Anda di halaman 1dari 15

RANGKAIAN PENGINTEGRALAN RC, PENDIFERENSIALRC, DAN

PENGUKURAN LISTRIK
Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Elektronika Dasar I

Dosen Pembimbing: Misbah, M.Pd

Oleh:
Kelas B
Kelompok 3
Anggota:
- Ahmad Fauzan Rizaldy (NIM A1C415002)
- Frans Septian Hasiholan Sianipar (NIM A1C415XXX)
- Muhammad Mahdi (NIM A1C415018)
- Muhammad Naufa Huda (NIM A1C415019)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pada abad ke-21, banyak sekali peralatan elektronik ditemukan dalam setiap segi
kehidupan. Dalam dunia yang serba elektronik ini, hampir semuanya memerlukan energi
listrik dan ukuran peralatannya pun semakin kecil. Untuk dapat membuat ukuran
peralatan elektronik semakin kecil, diperlukan komponen elektronika aktif maupun pasif
seperti resistor, kapasitor, transistor, Integrated Circuit (IC), diode, dll. Komponen
tersebut tidak hanya dipasang tunggal pada komponen melainkan dapat dipasang
bersamaan dengan komponen lain seperti halnya rangkaian RC. Untuk mengetahui lebih
lanjut mengenai hal ini maka disusunlah makalah “Rangkaian Pengintegralan RC,
Pendiferensial RC, dan Pengukuran Listrik” ini.

B. RUMUSAN MASALAH
Untuk dapat mengkaji tentang Rangkaian Pengintegralan RC, Pendiferensial RC,
dan Pengukuran Listrik secara tepat, maka berdasarkan latar belakang yang telah
diajukan dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan rangkaian RC?
2. Apa yang dimaksud dengan rangkaian pengintegralan RC?
3. Apa yang dimaksud dengan rangkaian pendiferensial RC?
4. Apa yang dimaksud dengan pengukuran listrik?
5. Bagaimana cara melakukan pengukuran listrik?

C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan rangkaian RC.
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan rangkaian pengintegralan RC.
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan rangkaian pendiferensial RC.
4. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pengukuran listrik.
5. Memahami cara melakukan pengukuran listrik.

2
D. MANFAAT PENULISAN
Setelah mempelajari isi dari makalah ini, Anda diharapkan dapat:
1. Menjelaskan tentang rangkaian RC.
2. Menjelaskan tentang rangkaian pengintegralan RC.
3. Menjelaskan tentang rangkaian pendiferensial RC.
4. Menjelaskan tentang pengukuran listrik.
5. Menguasai cara melakukan pengukuran listrik.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. RANGKAIAN RC
Rangkaian RC (Resistor-Capasitor), atau sering dikenal dengan istilah RC filter
atau RC network, adalah rangkaian listrik yang tersusun dari resistor dan kapasitor.
Rangkaian RC orde satu (first order) tersusun dari satu resistor dan satu kapasitor yang
merupakan rangkaian RC paling sederhana.
Rangkaian RC dapat digunakan untuk menyaring (filter) sinyal dengan cara
menahan (block) frekuensi sinyal tertentu dan meneruskan (pass) sinyal yang lainnya.
Ada 4 macam filter RC, di antaranya: high-pass filter, low-pass filter, band-pass filter,
dan band-stop filter.
Dasar pemahaman tentang proses tanggapan frekuensi ini, maka kita hanya akan
mengkaji pada sifat RC yang bisa meloloskan frekuensi rendah dan tinggi serta sebagai
alat pengubah (converter) gelombang persegi-ke-segitiga dan persegi-ke-pulsa dengan
masing-masing mengintegrasikan dan mendiferensialkan gelombang input dan
rangkaiannya sendiri disebut rangkaian integrator dan rangkaian diferensiator orde 1.
Untuk pengintegralan RC, sinyal keluaran rangkaian merupakan integral dari
sinyal masukan. Untuk pendiferensialan RC, sinyal keluaran rangkaian merupakan
diferensial dari sinyal masukan.

B. RANGKAIAN PENGINTEGRALAN RC
Bentuk umum rangkaian integral dan diferensial RCpada dasarnya adalah sama.
Namun outputnya berbeda. Pada rangkaian pengintegralan RC, sinyal keluaran
merupakan integral dari sinyal masukan.

Gambar 1. Rangkaian Integral RC

4
Adapun suatu persamaan kapasitor yang mengikuti fungsi eksponensial yaitu:
𝑽𝒄 (𝒕) = 𝜺𝟎 (𝟏 − 𝒆−𝒕⁄𝑹𝑪 ) (1)

Jika dianalisis persamaan ini maka ada beberapa kesesuaian antara tampilan
isyarat output dengan persamaan di atas. Untuk itu contoh-contoh di bawah ini akan
memberikan gambaran hal tersebut.
Misalkan kita memiliki suatu rangkaian integral RC dengan nilai RC=T detik
(tetapan waktu-𝝉), yang bermakna fisis bahwa waktu minimal yang dibutuhkan kapasitor
untuk mengisi penuh kapasitor. Misalkan 𝑹𝑪 ≪ 𝑻/𝟐 maka, dari persamaan (1) dapat
dituliskan seperti berikut:
𝟎 ≤ 𝒕 ≤ 𝑻⁄𝟐
𝑽𝒄 (𝒕) = 𝜺𝟎 (𝟏 − 𝒆−𝒕⁄𝑹𝑪 ) 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒕 = { (2)
𝑻⁄𝟐 ≤ 𝒕 ≤ 𝟎
Sebaliknya jika 𝑹𝑪 ≫ 𝑻/𝟐, maka secara teori memperlihatkan bahwa sebelum
kapasitor penuh dengan muatan, tegangan input sudah berubah tanda, sehingga tegangan
kapasitor tidak akan sama dengan tegangan input. Model persamaan matematis kapasitor
demikian adalah
𝑽𝒄 (𝒕) = 𝜺𝟎 (𝟏 − 𝒆−𝒕⁄𝑹𝑪 ) (1)

Karena 𝑹𝑪 ≫ 𝑻, maka dengan menggunakan deret Taylor untuk ekspansi 𝒕/


𝑹𝑪diperoleh:
𝒕
𝑽𝒄 (𝒕) = 𝜺𝟎 𝑹𝑪 ; 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝟎 ≤ 𝒕 ≤ 𝑻⁄𝟐 (3)

Perhatikan gambar berikut.

Gambar 2. Grafik Pengintegralan RC

Seperti ditunjukkan pada gambar 2 jika tetapan waktu 𝝉 ≪ 𝑻, kapasitor C terisi


penuh dalam waktu T/2. Akan tetapi jika 𝝉 ≫ 𝑻, maka sebelum kapasitor terisi penuh,

5
tegangan 𝑽𝒔 sudah berbalik menjadi negatif. Akibatnya kapasitor segera dikosongkan.
Belum lagi terisi penuh, 𝑽𝒔 sudah berubah tanda lagi. Akibatnya isyarat keluaran akan
berupa suatu tegangan yang berbentuk gelombang segitiga. Untuk 𝝉 ≫ 𝑹𝑪, bentuk
isyarat keluaran seperti integral isyarat masukan. Untuk 𝝉 = 𝑹 ≫ 𝑻 pada waktu 𝑽𝒔 =
+𝑽 𝒑, kemiringan 𝑽𝟎 (t) positif, dan pada waktu 𝑽𝒔 = −𝑽 𝒑, kemiringan 𝑽𝟎 (t) negatif.
Ini disebut rangkaian pengintegralan RC.

C. RANGKAIAN PENDIFERENSIAL RC
Rangkaian ini sama seperti rangkaian integral, hanya yang membedakan adalah
pengukuran output saja. Pada rangkaian diferensial RC, sinyal keluaran merupakan
diferensial dari sinyal masukan.

Gambar 3. Rangkaian Diferensiator

Untuk rangkaian diferensial RC yang menjadi output diambil dari resistor yang
terpasang. Sehingga persamaan tegangannya untuk 𝑹𝑪 ≪ 𝑻/𝟐 dinyatakan oleh:
𝑽𝒓 (𝒕) = 𝜺𝟎 − 𝑽𝒄 (𝒕) = 𝜺𝟎 . 𝒆−𝒕⁄𝑹𝑪 (4)

𝑻
Di mana untuk 𝒕 = 𝟐 𝒉𝒂𝒓𝒈𝒂 𝑽𝒓 (𝒕) = 𝟎.

Sedangkan untuk 𝑹𝑪 ≫ 𝑻/𝟐, maka persamaan (4) dinyatakan oleh persamaan


𝒕
𝑽𝒓 (𝒕) = 𝜺𝟎 (𝟏 − 𝑹𝑪) (5)

Di mana perbandingan
𝜺𝟎 −𝑽𝒓 (𝒕) 𝒕
= 𝑹𝑪 (6)
𝜺𝟎

Perhatikan gambar berikut.

6
Gambar 4. Rangkaian Pendiferensial RC

Rangkaian RC akan berlaku sebagai suatu pendiferensial jika dipasang seperti


pada gambar 4. Untuk 𝝉 = 𝑹𝑪 ≪ 𝑻, isyarat keluaran akan seperti diferensial dari isyarat
masukan. Jika 𝝉 = 𝑹𝑪 ≫ 𝑻, bentuk isyarat mirip dengan isyarat masukan, akan tetapi
puncaknya miring. Jika 𝑹𝑪 ≪ 𝑻, isyarat berbentuk denyut dengan tegangan puncak 2 V.

D. PENGUKURAN LISTRIK
Pengukuran adalah suatu pembandingan antara suatu besaran dengan besaran lain
yang sejenis secara eksperimen dan salah satu besaran dianggap sebagai standar. Dalam
pengukuran listrik terjadi juga pembandingan, dalam pembandingan ini digunakan suatu
alat bantu (alat ukur). Alat ukur ini sudah dikalibrasi, sehingga dalam pengukuran listrik
pun telah terjadi pembandingan.
Dalam melakukan pengukuran, pertama harus ditentuan cara pengukurannya.
Cara dan pelaksanaan pengukuran itu dipilih sedemikian rupa sehingga alat ukur yang
ada dapat digunakan dan diperoleh hasil dengan ketelitian seperti yang dikehendaki.
Penggunaannya harus dengan baik pula serta semudah mungkin sehingga diperoleh
efesiensi setinggi-tingginya.
Pada pengukuran listrik ada tiga unsur penting yang perlu diperhatikan yaitu:
- Cara pengukuran
- Orang yang melakukan pengukuran
- Alat yang digunakan
Pekerjaan mengukur itu pada dasarnya adalah usaha menyatakan sifat sesuatu
zat/benda ke dalam bentuk angka atau harga yang lazim disebut sebagai hasil
pengukuran. Pemberian angka-angka tersebut dalam praktik dapat dicapai dengan:
1) Membandingkan dengan alat tertentu sebagai standar.

7
2) Membandingkan besaran yang akan diukur dengan skala yang telah di tera
atau dikalibrasikan.
Unsur-unsur terpenting dalam proses pengukuran itu antara lain:
1) Alat yang dipergunakan sebagai pembanding/penunjuk
2) Orang yang melaksanakan pengukuran
Pengukuran listrik mempunyai tujuan yang lebih luas lagi yaitu untuk
mengetahui, menilai, atau mengkaji besaran listrik. Alat yang digunakan sebagai
pembanding/penunjuk disebut instrumen pengukur. Instrumen ini berfungsi sebagai
penunjuk nilai besaran listrik yang diukur.
Hal-hal yang perlu dipahami sehubungan dengan alat ukur yaitu:
1. Ketepatan (akurasi), menyatakan berapa dekat angka terbaca pada alat ukur
dengan nilai sebenarnya besaran yang diukur tersebut.
2. Ketelitian (presisi), menyatakan berapa dekat nilai bacaan alat ukur jika
digunakan untuk mengukur suatu besaran berkali-kali.
3. Kepekaan (sensitivitas), menyatakan perbandingan keluaran terhadap
perubahan pada besaran yang diukur.
4. Daya pisah (resolusi), perubahan terkecil daripada besaran yang diukur, untuk
mana alat ukur masih memberikan tanggapan.
Alat ukur analog dengan jarum penunjuk menggunakan prinsip kumparan putar;
jarum diikatkan pada suatu kumparan yang berada dalam medan magnet. Kumparan
tersebut jika dialiri arus listrik mendapat momen gaya sehingga jarum ikut berputar. Alat
ini juga disebut meter d’Arsonval. Adapun meter kumparan putar yang banyak digunakan
sebagai berikut.
1. Meter kumparan putar magnet permanen (PMMC = permanent magnet moving coil
meter)
Konstruksi PMMC ditunjukkan pada gambar 5a, dengan kumparan pada gambar 5b.
gambar 6 menunjukkan gaya pada kumparan yang dialiri arus listrik. Jika ada N lilitan
dengan luas A dan induksi magnet B, maka jika pada kumparan mengalir arus I, akan
bekerjalah momen gaya sebesar 𝝉 = 𝑵𝑩𝑰𝑨. Karena ada pegas spiral sebagai imbangan
bekerjalah momen gaya pegas 𝝉 = 𝒌𝜽, dan kumparan akan menyimpang sebesar sudut

8
𝑵𝑩𝑨 𝑵𝑩𝑨
𝜽yang diberikan oleh 𝒌𝜽 = 𝑵𝑩𝑰𝑨 atau 𝜽 = 𝑰 = 𝒔𝑰, dengan 𝒔 = adalah
𝒌 𝒌

kepekaan arus.

Gambar 5. (a)Konstruksi PMMC, (b) Kumparan pada PMMC.

Induksi magnet B biasanya mempunyai nilai antara 1 hingga 5 gauss. Simpangan


penuh (sp), biasanya dibuat untuk 𝜽𝒔𝒑 = 𝟗𝟎°. Kita lihat selama pegas mengikuti hukum
Hooke, simpangan 𝜽 sebanding dengan arus listrik. Kelemahan PMMC adalah untuk
meter yang sangat peka, simpangan jarum dipengaruhi oleh besi atau bahan magnetik
lain yang mungkin berada di dekatnya.

Gambar 6. Gaya-gaya yang Bekerja pada Kumparan yang Dialiri Arus Listrik.

2. Meter kumparan putar berteras magnet


Meter kumparan putar modern banyak yang menggunakan teras berupa magnet
permanen, dikelilingi oleh pengandar (yoke) besi lunak seperti pada gambar 7. Dengan
meter semacam ini, medan magnet dalam teras terisolasi dari sekitarnya sehingga dapat
digunakan kotak besi tanpa mengganggu pengukuran.

9
Gambar 7. Meter Kumparan Putar Berteras Magnet

3. Meter kumparan putar pita tegang (tautband moving coil meter)


PMMC dan meter berteras magnet menggunakan suspensi yang disangga oleh dua
penyangga. Oleh karena itu simpangan jarum terpengaruh oleh posisi meter. Di samping
itu, gesekan oleh penyangga dapat mempengaruhi ketepatan meter. Untuk mengatasi ini,
banyak meter kumparan yang menggunakan suspensi pita tegang seperti gambar 8.
Dengan cara suspensi ini tidak diperlukan penyangga ataupun pegas spiral.

Gambar 8. Suspensi Pita Tegang

E. CARA MELAKUKAN PENGUKURAN LISTRIK


Hal-hal yang penting diperhatikan pada pengukuran listrik sebagai berikut.
 Cara pengukuran harus benar
 Alat ukur harus dalam keadaan baik
 Secara periodik harus dicek (kalibrasi)
 Penyimpanan dan transportasi alat harus diperhatikan
 Operator (orang) harus teliti

10
 Keadaan di mana melakukan pengukuran harus diperhatikan
Adapun instrumen besaran-besaran listrik yang sering digunakan dalam
pengukuran sebagai berikut.
1. Amperemeter
Untuk mengukur arus dapat digunakan amperemeter, cara pemasangan
amperemeter dengan beban di mana arus tersebut mengalir harus dihubungkan
seri, penyimpangan jarum penunjuk menunjukkan besarnya harga arus yang
tertera. Bila arus yang ditunjukkan melebihi dari batas ukur maka
amperemeter tersebut akan rusak.

Gambar 9. Rangkaian Amperemeter

2. Voltmeter
Untuk mengukur tegangan daripada terminal atau ujung dari suatu rangkaian
dapat digunakan voltmeter yang ditempatkan paralel terhadap beban yang
hendak diketahui tegangannya. Bila tegangan yang diukur melebihi tegangan
batas ukur dari voltmeter, makavoltmeter tersebut akan rusak.

Gambar 10. Rangkaian Voltmeter

3. Ohmmeter
Untuk mengukur tahanan dengan pembacaan langsung dapat digunakan ohm
meter yang rangkaiannya sebagai berikut.

11
Gambar 11. Rangkaian Ohm Meter
4. Osiloskop
Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan
bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Adapun fungsi osiloskop
yaitu untuk menyelidiki gejala yang bersifat periodik, untuk melihat bentuk
gelombang kotak dari tegangan, mengetahui beda fasa antara sinyal masukan
dan sinyal keluaran.
𝒆𝑬𝒍𝟐
𝒚 = 𝒎𝒗𝟐 (7)

Di mana:
y = besar penyimpangan electron
e = muatan electron
E = kuat medan
l = jarak
m = massa
v = kecepatan
Prinsip kerja osiloskop adalah sebagai berikut.
Elektron dipancarkan dari katoda akan menumbuk bidang gambar yang
dilapisi oleh zat yang bersifat flourecent. Bidang gambar ini berfungsi sebagai
anoda. Arah gerak elektron ini dapat dipengaruhi oleh medan listrik dan
medan magnetik. Umumnya osiloskop sinar katoda mengandung medan gaya
listrik untuk mempengaruhi gerak elektron ke arah anoda. Medan listrik
dihasilkan oleh lempeng kapasitor yang dipasang secara vertikal, maka akan
terbentuk garis lurus vertikal dinding gambar. Selanjutnya jika pada lempeng
horizontal dipasang tegangan periodik, maka elektron yang pada mulanya

12
bergerak secara vertikal, kini juga bergerak secara horizontal dengan laju
tetap. Sehingga pada gambar terbentuk grafik sinusoidal.

Gambar 12. Prinsip Kerja Osiloskop

Kerja 13. Osiloskop

13
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Rangkaian RC (Resistor-Capasitor), atau sering dikenal dengan istilah RC filter
atau RC network, adalah rangkaian listrik yang tersusun dari resistor dan kapasitor.
Rangkaian RC orde satu (first order) tersusun dari satu resistor dan satu kapasitor yang
merupakan rangkaian RC paling sederhana. Untuk pengintegralan RC, sinyal keluaran
rangkaian merupakan integral dari sinyal masukan. Sedangkan pendiferensial RC, sinyal
keluaran rangkaian merupakan diferensial dari sinyal masukan.
Pengukuran adalah suatu pembandingan antara suatu besaran dengan besaran lain
yang sejenis secara eksperimen dan salah satu besaran dianggap sebagai standar.
Pengukuan listrik merupakan pengukuran besaran-besaran listrik yang menggunakan alat
bantu (alat ukur) sebagai instrumen yang berfungsi menunjukkan nilai besaran listrik
yang diukur. Adapun cara melakukan pengukuran listrik bergantung pada besaran yang
diukur. Karena masing-masing besaran memiliki cara tersendiri dalam peletakan posisi
alat ukur, yakni ada yang dipasang seri dan ada yang dipasang paralel.

B. SARAN
Adapun beberapa hal yang disarankan pemakalah dalam hal pengintegralan RC,
pendiferensial RC, dan pengukuran listrik sebagai berikut.
1. Rangkaian RC merupakan rangkaian sederhana, namun dalam melakukan
percobaan maupun menganalisis rangkaiannya diperlukan konsep yang
matang dan kejelian yang sangat tinggi. Jadi, kita hendaknya teliti, jeli, dan
hati-hati dalam melakukan percobaan maupun menganalisis rangkaianRC.
2. Dalam melakukan pengukuran besaran listrik kita hendaknya memerhatikan
berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil pengukuran agar didapat hasil
pengukuran yang memiliki ketelitian tinggi, efesien, dan efektif. Serta kita
juga harus memerhatikan jenis besaran yang diukur agar dapat menentukan
cara dan peletakan posisi alat ukur.

14
Daftar Pustaka

1. Sapie, S. 1994. Pengukuran dan Alat-Alat Ukur Listrik. Jakarta: Pradnya Paramita.
2. Sutrisno. 1986. Elektronika Teori & Penerapannya. Bandung: ITB.
3. Tim Dosen Elektronika Dasar. 2015. Penuntun Praktikum Elektronika Dasar I.
Banjarmasin: Unlam.

15

Anda mungkin juga menyukai