Anda di halaman 1dari 2

This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah

Export date: Wed Feb 21 16:13:29 2018 / +0000 GMT

PERUBAHAN ANATOMI DAN FISIOLOGI SAAT HAMIL


Pada kehamilan terdapat perubahan seluruh tubuh wanita khususnya pada alat genetalia eksterna dan interna dan payudara
(mamma) untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Perubahan yang terjadi disebabkan oleh
hormon-hormon yang disekresi yaitu somatomammotropin, estrogen dan progesteron. Adapun perubahan yang terdapat pada wanita
hamil, antara lain:1. Uterus (rahim)Uterus akan membesar pada awal kehamilan di bawah pengaruh estrogen dan progesteron yang
meningkat. Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertropi otot polos dan serabut-serabut kolagen jaringan uterus menjadi
higroskopis. Uterus yang semula sebesar telur ayam atau beratnya 30 gr menjadi seberat 1000gr padaakhir kehamilan.Pada minggu I
isthmus uteri mengalami hipertropi, bertambah panjang serta lunak (soft) sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-olah kedua jari
dapat saling sentuh yang disebut Tanda Hegar. Regangan dinding rahim karena besarnya pertumbuhan dan perkembangan janin
menyebabkan isthmus uteri makin tertarik ke atas dan menipis membentuk segmen bawah rahim (SBR).Pertumbuhan rahim ternyata
tidak sama ke semua arah, tetapi terjadi pertumbuhan yang cepat di daerah implantasi plasenta sehingga uterus bentuknya tidak
sama. Bentuk rahim yang tidak sama disebut Tanda Piskacek. Perimbangan hor,onal yang mempengaruhi uterus yaitu estrogen dan
progesteron sering terjadi perubahan konsentrasi sehingga progesteron mengalami penurunan dan menimbulkan kontraksi uterus
yang disebut Tanda Braxton Hicks.2. Serviks Uteri Peningkatan hormon estrogen danprogesteron menyebabkan serviks bertambah
vaskularisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut Tanda Hegar. Pada korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot
sedangkan serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat kolagen, hanya 10% jaringan otot. Hal ini memungkinkan serviks terbuka
mengikuti tarikan-tarikan korpus uteri ke atas dan tekanan bagian bawah janin sehingga terjadi pembukaan lengkap pada kala I
persalinan.3. Vagina dan VulvaVagina dan vulva mengalami peningkatan vaskularisasi karena pengaruh estrogen sehingga tampak
makin merah dan kebiru-biruan (Tanda Chadwicks). Mukosa vagina jadi lebih tebal, otot vagina mengalami hipertrofi dan terjadi
perubahan susunan jaringan ikat di sekitar sehingga vagina mudah berdilatasi dan dapat melewatkan janin pada waktu partus.4.
OvariumPada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditis sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan
16 minggu yang mengambil alih sekresi estrogen dan progesteron.5. Mamma (Payudara)Mamma mengalami pertumbuhan dan
perkembangan sebagai persiapan memberi ASI pada saat laktasi. Mamma akan memembesar dan tegang akibat hormon
somatomammotropin, estrogen dan progesteron akan tetap belum mengeluarkan air susu.Estrogen menimbulkan hipertrofi sistem
saluran, sedangkan progesteron menambah sel-sel asinus pada mamma. Somatomammotropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel
asinus dan menimbulkan perubahan dalam sel ?sel sehingga terjadi pembuatan kasein, laktalnumin dan laktoglobulin untuk
persiapan laktasi. Dibawah pengaruh progeteron dan somatomammotropin , terbentuk lemak disekitar kelompok-kelompok alveolus
sehingga mamma menjadi lebih besar.Pada kehamilan 12 minggu keatas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak
jernih disebut kolostrum. Meskipun kolostrum telah dapat dikeluarkan, pengeluaran air susu belum berjalan oleh karena prolaktin ini
ditekan oleh PIH (prolactineinhibiting hormone).6. Dinding Perut (Abdominal Wall)Pembesaran rahim menimbulkan peregangan
dan menyebabkan robeknya serabut elastis di bawah kulit sehingga timbul striae gravidarum. Kulit perut pada linea alba bertambah
pigmentasinya yang disebut linea nigra.Perubahan pada organ dan sistem dalam tubuh antara lain sebagai berikut::1. Sistem
KardiovaskularSirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan
pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula. Volume darah ibu dalam kehamilan bertambah secara fisiologik dengan adanya
pencairan darah yang disebut hidremia. Karena pertambahan volume sel darah merah jauh lebih kecil dibandingkan peningkatan
volume plasma, konsentrasi eritrosit dalam darah menurun sehingga kadar Hb turun. Walaupun kadar Hb turun menjadi kurang dari
12 gr/100ml, namun pada wanita hamil dianggap anemia fisilogik (10-12 gr/100ml).Tekanan vena pada ekstremitas atas dan bawah
cenderung naik setelah akhir trimester I. Vena tungkai mengalami distensi karena terjadi obstruksi aliran balik vena (venous return)
akibat meningkatnya tekanan darah vena yang kembali ke uterus dan akibat tekanan mekanik dari uterus pada vena cava.2. Tractus
RespiratoryPada kehamilan terjadi juga perubahan sistem pernapasan untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. Ibu hamil
kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek napas. Hal ini disebabkan oleh usus yang tertekan oleh uterus yang membesar ke arah
diafragma sehingga diafragma kurang leluasa bergerak. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan O2 yang
tinggi, ibu hamil akan bernapas lebih dalam sekitar 20-25 % dari biasanya.3. Tractus DigestivusSalivasi meningkat dan pada
trimester I mengeluh mual dan muntah . Mungkin ini akibat kadar hormon yang meningkat. Tonus otot-otot tractus digestivus
menurun sehingga penurunan motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam lambung. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi
akan tetapi meimbulkan obstipasi. Pada bulan-bulan pertama kehamilan sering dijumpai gejala muntah (emesis gravidarum)
biasanya pada pagi hari yang disenut morning sickness.4. Tractus UrinariusKarena pengaruh desakan hamil muda, vesika urinaria
tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila
uterus keluar dari rongga panggul. Keluhan ini akan timbul lagi bila kepala janin mulai turun ke bawah PAP pada akhir

Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com | Page 1/2 |
This page was exported from - Karya Tulis Ilmiah
Export date: Wed Feb 21 16:13:29 2018 / +0000 GMT

kehamilan.Aliran darah ginjal meningkat sampai kehamilan 16 minggu sehingga laju filtrasi di glomerulus meningkat sekita
69%-70% dapat menyebabkan terjadi poliuria. Reabsorpsi di tubulus tidak berubah sehingga lebih banyak dapat dikeluarkan urea,
asam urik, glukosa, asam amino, asam folik dalam kehamilan.5. KulitPada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan
hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone lobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis.
Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola mammae, papilla mammae, linea nigra, pipi (chloasma
gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi akan menghilang

Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com | Page 2/2 |