Anda di halaman 1dari 1

3.

7 Penalaran Tak Langsung (Silogisme)

Dalam penalaran tidak langsung (mediate inference) kesimpulan yang dihasilkan dari dua proposisi
dihubungkan dengan cara tertentu. Hal ini dikenal sebagai silogisme. Kata silogisme berasal dari kata
Yunani syllogismos yang berarti kesimpulan atau konklusi (Hadinata, Putri, & Takwin, 2015).
Silogisme dibagi menjadi silogisme kategoris dan silogisme hipotesis.

3.7.1 Silogisme Kategoris

Silogisme kategoris adalah suatu bentuk logika deduktif yang terdiri atas dua premis dan satu
kesimpulan. Kesimpulan dalam silogisme kategoris mengandung dua dari tiga term yang ada di
dalamnya, yaitu term subjek (S) dan term predikat (P). Term predikat dari kesimpulan dikenal
sebagai ‘term mayor’, sedang term subjek dikenal sebagai ‘term minor’.

Unsur-unsur silogisme berdasarkan termnya adalah sebagai berikut.

1. Term yang menjadi subjek (S) kesimpulan yang disebut term minor.

2. Term yang menjadi predikat (P) kesimpulan yang disebut term mayor.

3. Term yang tidak terdapat pada kesimpulan, tetapi termuat dalam dua premis awal disebut
terminus medius atau term penghubung yang disingkat dengan (M).

a. Prinsip Dasar Silogisme Kategoris

Dalam silogisme kategoris ada dua prinsip yang utama harus diperhatikan, yaitu

1) Principium dicti de omni (prinsip pengakuan tentang semua)

Prinsip ini menyatakan bahwa “Apa yang berlaku (diakui atau diafirmasi) bagi semua anggota suatu
term secara universal. Perhatikan contoh berikut.

Semua TNI adalah orang yang terhormat.

BadrunBadrun adalah TNI.

Jadi, Badrun adalah orang yang terhormat.

2) Principium dicti de nullo (prinsip pengingkaran tentang semua)

Prinsip ini menyatakan bahwa “Apa yang tidak berlaku (dingkari atau dinegasi) bagi semua anggota
suatu term secara universal. Perhatikan contoh berikut.

Semua koruptor bukan orang yang jujur.

Sebagian pejabat adalah koruptor.

Jadi, sebagian pejabat bukan orang yang jujur.