Anda di halaman 1dari 48

sOAL UJIAN ASPEK HUKUM DALAM BISNIS

SOAL ASPEK HUKUM DALAM BISNIS


Dosen oleh: nur hudda elhasani, sh,mm
1. Manfaat apa yang Anda peroleh dari mengetahui aspek hukum dalam bisnis dalam kaitannya
dengan pekerjaan Anda? Jelaskan!

Manfaat mempelajari Ilmu Hukum di Fakultas Bisnis dan Kewirausahaan

Filed under: Uncategorized — dwiangghina31207314 @ 9:24 am

Menurut pendapat saya, dengan mempelajari hukum kita dapat mengetahui tentang:
1. Aturan-aturan hukum yang berlaku dalam perdagangan
2. Dapat mengetahui dasar-dasar hukum dalam mendirikan sebuah perusahaan.
3. Dapat mengetahui hukum yang berlaku dan dapat mentaatinya
4. Untuk memberikan bekal hukum bagi mahasiswa terutama dibidang ekonomi dan dalam
kehidupan sehari-hari
5. Agar kita tidak mudah ditipu oleh orang lain karena buta hukum
6. Agar semua hasil karya kita dapat dilindungi oleh hukum
7. Dapat mengetahui dasar-dasar hukum apabila mengalami suatu permasalahan dalam
perusahaan

2. Jelaskan perbedaan kaidah susila dengan kaidah kesopanan! Unsur-unsur apa saja yang
mempengaruhi pembentukan kaidah susila dan kaidah kesopanan?

3. Jelaskan solusi Anda agar pelanggaran dalam Hak Kekayaan Intelektual dapat dikurangi dan
jelaskan juga kendala-kendalanya!

4. Unsur-unsur apa saja yang harus ada dalam pengajuan class action?

5. Jelaskan perbedaan antara perikatan dengan perjanjian! Jelaskan juga perbedaan antara akta
otentik dengan akta dibawah tangan?

6. Apa perbedaan antara alat bukti dengan barang bukti! Dan apa yang dimaksud dengan saksi
ahli?

7. Jelaskan unsur-unsur yang ada dalam proses persidangan perdata!

8. Dalam hukum acara perdata dikenal dengan 7 (tujuh) azas, jelaskan yang dimaksud dengan
azas hakim bersifat pasif!

9. Maya mempunyai hutang kepada Marilis sebesar Rp.500.000.000,- dan Maya berkewajiban
mengangsur hutangnya selama 20 bulan sebesar Rp.25.000.000,- berikut bunga sebesar 2.75%
per bulan. Pada bulan ke 12 ternyata ada keputusan pengadilan yang bersifat tetap yang
menyatakan bahwa Maya Pailit. Padahal Maya juga mempunyai beberapa piutang dengan jumlah
total sebesar Rp. 2.000.000.000,-
Pertanyaannya: Dapatkah piutang Maya ikut disita sebagai jaminan pelunasan hutangnya?

10. Dikarenakan adanya Force Major Dewi tidak dapat memenuhi prestasinya (wanprestasi)
yaitu kewajiban mengirim beras 80 ton kepada Marimbun. Oleh Marimbun hal tersebut di gugat
ke Pengadilan Negeri, tetapi oleh Pengadilan gugatan tersebut ditolak.
Pertanyaannya: Alasan apakah Pengadilan Negeri menyatakan gugatan tersebut ditolak?.

1. Sebutkan dan jelaskan asas-asas dalam perikatan.


Jawab :
 Asas konsensual ->perjanjian mengikat saat terjadi kesepakatan.
 Asas kebebasan berkontrak -> setiap orang bebas berkontrak sepanjang tidak melanggar
UU.
 Asas kekuatan mengikat (pacta sunt servanda) -> setiap perjanjian mepunyai kekuatan
sebagaimana Undang-Undang bagi para pembuatnya.
 Asas itikad baik.
2. Kapan terjadinya suatu kesepakatan?
Jawab : Ketika bertemunya penawaran dan penerimaan pada hal yang bersifat esensial.
3. Jelaskan unsur-unsur perjanjian.
Jawab :
 Unsur esensialia -> unsur yang harus ada dalam perjanjian. Jika tidak ada unsur ini, maka
tidak ada perjanjian.
 Unsur naturalia -> unsur yang selalu dianggap ada dalam perjanjian.
 Unsur aksidentalia -> unsur yang diinginkan oleh para pihak.
4. Sebutkan syarat sah perjanjian.
Jawab :
Syarat sah subjektif
 Kesepakatan para pihak
 Kecakapan
Syarat sah objektif

 Suatu hal tertentu


 Sebab yang halal
5. Apa yang terjadi jika syarat objektif suatu perjanjian tidak dipenuhi?
Jawab : Perjanjian batal demi hukum.
6. Apa yang terjadi jika syarat subjektif tidak dipenuhi?
Jawab : Perjanjian tidak terjadi.
7. Apa yang terjadi jika syarat objektif cacat?
Jawab : Perjanjian dapat dibatalkan.
8. Sebutkan sebab syarat objektif dikatakan cacat.
Jawab :
 Kekhilafan
 Tertipu
 Terpaksa
 Penyalahgunaan keadaan karena keunggulan ekonomi dan/ata psikologi
9. Sebutkan macam-macam perjanjian menurut lahirnya perjanjian.
Jawab :
 Perjanjian konsensual -> perjanjian yang lahir pada saat tercapainya kesepakatan.
 Perjanjian formal -> perjanjian yang lahir pada saat dibuat secara tertulis
 Perjanjian real -> perjanjian yang lahir pada saat objeknya diserahkan
10. Sebutkan jenis jenis perjanjian .
Jawab :
 Perjanjian sederhana
 Perjanjian rumit:
o Perjanjian bersyarat
o Perjanjian dengan ketetapan waktu
o Perjanjian alternatif
o Perjanjian tanggung renteng
o Perjanjian yang dapat dibagi dan tidak dapat dibagi
o Perjanjian dengan ancaman hukuman.
11. Apa yang dimaksud dengan perjanjian sederhana?
Jawab : Perjanjian yang mengandung satu macam prestasi dan hanya satu orang di tiap
pihak.
12. Jelaskan tentang perjanjian bersyarat dan jenis jenisnya?
Jawab : Perjanjian bersyarat adalah perjanjian yang lahir atau batalnya digantungkan pada
suatu peristiwa yang belum tentu terjadi.
 Perjanjian dengan syarat tangguh -> lahirnya perjanjian digantungkan pada suatu peristiwa
yang belum tentu akan terjadi.
 Perjanjian dengan syarat batal -> batalnya perjanjian digantungkan pada suatu peristiwa
yang belum tentu akan terjadi.
13. Sebutkan syarat-syarat yang dilarang dalam perjanjian.
 Bertujuan melakukan sesuatu yang tak mungkin terlaksana
 Bertentangan dengan kesusilaan
 Dilarang oleh Undang-Undang
 Pelaksanaannya digantungkan pada kemauan orang yang terikat
14. Sebutkan 3 macam prestasi.
 Menyerahkan sesuatu (barang)
 Berbuat sesuatu (jasa)
 Tidak berbuat sesuatu (sifat pasif)
15. Sebutkan bentuk-bentuk wanprestasi.
Jawab :
 Tidak melaksakan sama sekali prestasi
 Terlambat melaksanakan
 Melaksanakan tidak sebagaimana mestinya
 Melaksanakan sesuatu yang dilarang dalam perjanjian.
16. Sebutkan kemungkinan yang dapat dituntut oleh pihak yang dirugikan bila terjadi
wanprestasi.
Jawab :
 Pemenuhan perjanjian

 Pemenuhan perjanjian + ganti rugi

 Pembatalan perjanian

 Pembatakan perjanjian + ganti rugi

17. Sebutkan tengkisan yang dapat diberikan terhadap tuduhan wan prestasi.
Jawab :
 Keadaan terpaksa
 Pihak lain juga wan prestasi.
 Pihak lain telah terlepas haknya atas pemenuhan perjanjian.
18. Jelaskan tentang risiko.
Jawab : Risiko adalah kerugian tanpa kesalahan. Dalam perjanjian, risiko hampir selalu ada
pada pemilik.
19. Sebutkan sebab-sebab hapusnya perikatan.
Jawab :
 Pembayaran
 Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan atau penitipan.
 Pembaruan utang
 Perjumpaan utang
 Percampuran utang
 Pembebasan utang
 Musnahnya barang yang terutang
 Kebatalan atau pembatalan
 Berlakunya syarat batal
 Kadaluarsa.
20. Apa yang dimaksud dengan pembayaran.
Jawab : Pembayaran aalah segala bentuk pemenuhan prestasi.
21. Sebutkan pihak-pihak yang berhak membayar.
Jawab :
 Orang yang turut berutang
 Penanggung utang
 Pihak ketiga yang tidak berkepentingan
22. Sebutkan pihak-pihak yang berhak menerima pembayaran.
 Kreditor
 Orang yang dikuasakan oleh kreditor
 Orang yang dikuasakan oleh hakim
 Orang yang dikuasakan oleh Undang-Undang.
23. Sebutkan jenis-jenis novasi.
Jawab :
 Novasi objektif -> pembaharuan utang
 Novasi subjektif -> pembaharuan subjek utang
o Novasi subjektif aktif -> kreditor diperbaharui
o Novasi subjektif pasif -> debitor diperbaharui.
24. Kapan musahnya barang yang terutang dapat menghapuskan perjanjian?
Jawab : Ketika barang hanya satu-satunya dan musnahnya merupakan risiko.
25. Apakah pengembalian barang gadai termasuk pembebasan utang?
Jawab : Selama tidak ada pernyataan tegas, maka tidak dapat dikatakan pembebasan utang,
akan tetapi hanya dianggap sebagai pembebasan gadai.
26. Sebutkan tiga unsur kerugian.
Jawab : Biaya, rugi, dan bunga.

4. Apa yang dimaksud dengan hak cipta? Bagaimana cara memperoleh pengakuan
hak cipta?

Berdasarkan UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, definisi Hak Cipta adalah
Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip
deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi
pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Objek hak cipta ialah
karya yang dibuat di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Hak eksklusif bagi pemegang
hak cipta terdiri dari hak ekonomi dan hak moral, Undang-undang Hak Cipta menguraikan
bahwa hak ekonomi ialah hak pemegang hak cipta untuk melakukan:

 penerbitan Ciptaan;
 penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;
 penerjemahan Ciptaan;
 pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan;
 pendistribusian Ciptaan atau salinannya;
 pertunjukan Ciptaan;
 pengumuman Ciptaan;
 komunikasi Ciptaan; dan
 penyewaan Ciptaan.

Prosedur/Diagram Alur Permohonan Hak Cipta:[3]

5. Apa saja yang bisa dipatenkan? Bagaimanakah Persyaratan Mengajukan


Permintaan Paten di Indonesia? Apakah Hak dan Kewajiban Pemilik atau
Pemegang Paten?

Pasal 1 angka 1 UUHP menyebutkan bahwa: “Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh
Negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu
tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak
lain untuk melaksanakannya”. Berdasarkan Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Invensi
adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang
spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan
pengembangan produk atau proses.[4] Adapun yang tidak termasuk dalam Invensi adalah:

 Kreasi estetika;
 skema;
 aturan dan metode untuk melakukan kegiatan
 aturan dan metode mengenai program komputer;
 presentasi mengenai suatu informasi.

Paten juga tidak diberikan untuk invensi tentang;

 Proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya


bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama,
ketertiban umum, atau kesusilaan;
 Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan
terhadap manusia dan/atau hewan;
 Teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika; atau
 Semua mahluk hidup, kecuali jasad renik, dan proses biologis yang esensial untuk
memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses non-biologis atau proses
mikrobiologis.

Tata cara atau prosedur untuk memperoleh hak paten: Sebelum mengajukan permohonan paten,
sangat disarankan agar inventor terlebih dahulu:

melaksanakan penelusuran (search), untuk memperoleh gambaran apakah invensi yang


diajukan memang memenuhi syarat kebaruan, artinya belum pernah ada pengungkapan
sebelumnya oleh siapapun, termasuk oleh si inventor sendiri. Penelusuran dapat dilakukan
terhadap dokumen-dokumen paten baik yang tersimpan pada database DJHKI, maupun kantor-
kantor paten lain di luar negeri yang representatif dan juga relevan terhadap teknologi dari
invensi yang akan kita patenkan; dan juga terhadap dokumen-dokumen nonpaten seperti jurnal-
jurnal ilmiah yang terkait.

langkah selanjutnya adalah membuat spesifikasi paten, yang terdiri sekurang-kurangnya atas:

 Judul Invensi;
 Latar Belakang Invensi, yang menerangkan teknologi yang ada sebelumnya serta masalah
yang terdapat pada teknologi tersebut, yang coba ditanggulangi oleh invensi;
 Uraian Singkat Invensi, yang menerangkan secara ringkas mengenai fitur-fitur yang
terkandung dalam, dan menyusun, invensi;
 Uraian Lengkap Invensi, yang menerangkan mengenai bagaimana cara melaksanakan
invensi;
 Gambar Teknik, jika diperlukan untuk menerangkan invensi secara lebih jelas;
 Uraian Singkat Gambar, untuk menerangkan mengenai Gambar Teknik yang disertakan;
 Abstrak, ringkasan mengenai invensi dalam satu atau dua paragraf;
 Klaim, yang memberi batasan mengenai fitur-fitur apa saja yang dinyatakan sebagai baru
dan inventif oleh sang inventor, sehingga layak mendapatkan hak paten.

Penyusunan spesifikasi paten membutuhkan keahlian dan pengalaman tersendiri, karena perlu
memadukan antara bahasa teknik dan bahasa hukum di dalamnya. Banyak Konsultan HKI
Terdaftar yang memiliki kualifikasi keahlian dan pengalaman tersebut, serta akan dapat
membantu anda menyusun spesifikasi. Perlu membayar biaya Permohonan Paten sebesar Rp.
750.000,00. Apabila ketiga persyaratan minimum ini dipenuhi, maka permohonan akan
mendapat Tanggal Penerimaan (FilingDate). Persyaratan lain berupa persyaratan formalitas
dapat dilengkapi selama tiga bulan sejak Tanggal Penerimaan, dan dapat dua kali diperpanjang,
masing-masing untuk dua dan satu bulan. Persyaratan formalitas tersebut adalah:

 Surat Pernyataan Hak, yang merupakan pernyataan Pemohon Paten bahwa ia memang
memiliki hak untuk mengajukan permohonan paten tersebut;
 Surat Pengalihan Hak, yang merupakan bukti pengalihan hak dari Inventor kepada
Pemohon Paten, jika Inventor dan Pemohon bukan orang yang sama;
 Surat Kuasa, jika permohonan diajukan melalui Kuasa;
 Fotokopi KTP/Identitas Pemohon, jika Pemohon perorangan;
 Fotokopi Akta Pendirian Badan Hukum yang telah dilegalisir, jika Pemohon adalah
Badan Hukum;
 Fotokopi NPWP Badan Hukum, jika Pemohon adalah Badan Hukum; dan
 Fotokopi KTP/Identitas orang yang bertindak atas nama Pemohon Badan Hukum untuk
menandatangani Surat Pernyataan dan Surat Kuasa.

Masa pengumuman akan dimulai segera setelah 18 (delapanbelas) bulan berlalu dari sejak
Tanggal Penerimaan, dan akan berlangsung selama 6 (enam) bulan.

Permohonan paten akan dimuat dalam Berita Resmi Paten dan media resmi pengumuman paten
lainnya. Tujuannya adalah membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui
mengenai invensi yang dimohonkan paten, di mana masyarakat bisa mengajukan keberatan
secara tertulis kepada DJHKI jika masyarakat mengetahui bahwa invensi tersebut tidak
memenuhi syarat untuk dipatenkan.

Segera setelah masa pengumuman berakhir, atau selambat-lambatnya 36 (tigapuluhenam) bulan


dari Tanggal Penerimaan, pemohon dapat mengajukan Permohonan Pemeriksaan Substantif
dengan menyerahkan Formulir yang telah dilengkapi dan membayar biaya ke DJHKI. Jika
pemohon tidak mengajukan Permohonan Pemeriksaan Substantif dalam batas waktu 36 bulan
dari Tanggal Penerimaan tersebut, maka permohonannya akan dianggap ditarik kembali dan
dengan demikian invensinya menjadi public domain. Dalam Tahap Pemeriksaan Substantif
inilah DJHKI melalui Pemeriksa Paten akan menentukan apakah invensi yang dimohonkan paten
tersebut memenuhi syarat substantif sehingga layak diberi paten, berdasarkan dokumen-dokumen
pembanding baik dokumen paten maupun non-paten yang relevan. Dalam waktu paling lambat
36 bulan sejak Permohonan Pemeriksaan Substantif diajukan, Pemeriksa Paten sudah harus
memutuskan apakah akan menolak ataupun memberi paten. Pemohon yang permohonan
patennya ditolak dapat mengajukan banding ke Komisi Banding Paten, yang dapat berlanjut ke
Pengadilan Niaga hingga akhirnya kasasi ke Mahkamah Agung. Jika pemohon menerima
penolakan, ataupun upaya hukum yang diajukannya tetap berujung pada penolakan, maka
invensi tersebut menjadi public domain.

Terhadap Invensi yang diberi paten, DJHKI akan segera mengeluarkan Sertifikat Hak Paten.

Hak dan Kewajiban pemegang paten berdasarkan Pasal 19 sampai 21 UU No. 13 tahun 2016
tentang Paten yakni sebagai berikut:

pemegang paten memiliki hak ekslusif untuk melaksanakan paten yang dimilikinya dan untuk
melarang pihak lain yang tanpa persetujuannya:

 dalam hal paten produk: membuat, menggunakan, menjual, menyimpan, menyewakan,


menyerahkan atau menyediakan untuk dijual atau disewakan atau diserahkan produk
yang diberi paten.
 dalam paten proses: menggunakan proses produksi yang diberi paten untuk membuat
barang atau tindakan lainnya sebagaimana dimaksud dalam huruf a.

Larangan menggunakan proses produksi yang diberi paten sebagaimana dimaksud dalam ayat 1
huruf hanya berlaku terhadap impor produk yang semata-mata dihasilkan dari penggunaan
proses yang diberi perlindungan paten.

dalam hal untuk kepentingan pendidikan, penelitian, percobaan, atau analisis, larangan
sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 dapat dikecualikan sepanjang tidak merugikan
kepentingan yang wajar dari pemegang paten dan tidak bersifat komersial.

Pasal 20

1. pemegang paten wajib membuat produk atau menggunakan proses Indonesia.


2. membuat produk atau menggunakan proses sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus
menunjang transfer teknologi, penyerapan investasi dana/atau penyediaan lapangan kerja.

Pasal 21

Setiap pemegang paten atau penerima lisensi paten, wajib membayar biaya tanggungan.

KEGIATAN LEMBAGA PEMBIAYAAN DI INDONESIA

1. Apa yang dimaksud dengan pembiayaan?


Jawab : pembiayaan secara umum tidak dapat dilepaskan dengan pemahaman dasar atas istilah
‘perkreditan”. Di mana pada awal timbulnya kredit berasal dari bahasa yunani yaitu “credere” yang
mempunyai arti “kepercayaan”. Disebut demikian karena pada awalnya kredit dilakukan berdasarkan
atas asas kepercayaan dari pemilik dana dan pihak yang memerlukan dana.
2. Hal-hal Apa saja yang berhubungan dengan perusahaan pembiayaan sebagai lembaga ekonomi?
Jawab :
a) Perusahaan atau badan usaha : istilah perusahaan sebagai sebuah system diartikan sebagai kombinasi
dari berbagai sumber daya ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses
produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu, seperti keuntungan,
pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun tanggung jawab social.
b) Lembaga pembiayaan : Definisi lembaga pembiayaan menurut Keppres RI No. 61 Tahun 1988 dalam
pasal 1 ayat (2), yaitu: “Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan
dalam bentuk penyedia dana atua barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari
masyarakat.”
c) Perusahaan pembiayaan : Definisi lembaga pembiayaan menurut Keppres RI No. 61 Tahun 1988
dalam pasal 1 ayat (5), yaitu: “Perusahaan pembiayaan adalah badan usaha di luar bank dan lembaga
keungan bukan bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang
usaha lembaga pembiayaan.”
d) Lembaga pembiayaan sebagai institusi hukum dan ekonomi : dalam arti luas, institusi (lembaga)
ekonomi adalah “sekumpulan norma-norma aturan main, dan cara pikir yang telah baku, hak milik,
perusahaan-perusahaan, rumah tangga konsumen, pemerintah, uang, pajak, motivasi memperoleh
keuntungan, perencanaan, anjak piutang, pembiayaan konsumen, modal ventura, usaha kartu kredit,
perdagangan surat berharga, sewa guna usaha, semuanya adalah contoh-contoh institusi ekonomi.”
e) Bentuk badan hukum : Badan hukum sebagai subyek hukum dapat dibagi menjadi 2 klasifikasi, yaitu
(1) Badan hukum publik, misalnya Negara, Daerah Propinsi, Desa, Bank Indonesia, BUMN yang
berorientasi kepentingan publik, dll. (2) badan hukum perdata, misalnay Perseroan Terbatas (PT),
koperasi, commanditer veenotschapt (CV), yayasan, yang berorientasi pada pengaturan kepentingan
internal dan/atau antar pribadi, yang didirikan berdasrakan hukum sipil atau perdata.

BAB II
KEGIATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN DALAM BISNIS

1. Apa yang anda ketahui tentang lembaga pembiayaan?


Jawab : Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk
penyedia dana atua barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat.
Unsur-unsur yang terkait dengan lembaga pembiayaan yaitu:
a) Badan usaha;
b) Melakukan kegiatan pembiayaan;
c) Obyek pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal; dan
d) Tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat.
2. Bagaimana persyaratan dan tata cara pendirian perusahaan pembiayaan?
Jawab : Persyaratan dan tata cara pendirian perusahaan pembiayaan dapat diperhatikan dalam
Peraturan Mentri Keuangan Nomor 84/ PMK. 012 / 2006 tentang Perusahhan pembiayaan dalam pasal 1
ayat I bahwa izin usaha untuk melakukan kegiatan usaha dibidang pembiayaan yang ditetapkan oleh
Kementrian Keuangan RI.
Tata cara pendirian perusahaan pembiayaan dapat didirikan dalam bentuk badan hukum Perseroan
Terbatas atau Koperasi (Pasal 7 ayat (1) Peraturan Mentri Keuangan Nomor 84/ PMK. 012 / 2006).
Kemudian dalam pasal yang sama dalam ayat (2) dinyatakan bahwa persyaratan pendirian Perusahaan
Pembiayaan Konsumen sebagai brikut:
a) Warga Negara Indonesia dan/atau badan hokum Indonesia; atau
b) Badan usaha asing dan warga negara Indonesia dan/ atau badan hukum Indonesia (patungan)

Pengajuan memperoleh izin usaha dari Kementrian keuangan RI bagi pendirian pembiayaan konsumen
wajib mencantumkan dalam anggaran dasarnya kegiatan pembiayaan yang dilakukannya sesuai dengan
format yang telah dilakukan yang wajib dilampiri dengan:
a) Akta pendirian badan hukum termasuk anggaran dasar yang telah disahkan oleh instansi berwenang
b) Data direksi dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas
c) Data pemegang saham atau anggota
d) System dan prosedur kerja, struktur organisasi, dan personalia
e) Fotokopi bukti pelunasan modal disetor dalam bentuk deposito berjangka pada salah satu bank
umum di Indonesia dan dilegalisasi oleh bank penerima setoran yang masih berlaku selama masih dalam
proses pengajuan izin usaha
f) Rencana kerja untuk 2 tahun pertama
g) Bukti kesiapan operasional
h) Perjanjian usaha patungan antara pihak asing dan pihak Indonesia bagi perusahaan patungan
i) Pedoman Pelaksanaan penerapan prinsip Mengenal Nasabah (P4MN)

BAB III
LEMBAGA KARTU KREDIT

1. Apa yang nada ketahui tentang kartu kredit?


Jawab : kartu kredit yaitu kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya yang dapat digunakan
oleh pembawaannya untuk membeli segala keperluan dan barang-barang serta pelayanan tertentu
secara hutang.
Kartu kredit ini terbagi menjadi dua :
a) Kartu kredit pinjaman yang tidak dapat diperbaharui (charge card)
b) Kertu kredit pinjaman yang bisa diperbaharui (Revolving credit card)
2. Bagaimana pendapat para ulama tentang masalah kartu kredit?
Jawab : ulama fiqh kontemporer ketika membahas persoalan ini pandangan mereka terbagi menjadi dua
kubu :
a) Kubu yang membolehkan. Mereka menganggap bahwa transaksi itu sah, namun komitmennya batal.
Yakni apabla pihak nasabah yakin bahwa ia akan mampu menjaga diri untuk tidak terjerumus kedalam
konsekuensi menanggung akibat komitmen tersebut.
b) Kubu yang melarang. Mereka menganggap teransaksi tersebut batal. Demikian pendapt tegas dari
kalangan malikiyah dan syafiiyah

BAB IV
KEGIATAN ANJAK PIUTANG DALAM BISNIS

1. Apa yang disebut perusahaan anjak piutang?


Jawab : yaitu badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/ atau
pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan dalam atau luar negri.
2. Bagaimana cara pengalihan piutang?
Jawab : yaitu piutang yang timbul dari perdagangan umumnya piutang atas nama (on nama). Dalam
pasal 613 ayat ( 1) KUHP perdata ditentukan penyerahan piutang atas nam dan benda tak berwujud
lainnya dilakukan dengan akta otentik atau tidak otentik, dengan mana hak-hak tersebut dilimpahkan
pada orang lain.

1. Sebutkan perbedaan antara badan usaha dan perusahaan ditinjau dari aspek-aspek:
a. Tujuannya!
b. Fungsinya!
c. Bentuknya!
Jawab:
Perbedaan antara badan usaha dan perusahaan ditinjau dari aspek-aspek:
a. Tujuannya
- Badan Usaha : Mencari keuntungan.
- Perusahaan : Menghasilkan barang dan jasa.
b. Fungsinya
- Badan Usaha : Badan tertinggi untuk mengurus perusahaan.
- Perusahaan : Alat badan usaha dalam mencari keuntungan.
c. Bentuknya
- Badan Usaha : Yuridis/hukum, PT, Firma, CV, Perusahaan Perseorangan.
- Perusahaan : Pabrik, toko, warung, kios, dan lain-lain.
2. Apa yang kamu ketahui tentang badan usaha-badan usaha berikut ini!
a. Badan usaha agraris
b. Badan usaha perdagangan
c. Badan usaha industri
d. Badan usaha ekstraktif
e. Badan usaha jasa
f. Badan usaha milik negara
g. Badan usaha milik swasta
h. Badan usaha dengan perusahaan padat modal
i. Badan usaha dengan perusahaan padat karya
Jawab:
Badan usaha-badan usaha:
a. Badan usaha agraris atau pertanian adalah badan usaha yang kegiatannya bergerak di bidang
pengolahan tanah. Bidang usaha ini berkaitan erat dengan keadaan alam.
b. Badan usaha perdagangan adalah badan usaha yang kegiatan usahanya membeli barang dan
menjualnya kembali, tanpa mengubah sifat barang.
c. Badan usaha industri adalah badan usaha yang kegiatan usahanya mengolah bahan mentah
menjadi barang setengah jadi atau menjadi barang jadi.
d. Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatan usahanya menggali, mengambil, dan
mengumpulkan kekayaan alam yang telah tersedia. Ciri khas usaha ekstraktif adalah tidak
mengubah atau membuat barang.
e. Badan usaha jasa adalah badan usaha yang kegiatan usahanya memberikan atau menyewakan
jasa kepada orang atau badan lain, seperti asuransi, bank, dan transportasi.
f. Badan usaha milik negara adalah badan usah yang seluruh atau sebagian besar modalnya
dimiliki negara.
g. Badan usaha milik swasta adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh swasta.
Modalnya dapat dimiliki oleh seseorang atau beberapa orang.
h. Badan usaha dengan perusahaan padat modal adalah badan usaha yang perusahaannya lebih
banyak menggunakan modal (mesin) dibandingkan tenaga kerja manusia.
i. Badan usaha dengan perusahaan padat karya adalah badan usaha yang perusahaannya lebih
banyak menggunakan tenaga kerja manusia dibandingkan modal atau mesin.
3. Sebutkan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan bentuk badan usaha berikut ini!
a. Perusahaan perseorangan
b. Perusahaan firma (Fa)
c. Perusahaan komanditer (CV)
d. Perusahaan perseroan terbatas (PT)
Jawab:
Kebaikan dan keburukan bentuk badan usaha.
a. Perusahaan perseorangan
- Kebaikan perusahaan perseorangan
a) Mudah mendirikannya.
b) Pemilik menerima seluruh laba yang diterima.
c) Pemilik bebas mengelola sendiri.
d) Tidak banyak mengikuti ketentuan aturan (hukum).
e) Dapat dengan mudah dibubarkan saat setiap saat apabila dikehendaki.
f) Hubungan hubungan dengan pihak luar bersifat pribadi.
g) Manajemen yang sederhana.
h) Pajak relatif ringan.
i) Keputusan dapat diambil dengan cepat.
j) Rahasia perusahaan sangat terjamin.
k) Biaya organisasi lebih murah karena sumber daya relatif kecil.
- Keburukan perusahaan perseorangan
a) Sumber modal terbatas pada pendirinya.
b) Kemampuan mengurus perusahaannya terbatas.
c) Utang-utang kepada pihak ketiga ditanggung oleh kekayaan pribadinya.
d) Risiko kerugian ditanggung sendiri.
e) Pengembangan dan kelangsungan usaha tergantung seorang pribadi yang dapat sakit atau
meninggal.
b. Perusahaan firma (Fa)
- Kebaikan persekutuan firma
a) Kelangsungan perusahaan lebih terjamin.
b) Pembagian kerja dapat dilakukan berdasarkan keahlian yang dimiliki anggota.
c) Pengumpulan modal dapat diperoleh lebih besar.
d) Mudah mendapatkan kredit dari pihak ketiga.
e) Risiko lebih ringan karena ditanggung bersama.
f) Kesempatan kerja yang lebih luas bagi karyawan.
g) Status hukum yang tetap.
- Keburukan persekutuan firma
a) Tangggung jawab yang tidak terbatas dari para anggota.
b) Tidak terjamin kelangsungan usaha.
c) Kesulitan dalam pengaturan kepengurusan (manajemen).
d) Luas usahanya akan terbatas.
e) Kesalahan seorang firma harus ditanggung bersama.
f) Perbedaan pendapat dari para anggota menyulitkan pengambilan keputusan.
g) Tidak ada pemisahan antara hak milik perusahaan dengan hak milik anggota firma.
c. Perusahaan komanditer (CV)
- Kebaikan persekutuan komanditer
a) Pendiriannya relative mudah.
b) Modal yang dikumpulkan akan lebih banyak dibandingkan PP dan Fa.
c) Mudah mendapatkan kredit atau pinjaman.
d) Kemampuan manajemen lebih baik dibandingkan PP dan Fa.
- Keburukan persekutuan komanditer
a) Sebagian anggota mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas.
b) Kelangsungan hidup perusahaan sewaktu-waktu dapat terganggu.
c) Kesulitan menarik dana yang telah disetorkan.
d. Perusahaan perseroan terbatas (PT)
- Kebaikan perseroan terbatas
a) Mudah mendapatkan modal dengan cara menjual sahamnya.
b) Pemimpinnya mudah diganti apabila kurang cakap.
c) Kelangsungan usaha tidak tergantung pada umur pemimpin.
d) Mudah mendapat kredit dari bank.
e) Karena saham-sahamnya mudah diperjual-belikan, pesero dapat menjual sahamnya apabila
membutuhkan uang tunai.
- Keburukan perseroan terbatas
a) Tanggungjawab yang terbatas, cenderung mendorong tindakan pengurus menjadi ceroboh.
b) Saham-saham yang mudah diperdagangkan mengakibatkan timbulnya spekulasi.
c) Dividen yang diterima pemegang saham dikenakan pajak, sehingga mengurangi pendapatan.
d) Kurang terjaminnya rahasia perusahaan.
4. Jelaskan tentang keanggotaan pada persekutuan komanditer (CV) berikut ini!
a. Sekutu pimpinan
b. Sekutu terbatas
c. Sekutu diam
d. Sekutu rahasia
e. Sekutu senior
f. Dormant
Jawab:
Keanggotaan pada persekutuan komanditer (CV)
a. Sekutu Pimpinan (General Partner) adalah anggota yang aktif dalam kepengurusan CV, yaitu
turut memimpin perusahaan dan bertanggung jawab secara tidak terbatas terhadap utang-utang
perusahaan.
b. Sekutu Terbatas (Limited Partner) adalah anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap
utang perusahaan, sebesar modal yang disetorkan dan tidak boleh aktif dalam perusahaan.
c. Sekutu Diam (Silent Partner) adalah sekutu yang tidak aktif menjalankan perusahaan, akan
tetapi dikenal sebagai sekutu dalam CV tersebut.
d. Sekutu Rahasia (Secret Partner) adalah sekutu yang aktif menjalankan perusahaan tetapi tidak
diketahui oleh umum bahwa yang bersangkutan merupakan anggota CV.
e. Sekutu Senior adalah keanggotaan yang didasarkan pada lamanya investasi atau lamanya
bekerja pada perusahaan tersebut.
f. Dormant (Sleeping Partner) adalah sekutu yang tidak aktif dalam kegiatan perusahaan dan tidak
dikenal umum sebagai sekutu dalam CV.
5. Sebutkan perbedaan antara anggota/sekutu aktif dengan sekutu pasif!
Jawab:
Perbedaan antara anggota/sekutu aktif dengan sekutu pasif.
Sekutu Aktif Sekutu Pasif
1) Aktif menjalankan perusahaan. 1) Hanya menyertakan modal saja.
2) Penanaman Modal. 2) Bertanggung jawab terbatas hanya
kepada modal yang disertakan.
3) Dapat melakukan perjanjian dengan 3) Namanya tidak boleh dipakai terhadap
pihak luar. nama perusahaan.
4) Bertanggung jawab penuh terhadap 4) Tidak boleh ikut campur tangan dalam
segala harta kekayaannya. kepemimpinan.
6. Hal-hal apa sajakah yang perlu disebutkan dalam akta pendirian sebuah perseroan!
Jawab:
Dalam akta pendirian harus disebutkan:
a) Nama perseroan.
b) Tempat kedudukan perseroan.
c) Tujuan perseroan.
d) Jumlah modal perseroan.
e) Anggaran dasar perseroan.
7. Sebutkan alasan-alasan yang mungkin mendasari orang untuk mendirikan sebuah perseroan!
Jawab:
Alasan mendirikan perseroan adalah:
a) Mudah mengumpulkan modal yang besar dengan mengeluarkan saham.
b) Sahamnya bersifat mobil (mudah dipindah-tangankan) apabila suatu waktu ingin memindahkan
sahamnya pada orang lain.
c) Kelangsungan perusahaan lebih terjamin.
d) Kedudukannya sebagai badan hukum.
8. Sebutkan ciri-ciri umum sebuah perusahaan negara (BUMN)!
Jawab:
Ciri-ciri perusahaan negara (BUMN)
a) Melayani kepentingan masyarakat umum.
b) Berusaha memperoleh keuntungan/laba.
c) Berstatus badan hukum dan tunduk kepada hukum yang berlaku di Indonesia.
d) Bergerak pada bidang produksi atau jasa yang vital (menguasai hajat hidup orang banyak).
e) Bertujuan membangun perekonomian nasional menuju masyarakat adil dan makmur.
f) Modalnya terdiri atas kekayaan negara yang dipisahkan dan tidak terbagi atas saham-saham,
atau ada ketentuan lain berdasarkan undang-undang.
9. Apa yang dimaksud dengan saham-saham berikut ini!
a. Saham biasa (common stock)
b. Saham preferen (preferent stock)
c. Saham bonus
d. Saham pendiri
e. Saham kosong
Jawab:
Jenis-jenis saham
a. Saham biasa (common stock) adalah saham yang tidak mempunyai kelebihan hak dari jenis
lainnya, artinya pemilik saham akan memperoleh deviden apabila perusahaan mendapatkan
keuntungan.
b. Saham preferen (preferent stock) adalah saham yang mempunyai preferensi atau hak-hak
istimewa.
c. Saham bonus adalah saham yang diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham
lainnya.
d. Saham pendiri adalah saham yang diberikan kepada para pendiri perseroan karena jasa-jasanya
dalam mendirikan perusahaan.
e. Saham kosong adalah saham yang dibeli kembali oleh perseroan dari para pemegang saham
yang kemudian disimpan dan tidak digunakan lagi sebagai modal perseroan.
10. Sebutkan ciri-ciri umum perusahaan daerah!
Jawab:
Beberapa ciri perusahaan daerah adalah:
a) Diatur berdasarkan Peraturan Daerah yang bersangkutan.
b) Bentuk badan usaha dapat berupa Badan Hukum.
c) Modal perusahaan dapat berasal dari kekayaan daerah seluruhnya atau ketentuan lain.
d) Perusahaan daerah dipimpin oleh dewan direksi yang diatur berdasarkan peraturan daerah yang
bersangkutan.
11. Jelaskan pengertian serta tujuan dari Perusahaan Daerah!
Jawab:
Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang diatur dengan suatu peraturan daerah yang
aktivitasnya memenuhi kebutuhan masyarakat dan modal seluruhnya atau sebagian merupakan
kekayaan daerah yang dipisahkan, kecuali ada ketentuan lain. Tujuan dari Perusahaan Daerah
adalah ikut serta melaksanakan pembangunan ekonomi nasional pada umumnya dan
pembangunan ekonomi daerah pada khususnya.
12. Apa sajakah kebaikan dan keburukan sekutu pasif atau anggota diam!
Jawab:
Kebaikan dan keburukan sekutu pasif atau anggota diam
 Kebaikan sekutu pasif atau anggota diam adalah mereka hanya bertanggung jawab terbatas pada
modal yang diikutsertakan dalam perusahaan.
 Keburukan sekutu pasif atau anggota diam adalah mereka tidak boleh turut ikut campur dalam
kepemimpinan dan ada kemungkinan para anggota pengusaha kurang jujur, terutama masalah
yang berhubungan dengan pembagian keuntungan.
13. Sebutkan ciri-ciri Perusahaan Perseroan (Persero)!
Jawab:
Ciri-ciri Persero, yaitu:
1) Berusaha mendapatkan keuntungan atau laba.
2) Status hukumnya sebagai perdata, berbentuk Perseroan Terbatas.
3) Karena PT modalnya terdiri atas saham-saham maka seluruh atau sebagian sahamnya dikuasai
oleh pemerintah.
4) Hubungan-hubungan usaha diatur menurut hukum perdata.
5) Tidak mendapatkan fasilitas negara.
6) Dipimpin oleh dewan direksi.
7) Karyawannya berstatus pegawai perusahaan swasta.
8) Peranan pemerintah adalah sebagai pemegang saham perusahaan.
9) Pengawasan dilakukan oleh Dewan Komisaris.
10) Direksi bertanggung jawab kepada rapat umum pemegang saham.
14. Sebutkan ketentuan-ketentuan mengenai persekutuan firma!
Jawab:
Ketentuan-ketentuan mengenai persekutuan firma
a) Dalam keanggotaan, setiap anggota berhak menjadi pemimpin.
b) Tidak boleh memasukkan anggota baru kecuali atas persetujuan anggota lain.
c) Keanggotaan tidak bisa dipindahkan kepada orang lain, selama anggota tersebut masih hidup.
d) Apabila kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutupi utang perusahaan, maka kekayaan
pribadi para sekutu firma menjadi jaminan.
e) Sekutu yang tidak memasukkan modal, tetapi hanya tenaga kerja saja, akan memperoleh bagian
laba atau rugi sama dengan sekutu yang memasukkan modal terkecil.
15. Jelaskan yang dimaksud dengan usaha gabungan!
Jawab:
Usaha gabungan, disebut juga persekutuan, merupakan kerjasama antara beberapa orang yang
bertujuan untuk mendapatkan laba. Sedangkan mengenai tanggung jawab serta kepemimpinan
dalam perusahaan, tergantung pada bentuk-bentuk khusus persekutuan tersebut.
16. Jelaskan pengertian dari Badan Usaha!
Jawab:
Badan Usaha adalah kesatuan yuridis ekonomis yang bertujuan untuk mencari keuntungan,
sedangkan perusahaan adalah satuan teknis dalam berproduksi yang bertujuan untuk
menghasilkan barang dan jasa. Dari pengertian tersebut mengandung pengertian bahwa
perusahaan merupakan bagian dari badan usaha atau perusahaan merupakan alat badan usaha
untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu, suatu badan usaha bias mempunyai lebih dari satu
perusahaan.
17. Sebutkan dan jelaskan badan usaha berdasarkan bentuk hukum atau tanggung jawab anggotanya!
Jawab:
Badan usaha berdasarkan bentuk hukum atau tanggung jawab anggotanya, yaitu:
a) Badan usaha yang pemiliknya bertanggung jawab penuh terhadap harta benda atau modal yang
disertakannya dalam perusahaan. Artinya, tidak ada pemisahan antara kekayaan pribadinya.
b) Badan usaha yang pemiliknya hanya bertanggung jawab terhadap modalnya, sebatas modal yang
diikutsertakannya dalam badan usaha. Artinya, kekayaan pribadi tidak termasuk dalam modal
badan usaha.
18. Jelaskan jenis-jenis Persekutuan Komanditer berdasarkan asal-usulnya!
Jawab:
Berdasarkan asal-usulnya, Persekutuan Komanditer dibedakan dalam tiga macam yaitu:
a) Persekutuan Komanditer Asli adalah CV yang berasal dari badan usaha perseorangan.
b) Persekutuan Komanditer Campuran adalah CV yang berasal dari firma, jadi beberapa anggota
pengusaha dengan seorang atau beberapa orang anggota diam.
c) Persekutuan Komanditer Berandil adalah CV dapat asli atau campuran memperoleh tambahan
modal komanditer yang dibagi-bagi menjadi andil-andil, saham-saham, atau sero-sero.
19. Sebutkan beberapa alasan penggabungan perusahaan!
Jawab:
1) Menghemat biaya dan meningkatkan laba.
2) Melakukan perluasan usaha.
3) Menambah modal.
20. Konsep penggabungan perusahaan dapat dilakukan secara horizontal dan vertikal. Apa yang
kamu ketahui tentang kedua jenis penggabungan perusahaan tersebut? Jelaskan!
Jawab:
a) Penggabungan Horizontal
Penggabungan mendatar atau horizontal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan setingkat atau
sejenis, penggabungan ini disebut paralelisasi. Misalnya perkebunan teh dan perkebunan kopi
yang tadinya masing-masing berdiri sendiri sekarang digabungkan menjadi satu perusahaan.
b) Penggabungan Vertikal
Pembangunan vertikal disebut integrasi atau vertical integrasi atau vertical integration adalah
penggabungan dua perusahaan atau lebih dalam satu lingkup perusahaan yang tadinya masing-
masing berdiri sendiri. Misalnya suatu perusahaan pemintalan benang tenun, perusahaan
pertenunan tekstil yang sebelumnya berdiri sendiri, kemudian digabung menjadi perusahaan
besar.
21. Apa yang kamu ketahui tentang:
a. Merger mendatar?
b. Merger vertikal?
c. Merger sirkuler?
Jelaskan!
Jawab:
a. Merger mendatar atau horizontal merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih yang
sejenis, disebut juga paralelisasi sejenis.
b. Merger vertikal adalah penggabungan dari dua perusahaan atau lebih yang dekatnya berurutan
dalam satu lingkup perusahaan, disebut juga integrasi atau vertical integration.
c. Conglomerate atau circular merger adalah gabungan dari dua perusahaan atau lebih yang
memproduksi atau menghasilkan barang-barang yang berbeda dan tidak ada hubungan satu sama
lain.
22. Apa yang kamu ketahui tentang:
a. Akuisisi horizontal?
b. Akuisisi vertikal?
c. Akuisisi konglomerat?
Jelaskan!
Jawab:
a. Akuisisi horizontal, yaitu pengambilalihan yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang
merupakan saingan perusahaan tersebut di pasar yang sama.
b. Akuisisi vertikal, yaitu pengambilalihan yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang berada
dalam sebuah hubungan pemasok dan langganan.
c. Akuisisi konglomerat, yaitu pengambilalihan perusahaan yang beroperasi dalam pasar-pasar
yang tidak berhubungan satu sama lain, biasanya dalam rangka diversifikasi aktivitas
perusahaan.
23. Apa yang kamu ketahui tentang:
a. Kartel?
b. Trust?
c. Holding?
d. Joint venture?
e. Concern?
f. Limited partnership?
g. Limited partnership association?
h. Joint stock company?
i. Business trust?
j. Production sharing?
Jelaskan!
Jawab:
a. Kartel adalah bentuk penggabungan beberapa perusahaan sejenis berdasarkan perjanjian tertentu
antarmereka.
b. Trust adalah penggabungan beberapa perusahaan yang menjadi satu perusahaan raksasa dan
perusahaan-perusahaan yang menggabungkan diri hilang menjadi perusahaan baru yang sangat
besar.
c. Holding company adalah perusahaan yang memiliki saham-saham perusahaan lain dengan
tujuan untuk menguasai perusahaan yang dibeli saham-sahamnya.
d. Joint venture adalah bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan dari beberapa negara menjadi
satu perusahaan untuk mencapai kesatuan kekuatan ekonomi yang padat, tanpa memandang
besar kecilnya modal, kekuasaan ekonomi, maupun lokasi masing-masing anggota yang
bersangkutan.
e. Concern merupakan gabungan perusahaan seperti kartel dan trust hanya saja concern bertujuan
untuk memperoleh sumber-sumber pembelanjaan dan bukan untuk mengatur persaingan dan
memperoleh kedudukan monopoli.
f. Ciri khas bentuk badan usaha ini adalah terbatasnya tanggung jawab dari para partner.
g. Badan usaha ini merupakan campuran antara partnership dengan perseroan terbatas.
h. Joint stock company adalah suatu persekutuan sukarela dari orang-orang yang beroperasi di
bawah suatu perjanjian khusus dan modalnya terdiri atas saham-saham yang bebas
diperdagangkan.
i. Business trust adalah bentuk penggabungan yang didasari oleh suatu konsep mengadopsi
kebaikan-kebaikan dari perseroan terbatas dan menghindari keburukan-keburukan dari firma dan
komanditer.
j. Production sharing adalah suatu bentuk kerjasama atau gabungan badan usaha yang mengatur
tentang pembagian hasil.
24. Sebutkan perbedaan antara kartel dan trust!
Jawab:
Perbedaan antara kartel dan trust adalah:
a. Bentuk kerjasama kartel adalah hubungan kontraktual, sedangkan pada trust badan usaha yang
tergabung menjadi milik bersama.
b. Tujuan pembentukan kartel adalah untuk menguasai pasar, sedangkan pada trust tergantung pada
jenis-jenis badan usaha yang menggabungkan diri.
c. Yang tergantung pada kartel adalah perusahaan-perusahaan sejenis (konsentrasi horizontal),
sedangkan pada trust dapat horizontal maupun vertikal.
d. Gabungan pada kartel bersifat sementara, sedangkan pada trust bersifat permanen.
e. Dalam kartel badan usah yang tergabung memiliki kebebasan, sedangkan pada trust kurang
memiliki kebebasan karena badan usahanya digabungkan menjadi satu.
25. Sebutkan kelebihan dan kelemahan dari badan usaha business trust!
Jawab:
Kelebihan dan kelemahan dari badan usaha business trust
 Kelebihan dari badan usaha business trust
a) Pembentukannya mudah dan murah.
b) Menjamin kebebasan dari tanggung jawab pribadi oleh para pemegang saham sampai mereka
berhak untuk mengubah perwalian.
c) Bebas dari penguasaan pemerintah.
d) Dapat mengumpulkan modal yang besar dan manajemen yang fleksibel.
 Kelemahan dari badan usaha business trust
a) Dikenakan pajak seperti perseroan terbatas.
b) Ada kemungkinan tanggung jawab tidak terbatas untuk para pemegang saham dan bertindak
berlebihan.
c) Saham-sahamnya tidak mudah untuk dijual.
d) Ada pembatasan waktu mengenai umur business trust.
e) Masyarakat kurang banyak mengenal badan usaha business trust.
26. Sebutkan perbedaan antara bentuk badan usaha corner dan ring!
Jawab:
Bentuk badan usaha seperti ini dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang melakukan
spekulasi dengan jalan membeli dan menahan sebagian atau seluruh barang persediaan, sehingga
barang yang bersangkutan menjadi kurang dan harganya menjadi naik. Sesudah harga naik,
dijual, sehingga mendapat laba yang besar. Apabila spekulasi dilakukan oleh seorang disebut
corner dan apabila oleh beberapa orang disebut ring.
27. Sebutkan kebaikan dan kelemahan perusahaan multinasional!
Jawab:
Kebaikan dan kelemahan perusahaan multinasional
 Kebaikan perusahaan multinasional
a) Dengan penguasaan manajemen dan teknologi, perusahaan dalam negeri dapat menyerap alih
teknologi.
b) Mempelajari cara-cara mengambil kesempatan berusaha, spesialisasi, dan kerjasama berusaha.
c) Investasi akan membantu pembangunan ekonomi negara tempat perusahaan.
d) Meningkatkan taraf hidup, pendapatan karyawan dan masyarakat.
e) Cara-cara lisensi mempermudah usaha.
f) Mengajarkan cara bersaing sehat.
g) Menyumbangkan ekspor pada negara pengundang.
h) Memungkinkan diproduksinya berbagai jenis barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
 Kelemahan perusahaan multinasional
a) Bentuk pasarnya bersifat oligopolis.
b) Merusak neraca pembayaran karena mengimpor barang modal.
c) Pada permulaan, biasanya keuntungan dibawa ke induk perusahaan.
d) Mengganggu kehidupan politik negara pengundang dan mempengaruhi masa depan ekonomi
negara pengundang.
e) Mengeksploitasi tenaga kerja dengan gaji rendah.
f) Memaksa negara untuk lebih ketat dalam aturan politik, fiskal, moneter, dan kesempatan kerja.
28. Sebutkan beberapa strategi dalam perusahaan multinasional di bidang:
a. Pemasaran!
b. Produksi!
c. Pembelanjaan!
d. Tenaga kerja!
e. Akuntansi dan administrasi!
Jawab:
a. Bidang pemasaran.
1) Pemasaran yang agresif dan efektif.
2) Memanfaatkan adanya keanekaragaman produk dengan kemasan yang menarik.
3) Memanfaatkan integrasi yang vertikal.
4) Mempraktekkan perang harga dengan memperhatikan struktur biaya.
5) Meminimumkan kemungkinan pengembalian barang oleh konsumen.
6) Menghindari kekurangan barang atau pengiriman lambat.
7) Mengadakan ekspor.
b. Bidang produksi.
1) Memprioritaskan penelitian dan pengembangan, serta selalu mencari peluang pasar baru.
2) Memelihara alat dan fasilitas dengan baik.
3) Mengadakan pengawasan kualitas yang efisien dan efektif.
4) Memanfaatkan fasilitas yang optimal.
5) Mempertahankan dan mempertinggi produktivitas dan kapasitas produksi.
6) Menyediakan bahan mentah secara cukup.
7) Memanfaatkan otomatisasi dan bekerja dengan padat modal.
8) Menjaga keamanan terhadap fasilitas.
9) Menghindari pemborosan modal.
10) Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan sistem pembelian, pemasaran, dan produksi.
11) Melatih kader produksi.
12) Mengawasi biaya secara efisien.
c. Bidang pembelanjaan/keuangan.
1) Menarik dana dari sumber-sumber keuangan yang menguntungkan.
2) Berusaha melunasi hutang secepat mungkin.
3) Mengalokasikan dana dengan batasan pengeluaran.
4) Wewenang penggunaan dana didesentralisasikan.
d. Bidang tenaga kerja.
1) Memperhatikan pengembangan tenaga kerja.
2) Membina leadership, melalui kaderisasi.
3) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan.
4) Diusahakan untuk selalu meng-upgrade tenaga kerja.
e. Bidang akuntansi dan administrasi.
1) Bekerja dengan anggaran, standard cost serta menggunakan kriteria investasi.
2) Bekerja berdasarkan proyeksi-proyeksi.
3) Mendasarkan diri pada system dan prosedur akuntansi.
29. Sebutkan dan jelaskan macam-macam holding company!
Jawab:
Holding company dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Pure holding company, adalah perusahaan yang tidak mempunyai usaha sendiri dan hanya
memiliki saham-saham dari perusahaan anak.
b. Mix holding company, adalah holding company yang di samping memiliki saham-saham dari
perusahaan-perusahaan anak, juga mempunyai sumber pendapatan dari usaha sendiri.
30. Sebutkan ciri-ciri limited partnership association!
Jawab:
Ciri-ciri limited partnership association:
a. Pemiliknya adalah para sekutu.
b. Saham tidak dapat diperjualbelikan.
c. Dewan manager (direktur) dipilih oleh sekutu.
d. Tanggung jawab sekutu terbatas.
31. Sebutkan kebaikan dari joint stock company!
Jawab:
Beberapa kebaikan dari joint stock company adalah:
a. Biaya organisasinya murah.
b. Umur perusahaan tidak tergantung dari umur para pemegang sahamnya.
c. Saham yang dimiliki bebas dan mudah dijual.
32. Jelaskan yang dimaksud dengan Investment trust!
Jawab:
Investment trust adalah suatu bentuk badan usaha yang menanamkan modal dengan cara
membeli sero-sero dari berbagai perusahaan, dan bertujuan untuk mebagi-bagi risiko penanaman
modal.
33. Jelaskan pengertian dari kartel produksi dan kartel daerah (kartel rayon)!
Jawab:
 Kartel produksi, adalah kartel yang membuat perjanjian untuk mengatur/menetapkan luas
produksi dari tiap anggota kartel.
 Kartel daerah (kartel rayon), adalah kartel yang melakukan perjanjian diadakannya pengaturan
daerah penjualan dari masing-masing anggota, sehingga setiap anggota memiliki daerah
penjualan masing-masing.
34. Jelaskan dua bentuk perusahaan consolidation!
Jawab:
Terdapat dua bentuk perusahaan consolidation, yaitu:
1) Suatu bentuk usaha (perusahaan) menelan beberapa badan usaha, seperti A + B + C + D = A;
dalam kasus ini B, C, D merupakan badan usaha atau perusahaan yang ditelan atau dilebur
menjadi badan usaha (perusahaan) A.
2) Beberapa badan usaha dilebur menjadi satu badan usaha baru, seperti A + B + C + D = E; dalam
kasus ini A, B, C atau D dilebur menjadi perusahaan baru (badan usaha) E.
35. Sebutkan ciri-ciri dari Trust!
Jawab:
Ciri-ciri Trust antara lain:
a. Adanya penyatuan milik, artinya kekayaan dari perusahaan lama dipindahkan ke perusahaan
baru.
b. Anggota mempunyai tanggungjawab yang terbatas sebesar modal yang ditanamkan.
c. Pemegang saham dapat memindahkan sahamnya kepada orang lain.
36. Jelaskan pengertian pajak menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983!
Jawab:
Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000, pajak adalah iuran wajib yang dibayarkan
wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran
kolektif, guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara
langsung. Yang dimaksud pengeluaran kolektif adalah pengeluaran untuk kepentingan bersama.
37. Apakah yang dimaksud dengan Retribusi serta berikan contohnya!
Jawab:
Retribusi adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat karena
menggunakan fasilitas negara. Contoh pungutan yang termasuk retribusi diantaranya retribusi
jalan tol, retribusi parkir kendaraan, dan retribusi kebersihan.
38. Sebutkan 3 unsur penting dalam pajak!
Jawab:
Ada 3 unsur penting dalam pajak, yaitu:
1) Subjek pajak
2) Objek pajak
3) Tarif pajak
39. Apa sajakah perbedaan antara Pajak dan Retribusi?
Jawab:
Pajak Retribusi
1) Subjek pajak tidak menerima balas jasa 1) Subjek retribusi menerima balas jasa
secara langsung dari pemerintah. langsung atas pungutan yang dibayarnya.
2) Objek pajak mencakup setiap warga 2) Objek retribusi hanya mereka yang
negara yang telah sesuai dengan ketetapan menggunakan fasilitas negara.
peraturan. 3) Besarnya retribusi ditentukan oleh
3) Besarnya pajak dihitung sendiri oleh pemerintah.
wajib pajak. 4) Jatuh tempo pembayaran retribusi
4) Jatuh tempo pembayaran pajak sesuai sesuai dengan pemakaian.
dengan tahun fiskal.
40. Sebutkan pihak-pihak yang tidak termasuk subjek pajak!
Jawab:
Pihak yang tidak termasuk subjek pajak:
a. Badan perwakilan negara asing.
b. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing.
c. Organisasi-organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
d. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
41. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari pajak!
Jawab:
Fungsi pajak meliputi fungsi anggaran, fungsi mengatur, dan fungsi memeratakan pendapatan.
1) Fungsi anggaran (budgeter) adalah pajak sebagai sumber penerimaan negara yang
diperuntukkan bagi pembiayaan pengeluaran-pengeluaran pemerintah.
2) Fungsi mengatur (regulasi) adalah pajak yang digunakan sebagai alat untuk mengatur atau
melaksanakan kebijakan di bidang sosial dan ekonomi.
3) Fungsi memeratakan pendapatan (distribusi) adalah pajak yang digunakan sebagai sarana
meningkatkan keadilan sosial dengan jalan pemerataan pendapatan masyarakat.
42. Sebutkan 3 jenis golongan pengelompokkan pajak!
Jawab:
Secara umum pajak dikelompokkan berdasarkan tiga hal, yaitu berdasarkan pihak yang
memungut, pihak yang menanggung, dan sifatnya.
1) Pajak berdasarkan pihak yang memungut
a. Pajak negara
b. Pajak daerah
2) Pajak berdasarkan pihak yang menanggung
a. Pajak langsung
b. Pajak tidak langsung
3) Pajak berdasarkan sifatnya
a. Pajak objektif
b. Pajak subjektif
43. Sebutkan dan jelaskan 3 sistem pemungutan pajak!
Jawab:
Ketiga sistem pemungutan pajak, yaitu:
1) Official Assessment System
Sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada pemerintah (petugas pajak) untuk
menentukan besarnya pajak terhutang wajib pajak.
2) Self Assessment System
Sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada wajib pajak untuk menghitung
sendiri, melaporkan sendiri, dan membayar sendiri pajak yang terutang yang seharusnya dibayar.
3) Withholding Tax System
Dalam sistem Withholding Tax, pihak ketiga diberikan kepercayaan untuk melaksanakan
kewajiban memotong atau memungut pajak atas penghasilan yang dibayarkan kepada penerima
penghasilan sekaligus menyetorkannya ke kas negara.
44. Apakah manfaat yang diperoleh dengan adanya manajemen kasus?
Jawab:
Manfaat yang diperoleh dengan adanya manajemen kasus, yaitu:
a. Standarisasi proses pengerjaan atau penanganan suatu kasus.
b. Standarisasi dokumen keluaran.
c. Merupakan panduan bagi pengguna dalam menangani suatu kasus.
d. Memberikan notifikasi bila terdapat sesuatu yang harus dilakukan.
e. Menyediakan control dan pengawasan terhadap pengerjaan suatu kasus.
45. Sebutkan karakteristik-karakteristik Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SI-DJP)!
Jawab:
Karakteristik Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak
1) Seluruh kegiatan administrasi dilaksanakan melalui sistem administrasi yang berbasis teknologi
terkini.
2) Seluruh wajib pajak diwajibkan membayar melalui kantor penerima pembayaran secara online.
3) Seluruh wajib pajak diwajibkan melaporkan kewajiban perpajakannya dengan menggunakan
media computer (e-SPT).
4) Monitoring kepatuhan wajib pajak dilaksanakan secara intensif dengan pemanfaatan profil wajib
pajak.
5) Wajib pajak yang diadministrasikan di KPP Madya hanya wajib pajak tertentu, yaitu sekitar 500
wajib pajak.
46. Sebutkan dan jelaskan 5 pajak yang dipungut pemerintah!
Jawab:
1) Pajak Penghasilan.
Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang
diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak.
2) Pajak Bumi dan Bangunan.
Pajak bumi dan bangunan adalah pajak yang dikenakan kepada subjek pajak atas kepemilikan
tanah beserta bangunan yang berdiri di atasnya.
3) Pajak Pertambahan Nilai.
Pajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan terhadap penjualan/penyerahan barang
yang telah diolah/diproses sehingga berubah sifat atau bentuk aslinya menjadi barang baru yang
bertambah nilai dan manfaatnya.
4) Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
Atas penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah (BPKPTM) oleh produsen atau
importir, BPKPTM selain dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga dikenakan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
5) Bea Materai.
Bea materai adalah materai tempel dan kertas materai yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Republik Indonesia.
47. Jelaskan ketentuan-ketentuan dalam perhitungan PBB?
Jawab:
Ketentuan-ketentuan dalam perhitungan PBB
a) Surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) merupakan surat yang digunakan Direktorat
Jenderal Pajak untuk memberitahukan besarnya pajak yang terutang kepada wajib pajak.
b) PBB didasarkan atas nilai jual objek pajak (NJOP). NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh
dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. Besarnya NJOP ditetapkan setiap tiga tahun
oleh Menteri Keuangan, kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai
perkembangan daerahnya.
48. Sebutkan kelompok barang yang tidak dikenakan PPn!
Jawab:
1) Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya.
2) Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.
3) Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya,
meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat manapun tidak termasuk
makanan-makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau ketering.
4) Uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.
49. Apakah alasan BPKPTM dikenakan PPN sekaligus dikenakan PPnBM?
Jawab:
BPKPTM selain dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga dikenakan Pajak Penjualan atas
Barang Mewah (PPnBM) dengan alasan sebagai berikut.
a. Keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dengan
konsumen yang berpenghasilan tinggi.
b. Pengendalian pola konsumsi atas BKP yang tergolong mewah (BKPTM).
c. Perlindungan terhadap produsen kecil tradisional.
d. Pengamanan penerimaan negara.
50. Sebutkan dokumen-dokumen yang tidak terkena bea materai!
Jawab:
Dokumen-dokumen yang tidak terkena bea materai terdiri atas dua jenis dokumen, yaitu:
1) Surat-surat yang memuat jumlah uang sampai dengan Rp250.000,00.
2) Surat-surat berharga yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp250.000,00.

soal Ujian Hukum Bisnis

1) Jelaskan perbedaan Hkm Perdata dan pidana dilihat dari aspek isi, pelaksanaan. Dan
penafsiran
2) jelaskan tentang gadai, Hipotik dan Undang2 hak tanggungan No 4 / 1996.
3) apa yg saudara ketahui ttg Onrechmatigedaad.
5) Jelaskan ttg Yurisprudensi dg contoh kongkrit
6) Ada beberapa syarat ttg pelanggaran hukum’ misalnya salah satu syarat tdk dipenuhi apakah
yg Terjadi dengan pelanggaran hukum jelaskan
7) Berdasar syarat sahnya perjanjian pasal 1320 kuhperdata coba jelaskan sebut dan jelaskan
8) kalau dalam 1 peristiwa terjadi apa bisa terdapat 2 undang undang yg diberlakukan, jelaskan
kasus itu
9) apa yg sdr ketahui tentang pasar modal, Letter of credit, pasar modal jelaskan sejelas jelasnya.
10 ) apa hak kekayaan intelektual dan apa hak paten itu jelaskan sejelas2 nya waktu 2,5 jam

4. Soal No.4. Buat satu gentleman agreement antara seorang pengusaha dengan pengusaha lain
didalamnya ada pihak-pihak, klausul-klausulnya tidak melanggar etika dan moral. sesuai dengan
1320 BW.

 Jawaban referensin no 3.

Perbuatan melawan hukum merupakan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak
menurut atau melawan hukum. Secara umum dalam hukum perdata tentang perbuatan melawan
hukum diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata. Dari pengertian yang terdapat dalam Pasal 1365
KUHPerdata tersebut, maka dapat dikemukakan unsur-unsur perbuatan melawan hukum sebagai
berikut :

1. Melawan hukum
Pengertian sempit mengenai perbuatan melawan hukum dapat dilihat dalam Singer Naimachine
Arrest (HR 6-1-1905) dan zutphenze juffrow arrest / waterleiding arrest (HR 10-6-1910). Dalam
kasus Singer, unsur dari perbuatan melawan hukum hanyalah melanggar ketentuan UU,
sedangkan dalam kasus zutphenze, unsur dari perbuatan melawan hukum selaing melanggar
ketentuan UU juga terdapat unsur kesengajaan.

Pengertian perbuatan melawan hukum dalam arti luas dapat dilihat dalam Lindenbaum Vs Cohen
Arrest (HR 31-1-1919). Dalam kasus tersebut dapar dilihat bahwa unsur perbuatan melawan
hukum terdiri dari empat hal, yaitu melanggar hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban
hukum si pelaku, bertentangan dengan kesusilaan, serta bertentangan dengan kepatutan dalam
memperhatikan kepentingan diri dan harta orang lain dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

2. Kerugian

Pengertian unsur kerugian dalam Pasal 1365 KUHPerdata maksudnya adalah seseorang
menderita kerugian yang disebabkan oleh orang lain. Seseorang yang menderita kerugian
tersebut dapat menuntut ganti rugi :

a. Materiil (HR 23-6-1922)

Secara analogis, ketentuan ganti rugi dalam wanprestasi dapat diterapkan (biaya, kerugian yang
sesungguhnya, bunga, serta keuntungan yang diharapkan).

b. Immateriil (HR 31-12-1937)

Maksudnya adalah bersifat tidak kebendaan.

c. Preventif (HR 18-8-1944)

Berupa tuntutan agar tidak melakukan suatu perbuatan melawan hukum tertentu.

d. Deklaratif (HR 30-3-1951)

Berupa tuntutan pernyataan bersalah dan permintaan maaf.

3. Kesalahan

Pengertian unsur kesalahan maksudnya bahwa dari perbuatan melawan hukum merupakan
perbuatan yang salah dan tidak dapat dibenarkan. Pengertian unsur kesalahan dapat terjadi
karena kesengajaan atau kelalaian.

4. Hubungan kausal perbuatan-kerugian (kausalitas)

Terdapat 2 (dua) teori mengenai kausalitas ini, yaitu :

a. Teori Conditio Sinequa Non


Teori ini menekankan pada banyak sebab untuk terjadinya suatu akibat. Suatu hal adalah sebab
dari suatu akibat. Akibat tidak akan terjadi kalau tidak ada sebab. Atau dengan kata lain, selidiki
terlebih dahulu apakah perbuatan dalam hubungannya dengan kerugian dapat dinilai sebagai
syarat yang sedemikian sehingga tanpa perbuatan tersebut kerugian tidak akan timbul. Teori ini
banyak mengandung kelemahan, karena itu tidak banyak pengikutnya.

b. Teori Adequate veroorzaking

Teori ini menekankan pada satu sebab dan merupakan sebab yang utama/langsung yang paling
menentukan timbulnya suatu akibat, dengan kata lain harus dipastikan apakah kerugian yang ada
dapat dianggap sebagai akibat yang wajar diharapkan dari perbuatan melawan hukum.

Apabila dalam suatu peristiwa terdapat keempat unsur tersebut di atas, maka dapat dikatakan
bahwa seseorang (pelaku) telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtmatigedaad)
menurut Pasal 1365 KUHPerdata, sehingga orang yang merasa dirugikan dapat menuntut ganti
rugi berupa biaya, kerugian, bunga, dan keuntungan yang diharapkan.

Referensi jwaban no 1.

Referensi jawaban n0.2

Hak Kebendaan Yang Bersifat Sebagai Pelunasan Hutang (Hak Jaminan)


Hak kebendaan yang bersifat sebagai pelunasan hutang (hak jaminan) adalah hak jaminan yang
melekat pada kreditor yang memberikan kewenangan untuk melakukan eksekusi kepada benda
yang dijadikan jaminan jika debitur melakukan wansprestasi terhadap suatu prestasi (perjanjian).

Dengan demikian hak jaminan tidak dapat berdiri karena hak jaminan merupakan perjanjian
yang bersifat tambahan (accessoir) dari perjanjian pokoknya, yakni perjanjian hutang piutang
(perjanjian kredit).

Perjanjian hutang piutang dalam KUH Perdata tidak diatur secara terperinci, namun bersirat
dalam pasal 1754 KUH Perdata tentang perjanjian pinjaman pengganti yakni dikatakan bahwa
bagi mereka yang meminjam harus mengembalikan dengan bentuk dan kualitas yang sama.

Macam-macam Pelunasan Hutang

Dalam pelunasan hutang adalah terdiri dari pelunasan bagi jaminan yang bersifat umum dan
jaminan yang bersifat khusus.

Jaminan Umum

Pelunasan hutang dengan jaminan umum didasarkan pada pasal 1131KUH Perdata dan pasal
1132 KUH Perdata.

Dalam pasal 1131 KUH Perdata dinyatakan bahwa segala kebendaan debitur baik yang ada
maupun yang akan ada baik bergerak maupun yang tidak bergerak merupakan jaminan terhadap
pelunasan hutang yang dibuatnya.

Sedangkan pasal 1132 KUH Perdata menyebutkan harta kekayaan debitur menjadi jaminan
secara bersama-sama bagi semua kreditur yang memberikan hutang kepadanya.

Pendapatan penjualan benda-benda itu dibagi-bagi menurut keseimbangan yakni besar kecilnya
piutang masing-masing kecuali diantara para berpiutang itu ada alasan-alasan sah untuk
didahulukan.

Dalam hal ini benda yang dapat dijadikan pelunasan jaminan umum apabila telah memenuhi
persyaratan antara lain :

1. Benda tersebut bersifat ekonomis (dapat dinilai dengan uang).


2. Benda tersebut dapat dipindah tangankan haknya kepada pihak lain.

Jaminan Khusus

Pelunasan hutang dengan jaminan khusus merupakan hak khusus pada jaminan tertentu bagi
pemegang gadai, hipotik, hak tanggungan, dan fidusia.

Gadai
Dalam pasal 1150 KUH perdata disebutkan bahwa gadai adalah hak yang diperoleh kreditur atas
suatu barang bergerak yang diberikan kepadanya oleh debitur atau orang lain atas namanya
untuk menjamin suatu hutang.

Selain itu memberikan kewenangan kepada kreditur untuk mendapatkan pelunasan dari barang
tersebut lebih dahulu dari kreditur-kreditur lainnya terkecuali biaya-biaya untuk melelang barang
dan biaya yang telah di keluarkan untuk memelihara benda itu dan biaya-biaya itu didahulukan.

Sifat-sifat Gadai yakni :

 Gadai adalah untuk benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud.
 Gadai bersifat accesoir artinya merupakan tambahan dari perjanjian pokok yang di maksudkan
untuk menjaga jangan sampai debitur itu lalai membayar hutangnya kembali.
 Adanya sifat kebendaan.
 Syarat inbezitz telling, artinya benda gadai harus keluar dari kekuasaan pemberi gadai atau
benda gadai diserahkan dari pemberi gadai kepada pemegang gadai.
 Hak untuk menjual atas kekuasaan sendiri.
 Hak preferensi (hak untuk di dahulukan).
 Hak gadai tidak dapat di bagi-bagi artinya sebagian hak gadai tidak akan menjadi hapus dengan
di bayarnya sebagaian dari hutang oleh karena itu gadai tetap melekat atas seluruh bendanya.

Obyek gadai adalah semua benda bergerak dan pada dasarnya bisa digadaikan baik benda
bergerak berwujud maupun benda bergerak yang tidak berwujud yang berupa berbagai hak untuk
mendapatkan berbagai hutang yakni berwujud surat-surat piutang kepada pembawa (aan
toonder) atas tunjuk (aan order) dan atas nama (op naam) serta hak paten.

Hak pemegang gadai yakni si pemegang gadai mempunyai hak selama gadai berlangsung :

1. Pemegang gadai berhak untuk menjual benda yang di gadaikan atas kekuasaan sendiri
(eigenmachti geverkoop).

Hasil penjualan diambil sebagian untuk pelunasan hutang debitur dan sisanya di kembalikan
kepada debitur penjualan barang tersebut harus di lakukan di muka umum menurut kebiasaan-
kebiasaan setempat dan berdasarkan syarat-syarat yang lazim berlaku.

1. Pemegang gadai berhak untuk mendapatkan ganti rugi berupa biaya-biaya yang telah dilakukan
untuk menyelamatkan benda gadai .
2. Pemegang gadai mempunyai hak untuk menahan benda gadai (hak retensi) sampai ada
pelunasan hutang dari debitur (jumlah hutang dan bunga).
3. Pemegang gadai mempunyai prefensi (hak untuk di dahulukan) dari kreditur-kreditur yang lain.
4. Hak untuk menjual benda gadai dengan perantara hakim jika debitur menuntut di muka
hukumsupaya barang gadai di jual menurut cara yang di tentukan oleh hakim untuk melunasi
hutang dan biaya serta bunga.
5. Atas izin hakim tetap menguasai benda gadai.

Hipotik
Hipotik berdasarkan pasal 1162 KUH perdata adalah suatu hak kebendaan atas benda tidak
bergerak untuk mengambil pengantian dari padanya bagi pelunasan suatu perhutangan
(verbintenis).

Sifat-sifat hipotik yakni :

1. Bersifat accesoir yakni seperti halnya dengan gadai.


2. Mempunyai sifat zaaksgevolg (droit desuite) yaitu hak hipotik senantiasa mengikuti bendanya
dalam tagihan tangan siapa pun benda tersebut berada dalam pasal 1163 ayat 2 KUH perdata .
3. Lebih didahulukan pemenuhanya dari piutang yang lain (droit de preference) berdasarkan pasal
1133-1134 ayat 2 KUH perdata.
4. Obyeknya benda-benda tetap.

Obyek hipotik yakni :

Sebelum dikeluarkan undang-undang No.4 tahun1996 hipotik berlaku untuk benda tidak
bergerak termasuk tanah namun sejak di keluarkan undang-undang No.4 tahun1996 tentang hak
tanggungan atas tanah berserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah dinyatakan tidak
berlaku lagi. Dengan berlakunya undang-undang HT maka obyek hipotik hanya meliputi hal
berikut :

1. Kapal laut dengan bobot 20 m³ ke atas berdasarkan pasal 509 KUH perdata, pasal 314 ayat 4
KUH dagang dan undang-undang N0.12 tahun 1992 tentang pelayaran sementara itu kapal
berdasarkan pasal 509 KUH perdata menurut sifatnya adalah benda bergerak karena bisa
berpindah atau dipindahkan sedangkan berdasarkan pasal 510 KUH perdata kapal-kapal,
perahu-perahu, perahu tambang, gilingan-gilingan dan tempat pemandian yang di pasang di
perahu atau berdiri terlepas dan benda-benda sejenis itu adalah benda bergerak.

Namun undang-undang No.21 tahun 1992 tentang pelayaran menyatakan kapal merupakan
kendaraan air dari jenis apapun kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah
air, alat apung dan bangunan air tetap dan terapung, sedangkan dalam pasal 314 KUH dagang
mengatur bahwa kapal laut yang bermuatan minimal 20m³ isi kotor dapat di bukukan di dalam
suatu register kapal-kapal menurut ketentuan-ketentuan yang akan di tetapkan dalam suatu
undang-undang tersendiri.

1. kapal terbang dan helikopter berdasarkan undang-undang No. 15 tahun 1992 tentang
penerbangan dalam hukum perdata status hukum pesawat udara adalah benda tidak bergerak,
dengan demikian setiap pesawat terbang dan helikopter dioperasikan harus mempunyai tanda
pendaftaran yang berlaku di Indonesia.

Hak Tanggungan

Berdasarkan pasal 1 ayat 1 undang-undang hak tanggungan (UUTH), hak tanggungan


merupakan hak jaminan atas tanah yang dibebankan berikut benda-benda lain yang merupakan
suatu satu kesatuan dengan tanah itu untuk pelunasan hutang dan memberikan kedudukan yang
diutamakan kepada kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur yang lain.
Dengan demikian UUTH memberikan kedudukan kreditur tertentu yang kuat dengan ciri sebagai
berikut :

1. Kreditur yang diutamakan (droit de preference) terhadap kreditur lainya .


2. Hak tanggungan tetap mengikuti obyeknya dalam tangan siapapun obyek tersebut atau selama
perjanjian pokok belum dilunasi (droit de suite).
3. Memenuhi syarat spesialitas dan publisitas sehingga dapat mengikat pihak ketiga dan
memberikan kepastian hukum kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
4. Mudah dan pasti pelaksanaan eksekusinya. Benda yang akan dijadikan jaminan hutang yang
bersifat khusus harus memenuhi syarat-syarat khusus seperti berikut :

 Benda tersebut dapat bersifat ekonomis (dapat dinilai dengan uang).


 Benda tersebut dapat dipindah tangankan haknya kepada pihak lain.
 Tanah yang akan dijadikan jaminan ditunjukan oleh undang-undang.
 Tanah-tanah tersebut sudah terdaftar dalam daftar umum (bersetifikat berdasarkan peraturan
pemerintah no 29 tahun 1997 tentang pendaftaran.

Obyek hak tanggungan yakni :

1. Hak milik (HM).


2. Hak guna usaha ( HGU).
1. Rumah susun berikut tanah hak bersama serta hak milik atas satuan rumah susun (HM
SRS).
2. Hak pakai atas tanah negara.

Obyek hak tanggungan tersebut terdapat dalam pasal 4 undang-undang no 4 tahun 1996.

Fidusia

Fidusia yang lazim dikenal dengan nama FEO (Fiduciare Eigendoms Overdracht) yang dasarnya
merupakan suatu perjanjian accesor antara debitor dan kreditor yang isinya penyerahan hak
milik secara kepercayaan atau benda bergerak milik debitor kepada kreditur.

Namun, benda tersebut masih dikuasai oleh debitor sebagai peminjam pakai sehingga yang
diserahkan kepada kreditor adalah hak miliknya. Penyerahan demikian di namakan penyerahan
secaraconstitutum possesorim yang artinya hak milik (bezit) dari barang di mana barang tersebut
tetap pada orang yang mengalihkan (pengalihan pura-pura).

Dengan demikian, hubungan hukum antara pemberi fidusia (kreditor) merupakan hubungan
hukum yang berdasarkan kepercayaan. Namun, dengan di keluarkannya Undang-Undang nomor
42 tahun 1999 tentang Fidusia maka penyerahan hak milik suatu barang debitor atau pihak ketiga
kepada debitor secara kepercayaan sebagai jaminan utang.

Fidusia merupakan suatu proses pengalihan hak kepemilikan, sedangkan jaminan fidusia adalah
jaminan yang diberikan dalam bentuk fidusia.

Sifat jaminan fidusia yakni :


Berdasarkan pasal 4 UUJF, jaminan Fidusia merupakan perjanjian ikutan (accesoir) dari suatu
perjanjian pokok yang menimbulkan kewajuban bagi para pihak didalam memenuhi suatu
prestasi untuk memberikan sesutau atau tidak berbuat sesuatu yang dapat dinilai dengan uang
sehingga akibatnya jaminan fidusia harus demi hukum apabila perjanjian pokok yang dijamun
dengan Fidusia hapus.

Obyek jaminan fidusia yakni benda. Benda adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan
dialihkan, terdaftar maupun tidak terdaftar, bergerak maupun yang tidak bergerak, dan yang
tidak dapat dibebani hak tanggungan atau hipotik.

Benda tidak bergerak harus memenuhi persyaratan antara lain :

 Benda-benda tersebut tidak dapat dibebani dengan hak tanggungan.


 Benda-benda tersebut tidak dibebani dengan hak hipotik, untuk benda bergerak, benda-benda
tersebut tidak dapat dibebani dengan hak gadai.

Perjanjian fidusia adalah perjanjian yang harus dibuat dengan akta notaris dalam Bahasa
Indonesia dan merupakan akta jaminan fidusia.

Pendaftaran fidusia adalah jaminan fidusia yang lahir pada tanggal dicatat dalam buku daftar
fidusia dan merupakan bukti kredutor sebagai pemegang jaminan fidusia diberikan sertifikat
jaminan fidusia yang dikeluarkan oleh Kantor Pendaftaran Fidusia.

Hapusnya jaminan fidusia yakni jaminan fidusia hapus karena hal sebagai berikut :

 Hapusnya utang yang dijamin dengan fidusia.


 Pelepasan hak atas jaminan fidusia oleh debitor.
 Musnahnya benda yang menjadi obyek jaminan fidusia.

Jawaban referensi no 5.

Untuk mewujudkan perlindungan hukum dan kepastian hukum diperlukan satu media atau
institusi keadilan, yang dapat digunakan sebagai akses bagi masyarakat untuk mendapatkan rasa
keadilan tersebut. Institusi keadilan dalam sistem hukum moderen dewasa ini, salah satunya
diwujudkan dalam satu wadah yaitu badan pengadilan. Lembaga pengadilan ini pada masa
peradaban hukum moderen,secara simbolik telah menjadi wujud dari pemberlakuan hukum dan
keadilan secara nyata.
Sudikno Metrokusumo memberikan arti kepada kata “peradilan” sebagai berikut: “kata peradilan
yang terdiri dari kata dasar “adil” dan mendapat awalan ‘per’ serta akhiran ‘an’ berarti segala
sesuatu yang berkaitan dengan pengadilan, pengadilan disini bukanlah diartikan semata mata
sebagai badan yang mengadili melainkan sebagai pengertian yang abstrak yaitu, “hal
memberikan keadilan”.1
Sementara menurut Rahmat Rochmat Soemitro2 “peradilan (rechtspraak) adalah proses
penyelesaian sengketa hukum dihadapan badan pengadilan menurut hukum…, pengadilan adalah
cara mengadili atau usaha memberikan penyelesaian hukum dan dilakukan oleh badan
pengadilan …, badan pengadilan ialah suatu badan, dewan, hakim atau instansi pemerintah yang
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan wewenang untuk mengadili sengketa
hukum. Sedangkan Sjachran Basah3 memberikan pengertian yang lebih lugas, dikatakan:
“…penggunaan istilah pengadilan ditujukan kepada badan atau kepada wadah yang memberikan
peradilan, sedang peradilan menunjuk kepada proses untuk memberikan keadilan dalam rangka
menegakkan hukum atau het rechtspreken”.
Kelembagaan peradilan dapat dibedakan antara susunan horizontal dan vertikal. Susunan
horizontal menyangkut berbagai lingkungan badna peradilan (peradilan umum, peradilan agama,
peradilan tata usaha negara, dan lainnya). Susunan vertikal adalah susunan tingkat pertama,
banding dan kasasi. Kelembagaan peradilan sebelum amandemen UUD 1945 menganut satu
cabang kekuasaan yang berpuncak pada Mahkamah Agung, namun setelah amandemen UUD
1945 menganut sistem bifurkasi (bifurcation system) dimana kekuasan kehakiman terbagi dalam
dua cabang yaitu cabang peradilan biasa yang berpuncak pada Mahkamah Agung dan cabang
peradilan konstitusi di Mahkamah Konstitusi.
Kelembagaan peradilan ini merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan
peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, sehingga pengadilan wajib memeriksa dan
memutus perkara, pengadilan tidak boleh menolak suatu perkara dengan alasan ketiadaan hukum
atau hukumnya tidak jelas mengaturnya, apabila hakim dihadapkan pada situasi ketiadaan hukum
atau hukum yang tidak jelas, sedangkan perkara harus diselesaikan, hakim wajib mencari kaidah-
kaidah hukum yang hidup dalam masyarakat atau hakim dapat berpedoman pada putusan hakim
yang terdahulu (yurisprudensi Mahmakah Agung), memperhatikan kewajiban hakim yang
demikian itu, menunjukan bahwa hakim bukanlah corong undang-undang melainkan berperan
menemukan hukum (rechtsvinding) atau membentuk hukum (rechtsvorming). Hal ini disebabkan
karena yurisprudensi Mahkamah Agung merupakan salah satu sumber hukum tata pemerintahan
faktual di Indonesia.

B.PEMBAHASAN
1.Yurisprudensi
Yurisprudensi berarti peradilan pada umumnya (judicature rechtspraak), yaitu pelaksanaan
hukum dalam hal konkrit terjadi tuntutan hak yang dijalankan oleh suatu badan yang berdiri
sendiri dan diadakan oleh negara serta bebas dari pengaruh apa atau siapapun dengan cara
memberikan keputusan yang bersifat mengikat dan berwibawa. Selain itu yurisprudensi dapat
pula berarti ajaran hukum atau doktrin yang dimuat dalam putusan pengadilan.4
Yurisprudensi atau putusan pengadilan merupakan produk yudikatif yang berisi kaidah hukum
atau peraturan hukum yang mengikat pihak-pihak yang bersangkutan atau terhukum. Jadi
yurisprudensi hanya mengikat orang-orang tertentu saja, namun putusan pengadilan adalah
hukum sejak dijatuhkan. Pada umumnya dikenal adanya dua sistem peradilan, sistem Eropa
Kontinental dan sistem Anglo Saxon. Dalam sistem eropa Kontinental, termasuk Indonesia,
hakim tidak terikat pada “precedent” atau putusan hakim terdahulu mengenai perkara atau
persoalan hukum yang serupa dengan yang akan diputuskan. Akan tetapi dalam kenyataannya
tidak sedikit hakim berkiblat pada putusan-putusan pengadilan yang lebih tinggi atau Mahkamah
Agung mengenai perkara serupa. Namun dalam sistem Anglo Saxon hakim terikat pada
“precedent” atau putusan mengenai perkara yang serupa dengan yang akan diputus. Asas
keterkaitan hakim pada “precedent” disebut “stare decisis et quieta non movere” atau disebut
juga “the binding force of precedent”.
2.Kajian Yuridis Yurisprudensi Sebagai Sumber Hukum Tata Pemerintahan Faktual
Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tingkat kasasi harus mampu menyelesaikan suatu
perkara yang tidak memiliki landasan hukum yang kuat, hukumnya tidak ada atau ketiadaan
hukum, hukumnya tidak jelas mengaturnya. Apabila hakim Mahkamah Agung dalam perkara
kasasi dihadapkan pada situasi ketiadaan hukum atau hukum yang tidak jelas, aturan hukum
memuat rumusan yang sangat umum untuk kejadian yang tidak terbatas, sedangkan hakim
dihadapkan pada kejadian yang spesifik dan individual, aturannya tidak jelas, terdapat beberapa
peraturan yang mungkin dapat diterapkan pada sebuah kejadian, tidak terdapat satupun aturan
yang dapat diterapkan. Seiring dengan permasalahan tersebut perkara harus diselesaikan, maka
hakim wajib mencari kaidah-kaidah hukum yang hidup dalam masyarakat. Sehingga sebelum
putusan Mahkamah Agung menjadi yurisprudensi, hakim memiliki kewajiban untuk menemukan
hukum (rechtsvinding) atau membentuk hukum (rechtsvorming). Biasanya terdapat beberapa
persoalan, yaitu: dalam menyikapi masalah tersebut hakim dapat menggunakan teknik penemuan
hukum dengan metode interpretasi dan konstruksi hukum.
a.Penafsiran (Interpretasi). Metode interpretasi atau penafsiran yang paling dikenal dalam ilmu
hukum, yaitu:5
1)Interpretasi Gramatikal atau Interpretasi bahasa, yaitu: kaidah hukum tertulis dipahami
bertolak dari makna pemakaian bahasa sehari-hari atau makna yuridis yang sudah lazim
2)Interpretasi Sejarah, yaitu: Interpretasi berdasarkan pemeriksaan atau penelitian sejarah
undang-undang atau hukum tertulis, misalnya: pada memori penjelasan dan risalah pembicaraaan
pada komisi pembahasan pada badan perwakilan atau parlemen.
3)Interpretasi Sistematis, mencari makna dari sebuah kaidah dengan mangacu kepada hukum
sebagai suatu sistem, khususnya tatanan perundang-undangan atau hubungnnya dengan kaidah-
kaidah lain yang berkaitan
4)Interpretasi Teologis, Interpretasi ini mencari makna suatu kaidah dari tujuan dan asas yang
melandasi kaidah hukum yang bersangkutan, kaidah hukum yang dilandasai oleh asas-asas dan
tujuan tertentu, penerapan kaidah itu harus memenuhi tujuan itu
5)Interpretasi Otentik, yaitu undnag-undnag sendiri yang menafsirkan dalam ketentuan atau
pasal undang-undang itu arti kata atau istilah yang digunakan, biasanya dimuat dalam pasal
permulaan.
6)Interpretasi Interdisipliner, yaitu menafsirkan suatu ketentuan yang menggunakan logika
menurut beberapa cabang ilmu hukum
7)Interpretasi Multidisipliner, yaitu menafsiran suatu ketentuan yang melakukan verifikasi dan
bantuan dari cabang-cabang ilmu lain.
b.Konstruksi Hukum
Hakim dapat menyikapi persoalan ketiadaan peraturan perundang undangan yang dapat
dijalankan untuk melakukan penyelesaian sengketa dengan melakukan konstruksi, ini penting
untuk mengisi ruang kosong dalam sistem perundang undangan. Dengan konstruksi dapat
ditautkan (naarelkaar toettrekken) sistem formal hukum dengan sistem materiil hukum.
Konstruksi menurut Scholten harus dilakukan:
1)Tidak dengan sewenang wenang, artinya menggunakan bahan- bahan yang positif (constructie
moet de positieve stof deken) yaitu sistem materiil undang undang yang berlaku, tidak boleh
didasarkan kepada sistem di luar sistem materiil positif;
2)Harus menggunakan akal, artinya tidak menimbulkan pertentangan dalam sistem hukum
formal yang bersangkutan, tidak boleh menjungkirbalikkan sistem hukum yang ada.
Dikenal tiga macam konstruksi yaitu: analogi, rechtsvervijning (penghalusan hukum) dan
argumentum a contrario.
1)Analogi, yaitu hakim dalam lingkungan perkara yang dihadapi menggunakan anasir yang
bersamaan dalam suatu perundang undang yang sebenarnya tidak ditujukan untuk itu, dengan
kata lain penerapan sesuatu ketentuan hukum untuk keadaan yang pada dasarnya sama dengan
keadaan yang secara eksplisit diatur oleh ketentuan hukum
2)Rechtsvervijning (penghalusan hukum), pada dasarnya adalah kebalikan dari analogi. Hakim
tidak menjalankan atau menerapkan hukum secara lain daripada ketentuan hukum yang ada,
apabila penerapan peraturan itu mengakibatkan perkara tidak dapat diselesaikan secara adil atau
sesuai dengan “werkelijkheid” sosial. Dengan kata lain, hakim mengeluarkan perkara dari
lingkungan peraturan itu dan selanjutnya menyelesaikannya menurut peraturan lain.
3)Argumentum a contrario, pada pokoknya tidak terdapat perbedaan antara menjalankan undang
undang secara analogi dengan Argumentum a contrario. Hanya hasil dari keduanya berbeda,
analogi membagi hasil yang positif, sedang Argumentum a contrario membawa hasil yang
negatif. Dikatakan negatif karena pengambilan keputusan dilakukan dengan cara terbalik, yaitu
mengambil makna secara terbalik dari peraturannya.

Yurisprudensi merupakan salah satu sumber hukum tata pemerintahan faktual, dalam kaitannya
dengan tata pemerintahan yurisprudensi memiliki fungsi, yaitu :6
a.Sumber hukum yang tepat dalam dunia peradilan
b.Sebagai standar yang sama dalam kasus syang sama dan belum tegas pengaturannya dalam
undang-undang
c.Menciptakan rasa kepastian hukum di masyarakat dengan adanya standar yang sama
d.Mewujudkan rasa keadilan yang sesungguhnya yaitu rasa keadilan masyarakat
e.Mewujudkan kesamaan hukum dan sebagai standar perundang-undangan terhadap kasus yang
sama
f.Mencegah terjadinya perbedaan (disparitas) putusan hakim pada kasus yang sama
Dalam sistem peradilan Indonesia, terdapat yurisprudensi yang memiliki peranan penting dalam
hukum tata pemerintahan, yaitu yurisprudensi yang berkaitan dengan Asas-asas Hukum
Pemerintahan Yang Baik. Yurisprudensi mengenai Asas-asas Hukum Pemerintahan Yang Baik
ini sudah cukup lama diterapkan melalui mekanisme kelembagaan Mahkamah Agung.7 Ada
beberapa yurisprudensi Mahkamah Agung yang dijadikan sumber hukum tata pemerintahan oleh
pemerintah, hakim, dan lainnya, yaitu:

Putusan Mahkamah Agung No.42 K/Kr/1965 tertanggal 8 Januari 1966, yang menyebutkan
bahwa “suatu tindakan pada umumnya dapat hilang sifatnya sebagai melawan hukum bukan
hanya mendasarkan asas-asas keadilan dan atau asas-asas hukum tidak tertulis dan bersifat
umum. Dalam perkara ini misalnya terdapat faktor-faktor negara tidak dirugikan, kepentingan
umum dilayani, dan terdakwa sendiri tidak mendapat untung, sama hal nya dengan bidang
pemerintahan maka dapat dikatakan bahwa dengan keputusan itu telah terpenui asas-asas umum
pemerintahan yang baik atau dapat juga disebut sebagai telah memenuhi asas-asas umum
pemerintahan yang baik.
Sjahran Basah secara lebih konkrit memberikan beberapa contoh yurisprudensi Mahkamah
Agung yang berkenaan dengan penerapan asas-asas larangan detournement de pouvoir dan asas
larangan wiilekeur atau larangan abuse de droit, yaitu:8
Putusan Mahkamah Agung No.503 k/Sip/1976 tertangggal 18 Mei 1977 dalam perkara antara
Poltak Hutabarat (Penggugat) melawan N.V Good Yeara Sumatera Plantation Company Ltd
(Tergugat I), George W. Lavinder (Tergugat II), Ruslan Nasution (Tergugat III), dan Pemerintah
negara Republik Indonesia Cq.Kejaksaan Negeri di pematang Siantar (Tergugat IV), dalam
pertimbangan hukumnya antara lain menyebutkan bahwa “dalam hal adanya penyalahgunaan
kekuasaan (abus de droit) atau melampaui batas kekuasaan (detuornement de pouvoir) keadaan
mana (hal-hal tersebut) harus dibuktikan”. Selain itu Yurisprudensi Mahkamah Agung
No.1631/K/Sip/1974 tertanggal 5 November 1975 dalam perkara antara Soritoan Harahap
(Penggugat) melawan Yayasan Perumahan Pulo Mas (Tergugat I), Pemerintah Republik
Indonesia Cq. Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Tergugat II), yang dapat
dikategorikan ke dalam adanya perbuatan administrasi Negara yang tidak sewenang-wenang atau
melanggar asas larangan willekeur.
Lebih lanjut Sjahran Basah mengemukakan bahwa kedua asas yang telah dijadikan dasar
pertimbangan hukum Mahkamah Agung diatas “asas larangan detournement of pouvoir” dan
“asas larangan willekuer”, yang pada hakikatnya termasuk dalam algemene beginselen van
behoorlijk bertuur atau asas-asas umum pemerintahan yang baik.
Yurisprudensi tersebut yang merupakan awal adanya penerapan asas-asas umum pemerintahan
yang baik, yang sampai sekarang yurisprudensi tersebut telah memberikan kontribusi bagi
penyelenggaraaan pemerintahan sebagai salah satu sumber hukum tata pemerintahan faktual.
Manfaat yurisprudensi yang berkaitan dengan asas-asas umum pemerintahan yang layak
meliputi, yaitu:
Bagi administrasi negara, bermanfaat sebagai pedoman dalam melakukan penafsiran dan
penerapan terhadap ketentuan-ketantuan perundang-undangan yang bersifat sumir, samar, atau
tidak jelas, selain itu sekaligus membatasi dan menghindari kemungkinan administrasi negara
mempergunakan freies ermessen/ melakukan kebijakansanaan yang jauh menyimpang dari
ketentuan perundang-undangan. Dengan demikian admnistrasi negara diharapkan terhindar dari
perbuatan onrechtmatige daad, detournement de pouvoir, abus de droit, dan ultrasvires. Bagi
warga masyarakat sebagai pencari keadilan AAUPB dapat dipergunakan sebagai dasar gugatan
ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Bagi Hakim Tata Usaha Negara, dapat dipergunakan sebagai
alat menguji dan membatalkan keputusan yang dikeluarkan badan atau pejabat tata usaha negara.

C.PENUTUP
Yurisprudensi Mahkamah Agung merupakan sumber hukum tata pemerintahan faktual yang
telah memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu sumber hukum
yurisprudensi yang sekarang masih diterapkan adanya yurisprudensi mengenai asas-asas umum
pemerintahan yang baik baik oleh hakim peradilan tata usaha negara sebagai landasan pengujian
maupun oleh masyarakat sebagai landasan gugat.

Referensi jawaban no.7

SYARAT SAHNYA PERJANJIAN PASAL 1320 KUHPerdata

December 3, 2008 by Amelia Setyawati

1 Adanya kesepakatan kedua belah pihak.

Maksud dari kata sepakat adalah, kedua belah pihak yang membuat perjanjian setuju mengenai
hal-hal yang pokok dalam kontrak.
2.Kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum.

Asas cakap melakukan perbuatan hukum, adalah setiap orang yang sudah dewasa dan sehat
pikirannya. Ketentuan sudah dewasa, ada beberapa pendapat, menurut KUHPerdata, dewasa
adalah 21 tahun bagi laki-laki,dan 19 th bagi wanita.

Menurut UU no 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dewasa adalah 19 th bahi laki-laki, 16 th bagi
wanita.

Acuan hukum yang kita pakai adalah KUHPerdata karena berlaku secara umum.

3.Adanya Obyek.

Sesuatu yang diperjanjikan dalam suatu perjanjian haruslah suatu hal atau barang yang cukup
jelas.

4.Adanya kausa yang halal.

Pasal 1335 KUHPerdata, suatu perjanjian yang tidak memakai suatu sebab yang halal, atau
dibuat dengan suatu sebab yang palsu atau terlarang, tidak mempunyai kekuatan hukum.

Jawaban referensi no 4

PERJANJIAN KERJASAMA
PT. MBAH KARNO Tbk

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Mbah Karno


Jabatan : Manajer
Bertindak atas nama PT Mbah Karno Tbk, untuk selanjutnya disebuat sebagai pihak pertama.

Nama : Agus Mulyadi


Jabatan : Manager
Bertindak atas nama PT Agus Mulyadi dot com, untuk selanjutnya disebut sebagai pihak kedua.

Bahwa, Kedua belah pihak setuju dan sepakat untuk menjalin kerjasama dalam bidang Investasi
proyek perumahan di kawasan Kelapa gading Jakarta.

Adapaun ketentuan-ketentuan kesepakatan kerjasama adalah sebagai berikut :

Pasal 1

Pihak pertama setuju atas investasi kerjasama pembangunan proyek perumahan dengan dana
sebesar Rp 40.000.000,- (Empat puluh miliar rupiah) sebagai modal awal pembangunan. Adapun
dana tersebut ditransfer ke no Rekening 999 999 999 999 Bank mandiri atas Nama Agus
Mulyadi.

Pasal 2

Pihak Kedua sepakat bahwasanya jangka waktu pembangunan proyek adalah selama 48 bulan
(atau kurang), keterlambatan jangka waktu akan dibebankan penalti sebesar Rp 100.000.000,-
(Seratus juta rupiah)per bulannya.

Pasal 3

Pihak pertama dan Pihak kedua sepakat dalam pembangunan proyek perumahan, dengan
pengembalian modal pada pihak pertama sebesar Rp 40.000.000,- (Empat puluh miliar rupiah)
akan dibayarkan oleh pihak kedua selambat-lambatnya 60 hari terhitung sejak selesainya proyek.

Pasal-pasal lain bisa anda tambahkan sendiri

Surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua pihak di atas Materai tanpa ada paksaan dan dalam
keadaan sadar, serta dengan disaksikan oleh 4 orang Notaris, bilamana di kemudian hari terdapat
kesalahan dalam kerjasama ini, maka akan diselesaikan dengan jalan Musyawarah.

Tertanda

Pihak Pertama Pihak Kedua

Mbah karno Agus Mulyadi

Jawaban referensi no.8

Merumuskan suatu pasal tindak pidana dalam proses penyidikan bertujuan untuk menentukan
secara awal apakah suatu perbuatan seseorang telah memenuhi unsur dari salah satu pasal dari
suatu tindak pidana (Delict). Dari pandangan hukum positif, selanjutnya penyidik berdasarkan
bukti awal yang cukup menentukan tersangka apakah sudah memenuhi persyaratan hukum
pidana untuk diajukan kepada penuntut umum, atau dapat diambil langkah lain yang merupakan
pertanggungjawaban dalam hukum pidana atas perbuatan yang dilakukan atau yang disebut
dengan “criminal responsibility”.

Dalam suatu proses rangkaian kegiatan manajemen (planning, organizing, actuating dan
controlling)penyeledikan dan penyidikan baik dilakukan secara konvensional (logika berdasarkan
fakta) maupun dilakukan secara ilmiah (methode dan peralatan) penyidik dapat menggambarkan
perbuatan yang tadinya bersifat umum/general menjadi kesimpulan yang focus dan factual
lengkap dengan proses pembuktiannya. Hasil administrasi penyidikan yang disajikan kepada
penuntut umum (melalui atasan) yang sudah memenuhi persyaratan formil dan materiil
merupakan karya nyata bagi setiap penyidik (Polri).
Penyidik merupakan jabatan (fungsional) yang harus didukung oleh suatu keahlian pola pokir
dan ketrampilan untuk melakukan suatu proses tindakan penanganan perkara (tindak pidana).
Mulai dari menganalisa Informasi/Laporan, menerapkan pasal yang sesuai sampai pada
penerimaan putusan dari pengadilan.

Ada beberapa bentuk penerapan pasal dalam penyidikan tindak pidana yang perlu dipahami oleh
penyidik sebagai langkah awal penggambaran pembuatan surat dakwaan yang selanjutnya
menjadi porsi tugas profesi penuntut umum (Jaksa) ; yaitu :

a. Pasal Tunggal

Penerapan pasal hanya satu/tunggal tidak ada pilihan lain maupun pengganti atau komulasi
/kombinasi. Digunakan bila berdasar pembuktian terhadap materi perkara hanya satu tindak
pidna saja. Tidak terdapat kemungkinan-kemungkinan alternatif atau kemungkinan untuk
merumuskan tindak pidana lain sebagai penggantinya atau kemungkinan untuk
mengkumulasikan atau mengkombinasikan tindak pidana.

Contoh : Melanggar Pasal : 359 KUHP.

b. Pasal Alternatif

Tersusun dari beberapa pasal tindak pidana yang antara tindak pidana yang satu dengan tindak
pidana yang lain bersifat saling mengecualikan. Dasar pertimbangan penggunaan pasal alternatif
karena penyidik belum yakin benar tentang kualifikasi atau pasal yang tepat untuk diterapkan
pada tindak pidana tersebut. Biasanya digunakan dalam hal antara kualifikasi tindak pidana yang
satu dengan kualifikasi tindak pidana yang lain menunjukan corak/ciri yang sama atau hampir
bersamaan. Misal :

– Pencurian atau Penadahan


– Penipuan atau Penggelapan

– Pembunuhan atau Penganiayaan

Pembuktiannya lebih sederhana karena dakwaan tidak perlu dibuktikan secara ber-urut tetapi
langsung kepada tindak pidana yang terbukti.

Contoh : Primer : Pasal : 378 KUHP (penipuan) atau Subsider 372 KUHP (penggelapan)

Dalam bentuk pasal alternative apabila salah satu pasal telah dinyatakan terbukti maka pasal
lainnya tidak perlu dipertimbangkan lagi. Bila tuduhan primer tidak terbukti baru diberlakukan
tuduhan subsider-nya.

c. Pasal Subsider / Berlapis

Subsider (–pasal urutan kedua menggantikan pasal pertama). Dakwaan subsider adalah sebagai
pengganti dari pada dakwaan primer dan seterusnya. Bentuk ini dipergunakan apabila suatu
akibat yang ditimbulkan oleh suatu tindak pidana menyentuh atau menyinggung beberapa
ketentuan pidana.

Kualifikasi tindak pidananya maupun mengenai pasal yang dilanggar masih ragu. Susunan pasal
Subsider adalah tindak pidana yang diancam dengan pidana pokok terberat ditempatkan pada
lapisan atas dan yang lebih ringan berada dibawahnya.. Meskipun terdapat beberapa pasal tindak
pidana tetapi yang akan dibuktikan hanya salah satu saja.

Ditinjau dari system pembuktiannya penerapan pasal ini ada kemiripan dengan penerapan pasal
alternatif, karena hanya satu pasal saja yang akan dibuktikan. Perbedaannya ialah pembuktian
pasal subsider dilakukan secara ber-urut dengan mulai pada pasal tindak pidana yang diancam
dengan pidana terberat sampai kepada pasal yang dipandang terbukti. Sedangkan pada penerapan
pasal alternative pembuktiannya langsung dilakukan kepada lapisan dakwaan yang dipandang
terbukti, tanpa perlu dibuktikan lebih dahulu pasal-pasal sebelumnya.

Pada penerapan pasal Subsider pasal tindak pidana yang diancam dengan pidana terberat
ditempatkan pada urutan teratas, disusul dengan ancaman yang lebih ringan. Pada pasal alternatif
cara penempatan lapisan demikian tidak dikenal. Pada penerapan pasal alternatif antara pasal
yang satu dengan pasal yang lain dipisah oleh kata-kata atau, sedangkan pada subsider tidak
dikenal.

Contoh penyusunan pasal Subsider :

– Primer : melanggar pasal 340 KUHP

– Subsider : melanggar pasal 338 KUHP

– Lebih Subsider : melanggar pasal 335 KUHP

– Lebih Subsider lagi : melanggar pasal 353 KUHP

– Lebih-lebih Subsider lagi : melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP

Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa dalam penggunaan pasal subsider ialah dalam satu
tindak pidana yang akibatnya menyentuh pula beberapa ketentuan pidana. Bukan dalam
pengertian satu tindak pidana yang melanggar beberapa ketentuan pidana.

d. Pasal Komulatif

Disebut juga dengan istilah pasal dakwaan berangkai, menggambarkan bahwa dalam pasal
dakwaan itu terdapat beberapa tindak pidana yang didakwakan dan kesemuanya harus
dibuktikan.Bentuk seperti ini dipergunakan dalam hubungannya dengan samenloop/concursus
atau deelneming. Dipergunakan dalam hal mengahadapi seorang yang melakukan beberapa
tindak pidana atau beberapa orang yang melakukan satu tindak pidana, terjadinya suatu
komulasi, baik komulasi perbuatan maupun komulasi pelakunya.
Masalah penerapan pasal ini menjadi cukup rumit apabila kurang adanya persamaan persepsi
antara penyidik dengan penuntut umum. Karena dalam pasal yang sama bisa saja terjadi
pemahaman yang berbeda.

Jawaban referensi no 6.

C. SYARAT MELAWAN HUKUM

Suatu perbuatan dikatakan melawan hukum apabila orang tersebut melanggar undang-undang
yang ditetapkan oleh hukum. Tidak semua tindak pidana merupakan perbuatan melawan hukum
karena ada alasan pembenar, berdasarkan pasal 50, pasal 51 KUHP. Sifat dari melawan hukum
itu sendiri meliputi :

a. Sifat formil yaitu bahwa perbuatan tersebut diatur oleh undang-undang.

b. Sifat materiil yaitu bahwa perbuatan tersebut tidak selalu harus diatur dalam sebuah undang-
undang tetapi juga dengan perasaan keadilan dalam masyarakat.

Perbuatan melawan hukum dapat dibedakan menjadi :

 Fungsi negatif yaitu mengakui kemungkinan adanya hal-hal diluar undang-undang dapat
menghapus sifat melawan hukum suatu perbuatan yang memenuhi rumusan undang-undang.
 Fungsi positif yaitu mengakui bahwa suatu perbuatan itu tetap merupakan tindak pidana
meskipun tidak dinyatakan diancam pidana dalam undang-undang, apabila bertentangan
dengan hukum atau aturan-aturan yang ada di luar undang-undang.

Sifat melawan hukum untuk yang tercantum dalam undang-undang secara tegas haruslah dapat
dibuktikan. Jika unsure melawan hukum dianggap memiliki fungsi positif untuk suatu delik
maka hal itu haruslah dibuktikan. Jika unsure melawan hukum dianggap memiliki fungsi
negative maka hal itu tidak perlu dibuktikan.

Jawaban Referensi no.9

Pengertian Pasar Modal


Manajemen Investasi. Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen
keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal
sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta.
Menurut Usman (1990:62), umumnya surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal
dapat dibedakan menjadi surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat
pemilikan. Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat
berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. Lebih jauh dapat juga
didefinisikan bahwa obligasi adalah bukti pengakuan hutang dari perusahaan, sedangkan saham
adalah bukti penyertaan dari perusahaan.
Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk
didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta
keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu
pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-
obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek
(Sunariyah, 2000 : 4). Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka jelaslah bahwa
pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan
menjual hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat.

Investasi dan Pelaku Pasar Modal


Dewasa ini telah dikembangkan suatu model dalam pengambilan keputusan tentang
usul investasi yang berada dalam suatu portofolio, dimana proyek baru yang diusulkan itu
dikaitkan dengan proyek-proyek lainnya yang ada dalam suatu perusahaan.
Proyek-proyek investasi itu mempunyai risiko yang tidak independent Awat (1999 : 276).
Harapan keuntungan suatu portofolio adalah rata-rata tertimbang dari harapan keuntungan surat
berharga yang diperbandingkan dalam portofolio tersebut. Para pemain utama yang terlibat di
pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat langsung dalam proses transaksi antara pemain
utama sebagai berikut Kasmir(2001 : 183-189) :
1. Emiten. Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan
emisi di bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai tujuan
dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain :
a. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluaskan
bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
b. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
c. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada
pemegang saham baru.
2. Investor. Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang
melakukan emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan, investor
biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas
perusahaan, prospek usaha emiten dan analisis lainnya.
Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :
a. Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga
yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
b. Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar
pengusahaan (menguasai) perusahaan.
c. Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah pada saham
yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.

3 Lembaga Penunjang. Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung
beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor dalam
melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal. Lembaga penunjang yang
memegang peranan penting di dalam mekanisme pasar modal adalah sebagai berikut :
d. Penjamin emisi (underwriter). Lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai
batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
e. Perantara perdagangan efek (broker / pialang). Perantaraan dalam jual beli efek, yaitu
perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor). Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh broker antara lain meliputi :
1) Memberikan informasi tentang emiten
2) Melakukan penjualan efek kepada investor
f. Perdagangan efek (dealer), berfungsi sebagai :
1) Pedagang dalam jual beli efek
2) Sebagai perantara dalam jual beli efek
g. Penanggung (guarantor). Lembaga penengah antara si pemberi kepercayaan dengan si
penerima kepercayaan. Lembaga yang dipercaya oleh investor sebelum menanamkan dananya.
h. Wali amanat (trustee). Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si pemberi amanat
(investor). Kegiatan wali amanat meliputi :
1) Menilai kekayaan emiten
2) Menganalisis kemampuan emiten
3) Melakukan pengawasan dan perkembangan emiten
4) Memberi nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan dengan emiten
5) Memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi
6) Bertindak sebagai agen pembayaran
i. Perusahaan surat berharga (securities company). Mengkhususkan diri dalam perdagangan surat
berharga yang tercatat di bursa efek. Kegiatan perusahaan surat berharga antara lain :
1) Sebagai pedagang efek
2) Penjamin emisi
3) Perantara perdagangan efek
4) Pengelola dana
j. Perusahaan pengelola dana (investment company). Mengelola surat-surat berharga yang akan
menguntungkan sesuai dengan keinginan investor, terdiri dari 2 unit yaitu sebagai pengelola
dana dan penyimpan dana.
k. Kantor administrasi efek. Kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka
memperlancar administrasinya.
1) Membantu emiten dalam rangka emisi
2) Melaksanakan kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham para investor
3) Membantu menyusun daftar pemegang saham
4) Mempersiapkan koresponden emiten kepada para pemegang saham
5) Membuat laporan-laporan yang diperlukan

Jenis dan Fungsi Pasar Modal


Pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :
1. Pasar Perdana ( Primary Market )
Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama
waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham tersebut belum
diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari
kerja. Harga saham di pasar perdana ditetukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go
public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan.
Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang diperlukan. Perusahaan dapat
menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan memperluas barang modal untuk
memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga digunakan untuk melunasi hutang dan
memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga saham pasar perdana tetap, pihak yang
berwenang adalah penjamin emisi dan pialang, tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang
dilakukan melalui agen penjualan.
2. Pasar Sekunder ( Secondary Market )
Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor
setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90
hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa.
Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan menjual efek setiap saat.
Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun
investor lembaga dan perseorangan.
Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspetasi pasar, pihak yang berwenang
adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian, pemesanannya dilakukan
melalui anggota bursa, jangka waktunya tidak terbatas. Tempat terjadinya pasar sekunder di dua
tempat, yaitu:
1.Bursa reguler
Bursa reguler adalah bursa efek resmi seperti Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan Bursa Efek
Surabaya (BES)
2.Bursa paralel
Bursa paralel atau over the counter adalah suatu sistem perdagangan efek yang terorganisir di
luar bursa efek resmi, dengan bentuk pasar sekunder yang diatur dan
diselenggarakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE), diawasi dan dibina
oleh Bapepam. Over the counter karena pertemuan antara penjual dan pembeli tidak dilakukan di
suatu tempat tertentu tetapi tersebar diantara kantor para broker atau dealer.

Fungsi Pasar Modal


Tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih (lender) dengan pihak yang memerlukan
dana jangka panjang tersebut (borrower). Pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu ekonomi dan
keuangan. Di dalam ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari
lender ke borrower.
Dengan menginvestasikan dananya lender mengharapkan adanya imbalan atau return dari
penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi borrower, adanya dana dari luar dapat digunakan
untuk usaha pengembangan usahanya tanpa menunggu dana dari hasil operasi
perusahaannya. Di dalam keuangan, dengan cara menyediakan dana yang diperlukan oleh
borrower dan para lender tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil.

Jawaban referensi no.10

Hak kekayaan intelektual adalah hak yang timbul dari kemampuan berfikir atau olah pikir yang
menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Dalam ilmu hukum, hak
kekayaan intelektual merupakan harta kekayaan khususnya hukum benda (zakenrecht) yang
mempunyai objek benda inteletual, yaitu benda yang tidak berwujud yang bersifat immaterial
maka pemilik hak atas kekayaan intelektual pada prinsipnya dap berbuat apa saja sesuai dengan
kehendaknya.

Dalam Pasal 7 TRIPS ( Tread Related Aspect of Intellectual Property Right) dijabarkan tujuan
dari perlindungan dan penegakkan HKI adalah sebagai berikut :

Perlindungan dan penegakkan hukum HKI burtujuan untuk mendorong timbulnya inovasi,
pengalihan dan penyebaran teknologi dan diperolehnya manfaat bersama antara penghasil dan
pengguna pengetahuan teknologi, menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi serta
keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Prinsip-Prinsip Hak Kekayaan Intelektual

1. Prinsip Ekonomi, yang akan memberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan.
2. Prinsip Keadilan, yang akan memberikan perlindungan dalam pemilikannya.
3. Prinsip Kebudayaan, yang akan meningkatkan taraf kehidupan, peradaban dan martabat
manusia yang akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
4. Prinsip Sosial, yang akan memberikan perlindungan berdasarkan keseimbangan kepentingan
individu dan masyarakat.

Dasar Hukum Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia

Pengaturan hukum terhadap hak kekayaan intelektual di Indonesia dapat ditemukan dalam :

1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta;


2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten;
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek;
4. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Varietas Tanaman;
5. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang;
6. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri;
7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

 Paten

Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya
di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya atau
memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan.

Adapun invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan
masalah yan spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses atau penyempurnaan
dan pengembangan produk atau proses.

Paten diberikan untuk invensi yang baru dan mengandung langkah insentif serta dapat diterapkan
dalam industri. Invensi diaanggap baru jika pada tanggal penerimaan invensi tersebut tidak sama
dengan teknologi yang diungkapkan sebelumnya.

Invensi berupa produk atau alat yang baru dan mempunyai nilai kegunaan praktis disebabkan
oleh bentuk, konfigurasi, kontruksi, atau komponennya dapat memperoleh perlindungan hukun
dalam bentuk paten sederhana.

Berdasarkan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten, paten diberikan
untuk jangka waktu selama 20 tahun, terhitung sejak tanggal penerimaan dan jangka itu tidak
dapat diperpanjang. Sedangkan untuk paten seerhana diberikan jangka waktu 10 tahun, terhitung
sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut tidak dapat diperpanjang.

Paten diberikan berdasarkan permohonan dan setiap permohonan hanya dapat diajukan untuk
satu invensiatau beberapa invensi yang merupakan satu kesatuan invensi. Dengan demikian,
permohonan paten diajukan dengan membayar biaya kepada Direktorat Jendral Hak Paten
Departemen Kehakiman dan HAM. Namun, permohonan dapat diubah dari paten menjadi paten
sederhana.

Berdasarkan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten, paten dapat
dialihkan baik seliruh maupun sebagian karena pewarisan, hibah, wasiat, perjanjian tertulis dan
sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan dengan pencatatan oleh
derektorat jendral pengalihan paten.

Hak Kekayaan Intelektual adalah hak yang timbul dari kemempuan berpikir atau olah pikir yang
menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia.

Berdasarkan Pasal 1 Undang-undang no.15 Tahun 2001. Merek adalah tanda yang berupa
gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur
tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdaganganbarang atau
jasa.

Jenis-jenis Merek :
1. Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang
sejenisnya.

2. Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pad ajasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau
beberapa orang atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenisnya.

3. Merek Kolektif adalah Merek yang digunakan pada barang/jasa dengan karakteristik yang
sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang/badan hukum secara bersama-sama untuk
membedakan dengan barang/hal sejenis lainnya.

Pemakaian merek berfungsi sebagai :


1. Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa
orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum
lainnya.
2. Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebut
mereknya.

3. Sebagai jaminan atas mutu barangnya. Kita tentu bisa mengetahui bahwa merek dagang
SONY memiliki jaminan kualitas.

4. Menunjukkan asal barang/jasa dihasilkan.

Semenjak saya berniat untuk memulai berbisnis saya mulai mengetahui apa manfaat dari sebuah
merek. Ketika saya mendaftarkan diri untuk menjadi anggota/member di salah satu perusahaan
MLM transfer pulsa, saya diminta untuk memberikan nama pda counter pulsa yang ingin saya
buka. Karena nama counter tersebut sangatlah penting bagi saya, selain untuk membedakan
dengan counter pulsa yang lain. Dan nama counter yang saya punya adalah “ CHA-CHA CELL”.
Nama yang telah saya buat untuk counter pulsa saya menjadikanperusahaan MLM tersebut tidak
merasa kesulitan apabila saya ingin mengisi saldo lagi, karena banyaknya anggota dari
perusahaan tersebut.

Jadi, pada intinya sebuah merek pada sebuah produk/jasa yang ditawarkan oleh suatu
perusahaan/usaha kecl sangatlah penting. Karena dengan merek kita dapat membedakan produk
yang kita punya dengan produk lainnya yang sejenis.

Dengan mempunyai hak merek, suatu perusahaan dapat melindungi nama/merek dari produk
yang dimilikinya. Apabila ada seseorang/pihak lain yang berniat untuk menggunakan merek
yang sama pada produk atau keseluruhan untuk barang/jasa yang sejenis, maka perusahaan dapat
mengajukan gugatan terhadap pihak lain berupa gugatan ganti rugi atau perhentian semua
perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek tersebut.

Merek tidak dapat didaftar, jika:


o bertentangan dengan peraturan UU, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum

o tidak memiliki daya pembeda

o telah menjadi milik umum

o merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan
pendaftarannya

Merek ditolak, jika:


o mempunyai persamaan dengan merek lain

o mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terkenal

o mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan indikasi geografis

Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal
penerimaan dan jangka waktu perlindungan dapat diperpanjang dengan jangka waktu yang sama.
Sistem pendaftaran merek menganut stelsel konstitutif, yaitu sistem pendaftaran yang akan
menimbulkan suatu hak sebagai pemakai pertama pada merek, pendaftar pertama adalah pemilik
merek. Pihak ketiga tidak dapat menggugat sekalipun beritikad baik.

Iklan