Anda di halaman 1dari 3

STATUS EPILEPTIKUS

No. Kode : Ditetapkan Oleh


Direktur RSUD KAB.
Terbitan :
MUNA
SOP No. Revisi :
Tgl Mulai Berlaku :
Pemerintah
Dr. Agus......... RSUD
KAB. MUNA Halaman : NIP.
KAB. MUNA

1. Pengertian Bangkitan kejang yang berlangsung 30 menit, atau adanya 2 bangkitan atau
lebih dimana diantara bangkitan bangkitan tadi tidak terddapat pemulihan
kesadran.
2. Ruang Lingkup Prosedur ini memuat langkah-langkah diagnosis dan tatalaksana Status
epileptikus.
3. Tujuan Menentukan diagnosis dan tatalaksana Status epileptikus yang tepat.

4. Kebijakan Berlaku untuk semua pasien Status epileptikus.


5. Petugas Dokter
6. Peralatan 1.Tensimeter
2.Stetoskop
7. Prosedur 1. Diagnosis :
A. Anamnesis (Allo/Auto)
1) Terdapat serangan bangkitan kejang berulang tanpa disertai
pemulihan kesadaran.
2) Tanda sebelum bangkitan : misalnya perubahan perilaku, perasaan
lapar, berkeringat mengantuk, hipotermi, menjadi sensitif, dll.
3) Tanda selama bangkitan :
 Bagaimana pola bangkitan? Mulai dari deviasi mata, gerakan
kepala, gerakan tubuh, vokalisasi, gerakan pada salah satu
atau kedua lengan dengan tungkai,bangkitan klonik/tonik,
inkontinensia, lidah tergigit, pucat, berkeringat, dll.
 Apakah terdapat lebih dari satu pola bangkitan?
 Apakah terdapat perubahan pola dari bangkitan sebelumnya
 Apa aktivitas saat terjadi bangkitan? Misalnya saat tidur, saat
terjaga, saat menyetir, dll
4) Tanda pasca bangkitan : bingung, langsung sadar, nyeri kepala,
gaduh gelisah,todd’s paresis?
5) Faktor pencetus seperti kelelahan, kurang tidur, hormonal, sters
psikologis, dan alkohol.
6) Usia awitan, durasi, durasi bangkitan, frekuensi bangkitan, interval
terpanjang antar bangkitan, kesadaran antar bangkitan kejang?
7) Terapi sebelumnya serta respon obat anti epilepsi sebelumnya?
(jenis obat, dosis, kepatuhan minum obat, kombinasi terapi)
8) Riwayat penyakit yang diderita sekarang seperti penyakit
neurologik, psikiatrik, atau sistemik?
9) Riwayat epilepsi dikeluarga?
10) Riwayat dahulu kejang demam, trauma kepala, infeksi SSP?

B.Pemeriksaan Fisik
1) Pemeriksaan fisik umum untuk mencari tanda gangguan yang
berkaitan dengan epilepsi, seperti :
 Trauma kepala
 Tanda-tanda infeksi
 Kelainan kongenital
STATUS EPILEPTIKUS
No. Kode : Ditetapkan Oleh
Direktur RSUD KAB.
Terbitan :
MUNA
SOP No. Revisi :
Tgl Mulai Berlaku :
Pemerintah
Dr. Agus......... RSUD
KAB. MUNA Halaman : NIP.
KAB. MUNA

 Kecanduan alkohol atau napza


2) Pemeriksaan neurologi untuk mencari defisit neurologi fokal atau
difus seperti : paresis todd, gangguan kesadaran pasca kejang,
afasia pasca kejang.

C.Diagnosis banding
1) Sinkop
2) Bangkitan kejang non epileptik psikogenik
3) Sindroma hiperventilasi atau serangan panik

D.Diagnosis Kerja
Status Epileptikus

E. Pemeriksaan Penunjang
1) Laboratorium : hematologi lengkap, ureum creatinin, SGOT/SGPT,
profil lipid, Elektrolit, dan lumbal pungsi.
2) Radiologi : Rongten Thoraks AP dan MRI
3) Elektrodiagnosis : EEG rutin, EEG deprivasi tidur, EEG Monitoring,
dan EKG.

2. TATALAKSANA :
A. Stadium I (0-10 menit)
 Diazepam 10 mg IV bolus lambat 5 menit, hentikan jika kejang
berhenti. Bila masih kejang dapat diulang satu kali lagi atau
midazolam 0,2 mg/KgBB IM.
 Pertahankan jalan napas dan resusitasi.
 Berikan oksigen
 Periksa fungsi kardiorespirasi
 Pasang infus
B. Stadium II (0-30 menit)
 Monitor pasien
 Pemeriksaan laboratorium emergensi
 Pertimbangkan kemungkinan kondisi non epileptik
 Berikan glukosa (D50% 50ml) atau Thiamine 250mg i.v bila ada
kecurigaan penyalah gunaan alkohol
 Terapi asidosis bila terdapat asidosis berat
C. Stadium III (0-60 menit)
 Pastikan etiologi, siapkan untuk rujuk ke ICU
 Identifikasi dan terapi komplikasi medis yang terjadi
 Vasopresor bila diperlukan
 Phenytoin IV dosis 15-18mg/KgBB dengan kecepatan pemberian
50mg/menit atau bolus phenobarbital 10-15mg/KgBB IV dengan
kecepatan pemberian 100mg/menit.
D. Stadium IV (30-90 menit)
 Pindah ke ICU
 Perawatan intensif dan monitoring EEG
 Monitoring tekanan intrakranial bila perlu
 Berikan antiepilepsi rumatan jangka panjang
STATUS EPILEPTIKUS
No. Kode : Ditetapkan Oleh
Direktur RSUD KAB.
Terbitan :
MUNA
SOP No. Revisi :
Tgl Mulai Berlaku :
Pemerintah
Dr. Agus......... RSUD
KAB. MUNA Halaman : NIP.
KAB. MUNA

3. EDUKASI
A. Jelaskan mengenai status epileptikus, risiko dan komplikasi selama
perawatan.
B. Jelaskan faktor risiko dan pencegahan rekurensi
C. Edukasi tentang gejala epileptikus dan apa yang harus dilakukan
sebelum dibawa ke rumah sakit

4. PROGNOSIS
Ad Vitam : dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad Fungsionam : dubia ad bonam

7. Referensi 1. Kelompok Studi Epilepsi Perhimpunan dokter Spesialis saraf Indonesia.


Pedoman Tatalaksana epilepsi edisi ke-5. Kusumastuti K, Gunadharma
S, Kustiowati E ed. Airlangga University press.2014.
2. Sutter R, Ruegg S. Refractory Status Epilepticus : Epidemiologi Clinical
Aspects and Management of a persistent Epileptic storm.
Epileptologie.2012.
3. Brophy GM, Bell R, Claassen J, et al. Guideline for the Evolution and
Management of Status Epilepticus. Neurocrit Care. Spinger.2012.