu
diuji apakah dalam aplikasinya Kontraktor telah menerapkan
cara yang benar sehingga menghasilkan konstruksi yang
sesuai dengan spesifikasi.
Pengujian itu antara lain meliputi :
- Pengujian kepadatan timbunan tanah
- Pengujian mutu beton
3. Pengujian Job Mix Formula

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -102


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pengujian ini antara lain berupa tes terhadap bahan


campuran untuk bahan agregat dan beton. Konsultan akan
mengawasi, memeriksa dan mengevaluasi pekerjaan pengujian
laboratorium dan pengetesan di lapangan terhadap material
konstruksi yang akan dipergunakan. Berdasarkan hasil
pengujian tersebut, Konsultan akan membuat rekomendasi
berupa persetujuan atau penolakan berikut alasan teknis
sesuai dengan persyaratan teknis dalam spesifikasi.

4). Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan


Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor harus mengajukan
permohonan kerja yang dilampirkan dengan Gambar Rencana untuk
disetujui oleh Konsultan dan Pemberi Jasa, kemudian
dilanjutkan dengan pengawasan di lapangan. Selama pelaksanaan
konstruksi, Tim Konsultan akan melakukan pengawasan teknis
dan pemeriksaan pelaksanaan di lapangan. Pengawasan dan
pemeriksaan ini mencakup seluruh aspek kualitas dan
kuantitas, antara lain :
1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan dari segi metode
pelaksanaan, kualitas dan kuantitas serta kemajuan
pelaksanaan pekerjaan
2. Mengendalikan ketepatan waktu pelaksanaan dan biaya
pekerjaan,
3. Memeriksa, menilai, memperbaiki & memberikan persetujuan
terhadap :
- Semua bahan untuk referensi pelaksanaan pekerjaan yang
diajukan oleh Kontraktor dan produk-produk yang dihasilkan
oleh Kontraktor.
- Rencana kerja Kontraktor sehubungan dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan agar dapat diperoleh cara kerja yang
efektif dan efisien.
4. Menyiapkan format laporan harian, mingguan, bulanan dan
check list pengawasan pekerjaan.
5. Melakukan inspeksi dan pemeriksaan atas seluruh daerah
kerja dan semua instalasi yang ada.
Untuk pelaksanaan pekerjaan petugas Konsultan Pengawas
harus selalu mengawasi pekerjaan tersebut di lapangan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -103


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

6. Mengisi Buku Harian Lapangan (BHL) yang harus selalu


berada di lapangan.
7. Mengusulkan perubahan-perubahan pekerjaan masih tercantum
dalam surat perjanjian kontrak sebagai akibat adanya
penyesuaian-penyesuaian di lapangan yang tidak dapat
dihindarkan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang
terjadi selama pekerjaan terhadap perubahan pekerjaan
tersebut dibuat gambar perubahan yang dibuat oleh
Kontraktor dan diperiksa oleh Konsultan.
8. Mempersiapkan dan menyerahkan kepada Pemimpin Proyek untuk
mendapatkan persetujuan terhadap setiap perubahan
pekerjaan dengan menyampaikan pula alasan hasil analisa,
spesifikasi dan gambar-gambar yang diperlukan.
9. Memeriksa dan menandatangani berita acara Bobot Pekerjaan
yang diajukan oleh Pemborong/ Penyedia Barang/ Jasa.
10. Melakukan rapat-rapat di Lapangan/ lokasi secara berkala.
11. Membuat laporan mingguan dan bulanan kepada Pemimpin
Proyek mengenai pelaksanaan pekerjaan, masukan hasil
rapat-rapat di lapangan, penyimpangan-penyimpangan yang
dilakukan oleh Kontraktor yang sudah diperbaiki dan hal-
hal yang terjadi di lapangan.
12. Memeriksa dan membuat persetujuan terhadap semua
pengaturan lalu lintas dan pengalihan aliran yang
diperlukan di sekitar proyek yang diajukan oleh Kontraktor
selama masa pelaksanaan konstruksi.
13. Terhadap Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tidak
sesuai dengan isi Surat Perjanjian Kontrak (SPK)
dikenakan sanksi atau teguran atau peringatan. Sebelum
teguran dikeluarkan, konsultan membuat surat pemberitahuan
kepada PPK dan tembusan kepada Kontraktor. Apabila
Kontraktor tidak melaksanakan isi surat pemberitahuan/
teguran instruksi dari Konsultan, maka Pemimpin Proyek
akan mengeluarkan Surat Teguran I. Apabila surat teguran I
tidak dilaksanakan oleh Kontraktor dalam waktu 3 (tiga)
hari kerja, maka Konsultan membuat rekomendasi kepada PPK
untuk dikeluarkan Surat Teguran II.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -104


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

14. Menyimpan semua dokumen selama pelaksanaan pekerjaan


antara lain hasil pengukuran, pengujian, laporan bulanan
dan lain-lain yang perlu.
15. Memeriksa dan menyetujui MC-0 dan MC-100 (gambar dan
perhitungannya), gambar kerja dan perhitungannya yang
dilaksanakan oleh Kontraktor.
16. Melakukan evaluasi hasil pelaksanaan serta memberikan
rekomendasi atas pelaksanaan pekerjaan yang telah
diselesaikan seluruhnya agar dapat dinyatakan diterima
dengan baik oleh Pimpinan Proyek dan dapat dilakukan serah
terima pekerjaan untuk menentukan masa pemeliharaan.
17. Menyusun daftar pekerjaan yang harus diperbaiki selama
masa pemeliharaan.
18. Konsultan membantu PPK dalam menyusun dokumen penyerahan
pekerjaan.
19. Konsultan dalam segala hal mengasistensikan kepada Kepala
PPK atas kebenaran dan kelengkapan hasil pengawasan,
pemeriksaan, evaluasi hasil pelaksanaan dan dokumen-
dokumen serta bukti-bukti pemenuhan kontrak pelaksanaan
pekerjaan oleh Kontraktor.

5). Perhitungan Kuantitas dan Pembayaran Pekerjaan


Kontraktor akan diminta untuk menyerahkan daftar kuantitas
pekerjaan dan bahan yang digunakan selama bulan bersangkutan.
Daftar tersebut akan diterima oleh Team Leader untuk
diperiksa dan dimintakan persetujuan dari PPK.
Pemeriksaan lapangan akan dilakukan secara bersama antara
Pengguna Jasa, Kontraktor dan Konsultan dalam pekerjaan
galian, timbunan, galian saluran dan lain-lain. Quality
Control/ Quantity Engineer akan memastikan kuantitas
pekerjaan dan bahan berdasarkan pengamatan lapangan, gambar
rencana dan hasil pengukuran dengan mengacu kepada Dokumen
Kontrak dan menyetujui nilai yang diajukan Kontraktor.
Atas dasar kuantitas yang telah disetujui antara Konsultan
dan Kontraktor, maka sertifikat pembayaran bulanan (MC) yang
menunjukkan kuantitas pekerjaan dan nilai uang netto yang

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -105


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

harus dibayarkan kepada Kontraktor dan disiapkan oleh


Konsultan.
Penyiapan MC ini harus diselesaikan paling cepat tanggal 25
setiap bulan yang bersangkutan dan paling lambat pada tanggal
5 bulan berikutnya.
Jumlah kumulatif dari kuantitas pekerjaan dan nilai uang yang
dibayarkan dari waktu sebelumnya akan dicantumkan dalam
sertifikat pembayaran bulanan. Sertifikat bulanan akan
ditandatangani oleh Konsultan dan Kontraktor sebelum
diserahkan kepada PPK. Pada akhir kontrak pekerjaan,
Konsultan akan memeriksa ulang semua jenis pekerjaan yang
telah diselesaikan dan menghitung ulang semua volume
pekerjaan untuk setiap jenis (item) pekerjaan.

6). Monitoring Kemajuan Pekerjaan


Kemajuan semua pekerjaan konstruksi akan dimonitor terus
menerus. Begitu terjadi keterlambatan, Kontraktor diingatkan
untuk memperbaiki jadual kerjanya dan Konsultan akan
memeriksa jadual baru tersebut. Tujuan pemeriksaan ini adalah
untuk memastikan apakah tanggal penyelesaian yang diajukan
cukup masuk akal dan akan tepat atau mungkin sebelum jadual
utama Pemimpin Proyek akan selalu diberitahu mengenai
kemajuan pekerjaan dan langkah-langkah yang telah dilakukan
untuk memastikan proyek selesai tepat waktu.
Berdasarkan pengalaman Konsultan dalam pekerjaan pengawasan
untuk pekerjaan sejenis, pengamatan secara periodik jadual
kerja Kontraktor hampir selalu perlu dilakukan. Selain itu
dibutuhkan pula identifikasi hal-hal yang memungkinkan
terjadinya keterlambatan pekerjaan yang dilakukan Konsultan.
Oleh karena itu Konsultan akan secara teratur mereview jadual
kerja Kontraktor sesuai dengan urutan pekerjaan yang benar.
Konsultan mengusulkan untuk mengajukan beberapa metode
penjadualan yang sudah umum digunakan yaitu CPM (Critical
Path Method), Diagram Ruang Waktu dan Bar Chart. Penampilan
ketiga metode tersebut secara grafis akan sangat mudah
dipahami. Sedangkan penggunaan computer akan sangat membantu

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -106


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

untuk mengetahui secara cepat daftar pekerjaan kritis, dan


pekerjaan yang mengalami keterlambatan.

7). Pengendalian Biaya Konstruksi


Pengendalian biaya akan dilakukan oleh Konsultan agar Biaya
Konstruksi yang ada tidak mengalami perubahan dan tetap
sesuai dengan Harga Kontrak yang ada.
Pengendalian tersebut meliputi :
- Mencatat semua pekerjaan yang telah diselesaikan oleh
Kontraktor.
- Melakukan Charge Order untuk mempertahankan harga kontrak.
Pengawasan terhadap biaya pekerjaan akan dilakukan oleh
Konsultan agar harga kontrak tidak terlampaui dan hasil
pekerjaan sesuai dengan persyaratan dalam spesifikasi. Untuk
dapat mengamankan harga kontrak perlu diambil langkah-langkah
tertentu, yaitu antara lain melakukan monitoring terhadap
kuantitas pekerjaan dan perubahan-perubahan pekerjaan yang
terjadi yang tidak diduga sebelumnya.

1. Monitoring Kuantitas Pekerjaan


Kuantitas pekerjaan yang didapat dari Bill of Quantities
adalah kuantitas prakiraan yang dapat berubah setiap saat.
Oleh karena itu perlu dillakukan monitoring dari waktu ke
waktu untuk mengetahui apakah kuantitas pekerjaan
pekerjaan tersebut mencukupi atau tidak. Selanjutnya
langkah-langkah apa yang akan diambil bila terjadi
penambahan atau pengurangan kuantitas sehubungan dengan
hal-hal yang di luar perkiraan sebelumnya yang dapat
mempengaruhi nilai kontrak yang ada.
Monitoring kuantitas pekerjaan dilakukan dengan
mengakumulasikan kuantitas pekerjaan yang telah selesai
dikerjakan dan sisa kuantitas yang ada. Bila terdapat satu
item pekerjaan yang diperkirakan kurang, maka untuk
mencukupi kekurangan tersebut dapat diambilkan dari
kuantitas item pekerjaan yang diperkirakan akan lebih atau
berprioritas lebih rendah bila diharapkan harga kontrak
yang ada tetap dipertahankan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -107


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

2. Change Order
Dalam hal perlu dilakukan penyesuaian kuantitas pekerjaan,
baik karena keadaan lapangan ataupun untuk mempertahankan
biaya keseluruhan proyek, maka Change Order dapat
dilakukan. Konsultan, atas masukan dari Kontraktor, akan
memberitahukan terlebih dahulu kepada Pemberi Jasa tentang
adanya Change Order yang harus dilakukan disertai dengan
data pendukung, gambar detail, prakiraan kuantitas,
prakiraan kebutuhan alat dan personil, waktu yang
dibutuhkan, prakiraan biaya, dan lain-lain. Change Order
sedapat mungkin dihindari karena dapat mengakibatkan
perubahan harga satuan atau tambahan waktu yang akan
dituntut oleh Kontraktor. Data-data tersebut akan
diserahkan kepada Pemberi Jasa untuk dapat disetujui dan
dilaksanakan perubahannya.

8). Pengendalian Proyek


Tahapan pelaporan ini ditujukan untuk menyampaikan kemajuan
pelaksanaan proyek aktual di lapangan kepada Pemberi Jasa/
Pemilik Proyek untuk mendapatkan gambaran kemajuan proyek di
lapangan, dengan ikut memperhatikan hal-hal kritis yang
diperoleh dari analisa pelaksanaan proyek. Bentuk laporan ini
disesuaikan dengan kebutuhan pelaporan dan terbagi menjadi
pelaporan kemajuan proyek secara tabular, pelaporan kemajuan
proyek secara barchart serta dalam bentuk “S Curve”; yang
membandingkan pencapaian aktual dengan baseline proyek.

9). Rapat Koordinasi


Mengingat terdapat cukup banyak pihak yang terlibat dalam
penanganan pekerjaan ini, suatu sistem komunikasi dan
konsultasi yang efektif harus tetap dijaga. Fleksibilitas dan
kemampuan untuk menghadapi berbagai ragam permasalahan
membutuhkan sejumlah kontak-kontak, baik formal maupun
informal, khususnya antara anggota dari tim pengawas
lapangan, antara Team Leader dengan Kontraktor dan Pimpro.
Suatu regular meetings yang terencana dengan agenda dan
catatan (minute) akan merupakan suatu keharusan, guna

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -108


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

menjamin adanya catatan dari setiap diskusi, kesepakatan


ataupun keputusan. Rapat-rapat/ pertemuan yang diperlukan
antara lain :
- Rapat mingguan internal antara anggota tim pengawas
lapangan.
- Rapat mingguan antara Tim Konsultan dengan Kontraktor.
- Rapat bulanan antara Tim Konsultan dengan Kontraktor.
- Rapat mingguan antara Tim Konsultan dengan pihak Pengguna
Jasa.
- Rapat mingguan antara Tim Konsultan dengan pihak Pengguna
Jasa dan Kontraktor.

Frekuensi rapat yang diusulkan di atas tentunya dapat


disesuaikan dengan kondisi nyata nantinya.

10).Pembuatan Sistim Pencatatan/ Pengarsipan


Pencatatan yang baik digunakan untuk keperluan :
- Menunjang sistem pelaporan
- Sebagai dasar perhitungan kualitas
- Sebagai dasar untuk menyelesaikan ketidak sepakatan
- Sebagai dasar perhitungan pembayaran.

Jenis-jenis pencatatan yang diperlukan antara lain :


- Buku harian
- Catatan pengujian
- Catatan pengukuran
- Surat menyurat
- Notulen rapat-rapat koordinasi
- Perhitungan pembayaran dan sertifikat pembayaran
- Data teknis lapangan
- Permohonan Kerja Konstruksi (Construction Request)
- Gambar Kerja (Shop Drawings)
- Jadual pelaksanaan konstruksi (Construction Schedule)
- Daftar peralatan Kontraktor
- Data perhitungan kuantitas
- Pengukuran material on site
- Data pekerjaan tambah
- Progress kemajuan pekerjaan bulanan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -109


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Data penunjang sertifikat bulanan (MC back up data)


- Perintah perubahan (Change Order)
- Perpanjangan waktu yang disetujui (Addendum)
- Klaim
- Catatan keterlambatan
- Catatan kecelakaan kerja
- Kondisi cuaca
- Foto-foto dan lain-lain.
TAHAP-3 : AKHIR KONSTRUKSI
Dalam tahap ini Konsultan akan membantu Pemberi Jasa dalam
seluruh aktivitas yang berkaitan dengan serah terima hasil
pekerjaan dari Kontraktor kepada Pemberi Jasa.

1). Pemeriksaan Akhir dan Serah Terima


Bila pihak Kontraktor menganggap bahwa pekerjaan yang menjadi
kewajibannya telah diselesaikan secara menyeluruh, maka
mereka dapat mengajukan permohonan tertulis untuk proses
Provisional Hand Over (PHO). Kondisi Umum Kontrak dan
Spesifikasi Umum telah megatur secara rinci proses penutupan
kontrak.
Team Leader akan membantu PPK dalam pemeriksaan dokumen PHO
ini dan akan turut dalam panitia yang akan memeriksa ke site
pekerjaan yang telah selesai dikerjakan secara menyeluruh.
Segala kekurangan-kekurangan dan kerusakan yang ditemui akan
dimasukkan dalam Berita Acara PHO.
Kontraktor berkewajiban memenuhi dan memperbaiki kerusakan
dan kekurangan tersebut selama Periode Jaminan (Guarantee
Period).
Setelah pekerjaan perbaikan ini diselesaikan dan Periode
Jaminan habis dan pekerjaan dapat diterima dengan baik, maka
PPK akan membuat persiapan penerbitan Surat Berita Acara
Penyelesaian Akhir (Final Hand Over/ FHO) berdasarkan Surat
Permohonan dari Kontraktor.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -110


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

2). Pemeriksaan dan Persetujuan Gambar Terlaksana (As Built


Drawings)
Selama masa pelaksanaan pekerjaan, Konsultan akan memeriksa
dan memberikan persetujuan terhadap As-Built Drawing yang
dibuat oleh Kontraktor. Selanjutnya Konsultan akan
menyerahkan kepada Pemberi Jasa, lengkap dengan informasi
tentang pekerjaan yang telah dilaksanakan dan terpasang di
lapangan, termasuk juga seluruh revisi dan perubahan yang
dibuat selama masa konstruksi.

TAHAP-4 : PELAPORAN
Dalam pelaksanakan pekerjaan supervisi konstruksi ini, Konsultan
diwajibkan membuat laporan-laporan sesuai dengan Kerangka Acuan
Kerja, yaitu meliputi laporan-laporan dan gambar-gambar
sebagaimana penjelasan di Sub Bab E.1.10 dan Sub Bab E.1.11
tersebut di atas.

E.6.3 Diskusi/ Presentasi dan PKM


Konsultan akan senantiasa mengadakan diskusi secara internal
antar Tenaga Ahli, maupun kepada pihak Pemberi Tugas, dengan
pokok permasalahan yang dibahas adalah mengenai kemajuan
pelaksanaan pekerjaan (progres report) sekaligus menyampaikan
alternatif pilihan guna memperoleh persetujuan, dan pengajuan
program kerja selanjutnya.

Presentasi/ diskusi yang merupakan ekspose kemajuan pelaksanaan


pekerjaan dalam skala yang lebih luas di hadapan pihak Pemberi
Tugas dan pihak-pihak lain yang dianggap perlu, akan
dilaksanakan dengan tahapan sebagaimana penjelasan di Sub Bab
E.1.12 tersebut di atas.

E.7 KEBUTUHAN MAN-MONTH PERSONIL


Kebutuhan lamanya waktu penugasan personil (man-month) untuk
menangani pekerjaan ini telah dialokasikan oleh Pengguna Jasa di
dalam Dokumen Seleksi Pengadaan Jasa Konsultansi.

Konsultan dapat menyetujui dan sepakat dengan jenis keahlian


serta durasi/ lamanya penugasan setiap personil yang telah

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -111


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

dialokasikan tersebut, dengan mempertimbangkan berbagai hal


untuk memperoleh tingkat efisiensi dan efektifitas yang optimal.
Hal-hal yang terutama mendapat pertimbangan Konsultan, adalah
sebagai berikut :
 Macam/ deskripsi tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap
personil selama pekerjaan berlangsung.
 Kemampuan atau kapasitas setiap personil.
 Pertimbangan lain yang berkaitan dengan setiap penugasan.
 Tahapan Proses Pelaksanaan Pekerjaan sebagaimana diuraikan di
atas dan disajikan secara ringkas pada bagan alir (flow chart)
pelaksanaan pekerjaan sebagaimana tergambar pada Gambar E.3
tersebut di atas.

E.8 PROGRAM KERJA

Tahapan rencana kerja disusun secara sistematis sebagaimana urutan


dalam “Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan” seperti disajikan pada
Gambar E.3 di atas, sedangkan Jadual Pelaksanaan Pekerjaan
ditampilkan pada Gambar F.1 di Bagian F pada Dokumen Penawaran Teknis
ini.

Secara umum pekerjaan ini terdiri atas beberapa kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan :
- Mobilisasi tim Konsultan dan penyusunan rencana kerja Konsultan
- Pengumpulan dan pemeriksaan dokumen Kontrak dan gambar
- Melakukan analisis, review design, perhitungan engineering dan
evaluasi terhadap desain yang ada
- Pemeriksaan lapangan
- Serah terima lapangan
- Pemeriksaan rencana kerja dan RMK Kontraktor
- Rapat koordinasi dengan pihak Pengguna Jasa dan Kontraktor.

2. Tahap Pelaksanaan Konstruksi :


- Pemeriksaan gambar kerja
- Survei dan pengukuran
- Pengujian material
- Pengawasan pelaksanaan pekerjaan

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -112


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

- Perhitungan kuantitas dan pembayaran pekerjaan


- Monitoring kemajuan pekerjaan
- Membantu pengendalian biaya konstruksi
- Membantu pengendalian proyek
- Rapat koordinasi
- Sistim pencatatan.

3. Tahap Akhir Konstruksi :


- Pemeriksaan akhir pelaksanaan konstruksi
- Pemeriksaan as-built drawing.

4. Tahap Pelaporan.

Bab ini menjelaskan rencana kerja pada tiap tahapan kegiatan tersebut
di atas, sesuai dengan jadual pelaksanaan pekerjaan serta personil
yang terlibat.

E.8.1 Tahap Persiapan

A. Pengumpulan data dan laporan terdahulu :


Sasaran
Pemahaman materi pekerjaan dan penyamaan persepsi seluruh
anggota Tim Kerja Konsultan tentang esensi pekerjaan.
Input
Segala dokumen yang berkaitan dengan lokasi proyek, perencanaan
dan desain-desain yang telah ada, hasil-hasil studi terdahulu,
peta-peta, hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang
bersumber dari Pemberi Tugas dan instansi-instansi terkait.
Uraian Kegiatan
Pendataan dokumen teknis yang berkaitan dengan rencana kegiatan
proyek, meliputi :
 Studi terkait yang pernah dilakukan
 Design drawing atas kegiatan yang akan dilakukan
 Data hidrologi dan nota desain serta dokumen terkait lainnya
 Data teknis kesungaian
 Masalah aktual lain-lain berkenaan dengan kegiatan yang akan
dikerjakan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -113


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Output
Data dan referensi untuk menyusun rencana kerja
Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada fase/ tahap ini.

B. Orientasi lapangan :

Sasaran
Mengetahui tentang lokasi, kondisi jalan penghubung, jarak
tempuh, dan mendapatkan informasi terakhir tentang kondisi
lapangan yang ada saat ini.

Input
Peta lokasi proyek dan hasil detail desain Konsultan Perencana
untuk jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Uraian Kegiatan
 Mempelajari cara yang paling efisien untuk menempuh jarak
dari ke lokasi proyek.
 Melaksanakan perjalanan sesuai dengan route yang telah
direncanakan dengan mencatat waktu perjalanan yang
diperlukan.
 Mengamati dan mencatat kondisi jalan menuju ke lokasi
proyek.
 Mengamati dan mencatat kondisi lokasi proyek, khususnya
bagian-bagian yang akan dilaksanakan konstruksinya
disesuaikan dengan gambar desain yang ada.
 Memperkenalkan diri kepada pejabat setempat serta
menginformasikan tentang tugas Tim Kerja Konsultan yang
dalam waktu dekat akan dimobilisasi dalam rangka pengawasan
pelaksanaan konstruksi di tempat yang bersangkutan.

Output
Daftar catatan tentang kondisi mutakhir dari masing-masing
rencana lokasi proyek yang akan dilaksanakan konstruksinya,

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -114


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

sebagai bahan untuk menyempurnakan Dokumen Lelang serta desain


yang ada.
Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada fase/ tahap ini.

C. Penyempurnaan dokumen lelang :


Sasaran
Dokumen lelang yang akurat dari segi teknis dan administratif
sehingga menunjang kelancaran pekerjaan konstruksi.
Input
Dokumen Lelang yang telah disiapkan oleh Konsultan Perencana
lengkap dengan gambar-gambar desainnya.
Uraian Kegiatan
 Pemeriksaan atas Syarat-syarat Administrasi Kontrak
 Pemeriksaan Syart-syarat Umum Kontrak
 Pemeriksaan Syarat-syarat Khusus Kontrak
 Pemeriksaan atas Spesifikasi Teknis
 Pemeriksaan atas Gambar-gambar rencana disesuaikan dengan
kondisi mutakhir yang dicatat saat Orientasi Lapangan Tim
Kerja Konsultan.
 Bilamana terjadi kejanggalan atas hal-hal tersebut diatas
berkonsultasi dengan pemberi Tugas dan/atau Konsultan
Perencana sesuai dengan tingkat kepentingannya.

Output
Dokumen Lelang yang siap untuk dilelangkan.
Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada fase/ tahap ini.

D. Koordinasi dengan Konsultan Perencana :

Sasaran
Membuka jalur komunikasi dengan Konsultan Perencana sehingga
tidak terjadi informasi yang salah mengenai desain yang telah

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -115


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

dibuat serta memungkinkan menghadirkan Konsultan Perencana pada


saat Aanwijzing untuk memberikan penjelasan-penjelasan
seperlunya kepada calon Kontraktor Pelaksana.
Input
Nama Konsultan Perencana dan alamat kantornya.
Uraian Kegiatan
 Menghubungi Konsultan Perencana
 Menjelaskan tentang rencana kerja Tim Konsultan Supervisi
 Memohon kesediaan Konsultan Perencana untuk bekerjasama
dalam hal penjelasan tentang desain yang telah dibuat.
 Memberikan jadwal lelang dimana Konsultan Perencana diminta
hadir untuk penjelasan teknis (bila diperlukan).

Output
Kelancaran pekerjaan penyempurnaan Dokumen Lelang dan
kelancaran proses lelang.

Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada fase/ tahap ini.
E. Membantu pelaksanaan pelelangan :

Sasaran
Kelancaran proses lelang
Input
Jadual Lelang
Uraian Kegiatan
 Pemeriksaan penyiapan Dokumen Lelang
 Pemeriksaan undangan Lelang
 Pemeriksaan acara Lelang
 Memberikan masukan-masukan kepada Pemberi Tugas bila ada
hal-hal yang kurang sempurna.
 Memberikan penjelasan-penjelasan pada saat Aanwijzing
bilamana diminta.
Output
Proses lelang berjaan lancar

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -116


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada fase/ tahap ini.

F. Membantu evaluasi lelang :


Sasaran
Memperlancar proses evaluasi penawaran harga dari para rekanan.
Input
Metode evaluasi yang ada dan penawaran rekanan.
Uraian Kegiatan
 Checking metode evaluasi yang ada
 Memberikan masukan bila ada kekurangan-kekurangan
 Memberikan masukan untuk penyusunan Laporan Hasil Evaluasi
Output
Proses evaluasi lelang yang efisien
Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada fase/ tahap ini.
G. Membantu menyusun Dokumen Kontrak :
Sasaran
Dokumen Kontrak disusun dengan benar dan dalam waktu sesuai
jadual.
Input
Dokumen lelang, berita-berita acara, ketentuan peraturan
perundangan tentang Kontrak Jasa Konstruksi (Pemborongan).
Uraian Kegiatan
 Pemeriksaan atas Dok. Lelang yang akan dijadikan Dokumen
Kontrak.
 Pemeriksaan terhadap Berita Acara – Berita Acara yang
diperlukan
 Pemeriksaan terhadap kesesuaian pasal-pasal dengan
ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang Jasa Konstruksi.
 Kontrol waktu penyiapan
Output

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -117


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Dokumen Kontrak yang sempurna dan selesai dalam waktu yang


ditetapkan.
Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada tahap ini.

H. Membantu menyusun standar pelaporan :


Sasaran
Terciptanya Standar Pelaporan untuk pelaksanaan konstruksi.
Input
Form pelaporan pengawasan konstruksi yang ada di lingkungan
Direktorat Jenderal Pengairan, Kementrian Pekerjaan Umum.
Uraian Kegiatan
 Menyusun jenis-jenis pelaporan
 Menyempurnakan, melengkapi dan menyesuaikan formulir-
formulir pelaporan yang ada.
 Berkonsultasi dengan Pemberi Tugas
 Menyebar luaskan form-form yang telah mendapatkan
persetujuan dari Pemberi Tugas kepada personil bersangkutan
untuk dipergunakan.
Output
Standar pelaporan kegiatan konstruksi
Personil
Team Leader dibantu seluruh personil yang sudah dimobilisasi
pada tahap ini.
E.8.2 Tahap Pelaksanaan Konstruksi

A. Evaluasi program pelaksanaan :


Sasaran
Program pelaksanaan konstruksi yang mantap
Input
Program pelaksanaan yang diusulkan oleh Kontraktor dan Dokumen
Kontrak.
Uraian Kegiatan
 Pemeriksaan terhadap program pelaksanaan yang diusulkan oleh
Kontraktor
 Pemeriksaan terhadap kemampuan sumberdaya yang dipunyai oleh

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -118


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Kontraktor.
 Pemeriksaan terhadap kapasitas alat-alat yang dipergunakan
dalam pelaksanaan.
 Sesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan
 Koreksi bila terjadi penyimpangan
 Konsultasi dengan Pemberi Tugas
Output
Program pelaksanaan konstruksi yang mantap
Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan tanggung jawab umum pada
Team Leader dan Pelaksana Utama adalah Tenaga Profesional untuk
kegiatan supervisi, dengan melibatkan secara aktif seluruh
Pengawas/ Inspector dan Personil Konsultan lainnya yang telah/
masih bertugas aktif pada fase/ tahap ini.

B. Pengendalian pelaksanaan konstruksi :


Sasaran
Pelaksanaan konstruksi yang tepat kualitas, tepat biaya, dan
tepat waktu.
Input
Dokumen Kontrak termasuk Program Pelaksanaan Konstruksi.
Uraian Kegiatan
 Pemeriksaan terhadap S-Curve yang disiapkan oleh Kontraktor
 Monitor dari waktu ke waktu progres pekerjaan Kontraktor
untuk di-plot di S-Curve.
 Bilamana terjadi penyimpangan yang substansial perlu
ditelusuri sebab-sebabnya.
 Cari solusi yang tepat guna memperbaiki penyimpangan
terhadap S-Curve dan dibicarakan dengan Kontraktor.
Output
Pelaksanaan konstruksi yang tepat kualitas, tepat biaya dan
tepat waktu.
Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan tanggung jawab umum pada
Team Leader dan Pelaksana Utama adalah Tenaga Profesional untuk
kegiatan supervisi, dengan melibatkan secara aktif seluruh

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -119


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pengawas/ Inspector dan Personil Konsultan lainnya yang telah/


masih bertugas aktif pada fase/ tahap ini.
C. Evaluasi deviasi teknis :
Sasaran
Pelaksanaan sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis.
Input
Gambar desain, spesifikasi teknis dan laporan kemajuan
pekerjaan Kontraktor.
Uraian Kegiatan
 Inventarisasi hasil pelaksanaan selama periode tertentu
 Pemeriksaan atas kualitas bahan bangunan yang dipergunakan
terhadap spesifikasi yang ditentukan.
 Pemeriksaan kualitas bagian-bagian konstruksi berdasarkan
tes laboratorium.
 Pemeriksaan kondisi tanah pondasi atas dasar hasil
investigasi yang telah diadakan.
 Pemeriksaan kontur tanah dengan alat-alat ukur teristris
(uitzet).
 Tetapkan toleransi-toleransi yang diizinkan sesuai dengan
ketentuan yang umum dipakai.
 Bilamana terjadi penyimpangan terhadap ketentuan toleransi
tersebut beri saran kepada pemberi Tugas untuk melanjutkan,
menghentikan atau membongkar pekerjaan Kontraktor.
 Bilamana terjadi kondisi saat ini yang menyimpang dari
kondisi semula, beri rekomendasi kepada pemberi Tugas untuk
mengadakan Variation Order sesuai dengan ketentuan Dokumen
Kontrak.
Output
Pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan gambar dan spesifikasi
teknis.
Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan tanggung jawab umum pada
Team Leader dan Pelaksana Utama adalah Tenaga Profesional untuk
kegiatan supervisi, dengan melibatkan secara aktif seluruh
Pengawas/ Inspector dan Personil Konsultan lainnya yang telah/
masih bertugas aktif pada fase/ tahap ini.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -120


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

D. Pengawasan pekerjaan :
Sasaran
Pelaksanaan konstruksi sesuai dengan Dokumen Kontrak.
Input
Dokumen Kontrak termasuk gambar-gambar rencana.
Uraian Kegiatan
 Mempelajari Dokumen Kontrak
 Mengadakan Mutual Check bersama Kontraktor untuk menetapkan
kondisi awal sebelum pekerjaan dilaksanakan.
 Pengawasan atas bahan dan alat yang dipergunakan oleh
Kontraktor apakah sesuai dengan ketentuan Kontrak.
 Pengawasan kuantitas dengan mengadakan pengukuran di
lapangan
 Pengawasan kualitas dengan tes-tes laboratorium yang
diperlukan
 Penyelesaian persoalan lapangan dengan segera sehingga tidak
mengganggu jadwal penyelesaian.
 Mengadakan rapat-rapat berkala dengan Kontraktor dan
dihadiri pula oleh pihak Pengguna Jasa.
 Membuat Berita Acara terhadap bagian-bagian pekerjaan yang
telah dapat dibayar sesuai dengan ketentuan Kontrak.
 Memeriksa shop drawing Kontraktor, sebelum dilaksanakan.
 Meneliti as built drawing Kontraktor, sebelum penyerahan
pekerjaan.
 Pengamatan dari waktu ke waktu atas kegiatan Kontraktor
 Pengamatan terhadap peralatan yang dipergunakan oleh
Kontraktor, dengan titik berat perhatian pada kapasitas,
kesiapan operasi, dan efektivitasnya.
 Pengamatan terhadap ketrampilan tenaga-tenaga kerja
Kontraktor
 Memberikan teguran kepada Kontraktor bila terjadi
penyimpangan cara kerja yang ditetapkan dalam Dokumen
Kontrak.
 Meminta ganti atas alat atau personil Kontraktor yang

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -121


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

dinilai kurang menunjang keberhasilan dalam mengejar progres


sesuai yang ditetapkan.

Output
Pelaksanaan konstruksi tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya.

Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan tanggung jawab umum pada
Team Leader dan Pelaksana Utama adalah Tenaga Profesional untuk
kegiatan supervisi, dengan melibatkan secara aktif seluruh
Pengawas/ Inspector dan Personil Konsultan lainnya yang telah/
masih bertugas aktif pada fase/ tahap ini.

E.8.3 Tahap Akhir Konstruksi

A. Penyerahan pekerjaan pertama (PHO) :


Sasaran
Pekerjaan yang diserahkan sesuai dengan ketentuan Kontrak.
Input
Laporan kemajuan atas pekerjaan Kontraktor.
Uraian Kegiatan
 Mengadakan pemeriksanan bersama Kontraktor atas seluruh
prestasi yang telah dilaksanakan, baik dari segi kualitas
maupun kuantitas.
 Evaluasi apakah telah memenuhi syarat penerimaan pekerjaan
sebagaimana tertulis dalam Kontrak.
 Membuat rekomendasi kepada PPK untuk membuat Berita Acara
Penerimaan Pekerjaan Pertama.
Output
Berita Acara Penerimaan Pekerjaan Pertama (PHO)

Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan tanggung jawab umum pada
Team Leader dan Pelaksana Utama adalah Tenaga Profesional untuk
kegiatan supervisi, dengan melibatkan secara aktif seluruh

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -122


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Pengawas/ Inspector dan Personil Konsultan lainnya yang telah/


masih bertugas aktif pada fase/ tahap ini.

B. Menyusun daftar cacat dan kerusakan :


Sasaran
Daftar cacat dan kerusakan yang harus diperbaiki oleh
Kontraktor pada masa pemeliharaan.
Input
Gambar rencana/ shop drawing
Uraian Kegiatan
 Penelitian ke seluruh hasil pelaksanaan kerja Kontraktor
 Mencatat dengan keterangan mengenai lokasi dan volume cacat
atau kerusakan yang ditemui.
Output
Daftar cacat dan kerusakan
Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan Penanggung jawab Team Leader
dan dibantu Tenaga Profesional untuk kegiatan supervisi, dengan
melibatkan seluruh Pengawas/ Inspector dan Personil lain yang
masih aktif pada tahap ini.

C. Pengawasan masa pemeliharaan :


Sasaran
Perbaikan cacat dan kerusakan dilaksanakan sebagaimana
mestinya.
Input
Daftar cacat dan kerusakan
Uraian Kegiatan
 Mengawasi kegiatan Kontraktor dalam melaksaakan perbaikan
atas cacat dan kerusakan sesuai dengan daftar.
 Memberikan teguran tertulis kepada Kontraktor bilamana
terjadi kelambatan dan penyimpangan dalam perbaikan
tersebut.
Output

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -123


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Kondisi bangunan bebas cacat dan kerusakan untuk siap diserah-


terimakan.
Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan Penanggung jawab Team Leader
dan dibantu Tenaga Profesional untuk kegiatan supervisi, dengan
melibatkan seluruh Pengawas/ Inspector dan Personil lain yang
masih aktif pada tahap ini.

H. Penyerahan pekerjaan kedua (FHO) :


Sasaran
Serah terima Pekerjaan Kedua (FHO) sesuai dengan rencana.
Input
Laporan perbaikan cacat dan kerusakan.
Uraian Kegiatan
 Memeriksa laporan hasil perbaikan cacat dan kerusakan dengan
mengadakan pemeriksaan langsung ke lapangan.
 Membuat rekomendasi kepada PPK Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum Provinsi Sumatera Barat untuk menerima
hasil pekerjaan Kontraktor untuk yang terakhir kali (FHO).
Output
Penanda tanganan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Kedua
(FHO).
Personil
Seluruh Tim Kerja Konsultan dengan Penanggung jawab Team Leader
dan dibantu Tenaga Profesional untuk kegiatan supervisi, dengan
melibatkan seluruh Pengawas/ Inspector dan Personil lain yang
masih aktif pada tahap ini.

E.8.4 Pelaporan
Laporan-laporan yang harus diserahkan mengikuti ketentuan yang
tertera dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK/TOR). Adapun jenis,
jumlah laporan dan rencana waktu penyerahannya adalah
sebagaimana dijelaskan pada Sub Bab E.1.10 dan Sub Bab E.1.11
tersebut di atas.

E.8.5 Diskusi/ Presentasi dan PKM

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -124


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Konsultan harus mengadakan diskusi/ presentasi kepada Pengguna


Jasa atau wakilnya yang ditunjuk, dengan pokok permasalahan yang
dibahas adalah mengenai pekerjaan yang telah diselesaikan
sekaligus menyampaikan alternatif pilihan guna memperoleh
persetujuan, permasalahan/ hambatan yang ditemukan/ dihadapi,
serta pengajuan program kerja selanjutnya. Diskusi/ presentasi
tersebut dan PKM yang akan dilakukan adalah sebagaimana
dijelaskan pada Sub Bab E.1.12 tersebut di atas.

E.9 ORGANISASI DAN PERSONIL


Berdasarkan pemahaman Konsultan terhadap Kerangka Acuan Kerja
(KAK), termasuk tugas-tugas yang harus dilakukan dalam seluruh
lingkup kegiatan layanan jasa konsultansi ini, serta hubungannya
dengan pihak Pemberi Tugas dan instansi/ lembaga lain yang
terkait dengan pelaksanaan pekerjaan ini, maka Konsultan akan
menugaskan Tim Kerja yang dipimpin oleh seorang Ketua Tim (Team
Leader) yang membawahi beberapa Tenaga Ahli, Tenaga Teknisi dan
Tenaga Pendukung.

Atas dasar hal tersebut, Tim Konsultan akan dibentuk sesuai pola
organisasi sebagaimana ditunjukkan pada Gambar E.8. Dengan pola
organisasi demikian, dan ditambah dengan kemampuan Ketua Tim
dalam mengkoordinir aktifitas tim serta kemampuan Perusahaan
Konsultan dalam menyiapkan suatu back up support team yang
handal, maka diharapkan pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan
baik, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya.

Dengan tujuan mendukung aktifitas tim kerja dalam kondisi yang


dipandang perlu, Perusahaan memiliki back up support team yang
terdiri dari engineer-engineer senior yang memiliki pengalaman
luas di bidangnya yang siap untuk dimobilisasi setiap waktu ke
seluruh lokasi proyek CV. Vistatama Multi Engineering Consultant-
PT. Wandra Cipta Engineering Consultant Jo Dengan kemampuan yang
dimiliki tersebut, hingga saat ini hasil kerja dan kinerja CV.
Vistatama Multi Engineering Consultant-PT. Wandra Cipta
Engineering Consultant Jo selalu optimal.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -125


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -126


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

E.10 FASILITAS PENDUKUNG

E.10.1 Umum
Berbagai peralatan dan fasilitas pendukung yang diperlukan
untuk melaksanakan pekerjaan ini tidak disediakan oleh Pemberi
Tugas. Berbagai peralatan dan fasilitas pendukung yang
diperlukan itu harus disediakan sendiri oleh Konsultan sesuai
dengan kebutuhannya. Biaya penggantian akan diberikan oleh
Pemberi Tugas sesuai dengan item-item yang disebutkan di dalam
Kontrak Pekerjaan. Meskipun Konsultan tidak memasukkan dalam
penawaran harga pekerjaan dan nantinya tidak terdapat di dalam
item kontrak pekerjaan, tetapi bila dalam implementasi
pekerjaan memang benar-benar diperlukan maka Konsultan akan
menggunakan peralatan atau fasilitas lain yang dimilikinya
untuk mendukung kelancaran pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan tanpa meminta biaya tambahan dari Pemberi Tugas.

E.10.2 Peralatan dan Fasilitas Pendukung

Dalam melaksanakan pekerjaan layanan jasa konsultansi ini akan


dibutuhkan beberapa peralatan dan fasilitas pendukung sebagai
berikut :

a. Kantor kerja/ studio ;


b. Staf Pendukung (Supporting Staff ) ;
c. Peralatan dan perlengkapan kantor ;
d. Telekomunikasi ;
e. Penggandaan laporan dan dokumen ;
f. Alat transportasi ; serta
g. Biaya perjalanan dinas.

E.10.3 Kantor Kerja/ Studio

Dalam melaksanaan kegiatan-kegiatan koordinasi, kompilasi,


elaborasi dan pengolahan data, kajian dan analisis, serta
detail desain untuk keperluan pekerjaan ini, Konsultan
memerlukan ruangan dengan luas tertentu yang disunakan sebagai
kantor kerja/ studio bagi Tim Konsultan.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -127


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

E.10.4 Staf Pendukung (Supporting Staff)

Staf Pendukung yang diperlukan untuk mendukung kelancaran kerja


Tim Konsultan, dijelaskan di Sub Bab E.1.9 di atas dan Bab G
dalam Dokumen Penawaran Teknis ini.

E.10.5 Peralatan Kantor dan Peralatan Lapangan


Berbagai peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk
kegiatan di kantor/ studio dan kegiatan survei di lapangan,
adalah sebagaimana berikut :

Peralatan Kantor :
- Mesin Hitung

- Meja

- Kursi

- Almari

- Meja Gambar

- Planimeter

- Komputer

- Lettering Set

- Printer / Scanner

- Plotter

- Filling Cabinet

Peralatan Survey :
- Theodolite

- Waterpass

- Rambu Ukur

- Pita Ukur

- Roll Meter

- Global Position System

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -128


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

E.10.6 Telekomunikasi

Alat komunikasi yang akan dipergunakan oleh Konsultan di kantor


kerja/ studio antara lain adalah pesawat telepon, facsimile dan
internet yang akan dipergunakan untuk manajemen proyek dan
koordinasi dengan pihak Pemberi Tugas serta pihak-pihak terkait
lainnya. Selain itu dalam rangka menunjang keperluan komunikasi,
maka dalam pelaksanaan pekerjaan ini juga akan diperlukan jasa
kurir / paket pos.

E.10.7 Penggandaan Laporan dan Data

Sebagaimana dijelaskan di dalam KAK, Konsultan akan


menggandakan laporan-laporan seperti dijelaskan di Sub Bab
E.1.10 dan E.1.11 tersebut di atas. Selain itu juga akan
digandakan formulir-formulir isian untuk survei lapangan dan
data-data sekunder serta referensi-referensi yang sekiranya
diperlukan.

E.10.8 Alat Transportasi

Alat transportasi yang akan dipakai untuk menunjang pelaksanaan


kegiatan di kantor serta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan
di lapangan adalah.

E.10.9 Perjalanan Dinas


Untuk keperluan orientasi lapangan, identifikasi lokasi,
pengumpulan data serta koordinasi dengan instansi terkait dalam
rangka survey inventarisasi dan pengumpulan data-data primer di
lapangan, maka Tenaga Ahli dan Asisten Tenaga Ahli akan
melakukan perjalanan dinas ke lokasi pekerjaan. Untuk itu maka
kepada mereka akan diberikan biaya perjalanan dinas per hari
dan biaya transportasi pulang-pergi ke/ dari lokasi (Pp).

 FASILITAS PENDUKUNG

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -129


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Ruang Kantor dan Perlengkapan

Untuk menangani pekerjaan ini dibutuhkan 1 (satu) buah kantor proyek


yang berkedudukan di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat yang
berfungsi sebagai tempat kerja sehari-hari tim tenaga ahli dan tenaga
pendukung.
Luas kantor yang dibutuhkan adalah 150 m 2 untuk ruang kerja Supervisi
Engineer, dan Tenaga Ahli lainnya, serta staf pendukung, Alat-alat
kerja lapangan, ruang rapat yang sekaligus juga dapat dicadangkan
sebagai ruang konsolidasi anggota tim dari lokasi proyek.
Ruang kantor proyek tersebut dilengkapi dengan meubeler (meja, kursi,
lemari, whiteboard, filling cabinet), telepon, modem.
Komputer dan Alat-alat Tulis
Kantor proyek akan disediakan 2 (dua) unit Komputer PC dan 2 (dua)
unit Notebook yang dilengkapi dengan Modem dan printer yang
menggunakan sistem jaringan, komputer untuk tenaga ahli dan komputer
untuk operator yang dihubungkan dengan jaringan (hub). Pengadaan
peralatan tersebut akan dilakukan dengan cara menyewa (kecuali
Notebook), dan semua keperluan biaya untuk sewa tersebut termasuk
pajak akan diperhitungkan di dalam usulan biaya.

Alat-alat tulis (ATK) juga akan disediakan untuk kantor. Alat-alat


ini akan dibeli dan semua biaya yang diperlukan unutk pembelian
tersebut akan diperhitungkan di dalam usulan biaya.

Telepon

Kantor telah memiliki satu line telepon, dan fasilitas faximile.


Namun demikian biaya rekening telepon setiap bulan selama proyek
berlangsung akan diperhitungkan didalam usulan biaya.
Kendaraan

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas-tugas tenaga ahli akan


disediakan 1 unit kendaraan roda dua untuk kegiatan transportasi
proyek yang dapat digunakan oleh seluruh tenaga ahli.
Pengadaan kendaraan tersebut akan dilakukan dengan cara menyewa untuk
jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan. Semua biaya untuk membayar
sewa kendaraan tersebut termasuk biaya BBM dan Pajak akan
diperhitungkan di dalam usulan biaya.

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -130


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

DAFTAR PERALATAN

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -131


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

FOTO DATA FASILITAS KANTOR


FOTO KENDARAAN RODA EMPAT

ALAT GPS

HANDYCAM

LEMARI KANTOR

PC

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -132


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

LEMARI

KENDARAAN RODA 2

PRINTER A4

PRINTER A3

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -133


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -134


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

Lampiran-Lampiran

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -135


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -137


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -138


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)
DOKUMENTEKN
DOKUMENTEKN
IS
IS

KONSULTAN SUPERVISI PENGEMBANGAN JARINGAN PERPIPAAN DI Data Teknis E -139


KAWASAN PERKOTAAN (PSPAM-13)