Anda di halaman 1dari 16

UJI-Z

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah

“STATISTIK”

Dosen pengampu :

Diyah Palupi Rohmiati, M.Pd.

Disusun oleh kelompok 7 :

1. Hendri Wahyu Lestari (17104163081)


2. Deni Prayogo (17104163092)

HTN C – SMT 4

JURUSAN HUKUM TATA NEGARA

FAKULTAS SYARIAH DAN ILMU HUKUM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

FEBRUARI 2018
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa
atas berkat rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangan
didalamnya.

Makalah ini akan membahas mengenai “UJI-Z”. Kami juga berharap


semoga pembuatan makalah ini tentunya tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada :

1. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung Prof. Dr. H.


Maftukhin, M.Ag.

2. Dosen pengampu yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan


makalah ini Diyah Palupi Rohmiati, M.Pd.

3. Teman – teman dan seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian
makalah.

Tiada gading yang tak retak, itu kata pepatah tiada satupun manusia yang
luput dari kesalahan, oleh karena itu kami berharap pemberian maaf yang
sebesar-besarnya. Atas kekurangan dan kesalahan, baik yang disengaja maupun
yang tidak disengaja. Saran dan kritik sangat kami harapkan agar kami dapat
memperbaiki makalah-makalah selanjutnya.

Penyusun

Tulungagung, 17 Februari 2018

ii
DAFTAR ISI

JUDUL ……………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan ................................................................................ 1
BAB II. PEMBAHASAN .............................................................................. 2
A. Pengertian Hipotesis ........................................................................... 2
B. Pengertian Uji-Z ................................................................................. 3
C. Pembagian Uji-Z ............................................................................... 8
BAB III. PENUTUP ...................................................................................... 12
A. Kesimpulan ......................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Untuk membandingkan nilai tengah populasi dengan nilai tertentu atau
dengan nilai tengah populasi lainnya bisa dilakukan dengan Uji Z. Namun Uji Z
hanya bisa digunakan apabila data berdistribusi normal serta ragam populasai
diketahui. Pada kenyataannya, jarang sekali kita bisa mengetahui nilai parameter
suatu populasi dengan pasti, sehingga kita hanya bisa menduga parameter
populasi tersebut dari sampel yang kita ambil. Karena kita tidak mengetahui
berapa simpangan baku populasi, 𝜎, maka nilai ini ditaksir dengan simpangan
baku sampel, s, yang dihitung dari sampel. Hanya saja, untuk sampel berukuran
kecil, s bukanlah nilai taksiran yang akurat untuk 𝜎 sehingga tidak valid lagi
apabila kita menggunakannya untuk Uji Z. Untuk ukuran sampel yang kecil, kita
bisa mendekatinya dengan menggunakan Uji T.

Dengan adanya makalah Uji Z ini diharapkan dapat membantu dalam


mengidentifikasi Uji Z dan dapat digunakan dalam menghadapi suatu persoalan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pengujian hipotesis?
2. Apa yang dimaksud Uji-Z?
3. Bagaimana pembagian Uji-Z?

C. Tujuan
1. Mengetahui tentang pengujian hipotesis.
2. Mengetahui tentang Uji-Z.
3. Mengetahui tentang pembagian Uji-Z.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengujian Hipotesis


Hipotesis adalah pernyataan tentang sesuatu yang perlu dibuktikan
atau diuji kebenarannya. 1 Asumsi atau dugaan mengenai sesuatu hal yang
dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan
penegcekannya. Jika asumsi atau dugaan itu dikhususkan mengenai populasi,
maka hipotesis tersebut merupakan hipotesis statistik. Setiap hipotesis bisa
benar atau tidakbenar dan karenanya perlu diadakan penelitian sebelum
hipotesis itu diterima atau ditolak. Langkah atau prosedur untuk menentukan
apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak disebut dengan pengujian
hipotesis. Telah kita ketahui bahwa suatu penduga pada umumnya tidaklah
harus sama dengan nilai parameter yang sebenarnya.
Misalnya, distribusi probabilita yang merupakan model bagi distribusi
X, katakanlah hasil penstensilan kertas koran dalam n percobaan penstensilan
demikian dinyatakan sebagai :
F(x) = (NCx) px (1-p)n-x
Jika p = ¼ dan n= 500, maka

500!
F(x) = (1/4)x(3/4)500-x
X!(500-x)

Parameter p diatas merupakan probabilita kerusakan pada setiap


penstensilan sedemikian itu dan dapat merupakan suatu asumsi yang memiliki
karakteristik hipotesis statistik karena p = ¼ merupakan parameter fungsi
frekuensi vareiable random p.
Andaikan kita meragukan hipotesis diatas, maka kita dapat
mengujinya secara statistik pula jika sekali lagi jika datanya dapat dukumpulkan
dan dianalisa dalam cara yang memenuhi ketentuan asas-asas statistik.
Pengujian hipotesis diatas dianggap sebagai suatu prosedur guna menentukan

1
Kuswadi dan E. Mutiara, Statistik Berbasis Komputer untuk Orang-Orang Non Statistik, (Jakarta: PT
Elex Media Komputindo, 2004), hlm. 2.

2
apakah hipotesis diatas sebaiknya diterima atau ditolak andaikan keraguan kita
mengenai p = ¼ di atas disebabkan oleh adanya kemungkinan p = ½ meskipun
kita yakin bahwa kemungkinan p = ¼ lebih besar dari pada p = ½ . maka,
hipotesis yang akan kita uji dapat dinyatakan sebagai berikut. H0 : p = ¼ dan
H1 : p ≠¼
H0 merupakan hipotesis nol dan merupakan hipotesis yang akan diuji
danyang nantinya akan diterima atau ditolak tergantung pada hasil eksperimen
atau pemilihan sampelnya. H1 merupakan hipotesis alternatif atau hipotesis
tandingan. Pengujian diatas membutuhkan observasi atau hasil pemilihan
sampel yang bersifat random tentang frekuensi kerusakan X/n hasil penstensilan
itu sendiri. Observasi pemilihan sampel sedemikian itu dapat dilakukan secara
berulang-ulang kali atau sekali saja.atas dasar nilai statistik sampel, keputusan
diambil untuk menentukan apakah H0 tersebut sebaiknya diterima atau ditolak.
Jika H0 diterima, maka sama artinya dengan H1 ditolak dan sebaliknya jika
H0 ditolak maka H1 diterima.2
Dalam melakukan pengujian hipotesis, ada dua macam kekeliruan
yang dapat terjadi, dikenal dengan nama-nama :
a) Kekeliruan tipe I : adalah kekeliruan karena menolak hipotesis (H0) padahal
hipotesis tersebut benar. Kekeliruan ini disebut kekeliruan α..
b) Kekeliruan tipe II : adalah kekeliruan menerima hipotesis (H0) padahal
hipotesis tersebut salah. Kekeliruan ini disebut β.
Uji hipotesis atau peraturan pengambilan keputusan dilakukan dengan
baik agar kesalahan pengambilan keputusan dapat diminimalisir. Cara untuk
mengurangi kedua tipe kekeliruan tersebut adalah dengan memperbesar ukuran
sampel, yang mungkin atau tidak mungkin dilakukan.3

B. Pengertian Uji-Z
Uji Z adalah salah satu uji statistika yang pengujian hipotesisnya
didekati dengan distribusi normal. Menurut teori limit terpusat, data dengan

2
Dajan, A, Pengantar Metode Statistik Jilid II, (Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan
Penerangan Ekonomi dan Sosial, 1991), hlm. 63.
3
Spiegel, M. R, Statistik Versi SI (Metrik) Diterjemahkan oleh I Nyoman Susila dan Ellen Gunawan,
(Jakarta: Penerbit Erlangga, 1992), hlm. 25.

3
ukuran sampel yang besar akan berdistribusi normal. Oleh karena itu, uji Z
dapat digunakan untuk menguji data yang sampelnya berukuran besar. Jumlah
sampel 30 atau lebih dianggap sampel berukuran besar. Selain itu, uji Z ini
dipakai untuk menganalisis data yang varians populasinya diketahui. Namun,
bila varians populasi tidak diketahui, maka varians dari sampel dapat digunakan
sebagai penggantinya.4

Kriteria Penggunaan uji Z:

1. Data berdistribusi normal

2. Variance (σ2) diketahui

3. Ukuran sampel (n) besar, ≥ 30

4. Digunakan hanya untuk membandingkan 2 buah observasi.

Langkah Pengujian Hipotesis


1. Merumuskan Hipotesis
Ada tiga rumusan hipotesis
1. Uji satu pihak/sisi (one tail) kiri
Yaitu ketika kita mempunyai hipotesis lebih kecil dari apa yang berlaku
H0 : θ = θ0
Ha : θ < θ0
2. Uji dua pihak/sisi (two tail)
Yaitu ketika kita mempunyai hipotesis tidak sama dengan apa yang
berlaku
H0 : θ = θ0
Ha : θ ≠ θ0
3. Uji satu pihak/sisi (one tail) kanan
Yaitu ketika kita mempunyai hipotesis lebih besar dari apa yang berlaku
H0 : θ = θ0
Ha : θ > θ0

4
https://hatta2stat.wordpress.com/2010/12/29/uji-z-2/ diakses Sabtu, 17 Februari 2017, pukul
12:36.

4
2. Menghitung Statistika Uji
Statistika uji yang di gunakan bermacam-macam, tergantung jenis
pengujian dan skala pengukuran datanya. Seperti uji Z, t, F, χ2 dan
sebagainya

3. Menentukan Kriteria Uji


Kriteria uji di tentukan berdasarkan besarnya tingkat keyakinan (γ) yang
ditentukan dan menggunakan tabel sesuai dengan statistika uji yang
digunakan.
Jika di gambarkan :
1. Uji satu pihak/sisi (one tail) kiri

daerah penerimaan H0
γ
daerah
penolakan
H0

- tabel

2. Uji dua pihak/sisi (two tail)

daerah penerimaan H0
γ
daerah daerah
penolakan penolakan
H0 H0

- tabel tabel

5
3. Uji satu pihak/sisi (one tail) kanan
daerah penerimaan H0
γ
daerah
penolakan
H0

tabel

Misalkan di gunakan tabel Z maka :


Jika ditentukan γ = 95%
Untuk membuat kriteria uji, maka terlebih dahulu harus di tentukan nilai tabel Z
1. Pada uji dua pihak/sisi maka :
Jika tingkat keyakinan γ = 95 %, maka di badan tabel di lihat = 0,95/2 =

0,4750 2

Kemudian lihat titik di sebelah kiri dan atas, diperoleh nilai z = 1,96
95%

0,4750

z 0,95  z 0, 4750  1,96


2

z ,00 ,01 ,02 ,03 ,04 ,05 ,06 ,07 ,08 ,09
1,0 ,3413 ,3438 ,3461 ,3485 ,3508 ,3531 ,3554 ,3577 ,3599 ,3621
1,1 ,3643 ,3665 ,3686 ,3708 ,3729 ,3749 ,3770 ,3790 ,3810 ,3830
1,2 ,3849 ,3869 ,3888 ,3907 ,3925 ,3944 ,3962 ,3980 ,3997 ,4015
1,3 ,4032 ,4049 ,4066 ,4082 ,4099 ,4150 ,4131 ,4147 ,4162 ,4177
1,4 ,4192 ,4207 ,4222 ,4236 ,4251 ,4265 ,4279 ,4292 ,4306 ,4319

1,5 ,4332 ,4345 ,4357 ,4370 ,4382 ,4394 ,4406 ,4418 ,4429 ,4441
1,6 ,4452 ,4463 ,4474 ,4484 ,4495 ,4505 ,4515 ,4525 ,4535 ,4545
1,7 ,4554 ,4564 ,4573 ,4582 ,4591 ,4599 ,4608 ,4616 ,4625 ,4633
1,8 ,4641 ,4649 ,4656 ,4664 ,4671 ,4678 ,4686 ,4693 ,4699 ,4706
1,9 ,4713 ,4719 ,4726 ,4732 ,4738 6,4744 ,4750
,4750 ,4756 ,4761 ,4767
Sehingga kriteria ujinya adalah

daerah penerimaan H0
0,95
daerah daerah
penolakan penolakan
H0 H0

- 1,96 1,96
2. Pada uji satu pihak/sisi maka :

Jika tingkat keyakinan γ = 95 %, maka di badan tabel di lihat (γ – 0,5) = 0,95 –


0,5 = 0,4500

Kemudian lihat titik di sebelah kiri dan atas, diperoleh nilai z = 1,64

95%

0,4500

z ( 0,950,5)  z 0, 4500  1,64

z ,00 ,01 ,02 ,03 ,04 ,05 ,06 ,07 ,08 ,09
1,0 ,3413 ,3438 ,3461 ,3485 ,3508 ,3531 ,3554 ,3577 ,3599 ,3621
1,1 ,3643 ,3665 ,3686 ,3708 ,3729 ,3749 ,3770 ,3790 ,3810 ,3830
1,2 ,3849 ,3869 ,3888 ,3907 ,3925 ,3944 ,3962 ,3980 ,3997 ,4015
1,3 ,4032 ,4049 ,4066 ,4082 ,4099 ,4150 ,4131 ,4147 ,4162 ,4177
1,4 ,4192 ,4207 ,4222 ,4236 ,4251 ,4265 ,4279 ,4292 ,4306 ,4319

1,5 ,4332 ,4345 ,4357 ,4370 ,4382 ,4394 ,4406 ,4418 ,4429 ,4441
1,6 ,4452 ,4463 ,4474 ,4484 ,4495
,4495 ,4505 ,4515 ,4525 ,4535 ,4545
1,7 ,4554 ,4564 ,4573 ,4582 ,4591 ,4599 ,4608 ,4616 ,4625 ,4633
1,8 ,4641 ,4649 ,4656 ,4664 ,4671 ,4678 ,4686 ,4693 ,4699 ,4706
1,9 ,4713 ,4719 ,4726 ,4732 ,4738 ,4744 ,4750 ,4756 ,4761 ,4767

7
Sehingga kriteria ujinya adalah

daerah penerimaan H0
0,95
daerah
penolakan
H0

1,64

Hasil perhitungan statistika uji kemudian di bandingkan dengan nilai kriteria uji
dan lihat apakah jatuh di daerah penerimaan H0 atau jatuh di daerah penolakan H0
- Jika H0 di terima berarti apa yang kita hipotesiskan salah dan apa yang berlaku
yang benar
- Jika H0 di tolak berarti apa yang kita hipotesiskan benar, dan ini yang di harapkan

4. Membuat Kesimpulan

Buatlah kesimpulan berdasarkan hipotesis yang di buat.

C. Pembagian Uji-Z
1. Uji-Z Satu Pihak

Contoh kasus

Pupuk Urea mempunyai 2 bentuk, yaitu bentuk butiran dan bentuk tablet. Bentuk
butiran lebih dulu ada sedangkan bentuk tablet adalah bentuk baru. Diketahui bahwa
hasil gabah padi yang dipupuk dengan urea butiran rata-rata 4,0 t/ha. Seorang peneliti
yakin bahwa urea tablet lebih baik daripada urea butiran. Kemudian ia melakukan
penelitian dengan ulangan n=30 dan hasilnya adalah sebagai berikut:

8
Hasil gabah padi dalam t/ha

4,0 5,0 6,0 4,2 3,8 6,5 4,3 4,8 4,6 4,1
4,9 5,2 5,7 3,9 4,0 5,8 6,2 6,4 5,4 4,6
5,1 4,8 4,6 4,2 4,7 5,4 5,2 5,8 3,9 4,7

Hipotesis

H0 : = (rata-rata hasil gabah padi yang dipupuk dengan pupuk urea tablet sama
dengan padi yang dipupuk dengan urea butiran)

HA : > (rata-rata hasil gabah padi yang dipupuk dengan pupuk urea tablet lebih tinggi
dari padi yang dipupuk dengan urea butiran)

Analisis

yt= 4,0 t/h

yb= 4,9 t/h

S = 0,78 digunakan sebagai estimasi σ

Zhit = (yt – yb)/(σ/√n) = (4,0 – 4,9)/(0,78/√30 = – 6,4286

Ztabel = Zα= Z0,05 = 1,645

Kriteria Pengambilan Kesimpulan

Jika |Zhit| < |Ztabel|, maka terima H0

Jika |Zhit| ≥ |Ztabel|, maka tolak H0 alias terima HA

Kesimpulan

Karena harga |Zhit| = 6,4286 > harga |Ztabel | = 1,645, maka tolak H0 alias terima HA

9
Jadi, rata-rata hasil gabah padi yang dipupuk dengan pupuk urea tablet nyata lebih
tinggi dari padi yang dipupuk dengan urea butiran.

2. Uji-Z Dua Pihak

Contoh kasus

Sebuah pabrik pembuat bola lampu pijar merek A menyatakan bahwa produknya tahan
dipakai selama 800 jam, dengan standar deviasi 60 jam. Untuk mengujinya, diambil
sampel sebanyak 50 bola lampu, ternyata diperoleh bahwa rata-rata ketahanan bola
lampu pijar tersebut adalah 792 jam. Pertanyaannya, apakah kualitas bola lampu
tersebut sebaik yang dinyatakan pabriknya atau sebaliknya?

Hipotesis

H0 : = μ (rata ketahanan bola lampu pijar tersebut sama dengan yang dinyatakan oleh
pabriknya)

HA : ≠ μ (rata ketahanan bola lampu pijar tersebut tidak sama dengan yang dinyatakan
oleh pabriknya)

Analisis

Nilai Ztabel dapat diperoleh dari Tabel 1. Dengan menggunakan Tabel 1, maka nilai
Z0,025 adalah nilai pada perpotongan α baris 0,02 dengan α kolom 0,005, yaitu
1,96. Untuk diketahui bahwa nilai Zα adalah tetap dan tidak berubah-ubah, berapapun
jumlah sampel. Nilai Z0,025 adalah 1,96 dan nilai Z0,05 adalah 1,645.

10
Tabel 1. Nilai Z dari luas di bawah kurva normal baku

α 0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009


0.00 3.090 2.878 2.748 2.652 2.576 2.512 2.457 2.409 2.366
0.01 2.326 2.290 2.257 2.226 2.197 2.170 2.144 2.120 2.097 2.075
0.02 2.054 2.034 2.014 1.995 1.977 1.960 1.943 1.927 1.911 1.896
0.03 1.881 1.866 1.852 1.838 1.825 1.812 1.799 1.787 1.774 1.762
0.04 1.751 1.739 1.728 1.717 1.706 1.695 1.685 1.675 1.665 1.655
0.05 1.645 1.635 1.626 1.616 1.607 1.598 1.589 1.580 1.572 1.563
0.06 1.555 1.546 1.538 1.530 1.522 1.514 1.506 1.499 1.491 1.483
0.07 1.476 1.468 1.461 1.454 1.447 1.440 1.433 1.426 1.419 1.412
0.08 1.405 1.398 1.392 1.385 1.379 1.372 1.366 1.359 1.353 1.347
0.09 1.341 1.335 1.329 1.323 1.317 1.311 1.305 1.299 1.293 1.287
0.10 1.282 1.276 1.270 1.265 1.259 1.254 1.248 1.243 1.237 1.232

Kriteria Pengambilan Kesimpulan

Jika |Zhit| < |Ztabel|, maka terima H0

Jika |Zhit| ≥ |Ztabel|, maka tolak H0 alias terima HA

Kesimpulan

Karena harga |Zhit| = 0,94 < harga |Ztabel | = 1,96, maka terima H0

Jadi, tidak ada perbedaan yang nyata antara kualitas bola lampu yang diteliti dengan
kualitas bola lampu yang dinyatakan oleh pabriknya.

11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hipotesis adalah pernyataan tentang sesuatu yang perlu dibuktikan atau


diuji kebenarannya. Uji Z adalah salah satu uji statistika yang pengujian
hipotesisnya didekati dengan distribusi normal. Menurut teori limit terpusat,
data dengan ukuran sampel yang besar akan berdistribusi normal. Oleh karena
itu, uji Z dapat digunakan untuk menguji data yang sampelnya berukuran
besar. Jumlah sampel 30 atau lebih dianggap sampel berukuran besar. Selain
itu, uji Z ini dipakai untuk menganalisis data yang varians populasinya
diketahui. Namun, bila varians populasi tidak diketahui, maka varians dari
sampel dapat digunakan sebagai penggantinya. Uji Z dibagi menjadi dua yaitu
Uji Z satu pihak dan Uji Z dua pihak.

12
DAFTAR PUSTAKA

Dajan, A. 1991. Pengantar Metode Statistik Jilid II. Jakarta: Lembaga Penelitian,
Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.

Kuswadi dan E. Mutiara. 2004. Statistik Berbasis Komputer untuk Orang-Orang Non
Statistik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Spiegel, M. R. 1992. Statistik Versi SI (Metrik) Diterjemahkan oleh I Nyoman Susila


dan Ellen Gunawan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

https://hatta2stat.wordpress.com/2010/12/29/uji-z-2/

13