Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH MIKROBIOLOGI

“SEL MIKROORGANISME PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK”

DISUSUN OLEH :
Kelompok II
Mohamad Afdal (G 301 17 002)
Muhammad Akbar Ridhawansa (G 301 17 015)
Agung Gunawan Makmur (G 301 17 029)
Sariyanti (G 301 17 042)

DOSEN PENGAMPU :
Dr. Abd.Rahman, M.Si., Apt.
Pasjan Satrimafitrah, S,Si., M.Si., PhD.

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2018
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami panjatkan ke-hadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat dan hidayahNya sehingga makalah yang berjudul “Sel Mikroorganisme
Prokariotik dan Eukariotik” ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mahasiswa yang mengikuti
mata kuliah Mikrobiologi.
Dalam proses pendalaman materi sel mikroorganisme prokariotik dan
eukariotik ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran,
untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada:
 Dr. Abd.Rahman, M.Si., Apt. dan Pasjan Satrimafitrah, S,Si., M.Si., PhD.,
selaku dosen pengampu mata kuliah Mikrobiologi.
 Semua pihak yang telah banyak berkontribusi untuk makalah ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari isi/materi
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan lapang dada kami menerima
segala saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inspirasi bagi pembaca.

Palu, Februari 2018

Penyusun

Kelompok II

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i


KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ....................................................................... 2
1.3. Tujuan ......................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Sel ............................................................................. 3
2.2. Jenis-jenis Sel .............................................................................. 4
2.2.1. Sel Prokariotik .................................................................. 4
2.2.2. Sel Eukariotik ................................................................... 8
BAB III PEMBAHASAN
3.1. Sel Prokariotik ............................................................................ 15
3.1.1. Ciri-ciri Sel Prokariotik ................................................... 16
3.1.2. Organel-organel Sel Prokariotik ..................................... 17
3.1.3. Genom Sel Prokariotik .................................................... 17
3.2. Sel Eukariotik ............................................................................. 17
3.1.1. Ciri-ciri Sel Eukariotik ..................................................... 18
3.1.2. Organel-organel Sel Eukariotik ....................................... 19
3.1.3. Genom Sel Eukariotik ....................................................... 21
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan ................................................................................. 24
4.2. Saran ............................................................................................ 24
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 25

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Seiring dengan perkembangan teknologi kini diketahui sel memiliki
sistem hidup yang sangat kompleks. Memang Tuhan luar biasa dalam
menciptakan sesuatu, sesuatu yang kecil ternyata memiliki sistem yang
sangat rumit. Semua bekerja sebagaimana tugas-tugasnya. Sel sebagai sebuah
pabrik yang senantiasa bekerja agar kehidupan terus berlangsung. Ada
bagian-bagian sel yang berfungsi menghasilkan energi, ada yang bertanggung
jawab terhadap perbanyakan sel. Dan ada bagian sel yang menyeleksi
lalulintas zat masuk dan keluar sel. Dengan mempelajari komponen sel,
fungsi sel sebagai kehidupan dapat dipahami.
Sel pertama kali ditentukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665
mengamati sel gabus dengan menggunakan mikroskop sederhana. Ternyata,
sel gabus tersebut tampak seperti ruangan-ruangan kecil maka dipilihlah kata
dari bahasa latin, yaitu cellula yang berarti rongga/ruangan.
Sel merupakan unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup dan
merupakan tempat terselenggaranya fungsi kehidupan. Atau dengan kata lain,
sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.
Sebagai unit struktural terkecil dari makhluk hidup yang merupakan
penyusun yang mendasar bagi tubuh makhluk hidup, setiap sel tersusun dari
berbagai bagian, yaitu membrane plasma, inti sel (nukleus), sitoplasma dan
organel sel. Sel sebagai unit fungsional bermakna bahwa sel-sel penyusun
tubuh makhluk hidup melakukan suatu fungsi atau kegiatan proses hidup.
Fungsi yang dilakukan oleh sel adalah respirasi, ekskresi, transportasi,
sintesis, reproduksi, sekresi dan respon (tanggapan) terhadap rangsangan. Sel
juga merupakan unit hereditas atau pewaris yang menurunkan sifat genetis
dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sebagian besar sel memiliki ukuran yang sangat kecil. Umumnya sel
berdiameter 1-100µm. Dengan ukuran yang sangat kecil tersebut, sel tidak

1
dapat dilihat dengan mata telanjang. Maka dapat digunakan alat bantu yaitu
mikroskop. Seiring dengan perkembangan teknologi mikroskop, ditemukan
dua tipe struktur sel, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.
Eukariot merupakan kelompok yang memiliki sel dengan kompartemen
yang dikelilingi membrane termasuk nukleus, organel-organel seperti
mitokondria, kloroplas, dan lain-lain. Sedangkan prokariot merupakan
kelompok yang selnya tidak memiliki kompartemen internal.

1.2. Rumusan Masalah


 Apa itu sel prokariotik?
 Apa itu sel eukariotik?
 Apa perbedaan antara prokariotik dan eukariotik?

1.3. Tujuan
 Untuk mengetahui sel prokariotik.
 Untuk mengetahui sel eukariotik.
 Untuk mengetahui perbedaan antara sel prokariotik dan sel eukariotik.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Sel


Sel adalah unit terkecil yang menunjukkan semua sifat yang dihubungkan
dengan kehidupan. Suatu sel memperoleh energi dari luar untuk digunakan
dalam proses-proses vitalnya seperti pertumbuhan, perbaikan, dan
reproduksi. Semua reaksi kimiawi, dan fisika yang terjadi di dalam sel untuk
mendukung fungsi – fungsi tersebut disebut metabolisme. Reaksi metabolic
dikatalis oleh enzim. Enzim adalah molekul protein yang dapat mempercepat
terjadinya reaksi biokimiawi tanpa diubah secara permanen ataupun
dikonsumsi dalam proses tersebut. Struktur tiap enzim ( ataupun protein
lainnya) dikodekan oleh suatu segmen asam dioksiribonukleat yang disebut
gen. (Stansfield. 2006: 1).
Sel merupakan unit terkecil dan paling sederhana pada organisme. Sel
memiliki kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan dan berbagai
reaksi kimia. Organisme tersusun atas sel tunggal (uniseluler) seperti bakteri,
sianobakter, amoeba, dan tersusun atas banyak tipe sel (multiseluler) yang
telah berdiferensiasi dan mengalami spesialisasi seperti tumbuhan, hewan,
dan manusia. Baik organisme uniseluler dan multiseluler keduanya berasal
dari pembelahan satu sel, misalnya sel bakteri berasal dari pembelahan sel
bakteri induknya dan organisme tingkat tinggi seperti manusai berasal dari
pembelahan sel telur yang telah dibuahi oleh sperma (Novel, 2012).
Dalam jenjang organisasi bilogis, sel merupakan kumpulan materi paling
sederhana yang dapat hidup. Bahkan terdapat beraneka ragam bentuk
kehidupan yang hadir sebagai organisme berseltunggal. Organisme yang
lebih kompleks, termasuk tumbuhan dan hewan, bersifat multiseluer; tubuh
organisme semacam itu, merupakan hasil kerjasama antara banyak sel-sel
yang terspesialisasi yang tidak dapat bertahan hidup (survive, sintas) dalam
waktu lama secara sendirian. Akan tetapi, bahkan ketika tersusun dalam

3
tingkat organisasi yang lebih tinggi, misalnya jaringan dan organ, sel
merupakan unit dasar bagi struktur dan fungsi organisme (Campbell, 2010).
Ada dua bagian utama sel : inti dan isinya, seringkali disebut
nukleoplasma; dan bagian sisanya yang disebut sitoplasma. Inti dan
sitoplasma itu dikelilingi oleh, membran, demikian pula bagian yang lebih
kecil seperti mitokondria dan benda-benda golgi (Ackerman, 1979).
Sel bukanlah sekedar sekantung cairan dan bahan kimia; sel juga
mengandung struktur-struktur fisik yang tertata rapi yang dinamai organel.
Sebagian dari organel utama pada sel adalah membran sel, membran nukleus,
retikulum endoplasma (RE), aparatus golgi, mitokondria, lisosom, dan
sentriol. (Santoso, 2016).

2.2. Jenis-jenis Sel


Secara umum, ada dua tipe sel berdasarkan ada tidaknya struktur selaput
inti dan membran internal lainnya. ipe tersebut yakni sel prokariotik dan sel
eukariotik. Perbedaan utama dari keduanya adalah sel prokariotik tidak
mempunyai selaput nukleus. Meskipun demikian, keduanya mempunyai
materi genetik, membran sel, dan ribosom (Santoso, 2016)

2.2.1 Sel Prokariotik

A. Pengertian Sel Prokariotik


Prokariot merupakan organisme uniseluler yang tidak
berkembang atau berdiferensiasi menjadi bentuk multiseluler.
Beberapa bakteri tumbuh dalam filamen atau kumpulan sel, tetapi
kumpulan sel dalam koloni tersebut identik dan mampu memiliki
eksistensi independen. Sel-sel dapat berdekatan satu sama lain,
sebab mereka tidak terpisah setelah pembelahan sel. Mereka tetap
terbungkus di dalam membran dengan cairan yang disekresikan sel.
Namun, tidak terdapat hubungan dan komunikasi antar sel. Prokariot

4
dapat ditemuan hampir di seluruh penjuru bumi, mulai dari laut
dalam hingga ke tepian mata air panas, bahkan diseluruh permukaan
tubuh kita (Santoso, 2016).
Walaupun jauh dari sederhana, sel prokariotik (termasuk bakteri
dan archae) umumnya berukuran lebih kecil dan mempunyai
struktur lebih sederhana daripada sel eukariotik. Perbedaan utama
antara kedua jenis sel itu adalah bahwa materi genetic (DNA) sel
prokariotik tidak terletak dalam suatu struktur membran ganda yang
disebut nucleus. Sedangkan pada sel eukariotik, semua materi
genetiknya terdapat pada molekul DNA, yang terdapat sebagai
kromosom. Kromosom adalah struktur – struktur linier berjumlah
banyak yang terletak didalam nucleus. (Stansfield. 2006: 2).

B. Struktur dan Fungsi Sel Prokariotik

Struktur sel prokariotik secara umum dapat dilihat pada gambar


struktur sel bakteria di atas. Struktur umum sel prokariotik terdiri
dari kapsul, dinding sel (membran luar dan peptidoglikan merupakan
anggota karbohidrat), membran plasma, sitoplasma yang
mengandung ribosom dan nukleoid.

5
Bagian luar sel bakteri terdiri dari kapsula, dinding sel, dan
membran plasma. Kapsula yaitu bagian yang paling luar berupa
lender. Beberapa bakteri mempunyai kapsul polisakarida atau
glikokaliks yang mengelilingi dinding selnya. Kapsul tersebut dapat
melindungi bakteri dari sel predator dan berfungsi sebagai tempat
melekatnya berbagai objek dan sesama bakteri. Bahan kimia
pembangun kapsula adalah polisakarida. Hampir semua bakteri
mempunyai dinding sel kaku yang mengelilingi membran
plasmanya, tetapi strukturnya berbeda dari sel tumbuhan, yaitu pada
kandungan protein, lipid maupun polisakaridanya. Dinding sel ini
terbuat dari peptidoglikan dan terdiri dari berbagai bahan seperti
karbohidrat, protein, beberapa garam anorganik, dan berbagai asam
amino. (Stansfield. 2006: 5).
Setiap struktur pada sel bakteri tersebut memiliki fungsinya
masing-masing. Dinding sel memiliki fungsi sebagai pelindung,
mengatur pertukaran zat dan reproduksi. Sedangkan membran dalam
merupakan bagian penutup yang paling dalam. Membran plasma
bakteri mengadung enzim oksida dan respirasi. Fungsinya serupa
dengan fungsi mitokondria pada sel eukariotik. Pada beberapa
daerah membran plasma membentuk lipatan ke arah dalam disebut
mesosom. Fungsi mesosom yaitu untuk respirasi dan sekresi dan
menerima DNA pada saat konjugasi. (Stansfield. 2006: 6)
Ada susunan lamellar dari membran di sitoplasma bakteri
mengandung ribosom lebih banyak, sebagian besar bebas dalam
sitosol, beberapa mungkin menambat pada permukaan membran
plasma. Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Lamela
sitoplasmik, terutama terdapat pada bakteria autotropik yang
membantu pertumbuhan melalui proses fotosintesis. (Yoni. 2004: 6)

6
C. Reproduksi Sel Prokariotik

Reproduksi pada sel prokariotik dikenal dengan pembelahan


biner yang artinya pembelahan ini berlangsung secara sederhana dan
spontan. Proses pembelahan ini juga dikenal dengan proses
pembelahan amitosis. Amitosis artinya pembelahan yang tidak
melibatkan kromosom. Pembelahan biner dapat ditemukan pada sel
bakteri, proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetik,
pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma. (Stansfield.
2006: 7).
Pada pembelahan biner, kromosom diduplikasi dan akan
menempel pada membrane plasma. Kemudian akan terjadi
pertumbuhan di antara dua tempat pelekatan kromosom tersebut. Hal
ini untuk melakukan pemisahan inti. Sitokinesis dan pembentukan
dinding sel kemudian terbentuk sehingga dua sel anak terbentuk.
(Stansfield. 2006: 7).

D. Cara Gerak Sel Prokariotik


Beberapa bakteri memiliki alat gerak berupa flagel. Beberapa
bakteri lainnya mengandung villi yang berfungsi untuk melekatkan
diri. Bakteri motil biasanya didorong oleh satu atau lebih embelan
serupa rambut yang disebut flagela. Flagela berasal dari membran
plasma dan berputar seperti baling-baling. Filamen ini tersusun atas

7
protein flagelin. Beberapa jenis bakteri lainnya mempunyai rambut
panjang yang disebut pili atau fimbriae yang terdiri dari protein yang
disebut pilin. Struktur ini tidak berperan dalam motilitas, akan tetapi
berperan dalam daya lekat bakteri terhadap bakteri lain dan proses
konjugasi. (Stansfield. 2006: 5).

2.2.2 Sel Eukariotik

A. Pengertian Sel Eukariotik


Sel-sel eukariotik berukuran 10 kali lebih besar daripada sel
prokariotik dan volumenya dapat 1000 kali lipatnya. Perbedaan
dasarnya dalah adanya kompartemen dalam sel berlapis membran,
aktivitas metabolisme terjadi. Hal yang paling penting adalah adanya
DNA di dalam nukleus. Berdasarkan struktur inilah nama eukariot
yang berarti inti sebenarnya diberikan (Santoso, 2016). Sel eukariot
umumnya berdiameter 10-100 µ. Selain itu, eukariotik bergerak
dengan silia atau flagel yang kompleks, terkecuali pada tumbuhan
tingkat tinggi (Campbell, 2010).
Sel eukariotik juga mempunyai organel – organel bermembran
lain di dalam sitoplasmanya (suatu daerah antara nucleus dan
membrane plasma). Struktur – struktur subseluler ini mempunyai
struktur dan fungsi yang amat beragam.
Sebagian besar sel eukariotik mempunyai mitokondria, yang
mengandung enzim dan mekanisme untuk resprasi aerob dan
fosforilasi oksidatif. Dengan demikian, fungsi utama mitokondria
adalah menghasilkan adenosin trifosfat (ATP), satuan utama
pertukaran energi yang terjadi didalam sel. Organel ini dikelilingi
oleh membrane ganda. Membrane dalamnya, yang mengandung
rantai transport elektron dan enzim yang dibutuhkan untuk
menghasilkan ATP, terdiri dari lipatan – lipatan yang disebut krista

8
(cristae). Krista tersebut menonjol ke dalam matriks atau rongga
sentral. Mitokondria mempunyai DNA dan ribosom sendiri, akan
tetapi sebagian proteinnya diimpor dari sitoplasma. Menurut
Stansfield (2006: 2-3), sel eukariot meliputi sel hewan dan
tumbuhan.

1. Sel Hewan

Sel-sel hewan sangat berbeda-beda dalam ukuran, bentuk,


susunan organel dan fungsi utama secara fisiologi. Oleh
karena itu, tidak ada sel yang khas dapat menjadi sebagai
suatu contoh dari semua sel-sel hewan. Walaupun demikian
dalam organisasinya ada sejumlah struktur sel yang umum
bagi sebagian besar sel-sel hewan. Yang dimiliki sel hewan
namun tidak dimiliki oleh sel tumbuhan yaitu lisosom dan
sentrosom.

9
2. Sel Tumbuhan

Semua organel yang diuraikan sebagai penyusun tetap dari


sel hewan, juga ditemukan pada banyak sel tumbuhan. Namun
selain organel tersebut banyak lain yang unik pada sel
tumbuhan, meliputi dinding sel yang kaya karbohidrat,
plasmodesmata, kloroplas dan vakuola yang besar.. Organel
yang dimiliki oleh sel tumbuhan tetapi tidak dimiliki oleh sel
hewan adalah kloroplas, vakuola yang besar, dinding sel, dan
plasmodesma.

B. Struktur dan Fungsi Sel Eukariotik


Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk
hidup multiseluler kecuali sel ragi. Sel eukariotik tersusun atas
membran sel, sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma,
ribosom, kompleks golgi, lisosom, badan mikro, mitokondria,
mikrotubulus, dan mikrofilamen. Organel-organel di dalam sel
memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel
tersebut (Novel, 2012).

10
Menurut Stanfield (2006: 8), komponen-komponen sel
eukariotik terbagi atas 13 jenis, yakni :

1. Mikrofilamen (Filamen Aktin)


Merupakan komponen-komponen sitoskeleton,
strukturnya antara lain; dua untai aktin yang teranyam,
masing-masing merupakan polimer sub unit aktin. Fungsi
utama yaitu untuk mempertahankan bentuk sel dan perubahan
bentuk sel.

2. Mikrotubulus (Polimer Tubulin)


Merupakan komponen-komponen sitoskeleton strukturnya
antara lain tabung berongga, dinding terdiri dari 13 kolom
molekul tubulin. Fungsi utama yaiu untuk mempertahankan
bentuk sel.

3. Mitokondria
Struktur mitokondria dibatasi oleh membran ganda;
membran dalam memiliki pelipatan ke dalam (krista).
Fungsinya untuk respirasi selular.

4. Ribosom
Struktur ribosom terdiri atas dua sub unit yang terbuat dari
RNA ribosom dan protein; dapat bebas dalam sitosol atau
terikat ke RE. Fungsinya adalah untuk sintesis protein.

5. Kloroplas
Struktur kloroplas umumnya terdiri dari dua membran di
sekeliling stroma cair, yang mengandung tilakoid
bermembran yang tertumpuk menjadi grana (dalam
tumbuhan). Fungsinya untuk fotosintesis.

11
6. Plasmodesmata
Berupa saluran yang menembus dinding sel yang
menghubungkan sitoplasma pada sel-sel yang bersebelahan.

7. Badan golgi
Strukturnya berupa tumpukan kantong pipih bermembran.
Fungsinya adalah untuk modifikasi protein, karbohidrat pada
protein, dan fosfolipid; sintesis banyak polisakarida;
pemilahan produk-produk golgi, yang kemudian dilepaskan
dalam vesikel. Atau, bisa dianggap aparatus golgi sebagai
pusat pembuatan, penggudangan, pemilahan, dan pengiriman.

8. Membran plasma
Strukturnya berupa molekul lemak dan protein menyusun
tepi luar dan dalam membran; selain itu ada protein yang
menembus ke dalam dua lapisan lemak (disebut protein
integral). Fungsinya: sangat penting untuk menjaga kehidupan
sel, melindungi isi sel (mempertahankan isi sel), mengatur
keluar masuknya molekul-molekul.

9. Dinding sel
Strukturnya terdiri atas selulosa , polisakarida, dan protein.
Fungsinya adalah untuk mempertahankan bentuk sel dan
melindungi sel dari kerusakan mekanis.

10. Peroksisom
Strukturnya antara lain kompartemen metabolik
terspesialisasi yang dibatasi membran tunggal. Fungsinya
adalah untuk mentransfer hidrogen ke air (karena
mengandung enzim), menghasilkan hidrogen peroksida

12
sebagai produk sampingan, yang diubah menjadi air oleh
enzim-enzim lain di peroksisom.

11. Retikulum Endoplasma


Strukturnya jejaring luas tubulus dan kantong yang
dibatasi membran. Membran memisahkan lumen dari
sitosol;tersambung dengan selaput nukleus. RE Halus
berfungsi untuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat,
penyimpanan Ca2+, detoksifikasi obat dan racun. RE Kasar
berfungsi membantu sintesis protein sekresi dan berbagai
nprotein lain dari ribosom terikat.

12. Nukleolus
Strukturnya dikelilingi oleh selaput nukleus (membran
ganda) berpori-pori. Selaput nukleus tersambung dengan
retikulum endoplasma. Fungsinya untuk mewadahi kromosom
yang terbuat dari kromatin (tempat subunit ribosom dibuat).

13. Vakuola
Strukturnya adalah vesikel besar yang dibatasi membran
besar dalam tumbuhan. Fungsinya adalah untuk pencernaan,
penyimpanan, pembuangan zat sisa, keseimbangan air ,
pertumbuhan sel , dan perlindungan.

C. Reproduksi Sel Eukariotik


Pembelahan sel eukariotik secara tak langsung melalui tahapan
dibedakan menjadi pembelahan mitosis dan pembelahan meiosis.
Mitosis yaitu pembelahan nukleus yang pada umumnya disertai
dengan sitokinesis, pembelahan sitoplasma. Sel yang semula satu
menjadi dua sel yang memiliki genetik yang sama dengan sel induk.
Meiosis yaitu pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anakan

13
dengan jumlah kromosom ½ kromosom induknya. (Campbell. 2009
: 245-246).
Siklus sel eukariotik terdiri dari empat fase. Fase S adalah tahap
dimana terjadi sintesis DNA untuk mereplikasi kromosom dengan
cara membentuk dua sister kromatid yang identik. Periode antara
fase S dan awal mitosis (fase M) merupakan suatu gap, atau masa
pertumbuhan, yang disebut fase G2 , Gap atau masa pertumbuhan
lain yang disebut fase G1 terjadi antara fase M dan S dan
menyempurnakan siklus yang terjadi. (William D . 2006 : 9-10)

14
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Sel Prokariotik


Dalam sejarah, menurut teori evolusi biologi sel prokariot diduga sebagai
makhluk hidup pertama yang muncul di bumi. Salah satu buktinya adalah
keberadaan fosil dengan usia lebih dari tiga ribu juta tahun di Afrika dan
Australia. Ukuran sel prokariot memang jauh lebih kecil dibandingkan sel
eukariot. Selain itu sel prokariot mempunyai struktur yang lebih sederhana,
dan ragam yang sedikit. Sebaliknya sel eukariotik hampir dimiliki oleh setiap
jenis makhluk hidup, mulai dari alga (kecuali alga hijau biru), jamur,
tanaman hingga hewan.
Kata “prokariot” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti inti atau
biji, sehingga makna prokariot adalah sebelum inti atau sebelum biji. Salah
satu ciri yang paling mencolok dari sel-sel prokariot adalah keberadaan
senyawa genetik yang berada di dalam badan yang serupa dengan inti dengan
susunan yang acak. Badan serupa inti sel ini tidak dilingkupi oleh membran
sel.
Ada lebih dari tiga ribu jenis bakteri termasuk diantaranya alga hijau biru
yang memiliki sel bertipe prokariot. Alga hijau biru sendiri merupakan nama
jenis bakteri, dan saat ini lebih dikenal dengan sianobakter (cyanobacter).
Sianobakter merupakan golongan bakteri yang menyerupai tumbuhan tingkat
tinggi, karena mampu melakukan proses fotosintesis hingga menghasilkan
oksigen.
Sel prokariotik adalah sel tanpa membran atau selaput inti. Sel berjenis
ini dibedakan menjadi dua yaitu sel bakteri dan sel archaea. Sebagai contoh
yang termasuk sel bakteri adalah bakteri gram positif seperti Bacillus subtilis
ataupun bakteri gram negatif seperti Escherichia coli. Sedangkan Archaea
adalah makhluk hidup yang memiliki bentuk seperti bakteri namun memiliki
habitat yang berbeda, seringkali ditemui di daerah dengan kondisi yang

15
ekstrim, seperti pusat gunung berapi, kolam dengan air yang sangat asin
maupun dasar danau dan lautan yang kandungan oksigennya sangat tipis.
Secara umum sel prokariotik mirip dengan sel eukariot. Sel prokariot
mempunyai materi inti, pigmen, ribosom, membrane plasma, serta sitoplasma
dengan ribosom di dalamnya, meskipun demikian sitoplasma prokariot tidak
mempunyai sitoskeleton. Sel prokariotik tidak mempunyai sistem
endomembran seperti yang dimiliki oleh retikulum endoplasma (RE) serta
badan golgi atau kompleks golgi. Sel prokariotik juga tidak mempunyai
kloroplas serta mitokondria. Bentuk DNA sel prokariotik adalah sirkuler,
berbeda dengan sel eukariot yang bentuk DNA-nya linier.
Sitoplasma merupakan bagian dalam sel bakteri. Sitoplasma berbentuk
koloid yang agak padat yang mengandung butiran-butiran ptotein, glikogen,
lemak dan berbagai jenis bahan lainnya. Pada sitoplasma sel bakteri tidak
ditemukan organel-organel yang memiliki sistem endomembran seperti
badan golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas, mitokondria, badan
mikro, dan lisosom. Sedangkan ribosom banyak ditemukan pada sitoplasma
bakteri.

3.1.1. Ciri-ciri sel prokariotik


a. Biasanya relatif kecil dan sederhana.
b. Batasnya adalah membran plasma.
c. Dapat memiliki bungkus yang disebut mesosom.
d. Dinding yang kaku tersusun dari senyawa yang unik, yang
ditemukan hanya pada dinding Prokariotik yang disebut
peptidoglikan (dan tidak ada pada Archaebacteria).
e. Dapat mensekresi sarung pelindung atau kapsul untuk perlindungan
f. Molekul DNA tunggal (sirkuler), terkonsentrasi pada suatu daerah di
sitoplasma yang disebut nukleoid.

16
3.1.2. Organel-organel Sel Prokariotik
Organel Fungsi
Kapsul Melindungi Sel
Dinding Sel Pelindung, Reproduksi & Pertukaran Zat
Membran Plasma Respirasi
Sitoplasma Metabolisme dan sumber bahan kimia
Nukleid Terdapat materi DNA
Ribosom Sintesis Protein

3.1.3. Genom Sel Prokariotik


Genom prokariot tentu saja tidaklah sama dengan genom eukariot.
Secara umum genom prokariot berukuran panjang lebih kecil dibanding
genom eukariot. Sebagai contoh,, genom Escherichia coli berukuran
sekitar 4639 kb dengan 4405 gen. Ukuran genom ini diprediksi hanya
2/5 dari genom yeast (jamur mikroskopik).
Pada awalnya, banyak ahli yang berpendapat bahwa prokariot
hanya memiliki satu molekul DNA sirkular, namun ternyata prokariot
memiliki satu gen tambahan linier yang independen. Gen ini disebut
dengan plasmid. Jika DNA pada kromosom berfungsi menurunkan
sifat, maka gen pada plasmid berfungsi mengkode sifat-sifat ketahanan
terhadap antibiotik dan efektifitas meraih berbagai sumber karbon.
Dalam banyak referensi telah disebutkan bahwa tanpa plasmid, sel
prokariot mampu tetap bertahan hidup.

3.2. Sel Eukariotik


Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki sistem endomembran. Sel
tipe ini secara struktural memiliki sejumlah organel pada sitoplasmanya.
Organel tersebut memiliki fungsi yang sangat khas yang berkaitan satu
dengan yang lainnya dan berperan penting untuk menyokong fungsi sel.

17
Organisme yang memiliki tipe sel ini antara lain hewan, tumbuhan, dan
jamur baik multiseluler maupun yang uniseluler.
Ciri penting dari sel eukariot adalah adanya membran atau selaput inti
sel, dengan adanya membran ini, maka materi genetik tidak tersebar ke
seluruh sitoplasma sel, namun terbungkus rapi di dalam selaput. Tipe sel
eukariotik pada tumbuhan sedikit berbeda dengan hewan. Pada sel hewan,
bagian luar sel tidak ditemukan adanya dinding sel, sebaliknya pada
tumbuhan dan jamur ditemukan adanya dinding sel. Walaupun demikian,
dinding sel tumbuhan dan sel jamur secara kimiawi berbeda penyusunnya.
Pada jamur didominasi oleh kitin sedangkan pada tumbuhan selulosa. Pada
tumbuhan ditemukan adanya organel kloroplas sedangkan pada jamur dan
hewan tidak ditemukan. Selain perbedaan tersebut pada dasarnya baik sel
hewan, tumbuhan, dan jamur memiliki struktur yang serupa.
Perbedaan nyata lain dari sel eukariot dengan sel prokariot adalah ukuran
selnya yang jauh lebih besar. Contohnya pada sel hepar (hati) hewan yang
memiliki ukuran sekitar 20 hingga 30 pikometer, sedangkan sel bakteri hanya
berukuran antara 1 hingga 2 pikometer. Selain itu, volumenya jauh berbeda.
Volume sel eukariot bisa lebih besar seribu hingga 10 ribu kali daripada
volume sel prokariot.

3.2.1. Ciri-ciri Sel Eukariotik


a. Mempunyai suatu sistem struktur internal yang dikelilingi membran,
yang disebut organel.
b. Nukleus dikelilingi selubung nuclear.
c. Mempunyai sitosol di mana organela-organela khusus terletak.
d. Mempunyai efisiensi yang lebih besar untuk aktivitas sel.
e. Organel-organel secara fisika memisahkan tipe-tipe yang berbeda
dari aktivitas sel pada ruangan sitoplasma.

18
3.2.2. Organel-organel Sel Eukariotik

Komponen
Organel Fungsi Gambar
penyusun
Memuat dan
menyimpan
Informasi
informasi genetik
Nukleus genetik,
& DNA,
DNA,
Menentukan
Kerja Sel
Lipoprotein,
Membatasi segala
Protein
kegiatan yang
Integral,
Membran Sel terjadi di dalam
Protein
sel,memberi
Periperal,
bentuk sel
Karbohidrat

RNA dan
Ribosom Sintesis Protein
Protein

Berperan aktif
Sitoplasma dalam proses Organela-
metabolisme organela
didalam sel

Sintesis &
Retikulum Membran
Transpor Sub
Endoplasma Lipoprotein
Kimia

19
Badan Golgi
Seksresi sel,
(Ditiosom Tumpukan
menghasilkan
untuk membran
getah sekret
tumbuhan)

Pembongkaran
dan pemecehan Enzim dan
Lisosom komponen sel membran dari
rusak & organ REK
pencernaan

Enzim-enzim
Organ pembuat
untuk
Mitokondria energi & respirasi
memperoleh
sel
Energi

a. a. Berfotosintesis
b. b. Penyimpan
Membran-
Plastida pigmen
membran yang
a. tumbuhan
menyimpan
A c. c. Menyimpan
sesuatu
pati yang tidak
terpigmentasi
sel yang
Orientasi arah berbentuk
Sentriol pada saat silinder yang
pembelahan sel terdiri dari
tubulin

20
Mengatur Dua struktur
Sentrosom pergerakan berbentuk
Pembelahan Sel barel

Vakuola

a. a.Vakuola
makanan
b. b.Vakuola a. memakan
Kontraktil secara
Kantung yang
c.Vakuola fagositosis
dibatasi oleh
Tumbuhan b. pengumpul air
membran yang
c. menyimpan
memuat air.
produk
Amoeba
metabolik

Sitoskeleton
- mikrofilamen Perhubungan sel, Rangka
- mikrotubulus menguat sel internal &
- filamen dalam Fibrosa sel
antara

3.2.3. Genom Sel Eukariotik


Untuk mempelajari struktur genetis atau genom sel eukariotik,
maka kita memerlukan model genom yang sesuai. Model yang terbaik
sebagai dasar perbandingan sel eukariotik adalah genom manusia. Pada

21
sel manusia, dan juga semua sel eukariotik, molekul DNA berbentuk
linear dan terdapat di dalam kromosom. Adapula genom dengan ukuran
yang lebih kecil, dan berbentuk sirkular seperti pada sel prokariotik
yang terdapat dalam mitokondria. Sedangkan, satu lagi genom akan
ditemui pada sel tanaman yaitu DNA kloroplas.
Struktur sel eukariot memang hampir sama antara satu sel dengan
yang lain. Satu yang sangat berbeda adalah ukuran panjang genom
yang terkandung di dalamnya. Ada genom yang berukuran sangat kecil,
di kisaran 10 Mb, seperti genom Saccharomyces cereviseae yang
berukuran 12,1 Mb. Sebaliknya ada genom yang berukuran sangat
panjang, di kisaran 100.000 Mb seperti tumbuhan Fritillaria assyriaca
yang berukuran 120.000 Mb.
Untuk manusia (Homo sapiens), panjang genom yang dimiliki
adalah 3200 Mb. Uniknya tikus (Mus musculus) yang berukuran lebih
kecil, ternyata memiliki genom lebih panjang dari manusia yaitu 3300
Mb. Panjangnya genom tidak mempengaruhi banyaknya gen yang ada
di dalamnya. Sebagai contoh, Saccharomyces cereviseae yang memiliki
panjang genom 0,004 kali genom manusia, yaitu 12 Mb, seharusnya
mengandung 140 gen (hasil perkalian antara 0,004 x 35.000 gen).
Nyatanya, Saccharomyces cereviseae mengandung 5800 gen.

Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan


Bagian-bagian Sel Sel Hewan Sel Tumbuhan
Dinding Sel Tidak Ada Ada
Membran Plasma Ada Ada
Nukleus Ada Ada
Sitoplasma Ada Ada
Retikulum Endoplasma Ada Ada
Aparatus Golgi Ada Ada
Mitokondria Ada Ada

22
Ribosom Ada Ada
Lisosom Ada Ada (Sedikit)
Vakuola Tidak Ada Ada
Sentriol Ada Tidak Ada
Sentrosom Ada Tidak Ada
Plastida Tidak Ada Ada

Tabel Perbandingan Sel Eukariotik dan Sel Prokariotik


Pembanding Sel eukariot Sel prokariot
0,2-500µm, max
Ukuran 10-20µm (rata-rata sel hewan)
1-10µm
Tumbuhan: Ada Ada (komposisi
Dinding sel
Hewan : Tidak ada berbeda)
Membran plasma Ada Ada
Tidak
Nukleus Dibagi atas membran
bermembran
Circular, sedikit
Kromosom Linear, protein, ganda
protein, tunggal
Retikulum
Ada Tidak ada
endoplasma
Ribosom Ada, ukuran besar Ada, ukuran kecil
Kompleks golgi Ada Tidak ada
Lisosom Ada Tidak ada
Mitokondria Ada Tidak ada
Ada di banyak tumbuhan dan
Vakuola Tidak ada
beberapa di sel hewan
Flagel dengan tipe
Sentriol, silia, dan Ada di semua, kecuali tumbuhan
berbeda–
flagel tingkat tinggi
beda di bakteri

23
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis pembahasan yang telah diperoleh, maka dapat
disimpulkan bahwa ada dua macam sel berdasarkan ada atau tidaknya
membran atau selaput inti, yaitu organisme prokariotik dan eukariotik. Secara
umum, struktur dan proses dalam sel prokariotik lebih sederhana daripada
organisme eukariotik. Prokariotik tidak memiliki membran inti sedangkan sel
eukariot memiliki membran atau selaput inti sel, sehingga dengan adanya
membran ini, maka materi genetik tidak tersebar ke seluruh sitoplasma sel.

4.2. Saran
Menyadari bahwa penyusun masih jauh dari kata sempurna, untuk itu
diperlukan saran dan kritik yang konstruktif untuk menanggapi seluruh isi
makalah ini agar penyusunan makalah kedepannya lebih baik lagi.

24
DAFTAR PUSTAKA

Albert, B., dkk., 2002, Molecular Biology of the Cell 4th Ed., Garland Science,
New York.

Campbell, Neil A., dkk.. 2010. Biologi Jilid 1 Edisi Kedelapan. Jakarta :
Erlangga.

Campbell, Neil A., dkk.. 2010. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta :
Erlangga.

Campbell, Neil A, dkk.. 2012. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta : Erlangga.

Novel,dkk. 2012. Biomedik. Jakarta : C.V. Trans Info Media.

Santoso, dkk. 2016. Biologi Molekuler Sel. Jakarta : Salemba Teknika.

Stansfield, William D, dkk. 2006. Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga.

Stryer, L., 1988, Biochemistry 3rd Ed., W.H. Freeman and Company, New York.

Suryani, Yoni. 2004. Biologi Sel dan Molekuler. Yogyakarta : FMIPA UNY.

25