Anda di halaman 1dari 6

MODUL – 01 HISTOGRAM DISTRIBUSI DATA

Brainy Simbolon (15115096)


Geodesy and Geomatics Engineering Faculty of Earth Sciences and Technology, Institute of Technology, Bandung,
Indonesia
brainyms@students.itb.ac.id

1. Ringkasan Materi

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Februari 2018, di ruang kelas 3103 pada jam 09.00
-10.00. Kami diberi penjelasan tentang membuat histogram data. Tujuan dari praktikum ini adalah :

 Membuat diagram frekuensi dari data yang diberikan


 Mengidentifikasi bentuk histogram
 Menjelaskan karakteristik dari masing-masing bentuk histogram

Histogram adalah tampilan grafis dari tabulasi frekuensi yang digambarkan dengan grafis
batangan sebagai manifestasi data binning. Tiap tampilan batang menunjukkan proporsi frekuensi pada
masing-masing deret kategori yang berdampingan (en:adjacent) dengan interval yang tidak tumpang tindih
(en:non-overlapping).

Jenis – jenis Histogram Distribusi Data :


 Normal : Bentuk ini adalah bentuk yang paling umum dijumpai, dengan harga rata-rata data
berada di tengah range, selain itu frekuensi data yang paling tinggi adalah di bagian mediannya

 Bimodal : Bentuk dengan 2 puncak, biasanya terjadi jika ada 2 data yang digabungkan dengan
nilai rata-rata yang jauh berbeda.

 J-shape right peak : Bentuk seperti huruf J terbalik. Terjadi ketika nilai minimal memiliki
frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai maksimal.
 J-shape left peak : Bentuk sepertu huruf J. Terjadi ketika nilai maksimal memiliki nilai frekuensi
yang paling tinggi dibandingkan dengan nilai minimal.
 Dan masih banyak lagi bentuk yang lain sepert multimodal, dan lain- lain
Untuk dapat membentuk histogram seperti itu harus dilakukan beberapa tahapan untuk mem-
proses data yang dimiliki, tahap – tahap-nya akan dijelaskan dibagian Metodologi (Flowchart). Yang
akan dibahas disini adalah rumus – rumus yang akan dipakai untuk mem-proses data. Ada beberapa
rumus umum yang digunakan yaitu :

 Maksimum : =MAX(number1,number2,dst..) Untuk mencari nilai maksimum.


 Minimum : =MIN(number1,number2,dst..) Untuk mengetahui nilai medium
 Median : =MEDIAN(number1, number 2,dst..) Untuk mengetahui nilai tengah
(median)
 Average : =AVERAGE(number1,number2,dst..) Untuk mengetahui nilai rata - rata
 1st Quartile : =QUARTILE(number1,number2,dst..,1) Untuk mengetahui nilai kuartil
pertama
 2nd Quartile : =QUARTILE(number1,number2,dst..,2) Untuk mengetahui nilai kuartil ke 2
 3rd Quartile : =QUARTILE(number1,number2,dst..,3) Untuk mengetahui nilai kuartil ke 3
 Range : =(MAX – MIN) Untuk mengetahui selisih antara nilai maksimal dan
minimal
 Class : =(1+(3.3)*(LOG(n))) Untuk mengetahui jumlah banyaknya kelas.
Sebenarnya ada beberapa metode dalam menentukan jumlah kelas dalam suatu diagram, dan
pada kasus ini saya memilih dengan cara ini.
 Interval : =(Range/Class) Interval adalah selisih antara angka yang 1 dengan
angka setelahnya. Misalnya intervalnya adalah 5, jika angka pertama adalah 1, angka
selanjutnya 6, kemudian 11, dst. Untuk mendapatkan nilai interval dengan cara
membandingkan antara hasil Range dengan hasil Class.
 Frequency Kum. : =FREQUENCY(number1,number2,dst.., bin) Frequency kumulatif
untuk mendapatkan nilai frequency keseluruhan dari nilai yang dicari ditambah dengan nilai
sebelumnya. Misalnya Frekuensi angka 1 adalah 5, kemudian frekuensi angka 2 adalah 6.
Maka frekuensi kumulatif 2 adalah 11. Bin yang dimaksud disana adalah kriteria yang
diinginkan untuk dicari frekuensi kumulatifnya.
 Frequency : =COUNTIF(range,criteria) Untuk mengetahui frekuensi munculnya
sekumpulan atau 1 buah angka dalam data(criteria)
 Dan masih banyak lagi formula yang bisa digunakan, tergantung kebutuhannya saja.

Dari informasi – informasi tersebut dapat dibentuk diagram frekuensi yang pada sumbu x nya di isi
informasi kelas, dan pada sumbu y-nya berisi informasi frekuensi.

2. Metodologi
Mulai Membuat
diagram
dengan car

Klik Submenu
Insert
Input Data
.XLS
Pilih Scatter

Pilih Scatter with


Olah dataset dengan menentukan smooth lines and
nilai : MAX, MIN, MEDIAN, markers
QUARTILE1,2,3, RANGE,
CLASS, INTERVAL dari masing-
masing dataset.
Pada bagian design klik
‘select data’ untuk
menentukan data sumbu
X (kelas) dan sumbu Y
(frekuensi)

Membagi kelas
berdasarkan jumlah
Output Diagram
‘Class’.
Frekuensi

SELESAI
Mencari nilai frekuensi kumulatif
dan 3.
frekuensi
Hasil dari kelas yang telah
ditentukan. a. Dataset 1
Pada dataset 1 saya menggunakan 7 kelas. Hasil yang didapat grafiknya berbentuk J-Shape Left
Peak. Dari data dapat dilihat memang frekuensinya terus turun, tanpa ada peningkatan.

b. Dataset 2

Pada dataset 2 saya menggunakan 8 kelas. Dari hasil yang didapat, grafik berbentuk J-Shape Right
Peak. Dimana data frekuensi terus meningkat dari kelas pertama hingga terakhir.

c. Dataset 3
Pada dataset 3 saya menggunakan 8 kelas. Dari hasil yang didapat, grafik berbentuk seperti grafik
normal. Pertama pada data frekuensi terjadi peningkatan, lalu saat mencapai angka 159 terjadi
penurunan.

d. Dataset 4

Pada dataset 4 ini saya menggunakan 12 kelas. Grafik yang didapat berupa multimodal. Disebut
multimodal karena ada 4 puncak yang terbentuk di dalam grafik tersebut.

e. Dataset 5
Pada dataset terakhir saya menggunakan 10 kelas. Dari data frekuensi yang ada terbentuk grafik
non-symetric bimodal. Disebut bimodal karena terdapat dua puncak pada grafik, dan bentuknya
tidak simetris.

4. Analisis
Dari data yang telah diberikan terbentuk bermacam-macam diagram frekuesni. Perbedaan tersebtu
karena diagram frekuensi dipengaruhi oleh persebaran data. Persebaran data yang tidak merata
menyebabkan bentuk yang naik turun karena ada satu golongan data yang memiliki frekuensi lebih besar
dibandingkan yang lainnya. Pada dataset 1 dan 2 dapat kita lihat data konsisten hanya turun saja/naik saja.
Namun pada dataset 3 terbentuk diagram normal. Sedangkan di dataset 4 terbentuk multimodal karena
memiliki nilai maksimum frekuensi di 4 titik. Sedangkan dataset ke-5 berbentuk non-symetric bimodal
karena memiki nilai frekuensi maksimum di 2 titik.

5. Kesimpulan
 Dataset 1 berbentuk J-Shape Left Peak
 Dataset 2 berbentuk J-Shape Right Peak
 Dataset 3 berbentuk Normal
 Dataset 4 berbentuk Multimodal
 Dataset 5 berbentuk Non-symetric Bimodal

6. Referensi
-