Anda di halaman 1dari 27

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena


berkat rahmat, taufiq, serta hidayah Nya-lah kami dapat menyelesaikan
makalah ini.
Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini dapat menambah
pengetahuan pembaca agar lebih memahami masalah tentang biosfer dan
makhluk hidup
Kami juga turut menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada pihak-pihak yang telah terlibat serta mendukung terselesaikannya
makalah ini.
Upaya pemenuhan makalah ini diharapkan dapat membantu
peningkatan efektifitas pelaksanaan proses pembelajaran, dan diharapkan bagi
pembaca untuk mengembangkan wawasan dan kemampuan dari apa yang
telah dipelajari dalam makalah yang berjudul “BIOSFER DAN MAKHLUK
HIDUP” ini. Tetapi, makalah ini bukan satu-satunya sumber belajar, untuk itu
bagi para pembaca agar lebih bersikap pro aktif untuk mencari dan menggali
ilmu tentang materi dan sumber yang lain.
Harapan kami, mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca. Kami sangat mengharapkan saran, dan masukan serta kritikan
yang membangun karena kami menyadari bahwa makalah yang kami susun
ini masih banyak kekurangan dan kami juga mohon maaf yang sebesar-
besarnya apabila ada kesalahan dan kejanggalan yang terdapat dalam makalah
ini.

Banjarmasin, 28 Novemver 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

BAB I ............................................................................................................................ 1

PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1

A. Latar Belakang ................................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 1

C. Tujuan ................................................................................................................ 2

BAB II ........................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ........................................................................................................... 3

A. Biosfer ................................................................................................................ 3

Makhluk Hidup ...................................................................................................... 4

Ciri-Ciri Makhluk Hidup ....................................................................................... 5

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup .................................................. 6

B. Evolusi Kehidupan ............................................................................................. 6

KONSEP PENTING dalam EVOLUSI ................................................................. 7

Masa Pra Darwin ................................................................................................... 9

Pasca Darwin ....................................................................................................... 13

C. Evolusi Manusia ............................................................................................... 14

a. SIFAT SIFAT ORDO PRIMATA ............................................................... 15

b. KERA MANUSIA DARI AFRIKA ............................................................. 17

C. HOMO ERECTUS .......................................................................................... 18

ii
D. MANUSIA MODEREN ................................................................................. 20

BAB II ......................................................................................................................... 22

PENUTUP ................................................................................................................... 22

Kesimpulan .............................................................................................................. 22

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 23

iii
iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara,
daratan dan air yang memungkinkan kehidupan dan proses
biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut geofisikologi biosfer
adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan
admisfer (udara) Bumi. bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat
yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah
berlangsung selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi.
Makhluk hidup adalah suatu organisme yang dapat mempertahankan
dirinya dari berbagai perubahan lingkungan dan dapat berkembangbiak untuk
melestarikan jenisnya. Dalam dunia biologi yang termasuk ke dalam golongan
makhluk hidup adalah mikroorganisme seperti bakteri, tumbuhan, hewan, dan
manusia.
Di tingkat organ Sekumpulan organ yang bekerja sama akan
membentuk suatu sistem untuk menjalankan fungsi tertentu yang disebut
dengan sistem organ. Manusia dan hewan memiliki berbagai sistem organ,
tetapi tumbuhan tidak memiliki sistem organ.
Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang bertanggung jawab
menjaga bumi yang yang memiliki banyak unsur biosfer agar terjaganya
keseimbangan di dunia ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu biosfer?
2. Bagaimana klasifikasi makhluk hidup?

1
3. Bagaimana masa praDarwin, masa Darwin, dan pascaDarwin?
4. Apa itu evolusi manusia?
C. Tujuan
1. Mengetahui apa itu biosfer.
2. Mengetahui klasifikasi makhluk hidup.
3. Mengetahui evolusi masa praDarwin, Darwin, pascaDarwin.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Biosfer
.Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan dan
air yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian
luas menurut geofisikologi biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan
seluruh makhluk hidup dan admisfer (udara) Bumi. bumi hingga sekarang adalah
satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap
telah berlangsung selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi.
Seluruh ekosistem di dunia disebut biosfer. Dalam biosfer, setiap makhluk
hidup menempati lingkungan yang cocok untuk hidupnya. Lingkungan atau tempat
yang cocok untuk kehidupannya disebuthabitat. Dalam biologi kita sering
membedakan istilah habitat untuk makhluk hidup mikro, seperti jamur dan bakteri,
yaitu disebut substrat.
Dua spesies makhluk hidup dapat menempati habitat yang sama, tetapi tetap
memiliki relung (nisia)berbeda. Nisia adalah status fungsional suatu organisme dalam
ekosistem. Dalam nisianya, organisme tersebut dapat berperan aktif, sedangkan
organisme lain yang sama habitatnya tidak dapat berperan aktif. Sebagai contoh
marilah kita lihat pembagian nisia di hutan hujan tropis.

Suatu benda dinyatakan hidup atau maklhuk hidup jika memiliki ciri-ciri :
1. Melakukan pertukaran zat atau metabolisme; artinya adanya zat yang masuk
dan keluar.
2. Tumbuh; artinya bertambah besar karena pertambahn dalam dan bergerak.
3. Melakukan reproduksi atau berkembang biak.
4. Memiliki irritabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan
reaksi terhadap rangsangan itu.
5. Memilki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkun rangsangan itu.

3
Sebelum makhluk hidup muncul dipermukaan Bumi, yang ada hanya bakal
biosfer, yaitu lingkungan fisis saja. Oleh karena itu, timbullah pertanyaan darimana
dan bagaaimana makhluk hidup itu menghuni dibumi? Untuk menjawab pertanyaan
itu terdapat berbagai teori, yaitu antara lain :
1. Teori Cosmozoa, yang menyatakan bahawa makhluk hidup datang dibumi dari
bagian luar lain alam semesta ini. Diprediksi bahwa suatu benda berat telah
menyebarkan benda hidup itu merupakan suatu partikel-partikel kecil.
2. Teori Pfluger, yang menyatakan bahwa Bumi berasal dari suatu materi yang
sangat panas, kemudian dari bahan itu mengandung karbon dan notrogen terbentuk
senyawa Cyanogen (CN).
3. Teori Moore, yang menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang
cocok dari bahan anorganik pada saat Bumi mengalami pendinginan melalui suatu
proses yang kompleks dalam larutan yang labil.
4. Teori Allen Pendapat ini menyatakan pada saat keadaan berdifusi bumi ini seperti
keadan sekarang. Beberapa reaksi terjadi yaituenergi yang dating dari sinar matahari
diserap zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi – materi.
Interaksi antara Nitrogen (N) , karbo (C) , hydrogen (H) Oksigen (O) dan sulfur (S)
yang terdapat pada genangan air di muka Bumi yang akan menimbulkan protoplasma
benda hidup.

5. Teori Transendental Teori ini merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup
itu di ciptakan oleh super Nature atau tuhan yang maha kuasa di luar jangkauan sains.

6. Teori Biologi Modern pada prinsipnya teori beranggapan bahwa kehidupan berasal
dari atmosfer beberapa ilmuan yang mengemukakan teori ini adalah sebahgai berikut.

Makhluk Hidup
Definisi makhluk hidup dalam biologi dan ekologi organisme (bahasa
Yunani: organon yang berarti alat) adalah kumpulan molekul-molekul yang saling
memengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup.

4
Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki lebih
dari satu sel. nama lainya yag sering disebut selain organisme adalah makhluk hidup
Organisme terdiri dari manusia ,tumbuhan, hewan, serta mikro organisme.
Arti hidup dalam islam dapat diambil dari kata hayat yang berasal dari kata
hidayah yang berartihidup. Adapun makhluk hidup antara lain terdiri dari : manusia,
jin, malaikat, setan, huwan, dan tumbuh – tumbuhan dan benda alam. Berbeda dengan
makhluk lain manusia memiliki, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan
beradaptasitujuan hidup yang ditetapkan lebih terperinci oleh ALLAH SWT didalam
suatu pedoman hidup.

Ciri-Ciri Makhluk Hidup


Mengapa batu disebut makhluk tak hidup, sedangkan pohon disebut makhluk
hidup? Ingatkah kamu bahwa hanya makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri hidup.
Ciri-ciri hidup tersebut adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa,
tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan beradaptasi.

●Bernapas
Ciri utama makhluk dikatakan hidup yaitu bernapas. Ketika bernapas makhluk
hidup menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan karbon dioksida (CO2). Oksigen
diperlukan untuk proses oksidasi zat makanan yang menghasilkan energi dan karbon
dioksida. Energi berguna untuk menjalankan kegiatan hidup.
Reaksio oksidasinya sebagaiberikut
Zat makanan + oksigen —> energi + uap air + karbon dioksida.
●Bergerak
Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah
gerak berpindah tempat misalnya dengan kaki, sayap dan sirip. Gerak pasif misalnya
ditunjukkan oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak dapat berpindah tempat, tetapi
menggerakkan sebagaian tubuhnya.
Contohnya gerak daun menguncup, gerak batang menghadap cahaya, gerak
akar mendekati sumber air serta gerak mekarnya bunga.

5
●Peka terhadap Rangsang
Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat
pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Indra peka terhadap
rangsang. Rangsang dapat berupa cahaya, bunyi, bau, rasa atau sentuhan. Dengan
adanya indra yang peka terhadap rangsang-rangsang tersebut, manusia dan hewan
mempunyai kemampuan melihat, mendengar, mencium, mengecap rasa dan
menyentuh/meraba.
● Makan
Makanan diperlukan oleh makhluk hidup sebagai sumber energi, untuk
pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak. Tumbuhan hijau memperoleh
makanan dengan memproduksi sendiri. Tumbuhan hijau sebagai produsen mengolah
zat-zat anorganik menjadi zat organic melaluiprosesfotosintesis.
Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup dalam takson melalui
pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman. Makhluk hidup yang
diklasifikasikan dalam satu kelompok atau takson tertentu memiliki persamaan-
persamaan sifat dan/atau ciri-ciri. Demikian pula sebaliknya, makhluk hidup dalam
kelompok atau takson yang berbeda akan memiliki perbedaan-perbedaan sifat
dan/atau ciri-ciri.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup


Tiap-tiap makhluk hidup mempunyai keanekaragaman bentuk, ukuran, warna,
kebiasaan hidup, tempat hidup, dan tingkah laku yang berbeda-beda. Dengan adanya
begitu banyak keanekaragaman makhluk hidup, perlu dicari cara yang tepat untuk
mempelajarinya. Caranya adalah dengan pengelompokan makhluk hidup
atau klasifikasi makhluk hidup.
Manfaat klasifikasi adalah untuk mengetahui jenis-jenis makhluk hidup dan
hubungan antarmakhluk hidup sehingga menjadi lebih mudah diketahui kekerabatan
antarmakhluk hidup yang beraneka ragam.

B. Evolusi Kehidupan

6
Evolusi, sebagai cabang Biologi dalam rumpun Sains, adalah ilmu yang
mempelajari tentang perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur menuju
kesesuaian dengan waktu dan tempat. Sebagai imu pengetahuan, kajian evolusi
didasarkan atas data keanekaragaman dan keseragaman makhluk hidup dalam
tingkat komunitas, dan kemudian dalam perkembangan berikutnya didukung oleh
data-data penemuan fosil, sehingga tidak pernah dapat menerangkan dengan
lengkap apa yang pernah terjadi pada masa lampau. Hal inilah yang kemudian
oleh para penentang paham evolusi digunakan sebagai dasar penolakan mereka.
Terlebih lagi jika penentang itu berasal dari tokoh agama, mereka melawan
paham evolusi dengan tetap menunjukkan apa yang telah tersurat dalam kitab suci
mereka. Maka untuk lebih menetralisasi (memperlunak) agar pertentangan tidak
lebih meruncing paham evolusi sering juga disebut sebagai Hipotesis Evolusi,
yang kebenarannya masih perlu diuji lebih lanjut.

Evolusi dapat dipelajari dengan metode pendekatan tertentu. Misal :


mempelajari struktur organisme yang masih berkerabat, mengaitkan perubahan
ciri-ciri yang masih bisa dilacak, kemudian mempelajari proses evolusi dari suatu
kelompok secara utuh, dari bentuk yang primitif sampai bentuk yang terlihat
sekarang. Berdasarkan hal ini, maka setiap organisme, yang ada sekarang dan
pernah ada, mempunyai nenek moyang (ansestor) yang berlainan dalam hubungan
kekerabatan pada suatu masa tertentu, meskipun jika dilacak ke belakang sampai
pada masa awal kehidupan, semua memang berawal dari satu moyang asal.

KONSEP PENTING dalam EVOLUSI


Sebagai ilmu pengetahuan, entah disebut sebagai teori ataupun hipotesis,
evolusi meliputi konsep-konsep esensial (pokok, penting), yaitu :

1. Perubahan evolusi adalah perubahan komposisi genetik suatu populasi


pada satuan waktu tertentu
2. Alam berfungsi sebagai “pengarah” dalam proses evolusi populasi
makhluk hidup.

7
3. Faktor (atau juga sering disebut sebagai agen) terpenting dalam proses
evolusi adalah Seleksi Alam.
4. Bentuk-bentuk (manifestasi) respons makhluk hidup terhadap seleksi alam
adalah :
 Adaptasi organism
 Perubahan komposisi genetik suatu populasi sesuai dengan kondisi
lingkungan yang cocok dengan alel yang tersedia.
 Ada beberapa mekanisme dalam perubahan evolutif, yang dikenal
sebagai isolasi (keterpisahan) dalam populasi jenis makhluk hidup,
antara lain dikenal konsep isolasi : geografik, reproduksi,dan
perilaku, serta akibat-akibat yang menyertainya
 Terbentuk spesies baru
5. Kehidupan di muka bumi berubah dari waktu ke waktu, ada yg muncul
dan ada yang punah.
6. Organisme sekarang mempunyai sejarah dan hubungan dengan organisme
yang hidup di masa lampau

Sebagian orang yang berpengalaman beranggapan bahwa evolusi kehidupan


terutama disebabkan karena mutasi . Mutasi adalah Perubahan spesiaes yang agak
meloncat yang disebabkan perubahan kromosom sel atau perubahan gen. Petunjuk
Evolusi dapat dilihat dari :

1. Geologi dan palaentologi (Primer)


2. Morfologi dan anatomi pembanding.
3. Reaksi fisiologis pembanding.
4. Penyebaran mahluk di muka bumi.
5. Embryologi

Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun


sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Darwin adalah
ilmuwan pertama peletak dasar-dasar ilmiah teori evolusi, karena telah banyak

8
terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini. Konsep utama teori
Darwin mengenai evolusi adalah tentang seleksi alam yang dianggap oleh mayoritas
komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

Tahap perkembangan teori Evolusi dibedakan menjadi tiga besar : (1) Masa Pra-
Darwin, (2) Masa Darwin, dan (3) Masa Pasca-Darwin:

Masa Pra Darwin


Pada masa pra Darwin, teori evolusi organik memperkirakan bahwa sejak
kehidupan muncul di bumi, telah terjadi suatu proses berkesinambungan. Organisme
yang hidup berasal dari bentuk-bentuk sebelumnya. Variasi-variasi yang besar adalah
sabagai hasil respons makhluk hidup terhadap perubahan lingkungan. Respons ini
berupa perubahan struktur dan fungsi tubuh makhluk individu hidup yang kemudian
dilangsungkan kepada generasi selanjutnya melalui suatu proses pewarisan sifat yang
telah mengalami perubahan itu.

Masa praDarwin dapat digolongkan menjadi dua tahapan, yaitu :

1. Masa Fiksisme (Aristoteles, Plato, Leeuwenhoek, Cuvier, Linnaeus, Buffon,


Hooke, dll), yang pemikirannya memiliki kedekatan dengan mitos, sehingga
pendapatnya juga lebih bercorak sebagai fiksi ilmiah. Konsep-konsep utama
yang berkembang masa itu :
a. Sampai abad ke-18, paham yang berkembang adalah bahwa organisme
adalah sebagai ciptaan Tuhan, sehingga dalam bahasan Biologi tentang
“Asal-usul Kehidupan” disebut sebagai Teori Ciptaan Khusus (The
Special Creation). Leewenhoek, meskipun dengan eksperimen yang
menemukan Paraemecium dari potongan jerami yang direndam air selama
7 hari (sesuai dengan kitab Kejadian, saat Tuhan menciptakan dunia dan
seisinya), menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda tak hidup,
yang disebutnya dengan konsep generatio spontanea.

9
b. Adanya kelainan atau cacat tubuh adalah sebagai kutukan, jadi bukanlah
sebagai perubahan makhluk hidup yang dilatarbelakangi oleh seleksi alam
maupun perubahan genetik (mutasi) makhluk hidup.
2. Masa Adaptasi & Transformasi
a. Semua ahli yang menyatakan teori evolusi masa ini didasarkan atas
adanya perbedaan antara makhluk satu dengan lainnya. Erasmus Darwin,
yang tiada lain kakek Charles Robert Darwin, dalam bukunya
“Zoonomia” menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang
sama. Respons fungsional yang dimiliki oleh individu makhluk hidup
akan diwariskan kepada keturunannya.
b. Lamarck
Dia menyatakan bahwa perbedaan- antar individu terjadi karena
kebiasaan atau latihan-latihan yang dilakukan individu tersebut. Hal yang
diperoleh melalui latihan dapat diturunkan kepada anaknya. Contoh yang
dikemukakan adalah leher jerapah. Hewan ini memiliki leher yang
panjang karena mulut di kepala selalu digunakan untuk meraih daun-daun
pakannya yang semakin tinggi.

10
Masa Darwin

1. Masa Seleksi Alam (Darwin, Wallace)


Organisme di bumi yang beraneka ragam itu merupakan hasil dari seleksi
alam. Kondisi alam yang selalu berubah (dinamik), baik yang berupa faktor
nirhayat (abiotik) maupun hayat (biotik), adalah sebagai penyeleksi. Individu
yang mampu menyesuaikan diri (karena kuat, tahan penyakit, dsb) terhadap
perubahan alam akan dapat bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu
akan terseleksi (tereliminasi, mati). Struktur dan fungsi tubuh makhluk yang
telah lolos dari seleksi merupakan sifat yang akan diwariskan kepada generasi
penerusnya.
2. Masa Teori Genetika
a. Gregor Johan Mendel : Hukum Pewarisan Sifat Pengkajian kembali
kembali karya Gregor Johan Mendel mengenai genetika, yang tidak

11
diketahui oleh Darwin dan Wallace, dikemukakan oleh Hugo de Vries
untuk menjelaskan tentang pewarisan sifat makhluk hidup kepada
keturunannya.
b. De Vries dan Tschernov : menguatkan kembali hukum Mendel melalui
penelitian-penelitian yang dilakukan. Pada masa Darwin teori Genetika
dan teori Evolusi merupakan dua disiplin ilmu yang berkembang bersama
dan terpisah satu dengan lainnya tanpa ada sangkut pautnya. Mereka
berdualah yang menghubungkan antara dua teori tersebut, sehingga teori
Evolusi mampu memberikan penjelasan tentang bagaimana perubahan
sifat yang terjadi itu dilatarbelakangi oleh mutasi gen-gen, dan kemudian
diwariskan kepada keturunannya. Dalam perjalanan waktu, mutasi dapat
berlangsung berulang kali, sehingga perbedaan (penyimpangan) sifat
(yang dibawa oleh gen hasil mutasi) semakin jauh. Hasilnya adalah
makhluk hidup yang makin beragam hingga kini.
c. Bateson menyatakan bahwa kesesuaian antara warna tubuh makhluk hidup
dengan lingkungannya, atau disebut mimikri, merupakan adaptasi dalam
bentuk warna penyamaran, sehingga tidak tampak mencolok. Contoh yang
diambil olehnya adalah warna sayap berbagai kupu-kupu. Penyamaran
warna ini sebagai perlindungan makhluk, baik terhadap hewan lain
sebagai pemangsa (predator) alaminya maupun bagi predator ketika
mencari korban (prey).

Berdasarkan pendapat para ahli seperti yang telah disebut di atas,


perdebatan mengenai mekanisme evolusi terus berlanjut. Ketika Darwin
mencetuskan teori evolusinya, ia tidak dapat menjelaskan sumber variasi
terwariskan yang diseleksi oleh seleksi alam. Seperti Lamarck, ia beranggapan
bahwa orangtua (parental) mewariskan adaptasi yang diperolehnya selama
hidupnya, teori yang kemudian disebut sebagai Lamarckisme. Pada tahun
1880- an, August Weismann mengindikasikan bahwa perubahan ini tidak
diwariskan, dan Lamarckisme berangsur-angsur ditinggalkan. Selain itu,

12
Darwin tidak dapat menjelaskan bagaimana sifat-sifat diwariskan dari satu
generasi ke generasi yang lain. Pada tahun 1865, Gregor Mendel menemukan
bahwa pewarisan sifat-sifat dapat diprediksi. Ketika karya Mendel ditemukan
kembali pada tahun 1900-an, ketidakcocokan atas laju evolusi yang diprediksi
oleh genetikawan dan biometrikawan meretakkan hubungan model evolusi
Mendel dan Darwin.

Pasca Darwin
Sifat-sifat adaptasi yang terpantau pada organisme hidup. Walaupun Hugo de
Vries dan genetikawan pada awalnya sangat kritis terhadap teori evolusi, penemuan
kembali genetika dan riset selanjutnya pada akhirnya memberikan dasar yang kuat
terhadap evolusi, bahkan lebih meyakinkan daripada ketika teori ini pertama kali
diajukan.

Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang


dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-
teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman
hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan
abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu. Namun, mekanisme yang
mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh
Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori
evolusi melalui seleksi alam. Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan
teori evolusi dalam komunitas ilmiah. Pada tahun 1930, teori seleksi alam Darwin
digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi modern,
yang menghubungkan satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi alam).
Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara terus menerus
menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip pusat biologi
modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh tentang
keanekaragaman hayati di bumi.

Bukan hanya Genetika dan Evolusi saja yang saling menunjang, tetapi semua
cabang ilmu biologi dapat menjelaskan fenomena evolusi. Pernyataan ini didukung

13
oleh sebagian besar ahli biologi pada waktu itu. Theodozius Dobzhansky, ahli
genetika, berjasa merangkum begitu banyak fenomena evolusi dari berbagai macam
disiplin biologi. Ahli-ahli lain yang terlibat dalam pengembangan teori evolusi pasca
Darwin antara lain : Morgan, yang melakukan pengamatan terhadap fenomena kerja
gen pada lalat buah (Drosophila melanogaster); Mayr & Darlington, seorag ahli
taksonomi sistematik & zoogeografi burung, menemukan fenomena evolusi yang
baru; Simpson, ahli Paleontologi.

C. Evolusi Manusia

Evolusi manusia, Anthropogenesis, atau hominisasi, merupakan bagian dari evolusi


biologi yang mengenai munculnya homo sapiens. Teori ini merupakan subjek yang
luas diselidiki secara ilmiah yang berusaha untuk memahami dan menjelaskan
bagaimana perubahan ini terjadi. Studi dari evolusi manusia meliputi berbagai ilmu
pengetahuan, terutama fisik antropologi, linguistik dan genetika. Beberapa tipologi
spesies Homo telah berkembang, termasuk Homo erectus yang menghuni Asia dan
Homo neanderthalensis yang menghuni Eropa. Archaic Homo sapiens berevolusi
antara 400.000 dan 250.000 tahun yang lalu.

Studi genetik menunjukkan bahwa primata bercabang (memisahkan diri) dari


mamalia lain sekitar 85 juta tahun yang lalu pada periode Kapur Akhir, dan fosil
paling awal muncul di era Paleosen, sekitar 55 juta tahun yang lalu. Keluarga
Hominidae bercabang (memisahkan diri) dari keluarga Hylobatidae (Ungka) 15
sampai dengan 20 juta tahun yang lalu, dan sekitar 14 juta tahun yang lalu, Ponginae
(orangutan), bercabang (memisahkan diri) dari keluarga Hominidae. Bipedalisme

14
adalah adaptasi dasar dari garis suku hominini, bipedal awal hominin diduga salah
satu Sahelanthropus atau Orrorin, bersama Ardipithecus, bipedal penuh muncul
kemudian. Gorila dan simpanse memisahkan diri sekitar waktu yang sama, sekitar 4-
6 juta tahun yang lalu, Sahelanthropus atau Orrorin mungkin nenek moyang terakhir
manusia dengan dengan mereka (gorila dan simpanse). Bipedal awal akhirnya
berkembang menjadi australopithecine dan kemudian berkembang lagi menjadi genus
Homo.

Dokumentasi awal dari genus Homo adalah Homo Habilis yang berevolusi sekitar 2,3
juta tahun yang lalu; spesies yang dipercaya telah menggunakan alat-alat dari batu.
Volume otak dari homininid awal seukuran dengan simpanse. Berdasarkan teori asal
usul manusia modern dari Afrika terbaru, manusia modern mungkin berevolusi di
Afrika dari Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, atau Homo antecessor dan
bermigrasi keluar benua Afrika sekitar 50.000 sampai 100.000 tahun yang lalu,
menggantikan populasi lokal Homo erectus, Homo Denisova, Homo floresiensis, dan
Homo neanderthalensis.

Homo sapiens kuno, leluhur manusia modern secara anatomis, berevolusi antara
400.000 dan 250.000 tahun yang lalu. Bukti DNA terbaru menunjukkan bahwa
beberapa haplotipe asal Neanderthal hadir di antara semua populasi non Afrika dan
Neanderthal serta hominid lainnya, seperti Hominin Denisova mungkin telah
berkontribusi hingga 6% dari genom mereka untuk manusia masa kini. Manusia
beranatomi modern berevolusi dari Homo sapiens kuno di era pertengahan
Paleolitikum sekitar 200.000 tahun yang lalu. Transisi ke perilaku modern dengan
perkembangan budaya simbolik, bahasa, dan teknologi batu terjadi sekitar 50.000
tahun yang lalu menurut banyak antropolog. meskipun ada beberapa antropolog
meyakini perubahan kebiasaan tersebut terjadi bertahap dalam jangka waktu yang
lebih lama.

a. SIFAT SIFAT ORDO PRIMATA

15
Meskipun linneaus bukan seorang akhli revolusi, tetapi ia telah menempatkan
manusia (Homo Sapiens) dengan betul didalam ordo Primata, kelas mamalia
dari subfilum vertebrata. Bila kita bandingkan sifat-sifat (fenotipe) yang
dipunyai oleh familia kera (Pongidae) dengan manusia, maka dengan mudah
akan terlihat persamaan- persamaan tertentu disamping perbedaan yang ada.
Kebanyakan Primata hidup di hutan dan memanjat. Ibu jari tangan dan kaki
dapat di katupkan dengan jari-jari yang lain, suatu hal yang sangat
menguntungkan untuk hewan yang memanjat dan berlompat di pohon-pohon.
Manusia telah kehilangan sifat yang demikian itu. Kebanyakan primate
menggunakan tangan dan kakinya untuk memegang sesuatu. Manusia tidak
lagi mempergunakan kakinya untuk memegang sesuatu karena kakinya di
gunakan untuk berjalan. Gigi primate adalah gigi pemakan segala, seperti
halnya gigi manusia.

Di samping persamaan-persamaan tersebut, banyak sifat yang membedakan


manusia dank era. Salah satu diantaranya yang terpenting adalah volume
otaknya. Familia kera yang terbesar, gorilla misalnya, volume tengkoraknya
hanya sekitar 600 cc, sedangkan volume tenkorak manusia modern yang
terkecil lebih dari 900 cc. Rata- rata volume otak manusia modern ialah 1230
cc. tulang dahi di atas mata dari kera sangat menonjol, sedangkan pada
manusia modern tidak demikian.
Adapun ciri ciri umumnya yaitu
a. Berbulu dan pada umumnya mamalia arboreal
b. Tangan dan kaki biasanya ada yang dapat memegang dan tidak
c. Lima jari pada setiap tangan dan kaki dilengkapi dengan kuku datar bukan
cakar.
d. Ibu jari dan jari kaki besar lebih pendek dan saling berlawanan dengan
angka yang lain.
e. Cara berjala adalah plantigrade
f. Testis tertutup dalam skrotum dan penis

16
g. Dua kelenjar susu dengan niple
h. Otak biasanya besar dan berbelit belit
i. Plasenta discoidal atau metadiscoidal dan hemokorial

b. KERA MANUSIA DARI AFRIKA


Australopithecus africanus spesies hominid awal, yang hidup sekitar 2-3
juta tahun yang lalu pada era Pliosen. Sisa fosil menunjukan africanus lebih
mirip manusia modern daripada Australopithecus afarensis. africanus
ditemukan di empat situs di Afrika Selatan Taung pada tahun 1924
Sterkfontein 1935 Makapansgat 1948 dan Gladysvale 1992.

Adapun klasifikasi ilmiahnya adalah

17
Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi
volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta
memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera
tersebut disebut australopithecus.

aranthropus robustus (atau Australopithecus Robustus) adalah spesies


hominin. Fosilnya pertama kali ditemukan di Afrika bagian Selatan tahun
1938 oleh Robert Broom. Spesies ini masuk kedalam genus Paranthropus.

C. HOMO ERECTUS

18
Homo erectus dalam bahasa berarti "manusia yang berdiri tegaadalah jenis
manusia yang telah punah dari genus Homo. Pakar anatomi asal Belanda,
Eugene Dubois, pada tahun 1890-an menggambarkannya sebagai
Pithecanthropus erectus atau "Manusia Jawa" berdasarkan fosil tempurung
kepala dan tulang paha yang ditemukan timnya di Trinil, Ngawi, Jawa Timur.
Sepanjang abad ke-20, antropolog berdebat tentang peranan H. erectus dalam
rantai evolusi manusia. Pada awal abad tersebut, setelah ditemukannya fosil di
Jawa dan Zhoukoudian, Tiongkok, para ilmuwan mempercayai bahwa
manusia modern berevolusi di Asia. Hal ini bertentangan dengan teori Charles
Darwin yang mengatakan bahwa manusia modern berasal dari Afrika. Namun
demikian, pada tahun 1950-an dan 1970-an, beberapa fosil yang ditemukan di
Kenya, Afrika Timur, ternyata menunjukkan bahwa hominin (Hominidae
yang berjalan dengan kaki, atau manusia minus kera besar lainnya) memang
berasal dari benua Afrika. Sampai saat ini para ilmuwan mempercayai bahwa
H. erectus adalah keturunan dari makhluk mirip manusia era awal seperti
Australopithecus dan keturunan spesies Homo awal seperti Homo habilis.

H. erectus dipercaya berasal dari Afrika dan bermigrasi selama masa


Pleistocene awal sekitar 2,0 juta tahun yang lalu, dan terus menyebar ke
seluruh Dunia Lama hingga mencapai Asia Tenggara.
Tulang-tulang yang diperkirakan berumur 1,8 dan 1,0 juta tahun telah
ditemukan di Afrika, Eropa, Indonesia (hanya Jawa dan, mungkin, Flores),
dan Tiongkok
Penemuan di Jawa bertapak di Sangiran (perbatasan Karanganyar dan
Sragen), Trinil (Ngawi), Sambungmacan (Sragen), dan Ngandong, Kradenan,
Blora; semuanya di tepi Bengawan Solo. Sisa tempurung kepala H. erectus
ditemukan di Situs Patiayam, Kabupaten Kudus pada tahun 1978 oleh tim
Sartono. Penemuan atap tempurung kepala pada tahun 2011 di Semedo,
Kabupaten Tegal, juga ditafsirkan sebagai bagian H. Erectus.

19
D. MANUSIA MODEREN
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk
ke dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm
kubik hidup sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern
disebut modern karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada
saat ini atau sekarang.
1. Manusia Swanscombe Berasal dari Inggris
2. Manusia Neandertal Ditemukan di lembah Neander
3. Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon Ditemukan di gua Cro-
Magnon, Lascaux Prancis. Dicurigai sebagai campuran antara manusia
Neandertal dengan manusia Gunung Carmel.

20
4. Manusia Shanidar Fosil dijumpai di Negara Irak
5. Manusia Gunung Carmel Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul
Palestina
6. Manusia Steinheim Berasal dari Jerman
Manusia modern anatomis berevolusi dari Homo sapiens purba pada masa
Paleolitik Tengah, sekitar 200.000 tahun lalu. Munculnya manusia modern
anatomis menandakan permulaan dari subspesies Homo sapiens sapiens, yaitu
subspesies dari Homo sapiens yang mengikutkan semua manusia modern.
Fosil tertua yang ada pada manusia modern anatomis adalah Omo remains,
yang berusia 195.000 tahun yang terdiri dari dua tengkorak yang berbeda, dan
juga tulang tangan, kaki, telapak kaki dan pinggang.

21
BAB II

PENUTUP

Kesimpulan
Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan dan
air yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian
luas menurut geofisikologi biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan
seluruh makhluk hidup dan admisfer (udara) Bumi.

Pengelompokan makhluk hidup dalam takson melalui pencarian keseragaman


atau persamaan dalam keanekaragaman. Makhluk hidup yang diklasifikasikan dalam
satu kelompok atau takson tertentu memiliki persamaan-persamaan sifat dan/atau ciri-
ciri. Demikian pula sebaliknya, makhluk hidup dalam kelompok atau takson yang
berbeda akan memiliki perbedaan-perbedaan sifat dan/atau ciri-ciri.

. Kondisi alam yang selalu berubah (dinamik), baik yang berupa faktor nirhayat
(abiotik) maupun hayat (biotik), adalah sebagai penyeleksi. Individu yang mampu
menyesuaikan diri (karena kuat, tahan penyakit, dsb) terhadap perubahan alam akan
dapat bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu akan terseleksi (tereliminasi,
mati). Perubahan sifat yang terjadi itu dilatarbelakangi oleh mutasi gen-gen, dan
kemudian diwariskan kepada keturunannya. Penemuan kembali genetika dan riset
selanjutnya pada akhirnya memberikan dasar yang kuat terhadap evolusi, bahkan
lebih meyakinkan daripada ketika teori ini pertama kali diajukan.

Evolusi manusia, Anthropogenesis, atau hominisasi, merupakan bagian dari


evolusi biologi yang mengenai munculnya homo sapiens. Teori ini merupakan subjek
yang luas diselidiki secara ilmiah yang berusaha untuk memahami dan menjelaskan
bagaimana perubahan ini terjadi. Studi dari evolusi manusia meliputi berbagai ilmu
pengetahuan, terutama fisik antropologi, linguistik dan genetika.

22
DAFTAR PUSTAKA

www google. com/biosferstrukturlapisanbumi

www.goole.com/makhluk hidupciri

http://andychand8.blogspot.co.id/2014/04/manusia-prasejarah-di-dunia.html?m=1
WIKIPEDIA
http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.organisasi.org/1970/01/sejarah-
penemuan-fosil-manusia-purba-manusia-kera-dan-manusia-modern-teori-
perkembangan-evolusi-antar-waktu-arkeologi-biologi.
https://infotechart.wordpress.com/2012/09/18/ilmu-alam-dasar/
http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.karyatulisku.com/2015/12/makalah-
biosfer.html. www.google.co.id
www.acaedemia.edu

https://googleweblight.com/?lite_url=https://meiharls.blogspot.com/2016/01/teori-
evolusi-kehidupan.html

23