Anda di halaman 1dari 27

1

3
1

PO ALC PAKET 1
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3

TIMELINE PELATIHAN ONLINE 2017 ALC INDONESIA (GELOMBANG 1)

Open Time Akses Materi Soal Close Time (Deadline) Input Waktu Pengumuman Ranking
Agustus Agustus Agustus
Paket Hari Tanggal Jam Hari Tanggal Jam Hari Tanggal Jam
1 Sabtu 13-Agt 09.00 WIB Kamis 18-Agt 23.59 WIB Minggu 21-Agt 20.00 WIB
2 Sabtu 20-Agt 09.00 WIB Kamis 25-Agt 23.59 WIB Minggu 28-Agt 20.00 WIB
3 Sabtu 27-Agt 09.00 WIB Kamis 01-Sep 23.59 WIB Minggu 04-Sep 20.00 WIB
Paket September September September
4 Sabtu 03-Sep 09.00 WIB Kamis 08-Sep 23.59 WIB Minggu 11-Sep 20.00 WIB
5 Sabtu 10-Sep 09.00 WIB Kamis 15-Sep 23.59 WIB Minggu 18-Sep 20.00 WIB
6 Sabtu 17-Sep 09.00 WIB Kamis 22-Sep 23.59 WIB Minggu 25-Sep 20.00 WIB
7 Sabtu 24-Sep 09.00 WIB Kamis 29-Sep 23.59 WIB Minggu 02-Okt 20.00 WIB
Paket Oktober Oktober Oktober
8 Sabtu 01-Okt 09.00 WIB Kamis 06-Okt 23.59 WIB Minggu 09-Okt 20.00 WIB
9 Sabtu 08-Okt 09.00 WIB Kamis 13-Okt 23.59 WIB Minggu 16-Okt 20.00 WIB
10 Sabtu 15-Okt 09.00 WIB Kamis 20-Okt 23.59 WIB Minggu 23-Okt 20.00 WIB
11 Sabtu 22-Okt 09.00 WIB Kamis 27-Okt 23.59 WIB Minggu 30-Okt 20.00 WIB
12 Sabtu 29-Okt 09.00 WIB Kamis 03-Nov 23.59 WIB Minggu 06-Nov 20.00 WIB
Paket November November November
13 Sabtu 05-Nov 09.00 WIB Kamis 10-Nov 23.59 WIB Minggu 13-Nov 20.00 WIB
14 Sabtu 12-Nov 09.00 WIB Kamis 17-Nov 23.59 WIB Minggu 20-Nov 20.00 WIB
15 Sabtu 19-Nov 09.00 WIB Kamis 24-Nov 23.59 WIB Minggu 27-Nov 20.00 WIB
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
Pengantar Geomorfologi

Geomorfologi berasal dari kata geo = bumi, morphe = bentuk, dan logos = ilmu / uraian.
Jadi, geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk muka bumi / bentuk lahan,
proses - proses yang mempengaruhi genesa, serta hubungannya dengan lingkungan dalam
ruang & waktu.

Siklus geomorfologi
1. Terjadinya proses endogenik baik berupa diastropisme / vulkanisme. Proses ini
menyebabkan terjadinya pengangkatan, lipatan, patahan, yang sering diikuti dengan
pembentukan gunung/pegunungan. Akibatnya bumi terangkat jadi daratan & proses
endogenik berhenti.
2. Setelah itu terjadi proses eksogenik antara lain pelapukan, erosi, transportasi,
deposisi /
gerakan massa. Proses ini berlangsung terus menerus hingga diperoleh kondisi saat ini.
3. Target akhir yaitu terbentuknya suatu bentang alam yang setimbang, yakni suatu
daratan
(hampir rata). Selanjutnya proses-proses yg membentuk bentang alam disebut proses
geomorfik.

Klasifikasi bentuk lahan/alam


Satuan geomorfologi adalah semua bentang relief orde II & merupakan hasil kerja
proses
endogen. Sedangkan satuan bentuk lahan adalah bentang relief orde III & merupakan
hasil
kerja proses eksogen

Klasifikasi Relief
a. Relief orde I
Jika bumi dilihat dalam skala kecil hanya nampak perairan serta daratan. Sehingga yang
termasuk relief orde satu adalah kelima benua dengan paparannya serta cekungan
dengan
samudera yg ada di bumi.
b. Relief orde II
Jika skala diperbesar, akan nampak relief yg perbedaan tingginya cukup mencolok.
Sehingga yg termasuk relief orde dua adalah pegunungan, plateau, dataran (plains).
c. Relief orde III
Jika skala diperbesar lagi, akan nampak morfologi yang lebih jelas yang terbentuk akibat
proses erosional, deposisional & residual seperti bukit, lembah, punggungan, cekungan
danau, kipas alluvial, dan sebagainya.
Ada beberapa jenis bentuk lahan yaitu
1) Bentuk lahan vulkanik
2) Bentuk lahan struktural
3) Bentuk lahan proses pelarutan
4) Bentuk lahan proses denudasional
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
5) Bentuk lahan proses fluvial
6) Bentuk lahan proses marin
7) Bentuk lahan proses glacial
8) Bentuk lahan proses angin

Tenaga Pembentuk Muka Bumi


A. Tenaga endogen
Tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen ada 3
macam, yaitu :
1. Tektonisme/Diastropisme/Tektogenesa
Yaitu gerakan kulit bumi secara mendatar maupun vertikal. Akibat tektonisme ada dua
macam yaitu: Epirogenetik dan Orogenetik a. Gerakan Epirogenetik ( tenaga pembentuk
benua), gerakan ini berlangsung relatif lama, dan meliputi daerah yang luas.
- Epirogenetik positif : laut seolah-olah naik karena daratan turun. Contoh : Turunnya
pulau-pulau di Indonesia bagian timur, Turunnya muara sungai Mississipi (USA)
- Epirogenetik Negatif : Laut seolah-olah turun karena daratan naik. Contoh: Naiknya P.
Timor dan P. Buton (sulawesi), naiknya dataran tinggi Colorado (USA) Naiknya P.
Simeulue (Sumatera)
b. Gerakan Orogenetik (tenaga pembentuk gunung), gerakan ini relatif cepat. Gerakan
vertikal dan horisontal ini menyebabkan terjadinya dislokasi (pergeseran kulit bumi)
sehingga menyebabkan terjadinya lipatan maupun patahan.
2. Vulkanisme
Yaitu peristiwa yang berhubungan dengan aktivitas magma di dalam bumi. Vulkanisme
Gunung api berdasarkan bentuknya:
a. Gunung api berbentuk Maar
Terbentuk akibat satu kali letusan (eksplosif) cukup besar dan dapur magma dekat
dengan permukaan bumi. Contoh : G. Api lamongan (Jawa timur ), Peg. Eifel (perancis)
b. Gunung api berbentuk kerucut / strato
Bentuknya seperti kerucut, terjadi karena letusannya meleleh (efusi) berkali-kali dari
bahan kental sehingga berlapis-lapis dan makin tinggi. Sebagian besar gunung di
Indonesia berbentuk strato
c. Gunung api berbentuk Perisai / tameng/ aspit
Bentuknya seperti perisai, terjadi karena bahan letusan sangat cair sehingga meleleh
sangat landai antara 1 - 100. Contoh : G. Mauna Loa dan Kilanca di Hawaii
3. Seisme
Seisme/gempa adalah getaran permukaan bumi disebabkan tenaga dari dalam bumi.
Pusat
gempa di dalam bumi disebut Hiposentrum, sedangkan pusat gempa di permukaan bumi
disebut episentrum. Alat pengukur gempa : seismograf (horisontal maupun vertikal),
kekuatan gempa dinyatakan dalam satuan Skala richter. Gempa yang intensitasnya dapat
diketahui tanpa menggunakan alat disebut Macroseisme, sedangkan gempa yang
intensitasnya kecil dan tidak dapat dirasakan disebut Microsisme
Isoseista : garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang terkena gempa
dengan
kekuatan sama
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
Homoseista : garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang terkena gempa
Primer pada saat yang sama
Pleistoseista : garis khayal yang menghubungkan tempat tempat dengan tingkat
kerusakan yang sama.
Berdasarkan penyebabnya gempa dibedakan menjadi 3
1. Gempa tektonik : disebabkan oleh tenaga tektonisme (pergeseran kerak/kulit bumi.
Gempa ini paling berbahaya karena meliputi kawasan yang luas
2. Gempa Vulkanik: gempa yang disebabkan aktivitas magma
3. Gempa runtuhan/ terban: disebabkan karena tanah runtuh / longsor.

B. Tenaga Eksogen
Tenaga yang berasal dari permukaan bumi. Dibagi menjadi 3, yaitu
1. Pengikisan (erosion)
Batuan yang terkena sinar matahari secara terus-menerus setiap siang hari, menjadi
panas, dan di malam hari menjadi dingin, dan kadang-kadang terkena hujan. Lambat laun
batuan dapat menjadi lapuk. Batuan yang lapuk kemudian akan terkikis. Batuan terkikis
tersebut dipindahkan ke tempat lain dengan tenaga air, tenaga angin, dan gletser. Erosi
terjadi karena beberapa sebab berikut.
1) Tenaga air
a) Erosi percikan (splash erosion).
b) Kumpulan aliran dari erosi percikan,yaitu erosi parit (gully erosion).
c) Lebih besar dari gully erosion, yaitu erosi lembah (valley erosion).
d) Aliran paling besar akibat erosi, yaitu erosi ngarai (canyon erosion).
2) Tenaga angin
Hembusan angin dapat menyebabkan erosi pada batuan. Proses pengikisan batuan oleh
angin dinamakan deflasi.
3) Tenaga gelombang
Erosi ini terjadi di pinggir-pinggir laut dan kekuatan gelombang air laut merupakan
tenaga penggerak dari erosi gelombang. Bentuk erosi gelombang berupa gua-gua laut dan
celah-celah, serta lengkung laut. Bentuk sisa erosi gelombang berupa dasar pantai yang
datar (platform) dan tanjung dengan ujung yang curam. Hasil endapan dari erosi ini
berupa gosong pasir (bars) dan dasar laut yang dangkal dengan endapan sementara di
dalamnya (beach).
4) Tenaga gletser
Es yang meluncur di lereng pegunungan dapat mengakibatkan terjadinya erosi. Es
meluncur menuruni pegunungan karena es mengalami pencairan. Peluncuran es diikuti oleh
tanah dan batuan di lereng pegunungan. Erosi yang disebabkan oleh luncuran es itulah
yang dinamakan erosi gletser. Bentuk erosi gletser berupa ledok berundak (cirques) dan
palung glasial. Bentuk sisa dari erosi ini adalah puncak bukit yang mirip tanduk
(matterhorn peaks) dan jereng - jereng yang kasar dan tajam (aretes). Sedangkan hasil
endapan erosi gletser berupa morena, drumlin, dan esker.

5) Tenaga makhluk hidup (organisme)


PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
Organisme sebagai tenaga penggerak erosi. yaitu binatang atau manusia. Erosi oleh
organisme ini berupa liang-liang galian binatang (burrows), atau lubang galian
pertambangan oleh manusia. Hasil endapan dari erosi organisme di antaranya berupa
karang koral (coral reef) dan sarang binatang (ant hill).
2. Pelapukan (weathering)
Pelapukan merupakan salah satu tenaga eksogen yang menghasilkan bentuk muka bumi.
Pelapukan merupakan peristiwa hancurnya bentuk gumpalan menjadi butiran yang kecil
bahkan dapat larut dalam air.
Macam-macam pelapukan sebagai berikut.
1) Pelapukan fisik
Pelapukan fisik terjadi oleh adanya tenaga panas, air mengalir, gletser, angin, dan air
hujan. Pelapukan fisik terjadi secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Proses
pelapukan ini sangat dipengaruhi kondisi alam suatu wilayah.
2) Pelapukan kimiawi
Pelapukan kimiawi terjadi karena proses kimiawi sehingga batuan menjadi lapuk.
3) Pelapukan organis atau biologis
Pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup dinamakan pelapukan biologis atau
pelapukan organis. Akar tumbuhan dapat menembus batuan hingga batuan menjadi retak
dan lapuk. Semut, cacing, maupun tikus mampu merusak batuan hingga batuan menjadi
lapuk. Manusia juga merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya
pelapukan.
3. Pengangkutan Material (Mass Wasting)
Pengangkutan material (mass wasting) terjadi karena adanya gaya gravitasi bumi
sehingga terjadi pengangkutan atau perpindahan material dari satu tempat ke tempat
lain. Proses mass wasting berlangsung dalam empat jenis pergerakan material.
4. Amblesan (Subsidensi)
Amblesan, yaitu pergeseran tempat ke arah bawah tanpa permukaan bebas dan tidak
menimbulkan pergeseran horizontal. Hal ini umumnya terjadi karena perpindahan
material
secara pelan-pelan di daerah massa yang ambles.

BENTANG ALAM STRUKTURAL


1. Struktur Mendatar
a. Plain (Dataran): Morfologi datar dengan kemiringan <5 - 10o, umumnya berada di tepi
laut; mempunyai bidang perlapisan horisontal. Dibagi menjadi 2, dataran rendah jika <
500 kaki dan dataran tinggi jika > 500 kaki.
b. Plateau: Morfologi pegunungan berpuncak datar/hampir datar, kemiringan <5 - 10o,
dibatasi sekelilingnya oleh jurang-jurang terjal hampir tegak; umumnya berada di tengah
daratan / benua; dengan kemiringan perlapisan horisontal.
c. Messa: Plato yang tererosi, lebarnya lebih sempit
d. Butte: Keberlanjutan erosi messa, tingginya lebih besar daripada lebarnya
e. Pinnacle: Butte yang tererosi, bentuknya seperti bukit jarum

2. Struktur Miring
Bukit yang miring berdasarkan sudut kemiringannya dapat dibedakan menjadi :
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
a. Cuesta : Scrap slopenya lebih curam, dan dip slopenya lebih landai
b. Hogback : Sudut antara kedua sisi relatif sama, sehingga hampir simetris
c. Homoklin : memiliki rentan sudut diantara hogback dan cuesta

3. Struktur Lipatan
Berdasarkan kedudukan axial plane, lipatan dibagi menjadi 4 :

4. Struktur Patahan

BENTANG ALAM KARST


Topografi karst adalah suatu topografi yang terbentuk pada daerah dengan litologi
berupa batuan yang mudah larut.
a. Bentuk Konstruksional
Terbentuk akibat proses pelarutan batu gamping atau pengendapan mineral karbonat
yang dibawa oleh air. Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Bentuk bentuk minor
- Lapies, bentuk tidak rata pada batu gamping akibat adanya proses pelarutan dan
penggerusan
- Karst split, celah pelarutan yang terbentuk di permukaan
- Parit karst, alur pada permukaan yang memanjang membentuk parit atau disebut juga
karst split yang memanjang
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
- Palung karst, alur pada permukaan batuan yang lebar dan besar. Terbentuk karena
proses pelarutan, kedalaman > 50 cm
- Speleotherms, hiasan pada gua yang merupakan endapan CaCO3 yang mengalami
presipitasi pada air tanah yang membawanya masuk ke dalam gua (stalagtit di atas,
stalagmit di bawah)
- Fitokarst, permukaan yang berlekuk lekuk dengan lubang yang saling berhubungan,
terbentuk karena adanya aktivitas biologis yaitu algae yang tumbuh di dalam
batugamping.

2. Bentuk bentuk mayor


- Surupan (doline), depresi tertutup hasil pelarutan dengan diameter mulai dari
beberapa meter sampai beberapa kilometer. Kedalamannya bisa mencapai ratusam meter
dan mempunyai bentuk bundar atau lonjong
- Uvala, gabungan dari beberapa doline
- Polje, depresi tertutup yang besar dengan lantai datar dan dinding curam. Bentuknya
tidak teratur dan biasanya memanjang searah jurus perlapisan
- Jendela karst, lubang pada atap gua akibat runtuh yang menghubungkan dengan udara
luar
- Lembah karst, lembah atau alur besar, terbentuk oleh aliran permukaan yang
mengerosi batuan yang dilaluinya.

b. Bentuk Sisa Pelarutan


Terbentuk karena pelarutan dan erosi sudah berlangsung sangat lanjut sehingga
meninggalkan sisa erosi yang khas pada daerah karst.
- Kerucut karst, bukit karst yang berbentuk kerucut, berlereng terjal dan dikelilingi
oleh depresi
- Menara karst, bukit sisa pelarutan dan erosi yang berbentuk menara dengan lereng
yang terjal tegak atau menggantung, terpisah satu dengan yang lainnya dan dikelilingi
dataran alluvial.

BENTANG ALAM FLUVIAL


Bentang alam yang terdiri di dalamnya berhubungan dengan proses adanya air yang
membentuk suatu morfologi di suatu daerah, biasanya sungai.
1. Meander, belokan tajam pada sungai, biasanya terjadi pada dalam suatu rangkaian,
yang
disebabkan karekteristik dari aliran air. Meander terbentuk pada aliran endapan
sedimen
dan berhenti diatas aliran karena terhalang.
2. Meander cut off, meander cutoff merupakan meander yang terbentuk akibat aliran
yang
melewati bagian sempit dari leher meander, di mana aliran ke bawah telah berpindah
dari
meander yang telah melambat dan meander berikutnya telah mengambil aliran tersebut.
3. Flood Plain, adalah suatu level area pada daratan untuk memprediksi banjir dari tubuh
air yang berdekatan. Flood plain digambarkan dari frekuensi banjir yang sudah terjadi.
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
4. Stream divide, merupakan pembagian arus sungai berdasarkan dasar sungai dan arah
alirannya tersebut. Pembagian tersebut, yaitu branch, beck, burn, creek, kill, lick, rill,
river syke, bayou, rivulet, run.
5. River terrace, merupakan teras sungai yang tampak sepanjang sisi lembah, biasanya
sejajar dengan tembok lembah. Kebanyakan terraces terbentuk ketika erosi pada sungai
meningkat dan melewati flood plain.
6. Channel Bar, adalah endapan sungai yang terdapat pada tengah alur sungai.
7. Point bar, adalah endapan sungai yang terdapat pada tepi alur sungai.
8. Natural levees, merupakan pemanjangan dari tanggul terdiri dari pasir dan lanau dan
terendapkan sepanjang tepi sungai selama masa banjir.
9. Back Swamp, merupakan rawa yang mengalami penurunan area floodplain antara
natural levees dan pada tepi floodplain
10. Braided stream, adalah arus yang mengalir pada beberapa terusan yang terbagi dan
yang bersatu. Braided stream terbentuk pada bagian hilir sungai yang memiliki slope
hampir datar - datar, alurnya luas, dan dangkal.
11. Oxbow lake, merupakan meander pada awalnya karena adanya pemotong pada arus
akibat pelurusan air, maka terbentuklah struktur seperti tapal kuda, struktur ini
dinamakan oxbow lake.
12. Crevasse splay, merupakan kenampakan roman muka bumi yang terbntuk akibat arus
berlebih memotong levee dan endapan sedimen pada floodplain. Hal ini dapat membuat
endapan yang sangat besar sehingga menjadi delta.
13. Alluvial fan, berbentuk seperti kipas, merupakan akumulasi dari endapan alluvial
pada mulut jurang atau aliran anak sungai dengan arus utama.
14. Channel fill, merupakan akumulasi pasir detritus pada arus di mana kapasitas
transportasi dari air tidak mampu untuk memindahkan material secara berulang.
15. Overbank, merupakan penggambaran dari tipe endapan alluvial atau sediment yang
terendapkan pada floodplain di sungai. Biasanya endapan berbutir halus.
16. Flood basin, merupakan daerah di bawah permukaan air selama air tinggi karena
banjir
pada daerah tertentu.

BENTANG ALAM VOLKANIK

Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma disebut vulkanisme.
Magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi yang terdapat di dalam kulit bumi,
terjadi dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya. Magma terjadi akibat
adanya tekanan di dalam bumi yang amat besar, walaupun suhunya cukup tinggi, tetapi
batuan tetap padat. Jika terjadi pengurangan tekanan, misalnya adanya retakan,
tekanannya pun akan menurun sehingga batuan tadi menjadi cair pijar atau disebut
magma.
Magma bisa bergerak ke segala arah, bahkan bisa sampai ke permukaan bumi. Jika
gerakan magma tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magma. Sedangkan
magma yang bergerak dan mencapai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma.
Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan gunung api atau disebut juga vulkan. Hal ini
berarti intrusi magma tidak mencapai ke permukaan bumi. Mungkin hanya sebagian kecil
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
intrusi magma yang bisa mencapai ke permukaan bumi. Namun yang perlu diingat bahwa
intrusi magma bisa mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk
tonjolan berupa pegunungan. Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut
plutonisme) menghasilkan bermacam-macam, yaitu:
a. Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat
penurunan suhu yang sangat lambat.
b. Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan
lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung, sementara
permukaan atasnya tetap rata.
c. Keping intrusi atau sill adalah lapisan magma yang tipis menyusup di antara lapisan
batuan.
d. Intrusi korok atau gang adalah batuan hasil intrusi magma memotong lapisan-lapisan
litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.
e. Apofisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih kecil.
f. Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk silinder, mulai dari
dapur
magma sampai ke permukaan bumi.

BENTANG ALAM EOLIAN


Bentang alam eolian merupakan bentang alam yang dibentuk karena aktivitas angin.
Bentang alam ini banyak dijumpai pada daerah gurun pasir. Gurun pasir sendiri lebih
diakibatkan adanya pengaruh iklim. Gurun pasir diartikan sebagai daerah yang
mempunyai curah hujan rata-rata kurang dari 26 cm/tahun. Gurun pasir tropik terletak
pada daerah antara 350 LU sampai 350 LS, yaitu pada daerah yang mempunyai tekanan
udara tinggi dengan udara sangat panas dan kering. Gurun pasir lintang rendah terdapat
di tengah-tengah benua yang terletak jauh dari laut atau terlindung oleh gunung-gunung
dari tiupan angin laut yang lembab sehingga udar yang melewati gunung dan sampai pada
daerah tersebut adalah udara yang kering.

Macam-Macam Bentang Alam Eolian


Dilihat dari proses pembentukannya, bentang alam eolian dapat dikelompokkan menjadi
2,
yaitu bentang alam akibat proses erosi oleh angin dan bentang alam akibat proses
pengendapan oleh angin.
A. Bentang alam Eolian Akibat Proses Erosi
Proses erosi oleh angin dibedakan menjadi 2, yaitu deflasi dan abrasi.
Bentang alam yang disebabkan oleh proses erosi ini juga dibedakan menjadi 2 yaitu
bentang alam hasil proses deflasi dan bentang alam hasil proses abrasi.

Bentang Alam Hasil Proses Deflasi


Bentang alam hasil proses deflasi dibedakan menjadi 3 macam:
1. Cekungan Deflasi (Deflation basin)
2. Lag Gravel
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
3. Desert varnish

Bentang Alam Hasil Prose Abrasi


1. Ventifact
2. Polish
3. Grooves
4. Sculpturing (Penghiasan)
5. Yardang

B. Bentang Alam Hasil Pengendapan Angin


Jika kekuatan angin yang membawa material berkurang atau jika turun hujan, maka
material-material yang terbawa oleh angin akan diendapkan. Bentang alam hasil proses
pengendapan oleh angin ini dibedakan menjadi 2 yaitu: dune dan Loess.

A. Dune
Dune adalah suatu timbunan pasir yang dapat bergerak atau berpindah, bentuknya tidak
dipengaruhi oleh bentuk permukaan ataupun rintangan. Berdasarkan ukurannya, hasil
proses pengendapan material pasir, yaitu ripples, dunes dan megadunes
 Ripples lebar berukuran 5 cm - 2m dan tinggi 0,1 – 5 cm
 Dunes lebar 3 – 600 m dan tinggi 0,1 – 15 m
 Megadunes lebar 300 – 3 km dan tinggi 20 – 400 m
Klasifikasi menurut Emmon‟s (1960) bentuk-bentuk dune dapat bermacam-macam,
tergantung pada banyaknya pertambahan pasir, pengendapan di tanah, tumbuh-
tumbuhanyang menghalangi dan juga arah angin yang tetap. Berdasarkan hal-hal
tersebut, maka tipe-tipe dune digolongkan menjadi :
1. Lee dune (Sand Drift)
Lee dune/sand drift adalah dune yang berkembang memanjang, merupakan punggungan
pasir yang sempit, berada di belakang batuan atau tumbuh-tumbuhan.
2. Longitudinal dune
Longitudinal dune mempunyai arah memanjang searah dengan arah angin yang efektif
dan dominan.
3. Barchan
Barchan terbentuk pada daerah yang terbuka, tak dibatasi oleh
topografi/tumbuhtumbuhan
dimana arah angin selalu tetap dan penambahan pasir terbatas dan berada di atas
batuan dasar yang padat. Barchan ini berbentuk koma dengan lereng yang landai pada
bagian luar, serta mempunyai puncak dan sayap.
4. Seif
Seif adalah longitudinal dune yang berbentuk barchan dengan salah satu lengannya jauh
lebih panjang akibat kecepatan angin yang lebih kuat pada lengan yang panjang.
5. Transversal dune
Transversal dune terbentuk pada daerah dengan penambahan pasir yang banyak dan
kering, angin bertiup secara tetap misalnya pada sepanjang pantai.
6. Complex dune
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
Complex dune terbentuk pada daerah dengan air berubah-ubah, pasir dan vegetasi agak
banyak. Barchan, seif dan transversal dune yang berada setempat-tempat akan
berkembang sehingga menjadi penuh dan akan terjadi saling overlap.

B. Loess
Daerah yang luas tertutup material-material halus dan lepas disebut Loess. Beberapa
endapan loess yang dijumpai di Cina barat mempunyai ketebalan sampai beberapa ratus
meter. Sedangkan di tempat lain kebanyakan endapan loess tesebut hanya mencapai
beberapa meter saja. Beberapa endapan loess menutupi daerah yang sangat subur.
Penyelidikan secara mikroskopis memperlihatkan bahwa loess berkomposisi partikel-
partikel angular dengan diameter kurang dari 0,5 mm terdiri dari kuarsa, feldspar,
hornblende dan mika.

BENTANG ALAM PANTAI


Aktivitas marine sering dipengaruhi\ aktivitas fluvial sehingga sering disebut sebagai
fluvio – marine. Bentuk lahan asal proses marine dihasilkan oleh aktivitas gerakan air
laut, baik pada tebing curam, pantai berpasir, pantai berkarang maupun pantai
berlumpur. Gerakan tersebut meliputi pasang surut, arus maupun ombak.
Beberapa bentuk bentang alam pantai:
1. Gua laut (sea caves), terbentuk karena cliff mengalami erosi bawah (under cutting)
oleh pukulan gelombang arus.
2. Celah (cliff), erosi oleh gelombang atau arus yang menimpa retakan atau patahan
menyebabkan terbentuknya celah di pantai.
3. Teras-teras (wave cut terraces), terjadi karena dasar laut dangkal tererosi,
Permukaan menjadi rata kemudian terangkat.
4. Stack yaitu tiang-tiang baru yang terpisah dari daratan.tersusun dari batuan yang
resisten sehingga bertahan dari pukulan gelombang.
5. Arc yaitu batuan berlubang tembus akibat kikisan gelombang,tersusun dari batuan
yang
Lunak (tidak resisten).
6. Tanjung (Headland) yaitu batuan daratan resisten yang menjorok ke laut akaibat
erosi gelombang,terdiri atas batuan lava dan breksi.
7. Gisik (beach), merupakan suatu bentuk pengendapan yang terjadi di pantai. Gisik
terletak tinggi di atas pantai belakang atau pada posisi lainnya pada pantai depan.
Kadang-kadang gisik ini terlihat seperti jembatan yang bertingkat-tingkat turun ke arah
laut. Material pada gisik ini terdiri dari kerikil yang bulat-bulat, kerikil yang kasar
(gravel), dan pasir.
8. Gosong pasir(bar), merupakan endapan pasir atau kerikil di laut sejajr garis pantai
9. Off shore bar(barrier bar) terdapat di laut lepas,hasil pengendapan backswash
10. Laguna(lagoon), laut dangkal antara daratan dan off shore bar;
11. Tombolo, endapan yang menghubungkan daratan dengan pulau, sebagai akibat
reflaksi
gelombang karena rintangan pulau tersebut.
12. Gumuk pasir pantai (coast dunes), adalah timbunan pasir dipantai sebagai akibat
hasil
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
aktivitas angin dan vegetasi.
a. Free dunes, timbunan pasir di pantai oleh pengendapan angin tanpa di bantu
vegetasi;
b. Impended dunes, timbunan pasir di pantai oleh pengendapan angin dan vegetasi atau
topografi kasar.

BENTANG ALAM GLASIAL


Bentang alam glasial adalah bentang alam yang berhubungan dengan proses glasial,
dimana proses glasial itu tenaga yang berpengaruhnya adalah Gletser. Menurut flint
(1957) gletser adalah massa es dan tubuh es yang terbentuk karena rekristalisasi dari
salju dan lelehan air yang secara keseluruhan atau sebagian teletak dalam suatu lahan
dan memberikan kenampakan tersendiri, yaitu suatu bentukan gerakan. Beberapa hal
yang penting dalam gletser diantaranya adalah:
 Keadaan daerah
 Proses
 Dan endapan yang terbentuk di tepi perbatasan gletser (moraine)
Ada dua tipe bentang alam glasial, diantaranya yaitu:
1. Alpine Glaciation → terbentuk pada daerah pegunungan.
2. Continental Glaciation → bila suatu wilayah yang luas tertutup gletser.

Bentang Alam Glasial


a. Bentang Alam Karena Proses Erosi
Bentang alam karena prose erosi yang berasosiasi dengan alpine glaciations yaitu yang
terbentuk pada daerah pegunungan.
Glacier valley → berbentuk U karena proses glasial
→ berbentuk V karena erosi sungai.
Lembah terbentuk karena sungai mengalami pelurusan oleh aliran air akibat hantaman
massa es yang tidak fleksibel. Bentang alam akibat erosi yang terbentuk pada alpine
glaciation antara lain :
1. Hanging valley
Ketika gletser tidak terlihat lagi, anak sungai yang tersisa menyisakan hanging valley
yang tinggi diatas lembah utama. Meskipun proses glasial membentuk lembah menjadi
lurus dan memperhalus dinding lembah, es meyebabkan permukaan batuan dibawahnya
terpotong menjadi beberapa bagian, tergantung resistensinya terhadap erosi glasial.
2. Truncated Spurs
Merupakan bagian bawah tepi lembah yang terpotong triangular faced karena erosi
glasial. Makin tebal gletser makin besar erosi pada bagian bawah lantai lembah. Makin
besar erosi maka mengakibatkan pendalaman lembah dan anak sungainya sedikit.
3. Cirques
Merupakan sisi bagian dalam yang dilingkari glacier valley, berisi gletser dari glacier
valley yang tumpah ke bawah. Terbentuk karena proses glasial, pelapukan dan erosi
dinding lembah.
4. Rock basin lake
Air meresap pada celah batuan, membeku dan memecah batuan sehingga lapisan batuan
kehilangan bagiannya, digantikan es dan ketika melelh kembali terbentuk rock basinlake.
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
5. Bergschrund
Merupakan batuan yang telah pecah, berguling-guling dan jatuh ke glacier valley lalu
jatuh ke crevasse.
6. Aretes
Merupakan sisi dinding lembah yang mengalami pemotongan dan pendalaman sehingga
bagian tepinya menjadi tajam, karena proses frost wedging.
7. Horn
Merupakan puncak yang tajam karena cirques yang terpotong / ada bagian yang hilang
karena erosi ke arah hulu pada beberapa sisinya.
8. Crevasses
Merupakan celah yang lebar (terbuka). Bila celah tertutup (sempit) disebut closed
crevasses.

b. Bentang Alam Karena Proses Pengendapan Gletser


1. Moraines
Merupakan till yang terbawa jauh glacier dan tertinggal / mengendap setelah glacier
menyusut. Material-material lepas yang jatuh dari lereng yang terjal sepanjang valley
glacier terakumulasi pada sepanjang sisi es.
a. Lateral Moraines → Moraines yang tertimbun sepanjang sisi gletser
b. Medial Moraines → Gabungan anak-anak sungai yang dekat Lateral Moraines
membawa gletser turun sepanjang sisi till, dari atas tampak seperti multilane highway
(lintasan-lintasan pada daerah tinggi).
c. End Moraines → Tepi till yang tertimbun sepanjang sisi es, merupakan terminus yang
tersisa yang tetap selama beberapa tahun, mudah dilihat. Valley glacier membentuk end
moraines yang berbentuk seperti bulan sabit.
 Terminal Moraines → End Moraines yang terbentuk karena terminus bergerak
maju jauh dari es.
 Recessional Moraines → End Moraines yang terbentuk karena terminus tidak
mengalami perubahan (tetap).
 Ground Moraines → Till yang tipis, seperti lapisan-lapisan karena batuan yang
terseret aleh gletser lalu mengendap.
2. Till
Merupakan batuan yang hancur dari dinding lembah yang terendapkan mengisi valley
glacier, berasal dari ice sheet membawa fragmen batuan yang terkikis (fragmennya
lancip) karena bertabrakan dan saling bergesek dengan batuan lain. Berukuran
clayboulder, unsorted.
3. Drumlin
Merupakan ground moraines yang terbentuk kembali seperti alur-alur sungai lembah till,
bentuknya seperti sendok terbalik. Porosnya sejajar dengan arah gerakan es. Dihasilkan
oleh ice sheet yang tertransport jauh dan terbentuk kembali menjadi endapan till
setelah
melalui lereng yang dangkal.
4. Erratic
Merupakan es yang berukuran boulder yang kemudian tertransport oleh es yang berasal
dari lapisan batuan yang jauh letaknya.
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3

SOAL LATIHAN
1. Batuan metamorf kontak adalah … .
a. Batuan yang terbentuk karena pengaruh tekanan yang tinggi
b. Batuan yang terbentuk oleh factor pelapukan fisik
c. Batuan yang berubah sifat akibat bersentuhan dengan magma
d. Batuan yang terbentuk oleh factor pelapukan kimia
e. Batuan yang terbentuk karena pengaruh unsur gas dalam batuan

2. Sebuah gunung api mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :


1) Letak magma menyumbat dekat kawah
2) Tekanan gas sangat lemah dan
3) Viskositas magma sangat kental
Dari ciri-ciri tersebut tipe letusan gunung api tersebut adalah… .
a. Merapi
b. Hawaii
c. Stomboli
d. St. Vincent
e. Perret

3. Sungai-sungai yang ada di daerah pegunungan sering alirannya mengikuti lereng asli.
Sungai yang demikian dinamakan dengan ……
a. Konsekuen
b. Subsekuen
c. Resekuen
d. Obsekuen
e. Insekuen

4. Beberapa wilayah di Kabupaten Bogor mengalami mengalami peristiwa di mana


sebagian besar tanah amblas yang menyebabkan retakan tanah dan kerusakan
bangunan dan jalan yang ada di sekitarnya. Peristiwa amblasnya masa batuan atau
tanah dinamakan ….
a. Landscreep
b. Rock fall
c. Rock slide
d. Debris fall
e. Subsidence

5. Mushroom rock ( Batu jamur ) merupakan tipikal batuan yang terbentuk oleh ....
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
a. Terpaan angin yang membawa pasir di daerah gurun
b. Hantaman air laut yang terjadi di pantai berbatu kapur
c. Pelarutan oleh air hujan di batuan kapur
d. Pengikisan oleh gletser di lembah antar pegunungan
e. Pelapukan pada jenis batuan dengan mineral berukuran pasir kasar

6. Secara gelogis Pegunungan Himalaya akan bertambah tinggi setiap tahun, hal ini
diakibatkan oleh…
a. Penunjaman lempeng Samudera Hindia di bawah lempeng Eurasia
b. Lempeng anak benua India yang terus mendesak lempeng Eurasia
c. Lempeng anak benua India menjauh dari lempeng Eurasia
d. Adanya hot spot di daerah Pegunungan Himalaya
e. Semua salah

7. Morfologi perbukitan atau pegunungan yang memiliki kemiringan lereng hampir sama
antara satu sisi dengan sisi lainnya disebut:
a. Hogback
b. Cuesta
c. Plateau
d. Mesa
e. Butte

8. Daerah endapan alluvial cocok dimanfaatkan untuk area:


a. Kawasan hutan lindung
b. Pertanian
c. Perumahan
d. Kawasan industri
e. Dibiarkan saja

9. Pola aliran sungai berbentuk trellis dikontrol oleh struktur geologi berupa:
a. Lipatan
b. Sesar
c. Patahan
d. Pengangkatan
e. Penunjaman
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
10. Bentuk muka bumi yang berasal dari pegunungan dan sekarang nyaris datar karena
terjadi proses erosi disebut…
a. Eskarpment
b. Dataran banjir
c. Fleksur
d. Peneplain
e. Bare area

11. Gambar di samping menunjukkan:


a. sesar naik
b. lipatan antiklin
c . kekar garis
d. sesar turun
e. lipatan sinklin

12. Diagram ini menunjukkan struktur geologi bentang alam


vulkanik, manakah yg menunjukkan ‘laccolith’ dan ‘sill’?
a. A dan B
b. C dan F
c. D dan E
d. C dan G
e. D dan K

13. Terbentuknya pegunungan Andes di Amerika Selatan merupakan akibat dari:


a. kolisi antara lempeng benua Amerika Selatan di bawah lempeng samudera Nazca
b. subduksi antara lempeng Nazca dan lempeng Cocos
c. kolisi antara lempeng Scotia dan lempeng Juan De Fuca
d. pergeseran transform antara lempeng Amerika Selatan dan lempeng Amerika Utara
e. subduksi antara lempeng benua Amerika Selatan di atas lempeng samudera Nazca

14. Gambar ini menunjukkan diagram bentang alam struktural, manakah yg menunjukkan
plateau, butte dan mesa secara berurutan?
a. A, C, B
b. A, B, C
c. C, A, B C
d. B, C, A
e. C, B, A

B
A
15. Transverse dune merupakan:
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
a. punggungan pasir terbentuk memanjang tegak lurus terhadap arah angin yang
dominan
b. dune yang berbentuk sekop / parabola dipengaruhi oleh vegetasi
c. dune yang mempunyai sayap yang searah dengan arah angin
d. punggungan pasir terbentuk memanjang sejajar arah angin yang dominan.
e. dune yang mempunyai bentuk seperti bintang akibat adanya arah angin yang
berbeda-beda

16. Foto udara ini menunjukkan salah satu morfologi delta yaitu:
a. cuspate delta
b. lobate delta
c. estuarine delta
d. birdfoot delta
e. wave delta

17. Morfologi ‘Guilin’ yg dapat dijumpai di tenggara RRC merupakan salah satu dari bentang
alam:
a. Eolian
b. Karst
c. Fluvial
d. Struktural
e. Glasial

18. Bentukan morfologi pada bentang alam solutional stadium tua yang menyerupai menara
dengan bagian puncak agak membulat dan masih dipengaruhi oleh proses fluvialnya
adalah…
a. Lapies
b. Polje
c. Mogote
d. Dolina
e. Uvala

19. Proses pemindahan massa batuan yang disebabkan oleh gaya berat batuan itu sendiri,
dinamakan...
a. Erosi
b. Denudasional
c. Masswasting
d. Sedimentasi
e. Pelapukan
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3

20. Gambar yang ditunjukkan oleh nomor 2 adalah…

a. Dekstral
b. Horst
c. Graben
d. Sinistral
e. Sinklinal

21. Salah satu bentuk lahan yang mempunyai elevasi sangat rendah sehingga dapat
dikatakan hampir sepanjang tahun tergenang oleh air adalah…

a. Dataran alluvial
b. Dataran banjir
c. Rawa belakang
d. Tanggul alam
e. Teras fluvial

22. Pantai yang terjadi karena adanya aktivas tektonisme yang menyebabakan
terangkatnya dasar laut sehingga muka air laut naik dan menenggelamkan daratan
disebut pantai…
a. Emergence
b. Submergence
c. Natural
d. Campuran
e. Amlesan

23. Apabila suatu di daerah pertemuan sungai dan laut di dominasi oleh aktivitas
gelombang, maka delta yang terbentuk adalah
a. Cuspate
b. Elonganate
c. Bird food
d. Estuarine
e. Lobate

24. Gunung bawah laut yang memiliki puncak datar disebut…


a. Atoll
b. Guyot
c. Sea mount
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
d. Volcanic arch
e. Volcanic island

25. Bentukan morfologi glacier seperti pisau yang membatasi antara satu cirque dengan
cirque yang lain adalah
a. Moraine
b. Horn
c. Drumlin
d. Arête
e. Esker

Selamat Mengerjakan 
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
Pembahasan Paket 2

Kunci Jawaban Paket 2

1. A 11. D 21. B
2. D 12. C 22. C
3. B 13. E 23. E
4. D 14. B 24. D
5. A 15. E 25. B
6. D 16. B
7. A 17. B
8. A 18. A
9. A 19. E
10. C 20. E

Pembahasan :

1. A. Bencana
Bencana didefinisikan sebagai Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam
maupun faktor manusia sehingga menimbulkan kerugian. (Menurut Definisi Bencana Undang-
undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana)

2. D. Teknologi
Bencana secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu bencana alam seperti gempa
bumi, gunung meletus, bencana non alam seperti wabah penyakit, gagal teknologi dll, dan bencana
sosial seperti peperangan, bencana kelaparan, konflik dsb.

3. B. Sumberdaya air permukaan terbatas


Hal ini disebabkan oleh sifat fisik batugamping yang menyusun kawasan karst didominasi oleh
porositas sekunder, banyak retakan dan permukaannya berlubang-lubang sehingga tidak mampu
menyimpan air dalam waktu yang lama. Air hujan yang mengguyur daerah karst diyakini langsung
turun ke bawah menuju zona jenuh air, dan kemudian banyak terbentuk sungai – sungai bawah
tanah.
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3

4. D. Lousiana
Pada gambar di samping dapat kita
lihat bahwa rute dari badai katrina
pertama kali melewati negara bagian
Lousiana sehingga daya
kerusakannya pun juga yang
terparah.

5. A. Berlindung di bawah gedung besar


Upaya tersebut malah berbahaya karena terdapat potensi robohnya gedung besar tersebut yang
tentu malah akan membahayakan jiwa.

6. D. Merehabilitasi kegiatan perekonomian pada wilayah yang terkena bencana


Siklus mitigasi bencana secara garis besar ada tiga bagian, yaitu pra bencana, tanggap darurat, dan
pasca bencana. Tahapan pra bencana yaitu upaya yang dilakukan sebelum bencana itu terjadi,
seperti melakukan latihan evakuasi, pemasangan alarm peringatan, sosialisasi dan lain sebagainya.
Tahapan tanggap darurat seperti pengevakuasian korban, mendirikan tenda darurat dan lain
sebagainya. Tahapan pasca bencana seperti upaya rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah.

7. A. Bangunan tahan gempa dengan konstruksi yang kuat


Rumah panggung banyak ditemukan di Pulau Sumatera, bangunan yang
dibuat dari konstruksi kayu ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap
guncangan gempa bumi yang sering melanda Pulau Sumatera. Pemilihan
konstruksi dan bahan material rumah tersebut merupakan salah satu upaya
mitigasi bencana.

8. A. Banjir
Negara yang ditunjukkan dalam gambar tersebut adalah negara Bangladesh, dapat dilihat dari warna
benderanya.Bangladesh memiliki kerawanan bencana banjir yang sangat tinggi, karena terletak di
dataran banjir, banyak muara sungai yang berakhir di Bangladesh, belum lagi kepadatan penduduk
yang sangat tinggi semakin mempertinggi risiko bencana banjir.

9. A. Brazil
Ini adalah tipikal soal pengetahuan umum yang berkaitan dengan kebencanaan. Gempa bumi yang
dicatat sebagai gempa bumi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern manusia, yakni
sebesar 9,5 SR yang terjadi pada tanggal 22 Mei 1962 terjadi di Chile. Negara yang tidak berbatasan
langsung dengan Chile adalah negara Brazil.
10. C. Gunung Meletus
Negara yang ditunjukkan dalam gambar tersebut adalah Islandia. Islandia terletak di zona divergen
dimana banyak bentang alam gunung berapi di negara tersebut (gunung berapi yang terbentuk
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
karena proses divergen berbeda dengan gunung berapi di zona subduksi). Sehingga bencana alam
yang sering terjadi di negara tersebut adalah gunung meletus.

11. D. Oklahoma
Angin tornado banyak terjadi di daerah tengah Amerika Serikat, negara bagian yang terletak di
bagian tengah Amerika Serikat salah satunya adalah negara bagian Oklahoma.

12. A. Ancaman bencana selalu ada pada suatu wilayah


Pengurangan resiko bencana bukan berarti penghilangan ancaman bencana yang ada pada suatu
wilayah, karena ancaman bencana selalu ada pada suatu wilayah, yang bisa dikendalikan oleh
manusia adalah upaya untuk meminimalisir risiko bencana dengan cara menurunkan kerentanan
atau meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana.

13. E. Angin kencang


Faktor pemicu gerakan tanah ada empat, yaitu karena aktivitas manusia, getaran baik itu dari
eksogen maupun endogen bumi, erosi sungai, dan hujan. Angin kencang tidak termasuk ke dalam
faktor pemicu gerakan tanah.

14. B. Elevasi
Sebagian besar air hujan yang jatuh di permukaan datar akan lebih mudah terserap tanah
dibandingkan dengan tanah yang pemukaannya miring. Hal ini menunjukkan bahwa banjir
dipengaruhi juga dengan faktor elevasi. Kata kunci dari soal ini adalah kemiringan suatu permukaan
tanah.

15. E. konvergen ; menimbulkan gempa bumi


Pilihan jawaban yang tepat adalah gerak konvergen yang menyebabkan gempa bumi. Gerak
konvergen adalah pergerakan lempeng yang saling mendekat, dapat berupa kolisi atau subduksi.

16. B. Memberikan pelatihan simulasi bencana gempa kepada masyarakat di daerah rawan
Upaya memberikan pelatihan simulasi bencana gempa kepada masyarakat di daerah rawan gempa
ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi gempa. Upaya tersebut
masuk dalam tahapan pre disaster atau pra bencana.

17. B. Terjadi gempa vulkanik di sekitar gunung


Ciri – ciri gunung berapi akan meletus :
a) temperatur meningkat secara drastis
b) sumber mata air mengering
c) sering terjadi gempa tremor dan vulkanik
d) banyak hewan turun gunung
e) sering terdengar suara gemuruh
18. A. mendekatnya lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3

Gerak konvergen adalah gerak saling


mendekat antar lempeng. Pertemuan
kedua lempeng yang berada di sisi barat
Sumatera meliputi pertemuan antara
lempeng Indo-Australia dengan
lempeng Eurasia.

19. E. segera menjauhi pantai dan menuju ke tempat yang lebih tinggi
Ciri – ciri yang disebutkan dalam soal adalah salah satu ciri ketika akan terjadi bencana alam tsunami
atau gelombang laut tinggi yang diakibatkan karena aktivitas tektonik di dasar laut. Ketika terjadi
bencana tsunami, hal yang harus segera dilakukan adalah evakuasi, yaitu segera menjauhi pantai
dan segera menuju ke tempat yang lebih tinggi, misalnya bukit, pohon yang kuat dan lain
sebagainya.

20. E. memulihkan sarana dan prasarana yang rusak


Mitigasi bencana yang dilakukan setelah terjadi gempa bumi atau tahapan pasca disaster salah
satunya adalah proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah, contohnya dengan memulihkan sarana
dan prasarana yang rusak.

21. B. Indonesia terletak di daerah tropis dan dikelilingi oleh laut


Kelembaban udara di Indonesia termasuk tinggi, sehingga dapat memicu terjadinya bencana
meteorologis. Kelembaban yang tinggi tersebut disebabkan karena letak Indonesia yang berada di
daerah tropis sehingga mendapatkan intensitas panas yang tinggi dari matahari yang menyebabkan
suhu harian rata – rata yang tinggi dan dikelilingi oleh lautan yang menyebabkan tingkat kelembapan
harian yang cukup tinggi.

22. C. Intensitas gempa


Skala Richter yang berkaitan dengan gempa bumi digunakan untuk mengukur kekuatan gempa yang
terjadi dalam satu radius tertentu, kekuatan gempa dapat disebut juga dengan intensitas gempa.

23. E. Gletser
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
Gejala-gejala pascavulkanik antara lain sebagai berikut:
a) Munculnya sumber air panas.
a) Munculnya sumber air mineral, yaitu sumber air yang mengandung larutan mineral.
Air dari tempat ini sering kali dijadikan obat karena mengandung mineral.
b) Munculnya geyser, yaitu sumber air panas yang muncul secara berkala.
c) Munculnya sumber gas (ekhalasi), antara lain solfator, fumarol, dan mofet.
Yang tidak termasuk gejala pascavulkanik adalah gletser.

24. D. bergerak turun setelah jatuh hujan


Angin fohn atau angin lokal atau angin terjun adalah angin yang terjadi apabila ada gerakan massa
udara yang menaiki suatu pegunungan dengan ketinggian lebih dari 200 meter. Massa udara yang
mencapai puncak pegunungan akan mengalami kondensasi dan akhirnya timbul hujan pada satu sisi
lereng. Adapun pada lereng yang lain tidak terjadi hujan karena terhalang tingginya pegunungan.
Daerah yg tidak mengalami hujan disebut daerah bayangan hujan.
Pada daerah bayangan hujan itu angin dari atas pegunungan akan bergerak menuruni lereng
pegunungan dengan kecepatan tinggi. Hal itu menyebabkan naiknya suhu udara, karena setiap turun
100 meter udara naik 1 °C. Dengan demikian angin yang turun bersifat panas dan kering. Angin
itulah yang disebut angin fohn.
Angin fohn yang terjadi di Indonesia antara lain sebagai berikut:
a) Angin Bahorok (Deli, Sumatera Utara)
b) Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat)
c) Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur)
d) Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan)
e) Angin Wambraw (Biak, Irian Jaya)

25. B. membuat saluran – saluran air pada kanan kiri jalan


Salah satu upaya meminimalisir risiko kerusakan jalan saat hujan adalah dengan meminimalisir air
yang tergenang dalam suatu jalan. Karena air yang tergenang tersebut akan mempercepat proses
pengeroposan jalan. Salah satu cara supaya meminimalisir genangan air tersebut adalah dengan
membangun saluran – saluran air di bahu jalan.
PELATIHAN ONLINE 2017
GEOGRAFI – PAKET 3
KISAH PERJALANAN MEDALIS

Alfino Rahel (Teknik Kimia ITB 2014) – Bidang Kimia

Saya baru mengenal apa itu OSN saat saya berada di SMA. Ketika saya mengenyam pendidikan SMP
saya tidak tahu banyak tentang OSN. Saat di SMA pun tidak mudah untuk bisa mengikuti OSN dan
tembus sampai meraih medali, karena di daerah saya tidak terlalu concern dengan OSN itu sendiri.
Namun, berbeda dengan SMA lain yang tidak begitu antusias dengan OSN, SMA saya bahkan
menjadikan OSN ini salah satu target lomba yang harus ditingkatkan peraihannya setiap tahunnya.
Satu lagi, SMA saya adalah sebuah sekolah berasrama full beasiswa sehingga saya bisa bersekolah
gratis disana. Dengan lingkungan yang mendukung serta rasa ingin membalas budi kepada
pemerintah provinsi yang telah membiayai sekolah saya, saya bertekad untuk medapatkan medali
kimia di OSN.

Tentunya tidak mudah untuk mendapatkan medali karena jelas sekali siswa-siswi di Pulau
Jawa lebih hebat bila di bandingkan dengan anak daerah seperti saya. Namun, hal itu tidak menjadi
halangan bagi saya untuk bermimpi. Saya menempel tulisan ‘GO GET GOLD’ di setiap sudut kamar
asrama saya dengan tujuan untuk menyadarkan bahwa saya punya kesempatan yang sama besar
dengan semua orang.

Walaupun tidak berhasil di tahun pertama, saya tidak berputus asa. Saya tidak lulus ke
tingkat nasional di tahun pertama. Ini menjadikan saya lebih bersemangat di tahun kedua. Saya tidak
membuang waktu sia-sia. Belajar, berdoa dan menyerahkan semuanya kepada yang diatas. Apapun
hasilnya semua itu adalah bonus. Karena yang terpenting adalah prosesnya.

Alhamdulillah, walaupun bukan medali emas, melainkan perunggu, saya sangat bangga.
Karena saya anak daerah dan saya bisa!

‘Jangan pedulikan mereka yang tak


mempercayaimu, tapi percayai dirimu untuk
mereka yang kau pedulikan’