Anda di halaman 1dari 8

SUMMARY ARTICLES

Characterizing Accounting Research,


Accounting Horizons
Derek K. Oler, Mitchell J. Oler, and Christopher J. Skousen (2010)

I. Introduction
Penelitian akuntansi telah menjadi satu literatur yang menarik terkait dengan interaksi
bisnis dan masyarakat pada umumnya seringkali melalui pasar modal. Beberapa peniliti telah
mengidentifikasi ancaman-ancaman yang berhubungan dengan kelangsungan akuntansi sebagai
suatu disiplin ilmu di masa mendatang. Peneliti lainnya juga mencatat bahwa adanya kesenjangan
yang sering muncul di antara akademisi dan praktisi di bidang akuntansi. Oler et al memberikan
suatu pendekatan yang berbeda untuk menguji ancaman dan perhatian tersebut serta
pendekatakan untuk mengkarakterisasi penelitian akuntansi dengan terkait dengan ide-ide yang
digunakan dalam penelitian terdahulu dan menguji gaya terkait sitasi, topik yang dibahas, serta
metodelogi yang digunakan dari tahun 1960 sampai 2007, baik secara agregat maupun jurnal.
Peneliti yang telah memperhatikan secara signifikan tentang kelangsungan penelitian
akuntansi sebagai disiplin ilmu, diantaranya Fogarty dan Markarian (2007), Plumlee et al (2005),
dan Leslie (2008) berpendapat bahwa jumlah akademisi akuntansi mengalami penurunan yang
dapat diikuti oleh penurunan jumlah penelitian akuntansi. Peneliti lainnya, Hopwood (2007) dan
Biehl (2006) meneliti terkait penelitian akuntansi yang menjadi lebih tidak memperdulikan ide-
ide baru dari literatur dari disiplin ilmu lainnya. Selain itu, Rayburn (2005, 2006) serta Tuttle dan
Dillard (2007) menyampaikan perhatiannya terkait dominasi dari penelitian akuntansi keuangan
dalam jurnal akademik The Accounting Review. Oler et al memeriksa enam jurnal yang sering
digunakan dan dilihat sebagai top-tier publications di US. Untuk meningkatkan perbandingan,
penelitian yang tidak memiliki sekurang-kurangnya satu penulis dari US dikecualikan.
Penelitian akuntansi bersinggungan dengan disiplin ilmu seperti keuangan, ekonomi,
psikologi, dan manajemen. Berdasarkan Zeff (1996), Oler et al mengklasifikasikan sumber sitasi
dalam delapan kategori: akuntansi, keuangan, ekonomi, psikologi, manajemen, statistik, jurnal
akademis lainnya, dan sitasi lainnya. Klasifikasi topik terbagi dalam enam kategori: akuntansi
keuangan, akuntansi manajerial, audit, pajak, tata kelola, dan topik lainnya. Klasifikasi
metodelogi penelitian terbagi atas tujuh kategori: berdasarkan dokumen, percobaan, studi
lapangan, ulasan, survey, toeritis, dan normatif. Apabila dalam suatu penelitian terdapat lebih dari
satu topik atau metodologi, Oler et al akan menggunakan topik atau metodologi utama dalam
penelitian tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dasar dari penelitian akuntansi telah berubah
secara signifikan. Perubahan yang paling mendasar ialah penelitian normatif yang mendominasi
pada tahun 1960an telah berubah menjadi penelitian positif pada pertengahan tahun 1970an, dan
terus berlangsung hingga saat ini. Jumlah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal akuntansi
terbaik telah meningkat tajam sejak tahun 1960 hingga 2007, hal ini dikarenakan jurnal-jurnal
baru mulai diresmikan dan mendapat predikat ‘A’. Penelitian akuntansi hanya menggunakan ide
dari penelitian akuntansi terdahulu sebesar di bawah 50%. Penggunaan sitasi dari ilmu keuangan
dan ekonomi mulai perlahan meningkat dan penelitian akuntansi keuangan menjadi topik
penelitian yang mendominasi, kecuali untuk Accounting, Organizations and Society (AOS) dan
Contemporary Accounting Research (CAR).
Implikasi dari hasil penelitian ini ialah pertama, walaupun jumlah penelitian akuntansi
meningkat, namun jumlah penelitinya meningkat sedikit.oKedua, penambahan jumlah waktu
penelitian kebutuhan atas penelitian terkait audit dan perpajakan didukung oleh jumlah penelitian
terkait kedua hal tersebut yang menurun pada tahun 2000an. Berdasarkan observasi tersebut, Oler
et al membuat karakteristikodari penelitian akuntansi ialah suatu penelitian terkait kejadian
ekonomi dalamoprosesomenyimpulkan, menganalisa, memverifikasi, dan melaporkan informasi
keuangan yangoterstandarisasi, serta efek dari pelaporan informasi keuangan dalam kejadian
ekonomi.
Manfaat dari penelitian ini ialah peneliti dapat memutuskan dimana mereka harus
menyerahkan hasil penelitian mereka. Selain itu, penelitian ini juga membantu praktisi akuntansi
dalam memahami tekanan yang dihadapi dalam edukasi dari generasi auditor dan profesi
perpajakan selanjutnya, terutama terkait sulitnya bagi akademisi audit atau perpajakan untuk
mempublikasikan hasil penelitian mereka dalam top accounting journals.

II. Background And Motivations


Sebagian penelitian secara jelas menggambarkan mengenai akuntansi, namun sebagian
tidak. Peninjauan sitasi sendiri sering dilakukan para peneliti sebagai dasar penentuan apakah
penelitian tersebut merupakan penelitian akuntansi atau bukan, jika kebanyakan sitasi yang
digunakan berasal dari jurnal akuntansi maka penelitian tersebut merupakan penelitian akuntansi.
Seharusnya, penghitungan sitasi saja tidak dapat menetukan apakah suatu penelitian termasuk
dalam penelitian akuntansi atau tidak.
Pendekatan sederhana untuk merdeskripsikan penelitian akuntansi ialah dengan melihat
penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal akuntansi terbaik. Jurnal akuntansi tidak secara
eksplisit mendefinisikan penelitian akuntansi. Tidak adanya definisi penelitian akuntansi secara
eksplisit tidak menimbulkan suatu pemikiran yang ceroboh, namun memberi kesan bahwa
penelitian akuntansi sulit untuk dedefinisikan. Hopwood (2007) berpendapat bahwa, penelitian
akuntansi telah berubah. Sekarang ini, penelitian terkait efek terhadap laba bersih dan harga
saham telah menjadi penelitian akuntansi, sedangkan pada hal ini tidak terjadi pada penelitian-
penelitian sebelumnya. Penelitian akuntansu terlihat sebagai menggabungkan hal yang
sebelumnya termasuk dalam penelitian keuangan.
Penelitian ini mencoba mengevaluasi ancaman bagi profesi akuntansi, serta sebagai
gambaran dari penelitian akuntansi. Penelitian yang terdapat dalam jurnal akuntansi terbaik dapat
memberikan informasi terkait darimana ide pertama dalam akuntansi berasal dan membantu
dalam mengkarakteristikan apa itu penelitian akuntansi. Informasi dari melihat sitasi dan trends
dalam sitasi atas penelitian akuntansi yang dipublikasikan juga membantu dalam mengevaluasi
ancaman profesi yang diindetifikasi oleh peneliti.
1. Threats to Academic Accounting Profession
Fogarty dan Markarian (2007) serta Leslie (2008) menemukan adanya penurunan jumlah
asisten dan professor akuntansi sejak tahun 1982 sampai 2002, hal ini memunculkan
keraguan atas kelangsungan akuntansi sebagai ilmu pengetahuan. Buchheit et al (2002),
Swanson (2004), dan Swanson et al (2007) menemukan bahwa akuntansi memiliki
proporsi terkecil dari fakultas yang melakukan publikasi pada top journal. Plumlee et al
(2005), Fogarty dan Markarian (2007), serta Leslie (2008) konsisten dengan pernyataan
sebelumnya, di mana apabila peneliti akuntansi lebih sulit untuk mencapai publikasi yang
dibutuhkan dalam masa jabatannya, kemudian jumlah potensi lulusan dari program doctor
akuntansi juga akan menurun. Plumlee (2005) menemukan bahwa kekurangan peneliti
akuntansi terjadi sejak tahun 2005 hingga 2008, terutama untuk topik terkait audit dan
perpajakan. Hal ini juga didukung dengan, gelar doctor akuntansi yang diberikan kepada
individu yang tidak memiliki pengalaman praktik akuntansi hanya memperbesar
kesenjangan di antara akademisi dan praktisi akuntansi.
Hal yang menjadi perhatian lain ialah penelitian akuntansi menjadi lebih insular dan
kurang inovatif, Hopwood (2007) dan Williams (1985). Apabila hal ini benar, hal ini dapat
membuktikan penurunan sitasi dari literature lain dalam penelitian akuntansi.
Perbedaan dalam penelitian akuntansi juga merupakan hal yang perlu diperhatikan.
Apabila suatu topik atau metodologi menjadi sangat dominan dalam penelitian akuntansi,
maka hal ini akan merugikan keseluruhan profesi, seiring dengan peneliti fokus pada
membuat penelitian yang acceptable. Dampak lain dari kurangnya ketertarikan dengan
penelitian dari disiplin ilmu lainnya ialah masalah-masalah akuntansi yang menarik ikut
tidak diperdulikan, hal ini disebabkan karena penelitian akuntansi tidak dilihat dari
analisis kuantitatif dan teoritis yang berlaku saat ini. Tuttle dan Dillard (2007) menemukan
bahwa penelitian akuntansi menjadi lebih homogeny. Sacara spesifik proporsi jurnal non-
akuntansi yang dipublikasikan dalam The Accounting Review menjadi lebih kecil. Oler
et al meneliti apakan hal ini juga terjadi dalam lima jurnal lainnya.

2. Related Prior Research


McRae (1974) menggunakan sitasi sebagai proxy atas perturakan informasi atas
disiplin ilmu. McRae menemukan bahwa jurnal akuntansi kebanyakan mengambil sitasi
dari ilmu bisnis lainnya dan juga dari ekonomi dan hukum. Dyekmen dan Zeff (1984)
pemakaian sitasi antar disiplin ilmu meningkat pada tahun 1960an dan 1970an.
Carnaghan et al (1994) juga melakukan perician atas penelitian berdasarkan topik dan
metodeloginya. Buchheit (2002) membandingkan proporsi publikasi untuk akuntansi,
keuangan, manajemen, dan pemasaran. Buccheit menemukan bahwa proporsi publikasi
akuntansi lebih kecil dibandingkan koresponden lainnya.
Oler et al memperluas data yang digunakan dengan memperlebar tahun data yang
digunakan dan memperbanyak jurnal akuntansi yang diteliti. Oler et al juga menunjukkan
long-term trends dalam jurnal akuntansi terbaik, yang nantinya akan dapat membantu
memberikan informasi terkait debat atas penelitin akuntansi.

III. Data And Methodology


Oler et al melakukan tinjauan data pada penelitian yang dipublikasikan dalam enam jurnal
akuntansi terbaik, tidak termasuk laporan komite, tinjauan buku, dan artikel lainnya yang bukan
merupakan penelitian. Data yang diambil ialah sejak 1960 hingga 2007. Mereka juga meninjau
terkait jurnal non-Amerika, namun analisis dilakukan hanya pada artikel dengan setidaknya satu
penulis dari Amerika kecuali untuk analisis untuk total artikel yang dipublikasikan di mana
mereka menampilkan perbandingan total artikel dan artikel dengan setidaknya satu penulis
Amerika.
Oler et al juga menglasifikasikan sitasi dalam delapan kategori, dimana pendekatan
alternatifnya ialah dengan tidak memasukkan sitasi yang berasal dari non-akademik jurnal.
Terkait topik, diklasifikasikan dalam enam topik. Untuk metodologi diklasifikasikan dalam tujuh
kategori. Dengan penelitian dengan mengambil data selama 48 tahun terkait perubahan trend atas
siatasi, topik, dan metodelogi mereka dapat memberikan informasi terkait bagaimana efek dari
kejadian historis mempengaruhi akuntansi.

IV. Results
Sejak tahun 1960 hingga 1966 sitasi yang berasal dari akuntansi atau disiplin ilmu lainnya
masih sangat kecil, kebanyak pengambilan sitai berasal dari bukuk, kasus hukum, atau sumber
lainnya. Mulai dari tahun 1967 sitasi dari jurnal akuntansi mulai meningkat. Hal ini juga diikuti
dengan peningkatan sitasi dari keuangan, ekonomi, dan manajemen. Trend ini terus berlanjut
kecuali untuk manajemen yang mencapai puncak pada 1977 dan kembali mengalami penurunan.
Secara keseluruhan,hasil dari penelitian ini yang pertama ialah penelitian akuntansi dapat
dikatan insular, dan tingkat insularity terus meningkat dan mencapai puncaknya pada 2003.
Kedua, penelitian akuntansi berdekatan dengan keuangan dan ekonomi, namun pada tahun 2007
gabungan sitasi dari keuangan dan ekonomi maish lebih kecil dari 25%.
Terkait dengan jumlah publikasi atas penelitian akuntansi mengalami peningkatan drastic
sejak tahun 1982. Hal ini tentunya tidak berhubungan dengan jumlah peneliti dan dapat dijelaskan
berdasarkan dua factor. Pertama, Leslie (2008) menunjukan terjadinya sedikit peningkatan
jumlah peneliti pada tingkat doctoral,. Kedua, Leslie (2008) juga menemukan bahwa jumlah
waktu yang dihabiskan dalam penelitian oleh fakultas akuntansi telah meningkat sebanyak 52%
sejak 1993 hingga 2004.
Analisis terkait topik penelitian menunjukan bahwa audit dan akuntansi keuangan lebih
sering diangkat pada perode sebelumnya. Topik-topik terbaru seperti tata kelola dan control
merupakan topik yang paling sedikit mengambil ide dari akuntansi, kebanyakan diambil dari
ekonomi. Trend yang kuat terlihat dari banyaknya sitasi akuntansi yang digunakan dan diikuti
dengan peningkatan sitasi dari keuangan, kecuali untuk akuntansi menejerial yang mengalami
penurunan terakit sitasi dari keuangan. penggunaan sitasi ekonomi juga mengalami peningkatan.
Sitasi statistic juga kebanyakan hanya dipakai pada topik akuntansi manajemen. Jumlah
penelitian akuntansi telah meningkat tajam sejak 1960an hinggan 2000an. Peningkatan akuntansi
keuangan paling tinggi terjadi pada tahun 1995.
Analasis metodelogi menunjukan bahwa metodelogi yang sering digunakan ialah
berdasarkan dokumen yang berasal dari keuangan, sedangkan secara teoritis biasa digunakan
untuk ekonomi dan percobaan pada topik psikologi. Studi lapangan dan survey biasa digunakan
pada penelitian terdahulu.
Terdapat indikasi penurunan penelitian normative. Pada periode 1968 hingga 1979, dapat
terlihat bahwa keseluruhan metodelogi mengalami peningkatan kecuali untuk penelitian
normative. Penelitian berdasarkan dokumen mulai mendominasi metodelogi penelitian, hal ini
disebabkan data-data yang dulunya hanya dapat diperoleh berdasarkan percobaan atau studi
lapangan kini dapat diperoleh dengan mudah karena adanya pihak yang menyediakan. Selama
1970 hingga 2007 terjadi penurunan kecil pada penelitian teoritis dan lebih banyak untuk
percobaan.
Terkait preferensi setiap jurnal menunjukan bahwa Journal of Accounting and Economics
kebanyakan memiliki penelitian dari ekonomi, sedangkan Association, Organization, and Society
paling sedikit mengambil dari akuntansi, kebanyak diambil dari psikologi dan manajemen. Setiap
jurnal menunjukan trend yang kuat terkait sitasi dari penelitian akuntansi terdahulu kecuali untuk
Journal of Accounting Research yang tetap stabil.
Peningkatan dominasi akuntansi keuangan seiring dengan penurunan akuntansi
manajerial, audit, dan pajak. Review of Accounting Studies kebanyakan mempublikasi akuntansi
keuangan. Association, Organization, and Society kebanyakan mempublikasikan manajerial
akuntansi. Contemporary Accounting Research kebanyakan terkait audit dan Journal of
Accounting and Economics kebanyakan terkait pajak.
Contemporary Accounting Research merupakan satu-satunya jurnal yang menyimpang
dari trend peningkatan akuntansi keuangan. Contemporary Accounting Research mengalami
peningkatan terkait proporsi topik manajerial, audit, dan pajak sedangkan jurnal lainnya
mengalami penurunan.
Trend kuat juga muncul terkait metodelogi yang digunakan ialah penelitian berdasarkan
dokumen. Penelitian normative mengalami penurunan pada 1960an hingga hampir tidak ada.
Penelitian dengan percobaan menurun pada 1980an dan penelitian teoritis terus fluktuatif.
Peningkatan penelitian berdasarkan dokumen terjadi sejak 1990an hingga 2000an untuk hamper
seluruh jurnal.
Secara keseluruhan penelitian akuntansi telah membuat fondasi yang kuat dimana hamper
setngah dari sitasi yang digunakan berasal dari penelitian akuntansi terdahulu. Terkait topik dan
metodologi yang digunakan mulai terpaku pada keuangan dan penelitian berdasarkan dokumen.
1. Characterizing Accounting Research
Penelitian kauntansi mencakup segmen yang luas terkait dengan laporan keuangan.
akuntansi keuangan fokus pada efek dari informais akuntansi pada investasi dari pengguna
laporan keuangan. penelitia audit fokus pada fungsi audit. Akuntansi manajerial fokus pada
hubungan informasi akuntansi dan pengguna internal, sedangkan pajak fokus pada hubungan
akuntansi dan standar perpajakan. Tata kelola fokus pada aktivitas ekonomi yang nantinya
menjadi informasi akuntansi.
Hasil dari penelitian ini mengindikasi bahwa penelitian akuntansi mengacu pada
penelitian yang secara keseluruhan membahas terkait keuangan dan ekonomi. Berdasarkan
hasil penelitian Oler et al membuat karakteristik dari penelitian akuntansi ialah suatu
penelitian terkait kejadian ekonomi dalam proses menyimpulkan, menganalisa,
memverifikasi, dan melaporkan informasi keuangan yang terstandarisasi, serta efek dari
pelaporan informasi keuangan dalam kejadian ekonomi.
Informasi keuangan memiliki arti yang luas, termasuk perpajakan, analisis perkiraan,
bahkan informasi sederhana seperti kas dan persediaan. Unuk kebanyakan penelitian
akuntansi, informasi keuangan berhubungan dengan bisnis, namun peneliian akuntansi juga
dapat terkait dengan pemerintahan dan organisasi sektor publik. Dengan adanya standar
pelaporan, juga memunculkan tingkat kesesuaian informasi dengan standar tersebut. Kejadian
ekonomi juga memiliki arti luas, kebanyakan penelitian akuntansi terpaku pada perubahan
terhadap pendapatan atau harga saham, padahal hal ini juga dapat terkait dengan alokasi
sumber daya yang terbatas.

Anda mungkin juga menyukai