Anda di halaman 1dari 4

Tugas Essay Blok 17 Modul 2

Hosana A.M (1310015095)

Efek Selingan Musik pada Rasa Sakit, Cemas dan Tingkah


Laku Pasien Gigi Anak

Tingkah laku dan tingkat kecemasan adalah bagian penting yang harus
diperhatikan dalam proses perawatan gigi terutama pada perawatan gigi anak. Sudah ada
beberapa teknik yang digunakan untuk mengontrol tingkah laku dan kecemasan anak
tetapi orang tua dan para profesional gigi tidak mau menggunakan teknik tersebut. Teknik
farmakologis banyak tidak disetujui oleh orang tua karena adanya resiko medisnya.
Dokter mengembangkan teknik yang menyenangkan dan lebih dapat diterima oleh orang
tua, pasien dan praktisi. Teknik selingan audio adalah teknik yang nyaman dimana pasien
mendengarkan musik atau cerita selama menjalani prosedur yang penuh tekanan. Telah
dilakukan penelitian tentang teknik ini tetapi subjek yang digunakan adalah orang dewasa
dan hasilnya teknik ini dapat mengurangi rasa sakit dan kecemasan. Karena teknik ini
berhasil pada orang dewasa banyak dokter gigi anak-anak dan orang tua yang menyakini
teknik ini dapat menurukan rasa sakit dan kecemasan pada pasien anak-anak walaupun
tidak ada bukti. Sehingga dilakukan penelitian tentang bagaimana efek selingan musik
pada rasa sakit, cemas dan tingkah laku pada pasien gigi anak.

Peneltian ini dilakukan oleh Jennifer Creeam Aitken, Stephen Willson, Daniel
Coury dan M.Moursi. Dokter Aitken adalah residen, dokter Wilson adalah profesor dan
direktur, dokter Coury adalah profesor dan dokter Moursi adalah asisten profesor di
Rumah Sakit Anak Colombus dan Universitas Ohio. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui apakah selingan audio bisa menurukan kecemasan pasien, rasa sakit dan
perilaku mengganggu selama prosedur gigi pada pasien anak. Penelitian dilakukan
setelah mendapat persetujuan terlebih dahulu oleh dewan peninjau institusional Rumah
Sakit Anak Colombus. Metode penelitian menggunakan sampel berjumlah 45 anak yang
datang ke Rumah Sakit Anak bagian klinik gigi di Colombus, Ohio, untuk perwatan rutin.
Ada 21 laki-laki dan 24 perempuan. Rentang usia adalah 48 sampai 83 bulan dengan usia
rata-rata 64,7±10 bulan. Syarat pasien pada penelitian ini adalah pasien sehat berusia 4
– 6 tahun membutuhkan perawatan gigi restoratif dengan anastesi lokal pada kedua
kuadrat rahang bawah dan telah menunjukkan perilaku “positif“ terhadap perilaku
“negatif”. Orang tua akan menandatangani formulir persetujuan terulis yang menjelaskan
penelitian tersebut. Sampel akan dibagi menjadi 3 kelompok yang sama yaitu kelompok

1
Tugas Essay Blok 17 Modul 2
Hosana A.M (1310015095)

selingan musik dengan irama yang tinggi, kelompok selingan musik dengan irama yang
santai dan kelompok tidak ada musik. Anak tersebut tidak memilih musiknya. Musik
dengan irama yang tinggi terdiri dari lagu musik rakyat yang sesuai dengan usia yaitu
musik rakyat pada perayaan hari anak oleh berbagai seniman. Musik dengan irama santai
menggunakan musik instumental lulling yaitu In the Enchanted Garden oleh Kevin Kern.
Kelompok dicocokan berdasarkan umur dan jenis kelamin. Pasien akan diperintahkan
kesalah satu dari tiga kelompok pada kunjungan pertama mereka. Teknik manajemen
perilaku dari tell-show-do dan kontrol suara digunakan, jika perlu dengan cara
konvesional.

Penelitian ini dilakukan dalam 2 kunjungan, setiap kunjungan sekitar 30 menit dan
terdiri dari perawatan restorasi pada kuadran rahang bawah dengan anastesi lokal melalui
blok saraf alveolar inferior. Orang tua tidak ada dalam ruang operator selama perawatan.
Orang tua akan melengkapi kuesioner skala kecemasan modifikasi corah saat anak
tersebut berada di ruang operator gigi. Pada kunjungan pertama tidak ada selingan audio
atau headphone. Setelah pasien duduk di kursi gigi, sebelum perawatan dimulai asisten
dokter gigi memberikan test gambar Venham untuk mengukur kecemasan pasien. Detak
jantung awal dicatat. Dokter gigi memasuki ruang operator, video akan mulai merekam
tentang perilaku anak tersebut. Detak jantung akan dicatat diawal, selama anastesi topikal,
suntikan anastesi lokal, penempatan rubber-dam, dan pada interval 5 menit selama
perawatan. Setelah perawatan selesai, doker gigi meninggalkan ruang operator dan
rekaman dihentikan. Tes foto Venham dilakukan kembali setelah perawatan dan skala
analog visual diberikan, untuk mengukur rasa sakit yang dirasakan pasien. Kunjungan
kedua dijadwalkan sekitar 1 sampai 2 minggu setelah kunjungan 1. Anak-anak berada di
3 kelompok, 2 kelompok yang terpapar musik dan 1 kelompok kontrol tidak terpapar
musik. Test yang serupa pada awal kunjungan pertama dilakukan juga pada kunjungan
kedua yaitu pengisian kuisioner skala kecemasan modifikasi corah, tes gambar Venham
dan pengukuran denyut jantung awal. Perawatan dilakukan dan pasien mendengarkan
musik. Setelah perawatan selesai dilakukan test gambar Venham dan skala analog visual.
Pada akhir kunjungan 2 asisten dokter bertanya kepada pasien di masing-masing
kelompok musik. Pertanyaan pertama, apakah anda senang mendengarkan musik selama
kunjungan anda? dan pertanyaan kedua, maukah anda dengarkan musik pada kunjungan
selanjutnya? . Asisten peneliti dipilih dengan syarat tidak mengetahui apapun tentang

2
Tugas Essay Blok 17 Modul 2
Hosana A.M (1310015095)

penelitian ini. Asisten akan mengkodekan perilaku yang terdapat dalam video. Kode akan
dimasukan kedalam komputer. Asisten yang bisa dipercaya mengkode urutan kejadian
tertentu secara konsisten minimal 5 kali.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan musik audio tidak
mengakibatkan pengurangan rasa sakit, kecemasan atau perilaku tidak kooperatif selama
prosedur gigi pada pasien anak. Berdasarkan persepsi orang tua terhadap kecemasan
pasien dengan pengukuran menggunakan skala Corah mendapatkan hasil tidak ada
perbedaan yang signifikan dalam skor corah diantara 3 kelompok pada kunjungan 1 dan
kunjungan 2. Juga tidak ada perbedaan signifikan dalam skor Corah antara kunjungan 1
dan kunjungan 2. Pengukuran kecemasan yang dilakukan dengan skala Venham yang
diberikan 2 kali pada awal dan akhir setiap kunjungan mendapatkan hasil tidak ada
perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pra dan pasca operasi pada
kelompok manapun. Pengukuran denyut jantung pada pasien yang dilakukan 5 kondisi
mendapat kesimpulan bahwa peningkatan denyut jantung mengalami peningkatan selama
waktu penyuntikan kemudian menurun selama penempatan rubber dam. Tidak ada
perbedaan denyut jantung yang signifikan pada kelompok selama kunjungan 1 atau
kunjungan 2. Dalam tindakan perilaku anak pada kedua kunjungan tersebut tidak ada
perbedaan perilaku yang signifikan yang ditemukan di antara 3 kolompok selama
kunjungan 1 atau kunjungan 2. Skala analog visual dilakukan untuk mengukur jumlah
nyeri yang diberitahu oleh pasien dan hasil yang didapatkan tidak menemukan perbedaan
signifikan dalam nyeri yang dilaporkan di antara kelompok pada kunjungan berikutnya.
Kelompok musik yang mendapat 2 pertanyaan diakhir kunjungan 2 tidak ada perbedaan
jawaban yang signifikan dari dua kelompok. Pada pertanyaan pertama 93% menyatakan
“Ya” dan hasil dari pertanyaan kedua yang menjawab “Ya” pada grup musik dengan
irama tinggi 87% dan 93% pada grup musik irama santai.

Hasil dari penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menemukan
bahwa gangguan dengan musik tidak mengurangi rasa sakit atau kecemasan pada pasien
gigi. Meskipun hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang menunjukkan
bahwa penggunaan rekaman cerita dapat mengurangi perilaku dari anak. tetapi hasil
kemungkinan berbeda disebabkan terdapat perbedaan kelompok pasien dan metodologi
pasien. Peneliti memberitahukan bahwa keterbatasan penelitian ini dimana pasien terkena
musik hanya 5 menit. Ada kemungkinan karena tidak membiarkan pilihan musik sesuai

3
Tugas Essay Blok 17 Modul 2
Hosana A.M (1310015095)

pasien. Disarankan agar memainkan lagu-lagu yang tidak asing lagi, mungkin yang
dibawa pasien. Kemungkinan lainnya suara dari dokter gigi dan asisten serta suara-suara
lain seperti handpiece yang mungkin masih tetap terdengar oleh pasien sehingga
menggangu pasien

Data pada penelitian ini bertentangan dengan pemahaman orang tua dan praktisi
bahwa musik dapat mengurangi kecemasan pada pasien gigi anak. Anak-anak dari
kelompok usia ini mungkin tidak dapat efektif dengan bantuan musik. Namun, tetap
mungkin teknik ini efektif pada kelompok usia lain atau bila digunakan bersamaan
dengan teknik pengolahaan perilaku yang nyaman lainnya.