Anda di halaman 1dari 5

LAYANAN PETERJEMAHAN BAHASA ASING DAN BAHASA ISYARAT

(MEDICAL INTERPRETING SERVICE)


No. Dokumen No. Revisi
Halaman
0
½

STANDAR Tanggal terbit Ditetapkan oleh :


PROSEDUR Direktur RSIA Sakina Idaman
OPERASIONAL 1 Juli 2015

dr. H. Nur Muhammad Artha, M.Sc, M.Kes, Sp.A


Merupakan bagian pelayanan penunjang bahasa internasional dan pelayanan
PENGERTIAN kelompok khusus, dalam upaya menterjemahkan bahasa asing, bahasa isyarat
untuk memfasilitasi penyampaian informasi dan pembelajaran kesehatan pasien
asing atau kelompok khusus.
1. Petugas kesehatan dapat mampu memahami dan mengerti masalah
TUJUAN kebutuhan pasien selama di rumah sakit.
2. Memenuhi kebutuhan edukasi, informasi pada pasien dengan hambatan
bahasa asing dan bahasa isyarat bagi pasien dengan keterbatasan wicara/tuna
rungu.

SK Direktur nomor : RSSI III/A/001.3/0607/VII/2015 tentang komunikasi Kepada


KEBIJAKAN Pasien Dan Keluarga.
1. Petugas rekam medis atau perawat mengidentifikasi hambatan bahasa asing
atau isyarat dan adanya sumber penterjemah pihak keluarga atau pihak
PROSEDUR layanan rumah sakit.
2. Menawarkan layanan pada pasien atau keluarga penerjemah bahasa sesuai
kesedian dan kebutuhan ( bahasa asing atau bahasa isyarat)
3. Petugas rekam medis atau perawat ruang menghubungi humas.
4. Petugas humas berkoordinasi dengan pihak penerjemah.
5. Memberikan informasi pasien yang akan dituju tentang nama, nomor rekam
medis, ruang rawat inap, layanan, serta mengkorfimasi hari, jam, kebutuhan
layanan.
6. Petugas rekam medis atau perawat mengambil formulir layanan peterjemah
dibagian humas.
7. Pelayanan penterjemah difasilitasi pada saat penerimaan pasien rawat inap
dan pasien akan pulang, atau minimal 2 kali kunjungan.
8. Penterjemah mendokumentasikan dalam formulir layanan penterjemah
dibagian humas.
9. Petugas rekam medis mengisi formulir permohonan penterjemah setelah
ditandatangani pelaksana penterjemah rangkap 2 sebagai laporan
penggunaan barang/jasa layanan peterjemah dengan diketahui petugas antar
perawat ruang.

BAB I

PENDAHULUAN

Rumah sakit seringkali harus melayani komunitas dengan berbagai keragaman.


Terdapat pasien-pasien yang mungkin telah berusia tua, atau menderita cacat, bahasa
atau dialeknya beragam, juga budaya atau ada hambatan lainnya yang membuat proses
mengakses dan menerima perawatan sangat sulit. Rumah sakit megidentifikasi
hambatan bagi pasien yang berupaya mencari perawatan. Rumah sakit juga mengambil
tindakan untuk mengurangi dampak dari hambatan yang ada pada saat memberikan
layanan.

Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan yang dialami


(Badudu Zain, 1994:489). Dalam konteks komunikasi dikenal pula ganggua (mekanik
maupun semantic). Gangguan ini masih termasuk ke dalam hambtan komunikasi
(effendi, 1993:45). Efektifitas komunikasi salah satunya akan sangat tergantung kepada
seberapa besar hambatan komunikasi yang terjadi. Didalam setiap kegiatan komunikasi,
sudah dapat dipastikan akan menghadapi berbagai hambatan. Hambatan dalam kegiatan
komunikasi yang manapun tentu akan mempengaruhi efektivikas proses komunikasi
tersebut. Karena pada komunikasi, massa jenis hambatannya relatiflebih kompleks
sejalan dengan kompleksitas komponen komunikasi massa. Dan perlu diketahui juga
bahwa komunikasi harus bersifat heterogen.

Disabilitas adalah kelainan fisik atau mental yang dapat menganggu atau
menghambat bagi penderitanya untuk melakukan kegiatan secara normal.
KESATU : Memberlakukan Kebijakan-Kebijakan Panduan mengantasi hambatan

Dalam pelayanan RD di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sakina Idaman


seperti tersebut dalam lampiran Surat Keputusan ini.

KEDUA : Kebijakan Panduan mengantasi hambatan dalam pelayanan RS dapat

dilaksanakan dan dipergunakan sebagai acauan pelaksanaan kegiatan.

KETIGA : Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya Surat Keputusan ini

dibebankan pada Anggaran Biaya Rumah Sakit Ibu dan Anak Sakina

Idaman.

KEEMPAT : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan
bahwaa apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya, akan dilakukan perbaikan kembali sebagaimna mestinya.

Ditetapkan di Yogyakarta
Pada tanggal 21 juni 2016

DIREKTUR

Dr. H.Nur Muhammad Artha, M.Sc, M.Kes, S.pA.


KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK SAKINA IDAMAN
NOMOR : RSSI.VI/A/6.2/0221/V/2016

TENTANG
KEBIJAKAN PANDUAN MENGANTASI HAMBATAN DALAM PELAYANAN
DIREKTUR RSIA SAKINA IDAMAN YOGYAKARTA

DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK SAKINA IDAMAN


Menimbang : Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan Rawat Jalan dan
Rawat Inap Rumah Sakit, perlu dikeluarkan Surat Keputusan tentang
Kebijkan Panduan mengantasi hambatan dalam pelayanan RS.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran
4. Permenkes No. 1438 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan
Kedokteran
5. Keputusan menteri Kesehatan Nomor HK.02/1/0857/2013
tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit Ibu dan Anak Sakina
6. Keputusan Ketua Yayasan Sakina Idaman Nomor 002/Y-SU/1/2011
tentang pengangkatan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Sakina

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA TENTANG KEBIJKAN PANDUAN


MENGANTASI HAMBATAN DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT IBU
DAN ANAK SAKINA IDAMAN
LAYANAN PENTERJEMAH BAHASA ASING DAN BAHASA ISYARAT
(MEDICAL INTERPRETING SERVICE

No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSSI.III/A/001.1/0612/VII/2015 0 2/2
Formulir Formulir Permohonan penterjemah (Form Transiater)

Unit Terkait UGD, Rawat jalan, Ruang bersalin dan Rawat Inap dan Rekam medik