Anda di halaman 1dari 5

SUSU DAN HASIL OLAHANNYA

A. Pengertian
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar
susu mamalia, salah satunya manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi
sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi)
juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu
kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.
B. Jenis
1. Susu Sapi
Susu sapi disebut juga darah putih bagi tubuh karena mengandung banyak
vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik bagi kesehatan tubuh.
Susu sapi mengandung sedikit sekali zat besi, mineral yang berfungsi
penting dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan. Pemberian
susu sapi sepanjang tahun pertama, meningkatkan resiko anemia akibat
defisiensi zat besi yang berhubungan dengan kelambatan perkembangan
mental dan fisik. Untuk itu, susu sapi tidak baik dikonsumsi bayi.
2. Susu Kambing
Dewasa ini susu kambing mulai banyak diproduksi di Indonesia. Susu
kambing adalah susu yang dihasilkan oleh kambing betina setelah
melahirkan, dalam jangka waktu 0-3 hari dihasilkan susu kolostrum yang
mengandung sangat banyak zat gizi jika dibandingkan dengan susu
sapi. Susu Kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang
mempunyai alergi terhadap susu sapi.
3. ASI
Air susu ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk
konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat
mencerna makanan padat.ASI diproduksi karena pengaruh
hormon prolactin dan oxytocin setelah kelahiran bayi. ASI pertama yang
keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung
banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi
melawan penyakit.Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan
oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok
untuk bayi sampai berusia 1 tahun.
C. Fungsi
Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur
produktif, susu membantu pertumbuhan mereka. Sementara itu, untuk orang
lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu secara
alami mengandung nutrisi penting, seperti bermacam-macam vitamin, protein,
kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc, pendapat lain menambahkan bahwa susu
mengandung mineral dan lemak. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan
minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik.
Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga
susu yang berbentuk fermentasi.
Susu merupakan sumber vitamin dan nutrisi yang baik, serta memiliki
banyak manfaat lainnya, seperti:
1. Gigi dan tulang yang sehat
Susu merupakan sumber kalsium yang baik. Tidak hanya anak kecil yang
membutuhkan kalsium untuk pertumbuhan, melainkan orang dewasa juga
memerlukan kalsium untuk menjaga agar tulang tetap sehat dan mencegah
osteoporosis.
2. Mengurangi stress
Segelas susu hangat dapat membantu merelaksasikan otot dan saraf yang
lelah.
3. Kulit yang sehat
Susu memiliki berbagai nutrisi yang baik bagi kulit, seperti asam laktat yang
berperan sebagai enzim untuk menghaluskan kulit. Selain itu, susu juga
mengandung asam amino yang berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit.
4. Otot
Susu mengandung protein yang membantu dalam pembentukan otot.
Dianjurkan untuk mengonsumsi segelas susu setelah berolahraga untuk
memenuhi kebutuhan tubuh.
5. Tekanan darah dan jantung
Susu kaya akan kalium, yang mana peningkatan konsumsi kalium berperan
penting dalam vasodilatasi (pelebaran) pembuluh darah dan menurunkan
tekanan darah.
6. Mencegah kanker
Risiko kanker kolorektal (usus besar) dapat menurun dengan konsumsi
kalsium yang tinggi.
7. Menurunkan berat badan
Studi menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi susu rendah lemak
akan mengalami penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan
dengan wanita yang tidak mengonsumsi susu. Susu merupakan makanan
pembuka dan snack yang sehat.
D. Teknik Penanganan
E. Teknik Pengolahan
1. Susu Segar (Fresh Milk)
Susu segar dihasilkan dari hewan ternak perahan, seperti sapi,
kerbau, kambing,domba, dan kuda yang sehat dan tidak tercampur
kolostrum. Susu segar tidak mengandung tambahan air, bahan tambahan
pangan dan antibiotik, dan belum mengalami perubahan warna, bau, serta
kekentalan. Susu segar paling lezat karenaasam lemak susunya belum rusak
akibat proses pengawetan. Susu segar yang akandiminum langsung
sebaiknya dipanaskan (tidak dididihkan agar emulsi susu tidakpecah) hingga
mencapai suhu 70oC selama 5 - 10 menit
2. Susu Bubuk
Susu bubuk sering digunakan dalam membuat kue, dalam resep-resep yang
adonannya akan terlalu cair bila digunakan susu cair. Susu bubuk juga sering
ditemukan dalam bantuan pangan PBB. Susu bubuk tanpa lemak yang dibuat
dengan cara pengeringan atau spray dryer untuk menghilangkan sebagian air
dan lemak tetapi masih mengandung laktosa, protein, mineral, vitamin yang
larut lemak, dan vitamin yang larut air (B12). Susu bubuk paling disukai
karena kemudahan penyimpanannya, harga ekonomis dikarenakan daya
tahan susu bubuk.
3. Susu Pasteurisasi
Merupakan susu segar yang mengalami proses pemanasan 72oC selama 15
detik dengan tujuan membunuh organisme merugikan, seperti bakteri, virus,
dan protozoa. Pasteurisasi hanya mampu menghambat pertumbuhan spora
tapi tidak dapat mematikan sporanya, terutama spora bakteri yang bersifat
termoresisten alias tahan terhadap suhu tinggi. Karena hanya mengalami
proses pemanasan, jenis susu ini perlu disimpan dalam lemari pendingin
bersuhu 5 - 6oC dan hanya bisa disimpan selama 2 minggu. Jika kemasan
dibuka dengan suhu ruangan tahan sekitar 16 Jam.
4. Susu Homogenisasi
Merupakan susu pasteurisasi yang kemudian diproses lagi dengan tekanan
tinggi sehingga butiran-butiran lemaknya menjadi lebih halus. Dengan cara
ini bila susu disimpan, lemak tidak lagi mengapung di permukaan. Susu
homogenisasi perlu disimpan di lemari pendingin supaya tidak cepat rusak.
5. Susu UHT (Ultra High Temperature)
UHT adalah susu yang disterilisasi dengan suhu tinggi (135-145 derajat
Celcius) dalam waktu yang singkat selama 2-5 detik. Pemanasan dengan
suhu tinggi ini bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisma (baik
bakteri pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang
singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk
mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu
segar.
6. Susu Evaporated (Susu Kental)
Susu ini dihasilkan dengan penguapan hingga cairan susu menguap dan
menjadi pekat. Selama prosesnya ada beberapa vitamin yang rusak, terutama
vitamin D sehingga perlu penambahan vitamin A, D, dan E.
7. Susu Skim dan Susu Krim (full cream)
Susu skim adalah susu segar yang tertinggal setelah kandungan krimnya
diambil sebagian atau seluruhnya. Kandungan zat gizinya sama dengan susu
segar, kecuali lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Sedangkan susu
krim (full cream) adalah susu segar yang kaya akan lemak. Susu krim ini
muncul ke permukaan pada saat susu didiamkan atau saat dilakukan
pemisahan.
F. Teknik Penyimpanan
1. Simpanlah susu dalam keadaan tertutup rapat. Simpan susu dalam lemari es
pada suhu 1 sampai 4 derajat Celsius. Ingat, letakkan susu di tengah lemari
es, dan bukan di pintu kulkas agar suhunya selalu tetap stabil.
2. Salah satu cara menyimpan susu dalam porsi banyak adalah memasukkannya
ke dalam wadah yang tertutup rapat, lalu menyimpannya di dalam kulkas
pada suhu 10 sampai 15 derajat Celsius.
3. Ada baiknya konsumsi susu cair dalam kemasan yang telah terbuka di hari
yang sama. Kebiasaan menuang susu kemudian memasukkan lagi dalam
kulkas selama berhari-hari akan menyebabkan susu rusak karena
terkontaminasi bakteri. Akibatnya, susu jadi asam saat dikonsumsi kembali.
4. Susu kental manis yang dibuka kemasannya bisa disimpan di dalam kulkas,
tapi pastikan tidak mengonsumsinya setelah 8 hingga 20 hari berikutnya.
5. Jangan lupa untuk selalu mengecek masa kadaluwarsa susu ketika
membelinya atau setelah beberapa hari penyimpanan.

Anda mungkin juga menyukai