Anda di halaman 1dari 2

Ciri-ciri

Tubuh pipih dosoventral dan tidak bersegmen. Umumnya, golongan cacing pipih hidup di
sungai, danau, laut, atau sebagai parasit di dalam tubuh organisme lain. Cacing golongan ini
sangat sensitif terhadap cahaya.
Beberapa contoh Platyhelminthes adalah Planaria yang sering ditemukan di balik batuan
(panjang 2–3 cm), Bipalium yang hidup di balik lumut lembap (panjang mencapai 60 cm),
Clonorchis sinensis, cacing hati, dan cacing pita.

sistem pencernaan
Sistem pencernaan cacing pipih disebut sistem gastrovaskuler, dimana peredaran makanan tidak
melalui darah tetapi oleh usus. Sistem pencernaan cacing pipih dimulai dari mulut, faring, dan
dilanjutkan ke kerongkongan. Di belakang kerongkongan ini terdapat usus yang memiliki cabang
ke seluruh tubuh. Dengan demikian, selain mencerna makanan, usus juga mengedarkan makanan
ke seluruh tubuh.

Selain itu, cacing pipih juga melakukan pembuangan sisa makanan melalui mulut karena tidak
memiliki anus. Cacing pipih tidak memiliki sistem transpor karena makanannya diedarkan
melalui sistem gastrovaskuler. Sementara itu, gas O2 dan CO2 dikeluarkan dari tubuhnya melalui
proses difusi.

Cara reproduksi
Cacing pipih dapat bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri dan secara seksual
dengan perkawinan silang.

Struktur tubuh Platyhelminthes


Tubuh Platyhelminthes memiliki tiga lapisan embrional, yaitu ektoderma, mesoderma, dan
endoderma. Endoderm membatasi rongga gastrovaskuler. Diantara ekstoderm dan endoderm
terdapat lapisan mesoderm. Mesoderm terdiri dari jaringan ikat yang longgar. Pada mesoderm
terdapat organ-organ misalnya organ kelamin jantan dan betina.

Cacing memiliki saluran pencernaan dari mulut, faring, menuju kerongkongan. Akan tetapi,
cacing pipih tidak memiliki saluran pencernaan. Cacing pipih hanya memiliki usus yang
bercabang-cabang menuju seluruh tubuh sehingga peredaran makanan tidak melalui pembuluh
darah, tetapi langsung diedarkan dan diserap tubuh dari cabang usus tersebut. Sistem ini disebut
dengan sistem pencernaan gastrovaskuler.

Platyhelminthes tidak memiliki anus atau sistem pembuangan. Pengeluaran dilakukan melalui
mulut sedangkan sisa makanan berbentuk cair dikelurkan melalui permukaan tubuhnya. Sistem
saraf hampir sama dengan sistem saraf pada Coelenterata, dapat bergerak aktif karena adanya
sistem saraf dan sistem indra. Pada cacing hati terdapat dua bintik mata pada bagian kepalanya.
Bintik mata tersebut mengandung pigmen yang disebut oseli. Indra peraba pada Planaria disebut
aurikula (telinga), ada juga yang memiliki organ keseimbangan dan organ untuk mengetahui arah
aliran air (reoreseptor).