Anda di halaman 1dari 5

BAB I (MANUSIA DAN ALAM SEMESTA)

PSIKOLOGI DIKAITAN DENGAN KONSEP TENTANG MANUSIA:

1. Psikonalisis yang menggambarkan manusia sebagai mahluk yang digerakan oleh


keinginan terpendam. Tokoh: ferud, jung, Abraham, Horney, dan Bion
2. Behaviorisme yang menganggap manusia sebagai mahluk yang digerakan semuanya
oleh lingkungan= teori belajar. Tokoh: Hull, Miller dan Dollard, Rotter, Skiliner, serta
Bandura.
3. Kognitif yang menganggap manusia sebagai mahluk berfikir yang aktif
mengorganisasikan dan mengolah stimulasi yang diterimanya. Tokoh: Lewin, Heider,
Festinger, Piaget, dan Kohlberg.
4. Humanisme yang melukiskan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan
strategitransaksional dengan lingkungannya. Tokoh: Rogers, Combs dan snygg, Maslow,
May, Satir, serta Peris.

LAPISAN- LAPISAN ENERGI YANG MELEKAT PADA MANUSIA MENURUT STEINER:

A. Yang telah terbentuk sepenuhnya


1. Badan fisik sama seperti benda, dan tumbuhan, memiliki wujud fisik/nyata. (TUBUH-
FISIK)
2. Badan eterik lapisan/ unsur yang membuat manusia dapat tumbuh, berkembang dn mati.
(TUBUH-FISIK)
3. Badan astral yang memungkinkan sesuatu memiliki nafsu, keinginan, merasakan senang
dan sakit. (HATI-JIWA/ MIND, MENTAL,PSIKIS)
4. Badan ego memungkinkan tumbuhnya kesdaran AKU dan Orang lain di Luar AKU. (HATI -
JIWA/ MIND, MENTAL,PSIKIS)

B. Yang baru terbentuk separuhnya


1. Manas ( spirit self)yang baru terbentuk separuh. (KEPALA -JIWA/ MIND, MENTAL,PSIKIS)
2. Buddhi (life- spirit) potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. (KEPALA -JIWA/ MIND,
MENTAL,PSIKIS)
3. Atma ( spirit- man) potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. (SEMANGAT -JIWA/
MIND, MENTAL,PSIKIS)

SPIRITUALITAS HUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCARIAN MAKNA KEHIDUPAN MELALUI


HUBUNGAN LANGSUNG ANTARA DIRI SENDIRI DENGAN TUHAN:

1. IQ  Kecerdasan Intelektual (memahami dunia fisik untuk mencari pekerjaan dll)


2. EQ  Kecerdasan Emosional ( untuk mengenal diri sendiri dan juga sesama/hub sosial)
3. SQ  Kecerdasan Spiritual ( Pencarian makna melalui hubungan diri sendiri dgn Tuhan)

GOLONGAN MANUSIA BERDASARKAN TINGKAT KESADARANNYA :

1. KESADARAN HEWANI
Pada taraf ini level kesadaran manusia hampir setara dengan tingkat kesadaran hewan. Jika
di zaman ini ada manusia atau sekelompok masyarakat yang berprilaku seperti itu, kita
namakan itu prilaku superburuk alias biadab.
2. KESADARAN MANUSIA
Manusia pada taraf ini mulai memperoleh pencerahan terbatas. Manusia menggali di dalam
dirinya dan di alam semesta kaidah-kaidah kehidupan yang hakiki. Mereka berkeluarga
melalui upacara pernikahan, menjaga serta membesarkan anak-anak bersama akidah agama
atau kepercayaannya.
Mereka menetapkan definisi hak dan kewajiban yang tumbuh-kembang di tengah-tengah
masyarakatnya. Mereka takut serta malu menghadapi sanksi jika melanggar norma-norma
yang ada dalam budayanya.
3. KESADARAN TUHAN
Manusia pada tingkatan ini memperdalam ilmu agama dan mengembangkan ilmu
pengetahuan serta teknologi. Berbagai inovasi diciptakan. Alam semesta dipelajari dan
dijelajahi. Kebebasan individu dan kesempatan menyatakan pendapat diperluas. Manusia
selalu membicarakan efisiensi dan produktivitas. Karena itu, manusia dengan tingkat
kesadaran tinggi seharusnya memiliki smart character.

BAB II ( FILSAFAT, AGAMA, ETIKA, DAN HUKUM)

PERBEDAAN FILSAFAT DENGAN ILMU:

NO ASPEK FILSAFAT ILMU


1 ONTOLOGIS Segala sesuatu yang bersifat fisik Segala sesuatu yang bersifat fisik
dan non-fisik, baik yang dapat dan dapat direkam oleh indra.
direkam melalui indra ataupun
tidak.
2 EPISTEMOLOGIS Pendekatan yang bersifat reflektif Pendekatan ilmiah, menggunakan
atau rasional-deduktif dua pendektan; deduktif dan
induktif secara saling melengkapi.
3 AKSIOLOGIS Sangat abstrak, bermanfaat tetapi Sangat konkret, langsung dapat
tdk scra langsung dimanfaatkan

DEFINISI AGAMA

Agus M. Harjana  sesuatu yang mnjadi pegangan atau pedoman bagi manusia untuk
mencapai hidup kekal

Fuad Farid Ismail  satu bentuk ketetapan ilahi yang mengarah kepada mereka yang berakal-
atas keinginan dan kesdaran mere sendiri.

Abdulkadir  hubungan manusia dengan Allah

BAB III (TEORI ETIKA)

TEORI ETIKA

1. EGOISME
Menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri.
ALTURISME
Suatu tindakan yang peduli pada orang lain atau mengutamakan kepentingan orang lain
2. UTILITARIANISME
Sesuatu dikatakan baik jika membawa kebahagian bagi sebagian banyak orang.
3. DEONTOLOGI
Kewajiban yang diatur.
4. TEORI HAK
Apa yang menjadi bagian dari setiap pribadi
5. TEORI KEUTAMAAN
Suatu tindakan disebut etis, ketika mampu memenuhi kepentingan individu
6. TEORI ETIKA TEONOM
Sesuatu yang berkaitan dengan Agama atau Tuhan

ETIKA ABSOLUTE & RELATIF

ETIKA ABSOLUTE  seluruh norma yang berlaku umum diterima oleh keseluruhan .

ETIKA RELATIF  yang tidak secara keseluruhan dapat diterima (waktu & tmpt dpt brubah)

BAB IV (ETIKA & SISTEM EKONOMI)

SISTEM EKONOMI

1. KAPITALIS  sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi


dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan
dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan
sebesar-besarnya.
2. KOMUNIS suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur
seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki
kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah.
3. PANCASILA sebuah sistem perekonomian yang didasarkan pada lima sila
dalam Pancasila.

KEGIATAN EKONOMI BERDASARKAN 5 DIMENSI

1. DIMENSI EKONOMI
Kegiatan produktif dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.
2. DIMENSI ETIS
Mengenai baik atau tidaknya suatu tindakan
3. DIMENSI HUKUM
Ekonomi yang taat hukum dan aturan
4. DIMENSI SOSIAL
Kegiatan ekonomi yang dapat mengikuti elemen- elemen yang ada di dalam maupun di luar
perusahaan/ kegiatan untuk melayani masyarakat
5. DIMENSI SPIRITUAL
Bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan harus sesuai dengan ajaran agama.
ANALISI PEMANGKU KEPENTINGAN

1. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN


a. Lakukan identifikasi semua pemangku kepentingan
b. Cari tahu kepentingan dan kekuasaan setiap pemangku kepentingan
c. Cari tahu apakah ada koalisi atau tidak
2. PERTIMBANGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a. Siapa pemangku kepentingan yang paling diuntungkan?
b. Siapa pemangku kepentingan yang paling dirugikan
c. Adakah benturan antara keputusan-keputusan yang diambil.

FUNGSI PERUSAHAAN MENURUT CSR

1. FUNGSI EKONOMIS
Untuk mendapattkan keuntungan perusahaan
2. FUNGSI SOSIAL
Melakukan pemberdayaan sumber daya manusia (pekerja, karyawan, dll)
3. FUNGSI ALAMIAH
Kegiatan dalam kontribusi melakukan pemberdayaan alam dan pelestarian lam, misal
melakukan reboisasi dll

PENGERTIAN CGC

1. Sukrisno agoes  suatu sistem yang mengatur hubungan peran dewan komisaris,
pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
2. Organization For Economic Cooperation and Development  suatu struktur yang terdiri atas
para pemegang saham, san seperangkat tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan .

2 LINGKUP GCG

1. LINGKUNGAN INTERNAL  Perusahaan


2. LINGKUNGAN EKSTERNAL orang” luar yang terlibat bagi perusahaan tersebut ( pemaso,
pembeli, dll )

PRINSIP” GCG

1. Kesetaraan  tanpa ada keberpihakan


2. Transparansi  keterbukaan / tidak ada yang dirahasiakan
3. Akuntabilitas  dapat dipertanggungjawabkan
4. Responsibilitas  bentuk pertanggungjawaban

MANFAAT GCG

1. Timbul trust dari investor


2. Salah satu dari krisis global
3. Tuntutan dari pasar keuangan dan pasar modal internasional
4. Maumbuhkan nilai- nilai baru pada bisnis dll
5. Meningkatkan nilai perusahaan
ETHNICALDECISION MAKING FRAMEWORK

1. Kesejahteraan
2. Kesetaraan
3. Hak
4. Motivasi

PENGUKURAN UNTUK KEPUTUSAN

1. Profit / loss
2. Plus externalities
3. Plus probabilities of outcomers
4. RBA plus rangking stakeholder

PENGERTIAN PROFESI

Pekerjaan dengan keahlian khusus