Anda di halaman 1dari 2

HIPERMETROPIA

: 440/0162/SOP-
No. Dokumen UKP/PKM-
SDJ/2016
SOP No. Revisi : 00
Tanggal :
9 Agustus 2016
Terbit
Halaman : 1/3
PUSKESMAS dr. Radianti Bulan M Tobing
SINDANG JAYA NIP. 19780325 200604 2 007

Hipermetropia merupakan keadaan gangguan kekuatan pembiasan


1. Pengertian
mata dimana sinar sejajar jauh tidak cukup kuat dibiaskan sehingga
titik fokusnya terletak di belakang retina.
2. Tujuan Acuan petugas dalam mendiagnosa pasien.

3. Kebijakan Keputusan kepala Puskesmas Sindang Jaya Nomor: 440/062/PKM-


SDJ-2016 tentang layanan klinis.

4. Referensi Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan


primer Edisi 1 Tahun 2013.
A. Anamnesis
5. Prosedur
a. Pasien datang dengan keluhan melihat dekat dan jauh
kabur.
b. Gejala penglihatan dekat, kabur lebih awal, terutama
bila lelah dan penerangan kurang.
c. Sakit kepala terutama daerah frontal dan makin kuat
pada penggunaan mata yang lama dan membaca
dekat. Penglihatan tidak enak (asthenopia akomodatif =
eye strain) terutama bila melihat pada jarak yang tetap
dan diperlukan penglihatan jelas pada jangka waktu
yang lama, misalnya menonton TV dan lain-lain.
d. Mata sensitif terhadap sinar.
B. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan refraksi subjektif: Penderita duduk
menghadap kartu snellen pada jarak 6 meter.
b. Pada pasien dengan daya akomodasi yang masih
sangat kuat atau pada anak-anak, sebaiknya
pemeriksaan dilakukan dengan pemberian siklopegik
atau melumpuhkan otot akomodasi.
C. Penatalaksanaan
a. Koreksi dengan lensa sferis positif terkuat yang
menghasilkan tajam penglihatan terbaik.

1/2
D. Bagan Alir
Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan melihat dekat dan jauh
kabur. Gejala penglihatan dekat, kabur lebih awal, terutama
bila lelah dan penerangan kurang. Mata sensitif terhadap
sinar.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan refraksi subjektif: Penderita duduk
menghadap kartu snellen pada jarak 6 meter. Pada pasien
dengan daya akomodasi yang masih sangat kuat atau pada
anak-anak, sebaiknya pemeriksaan dilakukan dengan
pemberian siklopegik atau melumpuhkan otot akomodasi.

Penatalaksanaan
Koreksi dengan lensa sferis positif terkuat yang
menghasilkan tajam penglihatan terbaik.

Edukasi dan Konseling


E. Hal – hal yang
1. Memberitahu keluarga jika penyakit ini harus dikoreksi dengan
perlu bantuan kacamata. Karena jika tidak, maka mata akan
berakomodasi terus menerus dan menyebabkan komplikasi.
diperhatikan

F. Unit Terkait Poli umum, poli anak, poli remaja, poli santun lansia.

G. Dokumen Terkait Rekam Medis dan SOP Hipermetropia

H. Rekaman
Tanggal Mulai
Historis No Yang Berubah Isi Perubahan
Diberlakukan
Perubahan

2/2