Anda di halaman 1dari 4

LEUKEMIA

Berdasarkan onset : akut dan kronik

Berdasarkan jenis sel :

 akut --> leukemia mielogeus akut (LMA) dan Leukemia Limfoblastik akut (LLA)
 Kronik Leukimia Mielogenus Kronik (LMK) dan Leukemia Limfositik Kronik (LLK)

Klinis

 Penurunan hematopoesis normal : anemia, pendarahan dan infeksi


 Infiltrasi organ
 Asimpomatik terutama jenis kronis

Sifat Leukemia Akut Leukemia Kronik


Sel Imatur matur
Perjalanan penyakit Onset cepat Onset lambat
Gejala Berkembang cepat Sering tidak bergejala
Lab ↓ HB, ↑ Leukosit, ↓ HB, ↑ Leukosit,
↓trombosit, blast >30% ↓trombosit, blast >30%
Prognosis Jika tidak diobati meninggal Masih dapat hidup selama
dalam hitungan bulan, bertahun tahun walau tanpa
kemungkinan sembuh dengan terapi, kecil kemungkinan
kemoterapi tinggi sembuh dengan kemoterapi

Penyakit Epidemiologi Morfologi dan sitokimia Imunofenoti Sitogenetika


f
LMA Banyak pada  Sel mieloblast imatur CD13, CD 33 Kelainan
dewasa (30-40  Aurer rod Kromosom (+)
thn)  8 Subtipe (M0-M7)
 Mieloperoksidase (+)
 TdT (-)
 Eritrosit : anemia
normochrom normositer
LLA Banyak pada  Sel Limfoblast CD2, CD3 (SEL Kelainan
anak-anak  Mieloperoksidase (-) T) , CD10, Kromosom (+++)
 TdT (+) CD19 (SEL B)
 Eritrosit : anemia
normochrom normositer
LMK Dewasa muda,  Sel Punca myeloid Kromosom
Lansia  Blast crisis prognosis Philadelphia
burukkhas LMK
 Basofilia
 Trombositosis (awal
meningkat, akhir 
menurun)
 Alkali Fosfatase rendah
 Eritrosit : anemia
normochrom normositer
 Leukosit : Leukositosis
>200.000/mm3.
Gambaran dari sel muda
sampai tua, Rieder cell
(+) sel sel besar yang
sudah berubah dari
bentuknya
LLK Lansia >60thn  Sel Limfosit B matur Trisomi 12
 Limfositosis  smudge
cells
 Trombosit N/Turun
 Eritrosit : anemia
normochrom normositer

TATALAKSANA
 Kemoterapi
 Transplantasi sumsum tulang
Smudge cell

Blast crisis