Anda di halaman 1dari 2

HERPES ZOSTER

: 440/0162/SOP-
No. Dokumen UKP/PKM-
SDJ/2016
SOP No. Revisi : 00
Tanggal :
9 Agustus 2016
Terbit
Halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Radianti Bulan M Tobing
SINDANG JAYA NIP. 19780325 200604 2 007

Herpes Zoster adalah infeksi kulit dan mukosa yang disebabkan oleh
1. Pengertian
virus varisela-zoster. Infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang
terjadi setelah infeksi primer.
2. Tujuan Acuan petugas dalam mendiagnosa pasien.

3. Kebijakan Keputusan kepala Puskesmas Sindang Jaya Nomor: 440/062/PKM-


SDJ-2016 tentang layanan klinis.

4. Referensi Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan


primer Edisi 1 Tahun 2013.
A. Anamnesis
5. Prosedur
a. Nyeri radikular dan gatal terjadi sebelum erupsi.
Keluhan dapat disertai dengan gejala prodromal
sistemik berupa:
i. Demam
ii. Pusing
iii. Malaise.
b. Setelah itu timbul gejala kulit kemerahan yang dalam
waktu singkat menjadi vesikel (lenting) berkelompok
dengan dasar eritem (merah) dan edema.
B. Pemeriksaan Fisik
a. Sekelompok vesikel dengan dasar eritem yang terletak
unilateral sepanjang distribusi saraf spinal atau kranial.
b. Lesi bilateral jarang ditemui, namun seringkali, erupsi
juga terjadi pada dermatom di dekatnya.
C. Penatalaksanaan
a. Terapi suportif dilakukan dengan menghindari gesekan
kulit yang mengakibatkan pecahnya vesikel, dan
istirahat dan mencegah kontak dengan orang lain.
b. Topikal : Stadium vesikel : bedak salisil 2% atau bedak
kocok kalamin agar vesikel tidak pecah. Apabila erosif,
diberikan kompres terbuka, apabila terjadi ulserasi,
dapat dipertimbangkan pemberian salep antibiotik.
c. Pengobatan antivirus oral, antara lain dengan:
i. Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x
20 mg/kgBB (dosis maksimal 800 mg), atau
Valasiklovir: dewasa 3 x 1000 mg/hari.
Pemberian obat tersebut selama 7-10 hari dan
efektif diberikan pada 24 jam pertama setelah
timbul lesi.

1/2
D. Bagan Alir
Anamnesis
Demam, pusing, malaise. Setelah itu timbul gejala kulit
kemerahan yang dalam waktu singkat menjadi vesikel
(lenting) berkelompok dengan dasar eritem (merah) dan
edema.

Pemeriksaan Fisik
Sekelompok vesikel dengan dasar eritem yang terletak
unilateral sepanjang distribusi saraf spinal atau kranial.
Lesi bilateral jarang ditemui, namun seringkali, erupsi
juga terjadi pada dermatom di dekatnya.

Penatalaksanaan
Asiklovir: dewasa 5 x 800 mg/hari, anak-anak 4 x 20
mg/kgBB (dosis maksimal 800 mg), atau Valasiklovir:
dewasa 3 x 1000 mg/hari. Pemberian obat tersebut selama
7-10 hari dan efektif diberikan pada 24 jam pertama setelah
timbul lesi.

1. Herpes zoster hemoragik, yaitu jika vesikel mengandung


darah.
2. Herpes zoster generalisata, yaitu kelainan kulit unilateral dan
segmental ditambah kelainan kulit generalisata berupa vesikel
E. Hal – hal yang soliter yang berumbilikasi.
3. Herpes zoster oftalmikus, yaitu infeksi cabang pertama nervus
perlu
trigeminus sehingga menimbulkan kelainan pada mata, di
diperhatikan samping itu juga cabang kedua dan ketiga menyebabkan
kelainan kulit pada daerah persarafannya.
4. Herpes zoster abortif: penyakit yang hanya berlangsung dalam
waktu singkat dan kelainan kulit hanya berupa beberapa
vesikel dan eritem.
F. Unit Terkait Poli umum, poli anak, poli remaja, poli santun lansia.

G. Dokumen Terkait Rekam Medis dan SOP Herpes zoster

H. Rekaman
Tanggal Mulai
Historis No Yang Berubah Isi Perubahan
Diberlakukan
Perubahan

2/2