Anda di halaman 1dari 9

METODE PELAKSANAAN

PAKET PEKERJAAN : PEMBANGUNAN GEDUNG BALAI NIKAH 4 UNIT

A. U M U M :

Pekerjaan Pembangunan Gedung Balai Nikah Empat Unit, tepatnya berada di Kabupaten
Xxxxxxxxxxxxx. Material lokal maupun material pabrikasi sebelum digunakan harus mendapat
persetujuan Pengawas dan Direksi lapangan. Dengan menggunakan standard ( SNI - SII ) atau
sesuai yang diizinkan oleh Direksi Pengawas. Penggunaan air kerja berada dilokasi pekerjaan
dan mudah untuk mendapatkannya. Untuk kegiatan pekerjaan spesifik kami datangkan tenaga
kerja kami yang ahli pada pekerjaan tersebut. Dan untuk tenaga pekerja sebahagian
menggunakan tenaga lokal yang ada disekitar lokasi pekerjaan.

B. PEKERJAAN PERSIAPAN :

o PEKERJAAN PENGUKURAN / UITZET


1. Perusahaan kami wajib melaksanakan pengukuran revisi uitzet situasi dan penampang
untuk penyesuaian gambar desain pelaksanaan yang berpedoman pada titik tetap yang
ditentukan oleh direksi sebagai dasar mutual check awal.
2. Kami wajib memasang patok tetap, pada tempat yang tidak mudah berubah
kedudukannya, serta patok-patok pembantu yang diberi nama dengan ukuran sesuai
petunjuk direksi lapangan.
3. Pemasangan patok-patok tersebut harus disetujui oleh direksi / pengawas lapangan.
4. Dokumen uitzet wajib diadakan dan diserahkan pada pemberi tugas, dokumentasi yang
dimaksud antara lain :
- Buku Ukur yang telah diperiksa dan disetujui
- Gambar hasil uitzet yang asli
- Gambar revisi desain yang berdasarkan hasil Uitzet yang akan menajdi dasar Volume dan
pelaksanaan, diatur/ditetapkan oleh pemilik / pemberi tugas, sebagai dasar Mutual
Check Awal dan Akhir.

o MOBILISASI TENAGA PELAKSANA PEKERJAAN, TENAGA KERJA DAN PERALATAN


1. Sebelum melaksanakan pekerjaan, kami sebagai kontraktor harus menunjuk tenaga
pelaksana pekerjaan dilapangan yang diruangkan dalam bentuk struktur organisasi, yang
bertanggung jawab dan berwenang penuh dalam tugasnya, dengan persetujuan Pemilik
Kegiatan.
2. Tenaga Pelaksana pekerjaan harus mencakup minimal :
- Pelaksana Utama
- Pelaksana Lapangan
- Surveyor
- Tenaga Administrasi
- Tenaga Logistik

3. Tenaga pelaksana wajib melaksanakan observasi sesuai ruang lingkup pekerjaannya yang
dipimpin oleh Pelaksana Utama dan bertanggung jawab terhadap :
- Pelaksanaan pekerjaan dilapangan
- Kecocokan lokasi pekerjaan dengan gambar rencana, ukuran, dimensi, sarana dan
fungsi
- Titik tetap yang digunakan untuk dasar pelaksanaan pekerjaan
- Kesalahan-kesalahan yang menurut pelaksana utama akan mengakibatkan kerugian
ataupun tidak tercapainya fungsi dan sarana konstruksi, dan harus melaporkan keadaan
ini secara tertulis kepada Direksi.
4. Tenaga inti kegiatan/pekerjaan harus merupakan tenaga yang mampu dan cukup
berpengalaman terhadap bidang pekerjaan yang dikerjakan dan setiap saat harus berada
dilokasi pekerjaan.
5. Tenaga inti kegiatan/pekerjaan harus mematuhi perintah yang disampaikan oleh Direksi
atau Pengawas Lapangan baik secara tertulis maupun tidak tertulis.
6. Pelaksana kegiatan/pekerjaan harus wajib memberikan tanggapan tertulis terhadap segala
instruksi yang ada dalam buku Direksi.
7. Tenaga kerja terdiri dari, mandor, Kepala Tukang, Tukang, Pekerja, Sopir, Mekanik akan
memakai tenaga lokal dan sebagian tenaga lain akan didatangkan dari luar daerah
terutama tenaga pekerja terampil.
8. Mobilisasi peralatan akan didatangkan sesuai dengan kebutuhan seperti Dump Truck,
Beton Molen dan Alat pertukangan lainnya

URAIAN JENIS PEKERJAAN


Jenis Pekerjaan pada kegiatan Pembangunan Gedung Balai Nikah Empat Unit secara umum kami
kelompokkan sebagai berikut :

A. PEK. PERSIAPAN.
B. PEK. PEMBANGUNAN GEDUNG KUA SUWAWA SELATAN MELIPUTI :
I. Pekerjaan Tanah
II. Pekerjaan Pondasi
III. Pekerjaan Beton Bertulang
IV. Pekerjaan Pasangan
V. Pekerjaan Kosen Pintu, Jendela & Ventilasi
VI. Pekerjaan Plafond
VII. Pekerjaan Atap
VIII. Pekerjaan lantai
IX. Pekerjaan Instalasi Listrik
X. Pekerjaan Intalasi Air
XI. Pekerjaan Finising

C. PEK. PEMBANGUNAN GEDUNG KUA BULANGO TIMUR MELIPUTI :


I. Pekerjaan Tanah
II. Pekerjaan Pondasi
III. Pekerjaan Beton Bertulang
IV. Pekerjaan Pasangan
V. Pekerjaan Kosen Pintu, Jendela & Ventilasi
VI. Pekerjaan Plafond
VII. Pekerjaan Atap
VIII. Pekerjaan lantai
IX. Pekerjaan Instalasi Listrik
X. Pekerjaan Intalasi Air
XI. Pekerjaan Finising

D. PEK. PEMBANGUNAN GEDUNG KUA SUWAWA TENGAH:


I. Pekerjaan Tanah
II. Pekerjaan Pondasi
III. Pekerjaan Beton Bertulang
IV. Pekerjaan Pasangan
V. Pekerjaan Kosen Pintu, Jendela & Ventilasi
VI. Pekerjaan Plafond
VII. Pekerjaan Atap
VIII. Pekerjaan lantai
IX. Pekerjaan Instalasi Listrik
X. Pekerjaan Intalasi Air
XI. Pekerjaan Finising

E. PEK. PEMBANGUNAN GEDUNG KUA BULANGO ULU:


I. Pekerjaan Tanah
II. Pekerjaan Pondasi
III. Pekerjaan Beton Bertulang
IV. Pekerjaan Pasangan
V. Pekerjaan Kosen Pintu, Jendela & Ventilasi
VI. Pekerjaan Plafond
VII. Pekerjaan Atap
VIII. Pekerjaan lantai
IX. Pekerjaan Instalasi Listrik
X. Pekerjaan Intalasi Air
XI. Pekerjaan Finising

VI. PEK. LUAR

C. PEKERJAAN KONTRUKSI :

> PEK. DINDING PARTISI, PINTU, JENDELA DAN VENTILASI

 Kegiatan Pekerjaan ini kami kelompokkan sbb :


- Pas. Rangka, daun pintu, kaca untuk jendela + ventilasi
- Pas. Alat penggantung dan pasang kunci
- Pengecatan daun pintu multipleks dan dinding partisi

 Seluruh kegiatan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Kosen maupun Pintu serta Jendela dan
Ventilasi ( Bahan dan Upah ) akan ditangani oleh Perusahaan yang sudah berpengalaman
menangani pekerjaan ini.

> PEK. FINISHING

 Kegiatan Pekerjaan ini dilaksanakan pada lantai I, lantai II dan lantai III kantor Bupati Xxxxxx , yang
kami kelompokkan terdiri dari :

- Pas. Ralling Pagar, Tangga dari bahan stainles steel. Pemasangannya dilaksanakan oleh
tenaga yang ahli, agar hasilnya naik dan rapih. Dengan menggunakan bahan Stainles Steel
sesuai ukuran diameter yang ada dalam kontrak.
- Pas. Keramik lantai, dinding KM/WC serta pasang Granit Tile yang ukurannya disesuaikan
dengan yang ada dalam kontrak.
- Dengan memperhatikan Ukuran serta kwalitas bahan keramik maupun granit tile harus dari
bahan kwalitas baik. Pemasangannya harus dilakukan dengan menggunakan benang dan
menjaga bagian sudutnya agar hasilnya lurus dan siku.
- Pasang rangka dan pasang plafon horizontal Gypsum.
- Pengecatan Plafond dan dinding pada semua dinding yang ada di-lantai I, II dan III. Bahan
cat yang digunakan harus disetujui oleh pengawas direksi lapangan.

> PEK. SANITASI DAN PLUMBING.

 Kegiatan Pekerjaan ini dilaksanakan pada lantai I, lantai II dan lantai III kantor Bupati Xxxxxx , yang
kami kelompokkan terdiri dari :

Pekerjaan Instalasi Sanitasi dan Plumbing


Urutan kerja :
a. Bahan Pipa sesuai diameter dan panjang disiapkan
b. Penempatan instalasi air sesuai dengan gambar rencana.
c. Dipasang sedemikian rupa seingga tidak menimbulakan kebocoran pada setiap sambungan.
d. Bahan-bahan kloset duduk, wastafel dan lainnya sesuai jenis dan model disiapkan
e. Penempatan masing-masing sesuai dengan gambar rencana.
f. Dipasang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kebocoran dan kerusakan pada
bahan yang digunakan dan harus berfungsi dengan baik pada waktu akan digunakan.
g. Penyelesaian dan Perapihan Instalasi.

> PEK. MEKANIKAL ELEKTRIKAL

 Kegiatan Pekerjaan ini dilaksanakan pada lantai I, lantai II dan lantai III kantor Bupati Xxxxxx , yang
kami kelompokkan terdiri dari :
a. Bahan disiapkan
b. Penempatan instalasi sesuai dengan gambar rencana.
c. Dipasang sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan korsleting pada setiap sambungan.
d. Penyelesaian dan Perapihan Instalasi.

> PEKERJAAN LUAR

 Kegiatan ini merupakan pekerjaan sarana dan prasarana bangunan luar dan perlengkapannya yang
kami kelompokkan terdiri dari :

 Pembangunan Gardu Travo 11.000 KVA, yang dibangun pada tempat yang telah ditetapkan
dalam gambar Site Plan.
 Pemasangan Instalasi Jaringan Telepon. Pemasangannya dikerjakan oleh tenaga ahli yang
sudah pengalaman.
 Pembuatan Septictank dan Peresapannya. Konstruksi Septictank dipasang sedemikian rupa
sehingga tidak menimbulkan kebocoran dan dibuat sesuai gambar dan petunjuk
pengawas/direksi lapangan.
 Pasang Penangkal Petir pada bagian (atas) atap agar bangunan aman dan terhindar dari
radiasi petir dan gangguan alam lainnya.

D. PEKERJAAN AKHIR

1. Dokumentasi & Pelaporan


Disamping pembuatan gambar-gambar terlaksana maka juga dibuatkan laporan akhir kemajuan
fisik pekerjaan yang akan dimasukkan ke Pihak pengguna jasa sebagai bahan pertimbangan untuk
pengurusan termijn dan sebelumnya akan diadakan pemeriksaan secara bersama-sama antara
pihak Direksi Pengawas, Pengguna Jasa dan Kontraktor tentang kemajuan pekerjaan tersebut di
lapangan. Pekerjaan ini dimaksudkan untuk pembersihan sisa–sisa pekerjaan dan kotoran yang
masih ada akibat dari pelaksanaan pekerjaan
Untuk foto dokumentasi meliputi foto 0 % pekerjaan, foto sementara pelaksanaan, dan foto 100 %
pekerjaan. Kemudian tersebut mencakup tampak depan, belakang, samping kiri, samping kanan
dan detail – detail foto yang disesuaikan dengan jenis kegiatan pekerjaan dilapangan.

2. As build drawing
Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan maka akan dibuatkan gambara terlaksananya (As Built
Drawing) dan Shop Drawing dikarenakan mungkin akan terjadi perubahan – perubahan volume
yang cukup signifikan di lapangan.

Demikian metode pelaksanaan ini dibuat secara umum untuk menjadi bagian dari pelaksanaan
pekerjaan PEMBANGUNAN POSKESDES BALAHU TAHUN ANGGARAN 2011.

Xxxxxx, 29 Maret 2011


CV. CAHAYA PERMATA
Ha. KARTIN YAHYA
Direktur Utama

 Apabila tidak ada catatan atau instruksi khusus, semua tahapan pembuatan
beton harus mengikuti standart dan memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. Dalam hal
ini pedoman utama adalah Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.

 Pekerjaan beton bertulang meliputi :

1. Pondasi Poer beton mutu = K. 225


2. Sloof beton mutu = K. 225
3. Kolom beton mutu = K. 225
4. Balok beton mutu = K. 225
5. Dinding beton mutu = K. 225
6. Rabat beton 1 Pc : 3 Ps : 5 kr

Bahan - bahan

Bahan semen untuk pekerjaan beton adalah dari jenis Portland Cement (PC) dan
penyimpanannya harus sesuai dengan ketentuan teknis, semua yang dikirim dari leverensi
harus mengambil contoh untuk diperiksa dan dianalisa.

Kerikil dan pasir (Agregates) harus kuat, padat, tahan lama dan bersih dari segala bentuk
kotoran yang dapat menurunkan mutu dan memperlambat kekuatan beton.

Kerikil boleh dalam bentuk bulat atau batu pecah dengan ukuran antara 5 mm s/d 30 mm.
Baik koral maupun pasir halus bergradiasi sesuai pedoman PBI (Persatuan Beton Bertulang
Indonesia) 1971 (NI-2).

Air untuk pembuatan beton harus bersih dan tidak boleh mengandung endapan lumpur,
minyak atau garam, asam serta berpedoman pada SNI 03-2834-1992

Bahan pembantu (Admixtur) hanya boleh dipakai oleh Penyedia barang/jasa dengan
persetujuan Direksi.

Adukan

 Adukan beton terdiri dari bahan semen, kerikil, pasir, air dan bahan pembantu
apabila diperlukan.
 Perbandingan campuran harus ditentukan sedemukian rupa, sehingga beton
mudah dikerjakann serta kekuatan maksimum dan penyusutan minimal dapat tercapai.

Percobaan Kubus Uji (bila dibutuhkan)

 Percobaan kekuatan beton dalam kg/cm2 ditentukan dengan percobaan kubus


beton bertulang 15 cm X 15 cm X 15 cm.

 Jumlah kubus percobaan akan ditentukan oleh Direksi. Hasil kubus-kubus


tersebut harus diserahkan kepada Direksi.

 Pada setiap pengujian, jika kekuatan beton berumur 7 (tujuh) hari kurang dari
70 % dari kekuatan tekan beton yang berumur dari 28 hari, maka direksi berhak memerintahkan
untuk menambah semen kedalam campuran beton.

 Kelebihan biaya akibat perubahan campuran (adukan) tersebut adalah menjadi


beban Penyedia barang/jasa.

 Campuran beton yang dipakai dapat diubah bila mana direksi memandang
perlu.

Pengadukan, Pengecoran dan Pemadatan Beton

 Kekentalan adukan harus diatur dengan pemberian air ditakar sedemikian rupa
sehingga mengahasilkan beton yang homogen tanpa terjadi pemisahan bahan-bahan satu sama
lain.

 Ketentuan adukan beton ditentukan menurut percobaan slump beton


berdasarkan PBI 1971 dan apabila tidak ditetapkan lain, maka sebagai pedoman dipakai nilai
nominal 25 mm dan maksimal 125 mm. Pelaksanaan yang menyimpang dari ketentuan ini harus
mendapat persetujuan Direksi.

 Ukuran campuran berdasarkan uji kubus ditetapkan langsung dengan alat


timbangan yang disetujui Direksi.

 Apabila adukan beton dilaksanakan dengan molen manual (concrette mixer),


maka penggunaan alat tersebut harus mendapat persetujuan Direksi.

 Pengecoran tidak dapat dilakukan pada saat hujan lebat. Pengertian “ Hujan
Lebat “ ditentukan oleh Direksi.

 Pengecoran tidak dapat dilaksanakan apabila cetakan (bekisting dan tiang-


tiang penyangga telah selesai disiapkan sebaik-baiknya dan mendapat persetujuan Direksi.

 Berita acara pemeriksaan kesiapan pengecoran beton harus ada.

 Kehadiran Direksi pada saat pengecoran adalah syarat mutlak yang harus
dipenuhi.

 Jarak waktu antara pengadukan dan pengecoran tidak boleh melampaui batas
waktu 30 menit.

 Pengecoran harus dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga rongga-rongga


ruangan-ruangan antara batang-batang penulangan serta semua sudut-sudut terisi padat.
Penyebaran beton harus merata kesemua bagian dalam cetakan (bekisting). Penggetaran yang
dilakukan harus dilaksanakan tanpa merusak sistim penulangan atau bekisting itu sendiri.

 Beton yang telah mengeras tidak boleh dipakai lagi dengan menambah dan
mencampuri air kedalam adukan tersebut.

 Pengeringan beton yang lebih cepat dari proses yang semestinya akibat dari
cuaca panas harus dicegah dengan memberi perlindungan secukupnya, antara lain dengan
menyiram air pada permukaan beton setiap tiga jam sekali.
 Bagian beton yang masuk kedalam tanah (akan ditimbun) sebelum ditimbun
harus diperiksa dan disetujui oleh direksi lapangan.

Perawatan Beton.

* Beton harus dilindungi selama proses pengerasan berlangsung dari pengaruh cuaca dengan cara
menyiram, menutup dengan karung basah atau cara lain yang dibenarkan.

Perhatian khusus harus diberikan untuk menjaga agar selama proses pengerasan berlangsung,
permukaan beton tidak mengalami bentukan atau menerima beban yang berlebihan.

Cetakan (bekisting)

 Cetakan harus dibuat dari bahan yang bagus, dan mempunyai permukaan yang
rata dan kedap air.

 Kerangka penunjang dan penyangga harus kokoh, sehingga cetakan tidak


mengalami perubahan bentuk, posisi maupun elefasi. Semua sistim penunjang dan penyangga
harus diperhitungkan untuk dapat menerima segala macam kemungkinan pembebanan.

 Semua bahan yang akan dipakai untuk pembuatan cetakan harus diperhatikan
dan disetujui Direksi.

 Toleransi yang diizinkan adalah + 3 mm untuk garis permukaan setelah


penyetelan bekisting dilakukan.

 Pembuatan cetakan harus dilaksanakan sedemikian rupa agar pada waktunya


dapat dilepaskan dan dibongkar dengan mudah tanpa merusak beton itu sendiri. Waktu
pembongkaran ditentukan oleh Direksi.

Pekerjaan Penulangan Beton

 Apabila setelah cetakan (bekisting) dibuka ternyata terdapat cacat atau


kerusakan lainnya, maka Penyedia barang/jasa wajib memperbaikinya sesuai instruksi direksi.
 Perbaikan sebaiknya dilaksanakan segera setelah cetakan dibuka.

 Penggunaan bahan-bahan khusus untuk perbaikan beton harus mendapat


persetujuan Direksi.

 Ruang lingkup penulangan beton adalah penyediaan penyiapan, Memotong,


membengkokkan, memasang dan mengikat satu sama lain batang-batang tulangan baja sesuai
yang tercantum dalam gambar.

 Semua pekerjaan penulangan harus memenuhi persyaratan dan pedoman


dalam peraturan beton bertulang Indonesia 1971 NI.

 Apabila direksi memandang perlu maka Penyedia barang/jasa harus membuat


gambar kerja dan menyiapkan pembengkokan tulang.

 Jenis tulangan yang dipakai adalah batang baja dengan permukaan poros
dengan tegangan karakteristik telah maksimal 2400 kg/cm2.

 Semua tulangan yang dipasang, harus bersih dari segala jenis kotoran, minyak
dan karat, karena hal ini akan mengurangi daya ikat.

 Kawat pengikat harus terbuat dari baja dengan garis tengah minimal 0,8 mm.

 Apabila tidak ditetapkan lain, maka toleransi pada pemasangan tulangan dan
tebal penutup beton minimal harus mengikat pedoman yang tercantum dalam peraturan Beton
Bertulang Indonesia 1971.

 Ukuran diameter besi beton yang tertera dalam gambar adalah ukuran
minimal (tidak bisa dikurangi). Untuk Penyedia barang/jasa harus memperhatikan dengan benar
ukuran riil dari besi beton tersebut.
> PEKERJAAN KONSTRUKSI KAYU

 Jenis kegiatan pada pekerjaan Konstruksi Kayu meliputi antara lain :

- Pekerjaan Kuda-Kuda uk. 8/12 cm, kayu Kelas.I dan Pek. Atap dan Plafond.
- Pekerjaan Gording uk. 6/12 cm, kayu Kelas. I
- Pekerjaan Kasau + Reng kayu Kelas. I
- Pekerjaan Lisplank Papan uk. 2 x 3/25 cm

 Rangka atap dan gording digunakan kayu kelas I, sedangkan untuk rangka kap kuda-kuda dan
listplank papan juga menggunakan kayu kelas I atau sejenis dengan kualitas baik dan keadaan
kering ukuran disebutkan dalam gambar. Konstruksi penyambungan dengan skrup pen, baut yang
dikerjakan dengan rapi. Semua ukuran kayu untuk kuda – kuda toleransi 0,5 cm untuk serutan
permukaan sambungan dimulai.

 Kasau dan reng yang digunakan kayu kelas I kualitas baik, ukuran sesuai gambar.

 Semua rangka atap, kuda-kuda, gording, kaso dan reng sebelum ditutup atau terlebih dahulu
harus diresidu.

 Penutup atap menggunakan Multi Roof.

 Lisplank atap dari bahan papan kayu dengan ukuran 2 x 3/25 cm sesuai gambar.
Penutup kepala atap (hubungan) dipasang bumbungan/Nok Multi Roof.

> PEKERJAAN DINDING

 Jenis kegiatan pada pekerjaan Dinding meliputi antara lain :

- Pas. Dinding Batu Bata Sp. 1 Pc : 4 Ps.


- Pas. Dinding Batu Bata Sp. 1 Pc : 3 Ps.
- Pek. Plesteran Sp. 1 Pc : 4 Ps.
- Pek. Plesteran Sp. 1 Pc : 3 Ps.
- Pek. Acian / Plamur

 Pekerjaan Pas. Dinding batu bata Sp. 1:3 digunakan pada pekerjaan dinding kedap air
/Trasraam, Sedangkan Pas. Dinding batu bata Sp. 1:4 diganakan pada dinding bangunan atas.
Batu bata yang digunakan harus kuat dan tidak mudah patah.

 Pada Pekerjaan Plesteran harus menggunakan adukan 1Pc : 4Psr dilaksanakan pada dinding
bangunan bagian atas, sedangkan plesteran dengan adukan 1Pc : 3 Psr dilaksanakan pada
dinding kedap air. Dalam pengerjaannya harus sedemikian rapih dan rata, bila perlu gunakanlah
alat untuk melihat kerataan agar sisi kiri dan sisi kanan saluran sudah benar-benar rata.

 Pekerjaan Acian dilakukan setelah pekerjaan plesteran dilaksanakan. Pekerjaan acian


menggunakan bahan dasar semen yang berfungsi untuk menutupi semua rongga-rongga atau
celah-celah konstruksi, sehingga konstruksi tersebut bisa kedap air, dan menjadikan
permukaannya lebih rata. Setelah itu dilanjutkan dengan pekerjaan Plamur dinding, agar
seluruh permukaan dinding benar-benar rata dan rapih.

> PEKERJAAN KOSEN, PINTU + JENDELA DAN VENTILASI

 Kegiatan Pekerjaan ini terdiri dari :

- Pas. Pintu Bostinco


- Pas. Pintu Kaca Glass Panel
- Pas. Pintu PVC
- Pas. Jendela Kaca
- Pas. Ventilasi Kaca
 Seluruh kegiatan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Kosen maupun Pintu serta Jendela dan
Ventilasi ( Bahan dan Upah ) akan ditangani oleh Perusahaan yang sudah berpengalaman
menangani pekerjaan ini.

> PEKERJAAN PENGECATAN


 Pekerjaan Pengecatan terdiri dari :

- Pengecatan permukaan Dinding


- Pengecatan permukaan Kayu
 Pengecatan permukaan dinding tembok dilakukan pada semua dinding yang ada.
Permukaan dinding terlebih dahulu diplamur, kemudian dihaluskan dengan menggunakan
Amplas. Pengecatan dilakukan sebanyak 2 kali lapisan, sehingga akan mendapatkan hasil yang
baik dan rata.

 Pekerjaan pengecatan untuk kayu meliputi semua kayu yang terlihat penampangan seperti
kosen kosen daun pintu papan listplank.

 Sebelum dilakukan pengecatan terlebih dahulu harus dicat meni sebagai lapisan dasar.

 Cat kayu yang digunakan harus persetujuan Direksi.

 Setelah dilakukan pengecatan meni khusus untuk kap/gordyn, tidak perlu dilakukan pengecatan
mengkilat.

 Semua bidang yang akan dicat (kayu dan tembok) terlebih dahulu bidang permukaannya harus
didempul, diamplas merata baru dilakukan pengecatan jadi sebanyak 2 x.

> PEKERJAAN LAIN – LAIN.

 Kegiatan Pekerjaan ini adalah Pembuatan dan Pemasangan Railling yang bahannya terbuat dari
Besi Steinless Steal dengan ukuran Diameter 2,5 inchi.
Pengerjaannya akan ditangani langsung oleh tenaga ahli yang profesional.

D. PENUTUP.

Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai secara keseluruhan, selanjutnya kami akan mengadakan
pembersihan lapangan, sehingga pada saat penyerahan pekerjaan semuanya dalam keadaan
bersih dari kotoran – kotoran yang ada. Selama pelaksanaan pekerjaan kami akan membuat
laporan harian, mingguan dan bulanan yang akan dikirimkan secara berkala kepada
Direksi/Pemilik, demikian pula selama pelaksanaan pekerjaan dimulai dari awal akan dibuat
foto dokumentasi pelaksanaan pada lokasi pekerjaan tertentu mulai dari foto 0% - 5%
pelaksanaan s/d 100% final.

Bila kami dipercaya sebagai pelaksana pekerjaan, maka seluruh proses pekerjaan akan kami
laksanakan sesuai dengan gambar design, Risalah, RAB, serta sesuai jadwal pelaksanaan yang
telah kami buat. Hal-hal lain tetap akan mengacu / berpedoman pada ketentuan yang telah
ditetapkan dalam kontrak beserta lampiran-lampirannya.

Demikian Metode Pelaksanaan ini kami uraikan semoga dapat membantu dalam pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Anda mungkin juga menyukai